Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ANALISIS MOLEKULER BAKTERI ASAM LAKTAT PADA ISOLAT MEKONIUM BAYI BARU LAHIR MENGGUNAKAN PRIMER 16sRNA METODE PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) Sri Anggarini,1Sanatang2,Nasti3 nastitawulo02@icloud. D-IV TLM Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya ABSTRAK Mekonium adalah suatu materi berwarna hijau gelap yang terdapat dalam saluran cerna janin dalam kandungan. Mekonium tersebut terdiri dari sekresi gastrointestinal fetus, sel debris, mucus, darah, lanugo, dan verniks. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi potensi Bakteri Asam Laktat pada mekonium bayi baru lahir dengan menggunakan metode PCR . olymerase Chain Reactio. Hasil pembiakkan pada media MRSA menunjukkan pertumbuhan koloni mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula (F13A. F23A,F34A. F12B, dan F11D) mekonium bayi yang lahir secara Caesar ( C23A) dan mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI (A11A dan A14A) , sedangkan pada mekonium bayi yang lahir Normal tidak ada pertumbuhan koloni. Hasil karakterisasi morfologi ini menunjukkan bahwa pada sampel mekonium bayi yang baru lahir dengan 4 kategori yaitu mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI, mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula, mekonium bayi yang lahir secara normal dan mekonium bayi yang lahir secara caesar menunjukkan hasil morfologi koloni yang sama yaitu berbentuk bulat, berukuran besar, berwarna putih atau krem dengan tepi utuh. Selanjutnya pada uji pewarnaan gram semua sampel teridentifikasi sebagai bakteri gram postif dengan bentuk coccus, pada uji katalase semua sampel merupakan bakteri dengan katalase negatif. Hasil identifikasi menggunakan PCR ditemukan pita DNA pada semua sampel. Pita DNA yang terbentuk di perkirakan berada pada target 1300 bp. Berdasarkan hasil tersebut dapat diasumsikan bahwa sampel tersebut merupakan Bakteri asam laktat. Diperlukan pengujian selanjutnya dengan menggunakan metode PCR yang berbeda dan menggunakan primer spesifik Bakteri Asam Laktat untuk memperoleh keseragaman hasil isolat dalam menentukan jenis Bakteri asam Laktat. Untuk menentukan jenis bakteri dapat dilanjutkan ke tahap Sequencing. Kata Kunci : Mekonium. Morfologi. MRSA. Pewarnaan gram. Katalase. PCR. Daftar Pustaka : 57 . PENDAHULUAN Saluran terpenting yang berperan dalam pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan anak. Protes mutasi saluran cerna distimulasi oleh ASI yang difasilitasi oleh kolostrum. Kolostrum yang disekresi oleh kelenjar payudara pada hari ke-1 hingga hari ke-4 setelah kelahiran mengandung menguntungkan dimana berperan dalam menciptakan keseimbangan mikrobiota saluran cerna neonatus yang berpengaruh terhadap maturasi dan perkembangan sistem imun saluran cerna bayi baru lahir (Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2. Mikrobiota saluran cerna berperan penting terhadap kesehatan host yang ditempatinya meliputi fungsi fisiologis, struktural dan metabolisme. Salah satu mikrobiota saluran cerna yang berperan penting terhadap kesehatan manusia adalah Bakteri Asam Laktat (BAL). Bakteri asam Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 laktat merupakan kelompok bakteri yang mampu mengubah karbohidrat . menjadi asam laktat. Untuk mengetahui mikrobiota di saluran cerna biasanya digunakan feses yang ditanam pada berbagai media dan berbagai metode kultur untuk menentukan mikrobiota tersebut (Rahmagiarti. , 2013 dalam Syukur dan Purwanti, 2. Mikrobiota manusia, yaitu komunitas mikroorganisme yang hidup pada permukaan dan di dalam tubuh manusia, penting untuk fisiologi manusia, perkembangan sistem imun dan pencernaan. Diperkirakan mikrobiota manusia terdiri dari 100 triliun sel bakteri lebih besar 10 kali lipat dari pada sel manusia dan setara dengan 1-2 kg berat badan. Sekitar 70% mikroorganisme pada manusia berada pada saluran pencernaan dimana kolon dan usus besar merupakan tempat yang paling banyak dihuni oleh mikroorganisme (Pratiwi, 2. Faktor-faktor kolonisasi mikrobiota di saluran cerna neonatus pada bayi baru lahir adalah cara kelahiran bayi, jenis asupan nutrisi bayi (ASI atau susu formul. , usia kehamilan, diet ibu, rawat inap bayi . dan penggunaan antibiotik (Penders. , 2. Bayi lahir melalui dua cara yakni lahir pervaginam dan lahir secara operasi sesar yaitu melalui insisi pada dinding abdomen . (Cunningham. Terdapat perbedaan komposisi mikrobiota saluran cerna pada bayi baru lahir antara bayi yang lahir dengan operasi sesar dengan bayi yang lahir secara pervaginam (Biasucci, 2. Air Susu Ibu (ASI) memiliki komposisi yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan. ASI arbohidrat, protein, dan lema. , mikronutrisi . itamin dan minera. dan komponen bioaktif (IgA). Komposisi makronutrisi terbanyak dalam ASI adalah karbohidrat, salah satu komponen karbohidrat dalam ASI adalah laktosa dan Jenis terkandung di dalam ASI adalah FruktoOligosakarida (FOS) GalaktoOligosakarida. Oligosakarida dan laktosa didalam ASI yang cukup tinggi berperan sebagai probiotik untuk pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang menguntungkan pada saluran cerna (Sringati. , 2. Komposisi zat gizi dalam susu formula tidak sama dengan ASI, susu formula banyak mengandung asam lemak jenuh dan tidak terdapat zat imunologik. Jika feses bayi yang mendapatkan susu formula diperiksa ditemukan 10 kali lebih besar kuman aerob seperti bakteri Escherichia coli dan Enterococcus, dengan demikian banyak produk susu formula menambahkan Frukto-Oligosakarida (FOS). Galakto-Oligosakarida Penambahan zat tersebut dianggap memiliki efek yang mendekati ASI, yaitu efek bifidogenik yang dapat pertumbuhan bifidobakteria dan laktobasili pada saluran pencernaan bayi (Perez, 2. Semakin sering bayi menyusui maka semakin banyak komponen bioaktif dan mikrobiota ASI yang ditransfer dari ibu ke Rerata kekerapan atau frekuensi bayi menyusu pada ibunya dalam 24 jam adalah sebanyak 11 kali penyusuan dengan rentang 6-18 kali penyusuan. Yoshioka. , dalam Rahmagiarti. melaporkan pada saluran cerna bayi yang mendapat ASI ketika berusia 4 hari, menunjukkan adanya strain bifidobacterium dan akan meningkat pada usia 7 hari. Bifidobacterium akan lebih stabil mendominasi lingkungan usus bayi saat berusia satu bulan. Kolonisasi bakteri usus akan mengalami keterlambatan pada bayi yang lahir secara seksio sesarea. Bayi yang lahir secara seksio secarea ditandai oleh Bacteriodes. Bifidobacterium, dan Lactobacillus. Jenis persalinan mempunyai dampak signifikan pada pembentukan mikrobiota saluran Bayi yang lahir secara pervaginam akan dikolonisasi pertama kali oleh bakteri yang berasal dari fekal dan vaginal ibu, sedangkan bayi yang lahir melalui seksio sesarea akan dikolonisasi oleh bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit dan Selanjutnya. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 keterlambatan kolonisasi usus pada bayi yang lahir secara seksio sesarea dikarakterisasi oleh rendahnya jumlah koloni Bifidobacterium. Lactobacilus, dan Bakteriodes dibandingkan dengan persalinan pervaginam (Hutt,2. Jimenez. melaporkan, dalam mekonium . jam setelah kelahiran dan sebelum bayi disusu. , didominasi oleh bakteri asam laktat dari strain Lactobacillus sedangkan sebagian lain didominasi oleh bakteri enterik sejenis Escherichia coli. Spesies mikrobiota yang ditemukan pada bayi yang lahir pervaginam ialah Lactobacillus sp. prevotella sp. Sedangkan mikrobiota yang lahir Clostridium Staphylococcus sp. , dan Propionibacterium sp (Collado. , 2. Penelitian Hansen. pada feses 24 jam pertama setelah lahir, menemukan adanya jumah bakteri yang rendah pada mekonium pertama. Satu bayi didominasi oleh Enterobacteriaceae, sementara sampel lain bakteri seperti Bifidobacterium. Enterobacteriaceae. Enterococcus, dan Bacteriodes Prevotella. Isolasi Bakteri Asam Laktat dilakukan dengan metode pour plate dan metodestreak pada media de Man Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dan media Nutrient Agar. Kultur dinkubasi pada suhu 37o C selama 48 Koloni yang tumbuh diamati ciri-ciri morfologi dan dilakukan pewarnaan gram Hasil isolasi BAL dari inasua pada media de Man Ragosa and Sharpe Agar (MRSA) CaCO3 diperoleh 4 isolat bakteri yaitu INS-A1. INS-A2. INS-A3 dan INS-A4 dan hanya 2 isolat yang memiliki karakteristik sebagai gram positif dengan bentuk Bacillus yaitu INS-A2 dan INS-A4. Diduga 2 isolat Bakteri Asam Laktat. (Lolita. , 2. Gold standar yang dapat digunakan untuk pemeriksaan bakteri adalah kultur. Namun kekurangan dari metode kultur adalah membutuhkan waktu sekitar 2 hari untuk mendapatkan hasil, selain itu dibutuhkan biaya yang cukup mahal. Hasil dari kultur bakteri juga bisa menghasilkan negatif palsu. Kultur bakteri juga tidak dapat dilakukan di semua Untuk kelebihan dari metode ini adalah dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk dan beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus (Sulistyaningsih, 2. Selain metode kultur, pemeriksaan menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reactio. Metode ini mempunyai kelebihan diantaranya adalah lebih spesifik dan waktu yang dibutuhkan relatif singkat. Reaksi Polimerase Berantai atau dikenal sebagai Polymerase Chain Reaction, merupakan suatu proses sintesis enzimatik untuk melipat gandakan suatu sekuens nukleotida tertentu secara in vitro. Dengan PCR meningkatkan jumlah urutan DNA ribuan bahkan jutaan kali dari jumlah semula (Nasir, 2. Saat ini telah dikembangan metode identifikasi bakteri berbasis molekular yang lebih cepat dengan tingkat sensitivitas dan spesifitas yang tinggi, yaitu dengan analisis sekuensing gen. Sekuensing DNA bertujuan untuk menentukan urutan basa nitrogen . denin, guanin, sitosin, dan timi. suatu sampel DNA. Hal tersebut merupakan informasi yang paling mendasar suatu gen atau genom kerena mengandung instruksi yang dibutuhkan untuk pembentukan tumbuh mahluk hidup (Olsvik. , 1. Gen 16S ribosomal RNA . S rRNA) memiliki daerah yang conserved . sehingga tepat digunakan dalam Polymerase Chain Reaction (PCR) dan analisis sekuensing untuk menentukan taksonomi, filogeni dan keanekaragaman antar spesies. Gen ini juga memiliki hypervariable region yang merupakan ciri khas tiap mikroorganisme. Analisis sekuensing gen 16S rRNA sudah banyak digunakan di bidang mikrobiologi. Metode berbasis molekuler ini dinilai cepat dan akurat dalam mengidentifikasi bakteri mikrobiologi konvensional (Rinanda,2. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi bakteri asam laktat pada solat mekonium bayi yang mendapatkan ASI, susu formula dan melalui jalan lahir pervaginam dan menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reactio. menggunakan primer 16sRNA untuk melihat perbedaan pita-pita DNA yang Penelitian ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang berjudul Deteksi keragaman mikrobiota pada mekonium bayi baru lahir dengan metode PCR . olymerase chain Pada penelitian Raharti, 2020 digunakan 13 isolat dengan nomor kode isolat F34A. F31A. F12B. F13A. A11A. N13B. F23A, C23A. F23B. A13B. F14A. F11D, dan A14A. METODE PENELITIAN Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, untuk mendeteksi adanya bateri asam laktat pada isolat mekonium bayi dengan menggunakan metode PCR. PCR (Polymerase Chain Reactio. merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Hasil uji deteksi molekuler dapat dilihat pada Tabel 5 dan Gambar 5. Tabel 5. Hasil Elektroforesis HASIL Bakteri kelompok bakteri gram positif, berbentuk bulat atau panjang, katalase negatif yang dapat memproduksi asam laktat dengan cara memfermentasi karbohidrat. Hasil identifikasi bakteri asam laktat dapat dilihat pada Tabel 4. Gambar 5. Visualisasi hasil PCR dengan Elektroforesis Gel Tabel 6. Hasil Seleksi Karakterisasi morfologi koloni bakteri pada Media Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 MRSA Gambar 8. Uji katalase PEMBAHASAN Gambar 5. Morfologi koloni bakteri Tabel Hasil pengamatan pewarnaan gram Gambar 7. Hasil pewarnaan gram isolat mekonium Formula. Asi dan Caesar Tabel 8. Hasil uji katalase Penelitian ini menggunakan sampel mekonium bayi yang baru lahir dengan 4 kategori yaitu mekonium bayi yang telah mengkonsumsi ASI, mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula, mekonium bayi yang lahir secara normal dan mekonium bayi yang lahir secara Caesar, yang mana mekonium bayi merupakan suatu materi berwarna hijau gelap yang terdapat dalam intestin . aluran cern. janin dalam Mekonium tersebut terdiri dari sekresi gastrointestianal fetus, sel debris, mucus, darah, lanugo dan verniks. Penelitian ini diawali dengan melakukan peremajaan isolat bakteri yang dibiakkan pada media MRSA (Man Ragosa Sharpe Aga. Karakterisasi dibedakan atas dasar yaitu warna, permukaan, ukuran, elevasi, bentuk dan tepi Masing masing isolat memiliki morfologi koloni yang berbeda satu sama Adapun hasil karakterisasi morfologi yaitu dari 13 isolat yang di biakkan pada media MRSA hanya 8 media biakkan yang di tumbuhi koloni yaitu isolat dengan kode F23A. A11A. A14A. F34A. F11D. C23A, F12B dan F13A. Dimana 6 koloni dalam media tersebut berwarna putih. Sedangkan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 pada 2 koloni isolat C23A dan F12B memiliki warna koloni kuning. Karakterisasi koloni dengan bentuk bulat terdapat pada semua koloni sampel, koloni F23A. A11A, dan A14A serta koloni F13A memiliki permukaan morfologi yang halus. Sedangkan pada koloni F34A, dan F12B memiliki bentuk yang tidak beraturan. Koloni dengan kode isolat F23A. F13A. A11A dan A14A memiliki karakter elevasi datar. Karakter elevasi timbul datar terdapat pada koloni. C23A. F11D. F34A, dan F12B. Karakterisasi koloni dengan tepi utuh terdapat pada kode isolat F23A. A11A. A14A, dan F13A. Pada koloni F34A. F11D. C23A, dan F12B memiliki tepi tidak beraturan. Koloni dengan ukuran sedang terdapat pada isolate F34A,F11D, dan C23A. Pada koloni isolat F13A memiliki ukuran kecil. Pada koloni isolat F23A. A11A dan A14A memiliki karakterisasi ukuran Semua koloni berbentuk bulat. Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang mampu memfermentasi laktosa dan menghasilkan asam laktat sebagai produk BAL berpotensi dalam memproduksi bakteriosin dan bersifat probiotik. Uji bakteri asam laktat bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang berpotensial sebagai probiotik. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4 mengenai identifikasi bakteri asam laktat pada media MRSA diperoleh hasil positif pada mengkonsumsi ASI, mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula, dan mekonium bayi yang lahir secara caesar yang ditandai dengan tumbuhnya koloni pada media MRSA, yaitu media yang digunakan untuk identifikasi bakteri asam laktat (BAL) dengan karakterisasi isolat yaitu berwarna putih susu dan krem dengan bentuk bulat dan utuh yang diduga sebagai bakteri Streptococcus, sedangkan sampel mekonium bayi yang lahir secara normal diperoleh hasil negatif yang ditandai dengat tidak adanya koloni yang tumbuh pada media MRSA. Berdasarkan karakteristik bakteri asam laktat, ciri ciri utama koloni bakteri asam laktat ialah memilki luasan zona bening pada sekitar koloni, dan biasanya koloni berwarna putih, krem dan kuning. Meskipun demikian, zona bening yang terdapat pada bakteri, belum bisa memperkuat hasil, bahwasanya koloni tersebut adalah kelompok bakteri asam laktat, karena jenis bakteri probiotik lain yang bukan kelompok asam laktat, juga memilki kemampuan untuk membuat luasan bening pada media. Oleh karena itu dilakukan uji pendukung bakteri asam laktat yang berupa pewarnaan gram dan uji katalase, karena sifat ini adalah sifat umum yang dimiliki bakteri asam laktat, (Rinto. Pewarnaan karakterisasi secara mikroskopik yang bertujuan untuk mengamati sifat gram dan bentuk sel bakteri. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 8 diperoleh hasil gram positif pada semua sampel yang di tandai dengan warna ungu pada bakteri dengan bentuk sel pada isolat yaitu bentuk bulat . Gram positif menunjukkan bahwa crystal violet dapat diikat dengan baik oleh sel bakteri dan tidak dapat dilunturkan oleh Struktur dinding sel bakteri gram negatif relatif ebih sederhana dibandingkan dengan bakteri gram positif yang relatif Bakteri gram positif memiliki peptidoglikan sebesar 90% serta mempunya komponen spesifik pada dinding selnya berupa asam teikoat dan asam lopiteikoat. Dinding sel bakteri gram positif terdiri dari lapisan peptidoglikan yang tebal sedangkan dinding sel bakteri gram negatif mempunyai kandungan lipid yang tebal. Ketika ditambahkan pewarnaan kristal violet maka dinding sel bakteri gram positif maupun gram negatif akan menyerap zat warna tersebut namun ketika diberi alkohol, kristal violet pada gram negatif akan luntur disebabkan struktur dinding selnya yang sebagian besar tersusun oleh lipid, sehinggan ketika diberi zat warna terakhir yaitu safranin dinding sel bakteri gram negatif akan menyerapnya kembali sehingga bakteri gram negatif akan berwarna merah, sedangkan bakteri gram positif akan tetap Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 berwarna ungu karena dinding selnya tersusun oleh lapisan peptidoglikan yang tebal sehingga tidak luntur ketika di cuci dengan alkohol. Uji katalase yang dilakukan pada isolat untuk mengetahui kemampuan isolat dalam menghasilkan enzim katalase serta toleransi isolat terhadap oksigen. Enzim katalase merupakan enzim yang mampu mengkatalis langsung konversi hidrogen peroksida (H2O. yang toksik bagi sel menjadi air dan oksigen. Bakteri asam laktat genus Lactobacillus merupakan kelompok bakteri yang tidak memiliki enzim katalase, tetapi memiliki enzim peroksidase untuk mengubah H2O2 yang bersifat toksik menjadi H2O. Berikut persamaan reaksinya (BSC1424, 2. Uji katalase merupakan uji biokimia untuk membedakan mikroorganisme yang memiliki enzim katalase untuk mendegradasi hydrogen peroksida bersifat toksik. Reaksi katalase menunjukan hasil positif bila terbentuk gelembung udara yang mengindikasikan terbentuknya gas OCC dan negatif apabila tidak menunjukan adanya gelembung gas OCC, menambahkan gelembung gas udara yang terbentuk pada hasil uji katalase merupakan oksigen dari reaksi enzim katalase dan HCCOCC ( Djideh, 2. Dari hasil uji pendukung bakteri asam laktat yang telah dilakukan, diketahui bahwa 8 isolat termasuk dalam golongan bakteri asam laktat, yang memilki bentuk sel batang dan bulat, gram positif, katalase negatif dan nonmotil. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahmi et al, . dan Wulandari . , yang menggolongkan bakteri asam laktat berdasarkan karakteristik bentuk sel batang dan bulat, gram positif dan berkatalase Identifikasi Bakteri Asam Laktat pada mekonium bayi yang baru lahir dilakukan dengan menggunakan metode PCR. Pada tahap awal terlebih dahulu dilakukan proses ekstraksi DNA. Secara umum ekstraksi DNA meliputi beberapa tahapan proses penting, yaitu dari mulai tahap persiapan hingga akhirnya diperoleh ekstrak DNA yang terlarut dalam suatu larutan penyangga . Untuk mengamplifikasi gen 16S rRNA dari DNA cetakan, digunakan pasangan primer 63f . - CAG GCC TAA CAC ATG CAA GTC -. dan 1387r . g CGG WGT GTA CAA GGC -. Hasil PCR yang berupa amplicon gen 16S rRNA PCR divisualisasikan dengan elektroforesis gel. Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR dengan menggunakan primer 63f dan 1387r. memiliki panjang amplicon sekitar 1000 1500 bp yang merupakan daerah penanda gen bakteri. Dari hasil elektroforesis terlihat pita DNA yang spesifik pada semua sampel mekonium pada pita sekitar 1300. Pita DNA yang terbentuk menunjukkan bahwa dalam sampel mekonium bayi yang baru lahir terdeteksi adanya DNA bakteri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mira Febriani Hotong dkk. dengan menggunakan metode quantutative realtime polymerse chain reaction (PCR-RT) mampu mengidentifikasi DNA dari bakteri pada mekonium bayi yaitu koloni mikroflora usus bayi baru lahir terbanyak adalah Lactobacillus diikuti Bifidobacterium. Colostridium. Reaksi uji katalase positif pada penelitian ini yaitu katalase negatif pada Perbedaan reaksi katalase positif pada penelitian ini terlihat pada gelembung udara atau OCC yang terbentuk. Hal ini dapat disebabkan karena strain bakteri pada sampel memiliki enzim katalase yang dapat memecah HCCOCC menjadi OCC. Bakteri asam laktat termasuk bakteri dengan katalase negatif, sehingga reaksi uji katalase tidak terbentuk tidak terbentuk gelembung udara yang berarti tidak terbentuk gas. Kendala dalam penelitian ini yaitu kurangnya bahan yang tersedia di laboratorium sehingga penelitian tidak berjalan dengan maksimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hasil pembiakkan MRSA pertumbuhan koloni mekonium bayi yang Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 mengkonsumsi susu formula, mekonium bayi yang lahir secara Caesar dan mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI, sedangkan pada mekonium bayi yang lahir Normal tidak ada pertumbuhan koloni. Hasil karakterisasi morfologi ini menunjukkan bahwa pada sampel mekonium bayi yang baru lahir dengan 4 mengkonsumsi ASI, mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula, mekonium bayi yang lahir secara normal dan mekonium bayi yang lahir secara caesar menunjukkan hasil morfologi koloni yang sama. Selanjutnya pada teridentifikasi sebagai bakteri gram postif dengan bentuk coccus, pada uji katalase semua sampel merupakan bakteri dengan katalase Hasil identifikasi menggunakan PCR ditemukan pita DNA pada semua sampel. Pita DNA yang terbentuk di perkirakan berada pada target 1300 bp. Berdasarkan hasil tersebut dapat diasumsikan bahwa sampel tersebut merupakan Bakteri asam laktat. SARAN Diperlukan dengan menggunakan metode PCR yang berbeda dengan primer spesifik Bakteri Asam Laktat untuk memperoleh keseragaman hasil isolat dalam menentukan jenis Bakteri Asam Laktat dan Sekuensing penjaringan bakteri untuk probiotik. DAFTAR PUSTAKA Bannister. Gilesple S. Jane Jones. Infection Microbiology And Management. USA: Blackwell Publishing Inc. Biasucci. Benenti B. Morelli L. Bessi e. Boehm G. Cesarean Delivery May Affect the EarlyBiodiversity of Intestinal Bacteria. Journal Of Nutrition. 138:1796-1800. Bugi. Polymerase Chain Reaction (Pc. Perkembangan Dan Perannya Dalam Diagnostik Kesehatan. BioTrends Vol. No. Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Chuningham. Obstetric William. Volume 1 : Jakarta. EGC. Collado. Maria C. Christine Banerl. Maximo Vento. Gaspor perez Microbial Ecology And Host Microbiota Interactions During Early Life Stage. ISSN 1949-1976. Dietert. Dietert. Review. The Microbiome And Sustainable Healthcare. Healthcare 3: 100-129. Djide. N dan Sartini. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universitas Hasanuddin. Makassar Dommisch. Winter. Willebrand. Eberhard. , & Jepsen. Fungsi pengaturan kekebalan dari beta-defensin-2 manusia dalam sel mirip odontoblas. Jurnal Endodontik Internasional , 40 . , 300-307. Dwi. Ibnu B. Iskandar. M Untung KA. Ujang Subhan. Aplikasi Teknologi DNA Reokmbinasi Untuk Perakitan Vektor Ekspreksi Ikan Lele Trangenik. Deepublish: Yogjakarta. Elizabrth. Fitri BR Hasibuan. Belvy Jonathan Kolanam. Interaksi Natra Mikrobiota Usus Dan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia. Jurnal Ilmiah sains. Vol. No. Emmawati. Aswita. , betty Sri Laksmi. Lilis Nuraida. Dahrul Syah. Karakteristik Isolat Bakteri Asam Laktat Dari Mandai Yang Berpotensi Sebagai Probiotik. Jurnal agriTECH. Vol. Fatma. Lulu. Isolasi Bakteri Asam Laktat Dari Usus Sapi ( Bos Tauru. Serta kemampuannya Dalam Menghambat Bakteri Escherici coli Dan Shigella sp. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Jurnal Ilmiah Biologi UMA ( JIBIOMA ). Vol. Febriani. Mira H,dkk. Hubungan Mikroflora Usus Pada Bayi Baru Lahir Dengan Jalur Persalinan. Jurnal Sari Pediatri. Vol 17. No 1. Fitrah. Rahmi, dkk. Anlisis Bakteri Tanah Hutan Larangan Adat Rumbio. Jurnal Agroteknologi. Vol. Gandjar. Ibnu Gholib. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka