Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 3. Desember 2025 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X PENGARUH ASPEK-ASPEK LITERASI KEUANGAN DALAM MENDUKUNG POLA PEMASARAN PADA UMKM DI KOTA PAREPARE DENGAN FINANCIAL TECHNOLOGY SEBAGAI VARIABEL MODERASI The Influence of Financial Literacy Aspects In Supporting Marketing Patterns of UMKM In Parepare City With Financial Technology As A Moderation Variablev Ilham Wijaya. Nur Naninsih. Kurniawaty. Email : Ilham. ii281@gmail. , nurnaningsih149@gmail. kurniasandra2406@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar Jl. Meranti No. Pandang. Kec. Panakkukang. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 90231 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: . pengaruh pengetahuan, sikap, perilaku, dan penggunaan teknologi keuangan terhadap pola pemasaran UMKM di Kota Parepare. pengaruh pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan terhadap pola pemasaran UMKM di Kota Parepare setelah dimoderasi oleh penggunaan teknologi keuangan. Penelitian ini dilaksanakan pada pengembangan UMKM di Kecamatan Soreang. Kota Parepare, pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode observasi, penyebaran kuesioner/angket, dan studi kepustakaan dengan jumlah sampel sebanyak 98 UMKM sebagai responden yang ditentukan berdasarkan Rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dianalisis menggunakan metode Analisis Data Partial Least Square (PLS) dan Analisis Statistik Inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan teknologi keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap penerapan pola pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sikap keuangan dan perilaku keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan pola pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Pengetahuan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan pola pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare setelah diperkuat oleh penggunaan teknologi Sementara itu, sikap keuangan dan perilaku keuangan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap penerapan pola pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare meskipun telah dimediasi oleh pemanfaatan teknologi keuangan. Kata kunci: Pengetahuan Keuangan. Sikap Keuangan. Perilaku Keuangan. Teknologi Keuangan. Pola Pemasaran. UMKM. Abstract This study aims to find out . the influence of knowledge, attitudes, behaviors and the use of financial technology on the marketing pattern of UMKM in Parepare City . the influence of knowledge, attitudes, and financial behavior on the marketing pattern of UMKM in Parepare City after being moderated by the use of financial technologyThis research was carried out on the development of MSMEs in Soreang District. Parepare City from July to August 2023. The type of research used was the observation method, the distribution of questionnaires/questionnaires and literature studies by taking a sample of 98 MSMEs as respondents determined based on the Slovin Formula with an error rate interval of 10%. The data was analyzed by the Partial Least Square (PLS) Data Analysis method and Inferential Statistical Analysis. The results of the study show that Financial Knowledge and Technology has a positive influence but does not have a significant impact on the Implementation of Marketing Patterns by UMKM actors in Parepare City. Financial Attitudes and Behaviors have a positive and significant influence on the Implementation of Marketing Patterns by UMKM actors in Parepare City. Financial Knowledge has a positive and significant influence on the Implementation of Marketing Patterns by UMKM actors in Parepare City after being strengthened by the use of financial technology. Financial Attitudes and Behaviors have a positive influence but do not have a significant impact on the Implementation of Marketing Patterns by UMKM actors in Parepareh City even though they have been mediated by the Utilization of Financial Technology Keywords: Financial Knowledge. Financial Attitudes. Financial Behavior. Financial Technology. Marketing Patterns. UMKM PENDAHULUAN Usaham Mikro. Kecil dan Menengah atau sering disingkat dengan UMKM, dapat dikatakan sebagai salah satu pilar dalam mendukung perekonomian di Indonesia, penegasan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidango Perekonomian melalui Siaran Pers Nomor HM. 6/103/SET. EKON. 3/05/2021 bahwa UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi pada PDB sebesar 61,07% atau senilai 8. 573,89 Triliun Rupiah, selain itu UMKM juga berkonstribusi pada tingkat kemampuan menyerap tenaga sebesar 97% dari total tenaga kerja yang adal serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total Savitri . menguraikan gbahwa diantara sekian banyak tantangan tersebut hal yang paling mendasar dan bahkan dapat dikatakan menjadi penyeban utama sehingga terkadang UMKM tidak dapat menjaga keberlangsunganh usahanya diakibatkan oleh tingkat kemampuan dibidang Literasi fKeuangan (Finanacial Literac. , masih dapat dikategorikan rendah. Bahkan oleh Nur Rokhman . berdasarpada hasil pendataan yang dilakukan menunjukkan bahwa UMKM yang tidak dapat menjaga keberlangsungan usahanya u90% dikarenakan mereka AuButaAy terhadap pemahaman sistem pengelolaan keuangan. Merujuk pada penjabarano tentang Literasi Keuangan (Finanacial Literac. maka orientasi yang dijadikan acuan dalam penelitian ini untuk melihat Pola Pemasaran yang dilakukan oleh UMKM di Kota Parepare diorientasikan pada 4 (Empa. unsur yakni Pengetahuan (Knowledg. Sikap (Attitud. Perilaku Pengelolaan (Management Behavio. , dan pemanfaatan Financial Technology (Teknologi Keuanga. Observasi awal ini dilakukan untuk melihat fenomena yang terjadi terhadap pengelolaan usaha yang dilakukan oleh Pelaku UMKM pada typical usaha yang berbeda yakni dibidang Kuliner. Warungm Kopi dan Penjual Barang Campuran (Toko Kelonton. Permasalahan yang dialami oleh kebanyakan pelaku UMKM di Kota Pareparey sejalan dengan hasil penelitian dari Afrida Kusumawati. bahwa pemahaman atau tingkat Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledg. pelaku UMKM terhadap penggunaan prinsipprinsip yang ada dalam Literasi Keuangan (Financial Literac. pada dasarnya tidak memiliki pengaruhk jika tidak didukung oleh Keterampilan dibidang Keuangan (Financial Skil. serta didiorong oleh sikap atau kemauan untuk memanfaatkan. atau menggunakan prinsip-prinsip yang ada dalam Literasi Keuangan (Finanacial Literac. Ditegaskan pula dalam penelitian ini bahwa Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledg. harus sejalan dengan kemampuan pelakul UMKM dalam hal Keterampilan dibidang Keuangan (Financial Skil. , agar pengelolaan keuangan sebuah usaha dapat berjalan dengan baik. Unsur lain yang juga sering dijadikan sebagai alat ukur untuk menganalisis tingkat kemampuan dari pelaku UMKM terhadap pengelolaan usaha adalah Sikap Keuangan (Financial Attitud. dan Perilaku Pengelolaan Keuangan (Finacial Management Behavio. Humairal & Sagoro . menguraikan bahwa Sikap Keuangan (Financial Attitud. adalah bentuk implementasi dari sikap seorang yang dipengaruhi oleh keadaan pikiran, serta penilaian tentang keuangan, atau sering pula didefenisikan sebagaip bentuk penerapan dari prinsip-prinsip keuangan untuk menciptakan dan mempertahankan nilai melalui pengambilan keputusan danu pengelolaan sumber daya yang tepat. Hasil observasi awal yang dilakukan dalam rangka mencermati pengelolaan UMKM di Kota Parepare, bahwa sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja bahwa jumlah UMKM untuk Kota Parepare saat ini sebanyak 16. 370, terdiri dari Usaha Mikro sebanyak 213. Usaha Kecil sebanyak 131 dan usaha yang tergolong menengah sebanyak 26. Adapun jika dilihat dari sebaran usaha berdasarka wilayah dimana UMKM terbanyak berada t di Kecamatan Soreang yakni 5. 651 UMKM sedangkan pada Kecamatan lainnya yakni 4. 960 di Kecamatan Bacukiki Barat, 3. 991 di Kecamatan Ujung dan 1. 641 pada Kecamatan Bacukiki. Melihat jumlah sebaran dari UMKM yang ada di Kota Parepare cukup besar, maka sasaran yang menjadi dasar dalam penelitian ini dipusatkan pada Kecamatan Soreang dengan jumlah UMKM sebanyak 5. 651, dan jumlah ini diprediksi akan semakin bertambah dengan memperhatikan lokasi pengembangan atau pusat Kuliner saat ini masih memberikan peluang sangat besar untuk t dijadikan sebagai lokasi pengelolaan UMKM. Terdapat beberapa permasalahan dinilai menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM dalam melakukan pengembangan usaha. Faktor utama permasalahan yang dihadapi oleh Pelaku UMKM yakni rendahnya pemahaman terkait dengan penerapan strategi atau pola pemasaran produk, hal ini kemudian diperparah dengan belum mampunya Pelaku UMKM mengimplementasikan t unsur-unsur yang berkaitan dengan penggunaan Literasi Keuangan (Finanacial Literac. yang mana hal ini dipengaruihi oleh beberapa aspek seperti Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. Sikap Keuangan (Financial Atitud. dan Perilaku Keuangan (Financial Behavio. Berdasar pada beberapa hasil penelitian dan kajian teori yang mendukungnya, maka secara umum dapat dijabarkan bahwa secara umum unsur-unsur yang dapat mendorong pengembangan UMKM khususnya dalam hal penerapan strategi pemasaran yakni dengan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang t Literasi Keuangan (Finanacial Literac. khususnya berkaitan dengan Aspek Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. Sikap Keuangan (Financial Atitud. dan Perilaku Keuangan (Financial Behavio. , yang didiukung oleh pemanfaatan unsur-unsur yang berkaitan dengan Financial Technology (Teknologi Keuanga. Membandingkan kajian-kajian teori dan juga beberapa hasil penelitian berkaitan dengan Strategi Pemasaran. Pemahaman tentang Literasi Keuangan (Finanacial Literac. dan juga dukungan terhadap pengembangan usaha melalui pemanfaatan Financial Technology, pada dasarnya kondisi ini juga terjadi pada UMKM yang ada di Kota Parepare sesuai gambaran dari hasil observasi awal yang telah dilakukan. Sehingga untuk dapat memperoleh t gambaran secara empiris tentang pola hubungan antara aspek-aspek yang ada dalam Literasi Keuangan (Finanacial Literac. terhadap penerapan Strategi Pemasaran melalui pemanfaatan Financial Technology (Teknologi Keuanga. , maka dalam penelitian ini judul yang akan dikaji adalah Pengaruh Aspek-Aspek Literasi Keuangan dalam Mendukung Pola Pemasaran pada UMKM di Kota Parepare dengan Financial Technology sebagai Variabel Moderasi. METODE PENELITIAN Rancangan atau Desain Penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif, estimasi waktu yang direncanakan untuk melakukan penelitian diperkirakan selamaa 4 (Empa. bulan dimulai dari tahapan perencanaan penelitian, penyebaran kuisioner, pengolahan dan analisis data, yang dijadwalkan dimulai pada bulan Juni 2023 sampai dengan September 2023, yang dikaji serta memperhatikan jumlah sebaran UMKM yang ada di Kota Parepare dengan melihat pola pertumbuhan UMKM maka lokasi dari penelitian akan dipusatkan pada Pengembangan UMKM yang berada di Kecamatan Soreang Kota Parepare dengan jumlah Populasi sebanyak 651 UMKM dan Pengambilan sampela dalam penelitian ini menggunakan metode Probability Sampling sedangkan penentuan jumlah sampel menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan pendekatan PLS (Partial Least Squar. sehingga untuk menganilis data penelitian menurut Hair, et al. dapat dilakukan dengan metode Rulea of Thumb dimana ukuran sampel minimal harus sama dengan : 10 kali jumlah terbanyak dari indikator formatif yang digunakan untuk mengukur satu konstruk, atau 10 kali jumlah terbanyak dari jalur struktural yang diarahkan pada satu konstruksi tertentu dalam model struktural. Berdasar pada Rule of Thumb untuk jumlah sampel minimal, dimana jalur struktural sesuai hipotesis yanga diajukan dalam penelitian ini maka standar minimal sampel yang harus diambil yakni sebanyak 70 orang responden. Melihat bahwa jumlah populasi yang ditetapkan dalam penelitian ini sebanyak 5. 651 UMKM yang berada di Kecamatan Soreang maka untuk menentukan sampel dari penelitian ini digunakan pendekatan melalui Rumus Slovin dengan Interval Tingkat Kesalahana sebesar 10%, sehingga untuk jumlah sampel yang akan digunakan dapat diperoleh melaluia perhitungan berikut : Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui beberapa metode antara lain metode observasi, penyebaran angket/kuesioner dan studi kepustakaan HASIL DAN PEMBAHASAN Merujuk pada sasaran dari pelaksanaan penelitian ini adalah Usaha Mikror Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Parepare, dimana berdasar pada Data Dinas Tenaga Kerja bahwa jumlah Total UMKM di Kota Parepare Tahun 2022 yakni sebanyak 16. 370 usaha, sehingga untuk mempersempit ruang lingkup penelitian yang dilakukan dengan memperhatikan tingkat laju pertumbuhanr UMKM pada 4 (Empa. Kecamatan di Kota Parepare, dimana Lonjakan penambahan UMKM cukup besar terjadi di Kecamatan Soreang dan Bacukiki Barat. Penambahan jumlah UMKM pada kedua Kecamatan tersebut mencapai 600-700 dalam satu tahun periode. Perbedaan dalam melihat sisi ruang linkup tumbuhnya UMKM, maka pada Kecamatan Bacukiki Barat lebih bersifatr menyebar, namun pada Kecamatan Soreang terfokus pada beberapa titik, sehingga dengan pertimbangan tersebut maka lokasi untuk pengambilan populasi pada penelitian ini difokuskan pada pengembangan usaha di Kecamatan Soreang. Hasil analisis dengan menggunakan Rumusr Slovin dengan tingkat kepercayaan atau margin eror yang dijadikan dasar yakni 10%, maka jumlah keseluruhan dari UMKM di Kecamatan Soreang yaitu sebanyak 5. 651 ditetapkanr jumlah sampel sebanyak 98 Usaha, dengan uraian sebagai berikut : Warung Kuliner (Makana. UMKM Warung Kopi UMKM Jajanan dan Gorengan UMKM Jumlah Responden Orang Hasil penyebaran kuisioner yang dberikan kepada setiap pengelola UMKM menunjukkan bahwa semua sampel yang diharapkanr mampu memberikan informasi, telah mengembalikan Kusionernya dan dinyatakan layak untuk dijadikan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Karakteristik Responden Hasil analisis terhadap kuisioner yang telah disebar maka untuk Karakteristikr Responden dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut : Tabel 1 Karakteristik Responden Karakteristik Responden Frequency Laki-Laki Jenis Kelamin Perempuan 19-25 Tahun 26-30 Tahun Umur 31-35 Tahun 36-40 Tahun 41-45 Tahun Jenjang Pendidikan SMA 1-5 Tahun 1 Ae 6 Tahun Lama Usaha 1 Ae 7 Tahun 7 Tahun Lebuh Total Sumber : Hasil Olah Data Kuisioner 2023 Percent Analisisr terhadap karakteristik dari Pelaku UMKM yang dijadikan sampel sesuai isian kusioner, menunjukkan bahwa dari Total 98 Orang Responden, 65 Orang diantaranya memiliki jenis kelamin Perempuan, hal ini menunjukkan bahwa sifat khas dari seorang perempuan yakni telaten dan teliti memberikan ciri tersendiri bahwa dalam pengembanganr usaha memiliki tingkat perkembangan cukup baik jika ditangani oleh kaum perempuan, selain itu juga dapat dilihat dari jenis usaha dari UMKM yang bergerak dibidang Kuliner. Warung Kopi dan Usaha Gorengan tentunya dibutuhkan kepiawaian dalam hal mengelola masakan yang dominan dimiliki oleh kaum perempuan. Terhadap Jenjang Pendidikan dari Pelaku UMKM dapat dikatakan rata-ratar berada pada jenjang SMA walaupun demikian dari hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 39 orang dengan Status Sarjana dari berbagai latar belakang pendidikan. Sementara untuk perkembangan Usaha dapat dikatakan bahwa sebahagian besar masih sangat baru dimana rata-rata berumur antara 3-5 Tahun. Walupun dalam umur usaha yang masih baru, pengelola usaha selalu berupaya untuk meningkatkan omzet usaha mereka melalui berbagai pola pemasaran. Adapun terhadap usia dari pengelola dapat dikatakan bahwa sebahagian besar UMKM dikelola oleh Generasi Muda yang tertarik untuk mengembangkan diri dalam dunia usaha, hal tersebut dapat dilihat dari 98 orang Responden 62 orang responden usianya dibawah 35 Tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa generasir muda saat ini telah mampu bebrpikir untuk tidak berfokus menjadi seorang pegawai atau karyawan, namun lebih melihat adanya potensi yang dapat dikembangkan dalam dunia usaha. Analisis Hasil Penelitian Uji Kualitas Data denganr Metode Analisis Outer Model. Analisis Outer Model merupakan sebuah model analisis untuk mengukur pola hubungan antar Vaiabel dengan indikatornya. Sedangkan Metode yang digunakan dalam menentukan tingkat Validitas dan Realibitas pada sebuah penelitian melalui pendekatan Partial Least Square (PLS) dapat dilakukan melalui 4 (Empa. Metode Pengukuran yakni Metode Convergent Validity Dasar pengambilan keputusan terhadap hasil analisis Convergent Validity adalah sebagai berikut : Ukuran refleksif individual memiliki Tingkat Validitas Tinggi jika nilai korelasi Outer Loading terendahr yang diperoleh yakni 0. Sementara ukuran refleksif individual memiliki Tingkat Validitas Cukup dan dapat digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian, apabila nilai Outer Loading berada antara nilai 0,5 < 0,6 (Ching dalam Ghozali, 2. Adapun matriks terhadap nilai refleksif individual hasil dari analisis Outer Loadingr untuk melihat tingkat validitas masing-masing indikator dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 2 Analisis Convergent Validityr (Outer Loadin. Financial Financial Financial Financial Pola Atitude Beha vior Knowledge Technology Pemasaran (X. (X. (X. (Z) (Y) X1. Tingkat Validitas X1. Tinggi X1. Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Financial Atitude (X. Tabel 3 Analisis Convergent Validity (Outer Loadin. Financial Financial Financial Pola Behavior Knowledge Technology Pemasaran X1>Z>Y (X. (X. (Z) (Y) X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Tingkat Validitas Tinggi Tingkat Validitas Tinggi Tingkat Validitas Tinggi Tingkat Validitas Tinggi Hasil analisis untuk memperoleh nilai refleksif individual Convergent Validityr yang dapat dilihat pada analisis Outer Loading dimana hasil analisis tersebut telah ditampilkan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh terhadap pola hubungan variabel denganr indikator pembentuknya dapat dikategorikan memiliki Tingkat Validitas Tinggi. Pernyataan ini merujuk pada dasar pengambilan keputusan analisis Convergent Validity bahwa ukuran refleksif individual dikatakan memiliki Tingkat Validitas Tinggi jika nilai korelasi terendah yang diperoleh yakni 0. Sementara dari hasilr analisis Outer Loading untuk indikator setiap variabel dapat dilihat berada pada range antara 0,754 hingga 0,919, artinya dari 20 Indikator yangr digunakan dapat dinyatakan memiliki Tingkat Validitas Tinggi. Average Variance Extracted (AVE) Average Variance Extracted (AVE) atau Nilai Rata-rata Varians yang di Ekstraksi, merupakan alat ukur yang menentukan indikator yang dijadikan acuan pertanyaan pada kuisioner dapat digunakanr atau realibel sebagai alat ukur dalam sebuah penelitian. Dasar pengambilan keputusan terhadap layak atau tidaknya penelitian dilanjutkan, menurut pandangan Joseph F Hair, at,al . jika hasil analisis Average Variance Extracted (AVE) yang diperoleh pada setiap variabel memiliki nilai lebih besar dari 0,5. Dipertegasr pula oleh Hair, et,al . bahwa nilai Average Variance Extracted (AVE) yang berada dibawah nilai 0,5 dapat diartikan indikator yang digunakan sangat lemah, sebab hanya mampu menjelaskan setiap variabel dibawah 50% artinya tidak layak untuk dijadikan sebagai alat analisis sebuah Hasil Calculate Algorithm untukr Construct Reliability and Validity yang memuta tentang Average Variance Extracted (AVE) dari semua Variabel dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 4 Analisis Average Variance Extracted (AVE) Rata-rata Varians Diekstrak (AVE) Realiabel Financial Atitude_(X. Realiabel Financial Behavior_(X. Realiabel Financial Knowledge_(X. Realiabel Financial Technology_(Z) Realiabel Pola Pemasaran_(Y) Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Hasil Analisis untuk Average Variance Extracted (AVE) pada Tabel 4 menunjukkan bahwa semua indikator dapat dikatakan memiliki kehandalan tinggi atau Reliabel, karena dianggap mampu menjelaskan maksud dari setiap variabel melebihi batas yang ditentukan yakni 0,5 atau 50%, karena semua variabel memiliki tingkat realinilitas rata-rata berkisar 65% hingga 73%. Discriminant Validity (Validitas Diskrimina. Discriminant Validity (Validitas Diskrimina. juga merupakan salah satu bentuk alat ukur untuk memastikan atau menguji tingkat Kehandalan atau Realibilitas sebuah indikator, dimana dasar pengujian dilakukan dengan melihat apakah nilai yang diperoleh darir hasil analis Cross Loading setiap indikator lebih tinggi dari nilai Cross Loading indikator lainnya dalam blok yang sama. Hasil analisis Cross Loading dalam rangka menguji Discriminant Validityr dari tiap-tiap indikator variabel dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 5 Nilai Cross Loading pada Discriminant Validity (Validitas Diskrimina. Financial Financial Financial Financial Knowledge Technology Atitude (X. Behavior X. (X. (Z) Financial Knowledge 0. 436 - 0. 669 - 0. (X. Financial 800 - 0. 544 - 0. Atitude (X. Financial Behavior 731 - 0. 714 - 0. Pola Pemasaran 0. 702 - 0. 747 - 0. 513 - 0. (Y) Financial Technology 0. 388 - 0. 515 - 0. 662 - 0. (Z) Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Pola Pemasaran (Y) 710 - 0. 427 - 0. 398 - 0. 707 - 0. 552 - 0. 678 - 0. 399 - 0. 861- 0. 403 - 0. Uji Discriminantr Validity yang dituangkan pada Tabel 5 sebagai bentuk penguatan terhadap Uji Realibility pada Analisis Average Variance Extracted (AVE) memperlihatkan bahwa semua indikator pada masing-masing variabel dapat dikatakan telah teruji kehandalannya karena nilai Cross Loading yang diperoleh pada sebuah indikatorr lebih tinggi dibandingkan dengan nilai Cross Loading indikator lainnya jika diukur pada blok yang sama dalam satu bagian variabel. Ujir Compesite Reliability dan Cronbach Alpha Uji Compesite Reliability pada dasarnya dimaksudkan untuk mengukur nilai realibility yang sebenarnya terhadap sebuah konstruk. Sedangkan Uji Cronbach Alpha dilakukan untuk mengetahui batas minimum dari nilai realibilitas sebuah konstruk. Rule of thumb atau dasar pengambilan keputusan terhadap batasr minimum dari nilai Composite Reliability teta2p berdasar pada angka 0,7 Sementara Batas Minimum untuk Cronbach Alpha yakni 0,6 < Cronbach Alpha (Ghozali, 2. Hasil analisis melalui metode Calculate Algorithm pada Construct Reliability and Validity memberikan gambaran bahwa nilai Compesite Reliability dan Cronbach Alpha terhadap hasil analisisr isian kusioner responden dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 6 Nilai Compesite Reliability dan Cronbach Alpha Cronbach's Alpha Reliabilitas Komposit Financial Atitude_(X. Financial Behavior_(X. Financial Knowledge_(X. Financial Technology_(Z) Pola Pemasaran_(Y) Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Berdasarr pada hasil analisis pada Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai Compesite Reliability atau nilai realibilitas sebenarnya oleh masing-masing Konstruk pada penelitian ini berada pada range 0. 905 hingga 0. 928 atau lebih besar nilai Rule of Sementara untuk nilai Cronbach Alpha yang diperoleh berada pada range 869 hingga 0,913atau lebih besar dari nilai 0,6 yang dijadikan sebagai batas minimum nilai kelayakan tingkat realibilitas sebuah konstruk. Uji Inner Model (Model Struktura. r Uji model struktural atau inner model yang dilakukan pada penelitian ini adalah. Analisis Total Efect. Estimate for Path Coefficients, dan Uji AoR Square. Penjelasan terhadap masing metode dapat diuraikan sebagai berikut : Analisis Total Efect (Tingkat Kekuatan Pengaru. r Analisis Total Efect menurut Hair, at. merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan pola hubungan antar konstruk jika hasilr analisis diperoleh nilai semakin mendekati 1 maka hubungan dinyatakan semakin kuat atau memiliki pengaruh positif, namun jika nilai yang diperoleh mendekati -1, maka hubungan dinyatakan lemah dapat dikatakan memiliki pengaruh Hasil analisis untuk Total Efect dalam penelitian ini dapat dilihatr pada Tabel Tabel 7 Nilai Total Efect Hubungan Langsung antar Konstruk Pola Pemasaran_(Y) Financial Atitude_(X. Financial Behavior_(X. Financial Knowledge_(X. Financial Technology_(Z) Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Berdasarkanr hasil analisis Nilai Total Efect pada Tabel 7 dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengaruh langsung Financial Knowledge (X. terhadap Pola Pemasaran (Y) diperoleh hasil sebesar 0. hal ini dapat diartikan jika Financial Knowledge (X. dari pengelola UMKM mampu meningkat satu satuan unit maka dapat dikatakan bahwa Pola Pemasaran (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 10,6%. Hasil analisis Total Efect juga menunjukkan kecenderungan kearah positif . Pengaruh langsung Financial Atitude (X. terhadap Pola Pemasaran (Y) diperoleh hasil sebesar 0. 341, hal ini dapatr diartikan jika Financial Atitude (X. dari pengelola UMKM mampu meningkat satu satuan unit maka dapat dikatakan bahwa Pola Pemasaran (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 34,1%. Pengaruh langsung Financial Behavior (X. terhadap Pola Pemasaran (Y) diperoleh hasil sebesar 0. hal ini dapat diartikan jika Financial Behavior (X. dari pengelola UMKM mampu meningkat satu satuan unit maka dapat dikatakan bahwa Pola Pemasaran (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 37,5%. Hasil analisis Total Efect juga menunjukkanr kecenderungan kearah positif. Pengaruh langsung Financial Technology (Z) terhadap Pola Pemasaranr (Y) diperoleh hasil sebesar 0. dapat diartikan jika Financial Technology (Z) dari pengelola UMKM mampu meningkat satu satuan unit maka dapat dikatakan bahwa Pola Pemasaran (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 3,9%. Hasil analisis Total Efect juga menunjukkan kecenderungan kearah positif. Uji Hipotesis dengan Estimate for Path Coefficients (Nilai Koefisien Jalu. Dasarr pengambilan keputusan terhadap Uji Hipotesis melalui analisis Estimate for Path Coefficients (Nilai Kooefisien Jalu. menurut Siswoyo Haryono . dapat dilihat dari hasil perbandingan antara nilai T Statistics pada dengan standar nilai T Tabel yakni 1,96. Sedangkanr untuk dapat melihat tingkat signifikansi hubungan antara variabel dapat dilakukan dengan memperbandingkan antara nilia P Value pada Tabel hasil analisis dengan nilai Signifikansi 0,05 atau = 5%. Terhadap Uji Hipotesis dalam penelitian ini, dikarenakan terdapat variabel moderasi, maka Uji Hipotesis terdiri dari 2 (Du. yakni Analisis Direct Efect (Hubungan Langsun. dan Analisis Indirect Efect (Analisis Tidak Langsun. , penjelasannya diuraikan sebagai berikut : Estimate forr Path Coefficients Direct Effect (Nilai Kooefisien Jalur Hubungan Langsun. Hasil analisis Estimate For Path Coefisien Direct Efect (Analisis Koefesien Jalur Hubungan Langsun. dapat dilihat padaTabel di bawah ini : Tabel 8 Estimate for Path Coefficients Direct Effect (Nilai Kooefisien Jalur Hubungan Langsun. Rata-rata Standar Sampel T Statistik (| Sampel Deviasi Asli (O) O/STDEV |) Values (M) (STDEV) Financial Knowledge (X. -> Pola Pemasaran_(Y) Financial Atitude (X. -> Pola Pemasaran (Y) Financial Behavior (X. > Pola Pemasaran_(Y) Financial Technology_(Z) -> Pola Pemasaran_(Y) Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Berdasarr pada hasil analisis pada Tabel 8 maka pengambilan keputusan terhadap masing-masing hipotesis berdasarkan Estimate for Path Coefficients Direct Effect yang diajukan pada penelitian ini diuraikan sebagai berikut : H1 : Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. -(X. berpengaruh secara signifikanr terhadap penerapan Pola Pemasaran (Y) pada UMKM di Kota Parepare Hasil analisis terhadap pola hubungan langsung . irect effec. antara variabel Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledg. terhadap Penerapan Pola Pemasaran pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yang diperoleh yakni 0. 620 atau lebih kecil dari Nilai T Tabel = 1,96, dan untuk P Value diperoleh nilai sebesar 0. 536 atau dapatr dikatakan lebih besar dari nilai Signifikansi 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledg. memiliki pengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Keputusan yang dapat diambil dari hasil analisis tersebut bahwa hipotesis dari penelitian ini Ditolak. H2 : Sikapr Keuangan (Financial Atitud. -(X. berpengaruh secara signifikan terhadap Pola Pemasaran (Y) pada UMKM di Kota Parepare Hasil analisis terhadap pola hubungan langsung . irect effec. antara variabel Sikap Keuangan (Financial Atitud. terhadap Penerapan Pola Pemasaran pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yangr diperoleh yakni 2. 361 atau lebih besar dari Nilai T Tabel = 1,96, artinya bahwa Sikap Keuangan (Financial Atitud. memiliki hubungan pengaruh secara positif terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sementara untuk perolehan nilai P Value yakni sebesar 0. 019 atau lebih kecil dari nilai Signifikansi 0,05, artinya bahwa Sikap Keuangan (Financial Atitud. berpengaruh secara signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sehingga dari dasar pengambilan keputusan tersebut dapat disimpulkan bahwa Sikap Keuangan (Financial Atitud. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapanr Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil yang diperoleh telah mampu membuktikan hipotesis dari penelitian ini, atau dapat disimpulkan bahwa Hipotesisr Diterima. H3 : Perilaku Keuangan (Financial Behavio. (X. berpengaruh secara signifikan terhadap Pola Pemasaran (Y) pada UMKM di Kota Parepare Hasil analisis terhadap pola hubungan langsung . irect effec. antara variabel Perilaku Keuangan (Financial Behavio. terhadap Penerapan Pola Pemasaran pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yang diperoleh yakni 2. 452 atau lebih besar dari Nilai T Tabel = 1,96, artinya bahwa Perilaku Keuangan (Financial Behavio. memilikir hubungan pengaruh secara positif terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sementara untuk perolehan nilai P Value yakni sebesar 0. 015 atau lebih kecil dari nilai Signifikansi 0,05, artinya bahwa Perilaku Keuangan (Financial Behavio. berpengaruh secara signifikan terhadapr Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sehingga dari dasar pengambilan keputusan tersebut dapat disimpulkan bahwa Perilaku Keuangan (Financial Behavio. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadapr Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Sehingga dapat dikatakanr bahwa hasil yang diperoleh telah mampu membuktikan hipotesis dari penelitian ini, atau dapat disimpulkan bahwa Hipotesis Diterima . H4 : Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. -(Z) berpengaruh secara signifikan terhadap Pola Pemasaranr (Y) pada UMKM di Kota Parepare Hasil analisis terhadap pola hubungan langsung . irect effec. antara variabel Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. terhadap Penerapan Pola Pemasaranr pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yang diperoleh yakni 0. 250 atau lebih kecil dari Nilai T Tabel = 1,96, dan untuk P Value diperoleh nilai sebesar 0. 803 atau dapat dikatakan lebih besar dari nilai Signifikansi 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan Teknologi Keuanganr (Financial Technolog. memiliki pengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Keputusan yang dapat diambil dari hasil analisis tersebut bahwa hipotesis dari penelitian ini Ditolak . Estimate for Pathr Coefficients Indirect Effect (Nilai Kooefisien Jalur Hubungan Tidak Langsun. Hasil analisis untuk Estimate for Path Coefficients Indirect Effect dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel 9 Estimate for Path Coefficients Indirect Effect (Nilai Kooefisien Jalur Hubungan Tidak Langsun. Standar Sampel Rata-rata T Statistik (| Deviasi Asli (O) Sampel (M) O/STDEV |) Values (STDEV) X1>Z>Y -> Pola Pemasaran_(Y) X2>Z>Y -> Pola Pemasaran_(Y) X3>Z>Y -> Pola Pemasaran_(Y) Sumber : Hasil Analisis dengan Smart PLS Tahun 2023 Berdasar pada hasil analisis pada Tabel 9 maka pengambilan keputusanr terhadap masing-masing hipotesis berdasarkan Estimate for Path Coefficients Indirect Effect (Nilai Kooefisien Jalur Hubungan Tidak Langsun. yang diajukan pada penelitian ini diuraikan sebagai berikut : H5 : Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. -(X. berpengaruh secara signifikanr terhadap Pola Pemasaran (Y) pada UMKM di Kota Parepare setelah mendapatkan penguatan oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. -(Z) Hasil analisis terhadap pola hubungan tidak langsung . ndirect effec. antara variabel tingkat Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yangr diperoleh yakni 2. 026 atau lebih besar dari Nilai T Tabel = 1,96, artinya bahwa Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. memiliki hubungan yang berpengaruh secara positif terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare setelah dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologir Keuangan (Financial Technolog. Sementara untuk perolehan nilai P Value yakni sebesar 0. 043 atau lebih kecil dari nilai Signifikansi 0,05, artinya bahwa Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare setelah dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Sehinggar dari dasar pengambilan keputusan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. setelah mendapatkan penguatan oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil yang diperoleh telah mampu membuktikan hipotesis dari penelitian ini, atau dapat disimpulkan bahwa Hipotesis Diterima. H6 : Sikap Keuangan (Financial Atitud. -(X. berpengaruh secara signifikan terhadap Pola Pemasaran (Y) pada UMKM di Kota Parepare setelah mendapatkan penguatan oleh Pemanfaatan Teknologir Keuangan (Financial Technolog. -(Z) Hasil analisis terhadap pola hubungan tidak langsung . ndirect effec. antara variabel Sikap Keuangan (Financial Atitud. yang dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yang diperoleh yaknir 0. 925 atau lebih kecil dari Nilai T Tabel = 1,96, dan untuk P Value diperoleh nilai sebesar 0. 356 atau dapat dikatakan lebih besar dari nilai Signifikansi 0,05. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil bahwa Sikap Keuangan (Financial Atitud. memiliki pengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare walaupun telah dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuanganr (Financial Technolog. Sehingga keputusan atau kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisis tersebut bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini Ditolak. H7 : Perilaku Keuangan (Financial Behavio. -(X. berpengaruhr secara signifikan terhadap Pola Pemasaran (Y) pada UMKM di Kota Parepare setelah mendapatkan penguatan oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. -(Z) Hasil analisis terhadap pola hubungan tidak langsung . ndirect effec. antara variabel Perilaku Keuangan (Financial Behavio. yang dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuanganr (Financial Technolog. terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare menunjukkan bahwa Nilai T Statistik yang diperolehr yakni 0. 880 atau lebih kecil dari Nilai T Tabel = 1,96, dan untuk P Value diperoleh nilai sebesar 0. 379 atau dapat dikatakan lebih besar dari nilai Signifikansi 0,05. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil bahwa Perilaku Keuangan (Financial Behavio. memilikir pengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare setelah dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Keputusan yang dapat diambil dari hasil analisis tersebut bahwa hipotesisr dari penelitian ini Ditolak. Uji AoR Square (Uji Determina. Dasar pengambilan keputusan untuk mengetahui tingkat determinanr antara variabel eksogen terhadap variabel endogen menurut pandangan Gozali . bahwa tingkat determinan variabel eksogen terhadap variabel endogen dikatakan kuat jika mempereleh nilai 0,67<, dikatakan moderat jika memperoleh nilai 0,33< dan dikatakan lemah jika memperoleh nilai 0,19<. Sementara menurut pandangan Haeir,at. bahwa tingkat determinasi dari variabel eksogen terhadap variabel endogen dapat dikatakan kuat jika diperoleh nilai 0,75<, dikatakan moderat jika memperolehr nilai 0,50<, dan dikatakan lemah jika memperoleh nilai 0,25<. Hasil analisis untuk Uji R Square (R. pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel Tabel 10 Uji AoR Square (Uji Determina. r Pola Pemasaran_(Y) R Square R Square Adjusted Berdasar pada hasil yang diperoleh pada Tabel 10 terhadap Uji R Square (R. maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan dari variabelr Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. Sikap Keuangan (Financial Atitud. Perilaku Keuangan (Financial Behavio. dan Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare sebesar 0,665 atau 66,5%. Merujuk pada pernyataanr yang diuraikan oleh Ghozali . dan Hair, et. tentang Dasar pengambilan keputusan dalam mengukur tingkat kekuatan dari variabel Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. Sikap Keuangan (Financial Atitud. Perilaku Keuangan (Financial Behavio. dan Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. dalam menjelaskan variabel Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare, maka dapat dikategorikan berada pada skala Kuat. karenar mampu menjelaskan sebaran dari variabel Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. Sikap Keuangan (Financial Atitud. Perilaku Keuangan (Financial Behavio. dan Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. sebanyak 66,5%, sementara selebihnya yakni 33,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak menjadi bagian dalamr penelitian. Tingkat kemurnian dari tingkat determinan dari Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. Sikap Keuangan (Financial Atitud. Perilaku Keuangan (Financial Behavio. dan Pemanfaatan Teknologi Keuanganr (Financial Technolog. terhadap Variabel Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare jika didasarkan pada hasil analisis Adjusted R Square tidak berbeda jauh dengan hasil yang diperoleh pada analisis R Square (R. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat determinan Pengetahuan (Knowledeg. Keterampilan (Skil. dan Sikap (Atitud. yang sebenarnya mampu menjelaskan sebaran pada Variabel Penerapan Pola Pemasaranr oleh pelaku UMKM di Kota Parepare adalah sebesar 63,9%. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkans hasil penelitian dan pembahasan terkait dengan Pengaruh AspekAspek Literasi Keuangan dalam Mendukung Pola Pemasaran Pada UMKM di Kota Parepare dengan Financial Technology Sebagai Variabel Moderasi, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini antara lain Pengetahuan Keuangan (Financial Knowledg. memiliki pengaruh positif namun tidaks berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Berpengaruhnya Sikap Keuangan terhadap Penerapan Pola Pemasaran pada dasarnya dapat dipahami sebagai penjabaran dari upaya yang dilakukan pelaku UMKMs agar mampu meningkatkan pendapatan dari usaha mereka melalui pemanfaatan peluang atau sumber daya dimana usaha berada. Sikap Keuangan (Financial Atitud. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Hal ini berarti bahwa Sikap Keuangan terhadap Penerapans Pola Pemasaran pada dasarnya dapat dipahami sebagai penjabaran dari upaya yang dilakukan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan dari usahas mereka melalui pemanfaatan peluang atau sumber daya dimana usahas berada Perilaku Keuangan (Financial Behavio. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Perilaku Keuangan merupakans suatu bentuk tata kelola yang dilakukan oleh seseorang dalam memanfaatkan atau menggunakan keuangan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara efektif. Pemanfaatans Teknologi Keuangan (Financial Technolog. memiliki pengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare. Lemahnya pengaruh dari Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. terhadap Penerapans Pola Pemasaran, sebab tidak memiliki hubungan secara langsung, dimana disatu sisi lebih berorientasi pada sistem transaksi sementaras disisi lain lebih berorientasi pada peningkatan omzet usaha. Pengetahuan Keuangan (Financial Konowledg. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKMs di Kota Parepare. setelah mendapatkan penguatan oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Kondisi ini dapat terjadi jika Pelaku UMKM dengan dukungans pengetahuan yang dimiliki tentunya dapat memanfaatkan keberadaan dari Financial Technology dalam menyusun sebuah strategis pemasaran. Hanya saja kondisi ini belum mampu diterapkan oleh semua kalangan pelaku UMKM. Sikap Keuangan (Financial Atitud. memiliki pengaruh positif namun tidak berdampak signifikan terhadap Penerapans Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare walaupun telah dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Hal ini tentunyas dapat terjadi dikarenakan pelaku UMKM dalam penentuan SIkap Keuangan lebih didominasi oleh bagaimana pola pemanfaataan keuangan seefesien mungkin untuk melakukan pengembangan usaha. Perilaku Keuangan (Financial Behavio. memiliki pengaruh positif namun tidaks berdampak signifikan terhadap Penerapan Pola Pemasaran oleh pelaku UMKM di Kota Parepare setelah dimediasi oleh Pemanfaatan Teknologi Keuangan (Financial Technolog. Sebahagian besar dari Pelaku UMKM masih beranggapan bahwa keberadaan Financial Technology belum menjadi hal penting dalam melakukans pengembangan usaha, karena mereka belum mampu melihat sejauh mana efektivitas dan kemudahan serta keyakinan kepada pelaku UMKM atas manfaat dari Penggunaans Financial Technology dalam pengembangan usaha mereka,. Saran-Saran Untuk mendukung tingkat kemampuan dari Pelaku UMKM dalam menerapkan Polas Pemasaran sehingga pengembangan usaha dapat mengalami peningkatan maka diperlukan dukungan pemerintah untuk dapat memberikan pelatihan agar kinerja Pelaku UMKM dapat semakin baik. Untuk dapat meningkatkan kepercayaans dalam hal Sikap dan Perilaku Keuangan dari pelaku UMKM terhadap Pemanfaatan Financial Technology, maka pihak perbankan harus mampu mensosialisasikan efektifitas serta asas manfaat yang dapat diberikan untuks mendukung kegiatan pemasaran dari UMKM. DAFTAR PUSTAKA Afrida Kusumawati. Siti Rosyafah. Arief Rahman. AuPengaruh Pengetahuan Keuangan. Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan (Study Pada UMKM Batik Jetis Sidoarjo Jawa Timur. Ay Equity: Jurnal Akuntansi 2021 Vol. 2 No. : 57Ae65 Almaidah Ana Oktavia Besri 2018. Pengaruh Financial Attitude. Financial Knowledge dan Locus of Control terhadap Financial Management Behavior Mahasiswa S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Jurnal Ekonomi. Universitas Islam Indonesia Bambang Supomo dan Nur Indrianto, 2010. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi Dan Manajemen. Yogyakarta: FE UGM Dewi. Febrian. Effendi. , dan Anwar. Financial Literacy among the Millennial Generation: Relationships between Knowledge. Skills. Attitude, and Behavior. Australasian Accounting. Business and Finance Journal, 14 . , pp. 24Ae37 Esih Jayanti. Nandang Bekti Karnowa. Digilisasi UMKM dan Literasi Keuangan untuk Keberlansungan UMKM di Kabupaten Cilacap. Kajian Bisnis STIE WW. Vol. 31 No. Tahun 2023, 51 - 64. Gerungan. Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hair. Hult. Ringle. , dan Sarstedt. A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (Ed. United States of America: SAGE Publications. Inc Haryono. Siswoyo. Metode SEM Untuk Penelitian Manajemen Dengan AMOS LISREL PLS. Luxima Metro Media Haryono. Metode SEM Untuk Penelitian Manajemen dengan AMOS LISREL PLS. Bekasi: Luxima Metro Media. Humaira. , & Sagoro. Pengaruh Pengetahuan Keuangan, dan Kepribadian Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pada Perilaku UMKM Sentra Kerajianan Batik Kabupaten Bantul. Jurnal Nominal Volume VII Nomor 1 Tahun 2018. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2022. Perkembangan UMKM sebagai Critical Engine Perekonomian Nasional Terus Mendapatkan Dukungan Pemerintah Siaran Pers Tanggal 01 Oktober 2022 Nomor : HM. 6/553/SET. EKON. 3/10/2022 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2021. UMKM Menjadi Pilar Penting dalam Perekonomian Indonesia. Siaran Pers Tanggal 05 Mei 2021 Nomor : HM. 6/103/SET. EKON. 3/05/ 2021 Ni Putu Rika Puspa Astari dan Ica Rika Candraningrat, 2022. Pengaruh Fintech Terhadap Kinerja Keuangan Umkm Dengan Literasi Keuangan Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Manajemen Strategi dan Simulasi Bisnis (JMASSBI) Vol 3. No. Nuraisiah. Pengaruh Penerapan Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan Usaha Home Industri Di Kota Cilegon Provinsi Banten. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3 . , 65-81s Nur Rokhman, 2022. Masih Banyak Pelakus UMKM Buta Akuntansi dan 90% UMKM Tidak Bertahan Lama Karena Tak Paham Akuntansi. Portal Web Universitas STEKOM Semarang. http://komputerisasi-akuntansid4. id/informasi/baca/ Masih-BanyakPelaku-UMKM-Buta-Akuntansi-dan-90-UMKM-Tidak-Bertahan-Lama-Karena-TakPaham Akuntansi/ ed573491383d5d7 052276dd09beebea1637ac2a3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2020. OJK. id : Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Ketiga Tahun 2019. Dirilis pada Tanggal 1 Desember 2020 melalui laman https://w. id/ id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Survei-NasionalLiterasi-dan-Inklusi-Keuangan-2019. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2016. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 76 Tahun 2016 tentang Peningkatan Literasi Dan Inklusi Keuangan Di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen Dan/Atau Masyarakat Savitri. Saipudin. Pencatatan Akuntansi Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Studi Pada UMKM MR. Pelangi Semaran. Jurnal Manajemen Bisnis dan Inovasi. Vol. No. Hal. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta. CV. Sujarweni. Akuntansi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. Yogyakarta :PT. Pustaka