Sistem Pakar Menentukan Teknik Menyeduh Kopi Manual (Manual Bre. dan Jenis Kopi menggunakan Metode Forward Chaining Expert System for Determining Manual Brew Coffee Techniques and Coffee Beans Using the Forward Chaining Method Maria Karmelia Fajarlestari*,. Bagas Dwi Yulianto. Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Pignatelli Triputra Jl. Duwet Raya No. Karangasem. Laweyan. Kota Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia 57145 Program Studi Informatika. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Pignatelli Triputra Jl. Duwet Raya No. Karangasem. Laweyan. Kota Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia 57145 Riwayat: Copyright A2024. JITU. Submitted: 16 Agustus 2024. Revised: 04 September 2024. Accepted: 21 September 2024. Published: 30 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 32938/jitu. Abstract - An expert system for determining coffee types and brewing techniques was developed using the forward chaining method. All related data, including coffee types, brewing techniques, and coffee flavors and characteristics, were collected. From this data, rules were created for the decision-making process. The decisions made in these rules are derived from expert knowledge. The expert in this research is a barista who works as a coffee maker. The decisionmaking process is expressed in the form of IF. -ELSE. The condition represents the initial facts, consisting of data used in the decisionmaking process, namely coffee flavors and The action represents the conclusion, which is the result: the brewing technique to be used based on the coffee's characteristics and the recommended coffee types based on the coffee flavors. Therefore, this expert system will recommend brewing techniques and coffee types according to the desired coffee flavors and characteristics. Keywords - Expert System. Forward Chaining. Manual Brew. Abstrak - Sistem pakar menentukan jenis kopi dan teknik yang digunakan dalam menyeduh kopi dibangun menggunakan metode forward chaining. Semua data-data yang berhubungan dikumpulkan yaitu : jenis-jenis kopi, teknik menyeduh, rasa dan karakter kopi dikumpulkan, dari data-data tersebut dibuat rule untuk proses pengambilan keputusan. Keputusan yang dibuat dalam rule adalah keputusan yang diperoleh dari pakar. Pakar dalam penelitian ini adalah barista yang bekerja sebagai peracik kopi. Pengambilan keputusan diekspresikan dalam bentuk IF. -ELSE. Kondisi merupakan fakta awal berupa data-data yang digunakan dalam pengambilan keputusan yaitu rasa dan karakter kopi. Sedangkan aksi merupakan kesimpulan berupa hasil yaitu teknik yang digunakan dalam penyeduhan kopi Maria Karmelia Fajarlestari Email: mariakarmelia@upitra. JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) berdasarkan karakter kopi dan jenis-jenis kopi yang direkomendasikan berdasarkan rasa kopi. Jadi sistem pakar ini akan merekomendasikan teknik menyeduh kopi dan jenis-jenis kopi sesuai masukan rasa dan karakter kopi yang diinginkan. Kata kunci - Sistem Pakar. Forward Chaining. Manual Brew. PENDAHULUAN Kopi merupakan minuman dari biji pohon kopi yang diproses dengan beberapa tahap mulai dari penjemuran. , . , penggilingan . dan proses terakhir sebelum dikonsumsi adalah proses menyeduh . Minuman ini disukai hampir semua kalangan masyarakat karena rasanya yang unik dan sangat beragam sehingga tidak membosankan untuk dikonsumsi setiap hari. Jenis dan rasa kopi sangat beragam, hampir setiap daerah di Indonesia memproduksi biji kopi dan setiap biji kopi yang diproduksi mempunyai rasa yang beraneka ragam. Selain rasa kopi yang dihasilkan dari setiap daerah yang berbeda, biji kopi dari suatu daerah juga dapat mempunyai karakter yang berbeda, perbedaan karakter tersebut tergatung dari metode penyeduhan yang Banyaknya kombinasi rasa dan karakterkarakter kopi ini yang membuat beberapa orang menggemari bahkan mempelajari bagaimana cara menyeduh kopi dengan rasa dan karakter yang diinginkan . Sistem pakar merupakan sistem yang dapat diselesaikan oleh seorang pakar . Cara kerja sistem ini adalah dengan memberi pengetahuan sistem tentang semua hal yang berhubungan dengan masalah yang akan diselesaikan mulai dari variablel- variabel masalah sampai cara penyelesaianya . Banyak metode yang dapat digunakan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan suatu permasalahan, salah satunya adalah forward chaining . Forward chaining adalah inferensi berbasis aturan yang diekspresikan dalam bentuk IF-ELSE . , metode ini biasa digunakan dalam permasalahan sederhana dan tidak kompleks . , dimana keadaan awalnya mempunyai banyak cara dan sudah diketahui sebelumnya untuk mendapatkan sedikit konklusi sesuai keadaan awal . Berdasarkan hal-hal di atas, akan dikembangkan sebuah sistem yang ditujukan bagi penikmat dan penyeduh kopi, yaitu sistem pakar yang dapat menentukan jenis kopi serta metode penyeduhan yang tepat sesuai dengan rasa dan karakter yang diinginkan. Sistem ini akan menggunakan metode forward chaining untuk menyelesaikan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar yang mampu menentukan jenis kopi dan metode penyeduhan yang tepat. Permasalahan yang akan diselesaikan meliputi bagaimana merancang sistem pakar untuk memilih jenis kopi dan teknik penyeduhan, serta bagaimana memanfaatkan metode forward chaining dalam proses tersebut. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem yang dapat mengotomatisasi pengambilan keputusan terkait kopi dan penyeduhannya, menggunakan metode forward chaining sebagai pendekatan utama. II. METODE PENELITIAN metode menyeduh kopi antara lain: Aeropress, adalah metode menyeduh kopi yang mengandalkan tekanan dalam proses menyeduh dan menggunakan filter berbahan kertas untuk menyaring ampas kopi. French press, termasuk metode pembuatan kopi yang sederhana, prosesnya hampir sama seperti kopi tubruk, perbedaanya setelah kopi diseduh dilakukan teknik penekanan melalui tutupnya, dimana tutup dari alat penyeduh ini sudah dilengkapi dengan filter untuk menghilangkan ampas kopi. Syphon, adalah metode menyeduh kopi yang prosesnya menggunakan teknik suction yang dihasilkan oleh uap panas. Alat penyeduhnya mempunyai dua wadah atas dan bawah, jika alat pemanas dibawah penyeduh dinyalakan air akan akan naik karena tekanan di bawah lebih besar, saat air naik proses penyeduhan dilakukan, terakhir sumber panas dimatikan maka air akan turun kebawah melewati filter. V60, adalah proses menyeduh kopi dimana air yang dituang secara konstan mengair melewati bubuk kopi yang telah dilapisi filter berbentuk V sesuai alat seduhnya. Chemex, adalah metode menyeduh kopi yang prosesnya hampir sama dengan v60, yang membedakan kedua proses ini hanya bentuk alat dan filter, chemex mempunyai bentuk filter dan alat yang lebih tinggi . Identifikasi Masalah Sistem Pakar Identifikasi masalah dalam penelitian ini berfokus pada kompleksitas proses pemilihan jenis kopi dan teknik penyeduhan yang tepat berdasarkan rasa dan karakteristik kopi yang diinginkan. Dengan banyaknya variasi biji kopi, karakteristik rasa yang dihasilkan dari berbagai daerah, serta pengaruh metode penyeduhan terhadap karakter kopi, diperlukan suatu sistem yang mampu memberikan rekomendasi yang akurat. Proses pemilihan tersebut umumnya dilakukan oleh barista yang memiliki keahlian khusus, sehingga tidak semua orang dapat dengan mudah menyesuaikan teknik penyeduhan dengan jenis kopi untuk menghasilkan rasa yang diinginkan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem pakar yang dapat mengotomatisasi proses pengambilan keputusan ini dengan memanfaatkan metode forward chaining, sehingga penikmat kopi, baik yang berpengalaman maupun pemula, dapat dengan mudah menentukan kombinasi kopi dan teknik penyeduhan yang optimal. Sistem pakar adalah sistem yang beroperasi berdasarkan pengetahuan dan penalaran seorang ahli, dengan kemampuan menyelesaikan masalah seperti halnya seorang pakar . Komponen utama dalam sistem pakar meliputi pengetahuan . asic knowledg. , mesin inferensi . nference engin. , dan antarmuka pengguna . ser interfac. Tinjauan Pustaka Kopi dan Metode Pembuatan Kopi Kopi adalah minuman yang dibuat dari biji kopi yang sudah di proses dan dihaluskan menjadi bubuk. Ada 2 macam varian kopi yaitu robusta dan arabika, kedua varian ini bergantung pada beberapa hal antara lain daerah penanaman, suhu udara, tinggi dataran dan lain-lain. Hal ini yang membuat kopi mempunyai rasa yang berbeda-beda. Selain rasa yang bervariasi kopi juga mempunyai banyak karakter, karakter ini dipengaruhi oleh metode menyeduh, ada beberapa JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Inferensi Berbasis Aturan Inferensi berbasis aturan adalah proses pencarian yang dilakukan berdasarkan aturan tertentu sampai sebuah tujuan tercapai . Inferensi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah Backward Chaining, metode backward chaining merupakan metode pencarian kebelakang, cara kerja metode ini berdasarkan kesimpulan yang akan dibuktikan kemudian mencari aturan dengan rule untuk kondisi/fakta kesimpulan tersebut . Kedua Forward Chining, metode forward chaining merupakan metode pencarian kedepan, cara kerja metode ini berdasarkan kondisikondisi awal kemudian digabungkan dengan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan/solusi akhir . Metode penalaranya menggunakan operasi IF. Ae THEN. , metode ini biasanya digunakan untuk permasalahan sederhana antara lain masalah pengendalian dan peramalan . , dan . Pengumpulan Data Dalam menyelesaikan masalah pengambilan keputusan dengan forward chaining ada beberapa komponen yang saling berkaitan, beberapa komponen ini digunakan sebagai kondisi awal dan hasil aksi. Dalam penelitian ini akan dirancang sistem pengambilan keputusan jenis dan metode peyeduhan kopi dengan data-data seperti data Kopi pada Tabel 1, data Rasa pada Tabel 2, data karakter pada Tabel 3 dan Tabel 4, data Teknik menyeduh kopi pada Tabel 5. Tabel 1. Daftar data Kopi Kode KP001 KP002 KP003 KP004 KP005 KP006 KP007 KP008 KP009 KP010 KP011 KP012 KP013 KP014 KP015 KP016 KP017 KP018 KP019 KP020 KP021 KP022 Nama Kopi gunung raya karang ploso dolok sunggul tana karo MT003 MT004 MT005 Analisis Pengambilan Keputusan Berdasarkan analisa masalah diatas, dibuat 2 tabel keputusan untuk jenis kopi dan metode penyeduhan kopi karena rasa bergantung pada jenis kopi dan metode penyeduhan bergantung pada karakter body dan acidity. Tabel keputusan pada sistem pakar menentukan jenis kopi dan metode penyeduhan kopi dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Gambar 1. Tabel keputusan jenis kopi Tabel 2. Daftar data Rasa Kode RS001 RS002 RS003 RS004 RS005 Rasa Tabel 3. Daftar data Karakter (Bod. Kode BD001 BD002 Rasa Gambar 2. Tabel keputusan metode penyeduhan Pohon keputusan dibentuk berdasarkan tabel keputusan yang telah disusun. Pohon keputusan untuk jenis kopi, seperti yang ditampilkan pada Gambar 3, dikembangkan berdasarkan rasa yang dihasilkan, seperti yang terlihat pada Gambar 1. Sedangkan, pohon keputusan untuk metode penyeduhan kopi pada Gambar 4 dibentuk berdasarkan karakteristik kopi, yang dapat dilihat pada Gambar 2. Pohon keputusan ini akan digunakan untuk mendukung proses pengambilan Tabel 4. Daftar data Karakter (Acidit. Kode AC001 AC002 AC003 Rasa Tabel 5. Daftar data Metode Kode MT001 MT002 Rasa french press JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Gambar 3. Pohon keputusan jenis kopi digunakan dalam sistem pakar ini yang dapat dilihat dalam Tabel 6 dan Tabel 7. HASIL DAN PEMBAHASAN Halaman Utama Halaman utama pengguna/admin pada Gambar 5 dirancang untuk menampilkan menu utama serta menyediakan menu login khusus bagi admin. Gambar 4. Pohon keputusan metode penyeduhan Tabel 6. Tabel aturan jenis kopi Rule Rule 1 Rule 2 Rule 3 Rule 4 Rule 5 Aturan IF . THEN . untong, gunung raya, arjuna, sunda, karang plos. IF . THEN . irisirisi, mandhailing, dolok sunggul, gay. IF . THEN . intamani, ciwidey, malabar, puntang, ije. IF . THEN . engkulu, wamena, manggarai, temanggun. IF . THEN . intong, sidikalang, tana karo, bajaw. Halaman Utama Pengguna/Admin Halaman Pengguna Halaman pertanyaan kondisi 1 pada Gambar 6 digunakan untuk pengguna memasukkan data terkait rasa yang diinginkan dalam proses penyeduhan kopi. Halaman pertanyaan kondisi 2 pada Gambar 7 digunakan untuk pengguna memasukkan data karakter yang diinginkan dalam menyeduh kopi, data ini meliputi body dan acidity. Tabel 7. Tabel aturan metode penyeduhan kopi Rule Rule 1 Rule 2 Rule 3 Rule 4 Rule 5 Rule 6 Aturan IF. lean body & low acidit. THEN . eropress metho. IF. lean body & medium acidit. THEN . rench press metho. IF. lean body & high acidit. THEN . hemex metho. IF. old body & low acidit. THEN . yphon metho. IF. old body & medium acidit. THEN . rench press metho. IF. old body & high acidit. THEN (V60 Teknik pengambilan keputusan menggunakan forward chaining mengikuti metode IF . THEN . , di mana kondisi mencakup rasa dan karakteristik kopi, sementara aksi mengacu pada jenis kopi dan metode penyeduhan yang sesuai. Berdasarkan aturan dasar . yang digambarkan pada pohon keputusan, pada gambar 3 terdapat lima aturan yang mengatur pemilihan jenis kopi dan pada gambar 4 terdapat enam aturan untuk metode penyeduhan kopi, aturan-aturan tersebut diimplementasikan pada data-data yang akan JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Gambar 6. Halaman Pertanyaan Kondisi I Gambar 7. Halaman Pertanyaan Kondisi II Gambar 8. Halaman Hasil Pengguna Gambar 12. Halaman Hasil Pengguna Gambar 8. Gambar 9. Gambar 10, gambar 11, dan Gambar 12 merupakan halaman hasil pengguna. Halaman rekomendasi akhir, yaitu jenis kopi dan metode penyeduhan yang diperoleh berdasarkan data yang dimasukkan sebelumnya. Ketika tombol selesai diklik, pengguna akan diarahkan kembali ke halaman utama. Halaman Admin Gambar 9. Halaman Hasil Pengguna Halaman login admin pada Gambar 13 digunakan untuk proses login oleh admin sebelum mengelola data yang digunakan dalam sistem pakar. Pengguna akan diarahkan ke halaman ini setelah mengklik tombol login pada halaman utama. Gambar 10. Halaman Hasil Pengguna Gambar 13. Halaman Login Admin Halaman utama admin pada Gambar 14 digunakan untuk menampilkan menu utama dan sub menu yaitu: A Menu file, untuk memulai program sistem pakar dan keluar program A Menu data, untuk mengelola data kopi, data rasa, data metode, data body, dan data acid A Menu admin, untuk mengelola data admin A Menu rule, untuk mengelola rule jenis kopi dan rule Gambar 11. Halaman Hasil Pengguna JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Gambar 18. Halaman Data Acidity Gambar 14. Halaman Utama Admin Halaman data kopi pada Gambar 15 digunakan untuk mengelola data kopi meliputi: tambah, edit, dan hapus data kopi. Halaman data body pada Gambar 19 digunakan untuk mengelola data body meliputi: tambah, edit, hapus data body. Gambar 19. Halaman Data Body Gambar 15. Halaman Data Kopi Halaman data metode pada Gambar 16 digunakan untuk mengelola data metode meliputi : tambah, edit, hapus data metode. Halaman data admin pada Gambar 20 digunakan untuk mengelola data admin meliputi : tambah, edit, hapus data admin. Gambar 20. Halaman Data Admin Gambar 16. Halaman Data Metode Halaman data rasa pada Gambar 17 digunakan untuk mengelola data rasa meliputi : tambah, edit, hapus data Gambar 17. Halaman Data Rasa Halaman data acidity pada Gambar 18 digunakan untuk mengelola data acidity meliputi : tambah, edit, hapus data acidity. JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) Halaman rule rasa pada Gambar 21 digunakan untuk mengelola rule rasa dengan jenis kopi meliputi : tambah, edit, hapus rule rasa. Gambar 21. Halaman Rule Rasa Halaman rule karakter pada Gambar 22 digunakan untuk mengelola rule karakter dengan metode yang . dihasilkan dalam penyeduhan kopi meliputi : tambah, edit, hapus rule metode. Gambar 22. Halaman Rule Karakter Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pakar yang dikembangkan mampu memberikan rekomendasi jenis kopi dan teknik penyeduhan yang sesuai dengan rasa dan karakteristik kopi yang Sistem ini berhasil mengimplementasikan metode forward chaining dengan baik, di mana setiap aturan IF . THEN . yang dibuat terbukti . efektif dalam menentukan pilihan terbaik berdasarkan input yang diberikan oleh pengguna. Uji coba sistem dilakukan dengan melibatkan sejumlah data rasa dan karakteristik kopi. Hasilnya, . sistem mampu merekomendasikan teknik penyeduhan dan jenis kopi yang sesuai dengan preferensi pengguna. Akurasi sistem cukup tinggi, dengan sebagian besar rekomendasi yang dihasilkan sesuai dengan penilaian . para pakar . Namun, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Salah satunya adalah keterbatasan sistem dalam menangani kombinasi rasa dan karakteristik kopi yang lebih kompleks. Hal ini disebabkan oleh jumlah . aturan yang terbatas pada rule jenis kopi dan metode penyeduhan yang digunakan. Penambahan aturan pada database sistem dapat meningkatkan kemampuan sistem dalam memberikan rekomendasi yang lebih variatif. IV. KESIMPULAN Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil membuktikan bahwa metode forward chaining dapat diterapkan secara efektif dalam sistem pakar untuk penentuan jenis kopi dan teknik penyeduhan. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan, hasil penelitian . memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempermudah proses pengambilan keputusan bagi para penikmat kopi, terutama bagi mereka yang baru memulai belajar teknik-teknik penyeduhan kopi untuk referensi pribadi maupun memulai bisnis. JOURNAL OF INFORMATION AND TECHNOLOGY UNIMOR (JITU) DAFTAR PUSTAKA