e-ISSN: 2722 Ae 290X Vol. 1 No. 2 (November 2. Page: 123 Ae 138 Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. Andy Achmad Hendharsetiawan 1,* * Korespondensi: e-mail: andy. achmad@dsn. Program Studi Informatika. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jl. Raya Perjuangan Bekasi Utara. Kota Bekasi. Jawa Barat 17121. e-mail: andy. achmad@dsn. Submitted: 9 Oktober 2020 Revised: 30 Oktober 2020 Accepted: 13 November 2020 Published: 30 November 2020 Abstract Automotive sales industries and businesses are businesses that have a great contribution to economic growth in the country. Competition in the automotive sales business is also getting higher so it requires the need for the right business strategy to survive and grow. Most of these automotive businesses have utilized Information Technology (IT) to support their operations. However, the capability in planning, managing and implementing Information Systems and Information Technology (SI/IT) that is linked to the company's business strategy has not been fully implemented. Therefore. Strategic Planning of Information Systems is currently one of the keys in achieving the company's goals that must be aligned with the business strategy set by the company. The role of SI/IT should not only be an operational automation tool but more than that as an organizational key enabler. The study was conducted for modeling SI/IT strategy plan based on Hyundai's business strategy using Ward & Peppard methodology, analysis with SWOT. Value Chain. Five Force which then mapped into Critical Succes Factor to obtain possible SI/IT strategies. Keywords: Strategic Planning. Balanced Scorecard. Automotive Industry Abstrak Industri dan bisnis penjualan otomotif merupakan bisnis yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Persaingan pada bisnis penjualan otomotif juga makin tinggi sehingga membutuhkan kebutuhan strategi bisnis yang tepat untuk bertahan dan tumbuh berkembang. Sebagian besar bisnis otomotif ini telah memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) untuk menunjang operasionalnya. Namun kemampuan dalam perencanaan, pengelolaan serta implementasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) yang dihubungkan dengan strategi bisnis perusahaan masih belum diterapkan sepenuhnya. Untuk itu Perencanaan Strategis Sistem Informasi saat ini merupakan salah satu kunci dalam pencapaian sasaran perusahaan yang harus diselaraskan dengan strategi bisnis yang ditetapkan oleh perusahaan. Peranan SI/TI yang ada sebaiknya tidak hanya sebagai alat otomasi operasional namun lebih dari itu sebagai key enabler organisasi. Kajian yang dilakukan untuk pemodelan rencana strategi SI/TI berdasar strategi bisnis Hyundai dengan menggunakan metodologi Ward & Peppard, analisis dengan SWOT. Value Chain. Five Force yang kemudian dipetakan ke dalam Critical Succes Factor untuk strategi-strategi SI/TI Available Online at http://ejurnal. id/index. php/JSRCS Andy Achmad Hendharsetiawan Kata Perencanaan Strategis. Balanced Scorecard. Industri Otomotif Pendahuluan Di dalam buku Strategic Planning for Information System (Ward, 2. mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis sebuah perusahaan diperlukan suatu strategi Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI) (Ari Wedhasmara, 2. PT. Hyundai Mobil Indonesia (HMI) yang merupakan distributor utama mobil pemegang merek Hyundai di Indonesia dengan moto pemasarannya adalah Drive Your Way. Dengan visinya adalah mengembangkan Hyundai sebagai kendaraan pilihan masyarakat Indonesia yang memiliki nilai lebih dengan layanan purna jual yang baik dan menjadi menjadi pemain handal bisnis otomotif di Indonesia, menuntut Hyundai melakukan inovasi baik internal maupun eksternal sehingga mempunyai competitive advantage dibandingkan pesaing lainnya. Salah satu competitive advantage yang perlu dipertimbangkan di masa sekarang ini adalah kesiapan Sistem Informasi/Teknologi Informasi (SI/TI) yang dimiliki. Peranan SI/TI yang ada sebaiknya tidak hanya sebagai alat otomasi operasional namun harus sebagai key enabler organisasi. Untuk itu perlu adanya suatu hal yang dilakukan Hyundai untuk menyikapi kecenderungan ini agar tidak ditinggal oleh konsumen dan tetap dapat menyelaraskan strategi SI/TI dengan visi dan misi bisnisnya. Kajian ini akan mencari model rencana strategis SI/TI yang sesuai dengan strategi bisnis Hyundai dengan menggunakan metodologi Ward & Peppard dengan metode analisis adalah SWOT. Value Chain. Five Force yang kemudian dipetakan ke dalam Critical Succes Factor untuk mendapatkan strategi-strategi SI/TI yang memungkinkan. Selanjutnya dipetakan dalam matriks McFarlan sebagai future portfolio Application dan dikaitkan dengan Balanced Scorecard (BSC) (Kaplan & Norton, 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemodelan perencanaan strategis sistem informasi di bidang industri penjualan otomotif yang sesuai dengan strategi bisnisnya. Metode Penelitian Pada dasarnya, metodologi penyusunan perencanaan strategis SI/TI PT HMI terdiri dari . Penganalisaan kondisi saat ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang memadai mengenai kondisi penerapan TI saat ini di PT HMI. Yang termasuk ke dalam hal ini adalah penganalisaan terhadap aplikasi bisnis yang telah ada, infrastruktur TI. Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung, peraturan-peraturan internal yang ada dan terkait dengan penerapan TI. Sedangkan untuk penganalisaan terhadap kondisi ideal dilakukan untuk menyusun kondisi atau konsep ideal bagi PT HMI dalam penerapan TI untuk mendukung keseluruhan proses Penganalisaan difokuskan pada bagaimana TI dapat mendukung tercapainya visi dan misi PT HMI. Konsep metodologi yang digunakan dalam perencanaan strategis SI/TI PT HMI ini yaitu metodologi perencanaan yang mengacu pada John Ward dan Joe Peppard (Ward and Peppard, 2. Kemudian dilakukan analisis Value Chain untuk menghasilkan formula Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. yang sesuai untuk industri penjualan otomotif. Sedangkan untuk mendapatkan formulasi IS/IT digunakan tools Balanced Scorecard (BSC) (Robert S. Kaplan, 2. Metode formulasi IS/IT yang align dengan BSC ini untuk mengoptimalisasi perencanaan strategis IS/IT ini dengan strategi bisnis perusahaan. Gambar 1 memperlihatkan langkah-langkah formulasi IS/IT Strategy dengan BSC hingga mencapai IS/IT Portfolio. Sumber: (Ward and Peppard, 2. Gambar 1. IS/IT Strategy Align with BSC Strategy Hasil dan Pembahasan Analisis Value Chain Analisis value chain digunakan untuk memetakan seluruh proses kerja pada organisasi PT HMI, baik pada aktivitas utama maupun pada aktivitas pendukung. Analisis value chain dilakukan untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung (Firmansyah et al. , 2. Langkah awal untuk melakukan analisis value chain adalah dengan memahami proses bisnis dalam suatu organisasi dan keterkaitan antara unit bisnis atau departemen yang satu dengan yang lainnya dalam mencapai tujuan organisasi. Kemudian alur informasi di setiap proses dapat dikaji agar ketersediaan informasi dapat disediakan dengan lebih tepat, cepat dan biaya yang lebih Hal ini memungkinkan proses pengadaan yang cepat dan tidak birokratis, analisis penjualan produk tertentu di suatu regional secara realtime dan laporan keuangan terkontrol. Secara singkat, value chain mendorong terjadinya re-engineering suatu organisasi sehingga dapat beroperasi lebih optimal. Mengacu pada dokumen organisasi yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi di masing-masing unit kerja, maka diagram value chain dapat terlihat seperti Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Andy Achmad Hendharsetiawan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Analisis Value Chain Aktivitas Utama (Primary Activitie. Dengan melakukan analisis value chain, maka dapat ditemukan adanya aktivitasaktivitas utama yang memiliki nilai . (Gable, 2. yang dilakukan dalam kegiatan bisnis PT HMI. Aktivitas-aktivitas yang termasuk dalam kategori aktivitas utama, yaitu : a. Inbound Logistic (Penerimaan unit mobil. Penerimaan suku cadang. Penerimaan Asesoris Uni. Operation (Perencanaan dan Pengendalian Distribusi. Proses Distribusi Unit Mobil. Suku Cadang dan Asesoris Uni. , c. Outbound Logistic (Penanganan dan Pengirimaan Unit Mobil. Suku Cadang dan Asesori. , d. Sales & Marketing (Pemasaran dan Penjuala. Services (Jasa Pelayanan Purna Jual dan Pemeliharaa. Penanganan Klaim dan Komplain. Aktivitas Pendukung (Support Activitie. Dengan melakukan analisis value chain, maka dapat ditemukan adanya aktivitasaktivitas pendukung dalam kegiatan bisnis PT HMI. Aktivitas-aktivitas yang termasuk ke dalam kategori aktivitas pendukung, yaitu Corporate Infrastructure (Sistem Informasi dan Otomasi Proses peralatan bengkel dan Fasilitas Sipil, b. Perencanaan dan Pengendalian Keuangan, c. Perencanaan Bisnis, d. Human Resources Management (Perencaan Organisasi dan Rencana Kerja. Pengembangan SDM. Kompensasi . isal: Gaji. Tunjangan. Insentif. Asurans. Penegakan Disiplin dan Pemutusan Hubungan Kerja, e. Procurement (Pengadaan Barang dan Jas. Pada industry ini bidang yang menjadi faktor penentu kesuksesan dan memberikan peningkatan performansi yang signifikan adalah inbound logistics, operation, outbound logistics, sales and marketing dan services. Inbound logistics yakni harus melakukan proses penerimaan mobil, suku cadang dari PT HIM dan assesoris dari vendor lain. Operation yakni melakukan proses perencanaan dan pengendalian distribusi, proses fistribusi unit mobil, suku cadang dan asesoris itu sendiri serta proses penerimaan asesoris unit. Outbound logistics yakni melakukan pengelolaan dan pengiriman unit mobil, suku cadang dan asesoris unit. Sales and marketing yakni memproses permintaan dari konsumen dan dilanjutkan ke proses outbound logistics dan melakukan analisis Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. penjualan untuk menentukan strategi sales berikutnya. Services yakni memproses permintaan dari konsumen dalam hal maintenance setelah pembelian barang. Jasa pelayanan purna jual dan pemeliharaan penanganan klaim dan komplain. Hal ini berguna untuk menjamin kepuasan Analisis SWOT (Strength & Weaknes. dan Lingkungan Bisnis Eksternal Analisis SWOT digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang dihasilkan dari analisis lingkungan bisnis internal dibandingkan dengan peluang dan ancaman yang dihasilkan dari analisis lingkungan bisnis eksternal. Hasil dari analisis SWOT ini akan menghasilkan strategi SO (Strength-Opportunit. , strategi ST (Strength-Weaknes. , strategi WO (WeaknessOpportunit. , dan strategi WT (Weakness-Threa. (AW et al. , 2. Keempat strategi inilah yang akan dijadikan sebagai strategi bisnis dan menjadi acuan bagi penentuan Critical Success Factor yang akan berguna untuk memetakan kebutuhan sistem informasi di PT HMI. Berdasarkan analisa SWOT yang telah dilakukan menghasilkan strategi-strategi bisnis, yang kemudian dikelompokkan ke dalam perspektif BSC (Kaplan, 2. sebagai berikut: Perspektif Financial (Keuanga. SB1. Meningkatkan penjualan dengan menambah segmen pasar baru. SB2. Meningkatkan kinerja keuangan dengan peningkatan penjualan. SB3. Memangkas biaya produksi dan biaya distribusi dengan memanfaatkan teknologi informasi seoptimal mungkin. Perspektif Customer (Pelangga. SB4. Mengembangkan Social Community perusahaan dan mendidik masyarakat tentang produk Hyundai dengan melalui kegiatan sosial. SB5. Meningkatkan kepuasan konsumen dengan meningkatkan nilai dan pelayanan yang diterima konsumen. SB6. Mengembangkan hubungan dengan konsumen untuk meningkatkan loyalitas produk. Perspektif Internal Business Process SB7. Mendata aset dan peningkatan penggunaan. SB8. Menggencarkan promosi di internet dan berbagai media lainnya. SB9. Meningkatkan pola kerja efektif untuk meningkatkan efisiensi perusahaan sehingga mampu menghasilkan penjualan produk. SB10. Meningkatkan kolaborasi untuk meningkatkan peningkatan penjualan. SB11. Peningkatan integrasi antar bagian untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. SB12. Meningkatkan akses informasi strategis. SB13. Perbaikan proses pemesanan unit, meningkatkan kualitas dan meningkatkan ketepatan waktu pemesanan. SB14. Meningkatkan kualitas produk sehingga memberikan produk irit bahan bakar, ramah lingkungan dan memenuhi standar emisi gas buang. Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Andy Achmad Hendharsetiawan SB15. Mengembangkan kemampuan menyediakan informasi strategis berhubungan dengan konsumen, dan pasar. Perspektif Learning & Innovation (Pembelajaran dan Inovas. SB16. Pengembangan riset pasar untuk mengembangkan pasar baru dengan differensiasi produk yang berbeda dengan merk lain. SB17. Pengembangan kompetensi karyawan untuk bersaing secara global. SB18. Pengembangan produk baru berorientasi kepada konsumen. SB19. Pengembangan investasi untuk pengembangan produk baru sesuai dengan teknologi terbaru . Pemetaan Strategi Bisnis (Strategy Ma. BSC Strategi bisnis dipetakan ke dalam strategy map dengan menggunakan tools BSS (Hu et al. , 2. untuk melihat keterkaitan antara strategi bisnis yang satu dengan yang lainnya dalam mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Tabel 2. Identifikasi Pola Solusi dan Kebutuhan Sistem Informasi dengan CSF dan perspektif Balanced Scorecard (BSC) Strategi Critical Succes Factor Pola Solusi SI Solusi Sistem Informasi Departemen PERSPEKTIF FINANCIAL SB1. Meningkatkan penjualan dengan menambah segmen pasar baru Pengembangan segmen pasar baru Peningkatan jaringan pemasaran, service dan sparepart Variasi segmen SB2. Meningkatkan kinerja keuangan dengan peningkatan Peningkatan media promosi untuk konsumen terhadap Pengembangan produk yang memenuhi permintaan Aplikasi Penyediaan kendaraan, sparepart pemesanan di seluruh Indonesia Business Intelligence Dealer Network System SI Marketing Research & Penyediaan informasi produk dan Company Penyediaan aplikasi untuk produk menurut Penyediaan Sales & Operasional Marketing & After Sales Aplikasi segmen pasar dan pangsa pasar Penyediaan aplikasi analisa konsumen dan CRM Business Intelligence Sales & Operasional Marketing & After Sales Sales & Operasional Marketing & After Sales Corporate Sales & Operasional Marketing & After Sales Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. Strategi Critical Succes Factor Pola Solusi SI Peningkatan jaringan pemasaran PT. HMI Peningkatan promosi produk untuk meningkatkan volume Mempermudah alur informasi dalam prosedur pemesanan SB3. Memangkas produksi dan biaya teknologi informasi seoptimal mungkin Pengembangan budaya perusahaan untuk peningkatan Penyediaan fasilitas analisa data untuk Penyediaan aplikasi untuk dengan dealer dan konsumen secara online Aplikasi dengan jaringan pemasaran lain Aplikasi online untuk promosi Penyediaan Aplikasi Penyediaan aplikasi flow Aplikasi Penyediaan aplikasi online internal untuk Solusi Sistem Informasi Departemen Dealer Network System -Sales & Operasional -Marketing & After Sales Finance SI SMS Promotion -Sales & Operasional -Marketing & After Sales SI Workflow SI Document General affairs -Email system General Affair -Web Intranet PERSPEKTIF CUSTOMER SB4 SB5 Mengembangkan program Social Com-munity untuk meningkatkan image peru-sahaan melalui kegiatan sosial Meningkatkan Kepuasan Konsumen dengan meningkatkan nilai dan pelayanan yang diterima Peningkatan hidup masyarakat Peningkatan mengetahui preferensi Aplikasi analisa data konsumen, pola pembelian, segmen pasar Penyediaan aplikasi untuk Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Business Intelligence CRM Sales & Operasional Marketing & After Sales Andy Achmad Hendharsetiawan Strategi Critical Succes Factor Peningkatan layanan yang diberikan Pola Solusi SI Mempermudah dan mempercepat delivery Peningkatan Jaringan pemasaran, service dan sparepart Peningkatan customer satisfaction index Meningkatkan data konsumen Penyediaan aplikasi analisa data konsumen, pola pembelian, preferensi produk dan service Aplikasi untuk pertanyaan dan Aplikasi Apikasi untuk memantau status Penyediaan pemesanan di Indonesia Penyediaan aplikasi untuk program promosi secara online Penyediaan aplikasi untuk Peningkatan aplikasi untuk solusi bagi Penyediaan Solusi Sistem Informasi Departemen Business Intelligence Sales & Operasional CRM Marketing & After Sales Dealer Network System Sales & Operasional Marketing & After Sales Dealer Network System Sales & Operasional Marketing & After Sales SI Helpdesk System SI Knowledge Management Sales Operasional Marketing After Sales Network Meningkatkan Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. Strategi Critical Succes Factor Pola Solusi SI Solusi Sistem Informasi berbasis web Penyediaan berbasis mobile Penyediaan sparepart online Penyediaan Penyediaan aplikasi integrasi Penyediaan Penyediaan aplikasi untuk inventori barang Penyediaan aplikasi untuk kualitas spesifikasi Penyediaan aplikasi monitoring status produk Penyediaan sarana Penyediaan dengan bank Penyediaan status keuangan Penyediaan aplikasi untuk keluhan dan saran dari Penyediaan aplikasi untuk berbagai solusi System Meningkatkan kemudahan pembelian sparepart dan service Mempercepat proses delivery produk Memberikan permintaan konsumen Memberikan sarana pembayaran SB6. Mengembang-kan hubungan dengan mening-katkan loyali-tas produk Peningkatan program pelayanan konsumen Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Sales Departemen Mobile Online Purchase Order SCM Quality Control Monitoring Dealer Network System Marketing After Sales Sales Operasional Procurement Marketing After Sales Marketing After Sales Finance Accounting SI Finance Accounting A CRM A Helpdesk A Knowledge -Sales & Operasional -Marketing After Sales Andy Achmad Hendharsetiawan Strategi Critical Succes Factor Pola Solusi SI Solusi Sistem Informasi Departemen SB7 Mendata aset dan Perspektif Internal Business Process Pengembangan Penyediaan pendataan aset aplikasi untuk aset dan nilainya Penyediaan aplikasi untuk perhitungan umur dan depresiasi serta nilai buku Pengembangan Penyediaan aplikasi utilitas aset penggunaan aset Peningkatan informasi aset Penyedian aplikasi informasi daftar aset, nilai aset dan General Affairs Asset Management System Asset Management System SI Asset Management System General affairs General Affairs SB8 Menggencarkan promosi di internet dan berbagai media Peningkatan Peningkatan terhadap konsumen Penyediaan aplikasi untuk promosi secara online atau dengan mobile Online Marketing -Sales Operasional SMS Promotion -Marketing After Sales A SI Dealer Penyediaan Network jaringan informasi A Email system A Maling list Forum -Sales Operasional -Marketing After Sales Penyediaan dengan konsumen SB9. Meningkatkan pola kerja efektif untuk efisiensi perusahaan penjualan produk Pengembangan Penyediaan aplikasi online internal untuk Email system Sosialisasi Penyediaan aplikasi Email system Peningkatan pelatihan Penyediaan aplikasi Knowledge Management General Affair Web Intranet Human Resource Management Web Intranet Hum an Resource Management Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. SB10. SB11. Strategi Critical Succes Factor Pola Solusi SI Meningkatkan Pelaksanaan produsen otomotif lain Penyediaan dan R & D dan Lembaga terkait Peningkatan Peningkatan antar kemampuan berbagi untuk informasi antar bagian Penyediaan aplikasi Solusi Sistem Informasi A SCM Departemen -Sales Operasional - Procurement Email system Knowledge Management SI Integrated Online System -Sales Operational -Marketing After Sales -Human Resource Management & General Affairs Procurement SB12. SB13 Meningkatkan akses Peningkatan informasi strategis informasi tanpa batas waktu dan tempat Perbaikan proses Peningkatan ketepatan unit, waktu pemesanan unit Peningkatan Pengontrolan SB14. Meningkatkan memberikan produk standar emisi gas Peningkatan program kualitas menyeluruh Penyediaan informasi dengan tanpa ada batasan waktu, dan Penyediaan procedure, dan guideline kepada Menyediaan standar kualitas Penyediaan standar kualitas Penyediaan Produser. Penyediaan Penyediaan standar kualitas Penyediaan Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Mobile portal Corporate Company Product Control Monitoring System Operational Procedure Sales Operational Marketing After Sales General Affair A Online SCM A SI Sparepart Control A SCM A SI Quality Control Monitoring Sales Operational Procurement Sales Operasional Procurement Andy Achmad Hendharsetiawan Strategi Critical Succes Factor Pola Solusi SI Departemen pembelian dari Pemenuhan SB15. Solusi Sistem Informasi Mengembang-kan kemam-puan menye-diakan informasi strategis dengan konsumen, dan pasar Peningkatan Penyediaan aplikasi bengkel dan produsen Dealer network System Sales Operational Pengembangan supplier dan produsen otomotif lain. SCM Marketing after Sales Perspektif Learning & Innovation (Pembelajaran dan Inovas. SB16. Pengembangan riset pasar untuk me-ngembangkan pasar baru dengan di-ferensiasi produk. Peningkatan informasi pasar, konsumen dan SB17. Pengembangan karyawan untuk bersaing secara Peningkatan pelatihan internal dan ekternal. Aplikasi untuk hubungan dan A CRM A Business Intelligence Sales Operasional Marketing After Sales Aplikasi analisa riset pasar dan Aplikasi analisa kebutuhan training buat Aplikasi untuk penyediaan pelatihan online secara internal -SI Online Learning Human Resource Management -HRIS Penempatan tenaga karyawan pada tugas/jabatan yang sesuai dengan kompetensinya dan monitoring evaluasi Aplikasi untuk mengevaluasi kinerja HRIS Human Resource Management Pelaksanaan sanksi yang tepat dan tegas Penyediaan aplikasi untuk mencatat historikal disiplin dan HRIS Human Resource Management Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. SB18. Strategi Critical Succes Factor Pengembangan Produk berorientasi kepada Penurunan komplain Peningkatan pengetahuan tentang referensi konsumen, pola pembelian dan segmen pasar. SB19. Pengembangan investasi untuk pengembangan produk baru sesuai dengan teknologi baru . Pelaksanaan transfer teknologi dari Hyundai Pola Solusi SI Penyediaan aplikasi untuk keluhan konsumen Penyediaan aplikasi untuk mencatat solusi dari keluhan dan untuk menjalin hubungan dengan Penyediaan konsumen, pola pembelian, dan segmen pasar. Penyediaan yang ada. Penyediaan aplikasi transfer teknologi Kolaborasi HMI Penyediaan dengan peneliti untuk produsen lain. Solusi Sistem Informasi Departemen CRM Sales & Operasional Helpdesk Marketing & after Sales Knowledge Management Business Intelligence Marketing & After sales Knowledge Managemen SI Online Learning Sales & Operational Knowledge Management Sales & Operational Sumber: Hasil Penelitian . Metode Five Forces Five Forces meliputi threat of new entrants, threat of substitute, bargaining of supplier, bargaining buyer, rivalry (Firmansyah et al. , 2. Threat of new entrants berdasarkan pengamatan sekarang, secara umum ancaman utama untuk adanya pendatang baru adalah produk-produk China yang mulai memenuhi pasar Indonesia yang berarti dapat mengurangi pangsa pasar yang ada atau produk sejenis dari merek mobil yang sudah ada. Di samping itu adanya beberapa produsen lokal yang mencoba mengelurakan mobil nasional. Kekuatan utama pendatang baru adalah dengan menwarkan harga yang murah dibanding dengan produk otomotif yang sudah ada sekarang sehingga bagi konsumen yang sensitif terhadap harga, maka produk ini menjadi pilihan yang sangat terjangkau dengan inovasinya. Threat of substitute produk-produk yang dapat menggantikan posisi pemakaian mobil Hyundai misalnya public transportation (Kereta api, busway, dan lain-lai. , secondary transportation (Sepeda moto. Bargaining power of Supplier HMI adalah distributor mobil tunggal sehingga HMI mempunyai nilai tawar yang tinggi terhadap supplier karena permintaan mobil pasti melalui HMI Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Andy Achmad Hendharsetiawan dan berarti kuantitas produksi bergantung dari informasi dari perusahaan ini. Kekuatan tawar supplier adalah rendah, karena PT. HMI adalah satu-satunya distributor tunggal untuk mobil merek Hyundai di Indonesia. Hal ini menguntungkan perusahaan ini karena menjamin ketersediaan mobil yang dipesan pelanggan dan layanan purna jual sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan. Bargaining power of Buyer, daya tawar konsumen terhadap produk PT HMI adalah harga mobil hyundai relatif lebih murah dibandingkan dengan mobil merk lain, teknologi yang dicapai memenuhi standar internasional, kualitas yang terjamin ditandai dengan pelayanan purna jual yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, hyundai memiliki keunggulan mesin CRDi . ngine Diese. dan pengembangan mobil listrik yang merupakan titik tangguh Hyundai yakni Fuel Efficiency. Durability. Comfort dan Maintenance. Kekuatan tawar buyer adalah sedang, karena masyarakat Indonesia belum banyak mengenal mobil-mobil Hyundai, dan dampaknya kepada PT. HMI adalah masih perlu promosi besar-besaran atas keunggulan teknologi mobil hyundai dengan harga yang bersaing. Penentuan Future Application Portfolio Berdasarkan hasil identifikasi pola solusi dan kebutuhan sistem informasi yang dibutuhkan oleh PT HMI, kemudian dilakukan gap analysis antara SI/TI yang dibutuhkan dengan SI/TI yang sudah ada sehingga menghasilkan future application portfolio SI/TI dalam bentuk Mc. Farlan Strategic Grid . Tabel 4. Future Application Portfolio Strategic A A A A A A A A A High Potential SCM (Supplay Change Managemen. CRM (Customer Relationship Managemen. Business Intelligence (BI) Sistem Informasi (SI) Marketing & Research Analysis (SIMRA) SI Product Quality Control & Monitoring (SIPQM) SI Sparepart Control (SISC) SI Online Learning (SIOL) SI Integrated Online System (SIIOS) Dealer Network system (DNS) Key Operational A SI Helpdesk (SIH) A SI Online Marketing (SIOM) A SI Online Purchase Order (SIOPO) A SI Document management (SIDM) A Human Resource Information System (HIRS) A SI Asset Management (SIAM) A SI Workflow Management (SIWM) A SI Finance & Accounting (SIFA) A Sistem Aplikasi Logistik (SAL) A Sistem Aplikasi After Sales (SAAS) Sumber: Hasil Penelitian . A A A A Mobile Sales (MS) Mobile Portal (MP) SI SMS Promotion (SISP) SI Knowledge Management (SIKM) A A A A A Support Email Mailing list (MILIS) Company Website (CW) Forum Web Intranet (WI) Penentuan matriks tersebut berdasarkan . High potential, aplikasi yang kemungkinan penting di masa dating, . Strategic, aplikasi kritikal yang menjadi competitive advantage perusahaan, . Key operational, aplikasi yang menjadi alat menjalankan kegiatan operasional, . Support, aplikasi yang mendukung kegiatan organisasi (Ashshidiqy & Ali, 2. Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Pemodelan Perencanaan Strategis Sistem Informasi Pada Industri Penjualan Otomotif Dengan Pendekatan Balanced Scorecard (Studi Kasus PT Hyundai Mobil Indonesi. Gap Analysis Analisis ini mencari solusi-solusi yang akan menjadi future application portofolio dengan cara menganalisis aplikasi-aplikasi yang sudah ada dan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan sehingga didapat solusi-solusi yang akan dikembangkan selanjutnya. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Analisis Value Chain Penentuan Future Application Portofolio Setelah didapatkan hasil dari gap analysis sehingga bisa ditentukan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap aplikasi saat ini dengan aplikasi future. Oleh karena itu dapat disusun sebuah roadmap untuk pemenuhan kebutuhan SI berdasarkan future application portfolio, seperti terlihat pada tabel berikut. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 3. Tabel Roadmap Kesimpulan Pada industri penjualan otomotif dalam kancah persaingan usaha yang ketat tersebut diperlukan kebijakan khususnya dalam penyusunan model Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dengan pendekatan BSC guna mendukung permodelan Copyright A 2020 Jurnal JSRCS 1 . : 123 - 138 (November 2. Andy Achmad Hendharsetiawan perencanaan strategis SI/TI pada industri otomotif. Penyususan dengan mengintegrasikan strategi BSC mendapatkan output model Perencanaan Strategis SI/TI (PSSI) yang lengkap, komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan oleh industri penjualan otomotif. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam model perencanan strategis ini adalah sebagai berikut . Teknologi bukan hanya menuntut penguasaan atas perangkat kerasnya, melainkan mengubah budaya dan perilaku agar dapat berinteraksi dengan pihak lain dalam suatu sistem. Sistem yang terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan memberikan manfaat secara maksimal. Penyiapan sistem yang mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai suatu kebutuhan dari seluruh stakeholder, baik bagi Pemerintah. Swasta maupun Masyarakat. Solusi SI/TI yang diberikan dapat memecahkan permasalahan strategis yang muncul di PT. HMI, Aplikasi SIIOS (Sistem Informasi Integrated Online Syste. mengintegrasikan sistem antar bagian yang ada di dalam organisasi serta mengintegrasikan sistem dealer-dealer Hyundai yang terdapat di seluruh Indonesia Daftar Pustaka