JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 ISSN : 2985-4768 IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PRESENSI SISWA DENGAN QR CODE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE V-MODEL (STUDI KASUS :SMKN 7 KABUPATEN TANGERANG) Abdul Gani Fattah1. Samso Supriyatna2 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten, indonesia e-mail: 1 gani. fattah10@gmail. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten, indonesia e-mail: 2 dosen02830@unpam. Abstract In the world of education, efficient administrative processes are very important to support the smooth running of teaching and learning activities. One aspect of administration that often requires special attention is recording student attendance. At SMKN 7 Tangerang Regency, recording student attendance is still carried out using attendance agenda books, namely through physical recording which is prone to causing data inaccuracies and takes quite a long time. This condition hampers efficiency in the process of processing student attendance data which should be done more quickly and accurately. This research aims to overcome problems in the student attendance process which is still carried out using the attendance agenda book at SMKN 7 Tangerang Regency. The scope of the research includes the development of a webbased student attendance information system using QR Code as a media for identifying attendance. This system is designed to be accessed by teachers and students, so that the attendance process can be carried out digitally and in real-time. The system development method used is the V-Model. The final results of the research show that the implementation of a QR Code-based attendance information system increases efficiency, reduces the potential for fraud, speeds up data validation, and makes recaps, reports and evaluations of student discipline easier. Keywords: Information System. Attendance. QR Code. V-Model. Web Abstrak Dalam dunia pendidikan, proses administrasi yang efisien sangat penting untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Salah satu aspek administrasi yang sering kali memerlukan perhatian khusus adalah pencatatan kehadiran siswa. Di SMKN 7 Kabupaten Tangerang, pencatatan presensi siswa masih dilakukan dengan cara menggunakan buku agenda presensi, yaitu melalui pencatatan secara fisik yang rawan menyebabkan ketidak akuratan data dan memakan waktu yang cukup lama. Kondisi ini menghambat efisiensi dalam proses pengolahan data kehadiran siswa yang seharusnya dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam proses presensi siswa yang masih dilakukan dengan cara yang masih menggunakan buku agenda presensi di SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Ruang lingkup penelitian mencakup pengembangan sistem informasi presensi siswa berbasis web dengan pemanfaatan QR Code sebagai media identifikasi kehadiran. Sistem ini dirancang untuk diakses oleh guru dan siswa, sehingga proses presensi dapat dilakukan secara digital dan real-time. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah V-Model. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi presensi berbasis QR Code meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi kecurangan, mempercepat validasi data, serta mempermudah rekap, laporan, dan evaluasi kedisiplinan Kata Kunci : Sistem Informasi. Presensi. QR Code. V-Model. Aplikasi Web https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 PENDAHULUAN Pada era digital yang terus berkembang pesat, teknologi informasi telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan pendidikan adalah sistem administrasi kehadiran siswa. Di banyak sekolah, pencatatan kehadiran siswa masih dilakukan dengan cara-cara yang belum memanfaatkan teknologi, seperti menggunakan kertas atau absensi tulis tangan. Metode ini memiliki berbagai kelemahan, seperti rentan terhadap kesalahan pencatatan, pemalsuan data, kehilangan data, dan menyulitkan proses rekapitulasi kehadiran. Absensi merupakan bentuk informasi tentang kehadiran siswa di sekolah dan dilakukan setiap hari selama masa studi. Namun, beberapa sekolah masih menggunakan lembar absensi yang belum terotomatisasi. Salah satunya di SMKN 7 Kabupaten Tangerang, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi sistem yang ada saat ini. Sistem permasalahan, khususnya terkait keakuratan data kehadiran siswa. Sistem yang belum terotomatisasi di SMKN 7 Kabupaten Tangerang menimbulkan beberapa masalah spesifik, yaitu ketidakakuratan data kehadiran siswa. Sering kali terjadi kasus di mana siswa yang seharusnya tidak hadir justru tercatat hadir karena adanya pemalsuan atau kesalahan pencatatan. Hal ini menyebabkan data yang seharusnya menjadi cerminan kedisiplinan siswa menjadi tidak valid. Selain itu, proses perubahan data akibat pengajuan izin sakit atau keterlambatan juga masih tidak efisien dan berpotensi menimbulkan kesalahan baru. Apabila permasalahan ini tidak ditangani dengan baik, maka kesalahan data kehadiran akan terus berulang setiap tahunnya. Kondisi ini dapat mendorong siswa untuk tidak hadir tanpa alasan karena adanya peluang manipulasi data. Selain itu, kesalahan dalam pencatatan kehadiran juga dapat mempengaruhi penilaian sikap siswa, sehingga menimbulkan ketidakadilan dan bertentangan dengan tujuan pendidikan dalam membentuk karakter siswa yang jujur dan bertanggung jawab. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu solusi yang mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses absensi siswa. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan merancang sistem informasi presensi siswa berbasis web yang memanfaatkan teknologi QR Code. Sistem ini diharapkan dapat membantu guru dalam melakukan proses absensi secara lebih cepat, akurat, dan transparan, manipulasi data. Dengan adanya sistem ini, proses absensi dapat dilakukan secara real-time melalui https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 pemindaian QR Code oleh siswa. Data kehadiran akan memudahkan proses pengelolaan dan pemantauan kehadiran siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada perancangan sistem informasi presensi siswa berbasis web dengan QR Code sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sistem administrasi pendidikan di SMKN 7 Kabupaten Tangerang. 1 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat beberapa masalah yang dapat diuraikan sebagai berikut: Proses absensi yang sekarang digunakan di SMKN 7 Kabupaten Tangerang kurang efisiensi karena dalam pengelolaan data kehadiran siswa masih menggunakan agenda buku absensi. Data kehadiran siswa yang tidak akurat dapat berdampak pada penilaian sikap siswa dan proses pembelajaran secara keseluruhan. Mengelola data absensi dengan menggunakan buku absensi membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak, serta rentan terhadap kesalahan 2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat beberapa rumusan masalah yang dapat diuraikan sebagai Bagaimana merancang dan membangun sistem informasi presensi siswa dengan QR Code berbasis web yang efektif dan efisien di SMKN 7 Kabupaten Tangerang? Bagaimana informasi presensi siswa dengan QR Code berbasis web di lingkungan SMKN 7 Kabupaten Tangerang menjadi lebih akurat? Bagaimana mengevaluasi efektivitas penggunaan sistem informasi presensi siswa dengan QR Code berbasis web agar waktu dan tenaga yang dibutuhkan lebih seditikit, serta tidak adanya kesalahan dalam pencatatan? 3 Batasan Masalah Penelitian sistem informasi presensi ini hanya di khususkan untuk Siswa SMKN 7 Kabupaten Tangerang dan diharapkan dapat mengatasi masalah yang dialami. Dan untuk itu dibutuhkan batasan-batasan sebagai berikut: Sistem presensi yang dibangun berbasis web dan dapat diakses melalui perangkat yang terhubung ke Penggunaan QR Code sebagai metode identifikasi kehadiran siswa. Pengembangan sistem menggunakan metode VModel. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 Fokus penelitian pada perancangan, implementasi, dan evaluasi sistem presensi. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP. Database yang digunakan untuk sistem adalah 4 Manfaat Penelitian Sebuah penelitian didasari dengan permasalahan dan dari permasalahan yang coba di atasi tersebut pasti terdapat manfaat. Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat sebagai berikut: Bagi Penulis Memberikan Pengetahuan dan pengalaman untuk membantu dalam proses pembelajaran serta mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai teknologi informasi, khususnya di bidang pemrograman untuk situs web. Bagi Universitas Penelitian ini dapat memperkaya literatur ilmiah di bidang sistem informasi, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, serta penelitian ini dapat menjadi bahan ajar yang relevan dan mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin berbasis Bagi Instansi Pengurangan waktu yang dibutuhkan guru untuk mengelola data absensi dan data absensi yang akurat dapat digunakan untuk memantau kehadiran siswa serta mengindentifikasi siswa yang membutuhkan perhatian khusus. PENELITIAN YANG TERKAIT Pada penyusunan skripsi ini penulis mendapatkan beberapa referensi dari penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik yang penulis Berikut ini adalah penelitian yang penulis rujuk antara lain: Pada jurnal Khoirunnisya yang berjudul Sistem Absensi Menggunakan Scan QR Code Berbasis Web. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun suatu aplikasi website yang memudahkan admin dalam melakukan proses absensi di sekolah, dan hasil penelitian ini berupa aplikasi yang memanfaatkan Qr Code sebagai komponen utama dalam membantu proses absensi. Metode yang diterapkan untuk pengembangan sistem absensi QR code dalam mengembangkan sistem ini adalah prototype. Pengembangan sistem absensi siswa berbasis web ini mampu menunjang dan mempermudahkan admin dalam mencatat data absensi siswa, menghindari proses kecurang pada https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 saat melakukan pencatatan kehadiran dan meningkatkan keamanan data. Berdasarkan hasil analisis dan perancangan dari penerapan QR Code untuk absensi siswa berbasis website maka dapat disimpulkan beberapa hal, sistem ini diharapkan mampu untuk mempermudah pihak sekolah dalam proses pengelolaan data absensi siswa dan aplikasi presensi dengan memanfaatkan QR Code jauh lebih praktis dan dapat menyimpan informasi secara cepat dengan respon yang cepat. Pada jurnal Ekky Wahyu Septiano. Anang Pramono yang berjudul Pengenbangan Apikasi Berbasis Web pada Absensi Siswa dengan memanfaatkan QR Code di SMK IPEMS Surabaya. Penelitian ini bertujuan agar dengan menggunakan QR Code proses abesensi menjadi lebih cepat dibandingkan metode manual, siswa cukup memindai QR Code yang diberikan dan data kehadiran akan tercatat secara otomatis. Aplikasi dibangun menggunakan metode waterfall, data kehadiran siswa didapat dengan cara siswa menunjukan ID Card yang berisi QR Code lalu di Scan melalui aplikasi absensi. Saat jam kosong siswa juga bisa melakukan absensi dengan menscan barcode kelas yang tertempel di dinding kelas dengan menggunakan aplikasi absensi proses scaning QR Code memakan waktu kurang dari 1 Dengan menggunakan QR code, proses absensi menjadi lebih cepat dibandingkan metode Siswa cukup memindai QR code yang diberikan, dan data kehadiran akan tercatat secara Penggunaan QR code mengurangi kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada absensi manual, seperti kesalahan penulisan atau ketidakjelasan tanda tangan. Aplikasi berbasis web memungkinkan akses yang lebih mudah dan fleksibel bagi pihak sekolah untuk memantau kehadiran siswa kapan saja dan di mana saja. Data absensi yang terstruktur dan tersimpan secara digital memudahkan dalam pengolahan dan analisis data kehadiran siswa, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan akademik dan Integrasi. Pada jurnal Aprilia Baiin. Sri Mulyana. Venissa Cornelista. Erawaty. Reza Maulana yang berjudul Rancang Bangun Aplikasi Presensi Siswa Menggunakan QR Code Pada SMK Negeri 3 Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses absensi siswa di SMK Negeri 3 Pontianak melalui pengembangan aplikasi berbasis website. Menggantikan sistem manual yang rentan terhadap kesalahan, penelitian ini memanfaatkan metode QR Code sebagai alat untuk merekam dan merekap absensi siswa. Pada penelitian ini menggunakan metode waterfall JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 dalam pengembangan perangkat lunak. Metode Waterfall, juga dikenal sebagai pendekatan sequent sequential atau model linier, adalah salah satu model pengembangan perangkat lunak yang mengikuti pendekatan tata kelola proyek yang Dengan penerapan QR Code untuk absensi siswa berbasis web, kita dapat menyimpulkan bahwa teknologi ini memberikan sejumlah keuntungan bagi seluruh ekosistem Pertama. QR Code mempercepat dan mempermudah proses pengelolaan data absensi siswa, mengurangi risiko kesalahan manual dan meningkatkan efisiensi administratif bagi pihak administrasi sekolah. Kedua, keberadaan website ini membuka peluang untuk penyajian laporan harian, bulanan, dan tahunan secara lebih sistematis, memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pemangku kepentingan seperti kepala sekolah, wali kelas. BK, dan orang tua. Terakhir, keterlibatan siswa dalam penggunaan QR Code pada sistem absensi berbasis web menunjukkan adopsi teknologi yang mudah dan lingkungan belajar yang lebih modern dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, penerapan QR Code pada absensi siswa berbasis web memberikan dampak positif yang menyeluruh dalam aspek administratif dan interaksi siswa di lingkungan sekolah. Pada jurnal penelitian Vitriani. Wahyu Nur Rohman. Melly Navalia yang berjudul Perancangan Sistem Informasi Absensi Siswa Menggunakan QR Code Berbasis Web. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Metode penelitian dan pengembangan termasuk dalam kategori penelitian Auneed to doAy, yaitu penelitian yang hasilnya pekerjaan, sehingga kalau pekerjaan tersebut dibantu dengan produk yang dihasilkan dari R&D maka akan semakin produktif, efektif dan efisien. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model Waterfall yang terdiri dari Analisa kebutuhan. Desain sistem. Implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Tujuan penelitian ini dengan adanya Sistem Informasi Absensi Siswa Menggunakan QR Code Berbasis web ini proses absensi dan pengolahan rekapitulasi data siswa akan menjadi efektif dan kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut. Dengan adanya Sistem Informasi Absensi Siswa Menggunakan QR Code Berbasis Web ini proses absensi dan pengolahan rekapitulasi data siswa akan menjadi efektif dan praktis. Pada jurnal Ita Fitrianti. Nur Fitrianingsih. Ilyas, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Wahyudin. Leo Wardi yang berjudul Perancangan Aplikasi Presensi Berbasis QR Code untuk Efisiensi Manajemen Kehadiran Siswa MAN 1 Bima. Penelitian ini bertujuan untuk Merancang aplikasi absensi siswa berbasis QR code dan mengetahui Tingkat kelayakan aplikasi. Mengukur Efisiensi keberhasilan implementasi aplikasi absensi pada perbaikan manajemen kehadiran siswa MAN 1 Bima. Metode penelitian pada penelitiian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), dengan menerapkan model XP (Extreme Programin. yang menerapkan prinsip pengembangan perangkat lunak berbasis agile atau mengutamakan adaptasi terhadap perubahan dan mementingkan fungsional aplikasi. Model XP (Extreme Programin. digunakan pada pengembangan aplikasi dalam skala kecil. Hal ini karena metode ini terhitung cukup sederhana dan ringkas namun tetap mengaplikasikan berbagai prinsip agile yang dianggap break through dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas pengerjaan pengembangan perangkat lunak. Berdasarkan tahap penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat ditarik Kesimpulan dari hasil perancangan aplikasi absensi siswa berbasis QR Code di MAN 1 Bima ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya data absensi tidak mudah hilang, praktis dalam melakukan absen, data absen tidak mudah robek, tidak repot membawa absen karna absen tersedia di handphone. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan rangkaian kegiatan dalam mencar kebenran dari suatu studi Yang diawali dengan gagasan yang membentuk rumusan masalah dan dengan bantuan penelitian terdahulu, sehingga penelitian dapat di olah hingga membentuk Kesimpulan. Dalam melakukan penelitian ini digunakan sebuah metode penelitian untuk mengumpulkan data-data sebagai pendukung untuk merancang sebuah sistem informasi presensi di SMKN 7 Kabupaten Tangerang metode yang digunakan antara lain: Observasi Penulis melakukan pengumpulan data informasi dengan mengamati sistem presensi di SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Observasi secara umum dapat dipahami sebagai proses melihat suatu objek atau masalah tertentu, sehingga metode observasi pembelajaran bagi penulis dengan pengamatan suatu objek atau pokok permasalahan yang di JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 kemukakan atau di sampaikan oleh guru. Dokumentasi Dokumentasi merujuk segala bentuk tulisan, cetakan atau rekaman yang dapat dijadikan sebagai bukti informasi. Tujuan dari dokumentasi adalah untuk mengumpulkan informasi yang bersumber dari arsip dan dokumen absensi siswa yang di miliki oleh SMKN 7 Kabupaten Tangerag yang berhubungan dengan masalah yang di bahas. Wawancara Metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung kepada pihak terkait terhadap permasalahan yang berhubungan secara langsung. Pada tahap ini peneliti melakukan wawancara kepada Pimpinan SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Tinjauan Pustaka Penulis melakukan tinjauan pustaka yaitu dengan mengumpulkan data dari jurnal-jurnal referensi dan sumber-sumber lain yang dapat mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini penulis mencari referensi dari jurnal-jurnal yang terkait dengan judul. Penjelasan mengenai tahapan metodologi dalam pengembangan sistem ini adalah: Metode Pengembangan Sistem Dalam proses pembuatan web ini peneliti menggunakan metode v-model. Metode ini merupakan pengembangan dari model waterfall. Disebut pengembangan karena tahap-tahapnya hampir sama dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model V proses dilakukan bercabang, makan dalam model waterfall proses dijalankan secara linier. Dalam V model ini digambarkan hubungan antara proses pengembangan software dengan tahap pengujiannya ISSN : 2985-4768 Requirement Analysis and Acceptance Testing Dalam tahap ini mendapatkan hasil yaitu: dari tahap Requirement Analysis adalah dokumentsi kebutuuhan user. Dan dari tahap Acceptance Testing adalah tahapan yang akan menganalisa apakah dokumen tersebut dapat digunakan oleh user atau tidak. System Design & System Testing Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem yang mengacu pada dokumentasi kebutuhan user yang sudah dibuat pada tahap Hasil dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi sistem secara umum, struktur data, dan lain lain. Selain itu tahap System Design & System Testing juga menghasilkan contoh tampilan dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram. Architecture Design & Integration Testing Architecture Design & Integration Testing adalah dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasarkan kepada beberapa hal seperti: pemakaian tiap modul, hubungan antar interface , ketergantungan tabel dalam database, dan detail teknologi yang dipakai. Module Design & Unit Testing Pada tahap ini perancangan dipisah menjadi modul yang lebih kecil. Setiap modul diberi penjelasan untuk mempermudah programmer Dalam tahap ini dilakukan pemrograman pada setiap modul yang sudah dibentuk 2 Analisa dan Perancangan 1 Analisa Sistem Berjalan Sistem presensi siswa yang saat ini berjalan di SMKN 7 Kabupaten Tangerang masih bersifat konvensional, yaitu dengan mencatat kehadiran dengan menggunakan buku agenda absensi. Setiap pagi. Wali kelas atau petugas piket mencatat satu per satu kehadiran siswa berdasarkan daftar yang tersedia. Setelah jam masuk berakhir, absensi dikumpulkan dan diserahkan ke pihak admin tata usaha untuk direkap. Proses ini dilakukan setiap hari dan memerlukan waktu serta tenaga yang cukup besar. Gbr 1. V-Model https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 ISSN : 2985-4768 1 Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan alat bantu dalam merancang basis data yang berfungsi untuk memodelkan hubungan antar entitas secara visual dan Gbr 2. Analisa Sistem Berjalan 2 Analisa Sistem yang Usulan Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi terhadap sistem presensi menggunakan buku agenda yang masih digunakan di SMKN 7 Kabupaten Tangerang, maka dirancanglah sebuah sistem informasi presensi siswa berbasis QR Code pada setiap mata pelajaran. Sistem ini bertujuan untuk mengotomatisasi proses pencatatan kehadiran siswa secara digital dan real-time. Setiap siswa akan men-scan QR Code yang di tampilakan oleh guru mata pelajaran tersebut. Gbr 4. Entity Relationship Diagram 2 Logical Record Structure (LRS) Logical Record Structure (LRS) merupakan representasi logis dari struktur tabel yang telah diturunkan dari Entity Relationship Diagram (ERD). LRS menyajikan rincian atribut untuk masing-masing tabel, lengkap dengan tipe data dan relasi antar tabel. Gbr 3. Analisa Sistem yang Usulan 3 Perancangan Basis Data https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 ISSN : 2985-4768 Gbr 5. Logical Record Structure 4 Perancangan UML Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan standar yang digunakan dalam rekayasa perangkat lunak untuk menggambarkan, menspesifikasi, merancang, dan mendokumentasikan sistem berbasis perangkat lunak. Activity Diagram Admin (Mengelola Data 1 Use Case Diagram Use Case Diagram menggambarkan interaksi antara aktor . dan Gbr 8. Activity Manage data Siswa Gbr 6. Use Case Diagram Activity Diagram Admin (Rekap Lapora. 2 Activity Diagram Activity diagram menggambarkan aliran kerja . atau aktivitas dari sebuah sistem. Activity Diagram Login Gbr 7. Activity Diagram Login https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Gbr 9. Activity Manage Laporan Presensi JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 Activity Diagram Generate QR Code ISSN : 2985-4768 3 Sequence Diagram Sequence diagram adalah salah satu jenis diagram dalam Unified Modeling Language (UML) yang digunakan untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam suatu sistem berdasarkan urutan waktu. Diagram ini menunjukkan bagaimana pesan dikirim antar objek tau komponen sistem untuk menjalankan suatu proses atau fungsi tertentu. Setiap objek digambarkan sebagai lifeline . aris vertika. , sedangkan komunikasi antar objek direpresentasikan dengan panah menunjukkan aliran pesan. Sequence Diagram Login Gbr 10. Activity Diagram Generate QR Code Activity Diagram Siswa Presensi Gbr 12. Sequence Diagram Login Sequence Diagram Admin (Mengelola Data Sisw. Gbr 11. Activity Diagram Siswa Presensi Gbr 13. Sequence Diagram Admin (Mengelola data Sisw. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 ISSN : 2985-4768 Gbr 16. Sequence Diagram Siswa Presensi Sequence Diagram Admin (Rekap Lapora. 4 Class Diagram Class Diagram merupakan salah satu tipe diagram yang bersifat struktural dalam Unified Modeling Language (UML) yang dipakai untuk menunjukkan struktur tetap dari suatu sistem yang berbasis objek. Diagram ini memperlihatkan beberapa kelas yang terdapat dalam sistem serta atribut, metode . , dan hubungan di antara kelas seperti asosiasi, generalisasi, dan ketergantungan. Class diagram berperan dalam membantu pemahaman mengenai bagaimana data dan fungsi saling berinteraksi dalam Gbr 14. Sequence Diagram Admin (Rekap Lapora. Sequence Diagram Generate QR Code Gbr. Sequence Diagram Generate QR Code Sequence Diagram Siswa Presensi Gbr 17. Class Diagram https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 ISSN : 2985-4768 Code 5 Perancangan User Interface Perancangan antarmuka . ser interfac. merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna dengan sistem. Dengan desain antarmuka yang baik diharapkan pengguna dapat lebih mudah dalam menggunakan sistem. Halaman Siswa Presensi Halaman Login Gbr 22. Halaman Siswa Presensi HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Implementasi Gbr 18. Halaman Login Halaman Dashboard Admin ( Data Sisw. Tahap implementasi adalah proses pelaksanaan aktual keadaan sebenarnya dari proses analisis dan perencanaan menjadi suatu program yang dapat Pada tahap ini dilakukan instalasi sistem, pengoperasian sistem, serta pengujian pada sistem yang mungkin dapat terjadi kesalahan. Implementasi menjadi langkah krusial untuk memastikan sistem berjalan sesuai 2 Hasil User Interface Halaman Login Gbr 19. Halaman Dashboard Admin ( Data Sisw. Halaman Dashboard Admin (Lapora. Gbr 23. Halaman Login Gbr 20. Halaman Dashboard Admin (Lapora. Halaman Dashboard Admin Halaman Dashboard Guru Generate QR Code Gbr 21. Halaman Dashboard Guru Generate QR https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 ISSN : 2985-4768 Halaman Menu Laporan Presensi Gbr 24. Halaman Dashboard Admin Gbr 28. Halaman Menu Lapran Presensi Halaman Dashboard Guru Halaman Menu Data Siswa Gbr 29. Halaman Dashboard Guru Gbr 25. Halaman Menu Data Siswa Gbr 30. Halaman Menu Presensi Gbr 26. Halaman Menu data Guru Halaman Menu Presensi Halaman Menu Data Guru Halaman Menu Data Mata Pelajaran Gbr 27. Halaman Menu Data Mata Pelajaran https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Halaman Dashboard Siswa Gbr 31. Halaman Dashboard Siswa JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. April 2026 Halaman : 1-13 Halaman Menu Scan QR Code Gbr 32. Halaman Scan QR Code KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti mengenai Implementasi Sistem Informasi Presensi Siswa Dengan QR Code Berbasi Web Menggunakan Metode V-Model pada SMKN 7 Kabupaten Tangerang, peneliti dapat mengambil kesimpulan terhadap penelitian ini sebagai berikut : Implementasi sistem informasi presensi siswa berbasis QR Code terbukti meningkatkan efisiensi proses pencatatan kehadiran di SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Penggunaan QR Code mempercepat validasi data presensi. Data otomatis tersimpan di database sehingga mempermudah guru dan pihak sekolah dalam memantau kehadiran secara real time. Penerapan metode V-Model dalam pengembangan sistem presensi memberikan struktur kerja yang jelas, terukur, sistematis dan akurat. Setiap tahap pengembangan memiliki tahapan pengujian yang sepadan sehingga kesalahan dapat ditemukan lebih Pendekatan ini memastikan bahwa kebutuhan pengguna dianalisis secara mendalam lalu diuji kembali di tahap akhir agar hasilnya benar-benar sesuai ekspektasi. Sistem presensi berbasis web memberikan manfaat besar dalam pengelolaan administrasi sekolah. Data presensi yang tercatat otomatis, aman, dan dapat diakses kapan saja mempermudah proses rekap, laporan, serta evaluasi kedisiplinan siswa. Guru dan pihak sekolah dapat melihat pola kehadiran dengan cepat, sehingga pengambilan keputusan terkait tindakan atau pembinaan menjadi lebih tepat dan berbasis data. Transparansi meningkat karena informasi presensi dapat dibagikan kepada orang tua secara lebih akurat. 1 Saran Jika peneliti lain ingin melakukan penelitian tentang sistem ini, penulis menyarankan agar mereka mengembangkan sistem dengan menambahkan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 beberapa fitur notifikasi otomatis kepada orang tua atau wali melalui pesan WhatsApp atau email ketika siswa melakukan presensi. Dengan adanya fitur ini, komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi lebih efektif, meningkatkan pengawasan kehadiran siswa, serta membantu mencegah ketidakhadiran tanpa Selain itu, fitur notifikasi dapat menambah nilai manfaat sistem dan memperkuat peran teknologi dalam mendukung kedisiplinan serta proses pembelajaran di sekolah. DAFTAR PUSTAKA