Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Prodi Pendidikan Sosiologi Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Desember 2022 Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Analisis Kemandirian Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VI SDN 12 Singkawang Mita 1. Emi Sulistri 2. Mertika 3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Singkawang Email : mita54070@gmail. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Singkawang Email : emisulistri@gmail. Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Singkawang Email : mertika04261@gmail. Abstract. The purpose of this study is to describe the learning independence of students in class VI-B SDN 12 Singkawang. This research method is a qualitative descriptive researcher. The subjects in this study were 20 students of class VI-B SDN 12 Singkawang. The object of this research in the independence of students learning in social science subjects class VI SDN 12 Singkawang. The data collection instrument in this study was in the form of questionnaires and interviews in accordance with indicators of learning independence that had been tested with content validity. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data dan drawing conclusions. The result showed that students wery very independent when studying social studies subjects with an average 72,5. While students are confident when studying social studies subject have an average of 79 with very independent category, responsibility when studying social studies subject has an average of 81 with very indenpendent category, discipline when studying social studies subject has an average 85 with very indenpendent category and the initiative when studying social studies subject had an average 85 with indenpendent category. Keywords : Analysis. Learning Independence. Social Science lesson. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa di kelas VI-B SDN 12 Singkawang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 orang siswa kelas VI-B SDN 12 Singkawang. Objek dalam penelitian ini adalah kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VI SDN 12 Singkawang. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini berupa angket dan wawancara sesuai dengan indikator kemandirian belajar yang telah diujikan dengan validitas isi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sangat mandiri pada saat belajar pada mata pelajaran IPS dengan rata-rata 72,5. Adapun siswa percaya diri pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 79 dengan kategori sangat mandiri, tanggung jawab pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 81 dengan kategori sangat mandiri, displin pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 85 dengan kategori sangat mandiri dan inisiatif pada saat belajar mata pelajaran IPS mempunyai rata-rata 64 dengan kategori mandiri. Kata Kunci : Analisis. Kemandirian Belajar. Pelajaran IPS. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Dengan adanya pendidikan kehidupan manusia mengalami perubahan tingkah laku menuju kedewasaan Pendidikan sangat mempengaruhi peserta didik agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan. Hal tersebut sependapat dengan yang dikemukakan oleh Rahmat Hidayat, . 9: . Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberikan bimbingan atau pertolongan dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa kepada peserta didik untuk mencapai kedewasaanya serta mencapai tujuan agar peserta didik mampu melaksanakan tugas hidupnya secara Tujuan pendidikan salah satunya adalah menekankan pada pengembangan dan membentuk Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 watak yang mandiri, berarti membentuk peserta didik yang percaya diri, displin, inisiatif dan bertanggungjawab, cara untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran bagi peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam mencapai tujuan pendidikan yaitu untuk menjadikan manusia yang memilliki sikap mandiri dan dapat mengembangkan kemandirian dalam Kemandirian merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki setiap individu. Individu yang memiliki kemandirian mampu menghadapi masalah yang dihadapinya tanpa mengharapkan bantuan orang lain. Kemandirian adalah kemampuan untuk mengerjakan tugas sendiri menjaga diri sendiri, dan memulai kegiatan tanpa harus selalu diberi tahu apa yang harus dilakukan (Morrison, 2018:. Dengan kemandirian seseorang yang diarahkan atas kemauannya sendiri tanpa bergantung kepada orang lain, hal ini dapat seseorang lakukan dalam kemandirian belajarnya. Kemandirian belajar adalah suatu kebutuhan psikologis yang direflikasikan dalam bentuk aktivitas yang dalam rangka menyelesaikan masalah yang dihadapinya atas inisiatif, kemauan diri sendiri tanpa banyak bergantung kepada orang lain (Sriyono, 2015:. Dengan kemandirian belajar akan membuat seseorang selalu konsisten dan bersemangat belajar di manapun dan kapan pun. Hal tersebut dikarenakan dalam diri siswa sudah tertanamkan kesadaran dan kebutuhan belajar melalui tugas dan kewajiban, salah satunya adalah memiliki kesadaran pentingnya kemandirian belajar. kemandirian belajar dibentuk salah satunya di Sekolah Dasar dengan melalui pembelajaran yang ada di sekolah, salah satunya Ilmu Pengetahuan Sosial. IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar dan Pada jenjang tingkat dasar, mata pelajaran IPS gabungan dari materi pelajaran Geografi. Sejarah. Antropologi. Sosiologi, dan Ekonomi. Konsep dasar mempelajari IPS di tingkat sekolah dasar bermanfaat, karena dalam proses pembelajaran IPS anak dapat mengaitkan berbagai fakta, gagasan, dan peristiwa dari materi yang dipelajari, sehingga mereka akan lebih mudah menarik kesimpulan dari topik materi yang di ajarkan oleh guru IPS (Susanto, 2014:. IPS merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang tanggung jawab utamanya adalah membantu membantu peserta didik dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai, yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat baik ditingkat lokal, nasional maupun global (Zubaedi, 2011:. Ilmu pengetahuan sosial bidang studi yang diberikan pada jenjang pendidikan, bukan hanya memberikan bekal pengetahuan saja, tetapi memberikan bekal nilai dan sikap serta keterampilan dalam kehidupan peserta didik di masyarakat, peranan IPS sangat penting untuk mendidik peserta didik mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar dapat aktif berpartisipasi dalam kehidupan dan warga negara yang baik. Berdasarkan hasil angket dan wawancara dengan informan utama kepada siswa kela VI-B SDN 12 Singkawang yang berjumlah 6 orang siswa. Di peroleh informasi sebagian besar masih ada siswa mengikuti proses pembelajaran tidak sesuai yang diharapkan seperti mandiri dalam belajar yaitu siswa kurang percaya diri dikarenakan masih ada siswa malu bertanya jika ada materi yang belum dipahami, siswa kurang displin dikarenkan masih ada siswa tidak memperhatikan penjelasaan materi yang guru Siswa kurang tanggung jawab ditunjukkan dengan masih ada siswa tidak mengumpulkan tugas tidak tepat waktu yang ditentukan oleh guru. Siswa kurang inisatif dikarenakan masih ada siswa tidak mencatat materi yang ditulis dipapan oleh guru. Berdasarkan pemaparan diatas menunjukkan bahwa kemandirian belajar sangat penting ditanamkan sejak dini karena akan mempengaruhi kualitas belajar siswa. Membentuk kemandirian belajar siswa dilakukan di sekolah salah satunya melalui pelajaran IPS. Dari Pemaparan diatas tentang kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPS maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk karya ilmiah skripsi dengan judul Au Analisis Kemandirian Belajar Siwa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VI SDN 12 Singkawang. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif derngan metode deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar dalam bentuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu hal yang bersifat ilmiah atau sesuai dengan keadaan sebenarnya tanpa rekayasa (Sukmadinata, 2015:. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI-B yang berjumlah 6 orang siswa terdiri dari 3 orang siswa kemandirian belajar kategori sangat mandiri dengan rata-rata 82 dan 3 orang siswa kemandirian belajar kategori mandiri dengan rata-rata Wawancara ke informan pendukung 1 guru kelas siswa kelas VI-B. Kemudian objek dalam penelitian ini adalah Kemandirian belajar Siswa pada mata pelajaran IPS kelas VI SDN 12 Singkawang. Teknik Pengumpul data yaitu suatu proses dimana peneliti memperoleh dan mengumpulkan data untuk di teliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah non tes. Teknik non tes dalam penelitian ini berupa angket dan wawancara. Adapun untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan uji kredibilitas, yaitu triangulasi teknik. Triangulasi teknik yang digunakan yaitu angket dan wawancara. Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman . alam sugiyono, 2013:. Teknik analisis interaktif terdiri dari atas tiga komponen yaitu: Reduksi Data. Penyajian Data dan Penarik Kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil Angket Hasil angket kemandirian belajar siswa dapat dilihat dari keseluruhan skor dari ketiga indikator kemandirian belajar siswa diperoleh data tingkat kemandirian belajar siswa yang dikelompokkan tiga kategori. Kemandirian belajar siswa tiap kategori disajikan dalam tabel 4. 1 sebagai berikut. Tabel 4. 1 Kemandirian Belajar Siswa Tiap Kategori Banyak Siswa Jumlah Skor Angket Rata-Rata Skor Angket Kategori RataRata Angket Sangat Mandiri Mandiri Cukup Mandiri Sangat mandiri Berdasarkan tabel 4. 1 kemandirian belajar siswa tiap kategori di lihat dari kemandirian belajar siswa paling banyak pada kategori mandiri dan paling sedikit pada kategori sangat mandiri. Dapat di lihat dari rata-rata kemandirian belajar siswa pada kelas VI-B SDN 12 Singkawang berada pada kategori sangat mandiri dengan rata-rata total skor angket 72,5. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Tabel 4. 2 Kemandirian Belajar Siswa Per Indikator Indikator Percaya diri Jumlah Respon Pada Tiap Tanggapan Jumlah Positif Negatif Skor Tidak Tidak Rata-Rata Angket Tanggung Displin Inisiatif Berdasarkan tabel 4. 2 kemandirian belajar siswa per indikator percaya diri yang terdiri dari pernyataan positif dan 2 pernyataan negatif mempunyai rata-rata 79 dengan kategori sangat Pada indicator tanggung jawab terdiri dari pernyataan positif 2 dan 2 pernyataan negatif mempunyai rata-rata 81 dengan kategori sangat mandiri. Displin yang terdiri dari pernyataan positif dan 2 pernyataan negatif mempunyai rata-rata 85 dengan kategori sangat mandiri. diri yang terdiri dari pernyataan positif dan 2 pernyataan negatif mempunyai rata-rata 64 dengan kategori mandiri. Hasil Wawancara Untuk mendapatkan informasi kemandirian belajar siswa, peneliti melakukakan wawancara dengan informan 6 orang. hasil wawancara terlihat bahwa subjek sangat mandiri dalam pelajaran IPS. Maka dapat disimpulkan bahwa subjek (B-06. B-10 dan B-. yang berkategori kemandirian belajar subjek masih belum percaya diri masih malu menyampaikan pendapat dan bertanya jika ada materi yang belum di pahami, subjek tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh guru, mencatat materi saat guru menuliskan di papan tulis, subjek displin mengumpulkan tugas waktu, mendengarkan saat guru menjelaskan materi dan sebagian subjek inisiatif pada saat mencari referensi buku yang lain pada pelajaran IPS. Hasil wawancara terlihat bahwa subjek mandiri dalam pelajaran IPS. Maka dapat disimpulkan bahwa subjek (B-05. B-14, dan B-. yang berkategori kemandirian belajar subjek masih ada tidak percaya diri malu bertanya jika ada materi yang belum dipahami, ada subjek tidak ragu-ragu menyampaikan pendapat dan bertanya pada materi yang belum dipahami, subjek tanggung jawab mencatat saat guru menjelaskan materi, menyelesaikan tugas tepat waktu, subjek displin saat guru menjelsakan materi siswa memperhatikan, mengumpulkan tugas tepat waktu dan subjek inisiatif mencari referensi lain di Hasil wawancara kepada guru kelas VI-B SDN 12 Singkawang percaya diri dalam belajar, yaitu sebagian besar anak ada anak yang berani, ada juga yang tidak berani menyampaikan pendapat dan untuk anak yang aktif yang antusias bertanyanya memang berani memberikan pertanyaan mengenai pelajarab yang belum dipahaminya, ada juga 1 atau 2 anakanak yang tidak berani bertanya. Tanggung jawab dalam belajar yaitu siswa ada yang memperhatikan serius, ada juga 1 atau 2 anak yang tidak memperhatikan kita sebagai guru harus pandai mengarahkan ke siswa dan sebagian anak menyelesaikan tugas, diberi 5 soal dikerjakannya hanya 4 soal menyelesaikannya sambil bermain-main. Displin dalam belajar yaitu sebagian anak memperhatikan, karena guru mengarahkan, ada juga yang memperhatikan serius. Namun, ada juga anak-anak yang tidak memperhatikan dan sebagian besar banyak yang tepat waktu menyelesaikan tugas, tapi ada 1 atau 2 orang tidak tepat waktu mungkin karena sakit atau ada halangan lainnya. Inisiatif dalam belajar yaitu ada sebagian anak yang kengintahuannya kuat, mencari referensi sendiri di luar namum ada juga sebagian tidak antusias mencari dan ada beberapa anak yang dikatakan kemampuannya pikir dia selalu memberi ide-ide dalam pelajaran IPS. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 Pembahasan Berdasarakan data peneliti dapatkan melalui hasil angket dan wawancara, dapat dilihat kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran ips di kelas VI SDN 12 Singkawang. Data yang dibahas adalah data valid yang didapat dari hasil triangulasi data. Data yang valid itu didapat dari melihat kesamaan kata hasil angket dan wawancara dengan subjek penelitian. Berikut hasil wawancara percaya diri guru selalu mengarahkan siswa agar percaya diri dalam proses pembelajaran IPS guru siswa diarahkan untuk yakin terhadap diri sendiri serta berani bertanya pada saat mengalami kesulitan dalam memahami materi IPS yang telah disampaikan. Percaya diri dalam belajar, yaitu sebagian besar anak ada anak yang berani, ada juga yang tidak berani menyampaikan pendapat dan untuk anak yang aktif yang antusias bertanyanya memang berani memberikan pertanyaan mengenai pelajaran yang belum dipahaminya, ada juga 1 atau 2 anak-anak yang tidak berani bertanya. Berdasarkan hasil wawancara dapat dilihat bahwa siswa kelas VI-B percaya diri dalam belajar hanya sebagian siswa berani menyampaikan pendapat serta bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Temuan penelitian sejalan dengan penelitian Suid . menyatakan bahwa percaya kepada kemampuan sendiri, berani bertanya saat menemui kesulitan, berani mengemukakan pendapat. Wawancara ke guru mata pelajaran IPS, guru mengarahkan siswa agar tanggung jawab dalam pembelajaran yaitu memiliki kesadaran diri dalam belajar belajar serta mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Tanggung jawab dalam belajar yaitu siswa ada yang memperhatikan serius, ada juga 1 atau 2 anak yang tidak memperhatikan kita sebagai guru harus pandai mengarahkan ke siswa dan sebagian anak menyelesaikan tugas, diberi 5 soal dikerjakannya hanya 4 soal menyelesaikannya sambil bermain-main. Berdasarkan hasil wawancara bahwa siswa kelas VI-B tanggung jawab dalam belajar hanya sebagian siswa memperhatikan penjelasaan guru dan menyelesaikan tugasnya. Temuan penelitian sejalan dengan penelitian Tresnaningsih . menyatakan bahwa memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas dan pekerjaannya. wawancara ke guru mata pelajaran IPS, guru sudah mengarahkan siswa agar disiplin dalam pembelajaran yaitu memperhatikan penjelasan guru serta tidak menunda tugas yang diberikan guru. Displin dalam belajar yaitu sebagian anak memperhatikan, karena guru mengarahkan, ada juga yang memperhatikan serius. Namun, ada juga anak-anak yang tidak memperhatikan dan sebagian besar banyak yang tepat waktu menyelesaikan tugas, tapi ada 1 atau 2 orang tidak tepat waktu mungkin karena sakit atau ada halangan lainnya. Berdasarkan hasil wawancara bahwa siswa kelas VI-B SDN 12 Singkawang displin dalam belajar hanya sebagian siswa memperhatikan penjelasan guru dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Temuan penelitian sejalan dengan penelitian Aisyah . menyatakan bahwa memperhatikan penjelasan guru dengan baik dan menyelesaikan tugas tepat waktu. wawancara ke guru mata pelajaran IPS guru mengarahkan siswa agar inisiatif dalam pembelajaran berusaha mencari referensi lain tanpa di suruh oleh orang lain serta belajar dengan keinginan sendiri. Inisiatif dalam belajar yaitu ada sebagian anak yang kengintahuannya kuat, mencari referensi sendiri di luar namum ada juga sebagian tidak antusias mencari dan ada beberapa anak yang dikatakan kemampuannya pikir dia selalu memberi ide-ide dalam pelajaran IPS. Dari pernyataan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VI-B inisiatif dalam belajar siswa hanya sebagian siswa mencari referensi sendiri serta memberi ide-ide dalam belajar IPS. Temuan penelitian sejalan dengan penelitian Hendriana . menyatakan bahwa kreatif adalah menciptakan situasi belajar yang menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang kemukakan oleh peneliti, maka disimpulkan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPS SDN 12 Singkawang adapun kesimpulannya sebagai berikut. Kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran IPS berada pada kategori sangat mandiri. Sebagian siswa mandiri dalam belajar mata pelajaran IPS. Hal ini dikarenakan siswa dapat memenuhi empat indikator kemandirian belajar siswa yaitu percaya diri pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori sangat mandiri, tanggung jawab pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori sangat mandiri, displin pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori sangat mandiri dan inisiatif pada saat belajar mata pelajaran IPS dengan kategori mandiri. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339-2401 / E-ISSN : 2477-0221 DAFTAR PUSTAKA