Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 7, Juli 2025 ISSN: 27342488 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS III DI MI SABILAL MUHTADIN BALIKPAPAN Jumrana Cina1, Mohammad Baihaqi2 Email: jumranacina1812@gmail.com1, bayihaqiebpp@gmail.com2 Sekolah Tinggi Agama Islam Balikpapan ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Picture and Picture learning model on student learning outcomes in the subject of science for grade III at MI Sabilal Muhtadin Balikpapan. The Picture and Picture model is a visual-based cooperative learning approach that aims to improve conceptual understanding in a concrete and interesting way through the use of images. This study used a quantitative method with a population of all grade III students and involved 15 respondents. The main instrument was a learning outcome test, and the data were analyzed using normality tests and simple linear regression. The results of the analysis showed that the data were normally distributed and the regression model was significant, with a t-count value (5.879) greater than the t-table (1.796), and a coefficient of determination (R²) of 72.7%. This indicates that the Picture and Picture model has a significant influence on student learning outcomes. Thus, this model is recommended as an alternative effective learning strategy in improving student understanding, especially in the subject of science at the Madrasah Ibtidaiyah level. Keywords: Picture And Picture Learning Model, Learning Outcomes, IPAS. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas III di MI Sabilal Muhtadin Balikpapan. Model Picture and Picture merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis visual yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep secara konkret dan menarik melalui penggunaan gambar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas III dan melibatkan 15 responden. Instrumen utama berupa tes hasil belajar, dan data dianalisis menggunakan uji normalitas dan regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan model regresi signifikan, dengan nilai t-hitung (5,879) lebih besar dari t-tabel (1,796), serta koefisien determinasi (R²) sebesar 72,7%. Hal ini menunjukkan bahwa model Picture and Picture memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, model ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, khususnya pada mata pelajaran IPAS di jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Kata Kunci: Model Pembelajaran Picture And Picture, Hasil Belajar, IPAS. 87 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas(Tilaar, 2002). Dalam proses pembelajaran, pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam memahami materi (Rusman 2012). Guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif agar siswa lebih mudah menerima informasi dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sering kali dianggap sulit oleh sebagian siswa karena bersifat konseptual dan membutuhkan pemahaman yang mendalam (Sardiman, (2011). Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep secara konkret dan menarik. Salah satu model pembelajaran yang dinilai efektif dalam hal ini adalah model Picture and Picture. Model Picture and Picture merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menggunakan gambar sebagai media utama dalam menyampaikan materi (Majid, (2013). Melalui pendekatan visual ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, mengembangkan imajinasi, serta meningkatkan daya ingat terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, model ini mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, karena mereka diminta untuk mengurutkan gambar sesuai alur cerita atau konsep yang dipelajari. MI Sabilal Muhtadin Balikpapan sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS masih tergolong rendah. Hal ini mendorong perlunya inovasi dalam penggunaan model pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di MI Sabilal Muhtadin Balikpapan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta menjadi referensi bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. ME TODE PE NE LITIA N Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliltian kuantitatif. Menurut sugiyono (2019), metode penelitian kuantitatif dapat dilartikan sebagai metode peneliltian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen peneliltian, analisis data bersifat kuantitatilf/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas III MI Sabilal Muhtadin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III MI Sabilal Muhtadin tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah jenis instrumen angket atau kuesioner. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda yang dibuat melalui google form. Kemudian dilanjutkan dengan Uji yang digunakan adalah uji normalitas dan uji regresi untuk melihat hasil pengaruhnya. i i i i i HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan di MI Sabilal Muhtadin tahun ajaran 2024/2025, dengan Jumlah responden yaitu 15 siswa/i kelas III. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 10 Mei 88 hingga 15 mei 2025 a. Uji Normalitas Tes normalitas ini dipakai untuk melihat apakah sampel tersebut mewakili suatu populasi dengan populasi yang berdistribusi normal (Ghozali 2011). Berdasarkan tabel output SPSS tersebut, diketahui bahwa nilai signifikansi Asiymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,332 lebih besar dari 0,05 (Faqirllmu, 2022). Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas kolmogorov-smirnov di atas, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi. Berdasarkan tabel output SPSS tersebut, diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,332, lebih besar dari batas signifikansi sebesar 0,05. Maka, sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi telah terpenuhi (Cahyono, 2015). Uji normalitas ini penting dilakukan karena salah satu asumsi klasik dalam analisis regresi linier adalah bahwa residual (galat) atau error model harus terdistribusi normal (Binus University Accounting, 2021). Ketika distribusi residual bersifat normal, maka model regresi akan menghasilkan estimasi yang tidak bias dan efisien, serta memungkinkan pengujian hipotesis dilakukan secara valid (Gujarati & Porter, 2009). Namun, dalam penelitian ini digunakan pendekatan statistik (Kolmogorov-Smirnov) untuk memberikan hasil yang lebih objektif. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak terdapat penyimpangan signifikan dari distribusi normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data telah memenuhi asumsi normalitas dan analisis regresi dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya (Cahyono 2015), b. Uji Regresi Uji Regresi adalah untuk menentukan seberapa kuat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, serta mengukur besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018).untuk memastikan data berdistribusi normal Dari hasil regresi dengan menggunakan program SPSS, maka didapatkan koefisien regresi yang dapat dilihat pada tabel. Dari hasil regresi dengan menggunakan program SPSS, maka didapatkan koefisien regresi yang dapat dilihat pada tabel. Berdasarkan output tersebut, nilai t hitung adalah 5,879. Nilai t-hitung adalah 5,879 dan t-tabel 1,796. Membandingkan kedua nilai ini, terlihat bahwa nilai t-hitung (5,879) jauh lebih besar daripada nilai t-tabel (1,796). Dalam pengujian 89 hipotesis, ini mengindikasikan bahwa variabel independen yang diuji memiliki pengaruh yang sangat signifikan secara statistik terhadap variabel dependen pada tingkat signifikansi yang digunakan (misalnya, α=0,05). Interpretasi Nilai Koefisien Determinasi (R-squared) Berdasarkan hasil analisis regresi, nilai koefisien determinasi (R-squared) yang diperoleh dari tabel Model Summary adalah 72,7%. Angka ini memiliki makna yang sangat penting dalam interpretasi model regresi. Nilai R-squared sebesar 72,7% menunjukkan bahwa 72,7% variasi pada variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model regresi ini (Priyatno, 2016). Sisanya, yaitu 27,3% (100% - 72,7%), dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model atau variabel-variabel yang tidak dimasukkan dalam analisis (Sugiyono 2019). Pembahasan Berdasarkan dari hasil data yang dianalisis di atas dapat diketahui terdapat pengaruh yang besar dari model pembelajaran Picture and Picture terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS (sugiono, 2019). Ini adalah indikasi bahwa model yang telah Anda bangun memiliki daya prediksi atau daya jelas yang cukup kuat (Ghozali, 2018). Artinya, variabel-variabel independen yang digunakan dalam model ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen (Santoso, 2017). Semakin tinggi nilai R-squared, semakin baik kemampuan model dalam memprediksi atau menjelaskan variasi pada variabel dependen. Meskipun 72,7% merupakan angka yang baik, selalu ada ruang untuk peningkatan dengan mempertimbangkan variabel-variabel independen lain yang relevan atau memperbaiki spesifikasi model (Arikunto, 2013). Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, diperoleh persamaan regresi: X = 72,7 + Y 27,3 Di mana: • X adalah model pembelajaran picture and picture • Y adalah Hasil belajar siswa Koefisien regresi sebesar 72,7% menunjukkan bahwa setiap penambahan satu satuan pada variabel X (model pembelajaran picture and picture), akan meningkatkan nilai Y (Hasil belajar siswa) sebesar 27,3% satuan, menunjukkan bahwa 27,3% variasi dalam variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif yang telah dilakukan, dapat dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran picture and picture berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas III di MI Sabilal Muhtadin Balikpapan. Hal ini dibuktikan dari hasil uji regresi yang menunjukkan nilai t-hitung (5,879) lebih besar dari ttabel (1,796), yang berarti hipotesis diterima. Koefisien determinasi (R²) sebesar 72,7% menunjukkan bahwa model pembelajaran picture and picture mampu menjelaskan 72,7% variasi dalam hasil belajar siswa, sementara sisanya (27,3%) dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penerapan model picture and picture memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan visual bagi siswa, yang dapat menigkatkan pemahaman konsep secara konkret dan memperkuat daya ingat. Dengan demikian, penggunaann model picture and picture 90 sangat disarankan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam mata pelajaran IPAS untuk siswa tingkat Madrasah Ibtidaiyah. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta. Binus University Accounting. (2021, August 6). Memahami uji normalitas dalam model regresi. Cahyono, T. (2015). Statistik uji normalitas. Yayasan Sanitarian Banyumas. FaqirIlmu. (2022). Cara uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan SPSS. Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali,I.(2015). Statistik Uji Normalitas.Yayasan Sanitarian Banyumas. Gujaratih, D.N.,& Porter,D.C.(2009). Basic Econometrics.McGraw-Hill Education. Majid, A. (2013). Strategi pembelajaran. Remaja Rosdakarya. Priyatno, D. (2016). SPSS untuk analisis data statistik dan penelitian. Yogyakarta: Mediakom. Rusman. (2012). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Rajawali Pers. Santoso, S. (2017). Menguasai statistik dengan SPSS 24. Jakarta: Elex Media Komputindo. Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. RajaGrafindo Persada. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. PT Grasindo. 91