Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Pengaruh Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Kepada Sesama Terhadap Perilaku Bullying Ainun KhosiahA. Abdul Rouf2 A Madrasah Aliyah Negeri 4 Jombang. Indonesia Universitas Darul AUlum Jombang. Indonesia Email: ainunkhosiah175@gmail. Abstrak Fenomena yang menyita perhatian pendidikan zaman sekarang adalah perundungan . di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, maupun oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi antara nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq terhadap perilaku bullying di Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) MAN 4 Jombang. Responden terdiri dari 40 siswa dari kelas XII (MAPK) MAN 4 Jombang. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket dengan skala likert. Data dianalisis dengan uji regresi menggunakan SPSS versi 25 for Windows dengan hasil yang menunjukkan bahwa: Terdapat korelasi yang signifikan nilai-nilai pendidikan akhlak kepada sesama dalam Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir alKhollaq fi Aoilmil akhlaq dengan perilaku bullying pada siswa (MAPK) MAN 4 Jombang, sehingga hal ini menunjukkan efektivitas nilai-nilai akhlak dalam menurunkan bullying. MANPK 4 Jombang dapat terus memperkuat dan memperluas program pendidikan akhlaknya. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Akhlak. Kitab Al-Akhlak Lilbanat. Kitab Taisir Al-Khollaq Fi AIlmil Akhlaq. Bullying PENDAHULUAN Pendidikan berperan sebagai mekanisme institusional yang akan mengeksplorasi pembinaan karakter bangsa. Pendidikan berfungsi sebagai sarana mengintegrasikan reaktivasi karakter luhur budaya bangsa Indonesia dimasa lalu dan karakter yang dinilai inovatif serta kompetitif ke dalam kehidupan bangsa. 1 Pentingnya pendidikan khususnya pendidikan akhlak dan akhlak dalam kehidupan masyarakat menggugah pemerintah untuk merumuskan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU. No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional yakni: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa Agus Wibowo, . Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm : 20 Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pendidikan akhlak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas akhlak seharusnya menjadi jantung pendidikan madrasah terutama dalam kaitannya dengan pencegahan terhadap situasi yang tidak diinginkan seperti krisis moral atau akhlak siswa, apalagi di zaman modern ini, anak harus memiliki kedewasaan beragama. Untuk menghindari kenakalan remaja. Lembaga atau institusi pendidikan menjadi tempat belajar siswa yang mencerdaskan sekaligus menyenangkan. Tetapi, beberapa kasus yang terjadi belakangan ini membuktikan tampaknya ada yang keliru dalam proses perkembangan dunia pendidikan3 Banyak perilaku yang menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam masih belum berhasil dalam mendidik peserta didik dalam upaya membangun etika dan akhlak bangsa. Hal ini dikarenakan dalam proses pertumbuhan kesadaran nilai-nilai pendidikan agama saat ini hanya memperhatikan aspek kognitif saja dan menghiraukan aspek psikomotorik dan afektif. Hal ini mengakibatkan adanya kesenjangan pengetahuan dan pengalaman pada tiap individu siswa 4 Salah satu fenomena yang menyita perhatian pendidikan zaman sekarang adalah kekerasan di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, maupun oleh siswa terhadap siswa yang lainnya. Seringkali melihat anak-anak saling mengejek, mengejek atau mendorong Sampai saat ini, perilaku tersebut dianggap normal, hanya sebagai bentuk hubungan sosial antar anak, meskipun termasuk juga bullying. Namun mereka tidak menyadari hal tersebut, bahkan mereka tidak menyedari juga akibat yang terjadi ketika anak mengalami Kasus bullying yang demikian karena semula dianggap biasa, pada akhirnya kini menjamur dan menjadi penyakit yang menjadi fokus utama para pendidik agar ditanggulangi. Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Mendikbud Riste. Nadiem Makarim, mengatakan Indonesia memiliki urgensi besar untuk segera mengatasi perundungan yang ada di lingkungan satuan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan. Sebab, sekitar 25 persen peserta didik di Indonesia mengalami berbagai bentuk perundungan berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) 2021. Contoh nyata kasus bullying seperti yang terjadi di situs cyberbullying. Setidaknya, ada dua kasus yang melibatkan kelompok berbeda. Pertama, bullying di Universitas Gunadarma, di mana seorang mahasiswa yang diduga autis diperlakukan semena-mena dan ditertawakan oleh teman-temannya sendiri. Kedua, ada kasus dimana beberapa mahasiswa menganiaya dan melecehkan seorang mahasiswa, dimana salah satu pelakunya sendiri mengunggah rekamannya Undang-Undang Republik Indonesia. No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) Beserta Penjelasanya, (Bandung: Citra Umbara, 2. Hlm:7. Bagong Suyanto, . Problem Pendidikan dan Anak Korban Tindak Kekerasan. Yogyakarta: Suluh Media, hlm. Muhaimin, . Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Rajawali Press, hlm: 23. Gita Amanda https://news. id/berita/rv0kys423/mendikbudristek-indonesia-darurat-bullyingdi-sekolah, diakses tanggal 09 juni 2023 Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 yang kemudian menjadi viral. Selain dua kasus tersebut, bisa dipastikan masih banyak lagi kasus bullying di lembaga pendidikan tanah air. Banyaknya kejadian bullying yang dialami oleh banyak pelajar atau mahasiswa masih bisa menjadi angka yang memprihatinkan, dan masih banyak yang belum diketahui karena belum sampai ke dunia maya publik. Maraknya bullying yang dilakukan oleh siswa di sekolah menjadi bukti merosotnya nilainilai kemanusiaan adalah maraknya perundungan di sekolah yang semakin menghiasi lini berita di halaman-halaman media cetak dan elektronik. Tentu saja, kejadian-kejadian bullying tersebut tidak hanya mencoreng citra pendidikan yang diyakini masyarakat sebagai tempat humanisasi, tetapi juga menimbulkan berbagai pertanyaan, bahkan tuntutan hukum dari berbagai pihak yang semakin mengkritisi mempertanyakan esensi pendidikan di sekolah-sekolah saat ini. Tentu tidak dipungkiri di sekolah manapun ada satu, maupun dua kasus bullying yang terjadi, seremeh apapun kasusnya. Seperti kasus yang terjadi di MANPK 4 Jombang. Menurut Guru dalam beberapa wawancara menyatakan: AuKasus bullying di sekolah ini ada, walaupun tidak sampai menimbulkan korban tidak mau sekolah, yang terjadi kasus-kasus kecil namun apabila dibiarkan bisa saja menjadi kasus besar yang menimbulkan korban terluka serius baik fisik maupun Psikisnya. Seperti saling mengejek mengenai paras wajah, peringkat kelas. Kemudian mereka membentuk kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan yang secara tidak langsung menyudutkan beberapa pihak yang tidak bisa masuk dalam circle kelompok tersebut. Ay Dari penjelasan tentang bullying inilah yang membuat penulis tertarik untuk meneliti dan mengkaji secara mendalam tentang nilai-nilai pendidikan akhlak yang Islami dalam kitab AlAkhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq yang kebetulan menjadi program di MANPK 4 Jombang serta hubungannya dengan pencegahan perilaku bullying. Sehingga kehadiran Penelitian ini bertujuan untuk membutkikan pengaruh nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq terhadap perilaku bullying di MANPK 4 Jombang. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sedangkan jenis penelitiannya menggunakan kuantitatif asosiatif untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas (Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhla. serta variabel terikat Perilaku Bullying Siswa MANPK 4 Jombang. Penggunaan pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini bertujuan untuk membuktikan Pengaruh Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq Terhadap Perilaku Bullying Siswa MANPK 4 Jombang. Novan Ardy Wiyani, . Save Our Children from School Bullying. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Ibid, hlm : 193 Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Objek populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi MAN 4 Jombang. Menurut Mauludi populasi adalah himpunan sebuah individu atau objek yang menjadi bahan pembicaraan atau bahan penelitian. 8 Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu teknik penarikan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam mengambil sampelnya. 9 Pertimbangan untuk memenuhi sampel pada penelitian ini ialah siswa dan siswi yang sudah mempelajari kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq. Sampel Penelitian ini yaitu siswa dan siswa MANPK 4 Jombang yang berjumlah 40 dari kelas XII. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti menggunakan angket dengan skala Likert (LikertAos Summated Rating. untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomenan sosial. 10 Angket ini ditujukan pada siswa dan siswa kelas XII MANPK 4 Jombang yang berjumlah 40. Setelah data yang dibutuhkan terpenuhi peneliti melakukan pengkajian hipotesis atau analisis data dengan melakukan uji analisis regresi sederhana, yaitu analisis yang dilakukan terhadap satu variabel terikat dan satu variabel bebas. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Karakteristik Responden Responden yang dipilih peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah siswa dan siswi Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) MAN 4 Jombang yang berjumlah 40. Dalam hal ini, klasifikasi jenis kelamin responden dibagi menjadi dua bagian yang dijelaskan pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Persentase Kriteria Siswa Jenis Kelamin Frekuensi Presentase Laki-laki Perempuan Total Ali Mauludi. Teknik Belajar Statistik 2,(Jakarta:AlimAs Publishing,2. , hlm. Suharsimi Arikunto. Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hlm. Mawardi. "Rambu-rambu penyusunan skala sikap model Likert untuk mengukur sikap siswa. " Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 9. : 292-304. Fridayana Yudiatmaja. Analisis Regresi dengan Menggunakan Aplikasi Komputer Statistik SPSS, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji Validitas Uji validitas adalah instrument atau alat yang mampu dipakai untuk mengukur apa yang seharusnya diukur dengan tepat. Validitas menunjukkan seberapa cermat suatu alat tes melakukan fungsi ukurnya atau suatu alat ukur yang dapat mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya butir-butir kuesioner menggunakan metode pearsonAos product moment correlation. Berikut hasil uji validitas dari masing-masing Tabel 2. Hasil Uji Validitas Nilai Pendidikan Akhlak Corrected Variabel Item-Total Correlation X1. 0,314 Valid X1. 0,376 Valid X1. 0,381 Valid X1. 0,571 Valid X1. 0,509 Valid X1. 0,780 Valid X1. 0,511 Valid X1. 0,648 Valid X1. 0,507 Valid X1. 0,709 Valid X1. 0,723 Valid X1. 0,732 Valid X1. 0,691 Valid X1. 0,680 Valid X1. 0,361 Valid X1. 0,734 Valid X1. 0,371 Valid X1. 0,763 Valid Agus Eko Sujianto. Aplikasi Statistik Dengan SPSS 16. 0, (Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2. , hal. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Corrected Variabel Item-Total Correlation X1. 0,650 Valid X1. 0,725 Valid X1. 0,764 Valid X1. 0,749 Valid X1. 0,762 Valid X1. 0,671 Valid Berdasarkan tabel 4. 3 hasil uji diskriminasi aitem dengan menguji korelasi skor antar Aitem dengan skor total alat ukur menggunakan rumus korelasi product moment. Korelasi dalam skor aitem dengan skor total mengandung efek keikutsertaan skor aitem dalam proses penjumlahan skor total alat ukur. Hasil korelasi product moment dikoreksi dengan korelasi aitem total yang dikoreksi . orrected item total correlatio. Penentuan kategori Aitem yang memenuhi indeks daya diskriminasi adalah ketika koefisien korelasi Aitem dengan skor total skala yang dikoreksi sama dengan atau lebih besar dari 0,300. Akan tetapi apabila tidak dapat memenuhi koefisien sebesar 0,300 dapat diturunkan nilai koefisien korelasinya menjadi 0,250. Dalam penelitian ini kriteria pengujian daya diskriminasi Aitem dinaytakan memenuhi syarat apabila koefisien korelasi aitem total yang diuji lebih besar dari 0,300. Setelah dilakukan uji daya diskriminasi item menunjukkan 24 item memenuhi syarat indeks daya diskriminasi. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Tabel 3. Hasil Uji Validitas Perilaku Bullying Variabel Corrected Item-Total Correlation Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel hasil uji diskriminasi aitem dengan menguji korelasi skor antar Aitem dengan skor total alat ukur menggunakan rumus korelasi product moment. Korelasi dalam skor aitem dengan skor total mengandung efek keikutsertaan skor aitem dalam proses penjumlahan skor total alat ukur. Hasil korelasi product moment dikoreksi dengan korelasi aitem total yang dikoreksi . orrected item total correlatio. Penentuan kategori Aitem yang memenuhi indeks daya diskriminasi adalah ketika koefisien korelasi Aitem dengan skor total skala yang dikoreksi sama dengan atau lebih besar dari 0,300. Akan tetapi apabila tidak dapat memenuhi koefisien sebesar 0,300 dapat diturunkan nilai koefisien korelasinya menjadi 0,250. Dalam penelitian ini kriteria pengujian daya diskriminasi Aitem dinyatakan memenuhi syarat apabila koefisien korelasi aitem total yang diuji lebih besar dari 0,300. Setelah dilakukan uji daya diskriminasi item menunjukkan 15 item memenuhi syarat indeks daya diskriminasi. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan skala keajegan atau konsisten atau istiqomah dalam pengukuran. Konsep reliabilitas dapat dipahami melalui ide dasar yaitu konsistensi, reliabilitas instrumen Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 adalah hasil pengukuran yang dapat dipercaya. Reliabilitas skala pengukuran dianggap memuaskan apabila koefisien reliabilitasnya minimum 0,900. Apabila tidak dapat memenuhi standar 0,900 dapat dipertimbangkan argumen bahwa koefisien reliabilitas 0,700 dapat digunakan untuk penelitian. Dalam penelitian ini ditetapkan besaran minimum koefisien reliabilitas alat ukur sebesar 0,700, artinya variasi yang tampak pada skor skala tersebut mampu mencerminkan 70% dari variasi yang terjadi pada skor murni kelompok subjek yang bersangkutan, dan 30% perbedaan . skor yang tampak disebabkan oleh variasi kesalahan pengukuran. Hasil uji reliabilitas dari variabel-variabel yang diteliti dijelaskan pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kriteria Reliabilitas Nilai Cronbach Keterangan Alpha Nilai Pendidikan Akhlak (X) >0,700 0,928 Reliabel Perilaku Bullying (Y) >0,700 0,964 Reliabel Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai cronbachAos alpha sebesar variabel Pendidikan Akhlak (X) sebesar 0,928 dan nilai cronbachAos alpha sebesar Perilaku Bullying (Y) sebesar 0,964. Dapat disimpulkan berarti semua variabel berstatus reliabel karena nilai cronbachAos alpha lebih besar dari 0,700. Jadi dapat disimpulkan bahwa jawaban para responden terhadap item pertanyaan dapat dikatakan konsisten. Uji Normalitas Residual Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki nilai residual yang berdistribusi normal. Alasannya karena dengan data yang berdistribusi normal tersebut berarti bisa mewakili populasi. Penelitian ini diuji dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan dasar pengambilan keputusan jika signifikansi . )>0,05 berarti Ho diterima, artinya Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 data berdistribusi normal, dan sebaliknya. 13 Hasil uji normalitas residual yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: Table 5. Uji Normalitas Residual One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Berdasarkan hasil uji pada tabel 4. 6 di atas dapat diketahui bahwa nilai sig. pada tabel Asymp. Sig. -taile. yaitu 0,200 > 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa perilaku bullying yang digunakan peneletian ini berdistribusi normal, karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5%. Uji Linieritas Uji linieritas untuk mencari hubungan antara variabel nilai-nilai pendidikan akhlak terhadap perilaku bullying. Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara masingmasing variabel bebas memiliki pola hubungan linier dengan variabel tergantung. Kaidah uji linieritas hubungan menggunakan besaran. Deviation From Linierity F dan p>0,05. Duwi Priyanto, 5 jam belajar olah data dengan SPSS 17 (Yogyakarta: ANDI, 2. , hal. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 Tabel 6. Uji Linieritas Variabel Deviation From Sig. Linierity F Bullying dan Pendidikan_Akhlaq 0,641 Hasil uji linieritas menunjukkan bahwa semua variabel bebas, yaitu Pendidikan Akhlaq berkorelasi linier dengan Bullying dengan F = 0,848 dan Sig = 0,641 . >0,. Uji Regresi Linier Sederhana Pengkajian hipotesis penelitian ini menggunakan uji analisis regresi sederhana yaitu analisis yang dilakukan terhadap satu variabel terikat dan satu variabel bebas. Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. (Constan. Nilai Pendidikan Akhlak (X) Dependent Variabel: Perilaku Bullying Hasil pengujian variabel Nilai Pendidikan Akhlak (X) memiliki nilai signifikan t sebesar 0,027 (<0. Maka hasil ini menunjukkan variabel Nilai Pendidikan Akhlak (X) dalam kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq secara parsial berkorelasi dan signifikan terhadap Perilaku Bullying pada siswa dan siswi MANPK 4 Jombang. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengajaran nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kedua kitab tersebut efektif dalam membentuk sikap dan perilaku siswa, sehingga dapat mengurangi kejadian bullying di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Supriatna, bahwa pengajaran kitab Taisir al-Khollaq fi Ailmil akhlaq merupakan kitab klasik dalam literatur pendidikan Islam yang sangat kaya dengan nilai-nilai akhlak. Kitab ini berfungsi sebagai panduan moral bagi generasi muda, khususnya dalam membentuk karakter yang mulia dan Nilai-nilai pendidikan akhlak yang diajarkan dalam kitab-kitab ini menekankan pentingnya sikap saling menghormati, berempati, dan menjaga kehormatan diri serta orang Fridayana Yudiatmaja. Analisis Regresi dengan Menggunakan Aplikasi Komputer Statistik SPSS, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 15 Ketika nilai-nilai ini diterapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari, dapat memberikan dampak signifikan dalam mencegah dan mengurangi perilaku bullying. Bullying adalah masalah sosial yang serius dan dapat berdampak negatif jangka panjang pada korban, termasuk menurunnya kepercayaan diri, gangguan emosional, dan masalah kesehatan mental. 17 Dengan mengajarkan nilai-nilai akhlak seperti empati, penghargaan terhadap orang lain, dan kendali diri, individu akan lebih sadar akan dampak dari perilaku negatif mereka terhadap orang lain. Peserta didik akan lebih cenderung menghindari tindakan yang menyakiti orang lain dan lebih mementingkan kesejahteraan bersama. Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq berisi berbagai nilai dan prinsip akhlak yang menekankan pentingnya adab dan sopan santun dalam kehidupan seharihari. Nilai-nilai ini mencakup etika bergaul dengan teman sebaya, sikap hormat kepada guru, dan bagaimana berinteraksi dengan masyarakat secara umum. Pengajaran yang terstruktur dan berkelanjutan dari kitab-kitab ini memberikan landasan moral yang kuat bagi siswa, membantu mereka untuk memahami dan menginternalisasi perilaku yang baik dan benar. Siswa yang mendapatkan pendidikan akhlak dari kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir alKhollaq fi Aoilmil akhlaq lebih cenderung menghindari perilaku negatif seperti bullying. Mereka lebih mampu mengendalikan diri, menunjukkan empati, dan menghormati perbedaan, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih harmonis dan kondusif untuk belajar. Pendidikan akhlak tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan teoretis, tetapi juga memiliki aplikasi praktis yang nyata dalam kehidupan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan akhlak dalam kurikulum Dengan adanya bukti empiris yang menunjukkan efektivitas nilai-nilai akhlak dalam mencegah bullying. MANPK 4 Jombang dapat terus memperkuat dan memperluas program pendidikan akhlaknya. Selain itu, hasil ini juga bisa menjadi referensi bagi madrasah lain untuk Supriatna. Jajang. Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Taisirul Khalaq Dalam Menyikapi Bullying Di Kalangan Pelajar. Tesis. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018. Sari. Elit Purnama, et al. "Problematika Bullying Secara Verbal Siswa Kelas IX di MtsS Darul Hadits Kabupaten Pasaman Barat. " CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan 3. , hlm. Tobing. Jessica Angeline De Eloisa, and Triana Lestari. "Pengaruh mental anak terhadap terjadinya peristiwa bullying. " Jurnal Pendidikan Tambusai 5. , hlm. Vol 10-No 1-2026 ISSN Cetak : 2580-4286 ISSN Online : 2810-0026 mengadopsi metode serupa dalam upaya membentuk karakter siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. KESIMPULAN DAN SARAN Bentuk bullying di lingkungan Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) MAN 4 Jombang berupa bullying verbal, hingga berdampak pada psikologis peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan terdapat korelasi yang signifikan nilai-nilai pendidikan akhlak kepada sesama dalam Kitab Al-Akhlak lilbanat dan Taisir al-Khollaq fi Aoilmil akhlaq dengan perilaku bullying pada siswa MANPK MAN 4 Jombang, sehingga hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak dapat menurunkan perilaku bullying di MANPK 4 Jombang, sehingga disarankan bagi pendidik di MANPK 4 Jombang berkelanjutan untuk memastikan siswa benar-benar memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut agar dapat memperkuat dan memperluas program pendidikan akhlaknya. REFERENSI