Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terhadap Peningkatan Manajemen Mutu Pendidikan dan Daya Saing Al Mashduqi Boarding School Garut Nispi Gustia Nurani1. Tinneke Hermina2. Irfan Nabhani3 1, 2, 3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut 24093120001@pasca. hermina@uniga. nabhani@uniga. Abstrak Implementasi penjaminan mutu pendidikan merupakan langkah kunci dalam membangun budaya mutu di sekolah. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan salah satu sistem yang dikembangkan oleh pemerintah untuk memastikan kualitas pendidikan di setiap satuan Pendidikan. Dengan implementasi SPMI yang efektif dan berkelanjutan, diharapkan setiap satuan pendidikan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan, sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik dan masyarakat secara SPMI fokus pada pengembangan kualitas internal pendidikan di satuan pendidikan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Al Mashduqi Boarding School Garut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk memperoleh informasi tentang bagaimana SPMI diimplementasikan di Al Mashduqi Boarding School Garut. Observasi dilakukan langsung di sekolah untuk melihat praktik-praktik yang dilakukan, wawancara dengan staf sekolah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami perspektif mereka, dan analisis dokumen seperti kebijakan sekolah, laporan evaluasi, atau dokumen SPMI yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dengan menganalisis implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut dalam aspek input, proses, output, outcome serta impact, maka dapat diperoleh wawasan yang mendalam tentang keberhasilan, tantangan, dan potensi perbaikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Kata Kunci: Boarding School. Implementasi. SPMI. Pendahuluan Al Mashduqi Boarding School Garut merupakan sekolah terpadu yang berkesinambungan sepanjang 6 tahun, meliputi jenjang pembelajaran tingkat menengah pertama sampai dengan tingkat menengah atas dalam bentuk Madrasah Aliyah Unggulan Al Mashduqi, yang mengkolaborasikan Kurikulum Nasional. Kurikulum Al Azhar Asy Syarif Cairo Mesir serta Kurikulum khas Al Mashduqi, dengan strategi pembelajaran kepada santri murid, yaitu menggunakan pendekatan active learning maupun problem passing learning, yang ditopang dengan fasilitas infrastruktur teknologi informasi dan multimedia, sehingga suasana dan dinamika belajar santri murid lebih interaktif, dinamis dan menyenangkan. Nurani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Untuk memastikan mutu pendidikan terjamin di semua tahap pengelolaan pendidikan, telah dibangun suatu sistem penjaminan mutu pendidikan yang melibatkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI adalah suatu sistem yang digunakan di setiap lembaga pendidikan, melibatkan seluruh komponen di dalamnya. AMBS Garut menginginkan penerapan budaya mutu sebagai suatu kewajiban bagi lembaga pendidikan beserta komponennya, dengan fokus pada pelaksanaan program saat ini, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Untuk memastikan seberapa berhasilnya mutu Pendidikan dalam sebuah lembaga dapat mengacu pada analisis Five Forces Model Porter dimana kelima metode tersebut adalah produk pengganti, kekuatan konsumen, kekuatan penyuplai, serta kompetisi antar perusahaan . emain bar. Output dari analisa Five Forces juga bertujuan untuk memberikan gambaran apakah sebuah industri memiliki potensi yang menguntungkan atau malah justru sebaliknya (Rangkuti, 2. Dengan Five forces ini, sangat dimungkinkan bagi dunia pendidikan menilai posisi kekuatan kompetitif lembaga pendidikan sekarang, serta kekuatan posisi lembaga pendidikan yang direncanakan kedepannya Dengan Five Forces Model Porter pula, kita akan menganalisa secara keseluruhan tentang bisnis Al Mashduqi Boarding School Garut, menganalisa siapa kompetitornya serta dimana posisinya saat ini, dan seberapa besar kekuatan kompetisi saat ini yang dapat mempengaruhi eksistensi dari Al Mashduqi Boarding School Garut diantaranya: Kekuatan Tawar Menawar Pemasok. Intensitas Persaingan Dalam Industri Sejenis . embaga pendidika. Ancaman Dari Produk Pengganti. Ancaman Dari Pendatang Baru dan Kekuatan Tawar Menawar Pembeli. Hasil dari five forces analisis ini dapat dipakai untuk menganalisa kondisi di dalam maupun di luar perusahaan yang terkini melalui analisa SWOT, dengan tujuan untuk melihat kondisi posisi perusahaan, untuk selanjutnya hasil Analisis tersebut dipakai sebagai sumber informasi dalam merancang strategi yang akurat untuk menjamin bahwa standar nasional pendidikan terpenuhi dan bahkan melebihi standar tersebut, sehingga pendidikan yang diimplementasikan memiliki kualitas yang tinggi dapat mampu bertahan di bidang usaha yang sedang dijalani (Kodrat, 2. Untuk memudahkan penelitian ini, penulis merancang kerangka konseptual penelitian, sebagai Gambar 1: Kerangka Konseptual Sumber: Data Diolah Peneliti 2023 Nurani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Untuk mendeskripsikan kondisi Al Mashduqi Boarding School Garut saat ini, dan selanjutnya dilakukan analisis SWOT terhadap Al Mashduqi Boarding School Garut, melalui wawancara terhadap jajaran pimpinan Al Mashduqi Boarding School Garut. Nantinya, dari hasil analisis tersebut akan ditemukan faktor strategis internal . ekuatan dan kelemaha. serta faktor strategis eksternal . eluang dan ancama. Setelah itu, dilakukan perbaikan implementasi penerapan SPMI digunakan oleh Al Mashduqi Boarding School Garut saat ini, berdasarkan hasil dari analisis SWOT dan FGD (Forum Group Discussio. dengan peserta para pimpinan dan karyawan Al Mashduqi Boarding School Garut. Guru-guru Al Mashduqi Boarding School Garut dan orang tua santri murid, serta dengan mengundang fasilitator FGD (Forum Group Discussio. dari pihak eksternal yang independent, maka pada tahap ini akan didapatkan beberapa strategi pemenuhan implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut ke depan. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil Forum Group Discussion (FGD) yang telah diselenggarakan terhadap Al Mashduqi Boarding School Garut diketahui beberapa pemenuhan SNP sebagai berikut: Standar Kompetensi Lulusan Menyelenggarakan mata pelajaran agama Islam yang meliputi pemahaman tentang AlQuran. Alumni dari Al Mashduqi Boarding School Garut dapat mencapai target menghafal minimal 3 juz Al-Qur'an, sehingga mereka dapat menjadi individu yang memiliki koneksi yang lebih dalam dengan ajaran suci Islam dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar lulusan dapat memahami Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa lisan maupun Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan Kualifikasi pendidikan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan minimal S1 pada tahun Standar Sarana dan Prasarana Seluruh ruangan kelas dilengkapi dengan perlengkapan multimedia yang menunjang pembelajaran berbasis IT. Ruangan asrama yang memadai. Sarana ibadah yang menunjang. Tersedia fasilitas mobil operasional sekolah. Standar Pembiayaan Al Mashduqi Boarding School Garut memiliki bank sampah yang pengelolaan nya langsung oleh warga sekolah dan sekaligus menambah satu sumber pendanaan sekolah. Nurani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Standar pengelolaan Menjadi Labschool salah satu Perguruan Tinggi Keguruan di Kabupaten Garut. Terselenggaranya program kerjasama dengan Lembaga Pendidikan di Al Azhar Kairo Mesir. Sedangkan hasil peneliti dengan menggunakan analisis SWOT sebagai metode analisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal Al Mashduqi Boarding School Garut, berikut di bawah ini hasil analisisnya: Analisis Lingkungan Internal Al Mashduqi Boarding School Garut memberikan keuntungan kompetitif dalam menghadapi persaingan bagi lembaga pendidikan sejenis. Strengths ini juga merupakan keunggulan Al Mashduqi Boarding School Garut baik dari segi sumber daya yang dimiliki maupun upaya yang telah dilakukan dan dinilai lebih baik dari lembaga pendidikan sejenis yang lain. Kekuatan ini yang kemudian menjadi kunci perbedaan Al Mashduqi Boarding School Garut dengan lembaga pendidikan sejenis yang lainnya . Dengan kata lain faktor-faktor kekuatan yang dimiliki oleh Al Mashduqi Boarding School Garut adalah kompetensi khusus atau keunggulan Al Mashduqi Boarding School Garut sehingga menciptakan nilai keunggulan pada pandangan masyarakat. Kurikulum yang berkualitas dan seimbang adalah salah satu keunggulan utama yang dimiliki oleh Al Mashduqi Boarding School Garut. Salah satu keunggulan yang mencolok dari kurikulum Al Mashduqi Boarding School Garut adalah penekanannya pada pendidikan agama. Selain mempelajari Al-Qur'an dan hadis, siswa juga diajarkan tentang nilai-nilai moral dan etika Islam yang penting untuk pembentukan karakter yang baik. Al Mashduqi Boarding School Garut menawarkan kurikulum yang komprehensif, yang mencakup berbagai aspek penting dalam pendidikan, seperti mata pelajaran akademik, pendidikan agama, dan pengembangan keterampilan lainnya seperti seni, olahraga, dan kepemimpinan. Kurikulum ini dirancang untuk mempersiapkan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di berbagai bidang kehidupan, sekolah ini memberikan penekanan yang kuat pada pendidikan agama, termasuk pengajaran Al-Qur'an, hadis, dan nilai-nilai Islam. Ini memberikan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi siswa, serta membantu dalam pengembangan karakter yang baik. Al Mashduqi Boarding School Garut tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan lain seperti seni, olahraga, dan kepemimpinan. Ini membantu siswa untuk menjadi individu yang berbakat dan berwawasan luas. Lulusan dari Al Mashduqi Boarding School Garut memiliki reputasi yang baik di masyarakat dan diakui oleh lembaga pendidikan lainnya. Mereka memiliki akses ke berbagai peluang lanjutan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Adapun yang menjadi kekuatan . dari Al Mashduqi Boarding School Garut adalah Memiliki Sumber Daya Manusia, baik mulai dari Manajemen Al Mashduqi Boarding School Garut (Pimpinan dan Staf. , tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan. Ketersediaan sarana prasarana pendukung kegiatan pembelajaran santri murid yang sudah cukup memadai dan representatif milik sendiri Weakness . merupakan kondisi internal negatif Al Mashduqi Boarding School Garut, yang dianggap merendahkan penilaian terhadap Al Mashduqi Boarding School Garut, diantara kelemahan tersebut adalah : Budaya dan hubungan organisasi yang belum Nurani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Administrasi dan manajemen belum tertata dengan baik. Pengelolaan media sosial belum optimal dan Sarana dan prasarana lapangan olah raga yang belum optimal dan memadai. Analisis Lingkungan Eksternal Opportunity . adalah kondisi sekarang atau masa depan yang menguntungkan Al Mashduqi Boarding School Garut. Peluang merupakan kondisi eksternal yang dapat memberikan peluang-peluang untuk kemajuan Al Mashduqi Boarding School Garut seperti. Al Mashduqi Boarding School Garut memiliki relasi jalinan kerjasama yang cukup baik dan luas potensi santri murid usia sekolah tingkat dasar dan menengah sebagai aksesibilitas pendidikan Dalam hal ini. Al Mashduqi Boarding School Garut berhasil mengidentifikasi peluang-peluang secara tepat, sehingga mendatangkan keuntungan bagi Al Mashduqi Boarding School Garut, berupa keberlangsungan penyelenggaraan layanan pendidikan dan masa depan Al Mashduqi Boarding School Garut secara lebih baik. Dari hal tersebut, dapat dipahami bahwa peluang merupakan suatu kondisi yang menguntungkan bagi Al Mashduqi Boarding School Garut itu Treaths . adalah kondisi eksternal Al Mashduqi Boarding School Garut masa sekarang dan akan datang yang tidak menguntungkan, dan secara serius dapat mempengaruhi masa depan Al Mashduqi Boarding School Garut. Ancaman yang dihadapi Al Mashduqi Boarding School Garut diantaranya. Dinamika masyarakat informasi dan globalisasi yang sangat permissive, pragmatis dan materialistic. Kecenderungan masih ada sebagian masyarakat yang belum melihat geliat dari Madrasah Aliyah, dan memandang bahwa lulusan Madrasah Aliyah tidak dapat bersaing di Perguruan Tinggi, sehingga pendidikan Madrasah Aliyah sebagai bagian dari Al Mashduqi Boarding School Garut, dianggap sebagai pilihan kedua di antara lembaga pendidikan yang setara. Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa tantangan Al Mashduqi Boarding School Garut, berupa keadaan lingkungan eksternal yang mengancam keberhasilan dan keberlangsungan Al Mashduqi Boarding School Garut. Berdasarkan hasil analisis Tabel IFAS, bahwa faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total rating 3,07. yang berarti ini mengindikasikan posisi internal pada Al Mashduqi Boarding School Garut begitu kuat. Adapun hasil analisis EFAS, faktor peluang dan ancaman memiliki total Rating 3,41. hal ini berarti ini mengindikasikan bahwa Al Mashduqi Boarding School Garut merespon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman di pasar Al Mashduqi Boarding School Garut Kesimpulan Kesimpulan menunjukkan bahwa berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti terhadap implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut telah berhasil menjalankan SPMI sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasme. Lebih lanjut, implementasi SPMI ini diyakini telah berkontribusi positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dan juga dalam membangun budaya mutu di lingkungan sekolah. Nurani, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Aspek input yang sudah terpenuhi menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki sumber daya dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankan SPMI. Namun, penting untuk meningkatkan kualitas konten dengan menyempurnakan instrumen pemetaan mutu dan POS pelaksanaan layanan pendidikan. Hal ini akan membantu dalam mengukur, memantau, dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Sementara itu, aspek impact mencakup dampak jangka panjang dari implementasi SPMI. Hal ini mencakup peningkatan mutu hasil belajar siswa, terbangunnya budaya mutu yang kuat di sekolah, pemenuhan SNP yang berkelanjutan, peningkatan nilai akreditasi setiap periode, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Ini menunjukkan bahwa SPMI bukan hanya sekadar upaya pencapaian target dan hasil jangka pendek, tetapi juga membawa perubahan positif yang berkesinambungan dan berdampak luas bagi sekolah dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian mengenai implementasi SPMI di Al Mashduqi Boarding School Garut, terdapat beberapa implikasi secara teoritis dan praktis yang dapat dikemukakan. Implikasi Teoritis Kontribusi terhadap teori SPMI: Penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang implementasi SPMI dalam konteks pendidikan, dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi serta dampaknya terhadap mutu pendidikan di sekolah. Pengembangan teori budaya mutu: Hasil penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan teori tentang budaya mutu di lingkungan pendidikan, dengan menunjukkan bagaimana implementasi SPMI dapat mempengaruhi pembentukan budaya mutu yang positif di sekolah. Implikasi Praktis Panduan bagi institusi pendidikan lain: Temuan dari penelitian ini dapat memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan lain dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi implementasi SPMI. Mereka dapat belajar dari pengalaman dan strategi yang berhasil dilakukan oleh Al Mashduqi Boarding School Garut. Peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan: Dengan memahami dampak positif dari implementasi SPMI, sekolah dapat terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Ini mencakup pengembangan kebijakan, program, dan praktik yang mendukung peningkatan mutu pendidikan yang berkesinambungan. Daftar Pustaka