Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG YOUTH PERCEPTIONS ON THE PROFESSION OF FARMERS IN SEMARANG CITY Mita Erliaristi*. Kadhung Prayoga. Joko Mariyono Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto. No 13 Tembalang. Kota Semarang *E-mail: mitaerliaristi16@gmail. (Diterima 21-06-2022. Disetujui 21-07-2. ABSTRAK Pemuda sekarang mayoritas tidak memilih pekerjaan sebagai petani karena dianggap tidak menguntungkan bagi kehidupan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: . Menganalisis persepsi pemuda terhadap profesi petani padi, . Menganalisis pengaruh secara serentak maupun parsial faktor pendapatan, modal, lingkungan sosial, umur dan pendidikan terhadap persepsi pemuda terhadap profesi petani padi di Kota Semarang. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Semarang. Metode penentuan sampel menggunakan metode cluster sampling dengan total sampel sebanyak 125 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif tersebut dapat dilihat dari persepsi pemuda terhadap petani padi dengan pandangan yang positif atau sesuai dengan harapan pemuda terhadap petani padi tersebut yang dapat dilihat dari segi pendapatan, modal, lingkungan sosial, umur dan pendidikan. Pemuda setuju dengan pendapatan petani padi disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki petani dan pendapatan petani bersifat Pemuda menilai untuk menjadi petani tidak perlu memiliki lahan pribadi karena petani bisa menggarap lahan milik orang lain. Kekurangan modal dapat mempengaruhi pendapatan petani Teman sebaya yang berada di lingkungan sekitar pemuda tidak menganggap sepele profesi petani padi serta orang tua pemuda tidak mendukung anaknya untuk menjadi petani padi. Pemuda menilai untuk menjadi petani padi tidak memiliki batasan umur tertentu dan pemuda cocok untuk menjadi petani padi. Pemuda selama menempuh bangku pendidikan tidak memperoleh pengetahuan mengenai petani padi. Pemuda menilai untuk menjadi petani padi memerlukan pengetahuan, pengalaman dan skill. Kata kunci: modal, pemuda, persepsi, regenerasi, umur ABSTRACT The majority of youth today do not choose jobs as farmers because they are considered unprofitable for life. This study aims to: . analyze youth perceptions of the rice farming profession, . analyze the simultaneous or partial influence of income, capital, social environment, age and education factors on youth perceptions of the rice farming profession in Semarang City. implemented in the city of Semarang. The method of determining the sample using the cluster sampling method with a total sample of 125 people. The type of data used is primary and secondary data obtained by interview, observation, and documentation. The data analysis method used is descriptive analysis and multiple regression test. The results showed that this positive perception can be seen from the youth's perception of rice farmers with a positive view or in accordance with the youth's expectations of the rice farmers which can be seen in terms of income, capital, social environment, age and education. Pemuda agrees that rice farmers' income is adjusted to the area of land owned by farmers and farmers' income is fluctuating. The youth considered that to become a farmer it was not necessary to have private land because farmers PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono could work on other people's land. Lack of capital can affect the income of rice farmers. Peers who are in the environment around the youth do not take lightly the rice farmer profession and the youth's parents do not support their children to become rice farmers. Youth considers that to become a rice farmer there is no certain age limit and youth is suitable to be a rice farmer. Youth during their education did not acquire knowledge about rice farmers. Youth considers that being a rice farmer requires knowledge, experience and skills. Keywords: capital, youth, perception, regeneration, age . yang menunjukkan bahwa jumlah PENDAHULUAN Keberlanjutan Kota kelompok umur 45-54 dan 55-64 tahun Semarang tantangan, salah satunya yaitu regenerasi Regenerasi petani adalah proses dibandingkan dengan kelompok umur transfer kegiatan usahatani dari petani tua yang lain. Berdasarkan data tersebut kepada generasi penerusnya atau petani Data Statistik Ketenagakerjaan petani di Kota Semarang yaitu petani Sektor Pertanian . menunjukkan berusia tua. jumlah petani berdasarkan kelompok Umur petani menjadi bahasan yang umur di Jawa Tengah pada tahun 2017 terus dibicarakan mengingat umur petani 035 petani dan pada tahun akan mempengaruhi kemampuan fisik dan respon terhadap hal-hal baru dalam Berdasarkan Petani tersebut dalam kurun waktu 1 tahun berusia lanjut sulit diberikan pengertian terdapat penurunan 201. 445 petani di yang dapat merubah cara berfikir, kerja Jawa Tengah. Regenerasi petani sangat dan cara hidup. Petani tua masih banyak perlu dilakukan karena mengingat jumlah konvensional sehingga apabila pemuda mengalami penurunan. Petani di Jawa tidak berminat untuk menjadi petani akan Tengah yang berusia 25 Ae 59 dan 60 tahun memiliki jumlah lebih banyak daripada petani dengan usia 15 Ae 24 tuanya umur petani di Kota Semarang Fenomena ini semakin dikuatkan adalah dalam hal penyediaan pangan dengan data dari Hasil Survei Pertanian sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari Antar Sensus Provinsi Jawa Tengah tingkat produksi tanaman pangan di Kota Dampak dari semakin Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 Semarang khususnya padi (Oryza sativ. tidak menguntungkan bagi kehidupan. Produksi padi di Kota Semarang pada identik dengan kemiskinan, status sosial tahun 2018 sebesar 24,3 ribu ton Gabah yang rendah, kotor dan tidak bergengsi. Kering Giling (GKG) sehingga jika di konversikan menjadi beras setara dengan generasi muda tidak tertarik dengan 9 ribu ton beras. Sementara itu, konsumsi beras di Kota Semarang pada tahun 2018 Minimnya 541 ton. Angka konsumsi beras jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan produksi beras pada tahun 2018. pendidikan dan tidak berminat bekerja di Kota Semarang telah terjadi defisit beras sektor pertanian. Regenerasi diharapkan akan memberikan AuenergiAy baru, baik (Badan Pusat Statistik, 2. material maupun non material. Energi ini Fakta tersebut menunjukan bahwa isu terkait regenerasi petani menjadi hal produktif, secara fisik dapat menunjang yang penting untuk dibahas. Minimnya pekerjaan fisik di bidang pertanian. regenerasi petani muda mejadi stressor Regenerasi atau tekanan yang cukup mengguncang di dunia pertanian. Proses regenerasi petani Pertama, regenerasi petani merupakan juga berkaitan dengan keluarga. Generasi prasyarat bagi terwujudnya pertanian Petani dalam pertanian berkelanjutan dapat memastikan pasokan regenerasi petani dalam keluarga, yang pangan untuk generasi sekarang dan berarti bahwa hak pengelolaan usaha Kedua, regenerasi petani pertanian diturunkan dari orang tua sangat penting untuk mencapai ketahanan pangan di masa depan. Hal ini ditentukan oleh kehadiran petani muda saat ini. mendorong terjadinya proses regenerasi Ketiga, regenerasi petani sangat penting bagi terwujudnya kedaulatan pangan. anak-anaknya. Lahan petani-petani Permasalahannya. Kedaulatan pekerjaan sebagai petani karena dianggap pangan secara mandiri. Ketika negara PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono harus membagi hasil panen dengan petani kerawanan pangan, maka akan muncul pemilik sesuai dengan kesepakatan antara Untuk kedua belah pihak. Oleh karena itu, jika mencapai kedaulatan pangan, diperlukan luas lahan diasumsikan sama, baik petani peserta pertanian yang berkelanjutan. Persepsi pemuda terhadadap profesi petani padi dipengaruhi oleh pendapatan. usahatani padi lebih kecil dari pendapatan Ketidaktertarikan pemuda untuk bekerja petani pemilik sendiri. Persepsi pemuda terhadap petani pendapatan yang diterima petani padi padi dapat dipengaruhi oleh lingkup yang relatif kecil. Semakin kecil biaya yang ditanggung petani padi, semakin berpengaruh tersebut terdiri dari orang besar pendapatan yang diperoleh petani. tua, teman sebaya serta masyarakat. Saat Biaya yang dibutuhkan untuk usahatani ini semakin banyak orang tua yang tidak padi terdiri dari biaya tetap dan biaya Biaya tetap terdiri dari biaya anaknya dengan berbagai alasan, seperti sewa lahan, penyusutan, traktor dan Biaya variabel terdiri dari biaya benih, pestisida, pupuk dan upah tenaga Pemuda menilai untuk menjadi Rendahnya seorang petani padi memerlukan modal yang besar. Upaya untuk memperoleh menyebabkan pekerjaan ini mayoritas modal berasal dari tabungan pribadi, ditekuni oleh petani padi berusia tua dan produktivitasnya yang menurun. Pihak-pihak pinjaman dari lembaga keuangan. Petani Semakin tua umur suatu generasi padi berusaha untuk mencari modal untuk maka semakin lemah daya psikologis, membeli lahan, karena status kepemilikan lahan berpengaruh terhadap pendapatan optimisnya terhadap pertanian. Tanpa rumah tangga petani padi. Perbedaan regenerasi, seseorang, komunitas, bangsa pendapatan ini terletak pada petani dan negara akan mati. Regenerasi petani penggarap harus mengeluarkan uang perlu dilakukan untuk mengganti petani untuk menyewa sawah. Para petani padi yang sudah lanjut usia. Persepsi yang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 tenaga kerja yang bergerak disektor pendapatan, modal, lingkungan, umur Pemuda menilai bahwa risiko dan pendidikan terhadap persepsi pemuda pekerjaan di sektor pertanian sangat terhadap profesi petani padi di Kota rentan akan hama, risiko gagal panen dan Semarang. ketergantungan terhadap cuaca. Pemuda percaya bahwa tidak ada cara untuk variabel yang terdiri dari pendapatan, mengatasi risiko usahatani tersebut. modal, lingkungan, umur dan pendidikan Penelitian Faktor pendidikan mempengaruhi merupakan kebaharuan dari penelitian cara berfikir pemuda dalam membentuk ini, dimana pada penelitian yang sudah persepsi terhadap profesi petani padi. ada hanya dilakukan analisis terhadap Pendidikan telah melahirkan generasi- dua atau tiga variabel saja. Penelitian ini generasi pemuda yang terdidik tetapi diharapkan berguna untuk meningkatkan tidak akrab dengan pengetahuan di pemahaman masyarakat terkait persepsi bidang pertanian. Pemuda menganggap pemuda perkotaan terhadap profesi petani petani padi hanya cocok bagi mereka Tujuan dari penelitian ini yaitu Pemuda menganalisis persepsi pemuda terhadap persepsi yang lebih baik daripada pemuda profesi petani padi, . Menganalisis dengan tingkat pendidikan yang lebih pengaruh secara serentak maupun parsial tinggi terhadap petani padi. Pemuda faktor pendapatan, modal, lingkungan dengan pendidikan yang rendah menilai sosial, umur dan pendidikan terhadap persepsi pemuda terhadap profesi petani keterampilan yang tinggi. Semakin tinggi . padi di Kota Semarang. tingkat pendidikan pemuda maka saat itu METODE PENELITIAN pekerjaan-pekerjaan lain yang berada di Penelitian ini dilaksanakan pada sektor non pertanian. bulan Januari sampai Februari 2022 di Berdasarkan uraian di atas, maka Kota Semarang. Lokasi penelitian dipilih persepsi pemuda terhadap profesi petani Kota Semarang dipilih dengan pertimbangan PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono bahwa minimnya pemuda Kota Semarang Scienc. untuk menganalisis pengaruh yang berprofesi sebagai petani. pendapatan, modal, lingkungan sosial. Metode pengambilan sampel yang Nilai dari masing Ae masing variabel Jumlah sampel yang dipilih yaitu 125 diukur berdasarkan hasil kuesioner skala likert dari jawaban responden. Hasil umur dan pendidikan terhadap persepsi. Kota Semarang dengan berusia 16-30 tahun. kuesioner skala likert tersebut dilakukan Metode pengumpulan data yang uji validitas dan reliabilitas terlebih digunakan dalam penelitian ini yaitu dahulu lalu dilanjutkan dengan uji asumsi wawancara, observasi dan dokumentasi. klasik sebagai prasyarat analisis regresi Wawancara linier berganda. Langkah selanjutnya yaitu dengan uji hipotesis berupa uji T mengenai persepsi pemuda terhadap profesi dan uji F. Rumus analisis regresi linier Kuesioner penelitian ini akan berganda adalah sebagai berikut: menggunakan 3 poin penilaian skala Y = a0 b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 likert yaitu sangat setuju, setuju, sangat b5X5 e tidak setuju dan tidak setuju. Observasi Keterangan: Y = Persepsi penelitian, dimana observasi sebelum a0 = Konstanta penelitian digunakan untuk mengamati b = Koefisien regresi yang akan X1 = Pendapatan X2 = Modal dan topik Dokumentasi X3 = Lingkungan sosial mencari dan mengumpulkan data terkait X4 = Umur hal Ae hal yang dibutuhkan berupa gambar X5 = Pendidikan atau foto, catatan, buku, agenda, notulen e = error term Metode HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kota Semarang kuantitatif berupa analisis regresi linier Kota Semarang merupakan ibukota berganda dengan menggunakan SPSS Provinsi Jawa Tengah yang telah berdiri (Statistical sejak tanggal 2 Mei 1547. Secara Package Social Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 geografis Kota Semarang terletak di penggunaan lainnya. Menurut data dari antara garis 6050Ao Ae 7010Ao Lintang Selatan Dinas Pertanian Kota Semarang . dan garis 109 35Ao Ae 110 50Ao Bujur Timur. produksi padi di Kota Semarang pada Batas Kota tahun 2021 sebesar 5,71 ribu ton Gabah Semarang di sebelah barat berbatasan Kering Giling (GKG) sehingga jika dengan Kabupaten Kendal, di sebelah Kabupaten dengan 2 ribu ton beras. Sedangkan Demak, di sebelah selatan berbatasan produksi padi di Kota Semarang pada dengan Kabupaten Semarang dan di tahun 2018 sebesar 24,3 ribu ton Gabah sebelah utara berbatasan dengan Laut Kering Giling (GKG) sehingga jika di Jawa. konversikan menjadi beras setara dengan Kota Semarang terdiri dari 16 Kecamatan Gunungpati, 9 ribu ton beras. Sementara itu, konsumsi Mijen, beras di Kota Semarang pada tahun 2018 Kecamatan 541 ton. Angka konsumsi Gajah beras jauh lebih tinggi jika dibandingkan Mungkur. Kecamatan Semarang Selatan, dengan produksi beras pada tahun 2018. Kecamatan Candisari. Kecamatan Kota Semarang telah terjadi defisit beras Tembalang. Kecamatan Pedurungan. Kecamatan Genuk. Kecamatan Statistik. Banyumanik. Kecamatan Kecamatan (Badan Pusat Berdasarkan Gayamsari. Kecamatan Semarang Timur, tersebut dapat dilihat bahwa dari tahun Kecamatan Semarang Utara. Kecamatan 2018 Ae 2021 terjadi defisit beras di Kota Semarang Tengah. Kecamatan Semarang Semarang karena lahan pertanian padi Barat. Kecamatan Tugu dan Kecamatan yang sempit dan hasil produksi yang Ngaliyan. Kota Semarang Karakteristik Responden 370 ha terdiri dari luas lahan Karakteristik sawah sebesar 4. 505 ha dan luas lahan dibahas dalam penelitian ini yaitu jenis bukan sawah seluas 32. 865 ha. Lahan kelamin, umur, tingkat pendidikan dan bukan sawah di Kota Semarang terdiri Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa responden penelitian PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono Berdasarkan Umur sebanyak 77 orang dengan presentase Berdasarkan hasil penelitian dapat 62% dan laki-laki sebanyak 48 orang diketahui bahwa responden penelitian dengan presentase 38%. Karakteristik didominasi oleh responden dengan usia berdasarkan jenis kelamin memberikan 21-25 tahun sebanyak 70 orang dengan persepsi yang berbeda antara laki-laki presentase 56% yang tergolong usia dan perempuan. Hal ini sesuai dengan Hasil penelitian menunjukkan pendapat Kurnyati et al. , . yang bahwa karakteristik pemuda cocok untuk menyatakan bahwa persepsi laki Ae laki dan perempuan terhadap petani padi akan sangat berbeda, karena persepsi tersebut produktif dari segi kemampuan fisik jauh dipengaruhi oleh lingkungan masing- lebih kuat dalam menjalankan usaha masing individu. Mayoritas responden Hal ini sesuai dengan pendapat berjenis kelamin perempuan berada di Febrimeli et al. , . yang menyatakan bahwa pemuda dengan rentang usia mendukungnya untuk menjadi petani tersebut memiliki kemampuan fisik yang padi, karena tidak adanya dukungan orang tua, minimnya lahan pertanian Pemuda dengan usia produktif banyak mencari peluang atau informasi Hal ini sesuai dengan pendapat tentang usahatani padi. Hal ini sesuai Isnaeni et al. , . yang menyatakan dengan pendapat Wardhani et al. , . bahwa pemuda sekarang mayoritas tidak yang menyatakan bahwa petani dengan memilih pekerjaan sebagai petani padi usia muda memiliki keberanian untuk karena dianggap tidak menguntungkan mencoba inovasi baru untuk kemajuan usahataninya dan menanggung resiko. kemiskinan, status sosial yang rendah. Hal Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur . Jumlah Presentase (%) . Total Sumber: Data Primer Penelitian, 2022 kotor dan tidak bergengsi. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Jumlah Presentase (%) Kelamin . Laki-laki Perempuan Total Sumber: Data Primer Penelitian, 2022 Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 Berdasarkan Tingkat Pendidikan Berdasarkan Pekerjaan Berdasarkan hasil penelitian dapat Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pekerjaan responden responden penelitian didominasi oleh penelitian didominasi oleh mahasiswa tingkat SMA yaitu sebanyak 108 orang pendidikan paling sedikit adalah SMP dan D3 masing Ae masing sebanyak 3 berprofesi sebagai mahasiswa cenderung orang dengan presentase 3%. Rata-rata untuk memilih pekerjaan disesuaikan tingkat pendidikan pemuda tinggi, hal ini dengan pendidikan yang telah diambil. menunjukan bahwa perbedaan tingkat Hal pendidikan tentu mempengaruhi pola Warembian menyatakan bahwa pemuda memiliki keinginan untuk bekerja diluar sektor persepsi terhadap petani padi. Mayoritas pertanian karena merasa mampu untuk pemuda dengan pendidikan minimal bekerja pada suatu bidang tertentu dan SMA memilih untuk bekerja diluar sektor disesuaikan dengan pendidikan yang Pemuda menganggap bahwa telah dicapainya. Pekerjaan paling sedikit ijazah mereka akan sia-sia jika digunakan untuk bekerja sebagai petani. Hal tersebut Accounting masing Ae masing sebanyak 1 sesuai dengan pendapat Tana et al. orang dengan presentase 1%. Pemuda . yang menyatakan bahwa semakin memilih pekerjaan tersebut dikarenakan tinggi tingkat pendidikan pemuda maka saat itu pula pemuda mulai memikirkan bulannya bersifat tetap. Hal tersebut pekerjaan Ae pekerjaan lain yang berada di sesuai dengan pendapat Tana et al. sektor non pertanian. yang menyatakan bahwa pemuda Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Jumlah Presentase (%) Pendidikan . SMP SMA / SMK Total Sumber: Data Primer Penelitian, 2022 memilih pekerjaan diluar sektor pertanian Tingkat TNI. Hasil Marketing diperoleh pada setiap bulannya. HRD, PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Presentase (%) (Oran. Pelajar Mahasiswa Swasta Barista TNI HRD Marketing Accounting Tidak bekerja Total Sumber: Data Primer Penelitian, 2022 Persepsi Pemuda Terhadap Petani Padi Tabel Kota menekan biaya produksinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Pardede . memperoleh pendapatan yang terbaik, petani harus mampu menganalisis alokasi menggunakan faktor produksi se-efisien Selain itu, pendapatan petani padi Persepsi pemuda terhadap profesi juga disesuaikan dengan luas lahan yang Semarang Hal ini sesuai dengan pendapat memperoleh skor 6. Nilai tengah dari Atnan dan Tangkesalu . yang skala interval persepsi pemuda terhadap menyatakan bahwa luas lahan akan profesi petani padi yaitu 3. Pemuda mempengaruhi jumlah pendapatan yang diterima petani padi. Pemuda menilai bahwa petani dengan lahan yang luas memiliki persepsi positif terhadap profesi akan menentukan besar kecilnya hasil petani padi. Persepsi positif tersebut produksi padi dan pendapatan petani. terdiri dari: Semakin luas lahan yang dimiliki petani Pendapatan maka semakin banyak padi yang dapat Pendapatan petani padi merupakan salah satu aspek yang dilihat pemuda semaksimal mungkin. Padi yang dikelola untuk berkarir menjadi petani padi. secara maksimal akan menghasilkan hasil Pemuda menilai pendapatan petani padi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti meningkatkan pendapatan petani. produksi, harga, dan biaya produksi. Bagi pemuda, pendapatan petani Pendapatan yang tinggi selalu diharapkan cenderung fluktuatif. Pendapatan petani petani dalam menghasilkan produksi padi bersifat fluktuatif karena disesuaikan dengan hasil panen petani yang tidak bahwa untuk mendapatkan pendapatan Menurut pemuda, petani padi Pemuda Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 dihadapkan oleh risiko produksi yang menyebabkan fluktuasi produksi disetiap kekurangan modal menyebabkan tingkat musim tanam dan tidak bisa diperkirakan adopsi teknologi petani rendah dan akan risiko produksi yang dialami petani. Hal berimbas pada rendahnya produktivitas usahatani sehingga dapat mempengaruhi ketidakpastian pendapatan petani padi. pendapatan petani padi. Hal ini sesuai Apabila penerimaan petani mengalami dengan pendapat Yanti et al. , . diterima petani juga berubah. Pemuda petani padi terletak pada kekurangan Berdasarkan uraian di atas, dapat petani padi merupakan pekerjaan penuh . ibit akan risiko. Risiko produksi yang tidak penggunaan teknologi. Pemuda menilai bahwa petani sulit untuk mendapatkan kekhawatiran pemuda jika ingin menjadi suntikan modal terutama dari perbankan, petani padi. Jika risiko produksi berupa karena tidak memenuhi kriteria yang gagal panen dengan jumlah yang sangat ditentukan oleh perbankan. Hal ini sesuai besar, tentunya akan berimbas pada penurunan pendapatan petani padi. Hal Andrianyta . yang menyatakan tersebut membuat pemuda mengurungkan niatnya untuk bekerja sebagai petani. pinjaman modal dari bank karena tidak Pemuda lebih memilih untuk bekerja ditetapkan serta alokasi kredit untuk pendapatan yang lebih tinggi, stabil dan sektor pertanian yang relative kecil yaitu minim risiko. 6 %. Dalam Modal Hermawan Modal merupakan salah satu aspek petani memerlukan lahan untuk budidaya yang penting dalam usahatani padi. Lahan tersebut bisa milik pribadi. Namun, tidak semua petani memiliki sewa serta milik dan sewa. Pemuda tidak setuju dengan petani padi harus memiliki dibutuhkan petani padi terdiri dari lahan, lahan pribadi, karena harganya yang bibit, pengetahuan. SDM, cangkul, sabit mahal dan tidak semua petani memiliki Modal PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono modal yang cukup untuk membeli lahan pendapatan yang besar dan enggan untuk Hal ini sesuai dengan pendapat mengambil perbankan karena takut tidak Hidayat et al. , . yang menyatakan bahwa lahan pertanian saat ini harganya penggarap tentunya memiliki upah yang sudah relatif mahal sehingga petani dapat lebih sedikit daripada petani pemilik dan menyewa atau menggarap lahan orang Meskipun risiko akan kerugian lain untuk berusahatani. Petani yang tidak memiliki lahan pribadi, mereka akan pendapatannya cenderung lebih rendah menggarap lahan milik orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Wahyuni . membuat pemuda mengurungkan niatnya yang menyatakan bahwa petani pemilik untuk bekerja sebagai petani padi. Lingkungan Sosial Selain Hal tanahnya digarap oleh petani penggarap. Persepsi pemuda terhadap petani sehingga petani pemilik tersebut berperan padi dapat dipengaruhi oleh lingkungan sebagai pengelola dalam usaha taninya. Petani berpengaruh tersebut terdiri dari orang mengygunakan keterampilan bercocok tua, teman sebaya serta masyarakat. Pemuda Pihak-pihak mengandalkan keterampilan tangan, otot berkomunikasi dengan teman sebayanya. dan mata. Tingginya Berdasarkan uraian di atas, dapat mempengaruhi dalam hal pengambilan petani padi memerlukan modal yang Teman sebaya pemuda tidak besar untuk membeli sarana produksi menganggap sepele profesi petani padi, karena petani memiliki peranan penting menggunakan alat yang manual, seperti terhadap pangan bangsa. Hal ini sesuai membajak sawah hanya menggunakan dengan pendapat Suratha . yang sapi tidak menggunakan traktor tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih Peralatan yang lebih modern tentunya memerlukan biaya yang besar. Meskipun lingkungan sekitar pemuda sedangkan tidak semua petani memiliki tidak menganggap sepele petani, pemuda Jika Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 tidak berminat untuk menjadi petani padi. Berdasarkan uraian di atas, dapat Mereka lebih memilih untuk bekerja kantoran/pabrik dengan pendapatan yang pemuda tidak menganggap sepele profesi Hal ini sesuai dengan pendapat petani padi. Meskipun tidak menganggap Prayoga et al. , . yang menyatakan sepele petani, pemuda enggan untuk bahwa pemuda memilih bekerja diluar menjadi petani padi. Pemuda ingin sektor pertanian karena memberikan kontribusi pendapatan yang tinggi. minat, dan trend yang ada saat ini. Teman Keputusan pemuda untuk berkarir sebaya pemuda mayoritas bekerja di perusahaan atau kafe yang identik dengan Orang lingkungan kerja yang bersih, nyaman dan gaji cukup. Tidak jauh berbeda menjadi petani padi. Penyebab dari hal dengan orang tua pemuda, mereka lebih tersebut yaitu karena minimnya lahan merestui anaknya untuk bekerja kantoran pertanian di Kota Semarang, pemuda karena pendapatan tinggi, lingkungan minimnya orang sekitar pemuda yang peningkatan jenjang karir. bekerja sebagai petani padi. Hal ini sesuai Umur dengan pendapat Arvianti et al. , . Pemuda menilai petani padi di Kota yang menyatakan bahwa pemuda lebih Semarang memilih untuk bekerja diluar sektor Fenomena ini semakin dikuatkan dengan data dari Hasil Survei Pertanian Antar bergengsi sedangkan di sektor industri Sensus Provinsi Jawa Tengah . dan teknologi sudah sangat maju serta yang menunjukkan bahwa jumlah petani pendapatan yang lebih tinggi. Pemuda di Kota Semarang dengan kelompok juga tidak memilih untuk bekerja sebagai umur 45-54 dan 55-64 tahun memiliki petani karena petani identik dengan Hal ini sesuai dengan pendapat dengan kelompok umur yang lain. Petani Arimbawa dan Rustariyuni . yang menyatakan bahwa persepsi pertanian menggunakan alat dan teknologi yang dangerous and difficult. Hal pendapat Rasmikayati et al. , . yang PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono menyatakan bahwa petani yang berusia bekerja menjadi petani padi. Bahkan jika tua akan mempengaruhi kemampuan fisik seseorang yang berumur lebih dari 50 dan respon terhadap hal-hal baru. tahun dan memiliki kekuatan fisik yang Petani tua masih banyak memakai cukup prima dapat bekerja sebagai petani alat dan mesin pertanian konvensional Adanya hal tersebut membuat sehingga apabila pemuda tidak berminat pemuda saat ini lebih berminat untuk untuk menjadi petani akan sulit untuk bekerja diluar sektor pertanian. Pemuda dengan usia 16-30 tahun yang identik Meskipun petani tua masih menggunakan meningkatkan hard skill dan soft skill belajar dengan petani tua yang memiliki akan terus mengasah kemampuan mereka banyak pengalaman. Hal tersebut sesuai untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih dengan pendapat Zakirin et al. , . layak daripada menjadi petani padi. Pendidikan bertambahnya umur petani maka semakin Permasalahan utama sumber daya banyak pengalaman dan keterampilan manusia di sektor pertanian adalah Pengetahuan. Pemuda keterampilan dan pengalaman petani tua pendidikan di sekolah tidak akrab dengan tersebut dapat diajarkan kepada petani Hal ini sesuai dengan pendapat Apalagi petani padi cocok dengan Fikri et al. , . yang menyatakan bahwa pendidikan di sekolah tidak akrab Hal ini sesuai dengan pendapat Nurazira et al. , . yang menyatakan pendidikan pemuda yaitu SMA dan lebih bahwa semakin muda petani, semakin memiliki rencana karir kedepan untuk tinggi rasa ingin tahunya, semakin cepat bekerja diluar sektor pertanian. Hal ini ia mengadopsi inovasi dan informasi baru sesuai dengan pendapat Tana et al. yang berguna untuk pertaniannya. yang menyatakan bahwa semakin Berdasarkan uraian di atas, dapat Mayoritas tinggi tingkat pendidikan pemuda maka saat itu pula pemuda mulai memikirkan untuk menjadi petani padi tidak terdapat pekerjaan-pekerjaan lain yang berada di batasan umur tertentu. Umur berapapun sektor non pertanian. asalkan kemampuan fisik mumpuni dapat Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 Padahal untuk menjadi petani padi hidup dan pengetahuan apapun yang berhubungan dengan pekerjaan yang pengalaman yang mumpuni. Hal ini dibutuhkan saat ini. sesuai dengan pendapat Patandianan dan Uji F Kapantow Uji f digunakan untuk mengetahui bahwa petani padi harus memiliki soft pengaruh pendapatan (X. , modal (X. , lingkungan sosial (X. , umur (X. pendidikan yang dimilikinya. Apabila pemuda ingin berkarir menjadi petani terhadap persepsi (Y). Uji f dilakukan padi dapat memperoleh pengetahuan, dengan melihat anova untuk mengetahui pengalaman dan skill melalui pendidikan di universitas dan belajar dengan petani independen secara serempak terhadap yang berpengalaman. Hal tersebut sesuai variabel dependent. Berdasarkan hasil dengan pendapat Zakirin et al. , . yang didapatkan bahwa nilai f hitung sebesar 194,702 dengan nilai sig sebesar bertambahnya umur petani maka semakin 0,000. Hasil tersebut menunjukkan f banyak pengalaman dan keterampilan hitung > f tabel dengan nilai 194. dalam budidaya padi. 2,45 serta nilai sig < 0,05, sehingga H0 Berdasarkan uraian di atas, dapat ditolak, dapat diartikan bahwa variabel pendapatan (X. , modal (X. , lingkungan untuk menjadi petani padi memerlukan sosial (X. , umur (X. dan pendidikan pengetahuan dan skill yang mumpuni. (X. secara serempak atau bersama Ae Tetapi sama mempengaruhi terhadap persepsi (X. (Y). Hal tersebut sesuai pendapat Ghozali menempuh pendidikan formal. Jika ingin . bahwa pengambilan keputusan menjadi petani, pemuda harus belajar pada uji f jika nilai f hitung > f tabel dan secara mandiri mengenai pengetahuan nilai probability sig. < 0,05, maka H0 dan skill yang dibutuhkan untuk menjadi petani padi. Permasalannya, saat ini pemuda enggan untuk belajar dibidang Mereka lebih memilih untuk belajar terkait dengan teknologi, gaya PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono maka semakin tinggi pula pendapatan Uji T Uji t digunakan untuk mengetahui yang diterima petani padi. Pemuda pengaruh pendapatan (X. , modal (X. , menilai bahwa menjadi petani padi dapat lingkungan sosial (X. , umur (X. dan dikatakan sukses apabila petani padi pendidikan (X. secara parsial terhadap dapat menghasilkan pendapatan yang persepsi (Y). Apabila signifikansi O 0,05, tinggi yaitu sekitar 9 juta rupiah. Hal ini sesuai dengan pendapat Niswati . berpengaruh terhadap variabel Y. Hasil yang menyatakan bahwa kesuksesan uji t dapat dilihat pada Tabel 5. petani padi dapat dilihat dari pendapatan Tabel 5. Hasil Uji T Variabel Sig. Pendapatan (X. 0,000 Modal (X. 0,650 Lingkungan Sosial (X. 0,014 Umur (X. 0,065 Pendidikan (X. 0,002 Sumber: Data Primer Penelitian, 2022 Semakin pendapatan yang diperoleh petani maka dapat dikatakan sukses dan akan timbul kepuasan tersendiri pada petani. Berdasarkan hasil penelitian dapat Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel modal memiliki diketahui bahwa variabel pendapatan nilai sig 0,650. Hal tersebut menunjukkan memiliki nilai sig 0,000. Hal tersebut nilai sig > 0,05, sehingga menyatakan menunjukkan nilai sig < 0,05, sehingga bahwa variabel modal tidak berpengaruh menyatakan bahwa variabel pendapatan secara nyata terhadap persepsi pemuda terhadap profesi petani padi di Kota persepsi pemuda terhadap profesi petani Semarang. Pemuda menganggap bahwa padi di Kota Semarang. Pemuda setuju untuk menjadi petani padi tidak perlu memiliki lahan pribadi. Petani yang tidak disesuaikan dengan luas lahan yang memiliki lahan pribadi dapat bekerja Semakin besar lahan yang sebagai petani penggarap dan petani dimiliki petani dan dikelola dengan Hal ini sesuai dengan pendapat maksimal maka akan memperoleh hasil Wahyuni . yang menyatakan bahwa produksi melimpah dan meningkatkan pendapatan petani. Hal ini sesuai dengan majikan yang tanahnya digarap oleh menyatakan bahwa semakin besar luas lahan yang dimiliki dan dikelola petani pengelola dalam usaha taninya. Petani Hardin Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 buruh adalah petani yang menggunakan lingkungan sosial berpengaruh secara keterampilan bercocok tanam sebagai nyata terhadap persepsi pemuda terhadap profesi petani padi di Kota Semarang. keterampilan tangan, otot dan mata. Persepsi dilingkungan sosial pemuda Modal yang dibutuhkan petani padi dapat dilihat dari teman sebaya dan orang terdiri dari lahan, bibit, pengetahuan. Teman SDM, Banyaknya pertanian padi tidak menganggap sepele petani tentu memerlukan biaya yang terhadap profesi petani padi, karena besar untuk membelinya. Padahal tidak semua petani memiliki modal yang cukup membantu orang tuanya bertani. Berbeda dengan teman sebaya pemuda yang Pemuda menilai bahwa tinggal di wilayah perkotaan, beberapa kekurangan modal menyebabkan petani dari mereka menganggap sepele profesi petani padi karena pekerjaan petani yang kotor-kotoran Teman tingkat adopsi teknologi petani rendah dan akan berimbas pada rendahnya sebaya pemuda menilai bahwa petani produktivitas usahatani sehingga dapat padi sangat berjasa bagi pemenuhan mempengaruhi pendapatan petani padi. kebutuhan pokok bangsa. Hal ini sesuai Hal ini sesuai dengan pendapat Yanti et , . yang menyatakan bahwa Zaenuddin kelemahan petani padi terletak pada bahwa petani merupakan salah satu orang kekurangan modal seperti tidak sanggup yang paling berjasa dalam pemenuhan untuk membeli sarana produksi yang kebutuhan hidup orang banyak dan petani perlu disejahterakan. Mayoritas orang tua . ibit penggunaan teknologi. Keumala pemuda kurang mendukung anaknya Berdasarkan hasil penelitian dapat untuk bekerja sebagai petani padi karena diketahui bahwa variabel lingkungan lingkungan sekitar yang tidak akrab sosial memiliki nilai sig 0,014. Hal dengan pertanian dan pendapatan petani tersebut menunjukkan nilai sig < 0,05, yang tidak pasti. Hal ini sesuai dengan sehingga menyatakan bahwa variabel pendapat Ningsih dan Syaf . yang PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono menyatakan bahwa saat ini semakin dimiliki akan semakin produktif sampai banyak orang tua yang tidak mengajak batas tertentu. Petani muda lebih kuat anak-anaknya secara fisik, namun petani tua lebih matang dalam pemikiran. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Zakirin et al. membutuhkan kerja keras, menguras . yang menyatakan bahwa semakin waktu dan tenaga serta penghasilan yang bertambahnya umur petani maka semakin diperoleh tidak menentu. banyak pengalaman dan keterampilan Berdasarkan hasil penelitian dapat dalam budidaya padi sehingga akan diketahui bahwa variabel umur memiliki berpengaruh terhadap produksi padi. nilai sig 0,065. Hal tersebut menunjukkan Berdasarkan hasil penelitian dapat nilai sig > 0,05, sehingga menyatakan diketahui bahwa variabel pendidikan bahwa variabel umur tidak berpengaruh memiliki nilai sig 0,002. Hal tersebut secara nyata terhadap persepsi pemuda menunjukkan nilai sig < 0,05, sehingga terhadap profesi petani padi di Kota menyatakan bahwa variabel pendidikan Semarang. Pemuda beranggapan bahwa untuk menjadi petani tidak memiliki persepsi pemuda terhadap profesi petani batasan umur tertentu. Pemuda menilai padi di Kota Semarang. Pemuda merasa bahwa orang dengan umur berapapun pendidikan di sekolah tidak akrab dengan serta kekuatan fisik yang mumpuni dapat Selama pemuda menempuh bekerja menjadi petani padi. Pemuda juga pendidikan formal, pemuda tidak pernah tidak setuju dengan anggapan semakin mendapatkan ilmu tentang pertanian. Hal tua umur petani maka semakin menurun ini sesuai dengan pendapat Fikri et al. kinerja petani tersebut. Hal tersebut . dikarenakan tidak semua petani yang pendidikan melahirkan generasi muda berumur tua memiliki kinerja yang yang terdidik tetapi tidak akrab dengan menurun tetapi terdapat pula petani yang Padahal untuk menjadi petani sudah berusia tua tetapi masih memiliki padi memerlukan pengalaman dan skill fisik yang kuat. Hal ini sesuai dengan Hal ini sesuai dengan pendapat pendapat Andriani et al. , . yang BuAoulolo dan Zendrato . yang menyatakan bahwa semakin bertambah menyatakan bahwa kemampuan yang umur petani maka tenaga kerja yang harus dimiliki petani padi terdiri dari Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1387-1408 dan pendapatan petani bersifat pengalaman bertani. Petani yang tidak memiliki pengetahuan, pengalaman dan Pemuda menilai untuk menjadi skill yang mumpuni tidak bisa mengelola petani tidak perlu memiliki lahan cenderung mengalami keuntungan yang menggarap lahan milik orang lain. minim atau bahkan kerugian. Kekurangan mempengaruhi pendapatan petani KESIMPULAN DAN SARAN Teman Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilingkungan sekitar pemuda tidak telah dilakukan dengan judul AuPersepsi menganggap sepele profesi petani Pemuda Terhadap Profesi Petani Padi di padi serta orang tua pemuda tidak Kota SemarangAy menjadi petani padi. Persepsi pemuda terhadap profesi Semarang petani padi tidak memiliki batasan memperoleh skor 6. 366 dikategorikan umur tertentu dan pemuda cocok untuk menjadi petani padi. Pemuda petani padi. Persepsi positif tersebut dapat dilihat dari persepsi pemuda mengenai petani padi. Pemuda pandangan yang positif atau sesuai menilai untuk menjadi petani padi dengan harapan pemuda terhadap petani padi tersebut yang dapat dilihat pengalaman dan skill. Kota Pemuda menilai untuk menjadi Berdasarkan hasil uji f, variabel pendapatan, modal, lingkungan sosial, umur dan pendidikan berpengaruh Pemuda setuju dengan pendapatan secara serempak terhadap persepsi petani padi disesuaikan dengan pemuda terhadap profesi petani padi. luas lahan yang dimiliki petani Hasil PERSEPSI PEMUDA TERHADAP PROFESI PETANI PADI DI KOTA SEMARANG Mita Erliaristi. Kadhung Prayoga, dan Joko Mariyono secara parsial variabel pendapatan, terbebas dari tuntutan supaya tidak lingkungan sosial dan pendidikan menjadi petani. Bagi pemerintah: perlu mengadakan sedangkan variabel modal dan umur kegiatan penyuluhan serta pelatihan tidak berpengaruh terhadap persepsi pertanian di sekolah dan mengajak pemuda terhadap profesi petani padi generasi muda untuk berkarir menjadi di Kota Semarang. petani padi. Luas lahan pertanian Kota Saran Berdasarkan penelitian yang telah Semarang warganya untuk menerapkan urban farming di perkotaan. Bagi pemuda: perlu adanya kesadaran DAFTAR PUSTAKA