JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Penggunaan Internet of Things (IoT) dan Teknologi Blockchain Terhadap Transparansi Keuangan Melalui Kualitas Audit Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Pembiayaan di Malang Raya Robet Mangolea1* Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Indonesia 1robertmangole82@gmail. * Robet Mangolea Received: 6 Oktober 2025. Revised: 15 Oktober 2025. Accepted: 17 Oktober 2025 Abstrak Penelitian ini menguji pengaruh Internet of Things (IoT) dan teknologi blockchain terhadap transparansi keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya. Data diperoleh melalui survei terhadap 100 responden dengan pendekatan kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa blockchain berpengaruh signifikan terhadap transparansi, sementara IoT berpengaruh positif namun tidak Kualitas audit tidak memoderasi hubungan IoT dengan transparansi, tetapi memperkuat pengaruh Temuan ini berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai transparansi keuangan berbasis teknologi serta memberikan implikasi praktis bagi perusahaan pembiayaan dan regulator dalam mendukung transformasi digital untuk meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola keuangan. Kata kunci : Internet of Things. Blockchain. Kualitas Audit. Transparansi Keuangan. Perusahaan Pembiayaan Abstract This study investigates the effect of Internet of Things (IoT) and blockchain technology on financial transparency, with audit quality as a moderating variable in financing companies in Malang Raya. Data were collected from 100 respondents using a quantitative approach. Findings reveal that blockchain significantly enhances transparency, while IoT shows a positive but insignificant effect. Audit quality does not moderate the IoTAetransparency relationship but strengthens blockchainAos impact. The study contributes to the literature on technology-driven financial transparency and offers practical implications for financing companies and regulators in promoting digital transformation to improve accountability and governance. Keywords : Internet of Things. Blockchain. Audit Quality. Financial Transparency. Financing Companies How to Cite : Mangole. Pengaruh Penggunaan Internet Of Things (IoT) dan Teknologi Blockchain Terhadap Transparansi Keuangan Melalui Kualitas Audit Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Pembiayaan di Malang Raya. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 139Ae147. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 139 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Mangole PENDAHULUAN Transparansi keuangan menjadi isu krusial dalam tata kelola perusahaan modern, terutama pada sektor perusahaan pembiayaan yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan konsumtif dan produktif (Nafisha et al. , 2. Di wilayah Malang Raya, jumlah perusahaan pembiayaan terus mengalami peningkatan, seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat dan fleksibel. Namun demikian, peningkatan jumlah perusahaan ini tidak selalu diiringi oleh kualitas pelaporan keuangan yang transparan. Masalah seperti keterlambatan pelaporan, ketidaksesuaian antara data aktual dan laporan keuangan, serta minimnya akses real-time terhadap informasi keuangan menjadi tantangan utama yang harus segera Dalam konteks ini, inovasi teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) dan blockchain diyakini mampu menjadi solusi strategis. Teknologi IoT memungkinkan akuntansi berbasis sensor yang dapat mengumpulkan data transaksi keuangan secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat (Fitrani & Pratama, 2. Sementara itu, blockchain menawarkan sistem pencatatan yang transparan dan tidak dapat dimanipulasi, yang dapat meningkatkan keandalan dan keamanan data keuangan perusahaan (Saragih, 2. Selain itu, penerapan blockchain dalam laporan keuangan dapat mempercepat proses audit dan mengurangi risiko fraud karena seluruh transaksi terekam secara permanen dalam jaringan yang terdesentralisasi (Sari & Nugroho, 2. Oleh karena itu, implementasi teknologi ini pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya menjadi langkah penting dalam mendorong efisiensi, keandalan, dan transparansi keuangan. Internet of Things (IoT) hadir sebagai solusi yang memungkinkan pengumpulan data transaksi secara otomatis dan real-time, sehingga pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan minim intervensi Dengan sistem berbasis IoT, data keuangan dapat dimonitor langsung dari sumbernya, meningkatkan objektivitas dan mengurangi peluang manipulasi. Menurut Prasetyo dan Agustina . , pemanfaatan IoT dalam sistem pelaporan keuangan mampu meningkatkan akurasi, efisiensi, dan integritas data yang disajikan, karena semua aktivitas keuangan dapat dimonitor secara langsung melalui sensor dan sistem terotomatisasi. Hal ini tentu mendorong terciptanya transparansi yang lebih tinggi karena pengelolaan data keuangan menjadi lebih objektif dan berbasis bukti elektronik. Blockchain, di sisi lain, menawarkan pencatatan permanen, terenkripsi, dan terdistribusi, yang menjamin keamanan serta integritas informasi. Setiap transaksi yang terekam tidak dapat diubah, sehingga memberikan tingkat transparansi yang tinggi dan memperkecil risiko fraud. Menurut Fahlevi et al. , implementasi blockchain dalam pelaporan keuangan memungkinkan semua stakeholder mengakses data keuangan yang sama secara real-time dan tanpa manipulasi, karena setiap perubahan akan terekam secara permanen dalam sistem. Hal ini memberikan efek pengawasan yang kuat terhadap proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Integrasi IoT dan blockchain memiliki potensi besar untuk membentuk ekosistem pelaporan yang akuntabel, transparan, dan kredibel, terutama jika didukung oleh kualitas audit yang memadai. Auditor berperan memverifikasi validitas data digital, memastikan kesesuaiannya dengan standar pelaporan, serta mengidentifikasi penyimpangan. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan sektor pembiayaan di Malang Raya untuk beradaptasi terhadap transformasi digital guna meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Minimnya penelitian sebelumnya yang secara simultan mengkaji IoT, blockchain, dan kualitas audit sebagai variabel moderasi dalam konteks regional memperkuat pentingnya studi ini. Hadi dan Tifani . menegaskan bahwa kualitas audit memainkan peran penting sebagai mekanisme pengendalian eksternal yang dapat memperkuat efektivitas sistem pelaporan berbasis teknologi. Selain itu, studi yang dilakukan oleh Knechel et al. dalam Journal of Accounting Research menunjukkan bahwa audit berkualitas tinggi dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap laporan keuangan, terutama ketika perusahaan menggunakan sistem teknologi informasi canggih. Mereka juga menyimpulkan bahwa kualitas audit memiliki peran signifikan sebagai moderator, karena dapat Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 140 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 11. , 2025 Mangole memperkuat dampak positif integrasi teknologi terhadap akuntabilitas dan transparansi pelaporan Transparansi keuangan sendiri merupakan bentuk keterbukaan perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan. Menurut Putri dan Setiawan . , transparansi keuangan yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan investor, mempermudah pengawasan regulator, dan menciptakan iklim usaha yang sehat. Pengaruh IoT dan blockchain terhadap transparansi keuangan perlu diuji secara mendalam dengan mempertimbangkan peran moderasi kualitas audit, terutama pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya yang sedang berada dalam masa transisi digitalisasi sistem pelaporan. Urgensi penelitian ini didasari oleh kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi dalam laporan keuangan perusahaan, terutama di tengah era digitalisasi yang terus Internet of Things (IoT) telah diintegrasikan dalam sistem akuntansi modern untuk memungkinkan pengumpulan data transaksi secara real-time, yang membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan keuangan (Kayani, 2. Di sisi lain, teknologi blockchain memberikan sistem pencatatan transaksi yang terdesentralisasi dan tidak dapat diubah, sehingga memperkuat transparansi dan keamanan informasi keuangan (Sarker et al. , 2. Penerapan teknologi ini juga terbukti mendorong efisiensi dan keandalan laporan keuangan di sektor keuangan syariah, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Bahanan et al. yang menemukan peningkatan transparansi dan perlindungan terhadap kecurangan dalam transaksi keuangan berbasis blockchain. Penelitian lain oleh Zare et al. juga menunjukkan bahwa blockchain dapat mempercepat proses transaksi serta mencegah manipulasi data di industri perbankan syariah. Dalam konteks perusahaan asuransi, penerapan teknologi ini menjadi penting untuk meningkatkan kepercayaan publik dan mencegah klaim palsu. Selain itu, penerapan skeptisisme profesional auditor secara tepat dapat memperkuat proses audit dan mendeteksi adanya penyimpangan, yang pada akhirnya meningkatkan keandalan laporan keuangan dan menarik kepercayaan dari para pemangku kepentingan (Sari, 2. Penelitian ini menghadirkan kebaruan melalui integrasi dua teknologi digital terdepan Internet of Things (IoT) dan teknologi blockchain dalam konteks transparansi keuangan pada perusahaan Berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya yang umumnya menelaah pengaruh teknologi digital secara parsial terhadap efisiensi atau akuntabilitas pelaporan keuangan, studi ini secara simultan mengeksplorasi pengaruh sinergis IoT dan blockchain sebagai pendorong utama terbentuknya pelaporan keuangan yang transparan dan real-time. Penelitian ini memposisikan kualitas audit sebagai variabel moderasi, yang secara teoritis dan praktis memberikan dimensi baru dalam menjelaskan bagaimana efektivitas teknologi dalam mendorong transparansi keuangan bergantung pada kualitas proses audit yang berlangsung. Pendekatan moderasi ini belum banyak diangkat dalam studi terdahulu, terutama dalam konteks perusahaan pembiayaan di tingkat regional seperti Malang Raya, yang saat ini berada pada tahap awal digitalisasi sistem pelaporan keuangan. Kebaruan lain dari penelitian ini terletak pada setting dan sektor industrinya, yaitu perusahaan pembiayaan non-bank yang beroperasi di Malang Raya. Penelitian-penelitian terdahulu lebih banyak berfokus pada sektor perbankan atau perusahaan publik secara umum (Fahlevi et al. , 2022. Aprilianti, 2. , sementara sektor pembiayaan memiliki karakteristik tersendiri dari segi regulasi, tata kelola, dan risiko keuangan yang belum banyak disorot dalam kajian terkait adopsi teknologi digital dan Pertumbuhan pesat sektor pembiayaan di Malang Raya menjadi sorotan utama dalam konteks transparansi keuangan. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan bahwa pada Desember 2024, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan di wilayah ini mencapai Rp7,25 triliun, tumbuh 12,37% secara tahunan, melebihi pertumbuhan nasional sebesar 6,92% (Radar malang, 2. Namun, peningkatan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kualitas pelaporan keuangan yang transparan dan akurat. Masalah seperti keterlambatan pelaporan, ketidaksesuaian data, dan minimnya akses real-time terhadap informasi keuangan masih menjadi tantangan (Antara, 2. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 141 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Mangole Salah satu permasalahan nyata dalam perusahaan pembiayaan di Indonesia adalah terjadinya manipulasi laporan keuangan yang signifikan, seperti yang terjadi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dalam kasus ini, empat debitur LPEI terindikasi melakukan fraud dengan outstanding kredit mencapai Rp2,5 triliun, yang mencakup kecurangan laporan keuangan dan penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit . Kasus ini menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan transparansi dalam pelaporan keuangan perusahaan pembiayaan, serta pentingnya penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan blockchain untuk meningkatkan akurasi dan keandalan data keuangan . isnis, 2. Dalam konteks ini, penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan blockchain menjadi relevan. IoT memungkinkan pengumpulan data transaksi secara real-time, meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan keuangan . Sementara itu, blockchain menawarkan sistem pencatatan yang transparan dan tidak dapat dimanipulasi, memperkuat keandalan dan keamanan data keuangan perusahaan . Namun, efektivitas penerapan teknologi ini sangat bergantung pada kualitas audit yang dilakukan. Audit yang berkualitas tinggi dapat memverifikasi validitas data yang dihasilkan sistem digital, memperkuat akuntabilitas dan transparansi pelaporan keuangan (Bisnis. com, 2. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh penggunaan IoT dan teknologi blockchain terhadap transparansi keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya menjadi penting untuk dilakukan Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi simultan teknologi Internet of Things (IoT) dan blockchain dalam konteks transparansi keuangan perusahaan pembiayaan di Malang Raya, dengan menempatkan kualitas audit sebagai variabel moderasi. Meskipun adopsi teknologi digital telah banyak dibahas dalam sektor perbankan dan industri besar, studi yang secara spesifik mengkaji sinergi antara IoT dan blockchain dalam meningkatkan transparansi pelaporan keuangan pada perusahaan pembiayaan non-bank di tingkat regional masih sangat terbatas. Penelitian ini juga merespons peta jalan OJK 2024Ae2028 yang mendorong penguatan inovasi teknologi di sektor keuangan, namun belum banyak menjangkau perusahaan pembiayaan skala menengah di daerah seperti Malang Raya. Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan literatur dan memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan tata kelola perusahaan pembiayaan di era digital. H1: Blockchain berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi keuangan. H2: IoT berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap transparansi keuangan. H3: IoT berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan blockchain tidak H4: Kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap transparansi keuangan. H5: Kualitas audit memoderasi secara signifikan pengaruh blockchain terhadap transparansi keuangan, namun tidak memoderasi pengaruh IoT. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori, yaitu untuk menguji hubungan kausal antara variabel bebas, variabel moderasi, dan variabel terikat yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Internet of Things (IoT) dan teknologi blockchain terhadap transparansi keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan pembiayaan yang beroperasi di wilayah Malang Raya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan aktif dari perusahaan pembiayaan yang berdomisili di wilayah Malang Raya. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 15 perusahaan pembiayaan yang tersebar di wilayah Kota Malang. Kabupaten Malang, dan sekitarnya . ttps://w. com/). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Desain penelitian ini difokuskan pada pengujian hipotesis melalui pendekatan survei dengan penyebaran kuesioner kepada 100 Responden sebagai instrumen utama pengumpulan data, digunakan skala Likert dengan rentang 1 sampai 5, alat statistic yang digunakan yakni Smart-PLS. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 142 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 11. , 2025 Mangole PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Internet of Things (IoT) dan teknologi blockchain terhadap transparansi keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada 11 erusahaan pembiayaan di wilayah Malang Raya. Perkembangan teknologi digital mendorong 11 perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keterbukaan dalam pencatatan serta pelaporan keuangan. Penggunaan IoT memungkinkan data transaksi terekam secara real-time, sedangkan blockchain memberikan jaminan keamanan dan keabsahan data. Kualitas audit dipertimbangkan sebagai variabel moderasi karena berperan penting dalam menilai keandalan sistem serta mendeteksi kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang bekerja di 11 perusahaan pembiayaan di Malang Raya. Tabel 1 Hasil Olahdata Outer Loadings Internet of Blockchain (X. Things (IoT) (X. X1. X1. X1. X2. X2. X2. Kualitas Audit (Z) Transparansi Keuangan (Y) Y1. Y1. Y1. Z1. Z1. Z1. Berdasarkan Tabel 1 Outer Loadings, seluruh indikator pada variabel Internet of Things (X. Blockchain (X. Kualitas Audit (Z), dan Transparansi Keuangan (Y) menunjukkan nilai loading di atas 0,70, yang berarti setiap indikator memiliki kontribusi yang kuat dalam mengukur konstruk masingmasing. Indikator tertinggi pada variabel IoT adalah X1. , menunjukkan bahwa integrasi perangkat IoT dalam sistem akuntansi merupakan indikator paling dominan. Pada variabel Blockchain, indikator X2. 1 memiliki loading tertinggi . , yang menunjukkan bahwa pencatatan transaksi menggunakan blockchain sangat merepresentasikan variabel tersebut. Untuk Kualitas Audit, indikator Z1. merupakan yang paling kuat, menandakan bahwa keterampilan auditor dalam memverifikasi data digital sangat penting. Sedangkan pada variabel Transparansi Keuangan, indikator Y1. menunjukkan bahwa akurasi informasi dalam laporan keuangan menjadi aspek paling Dengan demikian, seluruh indikator dinyatakan valid karena telah memenuhi batas minimum nilai outer loading (>0,. , yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian ini memiliki kualitas pengukuran yang baik. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 143 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Mangole Tabel 2 Construct Reliability and Validity Cronbach's Alpha Composite Average Variance Reliability Extracted (AVE) Blockchain (X. Internet of Things (IoT) (X. Kualitas Audit (Z) Transparansi Keuangan (Y) Berdasarkan Tabel 2 Construct Reliability and Validity, seluruh variabel dalam model penelitian telah memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas konstruk. Nilai Cronbach's Alpha untuk keempat variabel berada di atas 0,70 . ecuali Blockchain yang mendekati batas minimal, yaitu 0,. , menunjukkan konsistensi internal yang dapat diterima. Nilai Composite Reliability untuk semua variabel juga melebihi ambang batas 0,70, yang memperkuat bahwa instrumen memiliki reliabilitas komposit yang baik. Selain itu, nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk semua variabel berada di atas 0,50, yang menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut memiliki validitas konvergen yang memadai, artinya indikator-indikatornya mampu menjelaskan varians konstruk lebih besar daripada kesalahan pengukuran. Dengan demikian, seluruh konstruk dalam model ini dinyatakan reliabel dan valid untuk digunakan dalam pengujian selanjutnya. Tabel 3 Hasil Uji Hipotesis Path Coefficients Mean. STDEV. T-Values. P-Values Standard Original Sample T Statistics Deviation Sample (O) Mean (M) (|O/STDEV|) Values (STDEV) Blockchain (X. -> Kualitas 0,230 0,226 0,118 1,197 0,052 Audit (Z) Blockchain (X. -> 0,447 0,457 0,149 3,004 0,003 Transparansi Keuangan (Y) Internet of Things (Io. (X. -> 0,427 0,435 0,122 3,504 0,000 Kualitas Audit (Z) Internet of Things (Io. (X. -> 0,220 0,213 0,184 2,102 0,008 Transparansi Keuangan (Y) Kualitas Audit (Z) -> 0,222 0,225 0,132 1,678 0,094 Transparansi Keuangan (Y) Internet of Things (Io. (X. -> Kualitas Audit (Z) -> 0,043 0,035 0,139 0,308 0,080 Transparansi Keuangan (Y) Blockchain (X. -> Kualitas Audit (Z)-> Transparansi 0,166 0,160 0,133 2,056 0,043 Keuangan (Y) Berdasarkan Tabel 3 Hasil Uji Hipotesis. H1 Penggunaan Internet of Things (IoT) berpengaruh terhadap Transparansi Keuangan, berdasarkan hasil uji hipotesis, penggunaan Internet of Things (IoT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi keuangan pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya, dengan nilai T-Statistic 2. 102 (> 1. dan P-Value 0. 008 (< 0. Hal ini menunjukkan bahwa semakin optimal penerapan IoT, semakin tinggi transparansi laporan keuangan perusahaan. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 144 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 11. , 2025 Mangole IoT memungkinkan pengumpulan data transaksi secara real-time dan otomatis, sehingga laporan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan minim intervensi manual. Temuan ini sejalan dengan Lee dan Lee . serta KarmaEska . yang menyatakan bahwa IoT mampu mengubah sistem pelaporan tradisional menjadi pelaporan kontinyu berbasis data langsung dari sumbernya. Teknologi ini juga membantu mendeteksi penyimpangan sejak dini, sehingga memperkuat pengawasan internal dan akuntabilitas (Putra & Hidayat, 2021. Fahlevi et al. , 2. H2 Penggunaan Teknologi Blockchain berpengaruh terhadap Transparansi Keuangan Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi blockchain berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi keuangan, dibuktikan dengan nilai T-Statistic 3. 004 (> 1. dan PValue 0. 003 (< 0. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan blockchain, semakin transparan laporan keuangan perusahaan. Blockchain memiliki karakteristik desentralisasi, immutable, dan transparan yang meminimalkan risiko manipulasi data. Hasil ini mendukung penelitian Judijanto et al. dan Wan & Chen . yang menyatakan bahwa blockchain dapat memperbaiki efisiensi pelaporan dan meningkatkan integritas data keuangan. Aprilianti . juga menegaskan bahwa blockchain mempermudah proses audit karena seluruh transaksi terekam secara permanen dan dapat diakses secara real-time. H3 Penggunaan IoT berpengaruh terhadap Kualitas Audit, berdasarkan hasil uji, penggunaan IoT berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, dengan nilai T-Statistic 3. 504 (> 1. dan P-Value 0. 000 (< 0. Artinya, penerapan IoT dapat meningkatkan kualitas audit dengan menyediakan data transaksi yang akurat dan real-time, sehingga memudahkan auditor dalam melakukan verifikasi dan pengujian. Temuan ini sejalan dengan KarmaEska . dan Fitriani & Pratama . yang menjelaskan bahwa IoT memberikan auditor akses langsung pada data valid, sehingga mempercepat proses audit dan meningkatkan efektivitas pengawasan. H4 Penggunaan Blockchain berpengaruh terhadap Kualitas Audit, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan blockchain berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit, dengan nilai T-Statistic 1. 197 (< 1. dan P-Value 0. 052 (> 0. Artinya, penerapan blockchain belum secara langsung meningkatkan kualitas audit pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya. Hal ini dapat disebabkan oleh keterbatasan pemahaman dan keterampilan auditor dalam memanfaatkan data pada sistem blockchain. Temuan ini konsisten dengan Khan & Hoque . yang menyatakan bahwa tanpa kompetensi teknis yang memadai, potensi blockchain dalam mendukung audit tidak dapat dioptimalkan. H5 Kualitas Audit berpengaruh terhadap Transparansi Keuangan, berdasarkan hasil uji hipotesis, kualitas audit berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap transparansi keuangan, dengan nilai T-Statistic 1. 678 (< 1. dan P-Value 0. 094 (> 0. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas audit tidak serta-merta meningkatkan transparansi laporan keuangan. Penyebabnya kemungkinan karena fokus audit lebih kepada kepatuhan terhadap standar pelaporan dibandingkan peningkatan keterbukaan informasi. Hasil ini sejalan dengan Oussii & Taktak . yang menyatakan bahwa kualitas audit akan berdampak pada transparansi jika didukung oleh budaya organisasi yang terbuka dan sistem pelaporan yang inklusif. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain dan IoT berpengaruh positif terhadap transparansi keuangan pada perusahaan pembiayaan di Malang Raya, dengan blockchain memiliki pengaruh lebih kuat, sedangkan kualitas audit hanya memoderasi signifikan hubungan blockchain terhadap transparansi dan tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan wilayah yang hanya fokus di Malang Raya dan pengukuran berbasis persepsi responden, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Temuan ini mengimplikasikan perlunya peningkatan literasi teknologi auditor dan integrasi sistem audit berbasis digital untuk memaksimalkan potensi IoT dan blockchain, sekaligus menjadi masukan bagi regulator seperti OJK dalam merumuskan kebijakan penguatan tata kelola berbasis teknologi. Penelitian lanjutan disarankan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 145 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Mangole memperluas wilayah kajian, menggunakan pendekatan data sekunder, dan menguji variabel lain seperti dukungan manajemen puncak atau literasi teknologi sebagai faktor penentu transparansi Daftar Pustaka