RANCANG BANGUN APLIKASI E-MARKETPLACE BERBASIS WEBSITE UNTUK PENJUALAN PRODUKSI SHUTTLECOCK (STUDI KASUS DESA SUMENGKO KABUPATEN NGANJUK) Fifitsyafaaty1. Arikurniawan2 Manajemen Informatika. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang Gang II. Kec. Wonokromo. Kota Surabaya. Jawa Timur 60231 21001@mhs. 2arikurniawan@mhs. AbstrakAi Pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko Kabupaten Nganjuk menghadapi permasalahan dalam memasarkan produk yang masih dilakukan secara manual, sehingga jangkauan pasar terbatas dan proses transaksi kurang efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai rancang bangun aplikasi E-Marketplace berbasis website guna membantu pelaku usaha dalam memasarkan produk secara digital. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) karena mampu mempercepat proses pengembangan sistem dan memungkinkan keterlibatan pengguna dalam setiap Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel serta database MySQL. Pengujian dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing terhadap 32 skenario pengujian untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai kebutuhan Selain itu, dilakukan pengujian System Usability Scale (SUS) guna menilai tingkat kelayakan aplikasi dari sisi Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan 100% pada Blackbox Testing dan nilai SUS sebesar 62 yang termasuk kategori acceptable. Dengan demikian, aplikasi EMarketplace yang dikembangkan mampu membantu pelaku usaha shuttlecock memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan efisiensi penjualan, dan mendukung transformasi digital di bidang perdagangan AbstractAiShuttlecock producers in Sumengko Village. Nganjuk Regency, face challenges in marketing their products manually, leading to limited market reach and inefficient To overcome these issues, this research developed a web-based E-Marketplace application to support digital marketing for local entrepreneurs. The Rapid Application Development (RAD) method was used because it enables faster system development with active user involvement at each stage. The system was built using PHP programming language. Laravel framework, and MySQL System functionality was tested through Blackbox Testing with 32 test cases to ensure compliance with user In addition, the System Usability Scale (SUS) was applied to assess system usability. The results showed a 100% success rate for functional testing and a SUS score of 62, categorized as acceptable. Therefore, the developed EMarketplace application effectively supports shuttlecock producers in expanding their market reach, improving sales efficiency, and fostering digital transformation in local Kata kunciAi E-Marketplace. Rapid Application Development (RAD). Laravel. Blackbox Testing. System Usability Scale (SUS PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Pemanfaatan teknologi berbasis web memungkinkan proses transaksi dan pemasaran dilakukan secara daring . , sehingga mampu menjangkau konsumen dalam cakupan yang lebih luas serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Desa Sumengko. Kabupaten Nganjuk, merupakan salah satu wilayah penghasil shuttlecock yang memiliki potensi ekonomi cukup besar. Namun, kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh para pelaku usaha masih bersifat konvensional, seperti melalui media sosial dan transaksi langsung. Cara tersebut menimbulkan beberapa kendala, anatara lain keterbatasan jangkauan pasar, kurangnya sistem manajemen data produk dan transaksi, serta tidak adanya platform yang terintegrasi untuk proses penjualan. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya pengembangan sistem berbasis digital yang dapat menjadi sarana pemasaran, pengelolaan produk, dan transaksi secara efisien. Untuk itu, dirancanglah aplikasi E-Marketplace berbasis website yang dapat membantu pelaku usaha shuttlecock dalam memperluas jangkauan pasar dan mengelola penjualan secara Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi E-Marketplace berbasis website yang mudah digunakan oleh pengguna, dapat mempercepat proses transaksi, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan data penjualan. Dalam pelaksanaannya, digunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang menekankan pada kecepatan pengembangan sistem dengan melibatkan pengguna pada setiap tahapnya. II. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian terapan . pplied researc. yang bertujuan menghasilkan produk berupa aplikasi E-Marketplace berbasis website untuk penjualan shuttlecock di Desa Sumengko Kabupaten Nganjuk. Metode pengembangan yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) karena mampu mempercepat proses pengembangan sistem melalui iterasi dan keterlibatan pengguna di setiap tahapannya. Berikut gambar rancangan penelitiannya: Wawancara Wawancara dilakukan dengan pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko guna memperoleh informasi langsung mengenai proses bisnis, kendala yang dihadapi, dan kebutuhan terhadap sistem berbasis web. Perancangan Sistem Perancangan sistem dilakukan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang bersifat iterative dan melibatkan pengguna pada setiap tahap. Model RAD mencakup tiga fase utama, yaitu perencanaan kebutuhan untuk mendefinisikan fungsi sistem berdasarkan hasil observasi dan wawancara, desain sistem yang mencakup pemodelan menggunakan UML dan perancangan antarmuka pengguna serta . , pemrograman dengan framework Laravel dan database MySQL yang diakhiri dengan pengujian fungsional sistem. Penerapan metode RAD memungkinkan proses pengembangan sistem dilakukan lebih cepat, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna dalam membangun aplikasi E-Marketplace bagi pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko. Berikut dibawah ini gambar dari RAD: Gambar 2. 2 Rapid Application Development Tahap initial requirement dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko untuk memahami kebutuhan dan permasalahan sistem penjualan yang Hasilnya digunakan untuk menyusun spesifikasi kebutuhan sistem yang mencakup fitur pengelolaan produk, transaksi, laporan, serta aspek nonfungsional seperti kemudahan pengguna, keamanan, dan kecepatan akses. Tahap ini menjadi dasar penting dalam pengembangan desain sistem agar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mendukung proses bisnis UMKM secara digital. Gambar 2. 1 Rancangan Pene. Identifikasi Masalah Masalah utama yang dihadapi pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko adalah proses penjualan dan promosi yang masih manual. Pengelolaan data produk, pesanan, dan transaksi belum terdigitalisasi, sehingga menghambat efisiensi dan mempersempit jangkuan pasar. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sistem yang dapat mengintegrasikan proses penjualan, promosi, dan manajemen produk secara daring. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi terkait kebutuhan sistem dan karakteristik Metode yang digunakan meliputi: Studi Literatur Dilakukan dengan mengkaji jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang berhubungan dengan pengembangan sistem E-Marketplace, penerapan metode RAD, serta pengujian perangkat lunak Perencanaan Kebutuhan (Initial Requiremen. Desain Sistem (Workshop Desai. Pada tahap ini melibatkan partisipasi aktif pengguna dalam proses iterative yang mencakup demontrasi, penyempurnaan, dan pembangunan sistem secara berulang. Perancangan antarmuka dilakukan menggunakan figma, dengan diskusi yang tidak hanya berfokus pada desain tampilan, tetapi juga pada spesifikasi sistem seperti alur kerja, fitur, dan fungsinya. Proses iterasi dilakukan dua kali, dimana iterasi pertama berfokus pada akses pelanggan dan iterasi kedua pada akses admin atau penjual. Pengembangan Tahap pengembangan dilakukan setelah prototype oleh pihak usaha shuttlecock di Desa Sumengko sebagai bentuk kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pengguna. Persetujuan ini memastikan bahwa sistem mencakup fitur utama seperti manajemen produk, transaksi, dan laporan. Proses pengembangan dilakukan secara iterative berdasarkan umpan balik pengguna agar sistem yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional dan mendukung efisiensi Implementasi (Implementatio. Tahap implementasi dilakukan setelah sistem informasi penjualan shuttlecock selesai dibangun dan dinyatakan siap digunakan. Proses ini meliputi instalasi sistem pada perangkat operasional, konfigurasi awal sesuai kebutuhan usaha, serta pelatihan langsung kepada pemilik dan karyawan agar mampu mengoperasikan fitur utama, seperti anajemen produk, transaksi, dan laporan penjualan. Pelatihan ini bertujuan memastikan pengguna dapat beradaptasi dengan sistem secara efektif, sehingga proses transisi dari pencatatan manual menuju digital berjalan lancar. Setelah diterapkan, sistem diuji langsung dalam aktivitas penjualan harian untuk menilai kesesuaian terhadap kebutuhan Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan umpan balik pengguna terkait kemudahan penggunaan, kecepatan akses, serta manfaat sistem dalam menunjang penjualan. Hasil evaluasi digunakan dasar perbaikan apabila ditemukan kendala. Selain itu, dilakukan pemeliharaan sistem secara berkala untuk memperbaiki bug, meningkatkan performa, dan memperbarui fitur sesuai perkembangan kebutuhan Perancangan Use Case Diagram Pada tahap perancangan sistem. Use Case Diagram digunakan untuk memvisualisasikan hubungan dan interaksi antara pengguna dengan sistem. Diagram ini berfungsi sebagai alat perancangan awal untuk menggambarkan aktivitas utama yang dapat dilakukan oleh setiap aktor, seperti admin, penjual, dan pembeli. Melalui Use Case Diagram, proses bisnis sistem dapat digambarkan secara jelas mulai dari pengelolaan data produk, transaksi penjualan, hingga pembuatan laporan. Setiap aktor memiliki hak akses berbeda sesuai perannya, misalnya admin mengelola data dan pengguna, penjual menambah produk dan meproses transaksi, sedangkan pembeli dapat melihat produk serta melakukan pemesanan. Perancangan Use Case Diagram ini membantu pengembang dan pengguna memahami alur kerja sistem secara menyeluruh sebelum tahap implementasi dilakukan. Dengan demikian, diagram ini menjadi dasar penting dalam memastikan semua kebutuhan fungsional sistem terakomodasi dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan operasional pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko. Berikut gambar dari perancangan Use Case Diagram: Gambar 2. 3 Use Case Diagram Perancangan Proses Bisnis Pada Activity Diagram menggambarkan alur proses bisnis website yang dibuat sebagai sistem usulan dalam pengembangan website sistem penjualan produk shuttlecock, sebagai berikut: Gambar 2. 4 Activity Diagram Entity Relationship Diagram (ERD) Entity Relatinship Diagram (ERD) pada sistem EMarketplace Shuttlecock keterhubungan antar entitas utama, yaitu admin, penjual, dan pembeli, yang berperan dalam mengelola dan menjalankan proses transaksi. Admin bertugas mengelola data produk dan pengguna, penjual menyediakan produk serta mengonfirmasi pengiriman, sedangkan pembeli melakukan pemesanan dan pembayaran produk. Selain entitas utama, terdapat entitas pendukung seperti produk, promo, keranjang pesanan, pembayaran, dan pengiriman yang saling terintegrasi membentuk alur transaksi yang utuh dan terdokumentasi dengan baik. Entitas produk dapat dikaitkan dengan promo yang memuat informasi potongan harga dan periode berlaku. Keranjang merepresentasikan daftar produk sebelum diproses menjadi pesanan yang menyimpan data transaksi, total harga, serta status pemesanan. Setiap pesanan terhubung dengan entitas pembayaran dan pengiriman, yang mencatat detail metode pembayaran, tanggal transaksi, serta informasi pengiriman hingga barang diterima oleh pembeli. Hubungan antar entitas ini memastikan proses bisnis berjalan terstruktur dan seluruh aktivitas penjualan tercatat secara sistematis dalam basis data. Berikut gambar dari ERD: Perencanaan Struktur Tampilan Pada perancangan struktur tampilan yang akan menjadi acuan dalam pembuatan website sistem informasi penjualan produk shuttlecock di Desa Sumengko untuk menampilkan input atau output. Berikut rancangan struktur tampilan admin, penjual, dan pembeli: Gambar 2. 7 Struktur Tampilan Admin Gambar 2. 8 Struktur Tampilan Penjual Gambar 2. 9 Struktur Tampilan Pembeli Pembuatan Program Gambar 2. 5 Entity Relationship Diagram Perancangan Class Diagram Pada tahap perancangan Class Diagram memodelkan struktur tabel database dari sistem yang Class Diagram memberikan gambaran lebih rinsi tentang kelas-kelas yang ada dalam sistem dan atribut yang dimiliki masing-masing kelas dan hubungan antar kelas-kelas tersebut. Berikut adalah rancangan class diagram. Gambar 2. 6 Class Diagram Dalam pembuatan aplikasi sistem informasi penjualan produk shuttlecock berbasis website di Desa Sumengko, peneliti menggunakan Bahasa pemrograman PHP dengan text editor Studio Code dan menjalankan sistem pada server local menggunakan XAMPP. Pengujian dilakukan pada laptop dengan sistem operasi Windows 11 dan dijalankan melalui peramban Google Chrome. Pengelolaan data menggunakan Database MySQL, dipilih karena kemampuannya menangani data terstruktur, mendukung query kompleks, dan memiliki kompatibilitas tinggi dengan PHP. Basis data ini menyimpan seluruh informasi penting sistem, meliputi data pengguna . dmin, penjual, pembel. , produk, keranjang belanja, pesanan, pembayaran, promo, dan pengiriman. Dengan kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras tersebut, proses pembangunan, pengujian, serta implementasi sistem informasi penjualan shuttlecock berbasis web dapat berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan i. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Sistem Implementasi sistem merupakan tahap realisasi dari rancangan yang telah dibuat sebelumnya menjadi aplikasi yang dapat dijalankan. Pada tahap ini, website Sucock dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yang meliputi perencanaan kebetuhan, pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara, serta pembuatan desain sistem berdasarkan kebutuhan pengguna. Desain sistem diwujudkan melalui pembuatan Use Case Diagram dan Class Diagram sebagai acuan dalam pengembangan kode program. Selanjutnya, sistem diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis website menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, sehingga dapat digunakan oleh pelaku usaha shuttlecock di Desa Sumengko untuk mengelola penjualan secara digital. Tampilan Pengguna . enjual dan pembel. alaman Utama Pada tampilan ini yaitu halaman yang pertama yang akan tampil saat website digunakan. Pada halaman ini terdapat menu bar yang mana terdapat Logo. Beranda. Tentang. Kontak. Daftar dan Login. Dibagian tengah terdapat beberapa logo toko dan produk yang populer serta deskripsi dari website Sucock. Di bagian bawah terdapat Kirim Pesan. Alamat. Kontak, dan Email dari website Sucock. Halaman Daftar Halaman daftar ini apabila user belum memiliki akun. Pembeli dan Penjual wajib mendaftarkan diri dengan mengisi nama lengkap, email dan password. Gambar 3. 3 Halaman Daftar Halaman Produk Halaman berguna untuk menampilkan semua produk yang akan dijual pada website ini. Di halaman inni juga terdapat fitur pencarian yang berguna mempermudah pembeli mencari produk yang diinginkan. Gambar 3. 4 Halaman Produk Gambar 3. 1 Halaman Utama Halaman Login Halaman login ini berfungi untuk Admin. Penjual dan Pembeli yang suda terdaftar akunnya dengan memasukkan email dan password. Gambar 3. 2 Halaman Login Halaman Keranjang dan Checkout Tampilan halaman keranjang digunakan sebagai langkah pembelian terakhir. Pada tampilan ini pembeli akan menyelesaikan pesanannya, selanjutnya masuk pada halaman checkout pada tampilan ini pembeli akan menerima informasi mengenai jenis pengiriman dan metode pembayaran yang bisa dipilih. Halaman ini menyeselesaikan pembeli seluruh dapat pesanan. Chekout pesanan dapat melakukan pembayaran menggunakan payment gateway agar dapat mempermudahkan transaksi pembeli. Gambar 3. 7 Halaman Dashboard Penjual Halaman Data Promo Penjual Pada halaman ini penjual dapat menambahkan, mengelola, dan menampilkan berbagai promo atau diskon untuk produk Shuttlecock. Melalui halaman ini, penjual dapat menentukan nama promo, periode berlaku, besaran potongan harga, serta status promo . ktif/nonakti. Gambar 3. 8 Halaman Data Promo Gambar 3. 5 Halaman Keranjang dan Checkout Halaman Data Produk Penjualan Pada halaman ini menampilkan data produk milik toko dengan tampilan tabel yang berisi Nama Produk. Harga. Stok. Status dan terdapat tombol aksi (Detail. Edit. Hapu. yang digunakan untuk mengelola data produk, serta tombol AuTambah ProdukAy sebagai menambahkan produk baru. Halaman Riwayat Pesanan Pada halaman ini akan menampilan seluruh pesanan yang sedang diorder oleh pembeli, dan informasi mengenai progress pesanan saat ini. Gambar 3. 9 Halaman Data Produk Penjualan Halaman Data Pesanan Penjual Pada halaman ini menampilkan seluruh data pesanan pembeli. Gambar 3. 6 Halaman Daftar Pesanan Halaman Dashboard Penjual Halaman dashboard admin menmapilkan saldo toko jumlah produk, pesanan belum selesai dan pesanan belum selesai. Gambar 3. 10 Halaman Data Pesanan Penjual Halaman Data Review Penjual Pada halaman ini menampilkan seluruh data review produk yang telah diberikan rating produk oleh pembeli. Gambar 3. 14 Halaman Data User Gaambar 3. 11 Halaman Data Review Penjual Halaman Data Toko Pada halaman data toko admin memiliki hak akses mengelola toko yang masih beroperasi. Halaman Chat Pada halaman chat ini pembeli dan penjual dapat saling mengirimkan pesan untuk menanyakan ketersediaan produk dan pertanyaan lainnya bisa menggunakan fitur chat ini. Gambar 3. 15 Halaman Data Toko Gambar 3. 12 Halaman Chat Halaman Data Produk Pada halaman ini admin memiliki hak akses untuk mengelola laporan apabila ada kendala dari Tampilan Admin Halaman Dashboard Admin Halaman Dashboard admin menampilkan jumlah users, jumlah review, jumlah toko dan jumlah Gambar 3. 16 Halaman Data Produk Halaman Data Pesanan Halaman ini berfungsi untuk menampilkan semua pesanan yang masuk. Gambar 3. 13 Halaman Dashboard Admin Halaman Data User Pada halaman ini menampilkan tabel data pengguna aplikasi. Halaman ini berisikan nama lengkap, jenis kelamin, email, nomor telepon, role, status dan aksi. Pada menu aksi terdapat beberapa pilihan menu lagi yaitu detail, edit dan hapus. Menu ini hanya diakses oleh admin. Gambar 3. 17 Halaman Data Pesanan Halaman Data Review Halaman data review menampilkan ulasan yang dibberuikan para pembeli. Pada halaman ini admin memiliki akses untuk melihat penilaian pembeli terhadap toko yang terdaftar pada website Gambar 3. 18 Halaman Data Review Pengujian BlackBox Pengujian sistem pada website Sucock dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing, yang berfokus pada pengujian fungsi sistem melalui input dan output tanpa melihat kode program. Tujuannya adalah memastikan setiap fitur beroperasi sesuai dengan spesifikasi fungsional yang telah dirancang. Uji coba dilakukan oleh tiga jenis pengguna, yaitu admin, penjual, dan pembeli shuttlecock di Desa Sumengko. Admin menguji fungsi sistem dari sisi pengelolaan data, sedangkan penjual dan pembeli menguji fitur transaksi dan pemesanan dari sisi pengguna. Tingkat validitas pengujian dihitung menggunakan rumus berikut: ycOycaycoycnyccycnycycayc ycEyceycuyciycycycnycaycu = mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di Desa Sumengko. Metode Rapid Application Development (RAD) Penelitian ini menerapkan metode Rapid Application Development (RAD) secara iteratif, mulai dari perancangan website, pembuatan prototype, hingga sistem berfungsi sesuai kebutuhan pengguna. Keterlibatan pengguna di setiap tahap pengembangan membuat sistem yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan harapan stakeholder. Setelah pengembangan selesai, dilakukan pengujian menggunakan metode Blackbox Testing untuk memastikan seluruh fitur berjalan sesuai fungsi, meliputi registrasi, manajemen produk, transaksi, pelacakan pesanan, dan pembuatan laporan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fungsi utama beroperasi dengan baik. Selain itu, dilakukan wawancara lanjutan dengan 10 penjual shuttlecock di Desa Sumengko setelah satu bulan Hasilnya menunjukkan seluruh responden dapat mengakses dan menggunakan website Sucock dengan mudah serta merasakan manfaat nyata dalam kegiatan penjualan harian. Dengan demikian, penerapan metode RAD terbukti efektif dalam menghasilkan sistem informasi penjualan berbasis website yang sesuai kebutuhan pengguna, membantu digitalisasi proses transaksi, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional UMKM shuttlecock di Desa Sumengko. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil perancangan dan pengujian sistem informasi E-Marketplace untuk penjualan produksi Shuttlecock di Desa Sumengko yang telah dilakukan, dapat disimpulkan Penelitian ini berhasil merancang dan membangun sistem informasi penjualan berbasis website yang mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menggantikan pencatatan transaksi konvensional pada usaha produksi Shuttlecock Sumengko. Penerapan metode di Desa Rapid Application Development (RAD) terbukti efektif pengembangan E-Marketplace dalam proses aplikasi karena memungkinkan pembuatan sistem yang cepat, terstruktur, dan sesuai kebutuhan Hasil pengujian menggunakan metode Blackbox Testing menunjukkan bahwa sistem yang dibangun telah berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan dapat digunakan oleh pengguna dengan baik. Saran yaycycoycoycaEa ycIycoyceycuycaycycnycu ycOycaycoycnycc ycu100% ycNycuycycayco yaycycoycoycaEa ycIycoyceycuycaycycnycu Hasil pengujian dinyatakan valid apabila skenario pengujian sistem menghasilkan keluaran yang sesuai dengan hasil yang diharapkan. Sebaliknya, jika hasil berbeda dari ekspektasi, maka pengujian dinyatakan tidak valid. Pada bagian pengujian blackbox diatas diketahui total jumlah skenario sebanyak 32, dengan jumlah skenario valid sebanyak 32. Oleh karena itu, apabila diimplementasikan pada rumus validitas pengujian blackbox adalah sebagai berikut: Saran yang diberikan peneliti untuk pengembangan sistem pada tahap selanjutnya yaitu dengan menambahkan fitur mobile app dan fitur tracking pengiriman untuk pengguna agar dapat memudahkan dalam memantau order dan riwayat tranksaksi dengan mudah. Referensi