ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 HUBUNGAN ANTARA USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN OSTEOARTHRITIS LUTUT PADA PEREMPUAN DI RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH LUBUK BAJA KOTA BATAM PERIODE 2022 Yani Christina1. Sudarsono2. Nurul Fatmawati3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, yanichristina@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sudarsono@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, nurulf813@gmail. ABSTRACT Background: Knee osteoarthritis is a multifactorial degenerative joint disease associated with damage to the cartilage of the knee joint. Risk factors that play a role are increasing age, body mass index. OA affects A 45 years of age. This study aims to determine the relationship between age and body mass index with the incidence of knee osteoarthritis in women at Santa Elisabeth Hospital Lubuk Baja Batam City. Methods: This research is a type of quantitative research. This research method is analytic observation with a cross sectional approach conducted at Santa Elisabeth Hospital Lubuk Baja Batam City for the period 2022. Data were taken from medical records. The sampling technique was purposive sampling with a total sample size of 62 patients. The results of the study were analyzed by frequency distribution and then tested with the Chi-Square correlation test to determine the relationship. Results: The results showed the relationship between knee osteoarthritis with age p = 0. , the relationship between knee osteoarthritis with body mass index p = 0. Conclusion: Based on the results of the study, it was concluded that there was a significant relationship between age and body mass index with the incidence of knee osteoarthritis in women at Santa Elisabeth Hospital Lubuk Baja Batam City. Keywords: age, body mass index, knee osteoarthritis ABSTRAK Latar Belakang: Osteoartritis lutut adalah suatu penyakit sendi degeneratif multifaktorial yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi lutut. Faktor resiko yang berperan yaitu peningkatan usia, indeks massa tubuh. OA mempengaruhi usia A 45 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan indeks masa tubuh dengan kejadian osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam periode 2022. Data diambil dari rekam medik. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi kemudian diuji dengan uji korelasi ChiSquare untuk mengetahui adanya hubungan. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hubungan osteoarthritis lutut dengan usia p = 0,000 . , hubungan osteoarthritis lutut dengan indeks massa tubuh p = 0,000 . Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Kata kunci: Usia. Indeks Massa Tubuh. Osteoarthritis Lutut Universitas Batam Page 52 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PENDAHULUAN Osteoartritis (OA) didefinisikan sebagai penyakit degeneratif multifaktorial yang umum terjadi pada sendi. mempengaruhi usia A 45 tahun. Hampir setiap persendian dapat mengalami menyerang tangan, lutut, pinggul, dan OA penyakit ini mempengaruhi tulang rawan dan beberapa jaringan di Selain itu. OA dapat diklasifikasikan sebagai penyakit progresif karena dapat menyebabkan rasa sakit dan kecacatan yang signifikan di kemudian (Lespasio et al, 2. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) prevalensi penderita osteoartritis di dunia pada tahun 2017. OA mempengaruhi 303 juta orang di seluruh Pada tahun 2019, sekitar 528 juta orang di seluruh dunia menderita osteoarthritis meningkat 113%. WHO melaporkan untuk wilayah Asia prevalensi pada tahun 2016 sebanyak 27,4% dan pada tahun 2017 mencapai 27,4%. (WHO: The Global Burden Of Disease, 2. Menurut informasi dari Riskesdas tahun 2013 hasil dari wawancara prevalensi penyakit osteoarthritis sebanyak 8,1%. Data Riskesdas 2018 Osteoarthritis (OA) di Indonesia prevalensi OA di Indonesia 7,3%. Kepulauan Riau Kota Batam pada tahun 2017 sebanyak 3,9% dan pada tahun 2018 jumlah prevelensi penderita osteoarthritis sebanyak 4,27% (Profil Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, 2. Dari data tersebut Kelebihan berat badan menjadi osteoarthritis dikarenakan timbunan lemak di tubuh bisa membebani persendian, panggul, pinggang terutama pada sendi Saat berat badan seseorang bertambah, sendi lutut bekerja lebih keras untuk menopang beban karena membawa terlalu berat beban dapat merusak tulang rawan yang menjadi bantalan sendi lutut Universitas Batam menipis seiring waktu, menyebabkan ujung tulang bergesekan dengan ujung tulang lainnya. Hal itulah yang OA memiliki beberapa faktor risiko, antara lain faktor usia, jenis kelamin ,obesitas, genetik, aktivitas ketegangan sendi, dan penyakit penyerta. Usia adalah periode waktu sejak keberadaan seseorang dan dapat diukur dalam satuan waktu dari sudut pandang kronologis, individu yang normal dapat dianggap memiliki tingkat perkembangan anatomis dan fisiologis yang sama. Usia memiliki dampak signifikan pada osteoarthritis. Berdasarkan dalam hal prevalensi. OA mempengaruhi usia A 45 tahun. Indeks Massa Tubuh (IMT), adalah pengukuran yang di gunakan untuk mengetahui status gizi Pengukuran berdasarkan tinggi dan berat badan. Indeks Massa Tubuh dinilai ideal jika hasilnya antara 18,5-24,9. Secara umum, ada 4 kategori perhitungan IMT, yaitu: Underweight <18,5. Normal 18,5-22,9. Overweight Ou 23. Berisiko 23,0-24,9 Obesitas 25,0-29,9. Obesitas merupakan penumpukan jaringan lemak yang berlebihan atau tidak normal di dalam tubuh. Ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan keluar. Pada penelitian oleh Jonathan J Sibrani, dkk, 2016. Korelasi Usia dan Derajat Osteoartritis Sendi Lutut Berdasarkan Sistem Klasifikasi KellgrenLawrence di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020. Cross sectional, analisis korelatif spearman. Hasil penelitian menunjukkan primer paling sering ditemukan pada kelompok usia 55-59 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 14 orang . ,9%) dan paling jarang ditemukan pada kelompok usia 4044 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 2 orang . %). Osteoartritis sendi lutut derajat berat paling sering ditemukan pada kelompok usia 55-59 tahun dan 60-64 tahun dengan jumlah pasien osteoartritis masing-masing Page 53 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 kelompok usia tersebut sebanyak 3 pasien . ,3%). Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,15 . =0,. sehingga tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat Osteoartritis sendi lutut primer. Simpulan penelitian,tidak terdapat korelasi antara usia dan derajat Osteoartritis sendi lutut primer. Rizka Kusumaningsih, dkk, 2015. Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh dengan Distribusi Tingkat Nyeri Pada Penderita Osteoarthritis Di Sendi Lutut. cross sectional, purposive sampling Hasil analisis untuk menilai hubungan IMT dengan VAS, didapatkan nilai p=0,000 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan derajat nyeri pada penderita OA lutut. Sedangkan hubungan WHR laki-laki dengan VAS, didapatkan nilai p=0,095 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara WHR laki-laki dengan derajat nyeri pada penderita OA lutut. Analisis hubungan WHR perempuan dengan VAS, didapatkan nilai p=0,002 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara WHR perempuan dengan derajat nyeri pada penderita OA lutut. Dapat disimpulkan bahwa IMT berlebih dapat meningkatkan nyeri pada penderita OA lutut. Berdasarkan tersebut terdapat hubungan antara Usia dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kejadian Osteoarthritis Lutut pada perempuan, sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian lebih lanjut. Berdasarkan Survey pendahuluan yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam ditemukan pasien yang mengalami OA Lutut Berdasarkan data yang di peroleh di Rumah Sakit Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam pada tahun 2020 terdapat sebanyak 122 pasien, di tahun 2021 terdapat sebanyak 255 pasien dan di tahun 2022 terdapat sebanyak 399 pasien. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan Universitas Batam metode observasional yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam periode Data diambil dari rekam medik. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 62 pasien. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi kemudian diuji dengan uji korelasi ChiSquare Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam pada Bulan September 2023. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Usia dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Osteoarthritis lutut HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Osteoarthritis Lutut Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pasien Nyeri Tungkai Bawah OA Lutut Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 Total Frekuensi Persentase . (%) Berdasarkan Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa dari 62 responden yang berobat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Osteoarthritis Lutut Pada Perempuan grade 1 adalah sebanyak 14 orang responden dengan nilai persentase . ,6%), grade 2 adalah sebanyak 23 orang responden dengan nilai persentase . ,1%), grade 3 adalah sebanyak 21 orang responden Page 54 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 dengan nilai persentase . ,9%), dan grade 4 adalah sebanyak 4 orang responden dengan nilai persentase . ,5%). Dari responden disimpulkan bahwa responden yang menderita osteoarthritis lutut pada perempuan terdapat pada grade 2. Usia Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Pasien berdasarkan usia Usia Usia Pertengahan 45-54 tahun Lansia 55-65 tahun Lansia Muda 66-74 tahun Lansia Tua 75-90 tahun Lansia Sangat Tua > 90 tahun Total Frek . Persentase (%) Berdasarkan Tabel 4. 2 dapat dilihat bahwa dari 62 responden yang berobat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam, untuk kategori Usia Pertengahan 45-54 tahun sebanyak 21 orang responden dengan nilai persentase . ,9%), kategori Usia Lansia 55-65 tahun sebanyak 22 orang responden dengan nilai persentase . ,5%), kategori Usia Lansia Muda 66-74 tahun sebanyak 17 orang responden dengan nilai persentase . ,4%), kategori Usia Lansia Tua 75-90 tahun sebanyak 2 orang responden dengan nilai persentase . ,2%), dan kategori lansia sangat tua > 90 tahun sebanyak 0 orang responden dengan nilai persentase . %). Dari responden disimpulkan bahwa responden berdasarkan usia terdapat pada kategori usia lansia. osteoarthritis lutut. Pada individu lanjut usia mengalami nyeri dan disabilitas pada persendian lutut, hal ini disebabkan oleh Usia diatas 45-65 tahun ratarata terkena osteoarthritis pada lutut. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention, 2010 osteoarthritis dapat mengenai usia 45 tahun keatas, namun akan tetapi osteoarthritis juga bisa terjadi pada usia 25 atau 30 tahun. Dengan bertambahnya usia, terjadi perubahan pada otot rangka sehingga jumlah dan tensitas aktivitas pasien menjadi berkurang (Sahrudi, 2. IMT Berdasarkan Tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa dari 62 responden yang berobat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam, hasil dari perhitungan antara berat badan dan tinggi badan responden yang diklasifikasikan dengan IMT didominasi oleh kelompok Obesitas tingkat I sebanyak 21 orang responden dengan nilai persentase 33,9%. Adapun kelompok normal dengan total 19 orang responden dengan nilai presentase 30,6%, kelompok Overweight sebanyak 11 orang responden dengan nilai persentase 17,7%, kelompok Obesitas Tingkat II sebanyak 6 orang responden dengan nilai presentase 9,7%, dan yang terendah adalah kelompok Underweight sebanyak 5 orang responden dengan nilai persentase 8,1%. Dari responden disimpulkan bahwa responden berdasarkan IMT terdapat pada kategori Obesitas tingkat I. Hasil penelitian diatas sesuai dengan teori yang ada pada E-book yang di tulis oleh Sahrudi yang menyatakan bahwa faktor usia sangat berpengaruh terhadap Universitas Batam Page 55 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Pasien berhubungan erat dengan generasi pertama Studi lain yang berfokus pada pola keturunan dan gen spesifik telah menemukan bahwa 80% keturunan dari dua orang tua yang obesitas juga mengalami obesitas dan kurang dari 10% memiliki berat badan normal (N Azizah. Analisi Bivariat Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) IMT Underweight Normal Overweight Obesitas I Obesitas II Total Frekuensi Persentase . (%) Dalam menunjukkan bahwa lebih IMT sangat Tabel 4. 4 Hubungan Usia Dengan Osteoarthritis Lutut Pada Perempuan Osteoarthritis Lutut Grade Grade 3&4 Usia Pertengahan 45-54 tahun Lansia 55- >90 tahun Total Usia Berdasarkan Tabel 4. 4 dapat dilihat bahwa dari 62 responden yang berobat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam. Untuk kategori Usia Pertengahan 45-54 tahun grade 1&2 sebanyak 21 orang responden dengan nilai persentase . %) yang menderita osteoarthritis grade 1&2 sebanyak 19 orang responden dengan nilai persentase . ,5%) grade 3&4 sebanyak 2 orang responden dengan nilai persentase . ,5%) dan kategori Lansia usia 55 - >90 tahun sebanyak 41 orang responden dengan nilai persentase . %) yang menderita osteoarthritis grade 1&2 sebanyak 18 orang responden dengan nilai persentase . ,9%) yang menderita osteoarthritis grade 3&4 sebanyak 23 orang responden dengan nilai persentase . ,1%) Berdasarkan hasil Uji Statistik didapatkan p value 0,000 a < 0,05 yang Universitas Batam Total p-value 0,000 berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima, maka diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode 2022 Hasil penelitian diatas sesuai dengan teori yang ada pada jurnal medik dan rehabilitasi yang ditulis oleh Cornelia Paerunan menyatakan bahwa kebanyakan kondisi yang berhubungan dengan penuaan termasuk osteoarthritis lutut, terjadi akibat hilangnya kemampuan jaringan dan sel dalam tubuh untuk mempertahankan homeostasis seiring bertambahnya usia khususnya saat mengalami tekanan (Paerunan, 2. Page 56 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Tabel 4. 5 Hubungan IMT Dengan Osteoarthritis Lutut Pada Perempuan Osteoarthritis Lutut Total p-value Grade 1&2 Grade 3&4 Underweight - Normal Overweight - Obesitas II 0,000 Total yaitu rata-rata responden memiliki indeks Berdasarkan Tabel 4. 5 dapat dilihat massa tubuh dengan kriteria gemuk dan bahwa dari 62 responden. Diketahui Maka dapat dikatakan bahwa sebanyak 26 orang responden dengan nilai berat badan atau IMT akan meningkatkan persentase . %) dengan kategori risiko terjadinya OA akibat terjadinya Underweight Ae Normal dengan kejadian penambahan beban pada sendi lutut osteoarthritis lutut grade 1&2 sebanyak 24 sehingga terjadi penambahan gaya gesek orang responden dengan nilai persentase pada sendi lutut. ,3%), kejadian osteoarthritis lutut grade 3&4 sebanyak 2 orang responden KESIMPULAN dengan nilai persentase . ,7%). Diketahui Pada kategori usia pertengahan 45-54 sebanyak 36 orang responden dengan nilai tahun . ,9%), kategori Lansia 55-65 persentase . %) dengan kejadian tahun . ,5%), kategori Lansia Muda osteoarthritis lutut grade 1&2 sebanyak 13 66-74 tahun . ,4%), kategori Lansia orang responden dengan nilai persentase Tua 75-90 tahun . ,2%). Dan lansia . ,1%), kejadian osteoarthritis lutut grade sangat tua > 90 tahun . %) di Rumah 3&4 sebanyak 23 orang responden dengan Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja nilai persentase . ,9%). Kota Batam Periode 2022 Berdasarkan hasil Uji Statistik Sebagian besar pasien dengan Indeks didapatkan p value 0,000 a < 0,05 yang Massa Tubuh (IMT) didominasi oleh berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima, kelompok Obesitas tingkat I sebanyak maka diperoleh hasil bahwa terdapat 21 orang responden dengan nilai hubungan yang bermakna antara Indeks persentase 33,9%. Adapun beberapa Massa Tubuh (IMT) dengan osteoarthritis kelompok lainnya, yaitu kelompok lutut di Rumah Sakit Santa Elisabeth normal dengan total 19 orang Lubuk Baja Kota Batam Periode 2022. responden dengan nilai presentase Dalam sebuah penelitian, didapatkan 30,6%. Overweight hasil bahwa IMT dengan hasil di atas sebanyak 11 orang responden dengan normal atau obesitas akan berisiko nilai persentase 17,7%, kelompok mengalami OA lutut 2000 kali lebih tinggi Obesitas Tingkat II sebanyak 6 orang dibandingkan dengan nilai IMT normal responden dengan nilai presentase (Mutiwara. Najirman, & Afriwadi, 2. 9,7%, dan yang terendah adalah Hal ini sesuai dengan penelitian yang kelompok underweight sebanyak 5 dilakukan oleh Jason dan Frans, kesimpulan dari penelitian yang dilakukan persentase 8,1%. IMT Universitas Batam Page 57 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Sebagian besar pasien memiliki Osteoarthritis Lutut Pada Perempuan grade 1 adalah sebanyak 14 orang responden dengan nilai persentase . ,6%), grade 2 adalah sebanyak 23 persentase . ,1%), grade 3 adalah sebanyak 21 orang responden dengan nilai persentase . ,9%), dan grade 4 adalah sebanyak 4 orang responden dengan nilai persentase . ,5%). Terdapat adanya hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode 2022, jadi dapat dikatakan bahwa usia merupakan faktor risiko kejadian osteoarthritis lutut dengan p value = 0,000. Terdapat adanya hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian osteoarthritis lutut pada perempuan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode 2022, jadi dapat dikatakan bahwa usia merupakan faktor risiko kejadian osteoarthritis lutut dengan p value = 0,000. Hasil penelitian ini menyatakan adanya hubungan antara kedua varibel, yaitu adanya hubungan antara Usia dan IMT dengan kejadian Osteoarthritis Lutut pada perempuan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Periode 2022. SARAN Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan sampel dan uji berbeda yang dapat berhubungan dengan osteoarthritis lutut. Universitas Batam UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghanturkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Direktur Rumah Sakit dr. Hendro Kho yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti sehingga peneliti dapat melangsungkan penelitian dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Abramowitz. Diseases and Disorder: Obesity. USA: Lucent Books. Arismunandar. The relations between obesity and osteoarthritis knee in elderly patients. Jurnal Majority, 4. Collins. Katz, . Dervan. , & Losina. Trajectories and risk profiles of pain in persons with radiographic, symptomatic knee osteoarthritis: data from the Osteoarthritis cartilage, 22. , 622-630. Cui. Li. Wang. Zhong. Chen, , & Lu. Global, regional prevalence, incidence and risk factors of knee osteoarthritis in population-based EClinicalMedicine, 29. Deshpande. Katz. Solomon, . Yelin. Hunter. Messier. , . & Losina. Number of persons with symptomatic knee osteoarthritis in the US: impact of race and Arthritis research, 68. , 1743-1750. Depkes. Klasifikasi umur menurut kategori. Jakarta: Ditjen Yankes. Page 58 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 Glass. Segal. Sluka. Torner. Nevitt. Felson, , . & Frey-Law. Examining sex differences in knee pain: the multicenter osteoarthritis Osteoarthritis cartilage, 22. , 1100-1106. Fatmawati. A IMT Berpengaruh Terhadap Gangguan Fungsional Pada Penderita Osteoarthritis Knee Di Ranting Aisyiyah Palbapang Barat. Bantul. Yogyakarta. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, 5. Indonesia. Rekomendasi IRA