Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini2 Email: nmaftukhatun211@gmail. com1, zenzaini57@gmail. Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Jawa Timur. Indonesia Abstract In the modern era. Qur'anic character among individuals, particularly teenagers, is gradually fading due to the influence of free association. This study aims to describe the teaching methods and the supporting and inhibiting factors of the Takhassus Tahfidz Al-Qur'an Program at Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. The research employs a qualitative descriptive approach with a field research method. Data were collected through observation, documentation, and interviews, and analyzed using an interactive model, including data reduction, data presentation, and conclusion The results of the study show that the Takhassus Tahfidz Al-Qur'an Program at this pesantren uses the ziyadah and tasmiAo methods. The supporting factors include . the consistency of both teachers and students, and . full support from the formal educational institution within the The inhibiting factors are . studentsAo lack of awareness about the importance of their chosen program, . students' inability to manage their time effectively, and . insufficient rest, leading to drowsiness. Keywords: Teaching Methods. Takhassus Program. Tahfidz Al-Quran Abstrak Pada era modern ini, karakter QurAoani di kalangan individu, khususnya remaja, semakin memudar akibat pengaruh pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat dalam Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode lapangan . ield researc. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di pesantren ini menggunakan metode ziyadah dan tasmiAo. Faktor pendukung program meliputi . konsistensi guru dan siswa serta . dukungan penuh dari lembaga pendidikan formal di lingkungan pesantren. Adapun faktor penghambatnya adalah . kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya jurusan yang diambil, . ketidakmampuan siswa dalam mengatur waktu, dan . kurangnya waktu istirahat yang menyebabkan rasa kantuk. Kata Kunci: Metode Pembelajaran. Program Takhassus. Tahfidz Al-Quran Cara Mensitasi Artikel: Nafiah. , & Zaini. Implementasi program takhassus tahfidz Al-Quran di pondok pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 182-202. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: nmaftukhatun211@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 11/12/2023 : 04/12/2024 : 30/12/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. PENDAHULUAN Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki keterampilan religius yang unggul. Salah satu bentuk AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto pendidikan Islam yang semakin diminati adalah program takhassus tahfidzul Qur'an. Program ini dirancang untuk menghasilkan individu yang mampu menghafal Al-Qur'an secara mendalam, memahami maknanya, dan menerapkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Namun, implementasi program takhassus tahfidzul Qur'an tidak selalu berjalan mulus. Di berbagai lembaga pendidikan, tantangan-tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya metode pembelajaran yang inovatif, hingga rendahnya konsistensi peserta menjadi hambatan yang sering dihadapi. Padahal, keberhasilan program ini sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan, mulai dari perencanaan kurikulum hingga proses evaluasi. Pendekatan yang tepat dalam implementasi program takhassus tahfidzul Qur'an tidak hanya dapat meningkatkan hasil hafalan peserta, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan program ini, agar dapat dikembangkan strategi yang lebih baik untuk mendukung pelaksanaan di berbagai lembaga pendidikan. Artikel ini akan membahas implementasi program takhassus tahfidzul Qur'an dengan fokus pada tantangan, peluang, dan solusi untuk meningkatkan efektivitas Tujuannya adalah untuk memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan, pengajar, serta pihak terkait dalam mengoptimalkan program ini untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang berkualitas. Al-Quran merupakan salah satu pembelajaran yang diajarkan oleh seorang guru kepada peserta didik. Agar guru dapat menyampaikan materi yang dapat dengan mudah dipahami dan diaplikasikan oleh peserta didik, maka guru membutuhkan sebuah metode sebagaimana yang dijelaskan di dalam Q. S An-Nahl ayat 25 : Au Serulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjukAy (Q. An-Nahl ayat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Setiap anak memiliki rasa ingin tahu . atural curiousit. , dan mengerti tentang sesuatu hal (Sudhita, 2014: . Maka dari itu antara guru dan siswa harus bisa saling berkesinambungan, yang membedakan hanya posisi seorang guru dan peserta didik. Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto merupakan sebuah pesantren campuran antara modern dan salaf. Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto Pungging-Mojokerto ini merupakan pondok yang berdiri di tengah-tengah pemukiman warga yang mana disitu bukan hanya berdiri bangunan untuk pondok saja, akan tetapi juga untuk pendidikan formal yaitu MTs 1. MTs 2. SMP. MA, dan SMK. Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto memiliki salah satu program yaitu program takhassus Tahfidz Al-QurAoan yang diminati oleh santri Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Sebelum mengikuti program takhassus QurAoan tentunya terdapat program tersendiri agar santri dalam hal membaca Al-QurAoan, dapat memahami dan mengaplikasikan tajwid serta makhorijul huruf dalam Al-QurAoan. Karena jika belum lancar maka tentunya belum bisa mengikuti Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan tersebut. Dibentuknya program takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto merupakan suatu Langkah untuk menjaga kelestarian AlQurAoan, karena memelihara kesucian dengan menghafalkannya adalah suatu perbuatan yang terpuji dan mulia yang dianjurkan Rasulullah SAW. Bahwasanya Rasulullah sendiri dan para sahabat banyak yang hafal Al-QurAoan. Meskipun Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto terdapat di tengah pemukiman warga, akan tetapi para santri tidak boleh keluar masuk pondok tanpa ada ijin dan alasan yang jelas dengan pihak pondok. Maka dari itu, seluruh santri diwajibkan mukim, jadi tidak boleh ada santri yang sekolah tanpa mondok atau Melihat kenyataan yang ada pada zaman modern ini, karakter yang dimiliki oleh seseorang sangatlah minim. Apalagi dengan karakter qurani, karakter qurani merupakan karakter yang menanamkan nilai-nilai Al-QurAoan ke dalam jiwa sehingga perilaku yang dimiliki mencerminkan apa yang ada di dalam makna AlAl-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto QurAoan. Salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan karakter menjadi karakter qurani adalah program tahfidzul Quran karena dengan program ini akan dilakukan pembiasaan mempelajari dan menghafal Al-QurAoan, sehingga nantinya karakter qurAoani dapat terbentuk dengan sendirinya di dalam diri peserta didik. Rahmawati melakukan penelitian terhadap pengembangan kecerdasan spiritual terhadap kegiatan keagamaan di Rumah TahfizQu Deresan Putri Yogyakarta. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang dapat menumbuhkembangkan kecerdasan santri terutama memiliki kecerdasan spiritual keagamaan, sehingga santri dapat memaknai sesuatu secara luas dan mendalam dan bisa menjadi generasi yang berakhlakul karimah melalui menghafal Al-QurAoan (Rahmawati, 2. Penelitian lainnya diakukan oleh Hakim terkait dengan pengembangan karakter melalui pembelajaran pendidikan pembentukan karakter berbasis AlQuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter siswa dapat dikembangkan melalui muatan atau internalisasi nilai-nilai Al-Quran yang menjadi leading sector dalam pengembangan karakter siswa (Hakim, 2. Penelitian yang relevan juga dilakukan oleh Aeni terhadap program unggulan hifdz Al-QurAoan yang diterapkan di Full Day School. Hasil penelitiannya adalah hifdz al-QurAoan dapat membentuk pribadi yang berkarakter qurani, karena untuk menghafal Al-QurAoan perlu memperhatikan adab-adabnya. Adab-adab ini berpengaruh terhadap karakter siswa (Aeni, 2. Berdasarkan penelitian yang relevan diatas penelitian ini berfokus pada pelaksanaan program tahfidzul QurAoan, karakter siswa yang telah mengikuti program tahfidzul QurAoan dan implementasi program tahfidzul QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama. Agar peneliti dapat mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran yang digunakan dalam program Takhassus Tahfidz AlQurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto PunggingMojokerto. Kedua, untuk mendeskripsikan apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging-Mojokerto. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto METODE Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru tahfidz, koordinator asrama dan siswa. Sedangkan objeknya adalah program tahfidzul QurAoan dan siswa yang mengikuti program tahfidzul QurAoan. Penelitian ini menggunakan perspektif kualitatif. Riset kualitatif bertujuan untuk menemukan atau menegaskan teori yang pernah diteliti oleh penemu sebelumnya dan untuk mempelajari, mengungkap dan menemukan makna dari-dan-di dalam setiap perilaku partisipan berdasarkan sudut pandang partisipan (Zamili, 2. Bogdan dan Taylor dalam Agustinova . 5: . menyatakan bahwa penelitian kualitatif deskriptif merupakan salah satu prosedur penelitian yang hasilnya adalah data deskriptif berupa lisan atau tulisan dan sikap seseorang yang Penelitian ini menggambarkan suatu kondisi yang apa adanya, maka jenis penelitian tersebut merupakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan berupa data deskriptif. Penelitian ini menggunakan beberapa metode agar saling melengkapi satu metode dengan metode lainnya dan dalam hal ini bertujuan untuk mendapatkan data secara lengkap dan valid sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Adapun metode yang digunakan adalah metode observasi, dengan metode ini, akan dilakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang terjadi di dalam pembentukan karakter qurani melalui program tahfidzul QurAoan. Selain observasi juga menggunakan metode wawancara, dengan menggunakan metode ini akan mendapatkan data yang lebih akurat yang tidak didapatkan melalui observasi. Perlunya metode dokumentasi yang terdiri atas catatan publik dan pribadi yang didapatkan peneliti kualitatif tentang tempat atau partisipasi dalam suatu penelitian. Langkah terpenting adalah menganalisis data yang telah terkumpul didalam data yang telah masuk dengan memeriksa kembali secara teliti yang relevansi dengan yang diteliti. Dalam penelitian ini analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman. Aktivitas dalam analis data menurut Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/ verification (Miles. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Huberman, & Saldaya, 2. Untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan pada Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto, data-data yang dapat dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan kepala sekolah, guru, peserta didik, pengasuh pondok pesantren, pengabdian, dan didukung dengan data-data yang lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Program tahfidzul QurAoan menjadi program unggulan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto. Karena lembaga ini berbasis pesantren, program tahfidzul qurAoan dilaksanakan diluar kegiatan belajar mengajar dan dilaksanakan setelah selesai sholat fardhu. Program tahfidzul QurAoan dilakukan agar siswa Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto biasa menghafal dengan baik dan menciptakan para generasi penghafal Al-QurAoan di waktu mendatang. Menjadi penghafal Al-QurAoan merupakan dambaan setiap umat muslim, karena tidak mudah menjadi seorang penghafal Al-QurAoan, penghafal Al-QurAoan adalah orang-orang pilihan Allah SWT. Beberapa kegunaan menghafal Al-QurAoan antara lain mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, sakinah . entram jiwany. , tajam ingatan dan bersih intuisinya, bahtera ilmu, memiliki identitas yang baik dan fasih dalam berbicara (Ahsin, 1. Menjadi seorang penghafal al-QurAoan tidak cukup hanya dengan menghafal tetapi juga harus tahu arti dan penjelasan dari ayat-ayat Al-QurAoan. Karena dengan mengerti arti dan penjelasannya, maka seorang penghafal Al-QurAoan akan berakhlak seperti apa yang dihafalkan dari ayat-ayat Al-QurAoan tersebut, yang bisa disebut dengan karakter qurani. Alokasi waktu untuk program tahfidzul qurAoan lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan belajar mengajar, dengan hal ini diharapkan siswa dapat menghafal al QurAoan dengan cepat dan sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Pencapaian target ini menjadi acuan siswa dan merupakan persyaratan sebelum mereka lulus dari Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Setiap lembaga tahfidz mempunyai metode masing-masing dalam menghafal Al-QurAoan. Banyak metode yang digunakan dalam menghafal al-QurAoan diantaranya adalah bin-nazar, metode tahfidz, metode talaqqi, metode takrir. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto metode tasmiAo (SaAodullah, 2. Siswa Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto menggunakan metode mandiri. Selain metode mandiri yang dilakukan oleh siswa, siswa juga menggunakan metode talaqqi untuk menyetorkan hafalan ke guru tahfidznya dan Siswa juga tak jarang untuk mengulang-ulang hafalannya hal ini dapat disebut juga dengan metode takrir. Menghafal Al-QurAoan juga dapat dipengaruhi oleh faktor pendukung agar ada semangat dalam menghafal, antara lain memilih waktu yang tepat untuk menghafal, melakukan tahsin, memberikan motivasi melalui pembelajaran hadits-hadits pendek tentang fadhilah-fadhilah al-QurAoan dan mengadakan halaqah tahfidz (AlHafidz, 2. Selain faktor pendukung juga ada faktor yang menghambat dalam menghafal al-QurAoan seperti lingkungan yang dapat mengganggu pada saat sedang menghafal dan tidak sungguh-sungguh dalam menghafal misalnya ngantuk, malas dan banyak masalah ini juga dapat menghambat dalam proses menghafal (Wahid. Menghafal Al-Qur'an memiliki banyak manfaat, di antaranya: Spiritual: Menghafal Al-Qur'an dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah dan mengunduh keberkahan-Nya. Mental: Menghafal Al-Qur'an dapat melatih otak untuk lebih fokus dan tajam. Etika dan akhlak: Menghafal Al-Qur'an dapat menciptakan generasi yang penuh etika. Keilmuan: Menghafal Al-Qur'an dapat memberikan banyak manfaat keilmuan, seperti menghafal kosa kata, kaidah nahwu dan Sharaf, dan dalil-dalil hukum. Kesehatan otak: Menghafal Al-Qur'an dapat memperkuat otak dan bermanfaat bagi pengolahan data yang masuk ke otak. Ketenangan jiwa: Menghafal Al-Qur'an dapat memberikan ketenangan jiwa. Prestasi belajar: Menghafal Al-Qur'an dapat mendongkrak prestasi belajar. Selain itu, ada beberapa keutamaan menghafal Al-Qur'an di akhirat, di Mendapatkan syafaat dari Al-Qur'an Diangkat derajatnya oleh Allah Bersama malaikat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Cahaya yang lebih indah dari matahari Disematkan mahkota dan jubah karomah Keinginan dikabulkan Hati menjadi lebih indah dan tenang Metode pembelajaran Dan adapun metode pembelajaran Al-QurAoan yang digunakan dalam Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto sebagai Metode MurajaAoah Metode MurajaAoah Secara etomoligi murajaAoah berasal dari kata rajaAoayurajiAou-rajAoan yang berarti kembali. Sedangkan secara terminologi murajaAoah adalah mengulang kembali sesuatu hal yang telah dihafalkan. MurajaAoah bisa disebut dengan metode pengulangan berkala, ada beberapa materi pelajaran yang perlu dihafalkan dan setelah dihafalkan masih perlu diulang atau murajaAoah. Metode murojaah adalah teknik mengulang hafalan Al-Qur'an untuk menjaga, memperkuat, dan memperdalam hafalan serta pemahamannya. Murojaah berasal dari bahasa Arab, raja'a yuraji'u, yang artinya "mengulang". Murojaah sendiri, yaitu mengulang hafalan secara mandiri. Murojaah dalam hati, yaitu membaca dan menghafal Al-Qur'an dalam hati tanpa mengucapkan secara lisan. Murojaah dalam sholat, yaitu mengulang hafalan saat sholat. Murojaah bersama, yaitu saling bergantian mengulang hafalan dengan rekan. Murojaah dengan guru atau ustad/ustadzah, yaitu mengulangi hafalan dengan guru atau ustad/ustadzah. Murojaah dengan murotal, yaitu mendengarkan rekaman hafalan Al-Qur'an. Dalam pengulangan berkala yang perlu dilakukan yaitu mencatat dan membaca kembali catatan (Fauziyah, 2018: . murajaAoah adalah metode yang digunakan para penghafal Al-Quran untuk mengulang dan mengingat kembali hafalan yang telah disetorkan atau dihafalkan di depan guru atau Kyai agar tidak mudah lupa dengan hafalannya. Mengulang-ulang bacaan Al-QurAoan merupakan suatu usaha para penghafal Al-QurAoan untuk menjaga hafalannya jika sewaktuwaktu hafalannya hilang dari penghafalnya jika tidak rajin dalam menjaganya. Target utama setelah dapat Al-QurAoan dapat dihafalkan secara tuntas adalah sering189 Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto sering mengulang hafalannya, bukan dari segi lancar dan kuatnya hafalan, karena lancar dan kuat dalam hafalan adalah suatu bonus ketika sering membaca AlQurAoan. Maka, jika ada penghafal Al-QurAoan yang kurang lancar dalam menghafalkan Al-QurAoan namun masih sering mengulang-ulang bacaannya itu lebih baik dari pada penghafal Al-QurAoan yang lancar hafalannya akan tetapi jarang Manusia memang tidak bisa melepaskan sifat lupa, maka agar tetap terjaga hafalan Al-QurAoan yang sudah dicapai dengan susah payah, yaitu dengan mengulang hafalan secara teratur. Ada dua macam metode pengulangan, yaitu: Mengulang dalam hati yaitu dengan cara membaca Al-Quran di dalam hati tanpa diucapkan melalui mulut. Metode ini merupakan suatu kebiasaan para ulama untuk menguatkan dan meningkatkan hafalannya. Dan dengan metode ini, para penghafal Al-QurAoan lebih terbantu mengingat ayat-ayat yang telah dihafalkan sebelumnya. Mengulang dengan melafadzkan atau mengucapkannya yaitu dengan metode ini juga dapat membantu para penghafal AlQurAoan dalam memperkuat hafalannya. Dengan melafazkan atau mengucapkan ayat-ayat yang dihafalkan, maka secara tidak langsung akan melatih mulut dan pendengarannya dalam melafazkan serta mendengarkan bacaannya sendiri. Para penghafal Al-QurAoan akan bertambah semangat dan terus berusaha melakukan pembenaran-pembenaran ketika terjadi kesalahan dalam melafadzkan bacaannya. Adapun cara mengulang hafalan yang telah dikumpulkan dalam hati ada banyak cara, namun pada umumnya dibagi menjadi dua, yaitu: Mengulang hafalan baru adalah mengulang hafalan yang baru atau belum lama dihafal dan masih belum kuat, bisa dilakukan saat setelah shalat fardhu, dapat mengulang sekali atau beberapa kali setelah bangun tidur, dan membacanya ketika sedang shalat malam. Mengulang hafalan yang lama adalah mengulang hafalan yang sudah lama dihafal dengan sifat yang lebih fleksibel yaitu bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan saat beraktivitas apa pun bisa diulang-ulang kembali hafalannya. Kenikmatan dapat mengulang-ulang hafalannya yang sudah lama tentunya didukung ketika proses awal memulai hafalan dengan bacaan yang bagus dan lancar. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Selain banyak cara untuk mengulang-ulang hafalan, terdapat juga metode mengulang atau memurajaAoah hafalan Al-QurAoan, yaitu: Mengulang sendiri yaitu mengulang hafalan Al-QurAoan dengan memilih yang paling sesuai dan tepat untuk dirinya tanpa harus menyesuaikan atau meniru orang lain. Metode ini mengulang sendiri juga merupakan metode yang paling dilakukan para penghafal Al-QurAoan. Mengulang dalam shalat adalah metode yang sangat dianjurkan, karena selain untuk mengulang hafalan, tentunya akan mendapat pahala ibadah shalat. Para ulama biasanya mengulang hafalan Al-QurAoan saat shalat malam atau saat shalat tarawih pada bulan Ramadhan. Mengulang dengan alat bantu adalah metode yang memanfaatkan media seperti CD yang berisi murotal Al-QurAoan, kaset atau MP3 yang didalamnya terdapat rekaman bacaan Al-QurAoan para guru. Kyai atau syaikh yang tentunya bagus bacaannya. Metode ini, tentunya dapat dilakukan di mana saja dan kapan Mengulang dengan sesama penghafal Al-QurAoan adalah metode yang dilakukan oleh penghafal Al-QurAoan, tentunya dengan teman yang juga menghafal Al-QurAoan, membuat kesepakatan waktu, surat yang ingin diulang, dan pengulangan yang telah disepakati, seperti saling bergantian menghafal setiap halaman atau setiap surat. Mengulang hafalan dengan sesama penghafal Al-QurAoan dapat membantu membenarkan dan memperbaiki jika ada kesalahan saat menghafal Al-QurAoan tanpa disadari oleh penghafal. Tujuan dari murajaAoah hafalan yaitu supaya hafalan yang sudah dihafalkan dan terbentuk dengan baik, agar tetap terjaga dengan baik, kuat dan lancar. Adapun kelebihan dalam metode murajaAoah sebagai berikut: Sudah Lancar Membaca Al-QurAoan: Dalam menghafal Al-QurAoan para santri tentunya harus sudah lancar dalam membaca Al-QurAoan. Apabila belum lancar membaca Al-QurAoan maka belum bisa untuk menghafalkan. Al-QurAoan karena akan kesulitan ketika menghafal Al-QurAoan. Memiliki Sifat Sabar: Sabar merupakan suatu kunci kesuksesan untuk meraih cita-cita, termasuk cita-cita dan keinginan untuk menghafal Al-QurAoan. Kesulitan akan dihadapi jika tidak mempunyai sifat sabar dalam menghafal AlQurAoan. Maka, seorang hafidz dan hafidzoh tidak boleh mengeluh dan patah Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto semangat ketika menjumpai dan mengalami kesulitan saat memuraja'ah hafalan Al-Qurannya. Motivasi dari orang-orang terdekat seperti Ustadz atau Guru: Orang yang menghafalkan Al-QurAoan, tentunya sangat membutuhkan motivasi dari orangorang terdekat. Ustadz atau Ustadzah. Dengan adanya sebuah motivasi, ia akan lebih bersemangat dalam menghafalkan Al-QurAoan. Adapun kelemahan dalam metode murajaAoah adalah, sebagai berikut: Tidak mendapatkan motivasi dari orang-orang terdekat . rang tua atau Orang Al-QurAoan, membutuhkan motivasi dari orang-orang terdekat, kedua orang tua, keluarga dan kerabat. Dengan adanya motivasi, ia akan lebih bersemangat dalam menghafalkan Al-QurAoan. Belum Istiqamah: Para penghafal Al-QurAoan tentunya akan mengalami kesulitan dalam menjalani proses menghafal Al-QurAoan, tidak ada yang sanggup melakukannya kecuali orang yang memiliki keistiqamahan yang tinggi dan tekad yang kuat serta keinginan yang membara, layaknya orang yang siap mencapai sebuah kesuksesan. Ayat-ayat yang sudah dihafalkan lupa lagi: Salah satu kelemahan atau penghambat yang dialami para penghafal Al-QurAoan adalah lupa lagi dengan ayat-ayat yang sudah dihafalnya. Metode Ziyadah Metode ziyadah adalah teknik menghafal Al-Qur'an dengan cara menambah hafalan ayat-ayat baru yang belum dihafal sebelumnya. Kata ziyadah berasal dari bahasa Arab, a aeaaOa aOeA, yang berarti menambah, meningkatkan, menumbuhkan, memperbanyak, mempertinggi, atau memperbesar. Dalam metode ziyadah, para penghafal Al-Qur'an akan menambah hafalan secara bertahap dan konsisten, sesuai dengan target hafalan masingmasing. Metode ini membutuhkan konsentrasi, dedikasi, dan kemampuan mengingat yang baik. Metode Ziyadah adalah metode menghafal Al-QurAoan dengan cara menambah hafalan al-qurAoan minimal seperempat hafalan. Setiap ayat bisa dibaca Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto sepuluh kali atau bahkan lebih, sehingga proses dari metode Ziyadah dapat membentuk pola dalam fikiran, akan tetapi hingga benar-benar membentuk gerak refleks pada lisannya. Setelah benar-benar hafal satu ayat, maka dapat melanjutkan pada ayat berikutnya dan begitupun selanjutnya, hingga dapat mencapai satu muka. Ketika sudah dapat menghafalkan satu muka, maka setelah itu dapat mengingat urutan ayat yang sedang dihafalkan dengan disesuaikan kemampuan masing-masing penghafal Al-QurAoan dapat menghafalkan satu, dua, atau tiga halaman setiap harinya. Kegiatan ini dilakukan setiap hari dan diulang-ulang hingga dirasa benar-benar lancar dan hafal. Dalam proses pelaksanaan metode ziyadah ini, tentunya terdapat tahapantahapan yang harus dilaksanakan, diantaranya adalah: Menyiapkan materi atau ayat yang akan dihafalkan, membaca ayat per ayat, membaca satu halaman 3 kali bi nadhor, menghafal ayat perayat 3 kali, mengingat urutan awal ayat yang sedang dihafalkan, dan mengulang-ulang hafalan setiap hari hingga sudah lancar. Di dalam metode ziyadah terdapat kelebihan dan kelemahannya, adapun kelebihannya yaitu: Lebih teliti terhadap bunyi bacaan ayat-ayatnya, dapat lebih teliti dalam menghadapi ayat-ayat yang hampir sama redaksinya . akan tetapi di awal dan di akhir ayatnya berbeda, dan orang yang menghafalkan AlQurAoan dengan metode ziyadah akan lebih mudah melafadzkannya. Namun dalam metode ziyadah tentunya terdapat kelemahan, adapun kelemahannya yaitu mengalami kesulitan dalam menghafal Al-Quran karena siswa merasa bingung untuk mengingat ayat yang sudah dihafal. Pada pelaksanaan Program Takhassus tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto Pungging-Mojokerto ini terdapat faktor pendukung dan penghambat. Adapun faktor pendukung dan penghambat Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto ini adalah sebagai berikut: Faktor Pendukung: Pertama. Konsistensi guru dan siswa. Kedua Mendapat dukungan penuh dari lembaga pendidikan formal yang ada di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto, para pengabdian pondok, dan para santri. Ketiga. Para wali santri yang mendukung penuh putra dan putrinya mengikuti Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto Nurul Islam Mojokerto Mojokerto Pungging-Mojokerto. Faktor penghambat: Pertama. Kurangnya kesadaran siswa akan jurusan yang diambil. Kedua. Siswa kurang bisa memanage waktu. Ketiga. Kurangnya istirahat sehingga mengantuk. Keempat. Kurang dapat mengontrol diri dari rasa bosan dan malas. TasmiAo TasmiAo berasal dari kata Bahasa Arab yang bunyinya samiAoa Ae yasmaAou Ae tasmiAoan yang artinya mendengarkan. Pengertian secara istilah adalah sebuah metode menghafal Al Quran dengan mendengarkan suatu bacaan untuk di hafal. Metode ini sangat efektif untuk para penghafal Al Quran yang memiliki daya ingat tinggi atau mudah mengingat, terutama bagi penghafal tuna netra atau anak usia dini yang belum mengerti dan belum mengenal baca tulis Al Quran dengan Metode ini dapat dilakukan dengan mendengarkan guru atau mendengarkan Metode ini dapat di implementasikan dengan 2 alternatif yaitu sebagai Penghafal mendengarkan ayat yang dihafal dari guru yang membimbingnya. Dalam hal ini guru dituntut berperan lebih aktif, sabar, dan teliti dalam membacakan ayat satu persatu sehingga penghafal dapat menghafalnya dengan Penghafal merekam terlebih dahulu ayat yang akan dihafal ke alat rekam sesuai kemampuan menghafalnya kemudian rekaman diputar dan didengarkan sembari diikuti secara perlahan lahan. Metode ini dilakukan secara terus menerus hingga hafal sampai luar kepala. Dalam metode ini penghafal membutuhkan alat bantu seperti tape recorder, earphone dan lain-lain. Kepala Bidang MuroAoah dan Kepala Bidang Tahfidzul QurAoan Di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto, ada jabatan khusus yang Bernama kabid MuroAoah yang artinya kepala bidang penjagaan, yang dimaksud yaitu tugas dari kabid muroAoah adalah menjaga hafalan santri dan asatidz/ asatidzah yang muqim di pesantren. Kabid MuroAoah ini membentuk pengurus yang dinamakan FTQ (Forum Tahfidzul QurAoa. Di samping mempunyai metode Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto hafalan dan murojaAoah yang dilakukan saat pembelajaran formal, hafalan dan murojaAoah ini juga dilakukan pada saat taqror . tau belajar Bersama di malam hari setelah sholat isyaA. , selain forum ini dibentuk untuk menilai dan mengevaluasi program takhassus tahfidzul QurAoan dengan baik, forum itu juga mengadakan program wisuda santri berprestasi. Yang mana, santri/siswa yang sudah melampaui target ketetapan yang ditentukan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari pengasuh berupa wisuda. Perlu diketahui, wisuda yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto tidak hanya Ketika mereka menuntaskan hafalan 30 juz. Tetapi, jika mereka mampu melampaui target dia diwisuda dan diberi penghargaan. Target capaian yang ditetapkan oleh pondok ini memang sama dan terkesan tidak ada bedanya dengan pondok-pondok lain. Tapi, pembelajaran tahfidz Al-QurAoan yang diajarkan di Pondok ini berbeda. Salah satunya satu program wisuda santri Karena memang di Pondok ini ada juga program yang dinamakan Pendidikan berkelanjutan, maka target capaiannya yaitu setiap tahun harus mampu menghafal A-QurAoan sebanyak 5 juz. Selain Kabid MuroAoah, ada kabid Tahfidz yang mengurusi kebutuhankebutuhan dan inventarisir prestasi di bidang tahfidzul QurAoan seperti tasmiAo, perlombaan tahfidz yang diikuti oleh santri atau siswa jurusan tahfidz, evaluasi guru pengajar tahfidz, dll. Kabid tahfidz juga bertanggung jawab untuk merekap semua nilai-nilai tahfidz yang dilaksanakan dalam bentuk uji kompetensi setiap 3 bulan satu kali, jadi dalam kurun waktu 1 tahun, kabid tahfidz harus mampu mengerjakan nilai-nilai siswa jurusan tahfidz sebanyak 4 kali, yakni pada saat Penilaian Tengah Semester Ganjil (PTS). Penilaian Akhir Semester Ganjil (PAS). Penilaian Tengah Semester Genap (PTS). Penilaian Akhir Tahun (PAT) Faktor Pendukung dan penghambat Program Tahfidzul QurAoan Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas menghafal, menurut Putra dan Issetyadi, . berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain: . kondisi emosi, . , . , dan cara memproses stimulus. Faktor eksternal, antara lain: . lingkungan belajar, dan . nutrisi tubuh. Berdasarkan pendapat Alfi . 2: . , faktor Ae faktor yang mendukung Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto dan meningkatkan kemampuan menghafal Al-QurAoan sebagai berikut: . motivasi dari penghafal, . mengetahui dan memahami arti atau makna yang terkandung dalam Al-QurAoan, . pengaturan dalam menghafal, . fasilitas yang mendukung, . otomatisasi hafalan, dan . pengulangan hafalan. Menurut Abi Iqbal, untuk mencapai kefasihan, ketepatan, dan hafalan Alquran yang optimal tidak hanya membutuhkan pikiran yang tenang, tetapi juga tubuh yang kuat dan sehat secara fisik: AuFaktor pendukungnya ialah satu fisik harus kuat, tidak boleh ada pikiran yang mengganggu konsentrasi mereka, tidak boleh dalam keadaan sakit, jenuh, pikiran harus tenang, harus rileks jangan terlalu menjadikan menghafal QurAoan ini suatu beban dinikmati bahwa lagi membaca kalimat-kalimat Allah membaca ayatayat Allah dan menghafalkan ayat-ayat Allah, insya AoAllah menikmati apa yang kita hafalkan maka akan berjalan dengan baik pulaAy. Yayasan ini dengan sepenuh hati mendukung upaya para pemimpin dan pengawas tahfizh dalam misinya untuk mencetak penghafal Al-Quran yang mahir. Ini termasuk proses penting menghafal itu sendiri, yang sangat penting untuk mencapai tujuan penguasaan Al-Qur'an sebagai disengaja Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto. Hal ini disampaikan oleh Kepala bidnag MuroAoah pada saat rapat rutin bulanan: AuProgram Tahfidzul QurAoan yang sudah dicanangkan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto harus berjalan dengan maksimal, karena pengasuh sudah sangat berjuang dhohir bathin demi kelancaran program ini. Program pembelajaran tahfidz Al-Quran sangat dipengaruhi oleh perhatian Perhatian ini sangat berperan penting dalam memotivasi siswa untuk menghafal huruf sesuai target yang telah ditetapkan. Seluruh guru yang terlibat dalam program ini, khususnya guru pembimbing tahfidz, mengutamakan aspek pengajaran ini. Guru pembimbing bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan dan proses program pembelajaran Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto. Selain menghafal, siswa juga melakukan kegiatan belajar mengajar lainnya di sekolah. Kepala madrasah yang menekankan pentingnya perhatian guru dalam melaksanakan program pembelajaran tahfidz Al-Quran. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto menyatakan bahwa: AuKeberadaan pendidik dalam memberikan bimbingan kepada siswa sangat berpengaruh terhadap keberhasilannya dalam menghafalkan AlQurAoan. Faktor ini dapat menunjang kelancaran mereka dalam proses menghafal Al-QurAoanAy. Kemudian, piagam atau penghargaan juga menjadikan motivasi bagi santri, sehingga dengan adanya piagam dan reward santri lebih semangat dalam menghafal Al-QurAoan hal itu di ungkapkan oleh Abi Iqbal di mana: AuKami setiap satu semester melaksanakan wisuda bagi yang sudah hafal 1 juz, kalo nilainya bagus di berikan hadiah dan dapat piagam bagi semua yang sudah menghafal 1 juzAy. Selain itu, penelitian ini menemukan ada faktor lain yang mendukung temuannya, yaitu peran orang tua. Orang tua memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam kehidupan anak-anak mereka untuk mendukung usaha mereka. Peran penting yang dimainkan orang tua adalah memberikan dukungan yang teguh terhadap kegiatan positif yang dilakukan anak-anak mereka. Proses menghafal Al-Quran memerlukan seseorang yang mampu memberikan penguatan positif untuk menjaga semangat dan mencegah patah semangat Masa kanak-kanak sering kali merupakan masa penuh gejolak yang ditandai dengan pasang surut, dan ditandai dengan ketidakstabilan dan kelenturan. Sangat penting bagi orang tua untuk memberikan anak-anak mereka dukungan emosional dan materi yang tidak terputus. Sebagai sarana untuk menyemangati anak-anaknya. Orang tua dapat memberikan penghargaan atau pujian yang pantas atas kerja keras, disiplin, dan ketekunan mereka dalam mempelajari Al-Qur'an, terutama ketika mereka mencapai hasil yang mengesankan. Para orang tua santri yang terdaftar di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto sangat mendukung dan aktif mendorong anaknya agar berprestasi dalam kegiatan pengajian. Setiap orang tua mengetahui program madrasah dan dengan sepenuh hati mendorong anaknya untuk mengikuti kegiatan tahfidz. Orang tua biasanya memusatkan perhatian mereka pada anak-anak mereka yang menunjukkan perkembangan memori yang cepat. Program tahfidz Al-Quran Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto memiliki faktor pendukung dan penghambat. Meskipun ada aspek yang berkontribusi terhadap keberhasilannya, ada juga hambatan yang menghambat implementasinya. Beberapa Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto kendala tersebut antara lain kurang lancarnya membaca Al-Quran, ketidaksabaran dan keseriusan dalam menghafal, jarang mengulang hafalan, lesu terhadap tugas, tujuan menghafal yang terlalu ambisius, metode pengajaran yang kurang tepat, dan banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari. Dimulai dari persoalan makhorijul huruf. Guru tahfidz mengungkapkan bahwa: AuMasih ada beberapa siswa yang belum bisa membaca Al-QurAoan dan ada juga beberapa yang sudah bisa membaca Al-QurAoan, jadi perlu diseleksi terlebih dahulu mana saja siswa yang sudah bisa membaca Al-QurAoan dan yang belum bisa membaca Al-QurAoan. Namun, bagi siswa yang belum bisa membaca Al-QurAoan tetap diperbolehkan menghafal dengan menggunakan juz Amma. Setelah melalui pertimbangan yang matang, dapat diketahui bahwa terdapat kendala-kendala tertentu yang menghambat keberhasilan pelaksanaan program tahfidz Al-Quran. Hal ini disebabkan karena masih terdapat sebagian siswa yang belum mencapai kemahiran dalam mengaji, karena masih dalam proses penguasaan makhrijul huruf dan tajwid. Akibatnya, para siswa ini mungkin kesulitan untuk mengimbangi teman-temannya yang sudah mahir membaca Al-Quran. Untuk menjamin keberhasilan program tahfidz Al-Quran, perlu dilakukan rutinitas latihan hafalan yang konsisten, sehingga hafalan tersebut dapat tertanam kuat dalam ingatan siswa. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk melakukan latihan menghafal secara teratur untuk mencapai tujuan mereka. Penting bagi orang tua untuk memantau perilaku anak saat bersosialisasi dengan orang lain. Jika anak bergaul dengan individu yang menunjukkan perilaku negatif, seperti teman yang rawan pencurian, besar kemungkinan perilakunya sendiri akan terpengaruh. Oleh karena itu, orang tua harus waspada dalam mengawasi keberadaan dan lingkungan pergaulan anaknya, baik saat berada di luar rumah. KESIMPULAN Berdasarkan seluruh uraian sebelumnya di atas peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan yang terdapat di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging-Mojokerto tersebut merupakan program khsusus bagi para santri yang ingin menghafalkan Al-QurAoan. Dalam Program Takhassus tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto menggunakan metode murajaah untuk mengulang-ulang dan mengingat hafalan Al-QurAoan serta metode Ziyadah untuk menambah hafalan Al-QurAoan. Metode murajaah adalah metode yang digunakan pada umumnya penghafal Al-QurAoan untuk mengulang dan mengingat hafalan yang telah di setorkan kepada guru atau pengampu agar tetap terjaga dan tidak mudah lupa. Para santri di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging-Mojokerto yang mengikuti Program Takhassus Tahfidz AlQurAoan biasanya menggunakan metode murajaah pada saat waktu luang. Metode ziyadah adalah metode menambah hafalan santri dengan cara menyetorkan hasil hafalannya kepada guru pengampu mata Pelajaran tahfidz Al-QurAoan minimal seperempat halaman. Setiap mau setor, siswa harus membaca ayat pada halaman yang akan dihafal 3 kali. Setiap ayat yang dihafalkan dapat dibaca 3 kali terlebih dahulu, dari ayat pertama sampai ayat terakhir yang dihafalkan. Sehingga dapat membentuk pola hafalan di dalam pikiran. Selain itu, juga ada forum yang Bernama FTQ untuk menunjang dan menjaga hafalannya santri baik yang sudah hafal 30 juz maupun yang proses. Pada pelaksanaan Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto ini terdapat faktor pendukung dan Adapun faktor pendukung dan penghambat Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto ini adalah sebagai berikut: Faktor Pendukung: Pertama, konsistensi guru dan siswa. Kedua Mendapat dukungan penuh dari lembaga pendidikan formal yang ada di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto Mojokerto, para pengabdian pondok, dan para santri. Ketiga. Para wali santri yang mendukung penuh putra dan putrinya mengikuti Program Takhassus Tahfidz Al-QurAoan di Pondok Pesantren Nurul Islam PunggingMojokerto. Faktor penghambat: Pertama. Kurangnya kesadaran siswa akan jurusan yang diambil. Kedua. Siswa kurang bisa memanage waktu. Ketiga. Kurangnya istirahat sehingga mengantuk. Keempat. Kurang dapat mengontrol diri dari rasa bosan dan malas. Seharusnya. Program dapat berjalan dengan lancar jika seluruh civitas akademika mendukung program ini, tetapi Tidak semua pengajar memiliki kualifikasi tinggi dalam tahfidz maupun metode pengajaran yang efektif. Rasio antara guru dan santri sering kali tidak ideal. Santri sering kali kesulitan membagi Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Maftukatun NafiAoah. Abdullah Zaini Implementasi Program Takhassus Tahfidz Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging Mojokerto waktu antara tahfidz, pelajaran umum, dan kegiatan lain. Maka dari itu. Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian tentang program tahfidz AlQur'an adalah: Fokus, teliti, dan cermat dalam mengumpulkan dan menganalisis data sehingga hasil penelitian yang diperoleh akan lebih tajam dan kredibel. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. REFERENSI