Tabsyir : Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. No. 2 April 2022 e-ISSN: 2964-5468. p-ISSN: 2964-5484. Hal 01-11 DOI: https://doi. org/10. 59059/tabsyir. Kepasrahan Diri Sebagai Perventif Radikalisme Dalam Mewujudkan Harmonisasi Lintas Budaya Agus Sholahudin Shidiq1. Farida Isroani2 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri agussholah@gmail. com,farida@unugiri. ABSTRACT This research aims to examine Self-Submission as a Preventive of Radicalism in Realizing Cross-Cultural Harmonization. Tawakal is a work of the heart, spiritual work, a worship whose meaning is very difficult, but needs to be implemented in reality. Tawakal must be linked to the law of cause and effect, so that tawakal is no longer defined as being silent without any activity. Tawakal will encourage a person to have a sense of optimism and courage in facing all life's problems. All of these values exist in the religions of Islam. Christianity (Protestant and Catholi. Hinduism and Buddhism. The equal value of surrendering oneself to God is manifested in worship activities both individually and in congregation. In all religions there is a value of servitude which includes the value of surrender. Keywords: Self-Submission. Preventive Radicalism. Cross-Cultural Harmonization ABSTRAK Pnelitian ini bertujauan untuk mengkaji Kepasrahan Diri Sebagai Perventif Radikalisme Dalam Mewujudkan Harmonisasi Lintas Budaya. Tawakal merupakan suatu kerja hati, kerja spiritual, suatu ibadah yang maknanya amat sulit, namun perlu diterapkan dalam kenyataan. Tawakal harus dikaitkan dengan hukum sebab dan musababnya, sehingga tawakal tidak lagi diartikan sebagai diam tanpa ada aktivitas. Tawakal akan mendorong seseorang supaya memiliki rasa optimis dan keberanian dalam menghadapi segala persoalan Semua nilai tersebut ada dalam agama Islam. Kristen (Protestan dan Katoli. Hindu, dan Buddha. Persamaan nilai kepasrahan diri kepada Tuhan diwujudkan pada kegiatan ibadah baik secara sendiri dan Dalam semua agama adalah nilai penghambaan yang di dalamnya ada nilai keberserahdirian. Kata kunci : Kepasrahan Diri. Perventif Radikalisme ,Harmonisasi Lintas Budaya PENDAHULUAN Terkait dengan Indonesia yang majemuk, jaringan ketat mengalami kekacauan agama, terutama dalam hal bagaimana seseorang harus mencirikan dirinya di tengah agama-agama lain yang juga ada dan mempunyai legitimasi. Terlepas dari bagaimana Anda mengejek para dewa dan kepercayaan dari agama yang berbeda, orang lain akan membalas mereka. Timbulnya pertanyaan-pertanyaan dan perpecahan di antara jaringanjaringan yang ketat, rasa ragu-ragu yang sama satu sama lain, dan, yang mengejutkan, dapat memicu pertikaian antar teman seiman, merupakan hasil yang masuk akal dari asal usul agama yang lebih menekankan pada bagian-bagian pembedaan . dibandingkan dengan hal-hal yang bersifat selektif. titik persamaan . Maka penting sekali untuk melakukan upaya-upaya penyusunan gagasan filsafat komprehensif yang menonjolkan titik-titik persamaan dan bukannya menonjolkan pertentangan, dengan cara ini memberdayakan terciptanya perilaku pemahaman bersama. Received Februari 20, 2023. Accepted Maret 20, 2022. Published April 30, 2022 * Agus Sholahudin Shidiq, agussholah@gmail. KEPASRAHAN DIRI SEBAGAI PERVENTIF RADIKALISME DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI LINTAS BUDAYA penghargaan terhadap keyakinan-keyakinan yang ada di dalam dan di antara keyakinankeyakinan yang ketat. Memberikan ruang pertukaran satu sama lain dan memberdayakan partisipasi antar jaringan yang ketat dalam menaklukan isu-isu filantropi sehingga agama menjadi kekuatan . ssue solve. dalam eksistensi manusia. Nur Cholis Madjid berpendapat bahwa AuIslamAy dalam Al-QurAoan surat Al-Imran pasal 19 adalah bahwa kata Islam dalam ayat ini tidak diartikan sebagai Islam sebagai wilayah atau perkumpulan lokal, melainkan Islam sebagai perilaku yang sepenuhnya bergantung pada Allah saja. SWT. Kemudian Nurcholish Madjid menyebutnya sebagai Auagama yang hakikiAy, seperti dalam Al-QurAoan yang merupakan agama para Nabi dan Saksi mulai dari Adam hingga Nabi Muhammad SAW. Pada akhirnya. Islam adalah sikap tegas yang patuh, patuh, bertaqwa dan berserah diri kepada Tuhan. Sedangkan untuk merujuk pada "agama", terjemahannya akan langsung diberikan bahwa agama berarti "tidak bergejolak" atau tepat, yang dibuntuti dengan proklamasi bahwa definisi ini berasal dari makna etimologis agama dalam bahasa Sansekerta. Penggunaan ungkapan Autidak bergejolakAy dalam mencirikan agama memberikan gambaran bahwa agama merupakan kerangka yang mendidik permintaan. Semua agama mengeluarkan fatwa tentang keharusan bagi manusia untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat bagi satu sama lain. Bukan hanya pada manusia lain saja, tapi juga pada hewan hidup yang telah diciptakan. Menghitung makhluk, tumbuhan, dan segala manifestasi umat manusia yang tersisa. Semuanya harus digunakan untuk membantu peradaban. Bukan untuk keserakahan dan kesenangan sementara. Agama mengajarkan bagaimana menjaga satu sama lain, bukan saling melenyapkan. Terhadap individu yang mempunyai sudut pandang berbeda, sejujurnya. Bagaimanapun, ada banyak persamaan antara satu agama dengan agama lainnya. Misalnya, ketika Yesus Kristus, yang dipandang sebagai Tuhan oleh umat Kristen, berkata, "Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin orang lain memperlakukan kamu. " Sementara itu. Nabi Muhammad SAW pernah berpesan, yang tertuang dalam sebuah hadis riwayat dan diuraikan secara terang-terangan: cacatnya rasa percaya diri seseorang hingga ia menyayangi orang lain betapapun ia memuja dirinya sendiri. Dalam arti sebenarnya. Islam sebagai suatu hal yang penting berarti 'memberi' dan 'menampung' kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kepada-Nya seluruh ciptaan-Nya Ari. Dede dan Taofan. Konsep Teologi Inklusif Nurcholis Madjid. JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam. Vol. No. 2, p-issn 2541-352x e-issn 2714-9420, 2019 TABSYIR Ae VOLUME 3. No. 2 April 2022 e-ISSN: 2964-5468. p-ISSN: 2964-5484. Hal 01-11 dipersembahkan atau ditundukkan. Tuhan Allah yang diterima umat Islam adalah Tuhan atas seluruh ciptaan-Nya. Dialah 'rabb al-'alamin'. Semua Islam tersedia untuk hewan Tuhan. manusia dan alam semesta, kapanpun dan dimanapun. Sejalan dengan itu, di hadapan-Nya, semua hewan, tanpa memedulikan landasan sosio-sosial yang berbeda, berada dalam situasi yang sangat mirip dan setara sebagai pekerja Tuhan. Islam juga berarti 'keselamatan' dan 'harmoni' . Nabi bersabda. Aual-Islam man salima al-muslimin min jasalihi wa yadihiAy . eorang muslim adalah individu yang kehadirannya menimbulkan perasaan bahwa segala sesuatu baik bagi orang lain, baik dari perkataannya maupun dari tanganny. Nabi Muhammad SAW. senantiasa menganjurkan sanak saudaranya untuk menyampaikan kabar baik dengan mengucap: 'Assalamu'alaikum" (Kesejahteraan atau keharmonisan bagi kalian semu. ketika bertemu. Diantara kewajiban seorang muslim adalah menebarkan 'salam'. Membaca kabar baik terhadap selesainya permintaan tersebut juga dinyatakan sebagai komitmen. Hikmah-hikmah Islam tersebut tidak hanya sekedar dipelajari atau dibicarakan, namun juga menjadi gaya hidup bagi Nabi Muhammad SAW. dalam kehidupan seharihari. Begitu pula dengan gaya hidup al-Khulafa al-rasyidun . engganti Nabi yang mendapat araha. dan pasangan yang berbeda. Mereka hidup bersama orang-orang lain yang berbeda agama tanpa membeda-bedakan, dengan orang-orang miskin tanpa meremehkan mereka, dengan wanita-wanita tanpa meremehkan mereka, dengan orangorang biasa tanpa membuat mereka tidak cakap, dengan orang-orang kecil dan orangorang kulit berwarna tanpa mengurangi kebebasannya, dsb. Sayyed Hossen Nasr, salah satu musim kontemporer utama, yang dibawakan ke dunia di Iran, lebih jauh mengkomunikasikan pandangannya tentang perwujudan Islam. Beliau bersabda: AuHati atau perwujudan Islam adalah melihat keesaan Tuhan, kebenaran yang menyeluruh, supremasi ketundukan pada kehendak Tuhan, pemenuhan setiap kewajiban manusia dan penghargaan terhadap kebebasan setiap makhluk hidup. Intisari atau intisari Islam membujuk kita untuk bangkit dari fantasi pengabaian, mengingat kembali apa identitas kita dan mengapa kita ada di sini, serta menyadari dan menghargai agama yang berbeda. Ay AuIslam menerima bahwa semua agama yang nyata bergantung pada akomodasi langsung kepada Tuhan. Nama Islam tidak hanya berarti agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Al-Quran tetapi juga setiap agama yang Ay (Baca: Sayyed Hossen Nasr. Inti Isla. Tawakkal atau berserah diri kepada Allah SWT merupakan tanda keyakinan dalam hati yang memberikan semangat yang kuat KEPASRAHAN DIRI SEBAGAI PERVENTIF RADIKALISME DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI LINTAS BUDAYA kepada manusia untuk bertawakal kepada Allah SWT dan merupakan proporsi dari tingkat keimanan seseorang kepada Allah SWT. Kesungguhan tawakal sendiri bagi seorang muslim diungkapkan dalam Al-Qur'an berkali-kali sebanyak 22 surat. Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha dan selanjutnya mengajarkan umatnya untuk bersandar dan bertawakal kepada Allah SWT, sehingga terjadi keselarasan antara usaha manusia dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan . ibrary researc. yaitu penelitian pustaka yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk mendapatkan data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi terhadap sumber-sumber data primer maupun sekunder. Sumber data primernya adalah data-data Nilai Kepasrahan Diri . kepada Tuhan dalam Islam dan Ayat-Ayat Tawakal dalam Al-QurAoan. Adapun sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersumber dari buku-buku, jurnal artikel yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Nilai Kepasrahan Diri . kepada Tuhan dalam Islam. Artikulasi kebiasaan buruk dan tawakkal yang bermula dari bahasa Al-Qur'an telah digunakan dalam jargon bahasa Indonesia, padahal belum jelas mengapa para etimolog masa lalu hanya mengambil dua kata dari dasar kata re-wahya. , bahkan salah satunya bertujuan artikulasi kata perintah perbuatan . i'il ama. , khususnya tawakkal, bukan benda . "tawakkul". 2 Secara etimologis kata tawakkal diambil dari bahasa Arab AA ac A( EE aO EAtawakku. dari akar kata A( EE aOAwakal. yang mengandung arti lemah. Mengenai acA( EE aO EAtawakku. artinya menyerahkan atau Misalnya, seseorang mengalamatkan suatu barang atau bisnis kepada orang Artinya dia menyerahkan suatu hal atau suatu hal dan dia menaruh kepercayaannya pada individu tersebut sehubungan dengan hal atau hal tersebut. Kata aA( EOE OAperwakila. shighah setara dengan A( A aOEAfa'i. , artinya pihak yang Muhlis M Hanafi. Spiritualitas Dan Akhlak. Tafsir Al-QurAoan Tematik, 1st ed. (Jakarta: Lajnah Pentashihan A-QurAoan Balitbang dan diklat Kementeriaan Agama RI, 2. TABSYIR Ae VOLUME 3. No. 2 April 2022 e-ISSN: 2964-5468. p-ISSN: 2964-5484. Hal 01-11 melakukan himpunan terhadap individu yang menyapanya. Secara verbal, makna tawakkal berbeda-beda yang dikemukakan oleh para Definisi tersebut meliputi: Imam al-Ghazali dalam kitab IhyaAo Ulumuddin : AuSementara memahami gagasan tauhid yang menjadi landasan tawakkul: AuKetahuilah bahwa tawakkal itu penting untuk keyakinan, dan segala keyakinan tidak akan dibingkai kecuali dengan keterangan, kondisi dan kegiatan. Begitu pula dengan mentalitas tawakkal, terdiri dari informasi yang menjadi premis, dan aktivitas yang merupakan produk alami . , dan kondisi yang menjadi tujuan tawakkal. Tawakal adalah bergantung pada Allah ketika menghadapi krisis, bergantung pada-Nya dalam kesulitan, tidak gentar ketika segala sesuatunya berjalan ke arah selatan dengan jiwa dan hati yang tenang. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Madarij as-Salikin berkata: AuTawakkal adalah latihan dan pengabdian hati dengan menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT saja, bertawakal kepada-Nya, bernaung hanya kepada-Nya dan merasa ridha terhadap sesuatu yang datang. dengan keyakinan bahwa Allah akan memberinya segala AokecukupanAo untuk dirinya sendiri, dengan terus melakukan AopenyebabAo dan berusaha untuk Tawakkal adalah separuh dari agama dan separuh lainnya adalah inabah. Agama terdiri dari ajakan pertolongan dan cinta, tawakkal adalah permohonan pertolongan, sedangkan inabah adalah cinta. Ay. Qurasih Shihab dalam al-Misbah menyatakan bahwa kata tawakkal juga mempunyai akar kata yang sama dengan delegasi, bukan sekadar penyerahan diri langsung kepada Allah SWT. Bagaimanapun, persetujuan seperti itu harus didahului dengan upaya manusia. Menjadikan Allah sebagai utusan mengandung makna bahwa seseorang harus menerima bahwa Allah adalah Zat yang menyelenggarakan segala yang terjadi di alam semesta ini. Demikian pula orang yang mengangkatnya sebagai utusan, harus menjadikan kemauan dan aktivitasnya sesuai dengan kehendak dan pengaturan Allah SWT. Karena Ibnu Manzhur. Jamaluddin Abi al-Fadl Muhammad bin Makram. Lisan al-Arab. Cet. Ke-1. Jild. II, Beirut:Dar al-Kutub al-Aoilmiyyah, 2003, hlm. Imam Abu Hamid Muhammad al-Ghazali. IhyaAo Ulumuddin. Jilid IV. Dar al-Kutub al-Ilmiyah. Bierut. Ibnu Qayyim al-Jauzi,Madarij as-Salikin. Juz II. Dar-Hadis. Kairo, 2003, hlm. KEPASRAHAN DIRI SEBAGAI PERVENTIF RADIKALISME DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI LINTAS BUDAYA dengan menjadikan Dia sebagai utusan, maka manusia sudah paham bahwa keputusan Tuhan adalah keputusan yang paling ideal. Ayat-Ayat Tawakal dalam Al-QurAoan. Bagian Asbabunnuzul menghubungkan dengan peristiwa perang Uhud dimana pada saat itu terdapat dua kelompok yaitu Banu Salamah dari marga Khazraj dan Banu Harithah dari marga Aus yang menurut mereka menghalangi harapan mereka untuk berperang karena takut akan kematian. setelah mengetahui bahwa 33% tentara dikemudikan oleh penipu tingkat tinggi. Abdullah wadah Ubay telah meninggalkan konflik. Bagian ini merupakan salah satu bait yang berkaitan dengan perintah menaruh kepercayaan kepada umatnya. Bait ini memberi makna bahwa amanah adalah salah satu bentuk eksekusi atas keyakinan seseorang, dimana hendaknya manusia berserah diri kepada Allah saja, bukan kepada orang lain. QS. Ali Imran/3: 159-160. A au aA a eIAa O aI I aO aEEA a a a aI a aI s acIIa a aE Ia Ea aNI oU aO aE O E aIa a AA aI aNI aOA A a aA Ea aNIA a AA a A aE O a E aC EA a AA aE aI a Aa aA a AaOa aO NaI aAO a I a oU Aa aa aa Ia a aOE EA a A aI O IA. aA E aI a aO a cE aE OIA a A aEA A aEO a iU aI a Oa a A aA aEO a aA EOa a aO E aE E aI aIIa OIA a AA aEaI a cI I a naN iU aOA a AEaAuaI oU aO aI O a EuaI Aa aI I a E aO aO IA Artinya: Aumaka berkat rahmat Allah engkau (Muhamma. berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu kemudian, apabila engkau telah bulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah, sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal. Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu, maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang muAomin bertawakalAy. Untuk bertawakal kepada umat, pada bait 159 ditutup dengan perintah untuk menyerahkan diri kepada Allah SWT. Untuk menjadi persetujuan khusus yang baru-baru ini telah hilang sebelumnya oleh berbagai upaya manusia. Kepastian yang ada sebelum keputusan kepercayaan memerlukan upaya manusia yang Shihab. Quraish. Tafsir al-Mishbah. Lentera Hati. Volume 2. Cet. Ke-1. Jakarta, 2000, hlm. TABSYIR Ae VOLUME 3. No. 2 April 2022 e-ISSN: 2964-5468. p-ISSN: 2964-5484. Hal 01-11 paling besar, memerlukan penggunaan semua penyebab atau metode untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini adalah kekuatan, sedangkan tawakkul adalah kesadaran akan kekurangan seseorang dihadapan Allah dan habisnya ikhtiar, disertai dengan kesadaran bahwa Allah adalah alasan yang menentukan keberhasilan dan kekecewaan manusia. Oleh karena itu, ikhtiar tawakal merupakan perpaduan sebab yang tiada habisnya. Selanjutnya, perintah untuk mengandalkan keimanan terhadap Al-Qur'an selalu dikesampingkan oleh perintah untuk berusaha secara keseluruhan dengan cukup baik. Sya'rawi memaknai bahwa tawakkal adalah keunggulan yang hakiki. Artinya, tujuan mulia dengan embel-embel dan keyakinan dalam hati. Solidaritas ini menunjukkan keseimbangan yang sangat indah. Tujuan mulia dengan bagian tubuh menyerupai tumbuhan yang sedang berkembang. Bibitnya bagus, tanahnya bagus, airnya cukup. Ini disebut bisnis. Jadi, menciptakan produk organik dari pohonnya berarti menaruh kepercayaan kepada Allah. Karena Allah mempunyai kemampuan untuk mengembangkan produk alami dari pohon itu, dan kepercayaan terletak di hati. Pelengkapnya bekerja dan hati percaya. Di sinilah supremasi kepercayaan muncul. Penganutnya beriman kepada Tuhannya karena Dialah Pribadi yang kuat. Kemampuan membuat sesuatu dengan alasan dan kemampuan membuat sesuatu tanpa alasan. Ketika seseorang bekerja, dia melakukan suatu alasan. Ketika seseorang menaruh keyakinannya pada keimanan, maka ia membuat musabbab di sisi Allah SWT. QS. Ali 'Imran Ayat 64. Ketundukan yang utuh terhadap hukum Allah SWT merupakan pembuktian definitif keimanan seorang muslim. Hal inilah yang juga disinggung secara tegas oleh Allah SWT dalam janji-Nya QS. Ali 'Imran Ayat 64: a A aO se a OIaA aI aOa OIauaI a Ia Aa a a a aO a Ia aEa a nN aOa O a Oa aa a A A aI a U a a UA a A a aEa O aEO aE aE aI sA a ACa E OA a N aE E au A Aa cI I aO aI a Aa aI a aOE O aACa OEaOA aA aN aO aaI aI aE aI OIA AuKatakanlah (Muhamma. , "Wahai Ahli Kitab! Marilah . menuju kepada satu kalimat . yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak Shihab. Quraish. Tafsir al-Mishbah. Lentera Hati. Volume 2. Cet. Ke-1. Jakarta,2000, hlm. Syeikh Muhammad Mutawalli as-SyaAorawi. Tafsir as-SyaAorawi. Jilid 3. Akhbar al-Yawm. Qahirah, 1993, hlm. KEPASRAHAN DIRI SEBAGAI PERVENTIF RADIKALISME DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI LINTAS BUDAYA menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah . epada merek. , "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim. Pemikiran mendasarnya terletak pada keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah kehendak Tuhan. Apabila yang terjadi positif maka itu adalah ridha Allah, sedangkan bila yang terjadi negatif maka itu merupakan ujian dan pendahuluan yang juga datangnya dari Allah. Jenis persetujuan yang dilakukan oleh individu yang atribilious pada umumnya akan lebih melankolis. Salah satu penjelasannya adalah dengan memperkuat posisi agama sebagai titik fokus dari semua jenis peraturan bagi masyarakat. Jadi pada akhirnya gagasan tentang kebenaran ajaib hanya mendapat tempat di kalangan orang-orang yang tulus dan tegas. Nilai Kepasrahan kepada Tuhan dalam agama Kristen (Prostestan dan Katoli. Hindu, dan Buddha Manfaat Menyerahkan Diri Kepada Tuhan dalam Agama Kristen (Protestan dan Katoli. Menurut Martasudjita, dalam agama Kristen Protestan terdapat keyakinan tentang permohonan. Dengan cara memohon itu kita pasrah pada pengaturan dan kehendak Tuhan sepanjang hidup sehari-hari. Memohon surga adalah gaya hidup utama agar manusia bisa sampai pada mentalitas kesempatan dan persetujuan mutlak kepada Tuhan. Kardinal Bernardin juga menyatakan bahwa permohonan doAoa dan keyakinan adalah Dengan permohonan. Tuhan akan menolong ketika manusia terpuruk tanpa bantuan dari individu lain. Dalam permohonan, manusia memperoleh hubungan mendalam dengan Tuhan dan hal ini membutuhkan persetujuan total kepada Tuhan. Nilai kepasrahan diri kepada Tuhan dalam agama Hindu Faktanya, semua agama melatih penganutnya untuk menghormati Tuhan secara eksklusif dan menyeluruh. Selain itu, agama Hindu juga memandang permohonan Martasudjita. Spiritualitas Damai. Yogyakarta. Penerbit Kanisius, 2008, hlm. Albert I Ketut Deni Wijaya. Meneladani sikap Yohanes Paulus II dalam Menumbuhkan Budaya Perdamaian di tengan Keluarga. Jurnal Pendidikan Agama Katolik Vol. 2, tahun 1,ISSN: 2085-0743. Oktober 2009, hlm 75 TABSYIR Ae VOLUME 3. No. 2 April 2022 e-ISSN: 2964-5468. p-ISSN: 2964-5484. Hal 01-11 sendirian dan permohonan surga bersama-sama dalam kelompok. Memohon sendirian disebut Ekanta, dan berdoa bersama-sama atau berkelompok disebut Samkirtanam. 11 Manusia pada dasarnya mempunyai dua aspek, yaitu manusia spesifik sebagai hewan individu dan manusia sebagai hewan ramah. Sebagai hewan individu, manusia menghadapi dirinya sendiri. Orang-orang dihadapkan pada kemauan mereka, keyakinan mereka, titik tinggi dan titik rendah dari sentimen mereka, daya pikir mereka. Yang jelas setiap individu dihadapkan pada pertarungan antara kecenderungan ketuhanan dan kecenderungan goliat yang terus berjuang dalam dirinya. Peperangan tersebut terjadi karena berkumpulnya purusa pembawa chitta dengan predana pembawa klesa. Individu akan memperoleh keseimbangan diri dengan asumsi mampu menangani chitta dan ace klesa. Chitta terdiri dari bhudi, manah dan ahamkara. Kekuatan citta adalah dharma, jnana, wairagya dan aiswarya. Keempat kekuatan ini akan muncul jika budhi, khususnya kewaspadaan ilmiah, mengendalikan manah atau pikiran, manah mengendalikan ahamkara atau citra diri. Dalam agama Hindu, menanamkan nilai-nilai ketuhanan kedalam hati dan diri masing-masing akan membuat diri tumbuh subur, maka jauh dari kesengsaraan, karena yang ada hanyalah kedamaian. Nilai kepasrahan diri kepada Tuhan dalam agama Buddha. Empat macam individu yang berusaha bergerak menuju Tuhan dapat disusun menjadi empat Bhakti ada dua macam atau tipe, yaitu para bhakti dan apara bhakti. Para bhakti memiliki arti yang sama dengan prapatti, yaitu penyerahan diri sepenuhnya kepadaNya, sedangkan apara bhakti adalah komitmen dengan berbagai ajakan dan permohonan yang dianggap khas, misalnya keselamatan atau permohonan pergantian peristiwa dan mekarnya ketenangan, suara kecil, sedangkan Dharma Permohonan Duta adalah untuk kekayaan dan pengaruh, sering disebut bhakti yaitu rajas dan tamas. Perlu ditegaskan bahwa prapatti tidak bersifat fatalistis, maksudnya dengan menyerahkan diri kepada-Nya, maka yang bersangkutan tidak menunaikan dan menyelesaikan kewajiban dan komitmennya dengan baik. Agama Budha tidak terlalu menekankan peran Tuhan, tidak memerlukan bantuan Wentin. Nilai-nilai dalam Ritual Basarah. Jurnal Penerangan Agama Hindu. Darma Duta. Vol. 16 No. ISSN : 2089 8215, 2018,hlm 86 KEPASRAHAN DIRI SEBAGAI PERVENTIF RADIKALISME DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI LINTAS BUDAYA pihak lain, sebagaimana agama-agama besar lainnya. Agama Budha lebih menekankan kepada pragmatisme, dalam arti mengutamanakan tindakan-tindakan cepat dan tepat yang lebih diperlukan untuk menyelamatkan hidup. Kolaborasinya dengan agama lain dianggap mudah, karena Budha tidak memiliki sistem birokrasi spiritual seperti agama lainnya. Meski agama Budha tidak banyak menyinggung Tuhan dalam pengembangan misi ajarannya, akan tetapi mereka tidak mengingkari adanya Tuhan. Kehidupan ini merupakan realitas manusia yang majemuk, dan ada sesuatu yang tidak bisa dihindari seperti pesan Allah SWT yang tertulis dalam Alquran. Hal ini dapat menjadi alasan pluralisme, khususnya kerangka nilai yang positif terhadap Terinspirasi oleh Al-Quran dan latar belakang sejarah Nabi Muhammad SAW, khususnya ketika beliau berada di Madinah. Madinah dipenuhi oleh berbagai perkumpulan yang unik, namun dapat hidup bersama sebagai satu kesatuan, bersifat reseptif . dan saling menghargai. Islam menyiratkan watak menyerah kepada Tuhan, dan ini adalah premis agama. Karena tidak ada agama yang nyata, kecuali sikap pasrah kepada Tuhan. Jadi ini berubah menjadi titik berkumpul untuk setiap pertemuan ketat. Dengan demikian, setiap majelis ketat dapat memahami pembangunan yang terbuka . dan toleran, dengan menjalankan agamanya masing-masing tanpa mengikuti majelis ketat lainnya. Pemikiran utamanya terletak pada keyakinan bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini adalah kehendak Tuhan. Apabila yang terjadi positif maka itu izin Allah, namun bila yang terjadi negatif maka ujian dan permulaan pun datangnya dari Allah. Jenis persetujuan yang dilakukan oleh individu yang atribilious pada umumnya akan lebih melankolis. Salah satu alasannya adalah untuk memperkuat posisi agama sebagai titik fokus dari semua jenis peraturan bagi masyarakat. Jadi pada akhirnya gagasan tentang kebenaran ajaib hanya mendapat tempat di kalangan orang-orang yang tulus dan tegas. KESIMPULAN Tawakal merupakan suatu kerja hati, kerja spiritual, suatu ibadah yang maknanya amat sulit, namun perlu diterapkan dalam kenyataan. Tawakal harus dikaitkan dengan hukum sebab dan musababnya, sehingga tawakal tidak lagi diartikan sebagai diam tanpa ada aktivitas. Tawakal akan mendorong seseorang supaya memiliki rasa optimis dan TABSYIR Ae VOLUME 3. No. 2 April 2022 e-ISSN: 2964-5468. p-ISSN: 2964-5484. Hal 01-11 keberanian dalam menghadapi segala persoalan kehidupan. Semua nilai tersebut ada dalam agama Islam. Kristen (Protestan dan Katoli. Hindu,dan Buddha. Persamaan nilai kepasrahan diri kepada Tuhan diwujudkan pada kegiatan ibadah baik secara sendiri dan berjamaah. Dalam semua agama adalah nilai penghambaan yang di dalamnya ada nilai keberserahdirian. DAFTAR PUSTAKA