JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Titin Ode. Tonny Sahusilawane. Meyke Marantika . 1,2,. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon titinode180@gmail. com, . tonnysahusilawane@gmail. com, . meykemarantika@gmail. ABSTRACT Some of thisbottle waste is directly disposed of into open land without any treatment. One alternative usefor beer glass bottle waste is to make it a substitute for fine aggregate in concrete mixture, by processing it into pounded glass powder until it smoothly passes filter no. The additionof glass powder by 0%, 2. 5% and 5%. The concrete test specimen measures 15y15y15 cm and is planned according to the SNI method 03-2834- 2000. The test parameters carried out are in the form of a slump test and concrete compressive strength with a compressive strength standard of 200 Kg / cmA at a concrete age of 7 days. The results obtained in this study were the compressive strength of concrete the percentage of using 0% glass powder of 264. 29 kg / cm2, 2. 5% of 252. 26 kg / cm2, and 5% of 192. 80 kg / cm2. Slump test values percentage 0% 8 cm, 2. 5% 8. 8 cm and 5% 10. 8 cm. So it can be concluded that the use of glass powder as a substitute for some fine aggregate against concrete compressive strength affects the quality of concrete compressive strength with a variation of 2. 5% can increase the compressive strength of concrete greater than normal concrete. However, the more glass powder, the lower the compressive strength of theconcrete obtained. While the use of glass powder as a substitute for some fine aggregates affects the value of the slump test, the more the percentage of the use of glass powder in theconcrete mixture, the higher the slump value. ABSTRAK Salah satu alternatif pemanfaatan pada limbah botol kaca bir dengan menjadikannya sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran beton, dengan cara diolah menjadi serbuk kaca ditumbuk sampai halus lolos saringan no 12. Penambahan serbuk kaca sebesar 0%, 2,5% dan 5%. Benda uji beton berukuran 15y15y15 cm dan direncanakan sesuai dengan metode sni 03-2834- 2000. Parameter pengujian yang dilakukan berupa slump test dan kuat tekan beton dengan standar kuat tekan 200 Kg/cmA pada umur beton 7 hari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton persentase penggunaan serbuk kaca 0% sebesar 264,29 kg/cm2, 2,5% sebesar 252,26 kg/cm2, dan 5% sebesar 192,80 kg/cm2. Nilai slump test persentase 0% 8 cm, 2. 5 % 8. 8 cm dan 5 % 10. 8 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan serbuk kaca sebagai bahan penggati sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton berpengaruh terhadap mutu kuat tekan beton dengan variasi 2,5 % dapat meningkatkan kuat tekan beton lebih besar dari beton Akan tetapi semakin banyak serbuk kaca maka semakin menurun kuat tekan beton yang Sedangkan Penggunaan serbuk kaca sebagai bahan penggati sebagian agregat halus berpengaruh terhadap nilai slump test semakin banyak persentase penggunaan serbuk kaca pada campuran beton maka semakin tinggi nilai Kata kunci : Kuat tekan beton Serbuk Kaca, slump Test PENDAHULUAN Beton merupakan bahan kontruksi yang sering digunakan pada proyek kontruksi, karna memiliki beberapa keunggulan salah satunya seperti biayanya yang relatif murah dan bahan penyusunnya yang mudah Bahan pengganti merupakan merupakan bahan yang digantikan pada saat atau selama pencampuran berlangsung. Fungsi dari material pengganti campuran beton adalah merubah sifat beton agar menjadi sesuai dengan pekerjaan tertentu atau menghemat biaya (Amirwati, 2. Beberapa material e-ISSN: 2964-5158 pengganti secara efektif mampu meningkatkan mutu Material tersebut berasal dari berbagai sumber diantaranya limbah industri dan rumah tangga, (H. mustafa,2. Salah satu limbah kaca yang sering dijumpai disekitar daerah tempat tinggal kita yaitu limbah botol kaca bir warna hijau. Mengingat Limbah botol kaca ini merupakan limbah yang tidak bisa didaur ulang secara Sebagian Limbah botol kaca bir langsung dibuang kelahan terbuka tanpa adanya pengolahan,limbah botol kaca bir ini dalam keaadan pecah dapat membahayakan Halaman 1 JOURNAL AGREGATE orang sekitar bila mengenainya. Limbah botol kaca bir ini dapat dimanfaatkan lebih optimal agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tujuan Penelitian ini yaitu pemanfaatan limbah botol kaca dijadikannya sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran beton, penambahan limbah botol kaca bir ini dilakukan dengan cara diolah menjadi serbuk kaca dengan ditumbuk sampai halus dengan lolos saringan no 12. Serbuk kaca yang dimaksud yaitu serbuk kaca dalam butiran yang sama dengan ukuran pasir yang lolos saringan no 12. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian Beton Berdasarkan SNI-03-2847-2000, beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tampa bahan tambah membentuk massa padat. Beton merupakan material yang menyerupai batu diperoleh dengan membuat suatu campuran. Campuran dengan proporsi tertentu dari semen, pasir dan agregat lainnya dan air untuk membuat campuran tersebut menjadi keras dalam cetakan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Salah satu kekuatan beton adalah termasuk bahan yang berkekuatan tinggi. Bila dibuat dengan cara yang baik, kuat tekannya dapat sama dengan batuan alami (Tjokrodimuljo,1. 2 Beton Serat Beton serat merupakan beton yang terdiri dari semen, air, agregat halus, agregat kasar dan serat . erat baja, plastik, glass maupun serat alam. yang disebar Menurut Tjokrodimulyo . 4: XII. AyBeton serat adalah bahan komposit yang terdiri dari beton biasa dan bahan lain yang serupa serat. Serat pada umumnya berupa batang-batang dengan diameter antara 5 dan 500 mikro meter dan panjang sekitar 25 mm sampai 100 mm. 3 Bahan Penyusun Beton 1 Semen Semen portland adalah sebagai semen hidrolik yang dihasilkan dengan menggiling klinker yang terdiri dari kalsium silikat hidrolik, yang umumnya mengandung satu atau lebih bentuk kalsium sulfat sebagai bahan tambahan yang digiling bersama-sama dengan bahan (Ikhsan et al. , 2. 2 Agregat Agregat adalah butiran mineral yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton. Agregat menempati 70% volume mortar atau beton. Dari ukuran butiran agregat dibedakan menjadi dua yaitu ukuran butir besar atau disebut agregat kasar dan ukuran butir kecil atau disebut agregat halus (Tjokrodimuljo 1. Agregat Kasar e-ISSN: 2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Agregat kasar adalah agregat yang ukuran butiran lebih besar dari 4,80 mm. Agregat kasar disebut juga sebagai kerikil, kericak, batu pecah, atau split (Tjokrodimuljo Adapun syarat-syarat agregat kasar yang baik untuk bahan campuran beton, antara lain sebagai berikut: Agregat kasar tidak boleh mengandung kadar lumpur yang maksimum 1% . Agregat kasar tidak boleh mengandung zat- zat yang reaktif terhadap alkali . Agregat kasar memiliki ukuran butir maksimum tidak boleh melebihi dari 1/5 jarak terkecil antara bidangbidang samping cetakan, 1/3 tebal pelat beton. A jarak bersih antar tulangan atau berkas tulangan . Agregat kasar tidak mengandung butiran yang panjang dan pipih lebih dari 20%, . Agregat kasar memiliki kekekalan maksimum 12% bagian yang hancur jika diuji dengan natrium sulfat dan jika diuji dengan magnesium sulfat bagian yang hancur maksimum 18%. Agregat Halus Agregat halus adalah agregat yang memiliki ukuran butir lebih kecil dari 4,80 mm. Agregat halus disebut juga dengan pasir, pasir bisa diperoleh dari sungai, tanah galian atau dari hasil pemecahan batu. Syarat-syarat agregat halus yang baik digunakan untuk bahan campuran beton antara lain, sebagai berikut: Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%. Agregat halus tidak mengandung zat organic terlalu banyak, yang dibuktikan dengan percobaan warna dengan larutan 3% NaOH,yaitu warna cairan diatas endapan tidak boleh gelap dari warna standar atau . Agregat halus memiliki modulus butir halus antara 1,50-3,80. Agregat halus tidak boleh reaktif terhadap alkali. Kekekalan jika diuji dengan natrium sulfat bagian yang hancur maksimum 10% dan jika di pakai magnesium sulfat bagian yang hancur maksimum Air Air merupakan salah satu bahan dasar penyusun beton yang berguna untuk bereaksi dengan semen portland agar membentuk pasta yang berfungsi untuk mengikat Air juga berfungsi sebagai pelumas agar adukan beton mudah untuk dikerjakan. Air yang digunakan dalam pembuatan beton tidak boleh terlalu banyak karena jika semakin banyak menggunakan air maka kuat tekan beton akan menurun. Menurut standar bahan bangunan bagian A (SK-SNI S-04-1989-F). Kaca Kaca memiliki sifat yang khas dari pada golongan keramik yang lain. Sifat khas kaca tersebut disebabkan Halaman 2 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 oleh proses pembentukannya yang mengandung silica. Kaca tahan terhadap abrasi, cuaca dan zat kimia dikarenakan kaca mengandung silika (Apriwelni & Wirawan, 2. Kandungan serbuk kaca dapat dilihat pada sebagai berikut. Tabel 1. Kandungan Kaca Unsur Serbuk Kaca SiO2 61,72 % Al2O3 3,45 % Fe2O3 0,18 % CaO 2,59 % Sumber : N. Hanafiah, 2011 Pada tabel 1 diperloh nilai silika/ SiO2 cukup tinggi yang terkandung dalam kaca yaitu sebesar 61,72 % . Silika ini berfungsi sebagai bahan pengisi pori untuk kedap air. Sehingga diharapkan dapat menjadikan beton yang kedap air. 4 Slump Test Nilai slump digunakan untuk pengukuran terhadap tingkat kelecakan suatu adukan beton, yang berpengaruh pada tingkat pengerjaan beton . Semakin besar nilai slump maka beton semakin encer dan semakin mudah untuk dikerjakan, sebaliknya semakin kecil nilai slump, maka beton akan semakin kental dan semakin sulit untuk dikerjakan. Nilai slump diperoleh dari selisih antara tinggi alat uji dengan penurunan kerucut benda uji. Semakin besar penurunan semakin besar nilai slump yang diperoleh. (Asih, 2. 5 Kuat Tekan Beton Menurut SNI 03-1974-1990,Kuat tekan beban beton adalah besarnya beban per satuan luas, yang menyebabkan benda uji beton hancur bila dibebani dengan gaya tekan tertentu, yang dihasilkan oleh mesin Kuat tekan sangat dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain: A Pengaruh mutu semen Portland. A Pengaruh dari perbandingan adukan beton. A Pengaruh air untuk membuat adukan. A Pengaruh umur beton. A Pengaruh waktu pencampuran. A Pengaruh perawatan. Pengaruh bahan campuran tambahan. yc fAoc = yc (Mp. Keterangan : fAoc = Kuat Tekan Beton (N/mm. P = Beban Maksimum (N) A = Luas Penampang . e-ISSN: 2964-5158 METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di UPTD Lab. Pengujian Bahan dan Peralatan Berat, bertempat di Passo kota Ambon. 2 Variable Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan tiga variabel yaitu variabel bebas, terikat, dan kontrol. Variabel Bebas Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu presentase komposisi bahan pengganti yaitu limbah kaca yang digunakan dalam campuran beton sebesar 0%,2. dan 5 % dari berat agregat halus. Variabel Terikat Variabel terikat pada penelitian ini yaitu hasil kuat tekan beton. Variabel Kontrol . Mutu beton K200. Ukuran beton kubus 15cm x 15cm x 15cm. Proses pembuatan menggunakan mixer beton. Perawatan beton selama 7 hari. 3 Jenis Data Data pendukung yang diperoleh berupa data primer dan Data Primer Data yang diperoleh dari hasil penelitian di Laboratorium, yaitu: - Analisa saringan agregat. - Berat jenis dan penyerapan. - Pemeriksaan kadar air agregat. - Pemeriksaan kadar lumpur agregat. - Pemeriksaan berat isi agregat. - Perbandingan dalam campuran beton . ix - Kekentalan adukan beton segar . lump tes. - Uji kuat tekan beton Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang telah ada atau dari beberapa buku yang berhubungan dengan teknik beton . , data teknis mengenai Standar Nasional Indonesia, serta buku-buku atau literatur sebagai penunjang guna memperkuat suatu penelitian yang dilakukan. 4 Teknik Pengumpulan Data Studi Pustaka Studi Eksperimental . Wawancara 5 Metode Analisis Halaman 3 JOURNAL AGREGATE Adapun metode analisis yang perlu dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: A Studi Literatur Sebelum memulai penelitian, dilakukan studi literatur guna memahami tentang topik yang akan diteliti dengan membaca jurnal tentang beton. SNI dan ASTM yang berhubungan dengan topik penelitian. A Menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Beton sesuai standar yang berlaku SNI dan ASTM untuk mendapatkan dan menganalisis data - data dari hasil pengujian material. A Dari hasil pengujian bahan material yang lolos standar SNI dan ASTM digunakan untuk menentukan perhitungan mix design. A Sampel yang dihasilkan yaitu BN dan BK dianalisa agar mengetahui nilaislump test dan kuat tekan beton sesuai sampel yang telah dibuat. A Dan setelah itu pengambilan kesimpulan dilakukan dengan dasar analisis yang telah dilakukan Setelah pengolahan data selesai maka penganalisian dilakukan dengan literatur sebagai Dan setelah itu pengambilan kesimpulan. 6 Diagram Alir Penelitian Alur penelitian secara rinci dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini. VOL. NO. MARET 2024 Gambar 1. Diagram Alir Penelitian (Sumber : Penulis, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengujian Slump Test Pengujian slump dilakukan dengan kerucut abrams dengan cara mengisi kerucut abrams dengan beton segar sebanyak 3 lapis, tiap lapis kiraAekira 1/3 dari isi kerucut pada tiap lapisan dilakukan penusukan sebanyak 25 x. Tabel 2. Hasil Pengujian Nilai Slump Test Nilai slump Variasi . Beton Normal 0 Beton Serbuk Kaca 2,5 Beton Serbuk Kaca 5 % Sumber : Penulis,2023 Berdasarkan Tabel 1 menjelaskan perbandingan nilai slump antara beton normal, beton serbuk kaca 2,5 %, dan beton serbuk kaca 5 % dimana pada beton normal didapatkan nilai slump yaitu 8,0 cm, sedangkan beton serbuk kaca 2,5% didapatkan nilai slump yaitu 8,8 cm dan beton serbuk kaca 5 % didapatkan nilai slump yaitu 10,8 cm. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengaruh bahan tambah serbuk kaca terhadap campuran beton mengakibatkan penaikan nilai slump, semakin banyak serbuk kaca semakin banyak nilai slumpnya. Berikut pada Gambar 1 dapat dilihat grafik naik dan turunnya nilai slumpnya. Nilai Slump Beton normal 0 Beton serbuk kaca 2,5 % Beton serbuk kaca 5 % Gambar 2. Grafik Nilai Slump Test (Sumber : Penulis, 2. Dari grafik yang dipereoleh, pada beton normal nilai slumpnya yaitu 8 cm mencapai nilai slump maksimum yang direncanakan. Sedankan pada Beton Serbuk kaca 2,5% nilai slump mencapai 8,8 cm dan Beton Serbuk kaca 5% mencapai 10,8cm. Maka semakin banyak serbuk kaca,nilai slump yang diperoleh akan semakin 2 Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Pengujian tekan beton dilakukan pada saat beton berumur 7 hari dalam rendaman air. pengujian ini e-ISSN: 2964-5158 Halaman 4 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 menggunakan mesin kuat tekan dengan kapasitas 3O Ton. Benda uji yang akan di uji berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 3 buah beton normal, 3 buah beton serbuk kaca 2,5 % dan 3 buah beton serbuk kaca 5 %. Metode pengujian dan perhitungan Kuat tekan beton mengikuti paduan dari SNI 03Ae1974Ae1990. Standar nilai kuat tekan beton yang ditentukan yaitu K200. Adapun hasil pengujian kuat tekan beton rata-rata grafik pada gambar di bawah ini. 233,16 252,26 192,80 Beton Normal Beton Serbuk Beton Serbuk kaca 2,5 % kaca 5% Gambar 3. Grafik Kuat Tekan Beton (Sumber : Penulis, 2. Dari grafik diperoleh hasil : Kuat tekan rata-rata pada beton normal yaitu 233,16 Kg/cmA sedangkan beton serbuk kaca 2,5% yaitu 252,26 Kg/cmA dan beton serbuk kaca 5% menghasilkan kuat tekan sebesar 192,80 Kg/cmA . Kuat tekan maksimum yang dihasilkan yaitu pada beton normal yang menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 233,16 Kg/cmA . Sedangkan kuat tekan minimum pada beton serbuk kaca 5% sebesar 192,80 Kg/cmA. Kuat tekan pada beton serbuk kaca 2,5 % sebesar 252,26 Kg/cmA memenuhi standar kuat tekan pada penelitian ini yaitu sebesar 200 Kg/cmA,serta melewati nilai kuat tekan beton normal. Bahan pengganti sebagian pasir serbuk kaca dari berat agregat halus dapat mempengaruhi nilai kuat tekan beton karena memiliki kandungan sillika yang kandungan tidak sama dengan agregat halus, pada penelitian ini serbuk kaca dengan variasi 2,5 % dapat meningkatkan kuat tekan beton akan tetapi pada serbuk kaca dengan variasi 5 % belum bisa mencapai kuat tekan beton normal maka semakin banyak bahan tambah serbuk kaca dalam beton maka semakin kecil nilai kuat tekan beton yang dihasilkan. Untuk batas pemakainya serbuk kaca pada penelitian ini hanya mencapai 2,5 %. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut: Hasil Kuat Tekan e-ISSN: 2964-5158 Penggunaan serbuk kaca sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus berpengaruh terhadap kuat tekan beton dengan standar kuat tekan 200 Kg/cmA - Nilai kuat tekan beton normal sebesar 233,16 Kg/cmA dan memenuhi standar kuat tekan. - Nilai kuat tekan beton serbuk kaca 2,5 % sebesar 252,26 Kg/cmA memenuhi standar kuat tekan. - Nilai kuat tekan beton serbuk kaca 5 % sebesar 192,80 Kg/cmA memenuhi standar kuat tekan akan tetapi belum mencapai beton normal. Beton jika campuran beton terlalu encer maka kadar airnya terlalu banyak dan dapat menurunkan kuat tekan beton. Akan tetapi pada penelitian ini,beton serbuk kaca 2,5% memperoleh kuat tekan yang cukup tinggi melebihi beton normal itu dikarenakan nilai slump yang didapatkan oleh beton serbuk kaca 2,5% yaitu 8,8 yang dimana nilai slump standar untuk kekentalan campuan beton Maka serbuk kaca sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus berpengaruh terhadap kuat beton. Hasil Nilai slump Penggunaan serbuk kaca sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus berpengaruh terhadap nilai slump test. Semakin banyak persentase penggunaan serbuk kaca pada campuran beton nilai slump semakin tinggi. Nilai slumpnya yaitu : - Nilai slump test beton normal yaitu 8 cm. - Nilai slump test beton serbuk kaca 2,5 % yaitu 8 cm. - Nilai slump test beton serbuk 5 % yaitu 10. 8 cm. 2 Saran Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan pada penelitian ini baik pada pelaksanaan penelitian maupun pada hasil yang diperoleh, adapun saran yang perlu dikembangkan dalam penelitian ini adalah: Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai persentase serbuk kaca yang dipakai seperti presentase 3% - 4 % agar mengetahui batas optimal pemakaian serbuk kaca. Memperbanyak benda uji per variasi pada penelitian selanjutnya agar data yang didapat lebih akurat. Saran adalah mengungkapkan kondisi khusus yang harus dilakukan bila penelitian ini akan dilaksanakan ulang atau merupakan pernyataan yang merupakan pedoman untuk penelitian selanjutnya dari masalah ini. Saran ditulis dalam satu paragraph. DAFTAR PUSTAKA