Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 80-84 Penurunan Kadar COD (Chemical Oxygen Deman. Air Sungai Cisadane Menggunakan Metode Fenton Dina Adelina1,*. Wiwik Indrawati1. Aminudin Filosa2. Rusnia Junita Hakim1. Agustina Dyah S1. Rhahmasari Ismet1. Nuke Yullia1. Nurul Lita1 1Universitas Pamulang 2Pusrehabkeshan Kementerian Pertahanan *E-mail: dosen02861@unpam. Abstract Article history: Received: 14-02-2026 Accepted: 13-03-2026 Published: 06-04-2026 Keywords: chemical oxygen demand. cisadane river. The Cisadane River is one of the main water resources in Tangerang and surrounding areas. However, its water quality has declined due to domestic and industrial pollution, which increases the Chemical Oxygen Demand (COD) level. This study aimed to evaluate the effectiveness of the Fenton method in reducing COD levels in Cisadane River water and to determine the optimum reaction time for the treatment process. The experiment was conducted using 100 mL of river water sample treated with Fenton reagent consisting of FeSOCE 0. 3 M and HCCOCC 0. 8 M. The treatment was carried out at reaction times of 60, 120, 180, and 240 minutes, and COD levels were analyzed using a photometer. The results showed that the initial COD concentration of 495 mg/L decreased to 290 mg/L after 60 minutes, 195 mg/L after 120 minutes, 145 mg/L after 180 minutes, and 95 mg/L after 240 minutes. The highest COD removal efficiency was achieved at 240 minutes, with a reduction of 80. and the final COD concentration met the domestic wastewater quality standard of 100 mg/L. In conclusion, the Fenton method was effective in reducing COD levels in Cisadane River water, with the optimum treatment time obtained at 240 minutes. Pendahuluan Sungai Cisadane merupakan salah satu sumber daya air penting di wilayah Bogor. Tangerang, dan Tangerang Selatan karena digunakan sebagai sumber air baku, penopang aktivitas ekonomi, dan bagian penting dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas nasional. , . Meskipun demikian, kualitas air Sungai Cisadane terus mengalami tekanan akibat aktivitas antropogenik. Analisis kualitas air periode 2019Ae2022 menunjukkan bahwa beberapa parameter kualitas air di DAS Cisadane telah melampaui baku mutu, dan pada tahun 2021 kadar COD di titik Genteng tercatat mencapai 27,32 mg/L sehingga melampaui baku mutu air sungai kelas II. Penurunan kualitas ini berkaitan dengan pertumbuhan kawasan terbangun, dan aktivitas Tinjauan sistematis terbaru mengenai Sungai Cisadane pencemaran sungai dipicu oleh pembuangan limbah domestik dan industri, urbanisasi yang lingkungan. Studi tersebut juga mengutip peningkatan jumlah industri di Kota Tangerang dari 510 unit pada 2010 menjadi 699 unit pada 2016, yang memperbesar tekanan pencemaran terhadap badan air. Salah satu parameter yang banyak digunakan untuk menilai beban pencemar organik adalah Chemical Oxygen Demand (COD), yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi senyawa organik secara kimia. Semakin tinggi COD, semakin besar beban pencemar organik dalam air. Untuk menurunkan COD, metode Fenton merupakan salah satu teknologi advanced oxidation process (AOP) yang banyak digunakan karena memanfaatkan reaksi antara FeAA dan HCCOCC untuk menghasilkan radikal hidroksil (AOH) yang sangat reaktif dan mampu mengoksidasi senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Berbagai menunjukkan bahwa proses Fenton dan turunannya efektif menurunkan COD pada limbah cair industri. Rahmanisa dan Widiasa. menunjukkan bahwa proses Fenton efektif mengolah spent caustic kilang minyak. Cheng . melaporkan penyisihan COD sebesar 89,8% pada limbah petrokimia. Teguh dkk. memperoleh penurunan COD 92,4% pada lindi. Wijayanti, dkk. dan Setiawan dkk. juga menunjukkan kinerja baik Fenton maupun fotoFenton pada limbah industri, sementara Sanongarj dkk. Wang dkk. Charki . Mukimin dkk. , dan Phuong dkk. Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 80-84 memperlihatkan bahwa waktu reaksi, dosis reagen, dan konfigurasi proses sangat berpengaruh terhadap efisiensi penyisihan COD. Namun, kajian pada Sungai Cisadane masih didominasi oleh studi status mutu air, perubahan tutupan lahan, dan tinjauan pencemaran, sedangkan penelitian yang secara langsung mengevaluasi aplikasi metode Fenton pada sampel air Sungai Cisadane nyata masih terbatas. , . Selain itu, sebagian besar studi Fenton terdahulu berfokus pada limbah industri dengan variasi pH, rasio FeAA/HCCOCC, atau sistem foto-Fenton, bukan pada air sungai tercemar dengan kondisi reagen tetap dan evaluasi pengaruh waktu reaksi. Celah ini menjadi dasar penelitian ini. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Fenton pada sampel air Sungai Cisadane dengan kondisi operasi sederhana, yaitu FeSOCE 0,3 M dan HCCOCC 0,8 M pada berbagai waktu reaksi 60Ae240 menit, kemudian mengevaluasi efektivitas penyisihan COD terhadap acuan baku mutu COD sebesar 100 mg/L sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P. 68/MENLHK/Setjen/Kum. 1/8/2016. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Fenton dalam menurunkan kadar COD pada air Sungai Cisadane dan menentukan waktu reaksi optimum berdasarkan hasil penurunan COD yang diperoleh. Metode Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan sampel air Sungai Cisadane sebanyak 100 mL untuk setiap perlakuan. Sampel air terlebih dahulu disaring guna menghilangkan partikel berukuran besar. Reagen Fenton disiapkan dengan melarutkan 8,34 gram FeSOCE dalam 100 mL akuades untuk memperoleh larutan FeSOCE 0,3 M. Selanjutnya disiapkan larutan HCCOCC 0,8 M. Pada setiap sampel ditambahkan FeSOCE 0,3 M dan HCCOCC 0,8 M masing-masing sebanyak 2 mL, kemudian campuran diaduk menggunakan magnetic stirrer dengan variasi waktu reaksi 60, 120, 180, dan 240 menit. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah waktu reaksi, sedangkan variabel terikatnya adalah kadar COD setelah Konsentrasi reagen dijaga tetap selama percobaan agar pengaruh waktu reaksi dapat diamati secara lebih jelas. Metode Analisis Data Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan kadar COD sebelum dan setelah perlakuan menggunakan metode Fenton. Prosedur analisis dilakukan dengan langkahlangkah berikut yaitu pengukuran COD dilakukan pada sampel setelah perlakuan Fenton dengan alat photometer. Sampel dimasukkan ke dalam reaktor, dipanaskan selama 2 jam pada suhu 150AC, dan kemudian dibaca pada alat Perhitungan penurunan kadar COD dihitung dengan menggunakan rumus: Hasil pengukuran COD dibandingkan dengan standar baku mutu air limbah domestik yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016, yang menetapkan batas maksimum COD untuk air limbah domestik sebesar 100 mg/L. Hasil dan Pembahasan Hasil pengukuran COD sebelum dan sesudah perlakuan Fenton disajikan pada Tabel Tabel 1 menunjukkan bahwa kadar COD awal air Sungai Cisadane sebesar 495 mg/L. Setelah perlakuan dengan metode Fenton, nilai COD menurun menjadi 290 mg/L pada 60 menit, 195 mg/L pada 120 menit, 145 mg/L pada 180 menit, dan 95 mg/L pada 240 menit. Dengan demikian, efisiensi penurunan COD berturut-turut adalah 41,41%, 60,61%, 70,71%, dan 80,81%. Tabel 1. Hasil pengukuran COD Waktu . Hasil . g/L) Penurunan (%) 41,41 60,61 70,71 80,81 Acuan mutu . g/L) Data penurunan nilai COD dari 495 mg/L pada waktu 0 jam menjadi 95 mg/L pada waktu 4 jam. Penurunan nilai COD yang substansial dapat dihubungkan dengan proses biodegradasi yang dilakukan oleh mikroorganisme di dalam air. Pada waktu 0 jam, nilai COD yang tinggi . mg/L) menunjukkan banyaknya zat organik Setelah satu jam, nilai COD turun signifikan menjadi 290 mg/L, dan terus berkurang hingga 95 mg/L pada 4 jam. Hal ini menunjukkan bahwa mikroorganisme mulai menguraikan zat pencemar yang ada. Waktu retensi yang cukup dalam sistem pengolahan memberikan kesempatan bagi mikroorganisme untuk melakukan proses bioremediasi. Penelitian sebelumnya juga mendukung temuan ini, yang menunjukkan bahwa waktu yang lebih panjang meningkatkan efektivitas pengurangan COD. Faktor eksternal seperti suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut dapat mempengaruhi laju biodegradasi. Semakin optimum kondisi lingkungan, semakin cepat Oleh pengendalian parameter-parameter ini sangat penting dalam sistem pengolahan air. Proses ini berlangsung ketika mikroorganisme menggunakan senyawa organik sebagai sumber Dalam penelitian ini, molekul organik diuraikan melalui proses aerobik atau anaerobik, tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. Selama proses degradasi COD Fenton penambahan HCCOCC dan FeSOCE, terjadi beberapa reaksi kimia yang penting. Reaksi utama yang terjadi adalah reaksi pembentukan radikal hidroksil (OH) melalui reaksi berikut. H2O2 Fe2 Ie Fe3 OH- OH Reaksi ini merupakan langkah awal dalam proses Fenton, dimana ion besi (FeAA) bereaksi dengan hidrogen peroksida (HCCOCC) untuk menghasilkan radikal hidroksil (OHA) yang sangat reaktif. Pengukuran kadar COD dilakukan menggunakan metode Fenton dengan bantuan alat photometer, yang menunjukkan hasil pembacaan sebesar 1000 mg/L. Hasil pewngukuran diperlihatkan pada Gambar 1. Metode Fenton dikenal sangat efisien dalam menghancurkan senyawa organik kompleks dan sulit terurai . yang terdapat dalam air limbah. Proses ini menghasilkan radikal hidroksil (AOH) yang sangat reaktif dan mampu memecah komponen-komponen penyebab tingginya kadar COD. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa metode Fenton mampu mengurangi nilai COD hingga lebih dari 80%. Sebagaimana terlihat dalam penelitian ini, di mana kadar COD menurun dari 495 mg/L menjadi 95 mg/L dalam waktu 4 jam. Baku mutu . g/L) Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 80-84 Hasil Baku Mutu Air Limbah Domestik Nomor 68/Menlhk/Setjen/Kum. 1/8/2016 Waktu . Gambar 1. Hasil penurunan COD dan baku mutu Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan bahwa penurunan kadar COD (Chemical Oxygen Deman. selama proses pengolahan limbah cair menggunakan metode Fenton, dan dibandingkan dengan nilai ambang batas COD berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. 68/MENLHK/Setjen/Kum. 1/8/2016, sebesar 100 mg/L. Pada awal pengolahan . am ke-. , kadar COD mencapai 495 mg/L, yang menunjukkan tingkat pencemaran yang sangat tinggi akibat kandungan organik. Setelah satu jam, terjadi penurunan drastis ke 290 mg/L, mencerminkan reaksi awal yang sangat cepat. Selanjutnya, kadar COD terus menurun menjadi 195 mg/L di jam ke-2, kemudian 145 mg/L di jam ke-3, dan akhirnya mencapai 95 mg/L pada jam ke-4, yang berarti sudah berada di bawah batas baku mutu. Penurunan COD paling signifikan terjadi dalam dua jam pertama, lalu laju penurunannya melambat namun tetap stabil. Hal ini menunjukkan bahwa proses oksidasi bekerja paling cepat ketika konsentrasi polutan masih tinggi diawal reaksi. Pada jam ke-4, pengolahan berhasil menurunkan COD hingga berada di bawah batas ambang yang ditetapkan, yang menandakan keberhasilan metode ini dalam mengolah limbah cair. Gambar 1 juga menunjukkan efektivitas metode pengolahan yang digunakan, dengan penurunan kadar COD dari 495 mg/L menjadi 95 mg/L hanya dalam waktu empat jam. Nilai akhir ini telah sesuai dengan baku mutu air limbah domestik yang berlaku, membuktikan bahwa metode tersebut sangat efektif dalam mengurangi pencemaran dari senyawa organik dalam air limbah. Dari sisi kebaruan, hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa metode Fenton Jurnal Teknologi. Vol. No. April 2026, 80-84 juga dapat diaplikasikan pada air sungai tercemar nyata, bukan hanya pada limbah industri spesifik. Sebagian besar penelitian terdahulu menguji Fenton pada limbah industri dengan optimasi parameter yang kompleks. , . , sedangkan penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kondisi operasi tetap yang sederhana, waktu reaksi 240 menit sudah cukup untuk menurunkan COD air Sungai Cisadane hingga di bawah 100 mg/L. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk studi lanjutan yang menguji pengaruh pH, rasio FeSOCE/HCCOCC, maupun skala proses yang lebih besar. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait penurunan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada air Sungai Cisadane menggunakan metode Fenton, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Metode Fenton terbukti dapat mengurangi konsentrasi COD pada air sungai. Waktu reaksi paling optimal terjadi pada menit ke-240 . , dimana kadar COD berhasil ditekan dari 495 mg/L menjadi 95 mg/L. Nilai ini sudah sesuai dengan baku mutu kualitas air yang tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016. Efektivitas Fenton dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain konsentrasi reagen dan durasi reaksi. Dalam studi ini, kondisi terbaik tercapai pada penggunaan FeSOCE sebesar 0,3 M dan HCCOCC sebesar 0,8 M selama 240 menit. Penerapan metode Fenton menunjukkan potensi besar sebagai solusi alternatif dalam pengolahan air limbah dengan kandungan organik tinggi, khususnya untuk perairan yang sudah mengalami pencemaran seperti Sungai Cisadane. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan bimbingan selama penelitian ini Terima kasih kepada program studi Teknik Kimia Universitas Pamulang yang telah menyediakan fasilitas dan sumber daya yang mendukung kelancaran penelitian ini. Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengolahan air. Daftar Pustaka