ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 Pengaruh Word Of Mouth. Cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen MIXUE ICE CREAM & TEA (Survei Pada Konsumen Mixue Ice Cream & Tea di Pandaa. Badrus Sholeh. Any Urwatul Wusko Administrasi Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan. Jawa Timur e-mail: infobadrussholeh@gmail. com, anieurwah@gmail. Abstract : This research was conducted with the aim of knowing, explaining and analyzing the influence of word of mouth variables, taste and product quality on purchasing decisions either individually or partially or together or simultaneously. The survey was conducted on Mixue Ice Cream & Tea consumers in Pandaan. This research uses multiple linear, while based on the method this research is quantitative research. this study there are three independent variables, namely word of mouth, taste and product quality and one related variable, namely purchasing decisions. The population in this study were all consumers who visited and made purchases at Mixue Ice Cream & Tea. Due to the fact that the population size of this study cannot be known with certainty and there are limited time, effort and costs, an incidental sampling technique of 100 respondents was used. Data analysis was descriptive quantitative using a simple linear regression analysis formula which was processed using the SPSS 20 program. The results of this study indicate that: 1. There is a positive and significant influence between word of mouth on purchasing decisions. There is a positive and significant influence between taste and purchasing decisions. There is a positive and significant influence between product quality and purchasing decisions. There is a positive and significant influence simultaneously between word of death, taste and product quality on purchasing decisions. Keywords : Word Of Mouth. Taste. Product Quality and Purchase Decision Abstrak : Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui, menjelaskan dan menganalisis pengaruh antara variabel word of mouth, cita rasa dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian baik secara individu atau parsial maupun berrsama-sama atau secara simultan. Yang surveinya dilakukan pada konsumen mixue ice cream & tea di pandaan. Penelitian ini menggunakan linier berganda, sedangkan berdasarkan metodenya penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas, yaitu word of mouth, cita rasa dan kualitas produk dan satu variabel terkait yaitu keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung dan melakukan aktivitas pembelian di mixue ice cream & tea. Dikarenakan penelitian ini jumlah populasinya tidak bisa diketahui secara pasti dan adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya oleh karena itu digunakan teknik sampling insidental sebanyak 100 responden. Analisis data secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus analisis regresi linier sederhana yang di olah menggunakan program SPSS 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara word of mouth terhadap keputusan pembelian. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara cita rasa terhadap keputusan pembelian. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara word of mauth, cita rasa dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Kata Kunci : Word Of Mouth. Cita Rasa. Kualitas Produk dan Keputusan Pembelian ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 PENDAHULUAN Industri F&B kini kian bertumbuh dan seakan tidak mengalami penurunan pasca pandemu terutama pada minuman, setiap tahunnya akan ada minuman terbaru yang menjadi incaran calon konsumen. Pada bisnnis minuman kini telah ada tren atau inovasi baru yang bermunculan dengan cepat menyebar keberbagai negara-negara Asia Tenggara terutamanya di Indonesia, seperti ice cream hingga minuman tea dengan boba contohnya. Indonesia sendiri menjadi pangsa pasar terbesar terhadap minuman boba di Asia Tenggara, pada tahun 2021 diperkirakan omset tahunan menembus angka 1,6 miliar dolar AS setara dengan Rp. 23,74 triliun. Begitupun nilai minuman boba di Indonesian kini mencapai 43,7 persen dari total pasar minuman boba yang berada di 2 Asia Tenggara (Angelia, 2. Dengan banyaknya dat tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya waralaba dengan merek Mixue yang saat ini sedang melebar sayapnya di Indonesia. Mixue merupakan gerai ice cream dan minuman boba asal China, gerai pertamanya di Cihampelas. Bandung pada tahun 2022 (Rahman, 2. Saat ini Mixue sedang digemari masyarakat karena cita rasanya yang khas dan pemasarannya yang menarik sehingga mampu menarik konsumen untuk melakukan pembelian (Suryati, 2. Mixue kini telah memiliki gerai minuman dengan jumlah terbanyak di Asia Tenggara. Data momentum works mencatat ada lebih dari 1. 000 gerai dari Mixue yang terbesar di Vietnam. Singapura. Malaysia. Thailand. Filiphina dan indonesia (Pahlevi, 2. Beberapa faktor konsumen lebih memilih produk Mixue dibandingkan dengan merek lain yaitu karena cara pemasarannya,kemasannya yang menarik, tekturnya yang lebih lembut, varian rasa yang bervariasi mampu meningkatkan keputusan pembelian para konsumen (Saleh, 2. Perusahaan harus memiliki pemahaman terkait perilaku konsumen dalam melakukan suatu pembelian produk sebelum perusahaan mengeluarkan atau memasarkan suatu produk tersebut. Perilaku konsumen merupakan kegiatan individu yang terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang tersebut secara langsung termasuk ketika mengambil keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan tersebut (Engel dan Mulyani, 2. Perusahaan tidak dapat membuat strategi pemasaran yang tepat untuk memasarkan produknya jika perusahaan tidak memahami alasan para konsumen melakukan pembelian. Menaggapi fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti terkait keputusn pembelian pada Mixue Ice Cream & Tea yang menjadi sorotan peneliti karena selalu ramai pengunjung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Keputusan pembelian itu sendiri merupakan suatu hal yang mrnarik untuk diteliti. Hal ini dikarenakan keputusan pembelian menjadi tolak ukur terkait seberapa jauh menarik perhatian pembeli dengan produk atau jasa yang diberikan oleh perusahaan sehingga konsumen tertarik untuk membeli prodak tersebut. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Word Of Mouth. Cita Rasa dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mixue Ice Cream & Tea (Survei Pada Konsumen Mixue Ice Cream & Tea di Pandaa. Adapun tujuan berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitian ini yaitu : . Untuk menganalisis Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Keputusan pembelian Konsumen Mixue. Untuk menganalisis Pengaruh Cita Rasa terhadap keputusan Pembelian Konsumen Mixue. Untuk menganalisis Pengaruh Kualitas Produk Terhadap keputusan Pembelian Konsumen Mixue. Untuk ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 menganalisis pengaruh Word Of Mouth, cita Rasa dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mixue. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Word Of Mouth Word Of Mouth adalah komunikasi dari mulut ke mulut tentang pandangan atau penilaian terhadap suatu produk atau jasa, baik secara individu maupn kelompok yang bertujuan memberikan indormasi secara personal. Word Of Mouth menjadi salah satu srategi yang sangat berpengaruh didalam keputusan pembelian konsumen dalam menggunakan produk atau jasa dan Word Of Mouth dapat membangun rasa kepercayaan para Menurut Kotler dan Keller . Word Of Mouth adalah kegiatan pemasaran melalui perantara orang ke orang baik secara lisan, tulisan, maupun lewat alat komunikasi yang terhubung internet yang didasari oleh pengalaman atas produk atau jasa. jika dilihat dari definisi diatas. Word Of Mouth dapat diartikan secara umum merupakan suatu kegiatan memberikan informasi penilaian atau pandangan terhadap suatu produk barang dan jasa kepada orang-orang terdekat apakah produk atau jasa tersebut layak dikonsumsi atau tidak bagi para calon konsumen lainnya. Pengertian Cita Rasa Cita rasa adalah faktor yang terpenting dalam sebuah makanan, karena dapat menjadi ciri khas dari makanan tersebut. Sehingga mulai banyaknya pengusaha yang terjun di industri makanan dan minuman dan bersaing dalam mengembangkan rasa. Merek atau biasanya disebut brand yaitu kepercayaan pada konsumen, sebagai cerminan ingatan yang terdapat pada konsumen. (Kotler dan Lane. Menurut Drummond KE & Brefe LM . cita rasa adalah suatu cara pemilihan makanan yang harus dibedakan dari rasa . makanan tersebut. Cita rasa merupakan atribut makanan meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur dan suhu. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari cita rasa adalah suatu penilaian konsumen terhadap produk makanan ataupun minuman, yang merupakan hasil dari kerja sama indera manusia lebih tepatnya indera perasa dan dapat dibedakan dari bentuk atau penampakan, bau, rasa, tekstur, dan suhu. Penegertian Kualitas Produk Kualitas merupakan konsep terpenting dalam menciptakan suatu produk. Produk yang berkualitas adalah produk yang di terima oleh pelanggan sesuai kebutuhan dan keinginan Menurut Kotler dan Amstrong . mengungkapkan bahwa : Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi kehandalan, daya tahan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan produk serta atribut bernilai lainnya. Dari segi pemasaran kualitas harus diukur dari sudut penglihatan dan tanggapan pembeli terhadap kualitas itu sendiri. Dalam selera pribadi sangat Oleh karena itu secara umum dalam mengelola kualitas produk, harus sesuai dengan kegunaan yang diharapkan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas suatu produk adalah kemampuan yang bisa dinilai dari suatu produk didalam menjalankan fungsinya, yang merupakan suatu gabungan dari daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan pemeliharaan serta atribut-atribut lainnya dari suatu produk. Dari segi pemasar kualitas harus diukur dari sudut penglihatan dan tanggapan pembeli terhadap kualitas itu sendiri. Dalam hal ini selera pribadi sangat mempengaruhi. Oleh karena itu secara umum dalam mengelola kualitas produk, harus sesuai dengan kegunaan yang diharapkan. ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 Penegertian Keputusan Pembelian Keputuan pembelian adalah perilaku yang mengacu pada perilaku pembelian akhir dari konsumen, baik individual maupun rumah tangga yang membeli jasa maupun produk untuk dikonsumsi secara pribadi. Menurut Schifman & Kanuk dalam Sumarwan . menjelaskan bahwa AuKeputusan pembelian adalah merupakan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatiAy. Bagi konsumen, proses keputusan konsumen merupakan suatu penting karena didalam proses tersebut memuat berbagai langkah yang terjadi secara berurutan sebelum konsumen mengambil keputusan. Menurut Kotler dan Keller . keputusan pembelian adalah suatu proses dimana konsumen melewati lima tahapan, dimulai dari pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative yang dapat memecahkan masalahnya, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian, yang dimulai jauh sebelum pembelian yang sesungguhnya dilakukan oleh konsumen dan memiliki dampak yang lama setelah itu. Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk merupakan suatu tindakan yang lazim dijalani oleh setiap individu konsumen ketika mengambil keputusan membeli. Keputusan membeli atau tidak membeli merupakan bagian dari unsur yang melekat pada diri individu konsumen yang disebut behavior dimana ia merujuk kepada tindakan fisik yang nyata. Pada umumnya manusia bertindak rasional dan memperhitungkan segala jenis informasi yang tersedia dan mempertimbangkan segala sesuatu yang bisa muncul dari tindakannya sebelum melakukan sebuah perilaku tertentu. Krangka Berpikir Gambar 1. Kerangka Berpikir Penelitian Pada pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada proses penyebaran kuisoner untuk responden dengan cara langsung atau ofline. Ungkapan dibuat untukdiberikan pada responden dengan jumlah 18 butir melalui pernyataan dalam variabel word of mouth yang julahnya 3, cita rasa berjulah 5, kualitas produk yang berjulah 6, seta keputusan pembelian yang berjulah 4. Dengan memakai teknik analisis data linier berganda juga diolah memakai SPSS 22. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dipakai yaitu jenis kuantitatif dan memakai pendekatan dekskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang berkunjung dan melakukan aktivitas pembelian. Dikarenakan penelitian ini jumlah populasinya tidak bisa diketahui secara pasti dann adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya oleh karena itu digunakan teknik sampling insidental sebanyak 100 responden dan teknik analisis data menggunakan SPSS 20. Lokasi penelitian ini berada di Mixue Ice Cream & Tea Pandaan yang beralamat Jl. Ahmad Yani. Pandaan. Kec. Pandaan. Pasuruan. Jawa Timur 67156. ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas yaitu Word Of Mouth. Cita Rasa dan Kualitas Produk dan satu variabel terkait yaitu Keputusan Pembelian. PEMBAHASAN Uji Validitas Hasil pengujian mengenai tingkat validitas ke-empat variabel setiap dimensi dan penyataan pada kuisoner, dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1 Hasil Uji Validitas Word Of Mouth Koevisien Indikator Konstruk Ket. Korelasi . X1. Valid Word Of X1. Valid Mouth X1. Valid Berdasarkan perhitungan Uji Validitas untuk item dari variabel Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian, diketahui nilai r hitung > 0,5, maka dapat disimpulkan item dari Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian dikatakan valid. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Cita Rasa Koevisien Indikator Konstruk Ket. Korelasi . X2. Valid X2. Tidak Valid X2. Cita Rasa Valid X2. Valid X2. Valid Berdasarkan perhitungan Uji Validitas untuk item dari variabel Cita Rasa Terhadap Keputusan Pembelian, diketahui nilai r hitung > 0,5, maka dapat disimpulkan item dari Cita Rasa Terhadap Keputusan Pembelian dikatakan valid. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Kualitas Produk Koevisien Indikator Konstruk Ket. Korelasi . X3. Valid X3. Valid X3. Kualitas Valid X3. Produk Valid X3. Valid X3. Valid Berdasarkan perhitungan Uji Validitas untuk item dari variabel Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian, diketahui nilai r hitung > 0,5, maka dapat disimpulkan item dari Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian dikatakan valid. Tabel 4 Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian Koevisien Indikator Konstruk Ket. Korelasi . Valid Keputusan Valid Valid Valid ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 Berdasarkan perhitungan Uji Validitas untuk item dari variabel Keputusan Pembelian, diketahui nilai r hitung > 0,5, maka dapat disimpulkan item dari Keputusan Pembelian dikatakan valid. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas digunakan untuk mengukur objek atau gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut dapat dikatakan Hasil uji reliabilitas dikatakatan reliabel apabila cronbachAos alpha di atas 0. Tabel 5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Koefisien Reliabilitas Keterangan Word Of Mouth 0,809 Reliabel Cita Rasa 0,794 Reliabel Kualitas Produk 0,792 Reliabel Keputusan Pembelian 0,726 Reliabel Uji Asumsi Klasik Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi atar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independent. Cara pengujiannya adalah dengan membandingkan nilai tolerance yang didapat dari perhitun gan regresi berganda. Nilai cutton yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance > 0,10 atau sama dengan nilai VIF < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak terjadi multikolonieritas dan penelitian ini layak digunakan. Uji Normalitas Uji normalitas adalah penguji tentang kenormalan distribusi data. Penggunaan uji normalitas karena pada analisis parametik, asumsi yang harus dimiliki oleh data adalah bahwa data tersebut harus terdistribusi secara normal. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Kolmogorov-smirnov. Dengan ketentuan apabila variabel memiliki nilai hitung > 0,05 maka variabel tersebut mengikuti distribusi Normal. Std. Deviation Unstandardiz ed Residual Mean One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Tabel 6 Uji Normalitas Normal Parametersa,b ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Most Extreme Differences Absolute Positive Vol. No. 2 Desember 2023 Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, menunjukkan tidak ada pola yang jelas pada titik-titik ditabel. Titik-titiknya juga menyebar diatas dan dibawah angka 0 . pada sumbu Y pada kondisi ini maka dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas. Uji Analisis Data Analisi Regresi Linier Berganda Analisi regresi ini digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh antara variabel bebas, yaitu Word Of Mouth (X. Cita Rasa (X. , dan Kualitas Produk (X. Terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y). Persamaan regresi digunakan mengetahui bentuk hubungan antar variabel bebas dengan terikat. Dengan menggunakan SPSS version 22 didapatkan model regresi pada tabel dibawah ini: Tabel 7 Hasil Analisi Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai konstanta . ilai ) sebesar 7. 889 dan untuk variabel Word Of Mouth . ilai b. sebesar 0,535, untuk variabel Cita Rasa . ilai b. sebesar 0,191, sedangkan variabel Kualitas Produk . ilai b. sebesar -0,091. Sehingga diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y= a b1X1 b2X2 b3X3 e Y= 7. 889 0,535 X1 0,191 X2 -0,091 X3 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan mempengarihi keputusan pembelian adalah Word Of Mouth. ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 Uji Koefisiensi Determinasi ( R2 ) Analisis koefisiensi digunakan untuk menentukan arah dan hubungan antara dua variabel atau lebih. Tabel 8 Hasil Koefisiensi Determinasi ( R2 ) Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan uji korelasi determinasi, nilai R sebesar 0,297 maka dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,275 artinya kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya adalah sebesar 27,5 % berarti terdapat 72,5% varians variabel terikat yang dijelaskan oleh dipengaruhi variabel lain diluar persamaan regresi ini atau variabel yang tidak diteliti. Hal ini berarti kemampuan variabel-variabel independen yang terdiri dari Word Of Mouth. Cita Rasa dan Kualitas Produk dalam menjelaskan variabel dependen Keputusan Pembelian di Mixue Ice Cream & Tea sebesar 27,5%. Uji Hipotesis Uji T (Parsia. Berdasarkan analisis uji t, menunjukan hasil berikut : Ttest antara Word Of Mouth dengan keputusan pembelian menunjukkan Thitung = 3,840. Sedangkan Ttabel . = 0. db residual = . adalah sebesar 1,985. Berdasarkan uji T . didapattkan nilai Thitung > Ttabel yaitu 3,840> 1,985 dan signifikan sebesar 0,000 < 0. Maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif variabel Word Of Mouth (X. secara persial memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uji T . didapattkan nilai Thitung > Ttabel yaitu 3,183> 1,985 dan signifikan sebesar 0,002 < 0. Maka H2 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif variabel Cita Rasa (X. secara persial memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uji T . didapattkan nilai Thitung > Ttabel yaitu -3. 792> 1,985 dan signifikan sebesar 0. 000 < 0. Maka H3 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif variabel Kualitas Produk (X. secara persial memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Dari hasil keseluruhan Uji t diatas dapat disimpulkan bahwa variabel X1. X2, dan X3 memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dari disini juga dapat diketahui bahwa ketiga variabel tersebut yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian yaitu Word Of Mouth karena memiliki Thitung paling tinggi. Uji F (Simulta. ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis . -Journa. Vol. No. 2 Desember 2023 Tabel 9 Hasil Uji F (Simulta. ANOVAa Sum of Squares Mean Square Sig. Regression ,000b Residual Total Model Dari hasil uji F diatas menunjukkan Fhitung sebesar 59. 104 dan Ttabel sebesar 3,09 serta nilai signifikan sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat diketahui bahwa model analisis regresi adalah signifikan atau sesuai. Karena Fhitung > Ftabel yaitu 104 > 3,09, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpukan bahwa model regresi yang dihasilkan sudah sesuai dan dapat digunakan unntuk memprediksi hasil pengaruh dari vriabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keputusan pembelian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : Word Of Mouth memiliki pengaruh yang positif serta signifikan pada keputusan pembelian konsumen Mixue Ice Cream & Tea di Pandaan. Berdasarkan hasil Thitung > Ttabel yaitu 9. 322 > 1,985 dan signifikan sebesar 0,000 < 0. Maka H1 diterima dan H0 ditolak. Cita Rasa memiliki pengaruh yang positif serta signifikan pada keputusan pembelian konsumen Mixue Ice Cream & Tea di Pandaan. Berdasarkan hasil Thitung > Ttabel yaitu 468 > 1,985 dan signifikan sebesar 0,000 < 0. Maka H2 diterima dan H0 ditolak. Kualitas Produk memiliki pengaruh yang positif serta signifikan pada keputusan pembelian konsumen Mixue Ice Cream & Tea di Pandaan. Berdasarkan Thitung > Ttabel 962 > 1,985 dan signifikan sebesar 0. 004 < 0. Maka H3 diterima dan H0 . Word Of Mouth. Cita Rasa dan Kualitas Produk secara simultan berpengaruh positif juga signifikan pada keputusan pembelian konsumen Mixue Ice Cream & Tea di Pandaan. Berdasarkan hasil Fhitung sebesar 59. 104 dan Ttabel sebesar 3,09 serta nilai signifikan sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05. DAFTAR PUSTAKA