Vol. 26 No. FORUM EKONOMI Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi P-ISSN 1411-1713 iC E-ISSN 2528-150X Pengaruh Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Takalar The Effect of Indirect Expenditure and Direct Expenditure on Gross Regional Domestic Product of Takalar Regency Abdul Rajab1A. Hikmayani Subur2 1Universitas Negeri Makassar. Indonesia. 2Universitas Negeri Makassar. Indonesia. Corresponding author: abdulrajab@unm. Abstrak Pada penelitian ini adapun yang menjadi tujuan adalah untuk mengetahui pengaruh belanja tidak langsung dan belanja langsung terhadap PDRB Kabupaten Takalar baik secara parsial dan simultan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptip yang akan mengambil data sekunder sebagai data yang akan diolah untuk melihat hubungan antara variabel bebas denga variabel terikat dengan sumber data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar. Untuk variabel belanja tidak langsung berdasarkan uji secara parsial diperoleh hasil dimana memiliki pengaruh dan signifikan terhadap PDRB Kabupaten Takalar. Untuk variabel belanja langsung berdasarkan uji secara parsial diperoleh hasil dimana tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap PDRB Kabupaten Takalar Untuk uji secara simultan atau bersama-sama yakni variabel belanja tidak langsung dan belanja langsung tidak berpengaruh dan juga tidak signifikan terhadap PDRB Kabupaten Takalar. Article history Received 2024-01-06 Accepted 2024-01-15 Published 2024-01-30 Kata kunci Belanja tidak Langsung. Belanja Langsung. PDRB. Keywords Indirect Expenditure. Direct Expenditure. GRDP. Abstract In this study, the objective is to determine the effect of indirect expenditure and direct expenditure on GRDP of Takalar Regency both partially and simultaneously. This type of research is a descriptive quantitative study that will take secondary data as data that will be processed to see the relationship between the independent variable and the dependent variable with data sources from the Takalar Regency Statistics Agency. For indirect expenditure variables based on partial tests, the results obtained where it has an influence and is significant to the GRDP of Takalar Regency. For the direct expenditure variable based on the partial test, the results obtained where it has no influence and is insignificant to the GRDP of Takalar Regency For simultaneous or joint tests, namely the indirect expenditure and direct expenditure variables have no effect and are also insignificant to the GRDP of Takalar Regency. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Copyright A 2024 Abdul Rajab. Hikmayani Subur. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi | 40 Abdul Rajab. Hikmayani Subur Pendahuluan Perkembangan pembangunan ekonomi daerah saat ini tidak terlepas dari pemberlakuan terlaksananya sistem pemerintahan otonomi daerah yakni adanya kemandirian bagi daerah untuk meningkatkan kemajuan daerahnya melalui segala potensi yang ada dalam wilayah tersebut. Kemandirian yang dilakukan oleh setiap daerah memberikan tantangan tersendiri serta untuk mengukur apakah pemerintah daerah setempat dapat memberikan perubahan bagi daerahnya baik dalam sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan. SDM dan lain sebagainya. Untuk setiap daerah yang ada tentu memiliki perbedaan masing-masing dengan daerah lainnya serta tantangan yang berbeda dalam peningkatan perkembangan ekonomi yang ada, hal ini dikarenakan kondisi geografis, kondisi sosial, ekonomi dan pendidikan kadang memberikan pengaruh dalam perkembangan ekonomi. Setiap pemerintahan yang ada di daerah tentu harus berupaya bagaimana sehingga daerah yang dipimpinnya mampu menjadi daerah yang berkembang baik untuk secara regional maupun secara nasioanal. Pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini dapat diukur melalui sektor lapangan usaha yang ada setiap daerah. Mengukur pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari kondisi pendapatan masyarakat yang ada semakin tinggi pendapatan masyarakat maka tingkat pengeluaran mereka juga akan semakin besar sehingga peningkatan pendapatan yang ada akan berdampak kepada pemenuhan kebutuhan mereka yang akan mendorong pengaruh terhadap berbagai sektor yang ada. Menurut (Sukirno, 2. pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Hasil penelitian Sinto. Diana & Dyah . menunjukkan bahwa belanja langsung dan penyertaan modal pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Tempone. Kalangi. , & Hanly Fendy DJ. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Dimana pertumbuhan ekonomi dapat diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dapat mencerminkan keberhasilan suatu pembangunan di wilayah tersebut. Mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat maka peran pemerintah juga sangat diperlukan utamanya dalam pengambilan kebijakan dalam penggunaan anggaran. Pemerintah memiliki kebijakan fiscal melalui pengeluaran pemerintah, pengeluaran pemerintah disini yang dimaksud adalah belanja tidak langsung dan belanja langsung. Hasil penelitian Sinto. Diana & Dyah . menunjukkan bahwa belanja langsung dan penyertaan modal pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian Ilyas . menunjukkan belanja langsung dan belanja tidak langsung secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Product Domestik Regional Brutto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sinjai. Hasil penelitian Hidayat. , & PagaAoga. menunjukkan bahwa anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah sudah dapat mempengaruhi peningkatan kualitas output, sehingga fungsi anggaran sebagai alat distribusi untuk pemerataan dan alokasi yang mengakibatkan tercapainya stabilitasi yang dapat terlaksana dengan baik. Hasil penelitian Rajab. menunjukkan bahwa Belanja Tidak Langsung (X) berpengaruh positif terhadap Produk domestic regional Bruto (Y) dengan total pengaruh sebesar 70. 3 %. Pengalokasian secara proporsional dan tepat belanja pemerintah yang ada tentu akan sangat membantu dalam pembangunan daerah maupun pertumbuhan ekonomi yang ada sebab, adanya pengeluaran pemerintah tentu akan berdampak terhadap penyediaan kebutuhan pemerintah itu sendiri sehingga mendorong untuk dapat menyediakan kebutuhan tersebut baik dalam bentuk barang maupun jasa. Menurut Mardiasmo . anggaran adalah pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah secara rutin dalam periode waktu dimana tujuannya adalah untuk mencapai perencanaan yang telah ditetapkan. Dengan adanya kegiatan pengeluaran yang dilakukan maka akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Takalar. Dari berbagai teori dan hasil riset diata maka dapat diberikan gambaran bahwa belanja atau pengeluran pemerintah itu sangatlah besar peranannya dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ada. Berikut adalah tabel terkait dengan jumlah belanja langsung, belanja tidak langsung dan PDRB Kabupaten Takalar. Pengaruh Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung | 41 Abdul Rajab. Hikmayani Subur Tabel 1. Belanja Tidak Langsung. Belanja Langsung dan Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Kabupaten Takalar 2014-2022 . ibu rupia. Tahun Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung PDRB Berdasarkan data yang ada pada tabel diatas maka dapat dijelaskan bahwa dalam kurung waktu 2014-2022 tingkat belanja langsung mengalami fluktuasi dimana belanja yang ada kedang mengalami kenaikan seperti pada tahun 2021 namun juga mengalami penurunan seperti pada tahun 2022, hal ini sering terjadi bila mana ada pembatasan anggaran ataupun ada hal yang dianggap lebih penting untuk dilaksanakan. Pada tabel 1 diatas anggaran belanja langsung juga mengalami fluktuasi dimana nilai belanja yang paling besar berada pada tahun 2022 dan yang paling rendah berada pada tahun 2020 dan 2021. Untuk nilai PDRB yang dicapai berdasarkan tabel 1 diatas dapat dijelaskan bahwa secara umum PDRB yang ada mengalami peningkatan setiap tahunnya walaupun sempat mengalami penurunan pada tahun 2020, hal ini bisa saja diakibatkan dimana pada tahun tersebut terjadi covid-19 yang melanda seluruh dunia tak terkecuali Indonesia secara umum dan Takalar secara khususnya. Belanja Tidak Langsung Menurut permendagri No 13 Tahun 2006 belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegitan. Menurut Halim . Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja yang tediri dari : Belanja pegawai. Bunga. Subsidi. Hibah. Bantuan Sosial. Belanja bagi Hasil. Bantuan Keuangan. Belanja Tidak Terduga. Menurut Halim . Belanja tidak langsung adalah kegiatan belanja yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang merupakan bagian pembiayaan untuk program-program yang telah direncanakan dengan indikator belanja tidak langsung telah diatur oleh pemerintah. Belanja tidak langsung ini pada dasarnya belanja yang bisa berdampak langsung terhadap masyarakat. Belanja tidak langsung merupakan pengeluaran pemerintah yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan pemerintah daerah namun belanja ini lebih mengarah kepada sentuhan langsung atau manfaat langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat seperti pemberian subsidi yang notabenya bisa dirasakan oleh masyarakat juga bantuan sosial yang sasarannya adalah masyarakat. Belanja Langsung Menurut permendagri Nomor 13 tahun 2006 belanja langsung adalah belanja yang dianggarkan secara langsung dengan pelaksanaan program-program merupakan penjabaran kebijakan SKPD dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi SKPD. Dalam belanja langsung ini ada beberapa indikator yang menjadi pos belanja yakni belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Belanja langsung ini merupakan kegiatan rutin yang harus dikeluarkan pemerintah daerah sebab ini merupakan belanja yang berhubungan langsung dengan tugas-tugas dan fungsi pemerintahan daerah itu sendiri sehingga balanja in merupakan belanja yang dampaknya atau manfaatnya dirasakan langsung oleh pemerintah daerah. PDRB Sebagaimana yang maksud oleh Sjafrizal . PDRB merupakan informasi dan juga sebagai sumber data yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana pengelolaan keuangan daerah Pengaruh Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung | 42 Abdul Rajab. Hikmayani Subur pada suatu pemerintahan, dimana pada hakekatnya PDRB inilah akan terlihat sejauah mana daerah mampu meningkatkan nilai tambah setiap dihasilkan dan penciptaan tenaga kerja yang dapat mengurangi pengangguran yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat dalam periode waktu Untuk mengukur atau menilai kinerja pembangunan di suatu daerah pada periode tertentu adalah menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik atas harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah . alue adde. yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB ini merupakan alat untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi yang ada dari satu waktu dengan memperhitungkan nilai tambah yang dihasilkan dari berbagai sektor ekonomi yang PDRB ini juga dapat menjadi acuan tingginya tingkat transaksi ekonomi yang ada dari produksi barang dan jasa yang menjadi kebutuhan pemerintah maupun masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh belanja tidak langsung dan belanja langsung terhadap PDRB yang ada di Kabupaten Takalar, hal ini dilakukan karena ingin mengetahui apakah selama ini belanja pemerintah daerah dapat mempengaruhi sektor ekonomi yang ada ataukah tidak ada pengaruh yang ditimbulkan. Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptip yang akan mengambil data sekunder sebagai data yang akan diolah untuk melihat hubungan antara variabel bebas denga variabel terikat. Data yang akan diolah adalah data belanja tidak langsung, belanja langsung dan PDRB yang diperoleh melalui Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar. Motode pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi. Untuk melakukan uji analisis data maka digunakan SPSS versi 20 for Windows, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang didapatkan dari hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Adapun formula rumus yang digunakan yakni: Y = 1X1 2X2 A Dimana = PDRB = Konstanta = Koefisien regresi untuk X1 = Koefisien regresi untuk X2 = Belanja Langsung = Belanja Tidak Langsung = Variabel sisa yang tidak diteliti Untuk mendapatkan hasil sesuai dengan permasalahan yang diteliti maka pada penelitian ini akan dilakukan uji autokorelasi, uji Koefisien determinasi (R. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik . dan Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil uji analisis menggunakan Sofware SPSS maka sajian datanya dapat dilihat sebagai berikut: Uji Autokorelasi Tabel 2. Uji R Square Model R Square Predictors: (Constan. BL. BTL Dependent Variable: PDRB Model Summaryb Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Dari data diatas menunjukkan hasil uji autokorelasi dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW). Salah satu ukuran yang memenuhi tidak terjadi autokorelasi yaitu jika nilai DW berada Pengaruh Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung | 43 Abdul Rajab. Hikmayani Subur diantara -2 dan 2 atau -2 ttabel maka uji regresi dikatakan signifikan. Untuk mengetahui apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, berikut penjelasannya: Berdasarkan pada tabel 3 diatas maka Variabel belanja tidak langsung diperoleh nilai thitung 622 dengan nilai ttabel 1. 94318 dimana tingkat probabilitas 0,05. Maka berdasarkan data yang ada maka dapat ditarik kesimpulan bahwa thitung 4. 622 > ttabel 1. 94318 sehingga dapat dikatakan bahwa belanja tidak langsung berpengaruh dan signifikan terhadap PDRB dengan nilai signifikansi 004 dimana nilai ini lebih kecil dari tingkat probabilitas 0,05. Berdasarkan pada tabel 3 diatas maka Variabel belanja langsung diperoleh nilai thitung 0. dengan nilai ttabel 1. 94318 dimana tingkat probabilitas 0,05. Maka berdasarkan data yang ada maka dapat ditarik kesimpulan bahwa thitung 4. 622 < ttabel 1. 94318 sehingga dapat dikatakan bahwa belanja langsung tidak berpengaruh dan juga tidak signifikan terhadap PDRB dengan nilai signifikansi sebesar 0. 396 dimana nilai ini lebih besar dari tingkat probabilitas 0,05. Pengaruh Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung | 44 Abdul Rajab. Hikmayani Subur Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Tabel 4. Uji Statistik F Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: PDRB Predictors: (Constan. BL. BTL ANOVAa Mean Square Sig. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tabel 4 diatas maka dihasilkan nilai Fhitung sebesar 10. sedangkan nilai yang diperoleh pada Ftabel sebesar 5. 14 dengan tingkat probabilitas 0. Dengan demikian berdasarkan data yang ada pada tabel 4 dan nilai yang diperloleh pada Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa Fhitung sebesar 10. 821 > Ftabel sebesar 5. 14 sehingga dapat dinyatakan bahwa secara bersama-sama variabel bebas tidak berpengaruh terhadap PDRB sedangkan untuk tingkat signifikansi dapat dinyatakan bahwa secara simulatan terjadi signifikansi dimana p = 0,010 < = 0,05. Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan secara regresi melalui SPPS maka dapat dinyatakan bahwa hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yakni belanja tidak langsung dan belanja langsung terhadap PDRB maka secara parsial yang memiliki pengaruh dan signifikan yakni belanja tidak langsung. Hasil ini bisa saja terjadi sebab indikator dari belanja tidak langsung pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah sasaran penggunaan anggaran yang dikeluarkan memang besentuhan langsung kepada masyarakat yang manfaat dari pengeluaran tersebut memberikan dampak lansung untuk kesejahtraan masyarakat seperti subsidi juga untuk bantuan sosial. Bantuan sosial dan subsidi ini yang menerima langsung adalah masyarakat yang memang masuk kriteria penerima bantuan dilihat dari sisi kemampuan ekonominya, maka dengan bantun yang diperoleh maka akan berdampak terhadap daya beli masyarakat itu sendiri, peningkatan daya beli masyarakat akan mendorong penyediaan barang dan jasa yang tentu semua itu bedampak kepada sektor-sektor usaha yang ada didaerah. Kedepannya sangat diharapkan untuk dapat meningkat lagi anggaran untuk belanja tidak langsung tersebut sebab dari sisi pengaruh sangat berpengaruh terhadap PDRB yang ada yang tentu serapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga akan mengalami peningkatan Untuk variabel belanja langsung secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan hal ini dikarenakan belanja langsung yang dilakukan oleh pemerintah hanya diperuntukan untuk kepentingan tugas dan fungsi pemerintah daerah dalam pemberian pelayanan sehingga belanja yang dilakukan seperti belanja pegawai yang hanya difokuskan untuk kegiatan pegawai termasuk pembayaran honorium pelaksana kegiatan yang ini hanya dirasakan oleh pegawai itu sendiri bukan masyarakat luas. Adapun belanja barang/jasa digunakan untuk menunjang pelaksanaan kinerja pegawai, sedangkan untuk belanja modal dilakukan untuk pengadaan aset pemerintah yang nantinya akan membantu pegawai dalam pembelian pelayanan. Untuk uji secara serempak atau uji F didapatkan hasil dimana secara bersama-sama variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat, hal ini bisa saja dikarenakan anggaran yang digunakan untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung tidak terlalu begitu jauh proporsinya bahkan ada beberapa tahun dimana justru belanja langsung lebih besar dibandingkan belanja tidak Kedepannya diharapkan belanja langsung ini pengalokasiannya agar bisa juga berdampak signifikan terhadap masyarakat secara langsung. Simpulan Dari hasil analisis dan pembahasan yang ada diatas maka dapat diuraikan kesimpulan sebagai . Untuk variabel belanja tidak langsung berdasarkan uji secara parsial diperoleh hasil dimana memiliki pengaruh dan signifikan terhadap PDRB Kabupaten Takalar. Pengaruh Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung | 45 Abdul Rajab. Hikmayani Subur . Untuk variabel belanja langsung berdasarkan uji secara parsial diperoleh hasil dimana tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap PDRB Kabupaten Takalar. Untuk uji secara simultan atau bersama-sama yakni variabel belanja tidak langsung dan belanja langsung tidak berpengaruh dan juga tidak signifikan terhadap PDRB Kabupaten Takalar. Daftar Pustaka