JPAP 9 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Eksplorasi Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Masalah Dalam Kanya Setya Pangesti1*. Diah Fita Loka1. Agus Lestari1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Kanya Setya Pangesti. Diah Fita Loka, & Lestari. Eksplorasi Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidika. , 9. , 124Ae126. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Kanya Setya Pangesti. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia. Emai: kanyasetyap@gmail. Abstrak: Penelitian ini mengkaji penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 11 Kota Jambi. Dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam mendorong berpikir kritis melalui pemecahan masalah aktif, diskusi kolaboratif, dan penalaran berbasis bukti. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi, keberanian untuk mengungkapkan pendapat, dan kemampuan untuk menganalisis masalah dari berbagai perspektif. Namun, tantangan seperti keterbatasan literasi, partisipasi siswa yang tidak merata, dan ketersediaan sumber belajar Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru, materi pembelajaran yang tepat, dan pendampingan terstruktur untuk mengoptimalkan dampak PBL. Temuan ini memperkaya penelitian tentang pedagogi inovatif untuk pendidikan abad ke-21, dengan mengkonfirmasi potensi PBL ketika didukung oleh penyesuaian sistematis. Kata Kunci: Berpikir Kritis. Pembelajaran Berbasis Masalah. Penelitian Kualitatif. Keterlibatan Siswa. Keterampilan Abad ke-21. Pendahuluan Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan ini berfokus pada pembelajaran yang digerakkan oleh siswa melalui pengenalan masalah nyata yang perlu dipecahkan, sehingga mendorong pemikiran kritis dan kreatif siswa (Mailani, 2. bidang pendidikan fisika, misalnya, integrasi PBL disertai modul digital tiga dimensi menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, meskipun saat ini masih banyak yang berada di kelompok kembali rendah kemampuan ini (Nurhidayah, 2. Penelitian lain menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat sangat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Dalam penelitian ini, sebagian besar mahasiswa menyatakan pendapat bahwa PBL efektif dalam mengasah kemampuan mereka untuk berpikir secara analitik (Sukmayadi, 2. Temuan ini sejalan dengan hasil yang menunjukkan bahwa PBL tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis tetapi juga merangsang pembelajaran mandiri dan mendorong motivasi untuk belajar (Fauzi et al. , 2. Namun, meskipun PBL menawarkan berbagai manfaat, penerapannya tidak selalu sederhana. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pendidik masih cenderung mengedepankan metode pengajaran klasik, yang dapat menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa (Umam. H 2. Oleh karena itu, inovasi teknik pengajaran, seperti penerapan buku augmented reality yang terintegrasi dengan PBL, diperlukan untuk meningkatkan efisiensi proses pembelajaran (Sari & Sujarwo, 2. Di sisi lain, dalam ranah pendidikan keperawatan, meskipun PBL telah diterapkan secara luas, masih belum ada bukti kuat keterampilan berpikir kritis. Penelitian tambahan dengan ukuran sampel yang lebih luas sangat diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang PBL dalam program pendidikan keperawatan (Prianti, 2. A 2025 Published by Posgraduate Mataram University. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Hal ini menunjukkan bahwa meskipun PBL memiliki potensi yang besar, masih ada tantangan dalam pelaksanaannya yang harus diatasi. Secara keseluruhan, pendekatan pembelajaran berbasis masalah memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, keberhasilan dalam implementasinya sangat bergantung pada inovasi dalam metode pengajaran serta dukungan teknologi yang tepat. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dan pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat PBL dalam dunia pendidikan. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan berpikir kritis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan lain seperti kreativitas dan kepercayaan Dalam dunia pendidikan matematika. PBL telah terbukti berhasil mengasah kemampuan berpikir kritis siswa melalui beberapa tahapan, termasuk isu yang memicu debat dan diskusi aktif (Putri, 2. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa PBL mampu meningkatkan daya ingat dan berpikir kritis siswa terutama jika disesuaikan dengan masing-masing gaya kognitif siswa, seperti gaya kognitif Field Independent yang menunjukkan hasil unggul dibandingkan dengan Field Dependent (Elsa. , 2. Dengan demikian. PBL tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis tetapi juga memiliki pengaruh positif pada berbagai aspek pembelajaran, menjadikannya model yang sangat direkomendasikan untuk diterapkan di berbagai bidang Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplorasi yang bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan pemahaman yang komprehensif tentang fenomena kompleks dalam konteks aslinya, yaitu praktik pembelajaran di SMP 11 Kota Jambi. Seperti yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman . , pendekatan kualitatif melalui studi kasus memberikan ruang untuk eksplorasi yang kaya tentang dinamika sosial dan pendidikan dalam kontekstual. Hasil dan Pembahasan Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru dan siswa di SMP 11 Kota Jambi menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis siswa meningkat secara Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 124-126 signifikan dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL). Guru menyampaikan bahwa melalui pendekatan ini, siswa menjadi lebih aktif dalam pendapat secara mandiri, dan terbiasa menganalisis masalah dari berbagai sudut pandang. Hal ini juga diperkuat dengan tanggapan siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa lebih tertantang dan termotivasi dalam berpikir, karena Pembelajaran tidak hanya menghafal, tetapi juga menyelesaikan masalah dalam dunia nyata. Secara umum, persepsi siswa dan guru terhadap model PBL sangat positif. Guru melihat perubahan sikap siswa, seperti meningkatnya keberanian dalam menyampaikan pendapat dan munculnya kesadaran bahwa proses pembelajaran adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya bergantung pada guru. Siswa juga merasa bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna karena terlibat langsung dalam mencari solusi atas permasalahan yang diberikan. Namun, dalam pelaksanaannya, guru dan siswa juga mengidentifikasi beberapa tantangan. Guru menyatakan bahwa rendahnya literasi siswa menjadi kendala utama, terutama dalam menyampaikan pendapat yang didukung oleh data dan fakta. Selain itu, sumber belajar yang terbatas dan kurangnya kepercayaan diri siswa juga merupakan kendala yang cukup menonjol. Meskipun demikian, guru telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan ini, seperti memberikan latihan berkelanjutan dan mendorong siswa untuk berpikir logis dan menyajikan argumen secara bertanggung jawab. Untuk memperkuat temuan tersebut, berikut ini disajikan diagram batang yang menggambarkan persentase proporsional respon informan terhadap tema utama hasil penelitian. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 11 Kota Jambi, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran berbasis (PBL) kemampuan berpikir kritis siswa. Cara ini diterapkan melalui langkah-langkah rutin, mulai dari perencanaan, penyajian masalah nyata, diskusi kelompok, hingga penyajian solusi. Guru bertindak sebagai mentor yang mendorong siswa untuk berpikir logis, menganalisis masalah, menilai pilihan, dan mengungkapkan solusi baik secara individual maupun dalam kelompok. Akibatnya. PBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih maju. Pandangan mahasiswa terhadap penerapan model PBL sangat positif. Siswa merasa bahwa proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menantang, dan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan bermakna karena mereka terlibat aktif dalam berpikir dan memecahkan masalah. Mereka merasa lebih berani untuk mengungkapkan pendapatnya dan terbiasa mempertimbangkan berbagai perspektif sebelum menarik kesimpulan. PBL tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pelajaran, tetapi juga mengajarkan keterampilan hidup yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun implementasi PBL telah menunjukkan hasil yang baik, ada beberapa tantangan yang muncul selama pelaksanaannya. Beberapa tantangan tersebut adalah rendahnya kemampuan literasi informasi siswa, kesulitan menyampaikan argumen yang didukung oleh data, dan masih ada mahasiswa yang kurang aktif dalam diskusi Selain itu, guru juga menghadapi kesulitan dalam mengelola ruang kelas yang beragam dan dalam mengembangkan skenario masalah yang tepat. Oleh karena itu, implementasi PBL perlu didukung dengan pelatihan berkelanjutan bagi guru, peningkatan akses sumber belajar, dan terciptanya suasana kelas yang mendorong keberanian dan kerjasama siswa. Dapat PBL pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa, dengan mencatat bahwa implementasinya harus dinilai sesuai dengan kesiapan siswa, dukungan lingkungan belajar, dan metode pengajaran guru yang fleksibel. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada SMP Negeri 11 Kota Jambi yang telah memberikan izin penelitian dan kesempatan kepada guru dan siswa yang bersedia menjadi informan dan memberikan data yang sangat bermakna untuk kelengkapan hasil penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan dalam proses penyusunan artikel ini. Dukungan dari rekan-rekan mahasiswa dan pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu juga sangat Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 124-126 melalui literasi kewarganegaraan di Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 12. , 245-256. Fauzi. Qomaruzzaman. , & Zaqiah. Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Inovasi Pembelajaran Fiqih Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9. Umam. Khoiri. Puspitasari. Wijaya. , & Ansori. Strategi Interaktif Guru dalam Mengintegrasikan Narasi Sejarah Islam untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa MTs Darul A'mal Metro. Nuris Journal of Education and Islamic Studies, 4. , 175-186. SARI. SAFITRI. , & SUJARWO. IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TERINTEGRASI GOOGLE SITES DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA TINGKAT SMP. TEACHING: Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 5. , 65-79. Prianti. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Pada mata Kuliah Asuhan Kebidanan antenatal Terhadap Keterampilan Klinik Mahasiswa Di Kebidanan= The Effect of the Application of Problem-Based Learning in Antenatal Midwifery Care Courses on Clinical Skills of Diploma i Midwifery Students (Doctoral dissertation. Universitas Hasanuddi. Elsa, . PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS WEB GOOGLE SITES TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Doctoral dissertation. UIN RADEN INTAN LAMPUNG). Daftar Pustaka