Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Pengaruh Vidio Edukasi Perawatan Payudara Menggunakan Media Phantom Terhadap Kualitas Sekresi Asi Ibu Menyusui The Influence Of Breast Care Educational Videos Using Phantom Media On The Quality Of Breastfeeding Mothers' Breast Milk Secretion Ratna Malawat1. Wa Ode Rahmawati2. Christina L. Ratulohain3 1,2,3 Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Maluku Jalan Laksdya Leo Wattimena Negeri Lama. Kota Ambon. Maluku. Indonesia E-mail Korespondensi : ratna. malawat28@gmail. ABSTRACT The production and release of breast milk is influenced by several factors including breast care. In the process, breastfeeding can also be accompanied by various problems. So, every mother needs to take care of her breasts when breastfeeding. As the use of gadgets increases in society, educational videos are a very effective medium to use in the learning process. Mothers can easily learn via gallery gadgets or social media so they can practice independently. This research aims to determine the effect of breast care educational videos using phantom media on the quality of breast milk secretions of breastfeeding mothers in Hitumessing Village. Leihitu District. Central Maluku Regency. This type of research is experimental with Post-test Only Control Group Design. The data analysis technique uses the independent t test. The results of this study found an average increase in breast milk secretion volume of 119. 67 ml in the intervention group while the control group only amounted to 59. 33 ml. Based on the results of statistical analysis ha is So there is an influence between breast care educational videos using phantom media and the quality of breast milk secretions of breastfeeding mothers, where the p value = 0. 000 (<0. Keywords: educational video, phantom, breast, breastfeeding ABSTRAK Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk perawatan payudara. Dalam prosesnya, menyusui juga dapat disertai berbagai masalah. Sehingga, setiap ibu perlu melakukan perawatan payudara saat menyusui. Seiring peningkatan penggunaan gadget dimasyarakat, video edukasi merupakan media yang sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Ibu dapat dengan mudah belajar lewat gadget gallery maupun media sosial sehingga dapat melakukan praktik secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh vidio edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom terhadap kualitas sekresi ASI Ibu Menyusui di Desa Hitumessing Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Jenis penelitian adalah ekperimental dengan Post-test Only Control Group Design. Teknik Analisis data menggunakan uji t independent. Hasil penelitian ini ditemukan kenaikan rata-rata sekresi volume ASI 119,67 ml pada kelompok intervensi sedangkan kelompok kontrol hanya sebesar 59,33 ml. Berdasarkan hasil analisis statistik ha diterima. Jadi ada pengaruh antara video edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom dengan kualitas sekresi ASI ibu menyusui, dimana nilai p value = 0,000 (<0,. Kata Kunci : vidio edukasi, phantom, payudara, menyusui PENDAHULUAN Pemberian ASI sejak dini dan secara eksklusif amat penting bagi kelangsungan hidup seorang anak, dan untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit yang rentan mereka alami yang dapat berakibat fatal, seperti diare dan pneumonia. Secara global, peningkatan pemberian ASI dapat menyelamatkan lebih dari 820. 000 anak setiap tahunnya serta mencegah penambahan Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT kasus kanker payudara pada perempuan hingga 20. 000 kasus per tahun. 1 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia, presentasi bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Provinsi Maluku pada tahun 2022 sebesar 59,62%, jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021 sebesar 61,32%. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor antara lain ASI tidak keluar/tersumbat, infeksi payudara . astitis atau abses payudar. Poltekkes Kemenkes Maluku merupakan salah satu Poltekkes yang terus berinovasi dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Rencana Program PUI-PK Poltekkes Kemenkes Maluku adalah AuPotong Pele Stunting Dengan Kearifan Lokal Berbasis KepulauanAy. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya adalah dengan mengajak masyarakat agar mampu dan terus memberikan ASI dengan lancar pada bayi selama masa penyapihan tanpa hambatan melalui perawatan payudara demi menunjang praktik menyusui. Praktik menyusui yang optimal adalah kunci untuk menurunkan stunting pada anak di bawah usia lima tahun, demi mencapai target global dan nasional untuk mengurangi stunting hingga 40 Oleh karena itu ducate and Support. WHO dan UNICEF menyerukan pemerintah, mitra, dan anggota masyarakat untuk mendukung ibu agar melanjutkan praktik menyusui yang optimal dan memperluas investasi yang dibutuhkan untuk mempromosikan pemberian ASI. Produksi dan pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu perawatan payudara, frekuensi penyusuan, paritas, stress, penyakit atau kesehatan ibu, asupan nutrisi, konsumsi rokok atau alkohol dan pil kontrasepsi. Dalam prosesnya, menyusui juga dapat disertai berbagai masalah. Misalnya, puting lecet, payudara bengkak dan nyeri, saluran ASI tersumbat hingga mempengaruhi produksi ASI serta infeksi payudara . astitis atau abses payudar. 4 Untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan tersebut, setiap ibu perlu melakukan perawatan payudara saat menyusui. Perawatan payudara dapat merangsang kelenjar-kelenjar payudara sehingga mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin. hormon prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI dan hormone oksitosin mempengaruhi pengeluaran ASI. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Siti Lestari. Yusri Dianne Jurnalis. Fadil Oenzil pada tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna perawatan payudara terhadap kadar prolaktin dan volume ASI. Pemberian ASI sangat bermanfaat baik pada ibu maupun pada bayi. Pada ibu dapat mencegah perdarahan setelah melahirkan, sebagai KB alamiah, mengurangi osteoporosis. ASI lebih ekonomis, memenuhi kebutuhan bayi, mengurangi kanker payudara dan ovarium. Sedangkan untuk bayi adalah menurunkan angka kejadian alergi, gangguan pernapasan, diare dan obesitas, mendapatkan perlindungan dan kehangatan melalui kontak langsung dengan ibu, berpotensi memiliki berat badan ideal, nutrisi terpenuhi untuk tumbuh kembang serta mempertahankan daya tahan tubuh dan mencegah infeksi pada bayi. Namun pemberian ASI dapat terhalang oleh karena masalah-masalah yang dialami yaitu kurang atau kesalahan informasi dari ibu, putting susu datar atau terbenam puting susu lecet maupun retak dan pembentukan celahcelah, payudara bengkak . dan mastitis. 5 Perawatan payudara merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah yang dialami ibu. Perawatan payudara adalah usaha untuk memperlancar aliran ASI, dan mencegah masalahmasalah yang mungkin muncul pada saat menyusui seperti puting nyeri atau lecet, payudara bengkak, saluran susu tersumbat. Perawatan payudara merupakan suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas untuk memperlancar pengeluaran ASI. 5 Tujuan perawatan payudara adalah memperbaiki sirkulasi darah, menjaga kebersihan payudara, terutama kebersihan puting susu agar terhindar dari infeksi, menguatkan alat payudara, memperbaiki bentuk puting susu sehingga bayi menyusui dengan baik, dapat merangsang kelenjar air susu, sehingga produksi ASI menjadi lancar, untuk mengetahui secara dini kelainan pada puting susu ibu dan melakukan usaha untuk mengatasinya, mempersiapkan psikologis ibu untuk menyusui dan mencegah pembendungan ASI. 6 Salah datu upaya untuk meningkatkan minat ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara untuk meningkatkan produksi dan sekresi adalah melalui media video edukasi. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Vidio merupakan suatu media yang dapat membantu proses pembelajaran baik pembelajaran individual maupun kelompok. Vidio juga dapat menyajikan gambar serta suara yang menyertainya sehingga ibu menyusui mudah dalam mengikuti prosesnya. Proses belajar akan lebih efektif apabila objek dan proses praktik serta suara ditampilkan dalam keadaan sebenarnya. Informasi yang diterima dalam bentuk gambar yang dikombinasikan dengan suara kemudian dikemas dalam bentuk media pembelajaran dapat menunjang ingatan dan pemahaman terhadap materi, sehingga media ini dianggap sangat efektif. Seiring dengan perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi mengakibatkan semua unsur bergerak untuk menyesuaikan diri. Seiring dengan peningkatan penggunaan gadget dimasyarakat, video edukasi merupakan media yang sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Ibu menyusui dapat dengan mudah mengakses pembelajaran baik melalui video yang dibagikan pada galeri gadget, melalui media sosial berupa youtube. WhattsApp, facebook maupun instagram. Ibu dapat dengan mudah belajar lewat gadget pada media-media sosial tersebut. Karena kemudahan tersebut, ibu dapat belajar dan mengetahui Teknik perawatan payudara serta mau melakukan secara mandiri dan tidak perlu meninggalkan bayinya. Kegiatan praktik perawatan payudara yang ditampilkan menggunakan media phantom yang dikutip dalam artikel penelitian Rahma Hida Nurrizka dan Dwi Mutia Wenny bahwa media phantom banyak digunakan dalam bidang kesehatan antara lain dalam bidang pelayanan maupun deteksi dini penyakit. Namun, belum banyak penelitian yang melakukan intervensi penggunan phantom. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh vidio edukasi menggunakan media phantom terhadap kualitas sekresi ASI ibu menyusui. Di Dusun Waiwolong. Desa Hitumessing, jumlah ibu menyusui sebanyak 57 orang pada Tahun 2023. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa ibu, bahwa mereka tidak bisa memberikan ASI eksklusif disebabkan ASI tidak keluar atau hanya sedikit sehingga perlu pemberian susu bantu agar bayi tidak menangis. terhalangnya pemberian ASI disebabkan karena puting susu lecet maupun payudara bengkak, mereka kesulitan memberikan ASI karena merasa sakit pada payudara saat bayi mengisap. Ibu-ibu juga mengatakan mereka tidak mengetahui cara melakukan perawatan payudara. Dan tidak tahu bahwa cara itu dapat meningkatan kualitas pengeluaran ASI. Ibu-ibu juga tidak memiliki waktu untuk berkonsultasi pada tenaga kesehatan yang ada di puskesmas karena harus meninggalkan bayinya. Berdasarkan masalah-masalah yang telah diuraikan diatas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh vidio edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom terhadap kualitas sekresi ASI Ibu Menyusui di Desa Hitumessing Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimental Bentuk desain penelitian adalah Post-test Only Control Group Design. Dalam desain ini baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dibandingkan. Kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Kemudian kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dibandingkan. Kelompok kontrol berfungsi sebagai pembanding dengan kelompok eksperimen yang telah diberikan perlakuan selama kurun waktu tertentu (O1 : O. Apabila terdapat perbedaan skor antara kedua kelompok dimana skor pada kelompok eksperimen (O. lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (O. maka dapat disimpulkan bawah perlakuan yang diberikan mempunyai pengaruh atau efektifitas terhadap perubahan yang terjadi pada variable terikat. Teknik Analisis data menggunakan uji t 9 Penelitian dilakukan pada bulan Agustus Ae Oktober 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui di Dusun Waiwolong Negeri Hitumessing berjumlah 57 orang. Sampel penelitian ini adalah ibu-ibu menyusui di Dusun Waiwolong Negeri Hitumessing Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah berjumlah 30 orang yang dibagi dalam dua kelompok diambil dengan teknik purposive sampling, terdiri dari Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT 15 responden yang diberi perlakuan adalah kelompok intervensi dan 15 responden yang tidak diberi perlakukan adalah kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi dilakukan pretest terlebih dahulu untuk mengkaji tingkat pengetahuan ibu terhadap praktik perawatan payudara dan dilakukan observasi volume pengeluaran ASI menggunakan pumping. Setelah dilakukan intervensi, dilakukan kembali posttest baik pengetahuan maupun volume ASI. Sedangkan kelompok kontrol dilakukan observasi sebelum . baik pengetahuan maupun volume pengeluaran ASI dan observasi akhir . tanpa dilakukan intervensi. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu vidio tutorial perawatan payudara dengan menyampaikan materi perawatan payudara menggunakan vidio dan praktik dengan metode simulasi. Variabel terikat adalah sekresi ASI yaitu banyaknya pengeluaran ASI yang diukur menggunakan gelas ukur/botol pumping yang memiliki nilai volume dan variabel ekstra yaitu pengetahuan ibu tentang perawatan payudara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pertanyaan . uesioner pre dan post dengan interval waktu 1 bulan pasca edukasi perawatan payudar. , wawancara apakah melakukan perawatan payudara atau tidak dan observasi sekresi volume ASI menggunakan pumping dengan lama pumping lima menit pada pre maupun post dengan interval waktu post adalah tiga hari pasca perawatan payudara, untuk kelompok intervensi. Setelah itu baru dilakukan pada kelompok Pengaruh vidio edukasi perawatan payudara mengunakan media phantom terhadap kualitas sekresi ASI ibu menyusui di Desa Hitumessing Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah dianalisa menggunakan uji t independent . ndependent t-tes. HASIL Responden dalam penelitian ini adalah ibu menyusui sebanyak 30 orang yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing sebanyak 15 orang. Karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Ibu Menyusui Intervensi Kontrol Karakteristik Jumlah . Presentase (%) Jumlah . Presentase (%) Umur . Remaja Akhir . Ae . Dewasa Awal . Ae . Dewasa Akhir . Ae . Pendidikan Tidak sekolah PAUD/TK SLTP/SMU Diploma dan Sarjana Pekerjaan PNS/Honorer/Pekerja Upah Ibu Rumah Tangga Berdasarkan hasil pada tabel 1 pada kelompok intervensi yang berusia remaja akhir sebesar 40% dan dewasa awal sebesar 60%. Begitupun pada kelompok kontrol Dari data ini terlihat karakteristik responden menurut umur sebagian besar berada pada usia dewasa awal . Ae 35 Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT Tabel 2. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pengetahuan dan Volume Sekresi ASI Pada Kelompok Intervensi Dan Kelompok Kontrol Variabel Tingkat Pengetahuan Intervensi Pretest Posttest Kontrol Pretest Posttest Volume Sekresi ASI Intervensi Pretest Posttest Kontrol Pretest Posttest Mean Median Min Max 9,80 Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel ditemukan rata-rata pretest pada kelompok intervensi memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56%. Setelah diberi perlakuan dengan menjelaskan, simulasi dan menonton vidio edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom, tingkat pengetahuan mengalami peningkatan dalam kategori baik sebesar 87%. Hasil pretest pada kelompok kontrol ditemukan rata-rata pretest memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebesar 57%, sedangkan hasil posttes masih dengan kategori yang sama yaitu cukup sebesar 68%. Kelompok intervensi ditemukan rata-rata pretest volume sekresi ASI sebanyak 59 ml dan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 120 ml pada post test setelah diberikan perlakukan penjelasan tentang praktik perawatan payudara melalui vidio edukasi dengan media Tabel 3. Perbedaan rata-rata jumlah ASI sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi ibu menyusui di Dusun Waiwolong Desa Hitumessing Variabel Mean Volume ASI Pre 59,33 Post 119,67 Volume ASI Intervensi 119,67 Kontrol 60,33 * t-Test: Paired Two Sample for Means P-value* 0,000 0,000 Berdasarkan analisis pada tabel diatas, dari 15 responden, ditemukan adanya perbedaan nilai rata-rata antara volume ASI pretes dan posttes. Nilai rata-rata volume ASI posttest jauh lebih tinggi yaitu 119,67 ml dibandingkan dengan pretes yang jauh lebih kecil yaitu 59,33 ml. Berdasarkan uji statistik diperoleh p value = 0,000 (<0,. Berdasarkan analisis tabel diatas, ditemukan adanya perbedaan nilai rata-rata volume sekresi ASI sampe yang diberi perlakuan . dengan kelompok kontrol yang tidak diberi Analisis tersebut ditemukan nlai rata-rata volume sekresi ASI adalah sebesar 116,67 Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT ml dibanding dengan kelompok kontrol yang hanya sebesar 60,33 ml. Berdasarkan uji statistik diperoleh p value = 0,000 (<0,. BAHASAN Dalam artikel Alifia Fernanda Putri tahun 2019, tertulis bahwa dewasa awal adalah masa puncaknya perkembangan bagi setiap orang, mereka siap menerima kedudukannya Orang dewasa awal diharapkan mampu memainkan peran baru sebagai istri/suami, orang tua dan pencari nafkah serta keinginan-keinginan lainnya. 10 Hal ini sejalan dengan karakteristik responden dalam penelitian ini bahwa sebagian besar umur dewasa awal telah berperan sebagai ibu yang diharapkan dapat memberikan ASI dengan baik kepada Karakteristik responden menurut tingkat pendidikan pada kelompok intervensi adalah pendidikan menengah sebesar 86%. Begitupun pada kelompok kontrol sebesar 80%. Besarnya karakteristik pada tingkat pendidikan menengah. Pendidikan seseorang berpengaruh terhadap pengetahuan dan pengambilan keputusan. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik tingkat pengetahuan dan kesadarannya dalam berperilaku sehat. Karakteristik responden menurut pekerjaan dalam penelitian ini sebagian besar adalah ibu rumah tangga baik kelompok intervens maupun kelompok kontrol. Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk ibu menyusui dapat sepenuhnya memiliki waktu untuk dirinya dan juga Kesempatan ibu lebih besar untuk mempelajari vidio edukasi perawatan payudara dan melakukan perawatan payudara secara optimal. Hasil penelitian ini ditemukan rata-rata pretest pada kelompok intervensi memiliki tingkat pengetahuan cukup sebesar 56%. Setelah diberi perlakuan dengan menjelaskan, simulasi dan menonton vidio edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom, tingkat pengetahuan mengalami peningkatan dalam kategori baik sebesar 87%. Hasil pretest pada kelompok kontrol ditemukan rata-rata pretest memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebesar 57%, sedangkan hasil posttes masih dengan kategori yang sama yaitu cukup sebesar 68%. Data tersebut terlihat mengalami peingkatan namun tidak signifikan serta tidak mengalami perubahan kategori. Vidio efektif digunakan untuk proses pembelajaran secara masal, individu maupun kelompok (Daryanto, 2. dalam F. Ardhianti . Seiring dengan peningkatan penggunaan gadget dimasyarakat, video edukasi merupakan media yang sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran. 7 Ibu menyusui dapat dengan mudah mengakses pembelajaran baik melalui video yang dibagikan pada galeri gadget, melalui media sosial berupa youtube. WhattsApp, facebook maupun instagram. Ibu dapat dengan mudah belajar lewat gadget pada media-media sosial tersebut. Karena kemudahan tersebut, ibu dapat belajar dan mengetahui Teknik perawatan payudara serta mau melakukan secara mandiri dan tidak perlu meninggalkan bayinya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian bahwa ada peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi sebesar 87%. Hasil penelitian berdasarkan volume sekresi ASI . Pre Dan Post Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol ditemukan rata-rata pretest volume sekresi ASI sebanyak 59 ml dan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 120 ml pada post test setelah diberikan perlakukan penjelasan tentang praktik perawatan payudara melalui vidio edukasi dengan media Pada kelompok kontrol pretest rata-rata volume ASI yang keluar adalah 57 ml dan volume ASI posttest adalah 60%. Walau ada kenaikan namun tidak signifikan. Berdasarkan hasil wawancara pada kelompok intervensi, semua ibu-ibu mengatakan melakukan perawatan payudara dirumah dan sangat terbantu dengan adanya vidio edukasi perawatan payudara yang tersimpan pada menu galeri gadget . ibu menyusui. Menurut ibu-ibu vidio edukasi Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journa. Vol. 15 No. Desember 2024 . ISSN 1978-7766 (Prin. and ISSN 2597-9566 (Onlin. Journal homepage: https://w. com/index. php/JKT sangat mudah untuk dipelajari dan dapat ditonton dalam setiap kondisi. Bayi mereka juga sudah tidak rewel lagi dan payudara terasa lebih rileks. Perbedaan rata-rata jumlah ASI sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi ibu menyusui ditemukan ada perbedaan nilai rata-rata antara volume ASI pretes dan Nilai rata-rata volume ASI posttest jauh lebih tinggi yaitu 119,67 ml dibandingkan dengan pretes yang jauh lebih kecil yaitu 59,33 ml. Berdasarkan uji statistik diperoleh p value = 0,000 (<0,. Hal ini berarti Ha diterima, jadi ada pengaruh antara vidio edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom dengan kualitas sekresi ASI ibu menyusui. Volume jumlah sekresi ASI sesudah diberikan intervensi pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi ditemukan adanya perbedaan nilai rata-rata volume sekresi ASI sampe yang diberi perlakuan . dengan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakukan. Analisis tersebut ditemukan nlai rata-rata volume sekresi ASI adalah sebesar 116,67 ml dibanding dengan kelompok kontrol yang hanya sebesar 60,33 ml. Berdasarkan uji statistik diperoleh p value = 0,000 (<0,. Dengan demikian dapat disimpulkan ha diterima bahwa ada pengaruh antara vidio edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom dengan kualitas sekresi ASI ibu menyusui. SIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada kenaikan rata-rata sekresi volume ASI 119,67 ml pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok control yang hanya sebesar 59,33 ml. Berdasarkan analisis statistik ditemukan ha diterima. Jadi ada pengaruh antara video edukasi perawatan payudara menggunakan media phantom dengan kualitas sekresi ASI ibu menyusui. Dimana nilai p value = 0,000 (<0,. SARAN Bagi masyarakat diharapkan vidio yang dihasilkan dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara pada setiap kesempatan secara mandiri dirumah sehingga memperlancar pemberian ASI pada bayi demi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Bagi petugas kesehatan diharapkan tetap selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terutama ibu menyusui dalam melakukan perawatan payudara untuk meperlancar produksi dan sekresi ASI. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi masukan bagi peneliti berikutnya yang melakukan penelitian tentang perawatan payudara. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kami ucapkan kepada Kementerian Kesehatan yang telah memberikan dana penelitian sehingga penelitian dapat dilaksanakan demi menunjang tugas tridharma perguruan tinggi. Terimakasih kepada Institusi kami Politeknik Kesehatan Maluku yang telah menfasilitasi dalam melakukan kegiatan penelitian dan memonitoring dan mengevaluasi jalannya kegiatan penelitian, sehingga kegiatan dapat dilaksanakan. RUJUKAN