DINAMIKA TEKNIK SIPIL MAJALAH ILMIAH TEKNIK SIPIL Volume 18. Nomor 1. Juli 2025. Halaman 1-10 p-ISSN: 1411-8904, e-ISSN: 2828-2876 Tersedia online di https://journals. id/index. php/DTS/index KAJIAN FLOOD MODELLING MENGGUNAKAN HEC-RAS 1D DAN VALIDASI DATA TINGGI BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PUTRI DAN DANAU SIPIN KOTA JAMBI Gilang Indra Mardika1*. Tera Melya Patrice Sihombing2. Nicodemus Serep Martua Aritonang S3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan. Institut Teknologi Sumatera Jl. Terusan Ryacudu. Desa Way Huwi. Kecamatan Jatiagung. Lampung Selatan. Lampung. Kode Pos 35365 Email: m. indra@si. Diajukan: 16/10/2024 Direvisi: 10/01/2025 Diterima: 25/042025 Abstrak Sungai Putri merupakan salah satu sungai di Kota Jambi yang bermuara di Danau Sipin. Pada tanggal 01 Januari 2024 kemarin Danau Sipin menjadi daerah yang terkena banjir di wilayah Jambi, maka dari permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah rawan banjir dan debit banjir kala ulang yang terjadi di lapangan pada saat terjadinya banjir menggunakan HEC-RAS 1D. Metode yang digunakan dalam menentukan debit banjir rencana pada penelitian ini adalah menggunakan debit banjir rasional dan menghasilkan debit banjir pada kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun adalah 12,67 m3/s. 16,36 m3/s. 18,80 m3/s. 21,14 m3/s. 21,88 m3/s. 24,17 m3/s. dan 26,44 m3/s. Untuk membuktikan besaran debit tersebut yang terjadi di lapangan maka dilakukan uji validasi dengan metode RMSE dan NSE dengan menguji ketinggian banjir di lapangan pada 3 lokasi dengan ketinggian banjir hasil dari permodelan HEC-RAS 1D. Validasi data menunjukkan adanya keakuratan antara banjir di lapangan dengan simulasi permodelan HEC-RAS 1D yaitu dengan debit banjir kala ulang 2 tahun dimana memperolah nilai RMSE 0,58 dan NSE 0,996 yang berarti memenuhi pengujian. Kata kunci: Banjir. Debit Banjir. HEC-RAS 1D. Sungai Putri Abstract Sungai Putri is one of the rivers in Jambi City that empties into Danau Sipin Lake. On January 1, 2024. Danau Sipin was inundated by floods in the Jambi region. Therefore, this study aims to identify flood-prone areas and the return period discharge occurring in the field during the flood event using HEC-RAS 1D. The rational method is used to determine the design flood discharge in this study, resulting in flood discharges with return periods of 2, 5, 10, 20, 25, 50, and 100 years of 12. 67 mA/s. 36 mA/s. 80 mA/s. 14 mA/s. 88 mA/s. 17 mA/s. 44 mA/s, respectively. To verify the magnitude of the discharge that occurred in the field, validation is conducted using the RMSE and NSE methods by testing the flood elevation in the field at three locations with the flood elevation results from the HEC-RAS 1D modeling. The validation data showed the accuracy between the field flood and the HEC-RAS 1D modeling simulation, namely with a 2-year return period discharge where it is derived an RMSE value of 58 and NSE of 0. 996, which means it accomplishes the test. Keywords: Flood. Flood Discharge. HEC-RAS 1D. Putri River DINAMIKA TEKNIK SIPIL PENDAHULUAN Sungai merupakan aliran air tawar yang secara alami mengalir dari daerah pegunungan atau dataran tinggi menuju daerah yang lebih rendah seperti laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar. Sungai memiliki daerah alirannya sendiri yang biasa disebut sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu kegunaan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu untuk menyalurkan air hujan yang turun di daerah tersebut, kemudian dialirkan menuju sungai dari bagian hulu, tengah, hingga hilir (Harisuseno & Bisri, 2. Suyono & Takeda . menyatakan bahwasanya morfologi DAS bisa dibagi menjadi tiga kategori tergantung pada variasi debit banjir yang terjadi yaitu. DAS berbentuk bulu burung. DAS berbentuk radial, dan DAS berbentuk Manusia sangat memerlukan air guna untuk keberlangsungan hidupnya (Mashuri, 2. namun air tersebut bisa saja membahayakan bagi manusia ketika tidak dapat dikontrol dengan baik. Banjir adalah keadaan dimana suatu daerah tergenang air dalam jumlah yang besar (Aulia, 2. Banjir merupakan fenomena alam yang paling sering terjadi, banjir terjadi ketika air meluap diatas elevasi penampang alami atau buatan sehingga air menggenangi pemukiman setempat (Guntoro, 2. Kondisi banjir juga dipengaruhi karena adanya perubahan desain bangunan air yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu perubahan tata guna lahan yang mempengaruhi besarnya koefisien limpasan air hujan (Harisuseno, 2. dan perubahan iklim pun mempengaruhi jumlah intensitas hujan yang turun dan menjadi kontribusi terhadap banjir (Martel, 2. Jambi merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia, daerah ini kerap terkena dampak dari banjir. Pemprov Jambi sendiri telah mencatat sekitar 576 desa di 87 kecamatan di Jambi sudah terdampak banjir sejak awal Januari 2024. Penyebab banjir di daerah Jambi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang meningkat. Berdasarkan peningkatan intensitas curah hujan yang signifikan pada periode Januari hingga Februari, pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan status keadaan darurat bencana hidrometeorologi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi dampak yang lebih luas. Pejabat Wali Kota Vol. 18/No. Jambi. Sri Purwaningsih menyatakan bahwa Kota Jambi saat ini berada dalam kategori siaga i banjir akibat beberapa wilayah Kota Jambi yang tergenang banjir sudah mencapai ketinggian air 1 meter. Studi lokasi penelitian ini adalah Sungai Putri dimana sungai ini merupakan salah satu sungai yang pada bagian hilirnya itu langsung bermuara di Danau Sipin. Kota Jambi dengan panjang 1,742 km. Pada tanggal 1 Januari 2024 sekitar kawasan Danau Sipin menjadi salah satu daerah di Jambi yang mengalami banjir yang berakibat menggenangi sejumlah kawasan wisata, jogging track dan juga pemukiman yang ada di daerah Danau Sipin Tingginya intensitas curah hujan karena faktor cuaca dapat meningkatkan debit sungai dan bila pengendalian hutan pada DAS tidak terkontrol maka infiltrasi akan berkurang dan (Mashuri, 2. Solusi penanganan banjir tentu diperlukan agar kerusakan yang disebabkan oleh banjir dapat direduksi. Akan tetapi, mitigasi banjir dapat direncanakan apabila dilakukan prediksi luapan aliran sungai sehingga penanganan banjir dapat ditentukan dengan tepat dan efisien yang dapat mempresentasikan kejadian luapan banjir yang mungkin terjadi dengan cara pemodelan (Kamis, 2. Pemodelan banjir merupakan langkah dasar pengendalian banjir untuk mengidentifikasi wilayah yang rentan terhadap Dengan cara ini, perencana mampu memprediksi genangan atau luapan aliran (Mashuri, 2. Penelitian ini melakukan pemodelan sebaran wilayah banjir DAS Sungai Putri menggunakan pemodelan genangan banjir yang dilakukan dengan model hidrolika HEC-RAS (Hydrologic Engineering Center River Analysis Syste. METODOLOGI Penelitian ini berlokasi di Sub DAS Batanghari pada Danau Sipin. Kota Jambi dengan titik hulu aliran sungai ini adalah 1A 788'S 103A 35. 609'E dan titik hilir di 1A 144'S 103A 35. 185'E. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Distrbusi Log Normal Log Xt = Log XI (Kt S log X) . Xt = 10Log Xt Distribusi Gumbel Gambar 1. Lokasi Penelitian DAS Putri Jambi Pengolahan data dipenelitian ini terdiri dari analisis hidrologi, analisis hidrolika menerapkan pemodelan HEC-RAS, dan uji validasi data menerapkan metode RMSE dan NSE. Analisis Hirologi Ilmu hidrologi menjelaskan mengapa ada air di lingkungan dan bagaimana air bergerak. membahas berbagai jenis air dan bagaimana mereka berubah dari cair menjadi padat menjadi gas di atmosfer dan di atas dan di bawah permukaan tanah (Soemarto, 1. Sementara itu, hidrologi ialah ilmu yang meneliti seluk-beluk dan pergerakan air di permukaan bumi, menurut Triatmodjo . Analisis Pemodelan Sebaran Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Putri Kota Jambi ini menerapkan data curah hujan 10 tahun dari tahun 2014 1 Curah Hujan Wilayah Penentuan statiun curah hujan yang digunakan dalam pembuatan model hujan yaitu dengan memperhatikan nilai kontribusi tiap stasiun pengamatan lokasi penelitian (Pratiwi, 2. Pada DAS Sungai Putri terdapat 1 stasiun hujan terdekat sehingga tidak perlu menerapkan perhitungan curah hujan wilayah. 2 Analisis Frekuensi Data Hujan Rencana Berikut merupakan parameter yang frekuensi (Persamaan 1-. Distribusi Normal Xt = . Yt = . Xt = Xr (K y SD) . Distribusi Log Pearson i Log Xt = XI (Kt y S log X) Xt = 10Log Xt Keterangan: : Curah hujan rancangan . XI : Curah hujan rata-rata . : Standar deviasi : Nilai reduksi varian : Nilai rata-rata dari reduksi varian 3 Uji Kesesuaian Distribusi Guna menentukan nilai uji kesesuaian distribusi dengan menerapkan teknik Chi Square dan Smirnov-Kolmogorov. 4 Intensitas Curah Hujan Mencari nilai intensitas curah hujan menerapkan metode Mononobe (Persamaan . waktu konsentrasi menggunakan metode Kirpich . Keterangan: : Waktu konsentrasi . : Intensitas hujan rencana . m/ja. : Panjang sungai . : Kemiringan sungai R24 : Curah hujan maksimum dalam 24 DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. 5 Debit Banjir Rencana Debit banjir rencana merupakan debit maksimum di sungai maupun saluran alami menggunakan periode ulang . ata-rat. yang sudah dialirkan (Adwiyah, 2. Nilai debit banjir rencana dapat diperoleh setelah memperoleh kedalaman curah hujan per satuan waktu, missal mm/jam yang disebut hujan jamjaman (Immanuella, 2. Menerapkan pendekatan metode debit banjir rasional untuk mencari nilai debit banjir terencana (Persamaan 11-. Q = 0,00278 y C y I y A . Menurut Denik dkk. , . , koefisien limpasan permukaan merupakan angka yang menggambarkan hubungan antara volume permukaan yang diakibatkan oleh jumlah curah hujan yang jatuh di suatu lokasi tertentu. Rumus di bawah ini bisa diterapkan guna menentukan koefisien aliran permukaan di suatu daerah tangkapan air. Keterangan: : Debit puncak banjir . : Koefisien limpasan : Intensitas curah hujan . m/ja. : Luas DAS (H. Analisis Hidraulika Analisis hidraulika adalah salah satu metode untuk mempelajari perilaku air yang diam atau bergerak. Pada penelitian ini menggunakan software HEC-RAS guna mensimulasikan sebaran banjir serta tinggi genangan banjir. Validasi Data Di penelitian ini dijalankan pemeriksaan untuk memastikan data hidrologi yang dihasilkan dari perhitungan hidrograf banjir telah sesuai dengan keadaan langsung pada lokasi penelitian Penelitian ini menerapkan pengujian menggunakan nilai RMSE (Root Mean Squared Erro. dan juga nilai NSE (Nash Sutchliffe Efficienc. yang bertujuan untuk menguji validasi data hidrologi hasil perhitungan hidrograf banjir dengan rumus sebagai berikut: RMSE = NSE =1- Dengan: : Data tinggi genangan banjir hasil HEC-RAS : Data tinggi genangan banjir keadaan langsung di lokasi penelitian : Rata-rata tinggi genangan banjir keadaan langsung di lokasi penelitian Menurut Arimbi menjalankan validasi data tinggi genangan banjir dari HEC-RAS dengan tinggi genangan banjir dilapangan menerapkan metodologi RMSE dan NSE guna mengetahui debit banjir pada masa ulang saat banjir terjadi. Kriteria penilaian untuk memvalidasi data terkait menerapkan metode RMSE ialah dengan melihat bahwasanya semakin kecil nilai RMSE yang didapat maka menunjukan nilai perhitungan yang mendekati keadaan di Sedangkan memvalidasi data terkait menerapkan metode NSE ialah melalui tabel kriteria pada Tabel 1. Tabel 1. Kriteria Nilai NSE Nilai NSE NSE > 0,75 0,36 < NSE < 0,75 NSE < 0,36 Interpretasi Baik Memenuhi Tidak Memenuhi Sumber: Montovilov, 1999 Terdapat 3 titik yang digunakan untuk divalidasi agar mengetahui kesesuaian data lapangan dengan hasil permodelan yaitu titik 1 pada 1A 36. 138'S 103A 35. 142'E, titik ke 2 pada 1A 36. 136'S 103A 35. 185'E, dan titik ke 3 pada 1A 36. 130'S 103A 35. 267'E. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Hidrologi 1 Curah Hujan Maksimum Tahunan Pada DAS Sungai Putri ini hanya memiliki 1 Pos Hujan (PH) yakni PH Sipin, dengan begitu bisa langsung dijalankan tahunannya, seperti terlihat pada Tabel 2. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Tabel 2. Curah Hujan Maksimum Tahunan Tahun Xi max . Kata Ulang Pearson i. Tabel 3. Penentuan Jenis Distribusi Jenis Sebaran Hasil Perhitungan Syarat Log Normal Gumbel Keterangan Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi CsOO0 CkOO3 CsOO3Cv CVA=3 Ck=5. CsO1. Memenuhi CkO5. Memenuhi CsO0 Memenuhi Normal Log Pearson i Tabel 3 menampilkan bahwa distribusi yang memenuhi untuk perhitungan curah hujan rencana adalah metode Gumbel dan Log Pearson i. Kemudian dilakukan perhitungan curah hujan rencana dari distribusi yang memenuhi, dijabarkan pada Tabel 4 dan Tabel Tabel 4. Curah Hujan Rencana Distribusi Gumbel Kata Ulang Range EFOF (EFOF)2 (EFOF)2/EF OxO OxO OxO Total Tabel 6 menunjukkan bahwa dapat ditarik kesimpulan distribusi Gumbel ini memenuhi syarat pengujian Chi Square yang dimana nilai X2 < X2Cr yakni 1 < 5,991. Tabel 7. Hasil Perhitungan Uji Chi Square Pada Distribusi Log Pearson i Log Range 79 OxO 1. 90 OxO 2. (OFOF)A (OFOF)A/BF Log Xt OxO Log Xt Pearson i Tabel 6. Hasil Perhitungan Uji Chi Square Pada Distribusi Gumbel Tabel 5. Curah Hujan Rencana Distribusi Log Kata Ulang 3 Uji Kesesuaian Distribusi Karena hasil Chi Square selalu positif, uji Chi Square berguna untuk menentukan kekuatan hubungan antara dua variabel nominal dan menguji pengaruhnya satu sama 2 Analisis Frekuensi Hujan Adapun perhitungan analisis frekuensi hujan ialah melalui metode Distribusi Normal. Log Normal. Gumbel dan Log 00 OxO 2. 10 OxO 2. Total Tabel 7. memperlihatkan bahwasanya distribusi Log Pearson i ini memenuhi syarat pengujian Chi Square yang dimana nilai X2 < X2Cr yakni 2 < 5,991. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Uji Smirnov Kolmogorov, tingkat realitas (), atau tingkat signifikansi, biasanya ditetapkan sebesar 5%. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwasanya 5 dari 100 hasil akan menolak hipotesis yang seharusnya kita terima, sehingga memberi kita tingkat keyakinan 95% bahwasanya kita telah mencapai kesimpulan yang benar. Tabel 8. Hasil Perhitungan Uji Smirnov Kolmogorov Pada Distribusi Gumbel Tahun P(X) = m/. P(X<. = 1-P P'(X) = P'(X<. = 1-P' OIP = P(X<. P'(X<. OIMAX OIKRITIS Tabel 9. Hasil Perhitungan Uji Smirnov Kolmogorov Pada Distribusi Log Pearson i 4 Intensitas Curah Hujan Perhitungan intensitas curah hujan ini menerapkan data curah hujan rencana setiap kala ulang yang telah didapatkan dari analisis frekuensi hujan dengan distribusi Gumbel, dijelaskan pada Tabel 10. Tabel 10. Hasil Perhitungan Intensitas Curah Hujan Rencana Kata Ulang R24 L . m/jam 5 Analisis Debit Banjir Rencana Perhitungan menerapkan metode debit banjir rasional, berikut merupakan rangkaian perhitungan dalam perhitungan debit banjir rencana, dijelaskan pada Tabel 11 dan Tabel 12. Tabel 11. Koefisien Limpasan (C) Lahan Bangunan Pemukiman Nonagri Semak Koef Aliran Luas (H. Luas DAS CDAS Tahu Log P(X)= P(X<. P'(X)= P'(X<. = 1-P' OIP P(X<. OIMAX OIKRITIS Tabel 8. dan Tabel 9. bahwa distribusi Gumbel dan Log Pearson i telah memenuhi syarat pengujian Smirnov Kolmogorov dimana iMax < iKritis yakni 0,2020 < 0,409. Tabel 12. Debit Banjir Rasional Kala Ulang . m/ja. A(H. Q . Analisis Hidraulika Analisis hidraulika dijalankan untuk memprediksi area yang terkena banjir, maka analisis hidraulika perlu dijalankan di sepanjang penampang Sungai Putri. Selain area yang yang terkena banjir analisis hidraulika ini juga akan menampilkan kedalaman genangan banjir. DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Gambar 4. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 10 Tahun Tabel 15. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 10 Tahun Gambar 1. Peta Sebaran Banjir Hasil Permodelan HEC-RAS 1D Gambar 2. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 2 Tahun Tabel 13. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 2 Tahun Letak Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Gambar 3. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 5 Tahun Tabel 14. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 5 Tahun Letak Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Letak Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Gambar 5. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 20 Tahun Tabel 16. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 20 Tahun Letak Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Gambar 6. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 25 Tahun Tabel 17. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 25 Tahun Letak Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 DINAMIKA TEKNIK SIPIL Vol. 18/No. Gambar 7. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 50 Tahun Tabel 18. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 50 Tahun Letak Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Uji Validasi Data Untuk mengetahui hasil permodelan HEC-RAS dengan tinggi genangan banjir di lapangan, diterapkan uji validasi RMSE dan NSE (Agustina, 2. Dilakukan dengan menguji ketinggian genangan banjir pada HEC-RAS genangan banjir di lapangan pada 3 titik lokasi pengambilan data lapangan. 1 Metode Root Mean Squared Error (RMSE) Tabel 20. Hasil Uji Validasi Data dengan Metode RMSE Kala Ulan (Ei-O. 2 Tabel 19. Hasil Ketinggian Banjir Kala Ulang 100 Tahun Letak Ketinggian Banjir di Lapangan . Ketinggian Banjir di Permodelan . Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Pada hasil analisis hidraulika melalui software HEC-RAS 1D yang ditampilkan pada Gambar 1 sampai dengan Gambar 8 menunjukkan perbedaan tinggi banjir dari setiap kala ulang yang telah diproses. Sehingga dapat dilihat pada Tabel 13 sampai dengan Tabel 19 perbedaan ketinggian dari pengukuran data tinggi muka air banjir di lapangan dengan hasil tinggi muka air banjir dari hasil pemodelan. Terdapat banyak variasi nilai yang selanjutnya nilai-nilai tersebut akan diuji validasi untuk menentukan pemodelan kala ulang yang mendekati dengan kejadian asli di lapangan. Total (Ei-O. 2 RMS Interpretasi Memenuhi Gambar 8. Hasil Sebaran Banjir Kala Ulang 100 Tahun Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Pada Tabel 20 didapati kesimpulan bahwasanya pada uji validasi data metode RMSE didapati hasil permodelan yang akurat dengan keadaan di lapangan ialah debit banjir rencana kala ulang 2 tahun dengan nilai RMSE 0,58 . Tabel 21. Hasil Uji Validasi Data dengan Metode NSE (Oi-E. 2 Kala Ulan (Oi- U. 2 Total (Oi. Tota (OiU. 2 NSE Interpretasi Baik Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Tidak Memenuhi Di samping itu. Tabel 21 menampilkan bahwa pada uji validasi data metode NSE didapati hasil permodelan yang akurat dan baik dengan keadaan di lapangan ialah debit DINAMIKA TEKNIK SIPIL banjir rencana kala ulang 2 tahun dengan nilai NSE 0,996 (Sesuai Tabel . KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari penelitian ini Nilai debit banjir rencana yang diperoleh pada kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun secara berturut-turut adalah 12,67 m3/s. 16,36 m3/s. 18,80 m3/s. 21,14 m3/s. 21,88 m3/s. 24,17 m3/s. 26,44 m3/s dengan metode perhitungan debit rasional. Pada simulasi permodelan banjir dengan aplikasi HEC-RAS 1D versi 6. 5 pada Sungai Putri Kota Jambi didapat nilai ketinggian banjir pada lokasi 1 hasil permodelan dengan debit rencana kala ulang 2 tahun ialah 1,06 m. 5 tahun 1,22 m. 10 tahun 1,33 m. 20 tahun 1,41 25 tahun 1,45 m. 50 tahun 1,50 m. dan 100 tahun 1,52 m. Ketinggian banjir pada lokasi 2 dengan debit rencana kala ulang 2 tahun ialah 1,13 m. 5 tahun 1,25 m. 10 tahun 1,32 20 tahun 1,41 m. 25 tahun 1,43 m. 50 tahun 1,49 m. dan 100 tahun 1,53 m. Ketinggian banjir pada lokasi 3 dengan debit rencana kala ulang 2 tahun ialah 1,10 m. 5 tahun 1,15 m. 10 tahun 1,20 20 tahun 1,41 m. 25 tahun 1,30 m. 50 tahun 1,34 m. dan 100 tahun 1,37 m. Sehingga hasil pengujian validasi data tinggi genangan banjir kondisi di lapangan dengan hasil permodelan dengan kala ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun dengan metode pengujian RMSE dan NSE didapati debit banjir kala ulang 2 tahun . ,67 m3/. yang paling mendekati kondisi lapangan yaitu dengan nilai RMSE 0,58 dan NSE 0,996 dimana hasil tersebut menunjukan nilai yang memenuhi pengujian validasi data. DAFTAR PUSTAKA