Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5085/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik Siti Nuridah1. Rony Marthin Sitohang2. Joelianti Dwi Supraptiningsih3. Elde Sagitarius4. Arneta Septiani5 1,3,4,5 Article Info Article history: Received : 02 May 2023 Publish : 04 July 2023 FEB. Universitas Pertiwi STIE Ganesha Abstract This study discusses the problem of fraudulent financial reporting in a company that is affected by fraud hexagon. The purpose of this study was to examine the effect of financial targets, financial stability and external pressure as part of the stimulus component for fraudulent financial reporting in Transportation and Logistics companies listed on the IDX in 2017-2021. The population of this study are all Transportation and Logistics companies listed on the IDX in 2017-2021. With the purposive sampling method as the sampling method, a sample of 16 companies from 28 Transportation and Logistics companies was obtained as a population. The data used is financial report data obtained by downloading from w. The data analysis used is panel data regression analysis and the tests used are the T test. F test, and the coefficient of determination. The results of the study show that financial targets have an effect on fraudulent financial reporting. Financial stability and external pressure have no effect on fraudulent financial reporting. While simultaneously, the stimulus component as measured by the financial target variable, financial stability and external pressure has an effect on fraudulent financial reporting. Abstract Penelitian ini membahas tentang masalah terjadinya kecurangan laporan keuangan pada suatu perusahaan yang dipengaruhi oleh fraud hexagon. Tujuan penelitian ini adalah meneliti pengaruh target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal sebagai bagian komponen stimulus terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan Transportasi dan Logistik yang terdaftar di BEI tahun 2017-2021. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan Transportasi dan Logistik yang terdaftar di BEI tahun 20172021. Dengan metode purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel, maka diperoleh sampel 16 perusahaan dari 28 perusahan Transportasi dan Logistik sebagai Data yang digunakan adalah data laporan keuangan yang diperoleh dengan mengunduh dari w. Analisis data yang digunakan ialah analisis regresi data panel dan uji yang di gunakan adalah uji T, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target keuangan berpengaruh terhadap kecurangan laporan Stabilitas keuangan dan tekanan eksternal tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Sedangkan secara simultan, kompononen stimulus yang diukur dengan variabel target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Keywords: Fraud Financial Reporting Financial Targets Financial Stability External Pressure Info Artikel Article history: Diterima : 02 Mei 2023 Publis : 04 Juli 2023 Corresponding Author: Siti Nuridah Universitas Pertiwi Email : siti. nuridah@pertiwi. PENDAHULUAN Laporan Keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi. Laporan keuangan terlihat sederhana dalam penyajiannya, tetapi pentingnya isi maupun informasi yang terkandung di dalamnya sangat penting bagi manajer untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan begitu ekstensi perusahaan akan tetap terjaga. Karena itu, manajemen perlu melaporkan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Sehingga pengguna laporan keuangan dapat memperoleh informasi yang tepat dan dapat digunakan untuk menilai kondisi perusahaan. Manajemen perusahaan diharapkan melaporkan laporan keuangan dengan kondisi memperoleh laba yang maksimal. Manajemen dapat mengelola aset-aset perusahaan dengan maksimal guna menghasilkan laba yang tinggi. Apabila perusahaan memperoleh laba yang tinggi akan menguntungkan pemilik perusahaan dan di sisi lain 1884 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 manajemen juga akan memperoleh bonus atas pencapaian kinerjanya. Selain itu, dengan pencapaian laba yang tinggi, juga akan memudahkan manajemen untuk memperoleh akses pinjaman yang lebih luas. Dengan laba yang tinggi juga akan mengurangi tekanan dari kreditur untuk pelunasan utang perusahaan. Karena kreditur akan lebih menghargai perusahaan yang memperoleh laba tinggi daripada perusahaan yang memperoleh rugi. Akan tetapi, adanya tuntutan bagi manajemen untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan juga dapat menjadi bumerang bagi perusahaan. Ketika kondisi keuangan perusahaan tidak mencapai target yang diharapkan, maka manajemen dimungkinkan untuk melakukan kecurangan-kecurangan terhadap laporan keuangan. Manajemen dapat melakukan kecurangan untuk menutupi kegagalan perusahaan dan sebaliknya dapat menampilkan perusahaan yang sebelumnya rugi menjadi mendapat laba. Kecurangan ini dapat dilakukan oleh manajemen karena manajemen memiliki informasi yang lebih banyak dibanding para pengguna laporan keuangan. Sehingga manajemen dapat memanfaatkan kelebihan tersebut untuk menyalahgunakan informasi yang dimiliki guna melakukan kecurangan laporan keuangan. Kecurangan laporan keuangan yang dapat dilakukan manajemen adalah melakukan manajemen laba. Manajemen laba merupakan kondisi ketika manajemen perusahaan melakukan manipulasi terhadap pencapaian laba/rugi Hal yang dilakukan seperti memanipulasi rugi menjadi laba ataupun dapat juga memperkecil laba yang diperoleh. Kecurangan laporan keuangan dengan melakukan manajemen laba, dilakukan manajemen untuk menunjukkan kepada pengguna laporan keuangan, bahwa manajemen telah berhasil mengelola perusahaan dengan baik. Kasus-kasus kecurangan laporan keuangan yang terjadi pada perusahaanperusahaan sudah sering terjadi. Kecurangan laporan keuangan terjadi di Indonesia pada sektor transportasi dilakukan oleh PT KAI pada tahun 2005. Diduga kecurangan laporan keuangan tersebut diungkap oleh komisaris BUMN pengelola transportasi publik. Dari dugaan tersebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta mengaudit laporan keuangan PT KAI secara menyeluruh. Manajemen diduga melakukan kesalahan penempatan status pajak petambahan nilai (PPN) sebagai pendapatan yang mengakibatkan posisi keuangan PT KAI jauh berbeda. Hal tersebut diketahui pada saat melakukan inventarisasi pengadaan. Manajemen mengakui PT KAI mengalami penurunan nilai persediaan dan perlengkapan. Dalam temuannya PT KAI mengalami kerugian sekitar Rp 600 miliar. Tetapi hasil audit justru mencatatkan PT KAI meraup laba sebesar Rp 6,9 miliar . ttps://w. Selain itu kasus kecurangan laporan keuangan dengan penggelembungan laba juga terjadi pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA). Manajemen menunjuk auditor Ernest & Young (EY) untuk memeriksa ulang laporan keuangan tahun 2017. Hasil temuan auditor menunjukkan bahwa manajemen perusahaan sebelumnya terbukti melakukan kecurangan laporan keuangan. Tiga Pilar Sejahtera Food terbukti melakukan penggelembungan dana sebesar Rp 4 Triliun pada akun piutang usaha, persediaan dan aset tetap Serta, penggelembungan dana Rp 622 miliar pada pos penjualan dan EBITDA sebesar Rp 329 miliar . ttps://w. CNNIndonesia. Kasus di atas menunjukkan bahwa kecurangan laporan keuangan dilakukan manajemen karena adanya stimulus yang mendorong manajemen untuk memperoleh laba. Adanya stimulus berupa target laba yang ditetapkan, stabilitas laba yang dijaga dari tahun ke tahun dan tekanan dari kreditur akan mendorong manajemen untuk melakukan kecurangan laporan keuangan, khususnya melakukan manipulasi Karena itu, sangat penting dilakukan upaya untuk mendeteksi secara dini kemungkinan kecurangan yang dapat dilakukan oleh manajemen. Fraud Hexagon teori adalah teori yang menjelaskan kenapa suatu perusahaan atau pihak tertentu melakukan fraud. Teori ini berawal dari fraud triangle atau disebut juga dengan istilah CresseyAos Theory oleh Donald R. Cressey pada tahun 1953. Cressey . menciptakan teori fraud triangle dengan mengaitkan 3 faktor yang selalu ada didalam kecurangan, yaitu tekanan, peluang, dan rasionalisasi. Teori selanjutnya, fraud diamond yang diciptakan oleh Wolfe dan Hermason tahun 2004 dan menambahkan satu komponen pendeteksian kecurangan yaitu kapabilitas . Teori selanjutnya, fraud pentagon oleh Crowe pada tahun 2011 dengan menambahkan komponen kompetensi . dan arogansi . Dari Teori yang 1885 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 ada sebelumnya akhirnya disempurnakan oleh Vousinas pada tahun 2017 dengan sebutan E Model atau fraud hexagon yang memiliki enam komponen yakni stimulus . , capability . , collusion . , opportunity . , rationalization . , dan ego. Stimulus . merupakan sesuatu yang terjadi ketika suatu pihak terkait baik karyawan atau manajemen ingin menyembunyikan kecurangan yang mereka lakukan yang diakibatkan adanya tekanan baik dari faktor financial maupun non-financial (Mulya et al. , 2019. Dalam pengukuran stimulus dapat diproksikan dengan pengukuran target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal (Vousinass, 2. Stimulus berupa target keuangan merupakan suatu tekanan yang meminta pencapaian target keuangan yang harus dipenuhi oleh manajemen. Stimulus berupa stabilitas keuangan merupakan suatu tekanan yang mengharapkan adanya konsistensi pencapaian laba perusahaan yang harus dipenuhi oleh manajemen. Sedangkan tekanan eksternal merupakan tekanan yang berasal dari kreditur yang bertujuan untuk memastikan perusahan untuk melunasi kewajiban-kewajiban yang dimiliki. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kecurangan laporan keuangan yang diukur dengan menggunakan manajemen laba . arning managemen. Karena manajemen laba merupakan salah satu kecurangan yang sering digunakan dan sangat merugikan para pihak terkait Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah fraud hexagon theory. Dalam penelitian ini akan menggunakan komponen fraud hexagon theory yakni komponen Komponen stimulus dipilih karena dari enam komponen fraud hexagon theory, komponen stimulus merupakan komponen yang rentan menimbulkan kecurangan laporan Hal ini sudah ditunjukkan di kasus yang dijelaskan di atas, dimana manajemen melakukan kecurangan laporan keuangan karena disebabkan oleh adanya stimulus . yang diterima manajemen untuk menghasilkan laba perusahaan. Namun karena manajemen tidak berhasil memperoleh laba, maka manajemen melakukan praktik manipulasi laba perusahaan. Selanjutnya untuk pengukuran komponen stimulus akan menggunakan tiga proksi yakni target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal. Target keuangan merupakan tekanan yang dihadapi manajemen untuk memenuhi target kinerja yang sudah ditetapkan pada saat RUPS. Stabilitas keuangan merupakan tekanan yang dihadapi manajemen untuk menjaga secara konsisten kinerja keuangan perusahaan. Dan tekanan eksternal merupakan tekanan yang dihadapi manajemen dari kreditur dalam upaya memenuhi kewajiban-kewajiban yang dimiliki perusahaan. Menurut Tessa & Harto . , target keuangan yaitu keinginan manajemen untuk mendapatkan bonus atas hasil kinerja mereka terhadap pemenuhan keinginan prinsipal yaitu pemenuhan target keuangan berupa laba. Apabila manajemen dapat mencapai target tersebut, manajemen akan mendapat bonus ataupun penghargaan dari pemegang saham. Namun, hal sebaliknya apabila manajemen tidak dapat memenuhi target tersebut, maka manajemen dapat menerima konsekuensi dari pemegang saham. Karena itu manajemen harus berusaha mencapai target keuangan tersebut. Selain untuk mendapatkan bonusnya, juga untuk mempertahankan Sebaiknya manajemen memenuhi target keuangan tersebut melalui kinerjanya. Namun manajemen juga dapat melakukan tindakan kecurangan untuk mengakali pemenuhan target Sehingga target keuangan dapat menjadi tekanan tersendiri bagi manajemen, yang bahkan dapat mendorong manajemen untuk melakukan tindakan kecurangan. Hal ini sejalan dengan penelitian Sagala & Siagian . yang menyebutkan bahwa target keuangan berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal sebaliknya ditemukan oleh penelitian Shela . yang menemukan bahwa target keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Stabilitas keuangan menurut Bank Indonesia . dalam Apriliana & Agustina . adalah suatu kondisi dimana mekanisme ekonomi dalam penetapan harga, alokasi dana dan pengelolaan risiko berfungsi secara baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Stabilitas keuangan merupakan kondisi yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya. Manajemen diharapkan dapat menjaga stabilitas keuangan Hal ini penting untuk menjaga kemampuan perusahaan menghasilkan laba secara 1886 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Sehingga kesinambungan usaha perusahaan akan tetap terjaga. Akan tetapi ketika stabilitas keuangan terganggu, maka manajemen akan mendapat tekanan untuk segera Manajemen perlu menyusun program-program yang dapat menjaga stabilitas keuangan dari kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan perusahaan, seperti memastikan pertumbuhan aset yang positif. Namun tekanan yang diperoleh manajemen untuk menjaga stabilitas keuangan, dapat memicu terjadinya kecurangan laporan keuangan. Laporan keuangan akan dicurangi untuk memberi kesan bagi pengguna laporan keuangan bahwa stabilitas keuangan perusahaan terjaga stabil. Hal ini sejalan dengan penelitian Shela . yang menemukan bahwa stabilitas keuangan berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Namun, penelitian Agusputri & Sofie . mendapat hasil berbeda yakni stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Menurut Ardiyani & Utaminingsih . tekanan eksternal merupakan kemampuan untuk memenuhi pertukaran persyaratan, pencatatan, membayar hutang atau memenuhi hutang perjanjian diakui secara luas yang berasal dari pihak eksternal. Tekanan eksternal datang dari kreditur yang meminta perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Manajemen harus mampu mengelola pinjaman yang diperoleh guna peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Dengan demikian manajemen akan dapat melunasi hutangnya termasuk biaya bunga yang Selain itu, pentingnya manajemen beritikad baik untuk melunasi utangnya dan melaporkannya di laporan keuangan. Hal ini untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan sehingga perusahaan akan dimudahkan ketika melakukan pinjaman baru. Namun adanya tekanan eksternal juga akan dapat meningkatkan potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan. Manajemen dapat melakukan perubahan-perubahan di laporan keuangan yang dapat menyesatkan Hal ini sejalan dengan penelitian Warsidi, dkk . yang menemukan bahwa tekanan eksternal berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan hasil sebaliknya ditemukan penelitian Mukaromah & Budiwitjaksono . yang mana tekanan eksternal tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. TINJAUAN PUSTAKA Fraud Menurut Sorunke . , kecurangan merupakan tindakan atau proses penipuan atau penyembunyian kelalaian yang disengaja atau penyimpangan dari kebenaran seperti melanggar hukum dan bertindak tidak adil. Menurut Mark F et al. , kecurangan adalah berbagai cara yang digunakan untuk melakukan penipuan dengan tujuan agar seseorang mendapatkan keuntungan yang lebih dari orang lain melalui representasi yang salah. Sedangkan Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2. menjelaskan bahwa fraud merupakan tindakan penipuan atau kekeliruan yang dibuat oleh seseorang atau badan yang mengetahui bahwa kekeliruan tersebut dapat mengakibatkan beberapa manfaat yang tidak baik kepada individu atau entitas atau pihak lain. Kecurangan menurut Statement of Auditing Standards (SAS) No. 99 tentang Pertimbangan Penipuan dalam Audit Laporan Keuangan merupakan tindak kesengajaan untuk menghasilkan salah saji material dalam laporan keuangan yang merupakan subyek audit. Sedangkan pada Standar the Institute of Internal Auditors . kecurangan adalah segala perbuatan yang dicirikan dengan pengelabuan atau pelanggaran kepercayaan untuk mendapatkan uang, aset, jasa, atau mencegah pembayaran atau kerugian atau untuk menjamin keuntungan atau manfaat pribadi dan bisnis. Teori Fraud Hexagon (Fraud Hexagon Theor. Teori fraud haxagon merupakan hasil pengembangan teori fraud periode sebelumnya. Pada awalnya teori fraud, dikembangkan oleh Cressey Donald . , yang diberi nama dengan teori fraud triangle. Kemudian pada tahun 2004, mengembangkan teori fraud dengan memberi nama teori fraud diamond. Selanjutnya, teori fraud berkembang lagi dengan diberi nama CroweAos fraud pentagon oleh Jonathan Marks . Dan pada tahun 2017. Vousinas menemukan teori terbaru terkait kecurangan yang diberi nama teori fraud hexagon. Teori 1887 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 fraud hexagon merupakan teori yang menjelaskan penyebab terjadinya suatu kecurangan. Teori fraud hexagon sering juga disebut dengan S. E Model, karena terdapat enam komponen dalam teori fraud hexagon. Enam komponen tersebut adalah Stimulus . Capability . Collusion . Opportunity . Rationalization . dan Ego. Enam komponen dalam teori fraud hexagon merupakan hasil pengembangan dari teori fraud triangle, fraud diamond, dan fraud pentagon dengan menambahkan komponen collusion . Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Frau. Menurut ACFE . Kecurangan Laporan Keuangan merupakan suatu kesalahan yang disengaja dari kondisi finansial perusahaan yang dapat tercapai melalui salah saji yang disengaja atau penghilangan suatu nilai atau jumlah pada laporan keuangan yang bertujuan untuk menipu pengguna laporan keuangan. Menurut Mark F et al. , salah saji dalam laporan keuangan bisa jadi merupakan akibat dari adanya tindakan manipulasi, pemalsuan, atau melakukan perubahan dalam catatan akuntansi. Laporan keuangan yang salah saji dapat menjadi permasalahan yang serius dalam pasar dan situasi perekonomian. Laporan keuangan semacam itu dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi investor dan kurangnya kepercayaan pada pasar. Berdasarkan Standar Auditing (SA) seksi 316, kecurangan merupakan salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk mengelabuhi pemakai laporan keuangan. Target Keuangan Menurut SAS No. 99 tentang Pertimbangan Penipuan dalam Audit Laporan Keuangan (AICPA, 2. , target keuangan adalah risiko adanya tekanan berlebihan pada manajemen untuk mencapai target keuangan yang dipatok oleh direksi atau manajemen, termasuk tujuantujuan penerimaan insentif dari penjualan maupun keuntungan. Menurut Tessa & Harto . , target keuangan yaitu keinginan manajemen untuk mendapatkan bonus atas hasil kinerja mereka terhadap pemenuhan keinginan prinsipal yaitu pemenuhan target keuangan berupa laba. Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa target keuangan adalah target berupa laba atas usaha yang harus dicapai oleh manajemen sebagai ukuran kinerja perusahaan yang baik. Salah satu pengukuran untuk menilai tingkat laba yang diperoleh perusahaan atas usaha yang dikeluarkan adalah Return on Total Assets (ROA). Skousen. & Wright . mengatakan bahwa Return on Total Assets (ROA) sering digunakan dalam menilai kinerja manajer dan dalam menentukan bonus, kenaikan upah, dan lain-lain. Perbandingan laba terhadap jumlah aset (ROA) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang didapat berdasarkan dari total aset yang dimiliki perusahaan. Stabilitas Keuangan Stabilitas keuangan merupakan keadaan yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan (Skousen. & Wright, 2. Menurut SAS No. 99 tentang Pertimbangan Penipuan dalam Audit Laporan Keuangan, manajer menghadapi tekanan untuk melakukan kecurangan laporan keuangan ketika stabilitas keuangan terancam oleh ekonomi, industri, dan situasi entitas yang beroperasi. Stabilitas keuangan menurut Bank Indonesia . dalam Apriliana & Agustina . adalah suatu kondisi dimana mekanisme ekonomi dalam penetapan harga, alokasi dana dan pengelolaan risiko berfungsi secara baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pengukuran stabilitas keuangan dapat dilakukan dengan mengukur tingkat pertumbuhan aset perusahaan. Martantya & Daljono . menjelaskan bahwa stabilitas keuangan dapat diproksikan dengan tingkat pertumbuhan aset perusahaan. Aset merupakan sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan akan diperoleh. Besaran total aset mewakili tersedianya sumber daya untuk kegiatan operasional perusahaan dimana kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh laba. Perusahaan dengan kepemilikan aset yang banyak mencerminkan citra perusahaan yang baik sehingga menjadi daya tarik bagi para investor, kreditor maupun pengambil keputusan lainnya. Namun di sisi lain, pertumbuhan aset 1888 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 perusahaan yang negatif menandakan ketidakstabilan kondisi keuangan perusahaan sehingga dianggap tidak mampu beroperasi dengan baik oleh investor maupun kreditor. Tekanan Eksternal Tekanan eksternal adalah tekanan yang berlebihan bagi manajemen untuk memenuhi persyaratan atau harapan dari pihak ketiga (Muhandisah & Anisykurlillah, 2. Menurut Ardiyani & Utaminingsih . tekanan eksternal merupakan kemampuan untuk memenuhi pertukaran persyaratan, pencatatan, membayar hutang atau memenuhi hutang perjanjian diakui secara luas yang berasal dari pihak eksternal. Tekanan eksternal dirasakan oleh manajer sebagai akibat dari kebutuhan untuk mendapatkan tambahan utang atau pembiayaan ekuitas agar tetap kompetitif, termasuk pembiayaan riset dan pengeluaran pembangunan atau modal (Skousen. & Wright, 2. Tekanan eksternal merupakan tekanan yang dirasakan oleh manajemen perusahaan untuk mendapatkan sumber dana berupa hutang dan modal dari pihak Sumber dana dapat diperoleh oleh perusahaan apabila perusahaan menyajikan kinerja serta rasio keuangan yang baik, sehingga perusahaan diyakini mampu untuk mengembalikan pinjaman yang telah diperoleh serta mampu memberikan return yang tinggi. Perusahaan menggunakan dana tersebut untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan agar mampu bersaing dengan perusahaan lainnya yang sejenis. Tekanan eksternal diukur dengan rasio leverage yaitu membandingkan total kewajiban dengan total aset. Tekanan eksternal dapat terjadi ketika perusahaan menghadapi kesulitan besar dalam memenuhi pinjaman kredit yang memiliki risiko tinggi. Dengan adanya risiko kredit yang tinggi, maka terdapat kekhawatiran bahwa nantinya perusahaan tidak mampu untuk mengembalikan pinjaman modal yang diberikan (Hanifa & Laksito, 2. Pengaruh Target Keuangan Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Target keuangan . inancial targe. yang dibebankan oleh prinsipal kepada manajemen juga mendorong perusahaan menjadi tertekan. Prinsipal meninginkan manajemen dapat beroperasi dengan baik untuk menghasilkan keuntungan, tetapi keadaan perusahaan . ksternal dan interna. perusahaan tidak dapat diprediksi sebelumnya memungkinkan manajemen tidak dapat mencapai target laba yang dibebankan kepada perusahaan. Di satu sisi, manajemen menginginkan agar prinsipal dapat selalu melihat kinerja perusahaan dalam kondisi yang baik. Kondisi inilah yang mendorong manajemen untuk melakukan tindak kecurangan dengan merevisi laba, yang menjadi salah satu indikator pengukur kinerja keuangan perusahaan. Menurut Faradiza . Arifin dan Prasetyo . Septriyani dan Handayani . serta Nabilah N Shela . financial target dapat berpengaruh terhadap kasus kecurangan laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Pengaruh Stabilitas Keuangan Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Stabilitas keuangan . inancial stabilit. berpotensi menimbulkan kecurangan laporan keuangan pada perusahaan. Kondisi ini muncul apabila perusahaan mengalami stabilitas keuangan yang buruk akibat dari kinerja perusahaan yang melemah sehingga akan memberikan tekanan bagi manajemen dalam melakukan tindakan memanipulasi laporan Faradiza . Nugraheni dan Triatmoko . Apriliana dan Agustina . Husmawati et al . serta Hanifah Agusputri. Sofie . menemukan hasil bahwa kecurangan laporan keuangan perusahaan dipengaruhi oleh financial stability. Pengaruh Tekanan External Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Tekanan eksternal adalah tekanan yang berlebih bagi manajemen dalam memenuhi persyaratan atau harapan dari pihak ketiga. Tekanan yang berlebihan dari pihak eksternal merupakan wujud adanya tambahan utang atau sumber pembiayaan eksternal agar tetap kompetitif (Skousen. & Wright, 2. Selain itu, tambahan dana berupa tambahan investasi juga digunakan oleh perusahaan untuk pembiayaan yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan supaya mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Kebutuhan untuk mempertahankan kinerja perusahaan agar tetap kompetitif menjadi tekanan yang dihadapi oleh manajemen. Tekanan yang dihadapi oleh pihak manajemen akan mendorongnya untuk menampilkan laporan keuangan dengan sebaik mungkin dengan tujuan 1889 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 untuk meyakinkan pihak eksternal bahwa perusahaan mampu mengembalikan pinjaman yang telah diberikan, salah satu yang disebabkan oleh tekanan yang dihadapi manajemen yaitu dengan melakukan kecurangan laporan keuangan. Pengaruh Target Keuangan. Stabilitas Keuangan dan Tekanan Eksternal terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Stimulus adalah tekanan yang mendorong seseorang melakukan kecurangan. Dalam pengukuran stimulus dapat diproksikan dengan pengukuran target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal. Stimulus berupa target keuangan merupakan suatu tekanan yang meminta pencapaian target keuangan yang harus dipenuhi oleh manajemen. Stimulus berupa stabilitas keuangan merupakan suatu tekanan yang mengharapkan adanya konsistensi pencapaian laba perusahaan yang harus dipenuhi oleh manajemen. Sedangkan tekanan eksternal merupakan tekanan yang berasal dari kreditur yang bertujuan untuk memastikan perusahan untuk melunasi kewajiban-kewajiban yang dimiliki. Stimulus . dapat mendorong manajemen untuk melakukan kecurangan laporan keuangan. Dalam menjaga target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal tidak dapat dipenuhi manajemen, maka akan dimungkinkan untuk melakukan kecurangan laporan keuangan. METODE PENELITIAN Desain dalam penelitian ini menggunakan studi pengujian hipotesis, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menganalisis, mendeskripsikan, dan mendapatkan bukti empiris hubungan antara dua variabel atau lebih. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan Transportasi dan Logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2017-2021 dan dapat didownload di website w. Rentang waktu penelitian yang dipilih yaitu dari tahun 2017-2021. Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Transportasi dan Logistik yang terdaftar di BEI sejumlah 28 perusahaan. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini ada sebanyak 16 perusahaan yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangannya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengaruh Target Keuangan terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Hasil pengujian parsial untuk variabel target keuangan adalah menemukan nilai t hitung sebesar 7,392 dan signifikansi 0,000. Sehingga dapat dihitung bahwa nilai t hitung > t tabel . ,392 > 1,. dan signifikansi 0,000 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa target keuangan berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal ini sejalan dengan penelitian Sagala & Siagian . yang menyebutkan bahwa target keuangan berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Akan tetapi hasil ini berbeda dengan temuan penelitian Shela . yang menemukan bahwa target keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa target keuangan dapat mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Target keuangan dapat menjadi stimulus bagi Stimulus ini yakni dorongan untuk manajemen dalam usaha mencapai kinerja keuangan yang diinginkan oleh semua pihak, baik manajemen perusahaan, pemilik perusahaan, kreditur, pemerintah dan masyarakat sekitar perusahaan. Namun, target keuangan yang semakin meningkat juga akan semakin meningkatkan potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan. Alih-alih akan memotivasi manajemen, target keuangan yang semakin meningkat dapat juga menjadi tekanan bagi manajemen itu sendiri. Semakin tinggi target keuangan, maka semakin bertambah tantangan dan kesulitan untuk mencapai target tersebut. Ketika tantangan dan kesulitan tersebut tidak teratasi, maka tekanan terhadap pencapaian target keuangan akan meningkat. Hal inilah yang dapat mendorong manajemen untuk mengambil langkah pintas yakni dengan melakukan tindakan kecurangan laporan keuangan. Pengaruh Stabilitas Keuangan terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Hasil pengujian parsial untuk variabel stabilitas keuangan adalah menemukan nilai t hitung sebesar 0,242 dan signifikansi 0,809. Sehingga dapat dihitung bahwa nilai t hitung < t 1890 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 tabel . ,242 < 1,. dan signifikansi 0,809 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan adalah ditolak. Hal ini sejalan dengan penelitian Agusputri & Sofie . yang mendapat hasil stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Akan tetapi hasil ini bertentangan dengan penelitian Shela . yang menemukan bahwa stabilitas keuangan berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Stabilitas keuangan merupakan tingkat capaian kinerja keuangan perusahaan dari periode sebelumnya ke periode Setiap perusahaan pasti mengharapkan tercapainya stabilitas keuangan perusahaan. Sehingga akan memudahkan perusahaan untuk melakukan penyusunan perencanaanperencanaan yang dipersiapkan ke masa yang akan datang. Akan tetapi stabilitas keuangan tidaklah mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Hal ini terjadi tekanan dari stabilitas keuangan tidak terlalu mendesak bagi manajemen. Manajemen dapat bekerja dan mencapai target keuangan setiap tahunnya maka saat bersamaan stabilitas keuangan itu akan tercipta Sehingga kuncinya adalah bagaimana mencapai target keuangan setiap tahunnya. Tercapai target keuangan, maka keuangan perusahaan akan stabil setiap periodenya. Karena itu stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Pengaruh Tekanan Eksternal terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Hasil pengujian parsial untuk variabel tekanan eksternal adalah menemukan nilai t hitung sebesar 0,496 dan signifikansi 0,621. Sehingga dapat dihitung bahwa nilai t hitung < t tabel . ,496 < 1,. dan signifikansi 0,621 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa tekanan eksternal tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal ini sejalan dengan penelitian Mukaromah & Budiwitjaksono . yang mendapat hasil tekanan eksternal tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Akan tetapi hasil ini bertentangan dengan penelitian Warsidi, dkk . yang menemukan bahwa tekanan eksternal berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan tekanan eksternal yang datang dari kreditur tidak mempengaruhi kecurangan laporan Hal ini dapat terjadi karena kreditur sudah dapat melakukan analisis tersendiri yang menilai kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi pinjamannya. Kreditur sudah memiliki instrument-instrumen penilaian tersendiri yang harus dipenuhi perusahaan yang meminjam. Sehingga manajemen perusahaan tidak perlu sampai melakukan tindakan kecurangan laporan keuangan untuk meyakinkan para kreditur. Karena hal tersebut akan merugikan perusahaan itu sendiri. Ketika terbongkarnya kecurangan laporan keuangan yang dibuat, kreditur dapat menuntut perusahaan tersebut hingga dapat dipailitkan. Hal inilah yang membuat tekanan eksternal tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Pengaruh Target Keuangan. Stabilitas Keuangan dan Tekanan Eksternal terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Hasil pengujian simultan untuk variabel target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal adalah menemukan nilai f hitung sebesar 21,016 dan signifikansi 0,000. Sehingga dapat dihitung bahwa nilai f hitung > f tabel . ,016 > 2,. dan signifikansi 0,000 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal berpengaruh secara simultan terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen fraud hexagon model yakni stimulus dapat mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Komponen stimulus yang diukur dengan target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal dianggap dapat mempengaruhi kecurangan laporan Stimulus . yang diberikan kepada manajemen diharapkan dapat memotivasi manajemen untuk semakin giat bekerja untuk peningkatan kinerja keuangan. Akan tetapi semakin meningkat stimulus yang diberikan, dapat juga berpengaruh buruk terhadap manajemen perusahaan. Tekanan yang meningkat akan membuat kesulitan dan tantangan yang dihadapi juga meningkat. Ketika kesulitan dan tantangan tersebut tidak teratasi, maka saat itulah ada peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan. Oleh karena itu diperlukan suatu kajian mendalam terlebih dahulu, sebelum menentukan stimulus yang 1891 | Pengaruh Fraud Hexagon Model Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan Transportasi Dan Logistik (Siti Nurida. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 diberikan kepada manajemen perusahaan. Sehingga stimulus yang diberikan dapat berpengaruh positif terhadap kinerja manajemen perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian, maka dapat disusun kesimpulan sebagai berikut: Target keuangan berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan dengan signifikansi 0,000 dan nilai t hitung > t tabel . ,392 > 1,. Hasil penelitian menemukan bahwa target keuangan dapat mempengaruhi potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan. Stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan dengan signifikansi 0,809 dan nilai t hitung < t tabel . ,242 < 1,. Hasil penelitian menemukan bahwa stabilitas keuangan tidak mempengaruhi potensi terjadinya kecurangan laporan Tekanan eksternal tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan dengan signifikansi 0,621 dan nilai t hitung < t tabel . ,496 < 1,. Hasil penelitian menemukan bahwa tekanan eksternal tidak mempengaruhi potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan. Target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal berpengaruh secara simultan terhadap kecurangan laporan keuangan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai f hitung > f tabel . ,016 > 2,. Hasil penelitian menemukan bahwa komponen stimulus yang diproksikan dengan target keuangan, stabilitas keuangan dan tekanan eksternal berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. DAFTAR PUSTAKA