Vol. 3 No. 2 (Maret 2. 25 - 33 ISSN 2808-1587 Pena Jangkar http://jurnal. amnus-bjm. id/index. php/pena-jangkar SIKAP TANGGUNG JAWAB DAN PSIKOMOTORIK MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS BUDAYA LITERASI DIGITAL LAHAN BASAH (CLDW) MATERI PEMANASAN GLOBAL Inayatul Wahdaniyah A 1. Nurul Hidyati Utami 2. Kamsariaty 3. Hidayati Desy4. Irnita Rosaria Santi 5 Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin 1,2. Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin 3,4,5 Info Artikel ________________ Sejarah Artikel: Diterima 08/08/2023 Disetujui 26/02/2024 Dipublikasikan 04/03/2024 ________________ Keywords: PBL. Pemanasan Global. Sikap Tanggung Jawab, _____________ ___ Abstrak Penggunaan model pembelajaran yang tepat sangat mempengaruhi dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat menjadikan pembelajaran di kelas efektif, efisien dan membantu meningkatkan pemahaman peserta didik agar tercapainya tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu . mendeskripsikan implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap hasil belajar psikomotorik peserta didik dan . mendeskripsikan implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap sikap tanggung jawab peserta Penelitian ini menggunakan eksperimen semu . uasi experimen. dengan desain penelitian the non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 66 orang peserta didik yang dibagi ke dalam 2 kelas yaitu X E sebagai kelas kontrol dan X F sebagai kelas eksperimen. Teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan . implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap hasil belajar psikomotorik peserta didik dalam kategori tinggi dan . implementasi model PBL pada materi pemanasan global terhadap sikap tanggung jawab peserta didik kategori tinggi. Abstract Using the right learning model greatly influences the learning process, using the right learning model makes learning in the classroom effective, efficient and helps increase students' understanding in order to achieve learning goals. The aims of this study were . to describe the implementation of the PBL model on global warming material on students' psychomotor learning outcomes and . to describe the implementation of the PBL model on global warming material on students' responsible attitudes. This study used a quasi experiment with the nonequivalent control group design. The sample of this research was 66 students who were divided into 2 classes, namely X E as the control class and X F as the experimental class. Descriptive data analysis technique. The results of this study indicate . the implementation of the PBL model on global warming material on the psychomotor learning outcomes of students in the high category and . the implementation of the PBL model on global warming material on the attitude of responsibility of students in the high category. A 2024 Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin Alamat korespondensi: E-mail: inayatulwahdanyah65@gmail. Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar PENDAHULUAN Upaya yang dapat diterapkan pada era kurikulum merdeka belajar adalah menerapkan suatu model pembelajaran yang terdapat sintaks untuk pemecahan masalah dan proses pembelajaran pada kurikulum ini mengarah kepada peserta didik lebih aktif dibandingkan pendidik (Student-Cente. , salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan pada kurikulum merdeka belajar adalah model PBL (Problem Based Learnin. Tujuan dari model PBL adalah untuk membantu peserta didik memperoleh dan membentuk pengetahuan secara terintegrasi, efisien, dan kontesktual. Pembelajaran dengan PBL memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh materi akademik dan keterampilan pemecahan masalah dengan berpartisipasi dalam berbagai situasi kehidupan nyata atau permasalahan yang disekitar peserta didik, oleh karena itu, sebagian besar konsep atau generalisasi dapat diperkenalkan secara efektif melalui pemecahan masalah (Lutfiah, et al. , 2021: 2. Hasil observasi di sekolah, dari nilai hasil belajar psikomotorik dan afektif peserta didik di semester ganjil sebagian besar dibawah standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. dikarenakan beberapa peserta didik masih merasa kurang memahami pembelajaran Biologi yang telah diajarkan oleh pendidik. Psikomotorik dan afektif peserta didik kurang optimal dikarenakan kurang aktifnya peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada saat proses pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran yang pendidik lebih akrif dibandingkan peserta didiknya seperti sering menggunakan model Direct Instruction . embelajaran langsun. Materi dipilih penelitian ini untuk melihat pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar psikomotorik dan afektif, yaitu materi pemanasan global. Materi ini sangat penting di pahami dan diterapkan oleh peserta didik, karena sangat berkaitan dengan permasalahan-permasalahan disekitar, terutama di Kalimantan Selatan, yang sangat diketahui banyak sebab terjadinya pemanasan global dan akibatnya terhadap lingkungan Menurut Putra, et al. , . dengan mempelajari permasalahan yang berkaitan disekitar peserta didik . earifan loka. diyakini mampu membangun konsep sains dan akan menerapkannya dalam menyelesaikan permasalahan. Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta didik lebih memahami fenomena pemanasan global dan dapat menerapkan solusi untuk mengurangi efek dari pemanasan global sehingga akan berdampak juga hasil belajar peserta didik, hal ini sesuai dengan Septaria, et al. , . 9: . mengatakan pemanasan global sangat penting dipelajari secara ilmiah pada sebuah pembelajaran pengetahuan alam (IPA) khususnya biologi untuk memberikan pengetahuan tentang fenomena pemanasan global yang sedang terjadi dan untuk peserta didik dapat mengetahui cara mengurangi dan penanggulangan efek maupun dampak dari pemanasan global dan menurut Ilyasa . 1: . pada pembelajaran materi pemanasan global terdapat kendala yang terjadi pada peserta didik yaitu kurang mampu mengungkapkan pandangan, pendapat dan pandangannya sehingga belum kritis dalam proses pembelajaran, hal ini tentu saja berdampak pada hasil belajar peserta didik kurang optimal. Ini dapat terlihat oleh kepasifan peserta didik dalam pengamatan langsung maupun tidak langsung, persepsi skala besar, bahasa simbolik, penalaran logis, dan hukum sebab akibat. Pada materi ini peserta didik juga kurang tertarik dengan materi yang diajarkan. Hal ini karena materi yang diajarkan mirip dengan apa yang Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar mereka pelajari di tingkat sebelumnya, yang juga berdampak pada hasil belajar baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pada penelitian ini menggunakan LMS (Learning Management Syste. berupa CLDW (Budaya Literasi Digital Lahan Basa. yang dirancang sesuai sintak PBL. CLDW berisikan perangkat pembelajaran berupa LKPD digital, modul digital, dan video yang berkaitan dengan lahan basah di Kalimantan Selatan, sesuai dengan menurut Putra, et al. , . 2: . Culture Literasi Digital Wetland (CLDW) yaitu berbasis e-learning yang bisa sebagai sarana proses pembelajaran yang dapat diunggah pendidik berupa modul ajar LKPD peserta didik, soal evaluasi, video atau foto pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan lahan basah salah satunya di sekitar Kalimantan Selatan. CLDW diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam pembelajaran serta dapat membantu peserta didik mengenal potensi lokal yang terkait dengan lahan basah. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan pada konsep pemanasan global, adapun kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran PBL dan kelas kontrol menggunakan model yang biasa digunakan. Desain rancangan digunakan yaitu non-equivalent control group pretest-posttest design, adalah desain penelitian yang hanya terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang diberikan pretest dan posttest. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran PBL dan kelompok kontrol diberikan perlakuan dengan model pembelajaran yang biasa digunakan di sekolah. Rancangan penelitian kuasi eksperimen menggunakan non-equivalent control group pretestposttest. Design digambarkan pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Model Rancangan Penelitian Pretest Posttest Kelas Eksperimen Kontrol Keterangan : yaaya = Pre-test diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai, diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. yaaya = Posttest diberikan setelah proses pembelajaran berlangsung dan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. ya1 = Penerapan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran PBL ya2 = Penerapan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran DI Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik di kelas X MAN 2, adapun sampelnya adalah kelas XE dan XF yang terdiri atas 66 peserta didik, dengan rincian 37 perempuan dan 29 laki-laki. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling, artinya sampel diambil dengan tujuan untuk tidak menyamakan kemampuan peserta didik. Menurut teknik sampling tersebut, maka sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X-E dengan jumlah 34 orang . elas kontro. Peserta didik kelas XF dengan masing-masing berjumlah 32 orang . elas eksperime. Kelas X F dipilih sebagai Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar kelas eksperimen dikarenakan sesuai arahan pendidik Biologi di tempat penelitian, pemahaman peserta didik kelas X F lebih cepat paham dan lebih mudah diarahkan dibandingkan kelas X E yang harus lebih memakan waktu untuk mereka paham yang mereka pelajari dan kurang mudah untuk diarahkan sesuai keinginan pendidik. Instrumen untuk mendeskripsikan hasil belajar afektif dan psikomotor diperoleh dari lembar observasi yang dinilai oleh observer. Teknik analisis data sikap tanggung jawab dan psikomotorik peserta didik yaitu secara Kategorinya menggunakan kategorisasi yang mengacu pada Azwar . dalam Putra & Utami . 2: . dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Kategorinya diperoleh dengan beberapa tahap: Mencari Rata-Rat (Mea. Mencari nilai rata-rata diambil dari penjumlahan seluruh nilai dan membaginya dengan jumlah subjek. Menghitung rata-rata atau mean hipotetik (), menggunakan rumus : cUycoycaycu ycUycoycnyc. yuN= Keterangan : = rerata hipotetik Xmax = skor maksimal Xmin = skor minimal . Mencari Standart Deviasi (SD) Mencari nilai standart deviasi (SD), dengan menggunakan rumus : cUycoycaycu Oe ycUycoycnyc. ycIya = Keterangan : = standart deviasi Xmax = skor maksimal Xmin = skor minimal . Kategorisasi Tabel 2. Ketentuan Kategorisasi Rumus X Ou (M 1SD) ( Kategori Tingg. (M Ae 1SD) O X < (M 1SD) (Kategori Sedang X < (M Ae 1SD) (Kategori Renda. Keterangan : = rata-rata atau Mean = Standart deviasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian mengenai pengaruh model PBL berbasis CLDW terhadap sikap tanggung jawab dan psikomotorik pada materi pemanasan global peserta didik yang dilakukan secara luring telah diperoleh data selama kegiatan pembelajaran. Capaian peserta didik diperoleh melalui observasi . Hasil Belajar Psikomotorik Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar Hasil belajar psikomotorik di ambil diperoleh dari hasil observasi belajar psikomotorik selama proses pembelajaran. Ringkasan rerata hasil psikomotorik peserta didik disajikan dalam tabel 7 dan dalam bentuk diagram. Tabel 3. Hasil Rerata Psikomotorik Peserta Didik Rerata Kontrol Kategori Rerata Kategori Eksperimen 4,44 Sedang 4,97 Tinggi Rerata kelas kontrol kelas eksperimen (Gambar 1. Diagram Hasil Psikomotori. Tabel 3 dan diagram kelas eksperimen rerata sedikit lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, sehingga dapat menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran PBL berbasis CLDW pada materi pemanasan global dapat membantu dalam psikomotorik peserta didik. Psikomotorik peserta didik pada penelitian ini dinilai dengan lembar observasi penilaian hasil belajar psikomotorik selama proses pembelajaran langsung, khususnya pada saat pembuatan infografis, terdapat 9 aspek penilaian infografis. Rerata psikomotorik pada tabel 3 menunjukkan rerata kelas eksperimen tidak jauh berbeda dengan rerata kelas eksperimen yaitu 4,97 dan 4,44, namun kelas eksperimen kategorinya termasuk tinggi nilai psikomotoriknya dibandingkan kelas kontrol yang kategorinya sedang, sehingga dapat disimpulkan bahwa model PBL berbasis CLDW dapat membantu dalam psikomotorik peserta didik. Terdapat mempengaruhi peningkatan psikomotorik peserta didik di sintak PBL 3 dan 4 (Membimbing penyelidikan kelompok dan mengembangkan hasil kary. , karena pada sintak tersebut peserta didik harus memecahkan masalah yaitu solusi dari dampak pemanasan global dengan peserta didik mengembangkan atau membuat infografis, peserta didik secara mandiri yang masih dipantau atau diarahkan oleh pendidik untuk menyelesaikannya bisa membuka modul digital di CLDW atau literatur lainnya, pada proses ini pengerjaannya lebih cepat dan antar anggota kelompok peserta didik bekerjasama dengan baik dalam pengerjaan LKPD dan pembuatan infografis tersebut. Sejalan dengan penelitian Oktaviani, et al. , . 9: . peningkatan psikomotorik peserta didik dengan meimplementasikan model PBL. Tidak hanya psikomotorik dalam memecahkan masalah dan melakukan percobaan, tetapi juga dalam segi penyajian data dalam bentuk poster/infografis yang akan juga dipresentasikan hasil data tersebut, dengan adanya Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar penerapan model PBL dapat mengembangkan dan meningkat psikomotorik peserta didik dibandingkan dengan tanpa model pembelajaran tersebut. Rerata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol karena terpengaruh juga dengan penggunaan CLDW, kelas eksperimen terdapat modul digital yang disediakan di CLDW, di modul tersebut terdapat permasalahan di lahan bahan Kalimantan Selatan, sehingga semua peserta didik dapat mengakses modul tersebut dan membuka modul digitalnya untuk menemukan solusi dari permasalahan pada proses pembelajaran . ateri pemanasan globa. dengan membuat infografis, dan juga tempat pengumpulannya juga di CLDW tersebut juga sehingga lebih cepat selesai dan menghemat waktu pembelajaran juga. Sesuai dengan menurut Hartanto . , manfaat e-learning yaitu dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif karena memakan waktu lebih sedikit . dan biaya lebih sedikit. Selain itu, elaerning juga memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran dengan berbagai sumber belajar. Sesuai juga dengan penelitian Putra & Utami, . 2: . , penggunaan CLDW berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Sikap Tanggung Jawab Sikap tanggung jawab peserta didik yang terdiri atas 3 kategori yaitu tinggi, sedang, dan Hasil sikap perilaku tanggung jawab peserta didik didapat dari hasil pengamatan atau observasi perilaku selama proses pembelajaran didasarkan juga 3 kategori. Ringkasan rerata perilaku tanggung jawab disajikan dalam bentuk Tabel 4. Tabel 4 Hasil Rerata Perilaku Tanggung Jawab Indikator Rerata Kontrol Kategori Rerata Kategori Eksperimen 8,71 Tanggung Jawab Sedang 9,56 Tinggi Tabel 4. rerata tanggung jawab kelas eksperimen dikategori tinggi, sedangkan kelas kontrol reratanya dikategori sedang, sehingga rerata eksperimen lebih tinggi dibandingkan rerata kontrol. Selanjutnya disajikan dalam bentuk diagram dibawah ini. Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Tanggung Jawab Tanggung jawab Kontrol Eksperimen (Gambar 2. Diagram Hasil Kategori Indikator Tanggung Jawa. Gambar 2 terlihat antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Kelas eksperimen maupun kontrol lebih dominan dengan kategori tinggi, namun masih tetap tinggi kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Berdasarkan kedua indikator di atas pada kelas eksperimen tidak terdapat peserta didik dalam kategori rendah, sehingga pembelajaran dengan model PBL berbasis CLDW dapat membantu dalam membantu dalam sikap Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar tanggung jawab pada peserta didik, dengan bantuan e-learning yaitu CLDW dalam proses pembelajaran dapat membuat proses tersebut lebih menarik dan memudahkan peserta didik juga untuk mengakses dimana saja dan kapan saja. Untuk pendidik juga terdapat kelebihan menggunakan CLDW ini untuk memudahkan juga bagi pendidik untuk mengumpulkan tugas dan mengetahui setiap aktivitas peserta didik melalui CLDW, sehingga proses pembelajaran dalam keadaan lancar dan peserta didik mudah lebih memahami yang dipelajarinya, oleh sebab itu sebelum dalam proses pembelajarn pendidik harus terlebih dahulu lebih memahami dalam pemakaian e-learning. Menurut Dalle, et al. , . 1: . pendidik harus lebih memahami teknologi sekarang contohnya berupa e-learning, karena teknologi pada sistem pendidikan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas belajar Hasil sikap tanggung jawab pada penelitian ini dinilai dengan lembar observasi penilaian sikap tanggung jawab selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan tabel 4 pada aspek tanggung jawab baik kelas eksperimen dan kontrol memiliki nilai rerata yang sedang dan tinggi. Rata-rata peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol juga mampu menunjukkan sikap tanggung jawab dengan mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik, mengumpulkan tugas tepat waktu, bertanggung jawab dengan kelompoknya, dan menerima resiko dari tindakan atau kegiatan peserta didik yang dilakukannya, namun masih tetap kelas eksperimen lebih tinggi reratanya dibandingkan kelas kontrol. Terlihat pada proses pembelajaran PBL di sintak 4 . engembangkan dan menyajikan hasil kary. karena pada saat sintak ini mengerjakan secara merata antar kelompok dan semuanya menjawab penyelesaian masalah . eperti pada saat pengerjaan LKPD), sehingga mereka terlihat bertanggung jawab masing-masing akan jawaban mereka, selain itu, sintak 5 . enelaah dan menilai pendekatan pemecahan masala. , karena setelah mempresentasikan LKPD mereka, pendidik menjelaskan kembali atau memberi penguatan sesuai yang dipresentasikan peserta didik, di sintak ini terlihat mereka menerima resiko dari tindakan atau jawaban mereka yang telah dipresentasikan dan tidak ada yang menyela atau membantah penjelasan pendidik untuk membenarkan dan memberi penjelasan secara lengkap dan singkat, sehingga dapat disimpulkan model pembelajaran PBL dapat mengarahkan sikap tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan masalah pada materi pemanasan global. Sesuai dengan penelitian menurut Firdaus, et, al. , . 1: . kelebihan model pembelajaran PBL membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan baru dan bertanggung jawab dalam kelompoknya sendiri. Model PBL membantu peserta didik memperluas pengetahuannya dengan mencari informasi di mana-mana, ketika berdiskusi peserta didik bertanggung jawab untuk memecahkan masalah yang perlu dipecahkan (Wulansari, et , 2019: . SIMPULAN DAN SARAN Model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap sikap tanggung jawab dan psikomorotik peserta didik pada materi pemanasan global, hal ini terlihat dari ratarata hasil sikap bertanggung jawab peserta didik diperoleh berdasarkan hasil observasi termasuk dalam kategori tinggi yaitu 9,56, dan hasil rata-rata psikomotorik yang diperoleh berdasarkan hasil observasi termasuk dalam kategori tinggi yaitu 4,97. Inayatul Wahdaniyah. Nurul Hidyati Utami. Irnita Rosaria Santi. Hidayati Dessy/ Pena Jangkar DAFTAR PUSTAKA