Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 22 BENGKULU UTARA PADA PELAJARAN PAI Arum Wijayanti Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu arumwijayanti881@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan media audio vidio dengan melibatkan tiga unsur yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dibagi menjadi dua siklus dan di awali dengan prasiklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, obeservasi, evaluasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII semester satu . di SMP N 22 Bengkulu Utara tahun pelajaran 2024/2025. Hasil penelitian yang dilaksanakan pada 20 orang siswa, pada kegiatan pra siklus jumlah siswa yang tuntas adalah 2 siswa . %), sedangkan siswa yang belum tuntas 18 siswa . %), dengan nilai rata-rata 47,5%. Pada siklus I siswa mengalami peningkatan jumlah siswa yang tuntas 6 siswa . %) sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 14 siswa . %) dengan nilai rata-rata 66 Kemudian pada siklus II ini mengalami peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan siklus sebelumnya yaitu siswa yang sudah mencapai KKM berjumlah 19 siswa . %), sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 1 siswa . %) dengan nilai rata-rata 77,8 %. Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan media audio vidio dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VII SMP N 22 Bengkulu Utara tahun pelajaran 2024/2025. Kata Kunci: Hasil Belajar. Media Audio Video. Pendidikan Agama Islam Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu kegiatan atau upaya manusia untuk mengembangkan potensi yang dimiliki baik lahir maupun batin untuk memperoleh hasil belajar. Pendidikan dapat diartikan sebagai hasil peradaban bangsa yang berkembang atas dasar pandangan hidup bangsa sendiri . ilai dan norma kemasyarakata. yang berfungsi sebagai falsafah pendidikan atau sebagai aspirasi dan pernyataan tujuan pendidikan (Suryapermana dan Improatun, 2. Hasil belajar pada dasarnya adalah suatu kemampuan yang berupa keterampilan dan perilaku baru sebagai akibat dari latihan dan pengalaman yang diperoleh. Hasil meliputi perubahan psikomotorik, sehingga hasil belajar adalah kemampuan para siswa berupa penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dicapai dalam belajar setelah mereka melakukan kegiatan belajar (Suryabrata, 2. Pada dasarnya faktor yang memepengaruhi hasil belajar terbagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam yaitu berupa faktor jasmani, psikologis, dan kelelahan. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor sekolah pada umumnya dipengaruhi oleh metode mengajar artinya kemampuan hasil belajar siswa disekolah selain disebabkan faktor internal dan faktor ekternal yang bersumber dari keluarga dan masyarakat juga dipengaruhi oleh metode mengajar (Slamento, 2. Dalam proses pembelajaran, pendidik mempunyai peranan yang penting dalam menggunakan media mengajar. Pemilihan media mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media. Salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh pendidik. Pendidik banyak menyadari bahwa tanpa adanya suatu media yang menunjang dalam proses pembelajaran akan sulit dipahami oleh seorang peserta didik (Arsyad. Perkembangan teknologi pada zaman sekarang ini sudah sangat jelas setiap saat mengalami peningkatan, terlebih pada era revolusi teknologi 4. 0 menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang selalu digunakan dalam setiap aktivitas. Pada bidang pendidikan, penggunaan teknologi sangat dibutuhkan demi tercapainya setiap tujuan pembelajaran dan memudahkan pendidik ataupun peserta didik melaksanakan proses belajar mengajar di dalam kelas (Khatimah, 2. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi sudah seharusnya dimanfaatkan oleh pendidik di dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran berperan penting sebagai alat atau sarana teknis yang digunakan untuk meningkatkan perbaikan/penyempurnaan lingkungannya. Kemajuan teknologi hakekatnya merupakan suatu pengetahuan manusia tentang cara menggunakan alat atau mesin untuk melaksanakan tugas pembelajaran secara efisien. Selain itu dengan adanya teknologi dapat juga dikatakan sebagai pengetahuan, alat, dan sistem yang digunakan untuk membantu hidup lebih mudah dan lebih baik. Melalui pemanfaatan teknologi memungkinkan orang dapat berkomunikasi dengan lebih baik dan lebih cepat (Friyatul, 2. Media audio-visual adalah media yang mengandung unsur suara dan juga memiliki unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, film, dan sebagainya. Pengajaran audiovisual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses belajar, seperti mesin proyektor, film bersuara, gambar hidup dan televisi. Jadi pengajaran dengan audio-visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa agar peserta didik mampu termotivasi dalam mengikuti pelajaran. Penggunaan alat audio-visual tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar, sehingga diharapkan peserta didik mampu mengembangkan daya nalar serta daya rekamnya (Khatimah, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas VII SMP N 22 Bengkulu Utara, dalam proses pemberajaran tentunya setiap siswa memiliki kemampuan dan kekurangan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 yang bergam. Tentunya terdapat siswa yang fokus dalam menerima materi yang disampaikan guru, ada pula yang kurang termotivasi dengan tidak memperhatikan saat guru menyampaikan materi degan bercerita pada teman sebangku, bermain alat tulis, bahkan ada siswa yang Selain itu tentunya terdapat siswa yang cepat dalam menangkap pelajaran dan dapat menyelesaikan kegiatan pembelajaran lebih cepat dari yang di perkirakan dan ada juga siswa yang lambat dalam belajar sehingga sering tertinggal pelajaran dan memerlukan waktu yang lebih lama dari waktu yang diperkirakan untuk siswa normal. Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka penulis mengajukan untuk menggunakan media ajar audio vidio. Pembelajaran media ajar audio vidio merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pencapaian belajar siswa dengan meningkatkan minat dan semangat belajar. Dari latar belakang tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: AuBagaimana Pengaruh Penggunaan Media Audio Vidio Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Bengkulu Utara Pada Pelajaran PAI?Ay METODE Subyek Penelitian Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 22 Bengkulu Utara pada semester Satu Tahun Pelajaran 2024/2025 sebanyak 20 siswa, yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Penelitian tindakan kelas ini dibagi menjadi dua siklus, di awali dengan prasiklus, siklus I dan siklus II, selama 1 bulan. Pada prasiklus yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Desember 2024, siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Desember 2024 sedangkan untuk siklus II dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Desember 2024. Adapun tempat penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 22 Bengkulu Utara pada semester Satu Tahun Pelajaran 2024/2025 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Langkah-langkah pelaksanaan Langkah-langkah awal dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdapat empat tahap yaitu perencanaan, acting . , observasi . , dan refleksi. Berikut ini adalah gambar keempat langkah dalam PTK: Gambar 1. Alur pelaksanaan PTK Model Kemmis dan Taggart (Trianto, 2. Rancangan penelitian tindakan yang akan dilaksanakan setiap siklusnya terdiri dari: Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Perencanaan Langkah pertama adalah melakukan perencanaan secara matang dan teliti. Dalam perencanaan PTK, terdapat tiga kegiatan dasar, yaitu identifikasi masalah, merumuskan masalah, dan pemecahan masalah. Pada masing-masing kegiatan, terdapat sub-sub kegiatan yang sebaiknya dilaksanakan untuk menunjang sempurnanya tahap Pelaksanaan Pelaksanaan adalah menerapkan apa yang telah direncanakan pada tahap satu, yaitu bertindak di kelas. Pengamatan Alat untuk mendata seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Pada langkah ini, penelitian harus menguraikan jenis data yang dikumpulkan, cara pengumpulkan, dan alat atau instrumen pengumpulan data . es, angket/observasi, dan lain-lai. Refleksi Kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang telah dilakukan. Dalam hal ini, penelitian seolah memantulkan pengalamannya ke cermin, sehingga tampak jelas penglihatannya, baik kelemahan dan kekurangannya (Suyadi, 2015:50-. Arikunto . mengemukakan bahwa pada tahap ini sangat tepat dilakukan ketika guru pelaksana sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berharap dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan, mencatat hasil observasi dan pelaksanaan pmbelajaran, evaluasi hasil observasi, dan analisis hasil pembelajaran, memperbaiki kelemahan siklus I pada siklus II. Hasil refleksi berupa refleksi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan tersebut, yang akan dipergunakan untuk memperbaiki kinerja guru pada tahap siklus II dan seterusnya. Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja, bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui Data itu dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih, sehingga benda-benda yang sangat kecil . roton-elektro. maupun yang sangat jauh . enda ruang angkas. dapat di observasi dengan jelas (Sugiyono, 2. Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturanaturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah (Strauss dan Corbin, 2. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar merupakan suatu tes yang mengukur prestasi seseorang dalam suatu bidang sebagai hasil proses belajar yang khas, yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, keterapilan, sikap dan nilaiAy. Tes hasil belajar ini digunakan peneliti untuk mengukur hasil belajar PAI siswa kelas VII dengan kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tes yang diberikan berupa posttes. Dokumentasi Menurut Sugiyono . dokumentasi merupakan perolehan data dan Informasi dalam bentuk buku, arsip, gambar, tulisan, laporan dan keterangan lain yang dapat mendukung penelitian. Pada penelitian ini dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan informasi dalam bentuk media dan lembar hasil penelitian dalam menerapkan media audio vidio pada pembelajaran PAI. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sedangkan data kualitatif diperoleh dari observasi. Setelah data diperoleh maka dilakukan analisis melalui proses reduksi data kemudian paparan data dan yang terahir dilakukan penarikan kesimpulan. Analisis Kuantitatif Analisis data ini dihitung dengan menggunakan rumus statistik sederhana untuk mengetahui hasil belajar siswa seperti berikut:Untuk menghitung nilai rata-rata digunakan rumus: X = Ocx Keterangan: X = rata-rata nilai Ocx = jumlah semua nilai n= jumlah data Analisis Kualitatif Analisis kualitatif dilakukan untuk menarik kesimpulan melalui lembar Hasil observasi dicatat dalam instrument lembar observasi. Data yang terkumpul dari lembar observasi dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan induktif. Aktivitas-aktivitas belajar siswa tersebut dapat diprosentasikan dengan rumus sebagai P = f x 100% Keterangan : P = angka presentase F = frekuensi yang sedang dicari prosentasenya N = jumlah frekuensi/banyak individu HASIL Hasil Belajar Prasiklus Berdasarkan hasil tes formatif pembelajaran prasiklus terhadap 10 orang siswa diperoleh hasil yang jauh dari harapan, karena masih banyak siswa yang hasilnya masih dibawah KKTP. Ketuntasan yang harus dicapai siswa yaitu 75. Hasil tes formatif prasiklus dapat dilihat dari Tabel 1. Tabel 1. Data Hasil Belajar Siswa Prasiklus Aspek Deskripsi 20 Orang Jumlah Siswa yang ikut Tes 2 Orang . %) Jumlah Siswa yang Tuntas 18 Orang . %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 75 dan nilai Nilai rata-rata yang dicapai adalah 47,5. Data hasil belajar siswa prasiklus dapat digambarkan grafik sebagai berikut: Hasil Belajar Siswa Prasiklus Tuntas Tidak Tuntas Gambar 2. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Prasiklus Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 20 siswa yang telah tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentase 10 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 18 siswa dengan presentase 90%. Terdapatnya siswa yang tidak tuntas dalam hasil belajar tersebut dikarenakan siswa kurangnya minat belajar dengan metode konfensional dengan ceramah atau guru berdiri di depan kelas untuk menyampaikan dan menjelaskan materi yang Dari penyebab tersebut untuk menumbuhkan minat belajar dan mempermudah siswa untuk memahami materi Pendidikan Agama Islam maka perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran dengan media Audio Vidio. Perbaikan pembelajaran tersebut dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dengan dua tahap. Pembelajaran siklus I dan siklus II. Hasil belajar Siklus I Setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I, berikut adalah hasil belajar PAI siswa siklus I dengan penerapanpembelajaran dengan menggunakan Audio Vidio. Tabel 2. Data Perolehan Hasil Belajar Siswa Siklus I Aspek Deskripsi Jumlah Siswa yang ikut Tes 20 Orang Jumlah Siswa yang Tuntas 6 Orang . %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas 14 Orang . %) Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 80 dan nilai Nilai rata-rata yang dicapai adalah 66. Data hasil belajar siswa prasiklus dapat digambarkan grafik sebagai berikut: Hasil Belajar Siswa Siklus I Tuntas Tidak Tuntas Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Gambar 3. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus I Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa dari 20 siswa yang telah tuntas sebanyak 14 siswa dengan presentase 70 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa dengan presentase 30 %. Hasil Belajar Siswa Siklus II Setelah melaksanakan pembelajaran pada siklus II berikut adalah hasil belajar IPA siswa siklus II dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Tabel 3. Data Perolehan Hasil Belajar Siswa Siklus II Aspek Deskripsi 10 Orang Jumlah Siswa yang ikut Tes 19 Orang . %) Jumlah Siswa yang Tuntas 1 Orang . %) Jumlah Siswa yang tidak Tuntas Jumlah Nilai Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 95 dan nilai terendah 65. Nilai rata-rata yang dicapai adalah 82,5. Data hasil belajar siswa prasiklus dapat digambarkan grafik sebagai berikut: Hasil Belajar Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Gambar 4. Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa dengan presentase ketuntasan 95 % dan siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dengan presentase 5 %. PEMBAHASAN Mengacu pada tahap-tahap kegiatan persiklus, dapat hasil penelitian di atas dapat dijabarkan sebagai berikut. Perencanaan Penerapan pembelajaran dengan penerapan media audio vidio yang dikhususkan pada pokok bahasan Salat Fardu dipilih sebagai strategi pemecahan masalah yang peneliti lakukan dengan manampilkan gerakan Salat Fardu dalam bentuk audio vidio dengan menggunakan proyektor di depan kelas sehingga siswa secara langsung belajar dengan menyaksikan secara langsung dalam bentuk media gambar dengan suara sehingga diharapkan siswa memiliki motivasi belajar yang baik sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Pelaksanaan Dari hasil penerapan media audio vidio pada materi Salat Fardu sesuai dengan proses pelaksanaann di dalam Modul ajar yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung pada prasiklus. Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran dengan menggunakan media audio video, proses pembelajaran PAI lebih didominasi oleh guru sehingga siswa kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurangnnya guru dalam menggunakan media bantu dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan menggunakan media audio video kegiatan pembelajaran selain menjadi lebih menarik dan menyenangkan juga bisa membuat kejenuhan siswa menjadi hilang dalam kegiatan belajar mengajar. Pada siklus I aktivitas siswa hanya sebatas senang melihat pembelajaran yang dianggap baru dengan menampilkan audio vidio dengan proyektor yang dianggap sebagai pembelajaran dengan metode baru sehingga siswa masih tidak fokus kepada materi yang disampaikan dalam audio vidio, hal ini menyebabkan masi terdapat siswa yang tidak memfokuskan diri kepada materi yang disampaikan sehingga mendapatkan nilai hasil belajar yang sebagian besar tidak kompeten. Riswandi . menjelaskan bahwa media audio video bukanlah menjadi suatu media yang sempurna dan tidak memiliki kekurangan. Media audio video dengan segala kemenarikan dari segi audio dan visual tak selamanya membawa pengaruh yang positif pada saat kegiatan belajar Terkadang kemenarikan video dari segi audio visual akan mengurangi bahwa menghilangkan konsentrasi siswa dan siswi dalam menerima materi yang Namun dengan diberikannya arahan yang cukup mengenai tujuan dan hakikat dari menonton materi yang disampaikan melalui media audio video tentu kegiatan pembelajaran akan berdampak positif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus II dengan penerapan media audio vidio dengan bimbingan dan bantuan peneliti untuk membantu siswa agar fokus pada materi yang disampaikan dengan mengajak siswa untuk mengikuti gerakan Salat sehingga seluruh siswa mengikuti gerakan Salat dan bacaan Salat dengan semangat. Hal ini cukup memperbaiki berbagai kelemahan yang terjadi pada siklus I, perbaikan tersebut berakibat pada peningkatan aktifitas siswa dalam pembelajaran dan akhirnya mengakibatkan pada pencapaian hasil belajar siswa yang memuaskan. Pengamatan Berdasarkan hasil analisis pengumpulan data maka diperoleh kesimpulan data hasil belajar. Rekapitulasi hasil belajar siswa per siklus melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat dilihat dari tabel berikut ini: Uraian Prasiklus Siklus I Siklus II Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Siswa Tuntas Siswa Tidak Tuntas Frekuensi Frekuensi Rat-rata Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Prasiklus Tuntas Siklus I Siklus II Tidak Tuntas Gambar 5. Diagram Perbandingan Prasiklus. Siklus I dan Siklus II Dari perbandingan diatas dapat dilihat bahwa pada prasiklus siswa yang telah tuntas sebanyak 2 siswa dengan presentase 10% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 18 siswa dengan prsentase 90% , pada siklus I siswa yang telah tuntas sebanyak 6 siswa dengan presentase 30 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa dengan presentase 70 %, dan pada siklus II siswa yang telah tuntas sebanyak 19 siswa dengan presentase 95 % dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 1 siswa dengan presentase 5 %. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran dengan media audio vidio dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas VII SMP Negeri 22 Bengkulu Utara. Hasil evaluasi belajar menunjukkan adanya peningkatan pada pra siklus presentase ketuntasan belajar siswa adalah 10% pada siklus I meningkat 30% dan pada siklus II menjadi 95%. Keberhasilan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui penerapan pembelajaran media audio vidio pada siswa kelas VII SMP N 22 Bengkulu Utara ditentukan oleh beberapa faktor yaitu. faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam meliputi, inteligensi, minat serta motivasi yang dibangun diri sendiri. Kesulitan satu siswa yang nilainya belum tuntas dikarenakan faktor intelegensinya kurang baik, karena siswa tersebut kurang memiliki daya tangkap yang Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar. Faktor eksternal dominan pada penelitian ini adalah lingkungan sekolah. Hal ini terbukti bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah salah satu komponen dari lingkungan sekolah Komponen tersebut yaitu cara penyajian materi dengan penerapan pembelajaran dengan media audio vidio adalam menyampaikan materi pelajaran. Penyajian materi dengan penerapan media pembelajaran mengunakan audio vidio mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari peningkatan hasil rata-rata setiap siklusnya. Pada prasiklus nilai rata-rata yaitu 47,5. Nilai rata-rata tersebut meningkat pada siklus I menjadi 66. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata yaitu 82,5. Hasil penelitian dan pengamatan pada siklus I ke siklus II mengalami kenaikan yang baik dari awal pembelajaran pada saat penerapan media audio vidio pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dalam pelaksanaan hasil siklus II dengan hasil yang diperoleh lebih baik dibandingkan dengan hasil siklus I, dengan begitu menunjukkan pemahaman siswa dalam belajar sehingga memenuhi hasil rata-rata nilai prestasi belajar siswa sesuai indikator keberhasilan siswa yang dicapai. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Khatimah . dan Khotimah . , berdasarkan hasil dari dua orang peneliti ini, dijelaskan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media audio vidio mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan siswa merasa bersemangat dalam belajar dengan menyaksikan materi pelajaran yang disampaikan dalam bentuk visual, dengan semangat belajar yang baik Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 menyebabkan hasil belajar kognitif yang semakin baik pula. Refleksi Pada prasiklus belum terlihat aktivitas siswa, pada siklus I kegiatan siswa baru terbatas mengamati slide dan video yang ditayangkan oleh guru melalui LCD dan proyektor, dan sebagian siswa sudah ada yang melakukan kegiatan demonstrasi perilaku teladan asmaul husna, meskipun belum ada produk yang dihasilkan pada siklus Sedangkan pada siklus II, selain mengamati slide dan video, siswa juga sudah mau melakukan kegiatan demonstrasi perilaku teladan asmaul husna, dan sudah ada produk yang dihasilkan pada siklus ini, produk tersebut berupa rangkuman-rangkuman kecil siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, dan ada juga yang membuat adalam bentuk tabel pengamatan. Kelebihan dari setiap siklus, penulis mengawali proses belajar mengajar dengan menayangkan slide dan video yang menarik. Kekurangan dari siklus I, disebabkan oleh efisiensi waktu yang kurang maksimal, terlalu banyak dihabiskan pada penanyangan slide dan video, dan pada kegiatan demonstrasi guru hanya mengarahkan pada siswa agar melakukan kegiatan tersebut sendiri-sendiri, sedangkan pada siklus II, guru mengarahkan siswa untuk melakukan demonstrasi berdasarkan kelompok gaya belajar dari siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan audio vidio dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VII SMP N 22 Bengkulu Utara Tahun Pelajaran 2024/2025. Peningkatan hasil belajar ini ditunjukan dari peningkatan hasil belajar pada pra siklus, siklus I dan siklus II dengan jumlah siswa kelas VII semester satu sebanyak 20 siswa dengan KKTP penetapan sekolah yaitu 75. Pada kegiatan pra siklus jumlah siswa yang tuntas adalah 2 siswa . %), sedangkan siswa yang belum tuntas 18 siswa . %), dengan nilai rata-rata 47,5. Pada siklus I siswa mengalami peningkatan jumlah siswa yang tuntas 6 siswa . %) sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 14 siswa . %) dengan nilai rata-rata 66. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan siklus sebelumnya yaitu siswa yang sudah mencapai KKTP berjumlah 19 siswa . %), sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 1 siswa . %) dengan nilai rata-rata 82,5. SARAN Saran yang dapat diambil dari hasil penelitian ini, bagi siswa dengan hasil belajar yang belum mencapai ketuntasan dalam pencapaian belajar untuk terus berusaha dan lebihh semangat dalam belajar, jika tidak mengerti pada materi yang disampaikan jangan takut untuk memberikan pertanyaan. Pada siswa yang telah mencapai ketuntasan dalam pencapaian belajar, tetap pertahankan dan lebih ditingkatkan lagi, agar terbiasa belajar dengan tekun pada jenjang berikutnya. Kemudian bagi guru, hendakya menggunkan media audio vidio pada materi ajar yang lebih kepada praktik, tentunya akan mempermudah guru dalam menyampaikan materi serta mempermudah siswa dalam memahami secara langsung dalam tampilan media. Selanjutnya, bagi sekolah agar dapat menyediakan sarana dan prasarana sebagai pendukung dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan menyesuikan kebutuhan pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 REFERENSI