Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 DAMPAK EMOTIONAL INTELLIGENCE. IKLIM ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Dian Septianti, . Nyayu Khairani Putri. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tridinanti. Palembang. Sumatera Selatan . E-mail : dian_septianti@univ-tridinanti. nyanyukhairani@yahoo. Submitted : 26 April 2023. Review accepted : 29 April 2023. Publish : 30 April 2023 ABSTRACT Employee work productivity is important for a company as a measure of success in running a business. Where profits and labor productivity will be higher if the work productivity of employees in the company increases. Many factors influence employee work productivity, but in this study only discusses emotional intelligence, organizational climate and career development. Emotional Intelligence is the most important intelligence in life compared to just relying on intellectual intelligence. While the organizational climate determines comfort in For companies, career development factors are important matters related to needs that need to be developed in an employee to motivate employees to improve work performance and productivity. The design used in this study includes a type of qualitative description research. Keywords: Emotional Intellingence. Organizational Climate. Career Development. Employee Work Productivity ABSTRAK Produktivitas kerja karyawan merupakan hal penting bagi suatu perusahaan sebagai ukuran kesuksesan menjalankan bisnis. Dimana keuntungan dan produktivitas tenaga kerja akan semakin tinggi jika produktivitas kerja karyawan di perusahaan meningkat. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan, namun dalam penelitian ini hanya membahas emotional intelligence, iklim organisasi dan pengembangan karir. Emotional Intelligence merupakan kecerdasan yang terpenting dalam kehidupan dibanding hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Sedangkan iklim organisasi menentukan kenyamanan dalam berkerja. Bagi perusahaan, faktor pengembangan karir merupakan hal penting terkait kebutuhan yang perlu dikembangkan dalam diri seorang karyawan untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja. Adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian deskripsi kualitatif. Kata Kunci: Emotional Intelligence. Iklim Organisasi. Pengembangan Karir. Produktivitas Kerja Karyawan PENDAHULUAN Latar Belakang Era membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) kemampuam serta kapasitas dapat menciptakan hasil kerja yang baik sehingga perusahaan dapat bertahan menciptakan keunggulan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, perusahaan haruslah memiliki strategi yang baik berdasarkan analisa SWOT http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index (Strength. Weakness. Opportunities dan Threat. Dimana, karyawan sebagai bagian dari bisnis yang secara khusus perlu dikelola secara efisen dan efektif guna menghemat biaya operasional bisnis. Karyawan terpenting suatu organisasi karena merupakan sumber daya yang memimpin, organisasi dalam menghadapi kebutuhan zaman yang beragam, harus senantiasa diperhatikan, dibina, dikelola dan dikembangkan agar memiliki kapasitas untuk menjawab segala tantangan baik Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 dari dalam dan luar organisasi guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun setiap aktivitas suatu berbagai sumber daya. Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan sumber daya manusia yang berkeinginan bekerja. SDM berperan penting dalam perusahaan karena dibutuhkan untuk menggerakkan perusahaan sehingga perlu memiliki bakat, tenaga dan kreatifitas. Sudah perusahaan untuk dapat mengembangkan karyawan agar bekerja secara optimal dan memberikan hasil kerja yang baik kepada perusahaan untuk produktivitas tenaga kerja perusahaan. Produktivitas menjadi sebuah kriteria penting yang harus diperhatikan dalam lingkungan usaha agar tetap mampu bersaing dalam dunia industri. Setiap bisnis ingin dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi, karena tingkat sukses suatu bisnis. Produktivitas tenaga kerja karyawan bagi suatu perusahaan merupakan hal yang sangatlah penting, hal itu menjadi tolak ukur keberhasilan produktivitas tenaga kerja karyawan di perusahaan, semakin meningkat laba dan produktivitas perusahaan. Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang mampu melihat SDM sebagai asset yang dikelola sesuai dengan kebutuhan, karena SDM adalah salah satu faktor produksi milik perusahaan. Pertumbuhan perusahaan yang baik menitikberatkan sumber daya manusia . uman resourc. untuk menjalankan fungsinya secara maksimal terutama dalam merespon dinamika perubahan lingkungan yang sedang berlangsung, sehingga para pelaku kemampuan teknis, teoritis, konseptual http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index dan etis pada semua tingkatan . pekerjaan sangat dibutuhkan. Selain itu, posisi SDM merupakan posisi paling tinggi perusahaan untuk menunjukkan standar perilaku, nilai, dan keyakinan sebagai sarana penting untuk peningkatan produktivitas kerja karyawan. Ada karyawan, seperti emotional intelligence, iklim organisasi, pengembangan karir dan dan lain-lain. Menurut Yessi. SDM tidak bisa disamakan dengan mesin yang harus bekerja setiap hari dan jika sudah rusak mesin tersebut akan dibuang begitu saja. Orang memiliki perasaan jika emosinya diarahkan pada hal positif maka diperoleh hasil yang baik, dan sebaliknya, jika emosi diarahkan pada hal negatif maka hasil yang capai juga akan buruk. Inilah yang dinamakan kecerdasan emosional . Seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi haruslah mampu mengendalikan untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi pekerjaan utamanya. Seperangkat keterampilan khusus yakni empati, disiplin diri dan inisiatif dapat memisahkan antara orang sukses dengan orang yang berprestasi biasa, seperti Kecerdasan memutuskan seberapa baik seseorang menggunakan keterampilan yang ada Kecerdasan emosional yang baik pada seseorang akan menciptakan motivasi yang baik untuk mencukupi pekerjaan saat ini, dan membawa produktivitas baik bagi bisnis. Iklim organisasi merupakan faktor penting yang menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi. Iklim organisasi menjadi salah satu faktor yang Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 menentukan produktivitas karyawan, oleh menciptakan lingkungan yang kondusif agar mampu mendorong keberhasilan Selain emotional intelligence dan iklim organisasi, faktor lainnya ialah pengembangan karir karyawan. Veithzal Rivai . , menyatakan bahwa pengembangan karir merupakan proses pencapaian kapasitas kerja yang dimiliki individu untuk mencapai karir yang Pengembangan pendekatan formal organisasi untuk memastikan bahwa setiap orang di suatu organisasi memiliki kriteria keterampilan dan pengalaman tepat jika diperlukan. Oleh sebab itulah, karir karyawan harus dikelola dan dikembangkan dengan baik sedemikian rupa sehingga produktivitas dapat terjaga, dan karyawan termotivasi untuk selalu melaksanakan kerja terbaik bagi perusahaan guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan. mengontrol emosi, mengatasi frustasi dan banyak hal lainnya. Kecerdasan emosi merupakan kecerdasan yang paling penting dalam hidup dibandingkan dengan hanya mengandalkan kecerdasan Secara khusus dikatakan dalam mencapai suatu kesuksesan kecerdasan emosional lebih berperan dibandingkan kecerdasan intelektual. Goleman . menyatakan bahwa, kecerdasan emosional memiliki beberapa komponen yang berpengaruh secara parsial terhadap kinerja kerja Komponennya antara lain kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi. Kesadaran mengetahui diri individu, pengaturan diri adalah kemampuan untuk mengelola emosi diri individu, motivasi adalah kemampuan untuk mendorong semangat kerja yang maksimal, empati adalah kemampuan untuk mengenali perasaan individu lain, dan keterampilan sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan individu lain. Daniel Goleman . menjelaskan AuPencapaian hasil kerja sebesar 20% ditentukan IQ, sedangkan sedangkan Joan Beck menyimpulkan IQ sebelum usia 5 tahun telah berkembang 50%, sebelum 8 tahun berkembang 80%, dan sampai akhir masa remaja berkembang 20%, sedangkan kecerdasan emosi bisa dikembangkan tanpa batas Kecerdasaan emosional adalah kemampuan untuk menggunakan emosi secara efektif dalam mengelola diri sendiri dan mempengaruhi hubungan dengan orang lain secara positif. Faktor penentu keberhasilan hidup seseorang tidak hanya diukur berdasar logika dan linguistic, tetapi juga kecerdasan lain yang dapat membuka wawasan banyak orang terhadap faktor-faktor kesuksesan dalam Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana emotional Kajian Teoritis Emotional Intelligence Sumber Daya manusia merupakan asset penting dan vital dalam suatu oerganisasi/perusahaan, yang menjadi objek penting perlu mendapat perhatian dari pimpinan perusahaan. Kecerdasan dorongan emosi/perasaan diri sendiri atau orang lain. Kemampuan ini termasuk motivasi diri sendiri, pemecahan masalah, http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 hidup, termasuk kecerdasan emosional. Jadi salah satu prestasi kerja yang dipengaruhi oleh kecerdasan emosional pada urutan pertama dan kecerdasan intelektual pada urutan kedua. Kecerdasan emosi tidak ditentukan sejak lahir tetapi dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran. Menurut Goleman . , terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kecerdasan emosional antara lain: Lingkungan keluarga Keluarga adalah sekolah awal untuk mengetahui emosi. Keterlibatan orang tua diperlukan karena merupakan pemeran pertama yang perilakunya ditentukan, diinternalisasi, dan akhirnya menjadi bagian dari kepribadian anak. Kecerdasan emosi dapat diajarkan pada anak sejak dini dengan berbagai contoh Kehidupan emosi yang dipupuk pada keluarga sangat bermanfaat bagi anak nantinya, misalnya: melatih disiplin dan tanggungjawab, empati, peduli, dan lain-lain. Hal ini dapat memudahkan anak menghadapi dan menenangkan diri ketika menghadapi masalah, sehingga anak dapat fokus dengan baik dan tidak bermasalah perilaku contohnya bersikap kasar atau negatif. Lingkungan non keluarga Yaitu lingkungan masyarakat dan Kecerdasan emosi berkembang sesuai dengan perkembangan fisik dan mental anak. Pembelajaran ini sering memanifestasikan dirinya pada kegiatan bermain anak Anak bertindak menjadi individu di luar mengikutinya sehingga ia mulai belajar memahami keadaan orang lain. Pengembangan kecerdasan emosi mampu ditingkatkan melalui banyak bentuk pelatihan seperti pelatihan http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index ketegasan, empati dan berbagai bentuk pelatihan lainnya. Pada buku Goleman . 5:58-. , kecerdasan emosi dibagi menjadi 5 komponen yaitu kemampuan untuk mengenali diri sendiri, mengelola emosi diri sendiri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan membangun relasi. Masaong dan Tilomi . 1:75-. berpendapat, kecerdasan emosional (EQ) yang besar akan sangat bermanfaat dan kualitas hidup yang lebih baik, sehingga kehidupan membawa nilai-nilai yang tidak Berikut adalah manfaat dari (Emotional Intelligenc. Mengatasi Stres Stres adalah tekanan yang timbul dari beban hidup, dan dapat diarasakan oleh Toleransi pada stres adalah kemampuan melawan kejadian buruk dan situasi stres. Orang cerdas emosi akan mampu menghadapi kesulitan hidup dengan kepala tegak, mantap, dan tidak terhanyut oleh kuatnya emosi. Mengontrol Dorongan Hati (Menahan Dir. Adalah karakteristik menunda kesenangan sesaat guna mencapai hasil yang lebih baik. Mengontrol dorongan hati adalah seni bersabar dan menukar rasa sakit atau masalah yang ada sekarang dengan kesenangan yang sangat lebih besar di masa depan. Mengelola Suasana Hati Adalah mencakup kemampuan agar mampu menghilangkan timbulknya kecemasan, mengatasi kesedihan atau berdamai Menurut Aristoteles marah itu mudah, tetapi marah pada orang yang tepat, pada tingkat yang Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan dengan cara yang benar hanya dilakukan oleh seseorang yang cerdas secara emosional. Dapat Memotivasi Diri Sendiri Seseorang yang memiliki memotivasi diri sendiri cenderung bersifat sangat produktif dan efisien terhadap situasi apapun yang dihadapi. Ada banyak cara untuk memotivasi diri yaitu dengan banyak membaca buku ataupun artikel melakukan self-assesment, dan melakukan intropeksi diri secara berkelanjutan. Memiliki Kemampuan Sosial Seseorang yang cerdas emosial dapat berkomunikasi pada siapa saja. Orang dengan kemampuan sosial bisa ramah, menyenangkan, dan peduli terhadap Mampu Memahami Orang Lain Hal terpenting dalam kecerdasan menghormati orang lain, disebut dengan Memahami orang lain memiliki manfaat yaitu kita lebih banyak pilihan tentang bagaimana bersikap dan memiliki kesempatan berkomunikasi lebih baik dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Kecerdasan Emosional adalah kemampuan individu untuk bereaksi dan mengetahui segala sesuatu yang datang dari diri sendiri ataupun orang lain dengan mengarahkan umpan balik positif terhadap individu tersebut atau ekstrovert dalam hubungannya dengan orang lain untuk menciptakan hubungan yang harmonis di kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengolah, mengenali, dan mengekspresikan dengan tepat, adapun produktivitas adalah memampuan memaksimumkan hasil kinerja dengan kualitas dan kuantitas kerja yang optimal. Artinya kecerdasan emosional justru http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index menopang kinerja dimana akhirnya bermuara pada peningkatan produktivitas kerja karyawan yang baik. Iklim Organisasi Iklim organisasi adalah faktor khusus yang menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi. Adriyani dan Dewi . 0:3. berpendapat, iklim organisasi adalah kunci keberhasilan organisasi. Iklim organisasi yang baik sangat penting diciptakan karena merupakan persepsi karyawan terhadap apa yang disediakan oleh organisasi dan menjadi dasar untuk mendefinisikan perilaku karyawan. Adapun Maharani . , iklim organisasi merupakan anggapan anggota organisasi . ecara individu maupun kelompo. dan mereka selalu berhubungan dengan organisasi tentang apa yang terjadi atau sering terjadi di lingkungan internal organisasi, yang berpengaruh terhadap sikap dan Pencapaian tujuan organisasi dapat dilihat jika lingkungan kerja mendukung kinerja para anggotanya, lingkungan kerja melibatkan aspek lingkungan sosial secara menyeluruh, baik formal maupun informal yang dirasakan oleh para anggota organisasi dan bagaimana lingkungan kerja dapat mempengaruhi pekerjaannya. Suasana lingkungan kerja yang dijalani itulah yang disebut iklim organisasi. Setiap organisasi akan memiliki iklim yang berbeda. Keanekaragaman pekerjaan yang dirancang di dalam organisasi atau sifat individu yang ada Iklim organisasi merupakan keadaan, kondisi, dan kriteria lingkungan kerja yang menjadi ciri khas terbentuk dari sikap, perilaku, dan kepribadian seluruh anggota organisasi. Iklim organisasi adalah suatu konsep yang mendeskripsikan Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 suasana internal lingkungan organisasi yang jalani para anggotanya pada saat beraktivitas untuk mencapai tujuan rangka meningkatkan karir masa depan individu untuk kehidupannya yang lebih baik, karir karyawan harus dilakukan, karena karyawan bekerja bukan saja ingin menerima apa yang dimilikinya sekarang saka, akan tetapi berharap adanya perubahan, ada kemajuan dan peluang yang diberikan kepadanya agar naik ke level yang lebih tinggi dan lebih baik. Setiap karyawan jenuh di tempat itu-itu saja, tetapi ia menunggu perubahan dan memastikan seiring berjalannya waktu mendapatkan lebih banyak pengakuan dari perusahaan atau lingkungan kerjanya. Pengembangan karir merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi/perusahaan, merupakan kebutuhan yang perlu dikembangkan dalam diri karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam berkerja. Marwansyah . menegaskan bahwa ada beberapa perspektif tentang karir, yaitu: Perspektif pertama, karir merupakan serangkaian pekerjaan yang dilakukan seseorang sepanjang hidupnya dinamakan karir Sedangkan dari perspektif lainnya, karir meliputi perubahan nilai, sikap, dan motivasi yang terjadi sejalan bertambahnya usia disebut karir subjektif. Kedua perspektif berfokus pada individu. Berasumsi mereka dapat memanfaatkan peluang untuk memaksimalkan kesuksesan dan kepuasan karir mereka. Menurut Henry Simamora . Pengembangan . didefinisikan menjadi persiapan individu untuk menanggung tanggung jawab yang berbeda bahkan lebih tinggi dalam Pengembangan umumnya mengacu pada meningkatkan kemampuan dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan Pengembangan Karir Karir adalah kebutuhan wajib yang terus ditumbuhkan pada diri seorang memotivasi semangat kerjanya. Pengembangan dasarnya mengarah pada pertumbuhan organisasi/perusahaan untuk menjawab tantangan masa depan perusahaan, tergantung pada SDM. Tanpa memilki SDM yang kompetitif sebuah organisasi akan mengalami kemunduran dan akhirnya akan tersisih karena ketidakmampuan menghadapi pesaing. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan karir yang dilakukan secara berencana dan Agar pengembangan dapat terlaksana dengan baik, maka terlebih dahulu haruslah ditetapkan program pengembangan karir yang kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan etis karyawan untuk mencapai produktivitas dan hasil yang baik. Pengembangan karir karyawan menjadi semakin penting karena adanya tuntutan pekerjaan atau jabatan, akibat kemajuan teknologi. Setiap individu organisasi harus mampu bekerja secara efektif, efisien, kualitas dan kuantitas, serta berkerja dengan baik. Namun pengembangan karir karyawan tidak akan sepenuhnya sesuai dengan keinginan karyawan tersebut, karena masih harus seombang antara kepentingan organisasi dengan kepentingan individu karyawan dan besaran kompetisi dalam menyeleksi karyawan yang memiliki kemampuan dan Pengembangan karir merupakan kegiatan untuk perencanaan karir dalam http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 Marwansyah . , alat pengalaman serta teknik modifikasi dan perbaikan perilaku, menambah nilai tambah untuk memungkinkan seseorang bekerja lebih baik. Sedangkan Sunyoto . , pengembangan karir adalah peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai rencana karir. Tujuan adalah peningkatan kemampuan mental yang terjadi seiring pertambahan usia Adanya kursus pelatihan yang disediakan perusahaan bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan karyawan untuk mencapai tujuan dengan baik. Berbagai kursus pekerjaanya secara lebih efektif dan efisien guna meningkatkan kualitas kerja Menurut Dessler pengembangan karir adalah rangkaian kegiatan seumur hidup . eperti lokakary. yang berkontribusi pada penemuan, penguatan, kesuksesan, dan pemenuhan karir seseorang. Pengembangan karir menurut Sedarmayanti . , merupakan proses identifikasi potensi dan materi karir karyawan serta mengimplementasikan cara yang tepat agar dapat mengembangkan potensi tersebut. Dessler . menyatakan bahwa orientasi yang berpengaruh pada pengembangan karir, antara lain: Perencanaan SDM Pelatihan dan pengembangan Evaluasi kinerja Rekrutmen dan penempatan Gaji dan tunjangan http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Produktivitas Kerja Karyawan Sirait . , produktivitas kerja karyawan umumnya diwakili oleh keberhasilan karyawan itu sendiri di lingkungan kerjanya. Sedangkan di sisi merupakan sikap mental dimana biasanya memiliki pandangan bahwa kualitas hidup saat ini lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari saat ini. Adapun peningkatan produktivitas, adalah istilah yang bersifat relatif menggambarkan situasi sekarang ini lebih baik dibanding dengan masa lalu atau kondisi di tempat Setiap karyawan perusahaan pasti memiliki masalah produktivitas di tempat Pasalnya, perusahaan dan karyawan sendiri belum melakukan penilaian dengan benar, ketidaksesuaian sering terjadi karena orang yang memberi penilaian kerja, tidak secara objektif. Penilaian antara keinginan pihak perusahaan untuk pengembangan SDM yang lebih baik, menciptakan potensi SDM yang menjadi value dan tujuan dari perusahaan agar menciptakan produktivitas kerja sehingga dapat meningkatkan kualitas perusahaan Sedarmayanti . , menyatakan bahwa produktivitas adalah suatu cara menghasilkan atau meningkatkan output barang dan jasa sebanyakbanyaknya dengan menggunakan sumber daya secara efisien. Dengan demikian, produktivitas sering dipahami sebagai rasio antara output dan input dalam satuan waktu tertentu. Menurut Sedarmayanti . , produktivitas mempunyai dimensi produktivitas kinerja, antara lain: Efektivitas Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 Efektivitas mengarah pada pencapaian yang maksimum yaitu pencapaian tujuan yang berhubungan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Efisiensi Efisiensi berhubungan dengan usaha membandingkan antara input dengan kinerja penggunaannya/ cara kerja Dalam karyawan merupakan individu yang berperan penting dalam menciptakan suasana yang kondusif dan nyaman untuk mencapai tujuan. Dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan, karyawan harus memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai sebagai perwujudan yang tampak pada produktivitas kerjanya. Produktivitas kerja karyawan tidak timbul dipengaruhi oleh motivasi berprestasi, seperti melalui semangat kerja yang tinggi dan gemar bekerja untuk mencapai penampilan dan hasil kerja terbaik. Saat dengan usaha sendiri, tidak menebaknebak bahkan menyerah. Produktivitas masalah teknis atau manajerial, ini adalah Produktivitas kerja adalah apa yang dapat mengevaluasi seberapa banyak atau sedikit produktivitas kerja yang telah dihasilkan dalam setiap periode, pimpinan akan memiliki langkah-langkah terbaik untuk meningkatkan produktivitas kerja yang dicapai. Data sekunder digunakan yang digunakan bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan meliputi buku, literature dan dokumen yang telah ada. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dampak Emotional Intelligence terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Karyawan kompeten, terampil, mampu, cakap dan memiliki kecerdasan yang baik haruslah dimiliki oleh setiap perusahaan, sehingga nantinya mampu mengontrol diri sendiri dan merasa bahwa dia memiliki kemampuan yang lebih untuk melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab yang ditugaskan oleh perusahaan. Perusahaan seharusnya mampu menilai Sumber daya manusia bukan saja dari kemampuan yang dimiliki, tetapi dari perilaku dan emosionalnya juga atau kemampuan untuk mengontrol diri sendiri, agar di masa depan perusahaan memiliki karyawan dengan kecerdasan emosional yang dapat mengendalikan diri mereka sendiri dari seluruh tekanan kerja. Karyawan dengan kecerdasan karakteristik yang mampu mengenali emosinya sendiri dan meredam emosinya ketika ada tekanan yang lebih, dengan kemampuan setiap karyawan dalam mengelola emosi yang memiliki aspek positif dan negative. Sisi positifnya, kemampuan mengelola emosi dapat memotivasi untuk meningkatkan kinerja, sedangkan sisi negatifnya tidak dapat mengatasi tekanan kerja yang ada. Kemampuan SDM menurunkan kemampuan emosional mampu memberikan keuntungan pada perusahaan dengan adanya kemampuan emosional, maka dapat dengan mudah perusahaan menciptakan suasana kerja yang nyaman. Sebaliknya jika SDM tidak METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif analitik kualitatif. Berdasar pertimbangan bahwa data sekunder bukan saja merupakan sumber bahan pilihan tetapi sebagai sumber bahan utama yang telah melalui proses analisis http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 mampu mengendalikan kemampuan emosional, hal itu merugikan perusahaan, menimbulkan konflik yang pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan dalam berkerja mengakibatkan iklim organisasi yang kurang baik dan biasanya cenderung terjadi konflik dan berakibat terhadap adanya penurunan kinerja perusahaan (Hadijah. Istiqomah dan Dewi, 2018:. mendorong peningkatan kerja karyawan. Dampak Pengembangan Karir Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pengembangan karir bermanfaat bagi karyawan maupun bagi organisasi/ Bagi karyawan, memberikan peluang untuk berkerja lebih baik. Bagi organisasi/perusahaan yaitu peningkatan kinerja karyawan dan potensi untuk meraih tujuan bisnis. Ada banyak bentuk program dalam pengembangan karir. Mulai dari soft skill yaitu bagaimana cara mengelola emosi hingga hard skill seperti kemampuan public speaking. Kedua program tersebut mempunyai tujuan yang telah disesuaikan dengan situasi maupun kondisi dunia kerja untuk menjadi tempat bagi karyawan untuk menyalurkan passion nya. Adaoun manfaat lainnya untuk pengembangan karir karywan contohnya karyawa merasa lebih nyaman. Lebih merasa aman karena adanya jaminan kesejahteraan, hubungan antar interpersonal semakin berkembang. Peningkatan Peningkatan motivasi kerja. Artinya, menghasilkan program yang baik dan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. Setiap karyawan haruslah diberi peluang untuk berkembang karirnya secara profesional yaitu sebagai sarana memotivasi mereka untuk berkerja lebih Karir adalah posisi jabatan secara menyeluruh ataupun posisi yang dicapai seseorang dalam kehidupan kerjanya dan tujuan karir adalah jabatan tertinggi yang dapat dicapai seseorang dalam organisasi. Adapun Nawawi . menyatakan, tujuan pengembangan karir adalah peningkatan efektivitas dari suatu memberikan serta memberikan kontribusi maksimum dan terbaik guna mencapai Dampak Iklim Organisasi terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Iklim organisasi yang sehat selalu memungkinkan organisasi dapat befungsi baik dan on the track di dalam perusahaan, dimana keinginan untuk dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan di tempat kerja harus sesuai dengan kemmapuan karyawan untuk menyenangkan dan nyaman, bisa menahan diri dari semua macam intimidasi, baik berasal dari lingkungan internal, maupun eksternal, serta tahan terhadap tekanan dan beban kerja yang berat, sehingga karyawan memiliki kecerdasan dan kedewasaan untuk menghadapi permasalahan yang ada maupun tidak, serta tidak mudah untuk mengambil keputusan hanya berdasarkan Agar dapat menciptakan suasana kerja kondusif, maka diperlukan adanya manajemen yang saling mengayomi, terbuka dengan segala gagasan serta ide perusahaan di masa depan dan nantinya tercipta budaya kerja yang positif, tidak hanya budaya kerja di lingkungan internal, tetapi juga kaitannya dengan lingkungan Dengan adanya iklim organisasi yang kondusif maka akan menciptakan suasana kerja yang nyaman, dimana pada akhirnya diharapkan mampu untuk http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 tujuan bisnis organisasi/perusahaan. Sedangkan menurut Handoko dalam Shaputra dan Hendriani . , pertumbuhan, mengurangi penimbunan, memenuhi kebutuhan karyawan dan meningkatkan karir. Akhirnya produktivitas kerja karyawan akan meningkat. Iklim organisasi adalah suatu konsep yang mengacu pada beberapa karakteristik yang dapat diukur dalam lingkungan kerja internal di dalam suatu organisasi dan dialami oleh individu yang bekerja di dalamnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Diasumsikan bahwa lingkungan internal organisasi berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Iklim organisasi menjadi faktor yang sangat penting karena adanya iklim organisasi bersifat kondusif, setiap individu, kelompok kerja dan pimpinan dapat mengetahui, memahami dan melaksanakan proses kerja yang sesuai komunikasi, serta wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Perilaku SDM ditinjau dari iklim organisasi secara umum adalah tulang punggung kegiatan pemerintahan dan menjadi faktor penting dalam mengukur kemampuan setiap unit organisasi untuk dapat mewujudkan Dimana Iklim organisasi yang semakin kondusif maka semakin dapat meningkatkan produktivitas kerja. Iklim organisasi mempengaruhi kinerja organisasi. Iklim organisasi yang ada berkembang baik, ditandai adanya aktivitas produktivitas organisasi publik, dapat memberikan efek administrasi dan perilaku organisasi yang baik, serta efek positif untuk meningkat produktivitas Ketidakmampuan menjalankan tugas pokok dan fungsi secara optimal, mencerminkan rendahnya produktivitas kerja, hal ini diduga merupakan akibat kurang baiknya iklim organisasi. Iklim organisasi secara umum adalah suasana kerja yang diciptakan oleh hubungan antar pribadi yang berlaku di organisasi. Kegiatan suatu organisasi dapat dilakukan secara optimal jika iklim organisasi Dampak Emotional Intelligence. Iklim Organisasi dan Pengembangan Karir Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Mandala dan Dihan . menyatakan, karyawan yang punya kecerdasan emosional (EQ) yang baik adalah karyawan yang bisa untuk mengendalikan diri dari tindakan yang tidak diharapkan. Dalam hal ini, mengontrol diri karyawan yang baik memungkinkan adanya interaksi sosial yang mudah, yang menciptakan suasana baik bagi perusahaan sehingga bisnis dapat berjalan tenang tanpa terjadinya gangguan konflik. Dengan meningkatkan kecerdasan emosional (EQ), karyawan dapat berpengaruh pada peningkatan karyawan atas hasil kerjanya yang diberikan pada perusahaan, sehingga memperoleh apresiasi yaitu peningkatan karir sesuai dengan kemampuannya yang diberikan oleh perusahaan. Menurut Maharani . , iklim organisasi yang kondusif mampu meningkatkan berbagai faktor, antara lain adanya pengurangan terjadinya konflik, dimana dengan mengurangi konflik maka perusahaan akan dapat menciptakan suasana lingkungan dan kondisi kerja yang aman dan nyaman, sehingga tercipta iklim kerja kerja menyenangkan yang mampu meningkatkan kualitas dan kinerja, dalam hal ini peningkatan kinerja juga dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 Pengembangan karir berpengaruh terhadap komitmen organisasi dan kinerja karyawan, dimana pengembangan karir adalah pendekatan yang dilaksanakan organisasi secara formal untuk menjamin anggota organisasi mempunyai kriteria dan kemampuan serta pengalaman yang Maka mengelola dan mengembangkan karir dengan baik agar produktivitas kerja tetap stabil dan mampu memotivasi karyawan untuk selalu melakukan hal yang terbaik dan menghindari frustasi kerja yang berakibat Pengelolaan dan pengembangan karir mampu meningkatkan efektivitas dan kreativitas SDM yang mampu untuk menumbuhkan komitmen yang kuat dan meningkatkan kinerja guna membantu perusahaan dalam mencapai mencapai Cianni Wnuck berpendapat bahwa karyawan yang peningkatan karir akan memotivasi mereka kerja lebih baik. Perusahaan dengan model yang tersistem pada pengembangan karir karyawan akan memiliki kinerja yang baik. Hal ini didukung pernyataan Appelbaum et al . , yang menyatakan perusahaan dengan manajemen karir yang baik karyawan untuk terlibat dalam aktivitas pengembangan dan perilaku dalam pelaksanaan pengembangan, dimana hal tersebut akan meningkatkan kinerjanya. Berdasarkan kedua hasil penelitian ini pengembangan karir yang baik yang dicapai oleh karyawan maka akan meningkatkan kinerjanya, atau berarti pertumbuhan karir berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Program pengembangan karir sebagai salah satu faktor penting yang http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Melalui pelaksanaan program ini diharapkan akan mampu memberikan semangat, motivasi dan dukungan kepada karyawan agar menjaga konsistensi dalam melaksanakan aktivitas kerja. Pengembangan karir adalah suatu upaya yang dilaksanakan memberikan hasil yang Manfaat pengembangan karir akan membantu pencapaian tujuan memperkuat hubungan dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan sehingga visi dan misi perusahaan akan tercapai. Produktivitas merupakan faktor terpenting dalam meningkatkan dan Kemajuan karir sangat tergantung pada produktivitas yang baik. Asumsi kinerja yang baik mendasari seluruh aktivitas pengembangan karir. Ketika produktivitas dibawah rata-rata, terlepas dari upaya pengembangan karir lainnya, bahkan tujuan karir yang paling sederhanapun sering kali tidak dapat dicapai. Kemajuan produktivitas kerja karyawan dan prestasi Berdasar teori yang telah dibahas, maka disimpulkan bahwa pengembangan karir sangat berkaitan erat dengan produktivitas kerja karyawan, karena melalui pengembangan karir yang diterapkan perusahaan maka akan dapat karyawan sehingga apa yang diharapkan perusahaan dapat tercapai. Pengembangan karir tidak dapat dianggap remeh dan diabaikan, karena dengan mengabaikan pengembangan karir sama hal dengan mengabaikan pengembangan kelembagaan organisasi. Saat karir karyawan dalam suatu organisasi tidaklah berkembang, itu mengindikasikan terdapat masalah serius yang perlu diperhatikan dalam organisasi. Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 Bisa jadi masalahnya terletak pada orang atau organisasi/ perusahaan yang Oleh sebab itu, manajemen harus menganggap bahwa pengembangan karir sebagai salah perhatian penting untuk kepentingan dan kemajuan Pengembangan karir SDM organisasi adalah masalah penting yang harus mendapat perhatian, baik dari karyawan maupun manajemen organisasi, organisasi, dan mengabaikannya sama dengan menelantarkan organisasi. produktivitas kerja karyawan. DAFTAR PUSTAKA Abdul. Masaong K. dan A. Tilomi. Kepemiminan Berbasis Multiple Intelligence. Bandung : Alfabet. Adriyani. Putu Diah dan Dewi. I Gusti Ayu Manuati, 2020. Pengaruh Iklim Organisasi. Motivasi kerja dan Stres Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan. E-Jurnal Manajemen. Vol. No. ISSN : 2302-8912, h. Angga Rahyu Shaputra dan Susi Hendriani. Pengaruh Kompetensi. Komitmen Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Kantor Wilayah Pekanbaru. Jurnal Tepak Manajemen Bisnis Vol VII No 1. Januari 2015. Applebaum. H Steven. Heather Ayre and Barbara T Shapiro, . AuCareer Management Information Technology: A Case Study,Ay Career Development International 7/3. Cianni dan Wnuck, . Pengaruh organisasional dan dampaknya Iraq: Jurnal Agritech. Dessler. Gary. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kesepuluh Jilid Jakarta: PT Indeks. Goleman. Daniel. Working With Emotional Intelligence. Terjemahan Alex Tri Kantjono W. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Goleman, . Emitional Intelligence. Kecerdasan Emosional Mengapa EI Lebih Penting daripada IQ. (Terjemahan T. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa emotional pengembangan karir memiliki dampak ynag berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Dimana dukungan dan peran serta organisasi sangatlah bersifat penting, terutama dalam manajemen sumber daya manusia guna memperoleh SDM handal dan mampu bersaing dan unggul dalam mengahadapi kompetisi persaingan di era globalisasi saat ini. Saran Berdasarkan pembahasan pada bagian sebelumnya dan simpulan yang telah dikemukakan, maka dapat diperoleh emotional intelligence, iklim organisasi dan pengembangan karir saling berkaitan dan mempengaruhi. Oleh karena itu, organisasi/ perusahaan perlu memberi perhatian seperti mengadakan pelatihan . guna meningkatkan emotional intelligence, menciptakan iklim organisasi yang kondusif sehingga tercipta suasana kerja yang nyaman, adanya kesempatan kepada setiap karyawan melalui program pengembangan karir, dan lainnya, sehingga diharapkan mampu http://w. univ-tridinanti. id/ejournal/index. php/strategi/index Strategi Volume 13. No. April 2023 p-ISSN : 2089-6948 e-ISSN : 2830-4454 Hermay. Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama