Available at: https://stt-su. id/e-journal/index. php/immanuel/index Volume 5. No 1. April 2024 . DOI: https://doi. org/10. 46305/im. e-ISSN 2721-432X p-ISSN 2721-6020 Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan Kristen pada Tingkat Sekolah Dasar di Pelosok Kepulauan Nias Asni Darmayanti Duha Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi Nias Barat asnidduha1991@gmail. Abstract: The independent learning curriculum is one of the programs for developing and improving the quality of education in Indonesia. However, the problems that occur with the implementation of the free learning curriculum in remote areas of the Nias Islands, especially in elementary schools, are the lack of preparedness of human resources, both educators who are not well equipped and students who are not ready to accept the free learning curriculum system and inadequate infrastructure. adequate to support the successful implementation of the independent learning curriculum in Christian education. The aims of this research consist of first, revealing the problems that occur so that they become evaluation material for both the central, provincial, and regional governments as well as for private educational institutions. Second, to offer a simple solution as an effort to implement the independent learning curriculum in remote areas of the Nias Islands, namely providing extra . radual and continuou. teacher training and completing infrastructure. The research method used is a literature study. Based on the results of data analysis, it can be concluded that efforts to implement the independent learning curriculum in Christian education at the elementary school level in remote areas of the Nias Islands have not gone well and maximally, thereby affecting the quality of human resources produced. Keywords: Free learning. nias islands. Christian education. Abstrak: Kurikulum merdeka belajar merupakan salah satu program pengembangan dan peningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, persoalan yang terjadi pada penerapan kurikulum merdeka belajar tersebut pada pelosok Kepulauan Nias, khususnya pada satu pendidikan Sekolah Dasar, yakni kurangnya kesiapan sumber daya manusia baik pendidik yang tidak dibekali dengan baik maupun siswa yang tidak siap menerima sistem kurikulum merdeka belajar dan sarana prasarana yang kurang memadai sebagai penunjang keberhasilan penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pendidikan Kristen. Tujuan penelitian ini terdiri atas: pertama, untuk mengungkapkan masalah yang terjadi sehingga menjadi bahan evaluasi baik bagi pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta bagi lembaga pendidikan swasta. Kedua, untuk menawarkan solusi yang sederhana sebagai upaya dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di pelosok Kepulauan Nias, yakni melakukan pembekalan para guru secara ekstra . ertahap dan berkesinambunga. dan melengkapi sarana prasana. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa upaya penerapan kurikulum merdeka belajar dalam Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 15 A. Duha: Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan KristenA pendidikan Kristen pada tingkat sekolah dasar di pelosok Kepulauan Nias belum berjalan dengan baik dan maksimal sehingga memengaruhi kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Kata kunci: Kurikulum. merdeka belajar. kepulauan nias. pendidikan Kristen. Pendahuluan Kebijakan kurikulum merdeka belajar pada dasarnya sangat baik untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pendidik serta peserta didik di negara Republik Indonesia. Peneliti berpendapat bahwa kurikulum merdeka belajar sangat baik dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknonologi, sehingga sistem pendidikan di Indonesia tidak monoton melainkan ada refleksi kurikulum yang terbaru sesuai dengan Namun demikian, upaya penerapan kurikulum merdeka belajar di seluruh pelosok negeri Indonesia tentu mengalami tantangan, persoalan dan kendala tersendiri sesuai dengan budaya, sosial dan perkembangan daerah. Khususnya di Kepulauan Nias terutama di pelosok menghadapi masalah baru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar tersebut. Salah satu persoalan yang fundamental dalam penerapan kurikulum merdeka belajar di pelosok Kepulauan Nias adalah kemampuan berpikir dalam mengembangkan potensi . peserta didik dan sarana prasarana yang tidak memadai dalam mendukung penerapan kurikulum merdeka di dalam proses pembelajaran agama Kristen. Seorang tokoh pendidikan di Kabupaten Nias Barat menjelaskan bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar di pelosok Kepulauan Nias termasuk Kabupaten Nias Barat masih kurang relevan penerapannya. Karena berbagai faktor, baik sumber daya manusianya, sarana prasananya maupun kesiapan para guru . alam hal ini pihak sekola. 1 Demikian juga Sabriadi dan Nurul menjelaskan bahwa ada berbagai tantangan yang dialami untuk menerapkan kurikulum merdeka belajar ini, salah satunya adalah tujuan yang lebih dominan mengarahkan para siswa untuk berusaha atau bekerja di industri, bukan orientasi pada pembentukan karakter siswa. 2 Berdasarkan pendapat tersebut, maka peneliti memiliki gagasan bahwa memang penerapan kurikulum merdeka belajar pada pelosok negeri khususnya di Kepulauan Nias masing belum relevan dan maksimal. Relevan yang dimaksud terdiri atas: tidak sesuai dengan tujuan . dari pemerintah dalam rancangan kurikulum dan tidak sesuai dengan keadaan siswa, sekolah dan guru di pelosok Kepulauan Nias. Persoalan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain kurang kesiapan pemerintah dalam hal sumber daya manusia dan sarana prasarana yang kurang memadai. Sebab menurut peneliti kurikulum memang sangat penting dan perlu dilakukan pembaharuan namun jangan lupa mempersiapkan sumber daya yang memadai. Dengan demikian, penerapan kurikulum merdeka belajar dapat relevan dan ditingkatkan upaya yang maksimal sesuai dengan keadaan dan situasi daerah diseluruh Indonesia. Peneliti HH. Wawancara (Nias Barat, 2. HR Sabriadi and Nurul Wakia. AuProblematika Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Perguruan Tinggi,Ay ADAARA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 11, no. : 177. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 16 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 mengutip tulisan Tabita yang menjelaskan bahwa dalam menerapkan sistem pendidikan memiliki perbedaan yang sangat jauh antara perkotaan dengan pelosok atau daerah Di perkotaan sangat mudah mendapatkan informasi perkembangan pendidikan, teknologi dan fasilitas lainnya. Sementara di daerah pelosok sudah pasti memiliki kesulitan dalam hal pengembangan informasi, teknologi dan sarana lainnya. 3 Hal ini menjadi persoalan mendasar peneliti soroti dan bahas sebagai bahan pemikiran bagi para pendidik Kristen dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar. Memang tidak mudah dalam menerapkannya sebab berbagai tantangan dan persoalan dihadapi oleh para guru agama Kristen. Sebagai akibatnya, guru mengajar dalam konteks kesesuaian siswa dan sarana yang Upaya penerapan kurikulum merdeka belajar di Kepulauan Nias Barat telah dilakukan, namun seakan hanya sekadar formalitas tanpa ada tindakan selanjutnya. Konsep pemikiran seperti ini yang perlu ditransformasi agar penerapan kurikulum merdeka belajar tersebut dapat efektif dan maksimal. Oleh karena itu, peneliti berpendapat bahwa untuk mengatasi persoalan penerapan kurikulum merdeka belajar di pelosok Kepulauan Nias, maka pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota secara serius mempersiapan para pendidik dengan melakukan pembekalan yang berkualitas, menyiapkan sarana pendukung seperti media, jaringan dan sarana yang sesuai dengan keahlian siswa . Inilah upaya-upaya yang perlu dilakukan, tentu memerlukan satu konsep yang konsisten, berkesinambungan dan bertahap sehingga menghasilkan pendidik yang profesional. Adapun tujuan penelitian ini adalah: pertama, untuk mengungkapkan alasan-alasan persoalan yang terjadi sehingga menjadi bahan evaluasi baik bagi pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta bagi lembaga pendidikan swasta. Kedua, untuk menawarkan sebuah solusi yang sederhana dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi. Dengan keyakinan peneliti bahwa relevansi penerapan kurikulum merdeka belajar pada pendidikan Kristen di pelosok Kepulauan Nias dapat berjalan dengan baik, ketika langkah-langkah penerapannya dilaksanakan secara profesional dan bertanggungjawab. Penelitian yang ditulis oleh Siti Zulaiha. Tika Meldina dan Meisin dengan judul Problematika Guru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, yang diterbitkan pada Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, tahun 2022. Penelitian ini fokus pada upaya guru mengatasi persoalan yang dihadapi ketika menerapkan kurikulum merdeka belajar pada proses pembelajaran terutama kesulitan menganalisis Capaian Pembelajaran, penilaian dan bahan ajar serta teknologi informasi. Selain itu, lokus penelitian juga fokus di SD Negeri 17 Rejang Lebong di kelas I dan IV dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian yang ditulis oleh Desti Relinda Qurniawati dengan judul Efektivitas Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar, tahun 2023. Di dalam penelitian ini, fokus pada pemberian solusi terhadap situasi covid-19 dan ketertinggalan sistem pendidikan nasional yang berbasis e-learning serta deskripsi kurikulum merdeka belajar secara umum yang Tabita Tindie Yuliana. AuPermasalahan Kurikulum Merdeka Di Daerah Pelosok,Ay Https://w. Kompasiana. Com/Tabitatindiey/656bd2b012d50f438f436563/Permasalahan-KurikulumMerdeka-Di-Daerah-Pelosok, n. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 17 A. Duha: Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan KristenA menjelaskan bahwa sedang berlangsung penerapannya walaupun banyak tantangan dan persoalan-persoalan yang perlu diselesaikan. Penerapan kurikulum merdeka belajar merupakan salah satu bentuk peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi siswa sebagai pelajar dengan tujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif. Dari kedua penelitian di atas, maka peneliti berpendapat bahwa terdapat beberapa novelty . dengan penelitian ini, yaitu: pertama, fokus penelitian upaya penerapan kurikulum merdeka belajar di tingkat Sekolah Dasar pada daerah pelosok Kepulauan Nias berbeda dengan penelitian sebelumnya yang fokus penyelesaikan masalah penilaian dan penjelasan sistem penerapannya dalam e-learning. Kedua, lokus penelitian upaya penerapan pada tingkat Sekolah Dasar di pelosok Kepulauan Nias, sementara penelitian sebelumnya lokus penelitian di SD Negeri 17 Rejang Lebong kelas I dan IV. Ketiga, metode penelitian pustaka, penelitian sebelumnya kualitatif deskriptif dan penelitian kualitatif saja. Keempat, hasil capaian berbeda sesuai dengan analisa masing-masing penelitian. II. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka. Menurut Fadli penelitian studi pustaka merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data-data penelitian dengan memahami, membaca, dan mempelajari dari beberapa sumber literatur yang memiliki hubungan dengan penelitian. 4 Dalam penelitian ini, langkah-langkah yang dilakukan adalah pertama. mengumpulkan literatur-literatur berupa buku, jurnal-jurnal dan literatur lainnya yang berhubungan dengan landasan teori penelitian. Kedua. melakukan seleksi terhadap sumber literatur melalui analisis sumber. Ketiga. membaca dan memahami secara baik. Keempat. melakukan penyajian hasil analisis. Kelima. validasi terakhir terhadap sumber literatur. Hasil dan Pembahasan Filosofi Kurikulum Merdeka Belajar Konsep dan filosofi kurikulum merdeka belajar pada dasarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sejak awal perumusan konsep pendidikan nasional Republik Indonesia telah tersirat konsep dan filosofi ini. Baru pada tahun 2021 dan 2022 kurikulum ini mulai viral dalam dunia pendidikan Indonesia setelah menteri pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan kebijakan pelaksanaannya di dalam sistem pembelajaran yang berlaku secara nasional berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor: 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Pemberlakukan kurikulum merdeka belajar ini merupakan indikator kemajuan pendidikan secara komprehensif, namun jangan dikesampingkan faktor yang mendukung keberhasilannya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, dalam pandangannya. Asni Duha menjelaskan bahwa kurikulum merdeka Muhammad Rijal Fadli. AuMemahami Desain Metode Penelitian Kualitatif,Ay Humanika 21, no. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 18 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 belajar dapat dipandang sebagai kebijakan yang merancang capaian tujuan pembelajaran untuk menghasilkan pemdidikan yang berkualitas, sehingga lulusan tidak sekadar lulus melainkan menjadi lulusan unggul dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan 5 Maksudnya, filosofi kurikulum merdeka belajar merupakan eksplisit dari pemikiran tokoh bangsa Indonesia untuk menciptakan sistem pendidikan nasional yang bermutu dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan memperhatikan filosofi ini, maka Dimas dan Saefur menjelaskan bahwa merdeka belajar sebagai bentuk sistem pendidikan yang dicitacitakan oleh para tokoh Indonesia, di mana setelah Indonesia merdeka sebuah harapan yang dirumuskan untuk mendidik dan mengajar manusia Indonesia agar mereka menjadi manusia yang bermutu dan mampu bersaing secara baik dalam berbagai dimensi. 6 Dalam hal ini, kurikulum merdeka belajar merupakan harapan yang terbenam untuk membangun sistem pendidikan nasional yang baik. Sistem pelaksanaan kurikulum merdeka belajar merupakan bagian penting dalam memanjukan pendidikan di Indonesia. Hal ini merupakan gagasam Nadiem Makarim dalam rangka memberikan keleluasan bagi guru dan peserta untuk mengembangkan potensi dan kebebasan belajar. Di mana filosofi di dalamnya mengandung pokok . kebijakan yakni: Ujian Nasional digantikan dengan Asesmen . kompetensi dan karakter siswa, standar kelulusan diserahkan kepada pihak sekolah, rencana pelaksanaan pembelajaran disederhanakan, dan pemberlakukan sistem zonasi diperluas kecuali daerah 7 Artinya makna pemberlakukan kurikulum merdeka belajar merupakan bagian dari kewenangan sekolah yang secara spesifik memberikan penilaian sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal inilah yang sangat membantu untuk mencapai pendidikan yang bermutu. Sekolah memiliki tanggungjawab penuh atas keberhasilan dan mutu sekolah dan siswa yang dihasilkan. Dengan melihat kebijakan tersebut, maka potensi untuk mengembangkan bakat dan keahlian siswa berpeluang besar. Namun, kembali kepada proses pembelajaran dan kehadiran guru sebagai fasilitator terhadap kegiatan belajar mengajar. Jika mengacu kepada makna filosofis kemerdekaan bukan berarti mengabaikan tetapi bagaiman paradigma moral guru dan siswa terhadap keberhasilan pembelajarannya secara mandiri. Kemandirian inilah yang diharapkan mampu mencapai tujuan pembelajaran secara Guru Kristen harus memahami dengan baik makna dan tujuan daripada kurikulum merdeka belajar yang diterapkan pada pembelajaran pendidikan agama Kristen. Asni Darmayanti Duha. AuKurikulum Merdeka Belajar: Efektivitas Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen,Ay Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya 1, no. : 71. M Suryaman. AuOrientasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar,Ay Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 6, no. : 87. Sabriadi and Wakia. AuProblematika Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di Perguruan Tinggi,Ay Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 19 A. Duha: Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan KristenA Orientasi Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Desain kurikulum merdeka belajar memiliki orientasi yang sangat baik dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Kendatipun demikian, pemerintah harus memperhatikan kemampuan mencapai orientasi tersebut, apakah sumber daya mampu . dalam mencapai tujuannya atau tidak. Dengan demikian diperlukan suatu kemampuan yang sungguh-sungguh diterapkan oleh guru Kristen. Perkembangan teknologi dan pembelajaran yang berbasis elektronik, maka kurikulum merdeka harus mampu mempersiapkan sumber daya manusianya baik guru maupun siswa sebagai pelaku keberhasilan kurikulum yang dimaksud. Menurut Maman bahwa kurikulum merdeka belajar memiliki orientasi salah satu yakni OBE (Outcome Based Educatio. OBE merupakan proses pendidikan dimana fokusnya hasil yang nyata yakni orientasi pengetahuan hasil, keahlian dan karakter yang baik. Selain itu. OBE juga merupakan proses pendidikan yang melakukan penataan kurikulum, asesmen dan praktek yang menunjukkan kemampuan mencapai pembelajaran. 8 Orientasi ini akan menciptakan proses pembelajaran yang berbasis hasil yang baik. Hasil tersebut terdiri atas kemampuan pengetahuan, keterampilan dan Di dalam kurikulum merdeka belajar, menunjukkan kemampuan guru dan siswa dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan sesuai dengan konsep awal. Asni Duha menjelaskan bahwa di dalam konsep kurikulum merdeka belajar, tujuan yang hendak dicapai adalah memberikan peluang kepada guru dan siswa dalam mengembangkan pikiran, kreatifitas dan melakukan perubahan dalam proses pembelajaran yang berlangsung. 9 Pelaksanaan kurikulum merdeka belajar pada prinsipnya memberikan kesempatan kepada siswa dan guru dalam melakukan perubahan pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar yang selama ini monoton dan berpusat kepada guru, sekarang siswa mampu melakukan tindakan pembelajaran secara mandiri tanpa harus ada guru dan menerima petunjuk dari guru. Namun demikian, orientasi pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar ini tidak serta merta mampu tercapai jikalau tidak memperhatikan sisi lain dari penerapannya. Sebab tidak semua guru Kristen mampu menerapkannya, demikian sebaliknya siswa juga belum tentu mampu melakukannya. Jikalau kita melihat dalam pandangan Alkitab tentang bagaimana orientasi pembelajaran tercapai secara baik, maka Rasul Paulus berkata aku bukan orang sembarangan melakukannya tetapi aku mempersiapkan diri secara baik dan profesional . 1 Korintus 9:. Sebab orientasi Paulus adalah mencapai panggilan sorgawi yang menjadi kerinduannya . Efesus 3:. Kebebasan dalam konsep kurikulum merdekan bukan melakukan semberangan melainkan mendesain pembelajaran secara baik dan profesional untuk mencapai tujuan pembelajaran pendidikan agama Kristen. Guru agama Kristen memiliki tugas untuk mempersiapkan dengan baik. Kebebasan ini menjadi tanggungjawab yang baik agar pendidik dan peserta didik sama-sama memiliki Fristian Hadinata. AuAnalisis Filosofis Implementasi Merdeka Belajar Sebagai Instrumen Kesetaraan Dan Pendidikan Demokratis,Ay Mozaik Humaniora 21, no. : 20. Duha. AuKurikulum Merdeka Belajar: Efektivitas Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen,Ay 72. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 20 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 kesempatan mengembangkan potensi. Tanpa disadari, penerapan kurikulum merdeka belajar ini dapat berakibat kurang baik ketika pelaksanaannya tidak profesional. Kreativitas yang diharapkan merupakan bagian penting sebagai outcome pendidikan agama Kristen. Orientasi kurikulum merdeka belajar sama dengan orientasi pendidikan agama Kristen, yakni menghasilkan murid yang benar-benar berkualitas, kreatif dan memiliki keterampilan serta karakter yang baik. Pembelajaran PAK lebih efektif dalam membentuk siswa yang memiliki karakter spiritual, pengembangan psikomotorik dengan memfasilitasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui penerapan kurikulum merdeka belajar, sehingga siswa mampu menghadapi tantangan yang dilaluinya. 10 Peneliti dapat mengatakan bahwa orientasi tersebut bisa disebut orientasi taksonomi bloom yang terdiri atas kognitif, afektif dan psikomotorik. Semua tujuan ini merupakan orientasi yang diharapan dalam suatu kegiatan pembelajaran yang telah diterapkan dengan baik oleh guru Kristen dalam pembelajaran PAK. Selain itu, orientasi lain dari pada kurikulum merdeka belajar ini tertuang dalam analisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gumilar, dkk menjelaskan bahwa dalam menghadapi zaman yang terus berkembang dengan cepat yakni zaman masyarakat 0, maka pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan gagasan program pembelajaran yang berbasis merdeka. Sebab diyakini bahwa dengan melakukan kurikulum merdeka tersebut, sekolah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghasillkan lulusan yang memiliki peluang mengembangkan potensi pada zaman teknologi ini. 11 Artinya, ada hal yang mendesak Indonesia harus melakukan update kurikulum pendidikan nasional untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan Untuk itu, guru agama Kristen tidak boleh mengabaikan mutu pendidikan dalam konteks penerapan kurikulum merdeka belajar. Sebab telah diberikan kebebasan untuk mengembangkan materi, keahlian dan pikiran yang dapat menciptakan suatu hasil yang berdampak secara nasional, diakui dan dipublikasi secara nasional. Tetapi tidak boleh dilupakan bahwa dalam menyeimbangkan hasil dengan mutu diperlukan suatu sistem dan sumber daya yang sangat memadai, sehingga memberikan kepuasan terhadap capaian pada tujuan pendidikan agama Kristen. Sebagaimana telah diuraikan secara jelas dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yang pada dasarnya pendidikan yang dilasanakan harus mencapai tujuan pendidikan nasional yakni menjadi manusia yang berakhlak mulia, profesional, bertanggungjawab dan mandiri. Menurut orientasi kurikulum merdeka belajar dapat dicapai apabila telah dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar, terutama pada pendidikan agama Kristen. Menurut Iwan dkk bahwa setelah kurikulum merdeka belajar ini ditetapkan dan diterapkan, maka pemerintah yakin bahwa melalui penerapan Lexie Adrin Kembuan Anna Candrasari. AuIMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN AGAMA KRISTEN DI SMP KRISTEN DIAN SAKTI PAGERWOJO. KESAMBENAe BLITAR,Ay SESAWI: JURNAL TEOLOGI DAN PENDIDIKAN KRISTEN 5, no. : 23. Gumgum Gumilar et al. AuUrgensi Penggantian Kurikulum 2013 Menjadi Kurikulum Merdeka,Ay Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar 5, no. : 150. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 21 A. Duha: Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan KristenA kurikulum merdeka belajar mampu membawa perubahan yang semakin meningkat, sehingga mengalami kemajuan pendidikan di Indonesia. 12 Artinya peneliti berpendapat, pemerintah telah memikirkan bagaimana resiko dan peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan yang baik sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Orientasi yang telah dirumuskan oleh pemerintah, pemerintah yakin para pendidik dan peserta didik mampu mencapai orientasi tersebut melalui kegiatan belajar mengajar. Memang diperlukan sumber daya manusia yang handal dan profesional, namun melalui pembinaan dan pelatihan salah satu cara yang baik untuk memperlengkapi para pendidik. Proses pembelajaran dalam kurikulum merdeka belajar merupakan wujud sistem pendidikan dan proses pembelajaran yang orientasi pada peserta didik. Karena itu, memberikan tantangan dan peluang kepada pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan perubahan, kreatif, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan peserta didik serta kemampuan untuk mandiri dalam mengembangkan potensi, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan fakta yang terjadi dan dialami. 13 Dinamika yang terjadi dalam proses pembelajaran merupakan kemampuan untuk memanajemen proses belajar mengajar. Merencanakan program pembelajaran yang dapat diterapkan dengan baik, itu semua merupakan orientasi pada kurikulum merdeka belajar yang perlu dipahami oleh guru agama Kristen. Unsur Keadilan dan Kesetaraan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Pada dasarnya kurikulum merdeka belajar memiliki prinsip fleksibilitas, yaitu memberikan kebebasan kepada guru agama Kristen dan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan, keahlian dalam pengembangan potensi. Dalam penerapannya, kurikulum merdeka belajar memiliki unsur keadilan dan kesetaraan sehingga seluruh guru dan siswa di Indonesia mempunyai kesempatan yang sama dalam mencapai tujuan pembelajaran dan cita-cita. Namun demikian, unsur keadilan dan kesetaraan ini memang ada di dalam kurikulum merdeka belajar, tetapi apakah asas semesta mengalami prinsip . ini atau tidak. Peneliti mengutip Fristian yang mengatakan konsep merdeka belajar pada proses pembelajaran menekankan kelebihan pada instrumen pendidikan dengan memberikan akses kepada dunia kerja sesuai dengan kemampuan yang Hal ini dilaksanakan secara merata untuk mendapatkan kesejahteraan dalam bidang ekonomi yang mampu bersaing secara global. 14 Pendapat ini memang memberikan keadilan, namun kita tidak bisa melupakan kenyataan yang terjadi di bidang pendidikan Indonesia yakni terjadinya kesenjangan pemerataan mutu dan pembangun sarana prasarana termasuk sumber daya manusianya. Hal inilah yang menggerakan peneliti untuk Iwan Ramadhan et al. AuTransformasi Kurikulum 2013 Menuju Merdeka Belajar Di Sma Negeri 1 Pontianak,Ay VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 14, no. : 59. Nizam. Buku Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI, vol. 1, 2020, 3. Hadinata. AuAnalisis Filosofis Implementasi Merdeka Belajar Sebagai Instrumen Kesetaraan Dan Pendidikan Demokratis,Ay 162. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 22 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 membahas relevansi penerapan kurikulum merdeka belajar ini di daerah-daerah pelosok khususnya Kepulauan Nias. Peneliti yakin unsur keadilan dan kesetaraan penerapan kurikulum merdeka belajar secara proposional belum terjadi seratus persen. Sebab itu, guru agama Kristen harus memandang sebagai sebuah peluang untuk berkontribusi memberikan gagasan dalam rangka meningkatkan pembinaan, pelatihan dan penyediaan sumber daya manusia yang memiliki keahlian. Agar unsur keadilan dan kesetaraan ini benar-benar dialami setiap sekolah, guru dan peserta didik, maka pemerintah melalui Kemendikbudristek RI memberikan satu pandangan mengenai keberlanjutannya yaitu: . kebijakan yang mendasar . egulasi fundamenta. , yakni sebagaimana diatur dalam PP Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. Hal ini mengacu kepada pengembangan guru yang berkualitas secara mutu, kepribadian dan sosial. yang sangat berbeda antara Ujian Nasional dan Asesmen Nasional. Hal ini memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menilai secara objektif siswanya yang diajarkan setiap hari, sehingga kelulusan siswa tersebut tidak ditentukan berdasarkan keberuntungan atau kecerdasan . dukungan publik, yakni para guru, peserta didik, lembaga pendidikan dan masyarakat harus turut memberikan dukungan dalam menyukseskan pelaksanaan kurikulum merdeka belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang bermutu. 15 Dari pandangan ini, peneliti memberikan gagasan bahwa relevansi penerapan kurikulum merdeka belajar pada pendidikan Kristen agar mendapatkan keadilan dan kesetaraan harus dilakukan analisis terhadap kebijakan, penilaian dan kontribusi para lembaga Kristen yang memiliki kewenangan untuk itu. Secara komprehensif unsur keadilan dan kesetaraan dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar baik, namun secara sempurna dan maksimal belum memenuhi standar sebagaimana di Amanatkan dalam UUD 1945. Untuk itu, diperlukan penerapan yang berbasis keadilan sebagai asas yang harus dikerjakan dengan baik. Kita memahami bahwa kondisi, kelemahan dan kekurangan yang terjadi menjadi salah satu bahan evaluasi kepada pemerintah dan sekolah sebagai stakeholders. Peran ini tidak bisa dilepaskan sebagai penonton tetapi berperan aktif untuk menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang handal, kompetitif dan mampu memberikan dampak kepada dunia. Upaya Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Pelosok Kepulauan Nias Deskripsi Kepulauan Nias Kepulauan Nias (Tany Nih. merupakan pulau yang berada di sebelah Barat Pulau Sumatera Utara. Kepulauan Nias terdiri atas empat Kabupaten dan 1 Kota, yakni Kabupaten Nias. Nias Selatan. Nias Barat. Nias Utara dan Kota Gunungsitoli. Dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di Kepulauan Nias masih banyak daerah yang termasuk dalam daerah pelosok bahkan beberapa kabupaten dikategorikan daerah tertinggal dan kemiskinan ekstrim berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021. Berkat Laoli mengatakan Kemendikbud RI. AuBuku Saku Tanya Jawab Kurikulum MerdekaAy . Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 23 A. Duha: Kurikulum Merdeka Belajar dan Implementasinya dalam Pendidikan KristenA sebagai pulau impian yang memiliki peluang pengembangan dan kemajuan, namun harus diakui bahwa Kepulauan Nias masih banyak yang tergolong daerah pelosok, sehingga sulit akses kesehatan, pendidikan dan perekonomian. 16 Dari pendapat tersebut, peneliti menjelaskan bahwa pulau Nias memiliki banyak keterbatasan yang perlu dukungan pemerintah khususnya bidang pendidikan. Sebab peneliti yakin bahwa hanya melalui jalur pendidikan yang berkualitas perkembangan Kepulauan Nias dalam beberapa bidang lainnya akan mencapai puncak yang baik dan menjadi daerah yang berkembang, maju dan Jika dikombinasikan dengan upaya penerapan kurikulum merdeka belajar, maka sangatlah penting untuk diperhatikan upaya-upaya yang dapat menunjang penerapan kurikulum merdeka belajar. Upaya Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kebijakan kurikulum merdeka belajar menjadikan guru agama Kristen harus belajar lebih baik dan profesional. Namun, menjadi problem yang mendasar ketika penerapan kurikulum merdeka belajar tersebut tidak dipersiapkan secara baik, maksimal dan Akibatnya akan menghasilkan pembelajaran yang tidak terarah. Di SD di mana tugas belum diterapkan kurikulum merdeka belajar ini, sebab guru-guru belum dibekali dan tidak pernah kami ikut bimtek atau kegiatan lain yang sejenis. Dan menurut pemahaman kami sulit diterapkan di Nias Barat khususnya di SD Hiliwase, karena kemampuan intelektual siswa dan sumber daya yang tidak cukup. 17 Menurut hemat peneliti, memahami pernyataan ini seakan memberikan gambaran bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar di Kepulauan Nias masih belum diterapkan secara menyeluruh. Perlu adanya pembenahan sistem, mempersiapkan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang cukup untuk mendukung penerapannya. Hal ini merupakan bagian permasalahan perubahan kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka belajar. Bahkan kurikulum 2013 belum diterapkan secara merata sudah diganti dengan sistem dan kurikulum yang baru. Junarti dkk menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah prinsip utama lain dari kurikulum "Merdeka". Pendekatan ini berfokus pada pemecahan masalah di dunia nyata, memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk mengatasi tantangan otentik yang relevan dengan kehidupan mereka. Hal ini mendorong pemikiran kritis, kreativitas, dan kolaborasi ketika siswa bekerja secara individu atau kelompok untuk menemukan solusi inovatif. 18 Dari pandangan ini, peneliti berpendapat bahwa kurikulum merdeka pada dasarnya memberikan keuntungan, namun dipelosok Kepulauan Nias Berkat Kurniawan Laoli. Nias Dalam Gagasan Kemajuan (Gunungsitoli: Berkawan Publishing, 2. Liami Gulo. Wawancara (Nias Barat, 2. Ermy Dikta Sumanik Junarti. Husna ImroAoathush Sholihah. Ratna Puspita Sari. Markus Oci. AuNNOVATION IN EDUCATIONAL TECHNOLOGY TO ENHANCE STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT IN THE ERA OF THE MERDEKA CURRICULUM,Ay Indonesian Journal of Education (INJOE) 7, no. : 294. Copyright 2024 A Immanuel, e-ISSN 2721-432X, p-ISSN 2721-6020 | 24 Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol 5. No 1. April 2024 penerapannya masih belum efektif seperti di kota-kota atau sekolah yang telah memiliki fasilitas yang lengkap, mencukupi dan bahkan canggih. Sebagai daerah Kepulauan. Nias juga merupakan daerah tertinggal yang pada dasarnya memiliki perbedaan yang sangat jauh dengan kota. Cara berpikir, bertindak dan kemampuan pengetahuan di daerah pelosok sangat jauh dari harapan sesuai dengan yang diamatkan kurikulum merdeka belajar. Kondisi ini memberi pengaruh terhadap penerapan kurikulum merdeka belajar yang belum diterapkan secara baik dan maksimal. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya penerapannya melalui sumber daya manusia yang dipersiapkan dengan baik, mantap dan profesional. Pemerintah maupun sekolah melakukan pelatihan atau workshop kepada guru secara berkualitas, tidak hanya sekadar ada kegiatan tapi terkesan seperti asal-asalan dan hanya menghabiskan anggaran. Selain itu, fasilitas diupayakan dilengkapi sesuai dengan kebutuhan yang relevan dengan penerapan kurikulum merdeka tersebut. Dengan upaya ini, peneliti yakin bahwa kurikulum merdeka belajar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di Kepulauan Nias. IV. Kesimpulan Kebijakan kurikulum merdeka belajar yang digagas oleh menteri pendidikan dan kebudayaan merupakan gagasan yang sangat baik dan adaptif di zaman teknologi. Namun penerapan kurikulum tersebut tidak serta merta dapat dilaksanakan secara serentak, baik, maksimal dan profesional. Dengan demikian, dilakukan upaya penerapannya melalui pembekalan sumber daya manusia melalui pelatihan dan kegiatan-kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan serta melengkapi sarana prasarana yang baik dan cukup untuk mendukung pelaksanaan kurikulum merdeka belajar di dalam pendidikan Kristen. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka guru dapat mengajar secara profesional untuk menghasilkan siswa yang berkualitas. Referensi