Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR CAMAT ONOHAZUMBA KABUPATEN NIAS SELATAN Risman Waruwu Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya rismanwaruwu510@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif yang bersifat kausal. Jenis data yang digunakan yaitu kuantitatif dan sumber data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Kantor Camat Onohasumba. Teknik penentuan sampel yang digunakan yaitu tenkik non probability sampling dengan metode sampling Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pegawai di Kantor Camat Onohazumba berjumlah 32 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua pegawai di Kantor Camat Onohazumba berjumlah 32 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Saran dalam penelitian ini yaitu, supaya pegawai menghasilkan pekerjaan yang lebih baik, maka atasan perlu memberikan perhatian khusus kepada pegawai yang memiliki kinerja yang baik agar ia semakin semangat dalam bekerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja. Kinerja Pegawai Abstract This research aims to find out how motivation of work is linked to the performance of officials in the Onohazumba Camat Office of Southern Nias district. The type of research used in this research is quantitative research that is causal. The sample determination technique used is non probability sampling by saturating. Population methods in this study, that is, all of the staff at Camat Onohazumba Office consisted of 32 people. Sample methods in this study, that is, all of the staff at Camat Onohazumba Office consisted of 32 people. The results of this study show that there is a relationship between motivation of work and the performance of staff at the Camat onohazumba office in Southern Nias district. The suggestion in this study is that, in order for the employee to produce a better job, then the superior should give special attention to the staff who have a good performance so that he gets more enthusiastic in the work. Key Words: Work motivation. Employee performance. Pendahuluan berfungsi secara efektif dan memberikan Agar suatu perusahaan atau instansi outcome yang berharga dalam seluruh dapat mencapai suatu tujuan tertentu, aktivitasnya, sumber daya manusia sangatlah penting. mengelola seluruh sumber dayanya. Agar suatu lembaga atau organisasi dapat khususnya sumber daya manusianya Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X sebagai personel pengelola operasional Penggunaan sumber daya manusia yang efektif sangat penting bagi organisasi Insentif yang kuat diperlukan baik dari sumber eksternal maupun internal, khususnya kepala lembaga, untuk memastikan bahwa sumber daya manusia digunakan secara maksimal. agar setiap menyelesaikan tugas dan kewajiban yang telah dilimpahkan kepadanya. Anggota staf yang termotivasi dalam suatu organisasi dapat bekerja secara efisien dan melakukan pekerjaan berkualitas tinggi. Tujuan organisasi dapat dipenuhi dengan bantuan kerja unggul para pekerja. Organisasi-organisasi lebih bergantung pada pekerja manusia daripada mesin canggih dan infrastruktur yang berkembang dengan baik untuk mencapai misi mereka. Karena tenaga kerja bertanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi, maka keberadaan sumber daya manusia menjadi hal yang krusial. Untuk mencapai hasil kinerja terbaik, sangat penting untuk mengoptimalkan potensi seluruh sumber daya manusia dalam perusahaan. Dunia organisasi harus memotivasi setiap orang untuk bekerja secara efektif penggunaan sumber daya manusianya. Hal ini akan memungkinkan setiap karyawan untuk berfungsi sebaik mungkin dan meningkatkan produktivitas. Motivasi di tempat kerja dapat didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk bekerja keras dan efisien untuk mencapai tujuan di tempat kerja dan memberikan segalanya setiap hari. Afandi . mengartikan motivasi sebagai suatu keinginan yang bersumber dari dalam diri seseorang atau individu karena adanya dorongan, dorongan, dan dituntut untuk melaksanakan tugasnya dengan ikhlas, gembira, dan ikhlas agar hasilnya positif, unggul dan berkualitas tinggi. Motivasi kerja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi dorongan dan cita-cita untuk eksternal meliputi inspirasi, dorongan, dan semangat kerja bagi pegawai untuk membina hubungan kerja yang positif dengan pimpinan dan memungkinkan tercapainya tujuan organisasi. secara maksimal. Indikator motivasi kerja, seperti harga diri, otoritas, persyaratan stabilitas kerja, kesiapan, pengetahuan, keterampilan, tugas, kewajiban, dan tujuan yang dapat memaksimalkan kinerja karyawan, berfungsi sebagai standar untuk mencapai hasil yang diinginkan. Intinya, kinerja mengacu pada hasil yang dicapai pekerja sehubungan dengan tugas pekerjaan mereka. Kaliber dan volume pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawan dalam suatu perusahaan atau instansi menentukan seberapa baik mereka Suparyadi . mendefinisikan kinerja sebagai upaya dilakukan oleh suatu organisasi untuk mengelola kompetensi pegawai guna memastikan bahwa pekerja memenuhi standar kinerja lembaga, yaitu mampu memberikan kontribusi sebesar-besarnya dan mencapai tujuan organisasi. Pekerjaan Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X yang telah diselesaikan oleh pegawai dengan tetap memperhatikan unsur eksternal dan internal menghasilkan Contoh faktor internal antara lain pengalaman kerja, pendidikan, inisiatif, ciri kepribadian, atribut fisik, dan sikap. Faktor eksternal dapat berupa apa saja mulai dari kepemimpinan, peraturan perusahaan, dan perilaku karyawan. Jumlah, kualitas, keterampilan kerja, akuntabilitas, kerja tim, kapasitas kerja, pemanfaatan sumber daya, ketepatan waktu, dan keluaran seorang karyawan merupakan komponen kinerja Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, setiap orang dalam suatu organisasi atau instansi harus berkinerja baik atau memberikan hasil kerja yang sebesar-besarnya dipersyaratkan oleh instansi tersebut. Motivasi karyawan dalam bekerja sangat berkorelasi dengan kinerja yang baik. Motivasi dalam bekerja adalah keinginan untuk menyelesaikan suatu tugas. Kinerja pegawai dan motivasi kerja menurut Wibowo . mempunyai hubungan yang kuat, karena permasalahan kinerja dipengaruhi oleh berbagai macam unsur, antara lain masukan individu, faktor lingkungan kerja, motivasi, dan perilaku yang dimotivasi secara tepat. Motivasi kerja yang rendah, yang meliputi kurangnya semangat, derajat kehadiran, dan tanggung jawab, akan mengakibatkan rendahnya kinerja karyawan. Sebaliknya, jika seorang pekerja memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan pekerjaannya, mereka biasanya akan bekerja pada tingkat yang lebih tinggi secara efektif dan efisien, merasa lebih bertanggung jawab atas tugas dan pekerjaannya, mampu memenuhi tenggat waktu, meningkatkan tujuan kerja, dan menjadi kreatif dalam pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa elemen inti yang menopang produktivitas pekerja adalah motivasi intrinsik pekerja dalam melakukan tugasnya. Pegawai di Kantor Kecamatan Onohazumba perlu Dalam situasi ini, seorang meningkatkan kinerja pekerja. Berdasarkan observasi awal penulis yang dilakukan di lokasi penelitian, masih terdapat pegawai yang kurang memiliki menyelesaikan pekerjaannya, termasuk mereka yang diharapkan dapat bekerja keras untuk masyarakat. Akibatnya, terdapat masalah yang diketahui dengan rendahnya semangat kerja karyawan di tempat kerja. Namun demikian, beberapa pekerja terus gagal mencapai hal ini, sementara pekerja lainnya mengabaikan kewajiban mereka untuk menyelesaikan tugas, dan masih ada pekerja yang tidak mempunyai keinginan untuk membuat Motivasi pegawai di Kantor Camat Onohazumba permasalahan yang perlu diatasi guna meningkatkan kinerja pegawai secara jawabnya sesuai dengan tujuan dan sasaran Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Dari latar belakang permasalahan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja Penelitian AuHubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias SelatanAy Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diberikan sebelumnya, maka permasalahan yang teridentifikasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Kurangnya semangat pegawai dalam Kurangnya dorongan pegawai untuk mencapai hasil yang baik dalam bekerja. Masih ada pegawai yang kurang memenuhi pekerjaan secara tuntas dalam menyelesaikan tugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk Bagaimanakah motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. dalam penelitian ini. Data primer adalah data yang dikumpulkan atau diperoleh oleh peneliti yang membutuhkannya untuk Sumber primer adalah sumber yang langsung memberikan data Sugiyono . Karyawan menjadi sumber data penelitian ini melalui penyebaran kuesioner. Tempat penelitian pada penelitian ini adalah di Kantor Camat Onohazumba dalam Kabupaten Nias Selatan. Sedangkan waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan juni 2023 sampai selesai. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan yang berjumlah 32 orang pegawai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah dengan memberikan responden daftar pertanyaan untuk diisi pada Skala Linkert digunakan dalam proses pemberian nilai atau skor. Metode analisis data penelitian ini menggunakan uji signifikansi dan korelasi Salah satu cara untuk mengetahui besarnya hubungan antara dua variabel, misalnya variabel X dan variabel Y, adalah dengan melakukan uji korelasi dasar. Sugiyono . menggunakan rumus berikut untuk menilai korelasi dasar: Metode Penelitian Penelitian kuantitatif kausal . ebab akiba. merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode kuantitatif Sugiyono . Mereka digunakan untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu, mengumpulkan data melalui menganalisis data kuantitatif dan statistik, serta mendeskripsikan dan menguji hipotesis yang telah ditentukan. Data primer berupa data numerik merupakan jenis data yang digunakan Keterangan: = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X = Jumlah peserta tes = Jumlah skor variabel X = Jumlah variabel Y untuk mengumpulkan data penelitian akan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil pengolahan data, yang menjadi bukti hipotesis. Uji validitas dan uji reliabilitas adalah dua ide yang digunakan untuk mengukur kaliber data Pemrosesan menghasilkan hasil yang asli dan dapat Sebelum memulai pengolahan data, akan dilakukan pengujian validitas dan keandalan data. Untuk menentukan apakah suatu diperiksa pada seluruh populasi, pertamatama hubungan tersebut harus lulus uji Tabel nilai r product moment untuk dk = n-2 pada taraf signifikansi 5% digunakan untuk menilai signifikansi koefisien korelasi. Signifikansi ditentukan jika thitung melebihi ttabel. Rumus berikut ini menurut Sugiyono . mewakili uji signifikansi korelasi product moment: Keterangan: = Nilai thitung yang dikonsultasikan dengan ttabel pada dk=n-2 = Korelasi yang ditemukan Rumus hipotesisnya: H0 : = 0 . idak ada hubunga. Ha : Uji Validitas Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja (X) Tabel 1. Uji Validitas Variabel Motivasi Kerja (X) r Hitung r Tabel 32 Ket Item item Total Responden Correlation 0,370 0,349 Valid 0,629 0,349 Valid 0,608 0,349 Valid 0,548 0,349 Valid 0,678 0,349 Valid 0,784 0,349 Valid 0,653 0,349 Valid 0,598 0,349 Valid 0,861 0,349 Valid 0,614 0,349 Valid = 0 . da hubunga. Hasil Penelitan dan Pembahasan Hasil penelitian akan peneliti uraikan dalam temuan-temuan penelitian ini, yang pengumpulan dan pengolahan data Investigasi yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dengan memberikan kuesioner kepada responden dan dokumentasi yang lengkap, menghasilkan kesimpulan dari Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti . penelitian ini. Koefisien korelasi . untuk item pernyataan 1 sampai 10 adalah positif. Uji Instrumen Data yang akan diperiksa dan sebagaimana ditunjukkan oleh tabel yang instrumen pernyataan yang digunakan memvalidasi total item statistik. Temuan uji Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 menunjukkan bahwa rtabel mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,05 dan sebesar 0,349. Oleh karena itu, dapat dikatakan butir pernyataan 1 sampai dengan 10 dianggap sah karena rhitung > rtabel, artinya seluruh pernyataan pada daftar pernyataan tentang variabel motivasi kerja (X) dianggap positif. E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X 0,349 0,349 0,349 0,349 Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti . Koefisien korelasi r untuk item pernyataan 1 sampai 10 adalah positif, berdasarkan tabel yang digunakan untuk menghitung uji validitas total item statistik. Temuan uji validitas terhadap 32 responden menunjukkan bahwa rtabel mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,05 dan sebesar 0,349. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa butir pernyataan 1 sampai dengan 10 dianggap asli karena rhitung > rtabel, artinya seluruh pernyataan dalam daftar pernyataan yang berkaitan dengan variabel kinerja karyawan (Y) dianggap dapat diterima karena adanya korelasi positif. Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Kerja (X) Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti . Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,890 > 0,60 sesuai tabel. Wisnu dan Permana instrumen penelitian dikatakan dapat diandalkan jika nilai Cronbach Alpha-nya lebih dari 0,6. Reliabilitas item instrumen penelitian dapat disimpulkan dari nilai Cronbach Alpha yang lebih dari 0,60. 0,583 0,610 0,795 0,824 Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Reliability Statistic CronbachAos N Of Alpha Items ,917 Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti . Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,917 > 0,60 sesuai tabel. Suatu instrumen penelitian dikatakan dapat diandalkan menurut Wisnu dan Permana . apabila nilai Cronbach Alpha-nya lebih dari 0,6. Reliabilitas item instrumen penelitian dapat disimpulkan dari nilai Cronbach Alpha yang lebih dari 0,60. Tabel 3. Uji Validitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) r Tabel 32 Ket Item Hitung Responden 0,694 0,349 Valid 0,520 0,349 Valid 0,749 0,349 Valid 0,786 0,349 Valid 0,591 0,349 Valid 0,749 0,349 Valid Uji Hipotesis Uji Korelasi Sederhana Hasil pengolahan data menunjukkan korelasi sederhana sebesar 0,671 yang Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara 0,671 variabel keberagaman motivasi dan variabel kinerja karyawan. Korelasi ini berada pada interval 0,60-0,799 yang menunjukkan tingkat hubungan yang kuat. Tabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel motivasi kerja (X) dengan variabel kinerja pegawai (Y). Hal ini didukung dengan nilai t yang diperoleh sebesar 7,817, sedangkan nilai ttabel a = 0,05 dengan derajat kebebasan . n-2 . = 30 adalah 1,697 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Selain itu, karena nilai thitung . > ttabel . , maka dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kinerja pegawai pada Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan mempunyai hubungan yang signifikan. Tabel 5. Uji Korelasi Sederhana Model Model Summaryb Adjusted Square Square ,819a ,671 Std. Error of Estimate ,660 1,993 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X) Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti . Uji Signifikansi Dalam penelitian ini, korelasi linier dasar diuji melalui penggunaan software SPSS 21 for Windows untuk pengujian untuk mengetahui hubungan antara motivasi pekerja dengan output Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan. Penutup Motivasi dan kinerja kerja di Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan mempunyai hubungan yang saling berkaitan, berdasarkan temuan penelitian dan perdebatan yang telah dipaparkan. Berbagai pengujian dapat menguatkan hal ini, termasuk: Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan korelasi dasar sebesar 0,671. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 0,671 variabel keberagaman pekerjaan mempunyai hubungan yang kuat, karena korelasi tersebut berada pada rentang tingkat hubungan kuat yaitu 0,60-0,799. Karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai thitung . > ttabel . , maka diperhatikan antara variabel insentif kerja (X) dengan variabel kinerja karyawan (Y). Berdasarkan temuan, pembahasan, dan kesimpulan yang disampaikan, maka Tabel 6. Uji Signifikan Coefficientsa Model Unstandardized Standardize Coefficients Sig. 2,435 ,021 7,817 ,000 Coefficients (Co Std. Error 10,612 4,357 ,758 ,097 Beta Moti ,819 Kerj Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: Hasil Olahan Data Peneliti . Copyright . Risman Waruwu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X peneliti memberikan saran kepada Kantor Camat Onohazumba Kabupaten Nias Selatan sebagai berikut: Kualitas pelayanan pegawai terhadap masyarakat perlu ditingkatkan sehingga tuntutantuntutan dari masyarakat. Untuk memastikan pegawai tiba di tempat kerja tepat waktu, manajer harus memberikan hukuman/sanksi kepada pekerja yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah. Hal ini akan mencegah pekerja melakukan kesalahan yang sama dua kali. Disarankan agar anggota staf Kantor Camat Onohazumba melaksanakan semua tugas yang diberikan untuk mendapatkan kepercayaan, rasa hormat, penghargaan, dan disukai masyarakat. Karena masih banyak permasalahan pada temuan penelitian, maka peneliti menyarankan akademisi lain yang bekerja pada topik yang sama untuk mengumpulkan sampel tambahan dan menggunakan teknik analitik lainnya. Affandi. Azhar. Suyatin, . Strategi Perencanaan Sumber Daya Manusia. Denok Sunarsi. Surabaya: Cipta Media Nusantara (CMN). Albert. Kurniawan. Belajar Mudah SPSS Untuk Pemula. Jakarta: Mediakom Agusmina Duha, & Darmawan Harefa. Pemahaman Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMP. Sukabumi. Jejak (Jejak Publishe. Anis Sumanti Manao. Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias Selatan. Vol 5 Dian Kasih Bago . No 1 . Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan. Pendapatan. Dan Aset Daerah Kabupaten Nias Selatan: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Aris Putra Laia. Makna Famesao Ono Nihaly Pada Acara Pernikahan Di Desa Simandrayly Kecamatan OAooAou FAGURU : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Universitas Nias Raya (UNIRAYA), 1 . , 28-41 Bohalima. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Camat Teluk Dalam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan, 7. , https://doi. org/10. 57094/jim. Daftar Pustaka