PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. Oktober 2025 e-ISSN : 2622-6383 Pengaruh Literasi Keuangan. Pendapatan dan Perilaku Keuangan Dalam Meningkatkan Minat Investasi Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarj. Gesti Novi Ramadani. Detak Prapanca2*). Herlinda Maya Kumala Sari. prapanca@umsida. Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Negara Indonesia 1, ,2*, 3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui Peran Literasi Keuangan. Pendapatan dan Perilaku Keuangan Dalam Meningkatkan Minat Investasi Mahasiswa (Studi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 7. 764 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo angkatan Sampel diputuskan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. jumlah sampel yang diperoleh adalah sekitar 98,72 orang. Namun, dalam penelitian ini, akan diambil sebanyak 150 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) dan menggunakan PLS (Partial Least Squar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu literasi keuangan, pendapatan, dan perilaku keuangan, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Kata Kunci: Literasi Keuangan. Pendapatan. Perilaku Keuangan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Kemajuan ekonomi suatu negara dapat dipengaruhi oleh laju globalisasi yang semakin Tidak diragukan lagi, tidak mungkin untuk memisahkan dampak tingkat konsumsi masyarakat dari pertumbuhan ekonomi. Menabung dan mempraktikkan pengelolaan uang yang baik sangat penting untuk menghentikan konsumsi yang berlebihan. Investasi adalah pilihan yang diambil orang untuk membelanjakan uang mereka dengan harapan dapat menghasilkan uang di kemudian hari. Pasar modal adalah salah satu pilihan tempat berinvestasi (Jurnal et al. , 2. Karena investasi dapat mempercepat kemajuan ekonomi jangka panjang, maka ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran akan hal ini (Tehupelasuri et al. , 2. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 374 Gambar 1 Data demografi investor di pasar modal Indonesia per Agustus 2024 Berdasarkan pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa investor dibawah 30 tahun mendominasi pasar modal di indonesia. Mahasiswa merupakan mayoritas dari kelompok usia tersebut . Hal ini mengindikasikan bahwa para mahasiswa sudah mulai mengenal (Fridana & Asandimitra, 2. Hingga Agustus 2024. BEI telah melaksanakan 15. inisiatif literasi keuangan di Indonesia, baik secara daring maupun luring. Selain itu, 3. kegiatan Duta Pasar Modal (DPM) juga telah dilaksanakan. Jumlah partisipan yang teredukasi meningkat signifikan, dari 3,16 juta pada 2023 menjadi 15,33 juta pada 2024. BEI terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi pasar modal dan jumlah investor di Indonesia. Literasi keuangan yang erat kaitannya dengan manajemen keuangan dimana semakin tinggi tingkat literasi keuangan seseorang maka makin baik pula manajemen keuangan seseorang tersebut (Pramanaswari et al. , 2. Literasi keuangan penting dikuasai oleh para investor utamanya mahasiswa agar tidak terjerumus dalam kegiatan investasi menyimpang seperti judi, penipuan, budaya ikut-ikutan, serta risiko kerugian (Andriani et , 2. Hasil dari penelitian (Trisnaningsih et al. , 2. , (Lestari et al. , 2. menunjukan bahwasanya minat investasi secara signifikan dipengaruhi oleh literasi keuangan. Begitupun sebaliknya. Hasil dari penelitian (Nurfauziya, 2. , (Mardiyati et al. , 2. menunjukan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap minat investasi pada Pada dasarnya semakin tinggi pendapatan seseorang, maka semakin tinggi minat berinvestasinya (Pokhrel, 2. Jumlah uang saku yang diterima oleh mahasiswa yang menganggur dari orang tua atau sumber lain, seperti beasiswa, dan digunakan untuk biaya hidup atau biaya lainnya, seperti investasi atau menabung, disebut sebagai Investasi dan pendapatan saling berkaitan. Investasi seseorang meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan mereka. Hal ini karena mereka berpikir untuk berinvestasi setelah kebutuhan dasar mereka terpenuhi (Herawati & Dewi, 2. Hasil dari penelitian (Putri Dwicahyani, 2. , (Nabila & Kusnadi, 2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan pendapatan terhadap minat investasi mahasiswa. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan hal sebaliknya (Trisnadewi & Puspita Sari, 2. , (Adolph, 2. pendapatan tidak berpengaruh terhadap minat investasi, karena mahasiswa termasuk kedalam generasi yang terkenal dengan generasi yang konsumtif. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 375 Perilaku keuangan bisa mempengaruhi investasi. Seseorang yang mempraktikkan manajemen keuangan yang teratur tentu sanggup membagi uang mereka antara berinvestasi, menabung, dan membelanjakannya. Pengetahuan, kemampuan finansial, dan gaya investasi seseorang dapat mempengaruhi bagaimana mereka membagi sumber daya yang ada (Utari et al. , 2. Karena cara seseorang menangani keuangan mereka, ada situasi di mana jumlah uang yang mereka hasilkan atau dapatkan lebih kecil dari pengeluaran mereka. Dalam hal berinvestasi, mencatat pengeluaran, dan mengatur pengeluaran, mereka yang mempraktikkan perilaku keuangan yang baik biasanya lebih cerdas dan bijaksana (Hisyam & Nuansari, 2. Hasil dari penelitian (Utari et al. , 2. , (Pramesti et al. , 2. memperoleh bahwa minat terhadap investasi mahasiswa secara signifikan dipengaruhi oleh perilaku keuangan. Namun, hasil ini penelitian menunjukkan hal yang berbeda (Yuniasari et al. , 2. , (Jannah, 2. perilaku keuangan tidak berpengaruh pada minat berinvestasi para mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwasanya perilaku keuangan mahasiswa, baik yang positif maupun yang negatif tidak akan memengaruhi minat mereka untuk berinvestasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar melihat peran serta dampak dari tingkat pemahaman mahasiswa tentang literasi keuangan, tingkat pendapatan yang mereka miliki, serta kebiasaan atau perilaku mereka dalam mengelola keuangan terhadap minat mereka untuk berinvestasi. Hasil dari penelitian ini diinginkan dapat membagikan pandangan yang lebih jelas perihal berbagai faktor yang mendorong atau menghalangi minat mahasiswa untuk berinvestasi, serta menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan minat investasi di kalangan generasi muda. Metode Analisis Jenis Penelitian Teknik kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Instrumen kuantitatif diperlukan demi mendapatkan data untuk menguji gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya. Metode penelitian kuantitatif, yang didasarkan pada positivisme, dipergunakan untuk menliti populasi atau kelompok kategoris (Fietroh & Andriani, 2. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research, yang berfokus pada identifikasi keterkaitan antar variabel serta pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Metode ini digunakan untuk mendapati peran literasi keuangan, pendapatan dan perilaku keuangan terhadap minat investasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini didefinisikan sebagai keseluruhan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan karakteristik dan nilai tertentu. Dari populasi inilah peneliti membuat keputusan dan menarik kesimpulan untuk penelitiannya (Suriani et al. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 7. 764 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo angkatan 2021. Sampel diputuskan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Berikut ialah cara pengujian yang dilakukan. n = N / . (N x eA)) n = 7764 / . 4 x 0. 102 )) Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 376 n = 7764 / . 4 x 0. n = 7764 / . n = 7764/ 78,64 n = 98,72 Berdasarkan perhitungan, jumlah sampel yang diperoleh adalah sekitar 98,72 Namun, dalam penelitian ini, akan diambil sebanyak 100 responden. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik probability sampling. Teknik ini memberikan kesempatan yang setara bagi setiap elemen atau anggota populasi untuk terpilih menjadi bagian dari sampel (Suriani et al. , 2. 30-500 sampel dikatakan aman (Saputra et al. , 2. Sampel ini dikatakan layak didasarkan atas teori Roscoe yang menyatakan bahwa dalam sebuah penelitian terdapat antara 30 sampai 500 sampel Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari sumber primer, yaitu data yang didapatkan langsung dari sumber aslinya. Respondennya yaitu 150 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo angkatan 2021, yang informasi mereka dikumpulkan melalui Kuesioner ialah teknik pengumpulan data yang terdiri dari daftar pernyataan yang dapat diberikan kepada responden baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pada penelitian ini menggunakan data primer untuk penelitian ini. Google Form digunakan untuk menyebarkan survei secara online, terdiri dari pernyataan yang disusun berdasarkan faktor-faktor yang diteliti. Untuk menghindari pilihan jawaban yang tidak jelas antara setuju dan tidak setuju, kata-kata netral dihilangkan, dan skala Likert dengan rentang skor satu hingga lima digunakan Fietroh & Andriani, 2. Tabel 1 Skala Penilaian Kriteria Skor Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan PLS (Partial Least Squar. Hasil dan Pembahasan Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 377 Hasil Penelitian Uji Karakteristik Responden Tabel 1. Deskripsi responden Jenis Jenis kelamin Umur Prodi Pendapatan Kategori Frekuensi Presentase Laki-Laki Perempuan 21 tahun 22 tahun 23 tahun Manajemen Ilmu Komunikasi Akuntansi Lainnya >1. Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2025 Berdasarkan data pada Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah perempuan . %), dengan sebagian besar berusia 22 tahun . %). Dilihat dari program studi, responden terbanyak berasal dari jurusan Manajemen . %), diikuti oleh Akuntansi dan program studi lainnya dengan porsi yang sama . asing-masing 25%). Dari sisi pendapatan, mayoritas responden memiliki pendapatan antara Rp500. hingga Rp1. %). Secara keseluruhan, profil responden didominasi oleh mahasiswi berusia 22 tahun dari berbagai program studi dengan tingkat pendapatan menengah. Pengujian Kualitas Data Melalui Outer Model (Model Pengukura. Pengujian Convergent Validity dilakukan dengan indicator refleksif dilakukan berdasarkan korelasi antara skor item atau komponen dengan skor construct, yang dapat dihitung dengan SmartPLS. Jika ada nilai korelasi di atas 0,70 maka indicator dianggap valid. Tabel 2. Hasil Pengujian Convergent Validity Variabel Indikator Outer Loading Ket Literasi Keuangan (X. X1. Valid 0,834 X1. 0,760 Valid X1. 0,823 Valid X1. 0,845 Valid X1. 0,731 Valid Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 378 Pendapatan (X. Perilaku Keuangan (X. Minat Investasi (Y. X1. 0,752 Valid X2. 0,840 Valid X2. 0,844 Valid X2. 0,776 Valid X3. 0,767 Valid X3. 0,693 Valid X3. 0,758 Valid X3. 0,838 Valid X3. 0,878 Valid Y1. 0,688 Valid Y1. 0,637 Valid Y1. 0,891 Valid Y1. 0,873 Valid Y1. 0,823 Valid Y1. 0,876 Valid Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2025 Tabel 3. Hasil Uji Average Variant Extracted (AVE) Variabel Average Variant Extracted (AVE) Literasi Keuangan (X. 0,627 Pendapatan (X. 0,647 Perilaku Keuangan (X. 0,674 Minat Investasi (Y. 0,623 Ket Valid Valid Valid Valid Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2025 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Average Variant Extracted (AVE) bernilai diatas 0,5 maka Average Variant Extracted (AVE) tersebut menunjukkan validitas yang baik. Berdasarkan tabel diatas metode yang digunakan adaalaah cross loading. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indicator dari tiap konstruk memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan indicator pada konstruk lainnya. Tabel 4. Discriminant Validity Test Results (Fornell Larcker Criterio. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 379 Pendapatan Perilaku Literasi Minat Keuangan Investasi Keuangan Literasi Keuangan (X. 0,792 Pendapatan (X. 0,244 0,804 Perilaku Keuangan (X. 0,559 0,143 0,821 Minat Investasi (Y. 0,621 0,240 0,466 0,789 Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2024 Berdasarkan tabel diatas terlihat tabel validitas diskriminan dilihat dari model reflektif, evaluasi cross loading menunjukkan CronbachAos Alpha mengukur batas bahwa nilai reliabilitas suatu konstruk dinyatakan >0,70, baik dan cukup (Sanaky, 2. Reabilitas Komposit dan Hasil Uji Alpha Cronbach. Tujuan dari kedua tes tersebut adalah untuk mempunyai kemampuan mengevaluasi reliabilitas instrumen dalam suatu model Jika nilai reliabilitas komposit seluruh variabel laten dan CronbachAos Alpha lebih dari 0,7. Jadi konstruknya mempunyai reliabilitas yang baik atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat diandalkan. Table 5. Composite Reliability Test Results Variable Composite Reliability Literasi Keuangan (X. 0,910 Pendapatan (X. 0,915 Perilaku Keuangan (X. 0,861 Minat Investasi (Y. 0,891 Note Reliable Reliable Reliable Reliable Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2024 Tabel 6. Cronbach's Alpha Test Results Variable Cronbach's Alpha Literasi Keuangan (X. 0,892 Pendapatan (X. 0,890 Note Reliable Reliable Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 380 Perilaku Keuangan (X. 0,797 Minat Investasi (Y. 0,867 Reliable Reliable Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2024 Pada tabel tersebut hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konstruk mempunyai nilai reliabilitas komposit dan CronbachAos alpha >0,60 sehingga dinyatakan reliabel (Gunawan, 2. Collinearity Statistics (VIF) Secara umum, nilai VIF di bawah 5 dianggap menunjukkan tidak adanya masalah multikolinearitas yang signifikan dalam model PLS-SEM Anda. Beberapa ahli bahkan menggunakan batas yang lebih konservatif, seperti 3. Berikut adalah interpretasinya: VIF = 1: Tidak ada korelasi antar variabel prediktor. 1 < VIF < 5 . tau < 3. : Korelasi antar variabel prediktor moderat, dan umumnya dianggap dapat diterima. Multikolinearitas pada tingkat ini biasanya tidak dianggap mengganggu hasil analisis secara substansial. Tabel 7. Collinearity Statistics (VIF) VIF X1. 1,836 X1. 1,630 X1. 4,616 X1. 3,542 X1. 3,125 X1. 4,332 X2. 1,259 X2. 3,312 X2. 3,398 X3. 3,059 X3. 2,588 X3. 2,856 X3. 3,097 X3. 2,686 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 381 Y. 1,886 1,625 4,258 3,552 3,156 4,240 Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2024 Pengujian Model Struktural atau Pengujian Hipotesis (Inner Mode. Ini adalah pengembangan model yang didasarkan pada teori serta analisis hubungan antara variabel eksogen dan endogen yang telah dijelaskan dalam struktur teoritis. Hasil pengujian hipotesis . stimasi koefisien jalu. dalam model struktural menunjukkan bahwa nilai estimasi hubungan jalur harus signifikan. Metode bootstrap memungkinkan penentuan nilai signifikansi hipotesis tersebut dengan mengamati koefisien parameter dan nilai signifikansi T-statistik dari laporan algoritma bootstrap. Evaluasi T-tabel pada alpha 0,05 . %) = 1,678 digunakan untuk menentukan apakah hasilnya signifikan atau tidak. Selanjutnya. T tabel dibandingkan dengan T hitung. Tabel 8. Path Coefficients Test Results Original Samples . Sample Standard T-Statistics Mean Deviation . /STDEV) (M) (STDEV) Pvalues Literasi Keuangan -> Minat Investasi 0,351 0,311 0,119 2,958 0,003 Pendapatan -> Minat Investasi 0,446 0,358 0,187 2,387 0,017 Perilaku Keuangan -> Minat Investasi 0,230 0,229 0,106 2,175 0,030 Sumber : Output SmartPLS4 diolah 2024 Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 382 Tabel diatas menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap minat investasi, terlihat dari t-statistik sebesar 2,958 yang berarti >1,655 dan p-value 0,003 atau <0,05. Pendapatan berpengaruh signifikan terhadap minat investasi dilihat dari t-statistik sebesar 2,387 yang berarti >1,655 dan p-value sebesar 0,017 atau <0,05. Perilaku keuangan berpengaruh signifikan terhadap minat investasi dilihat dari t-statistik sebesar 2,175 yang berarti >1,655 dan p-value sebesar 0,030 atau <0,05. Gambar 1. Hasil Bootstrapping Pembahasan H1 : Literasi Keuangan berpengaruh terhadap Minat Investasi Hasil analisis yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan literasi keuangan terhadap minat investasi mahasiswa memiliki implikasi yang sangat jelas dan strategis, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan tidak hanya berdampak pada pengetahuan teoretis mahasiswa, tetapi juga mendorong perubahan perilaku nyata, yaitu meningkatnya minat untuk berinvestasi secara rasional dan terencana. Secara praktis, keberhasilan mahasiswa UMSIDA dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi menjadi bukti bahwa program edukasi keuangan yang diterapkan di lingkungan kampus berjalan efektif. Hal ini memberikan justifikasi kuat bagi institusi pendidikan untuk terus memperkuat dan memperluas kurikulum literasi keuangan. Dengan demikian, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara akademis, tetapi juga siap secara finansial untuk mengambil keputusan investasi yang bijak. Implikasi lebih lanjut dari temuan ini adalah perlunya integrasi literasi keuangan sebagai bagian inti dari pendidikan tinggi. Dengan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan keuangan sejak dini, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga memiliki keberanian dan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam pasar investasi. Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem investasi yang sehat, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari (Puspitasari et al. , 2. , (Viana et al. , 2. , (Harahap et al. , 2. menyatakan bahwa Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 383 literasi keuangan berpengaruh terhadap minat investasi. Namun, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian dari (Hanum & Kusumawati, 2. yang menyatakan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap minat investasi. H2 : Pendapatan berpengaruh terhadap Minat Literasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi, yang berarti semakin tinggi pendapatan individu, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk berinvestasi. Implikasi utama dari temuan ini adalah pentingnya memperkuat kemampuan finansial mahasiswa sejak dini, khususnya dengan meningkatkan pendapatan atau sumber penghasilan mereka. Dengan demikian, institusi pendidikan dan pihak terkait dapat mendorong program pengembangan kewirausahaan atau peluang kerja paruh waktu yang dapat meningkatkan pendapatan mahasiswa, sehingga mereka lebih terdorong untuk memulai investasi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan pribadi. Fokus pada pengelolaan pendapatan pokok sebagai faktor dominan menegaskan bahwa kemampuan manajemen keuangan pribadi sangat krusial dalam membentuk minat investasi. Mahasiswa yang mampu mengelola pendapatan utama mereka dengan baik cenderung lebih percaya diri dan siap untuk berinvestasi. Oleh karena itu, implikasi praktisnya adalah perlunya peningkatan literasi keuangan yang menitikberatkan pada pengelolaan pendapatan dan perencanaan keuangan jangka pendek. Program edukasi keuangan di kampus harus dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dalam budgeting, pengelolaan pengeluaran, dan penyiapan dana investasi. Temuan ini juga menandakan bahwa minat investasi tidak hanya bergantung pada kemampuan finansial, tetapi juga pada kesiapan mental dan pengetahuan dalam mengelola keuangan. Implikasi strategisnya adalah pengembangan kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler yang mengintegrasikan edukasi investasi sejak masa perkuliahan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari . , . yang menyatakan bahwa pendapatan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap minat lietrasi. Berbanding terbalik dengan penelitian dari (MUHAMMAD YUSRIL IZZA, 2. yang menyatakan bahwa pendapatan tidak berpengaruh terhadap minat literasi. H3 : Perilaku Keuangan berpengaruh terhadap Minat Literasi Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku keuangan yang baik secara signifikan mendorong minat investasi individu. Implikasi utama dari temuan ini adalah pentingnya peningkatan kualitas perilaku keuangan, khususnya kemampuan mengelola pemasukan dan pengeluaran secara terencana, sebagai strategi efektif untuk meningkatkan partisipasi investasi. Dengan kata lain, perilaku keuangan yang sehat tidak hanya menjadi indikator awal, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang, sehingga upaya pembentukan kebiasaan finansial yang disiplin harus menjadi fokus utama dalam program literasi keuangan. Tingginya kesadaran mahasiswa UMSIDA terhadap pencatatan keuangan pribadi, seperti tercermin dari frekuensi respon positif terhadap pengelolaan keuangan, menunjukkan bahwa fondasi pengelolaan keuangan yang rapi sangat berperan dalam mendorong minat investasi. Kesadaran ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami kondisi keuangan mereka secara lebih Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 384 akurat dan realistis, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mereka dalam mengambil keputusan investasi. Oleh karena itu, pencatatan keuangan pribadi harus dipromosikan sebagai praktik standar dalam pendidikan keuangan, terutama di kalangan generasi muda. Institusi pendidikan tinggi memiliki peluang strategis untuk memperkuat perilaku keuangan mahasiswa melalui pengembangan program edukasi dan pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan menyediakan materi yang relevan dan praktik langsung dalam pengelolaan keuangan, perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial yang sehat sekaligus meningkatkan minat dan kemampuan investasi mereka. Pendekatan ini tidak hanya mendukung kesejahteraan finansial individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku keuangan yang baik secara signifikan mendorong minat investasi individu. Implikasi utama dari temuan ini adalah pentingnya peningkatan kualitas perilaku keuangan, khususnya kemampuan mengelola pemasukan dan pengeluaran secara terencana, sebagai strategi efektif untuk meningkatkan partisipasi investasi. Dengan kata lain, perilaku keuangan yang sehat tidak hanya menjadi indikator awal, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi jangka panjang, sehingga upaya pembentukan kebiasaan finansial yang disiplin harus menjadi fokus utama dalam program literasi Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari . , . yang menyatakan bahwa perilaku keuangan berpengaruh terhadap minat investasi. Namun sebaliknya, pada hasil penelitian dari (Putri et al. , 2. yang menyatakan bahwa perilaku keuangan tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu literasi keuangan, pendapatan, dan perilaku keuangan, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Literasi keuangan yang tinggi memberikan keyakinan dan pemahaman yang lebih baik terhadap pengambilan keputusan investasi, sedangkan pendapatan yang lebih besar memberi peluang yang lebih luas untuk menyisihkan dana dalam bentuk investasi. Sementara itu, perilaku keuangan yang sehat, seperti pencatatan dan pengelolaan keuangan yang disiplin, terbukti menjadi fondasi penting yang turut membentuk minat terhadap investasi sejak dini. Ketiganya saling berkontribusi dalam membentuk kesiapan dan kecenderungan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas investasi secara rasional dan terencana. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, disarankan agar institusi pendidikan tinggi, khususnya UMSIDA, terus memperkuat kurikulum dan kegiatan literasi keuangan melalui pelatihan, seminar, serta program inklusi keuangan yang aplikatif. Edukasi keuangan tidak hanya perlu difokuskan pada peningkatan pengetahuan teoritis, tetapi juga pada pengembangan kemampuan praktis mahasiswa dalam mengelola pendapatan dan membentuk perilaku keuangan yang positif. Selain itu, penyediaan akses terhadap produk dan layanan investasi yang aman serta pendampingan awal bagi mahasiswa pemula dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong partisipasi aktif dalam investasi sejak Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 8. | 385 usia muda. Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan generasi muda mampu menjadi pelaku investasi yang bijak dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Studi Manajemen. Fakultas Bisnis. Hukum, dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atas segala dukungan, bimbingan, dan fasilitas yang telah diberikan selama proses penyusunan tugas akhir ini hingga dapat diselesaikan dalam bentuk artikel ilmiah. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh dosen dan staf yang telah memberikan ilmu, arahan, serta motivasi selama masa studi. Semoga kontribusi dan bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang bernilai di sisi Allah SWT. Penulis berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya Referensi