Vol 2 No. 1 Januari 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 89 - 97 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/4shp4s59 PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL MELALUI OLAHRAGA Muhammad Rizki Firdausa. Desty Endrawati Subrotob. Muhammad Dzakwan Alamsyahc. Farid Rizki Hakikid . Nasrule. Dini Permata Sarif* a Keguruan dan Ilmu Pendidika, rizkifirdaus1920@gmail. UNIBA. Kota Serang Banten b Keguruan dan Ilmu Pendidika, desty2. subroto@gmail. com,UNIBA. Kota Serang Banten c Keguruan dan Ilmu Pendidika, dzakwanalamsyah170@gmail. UNIBA. Kota Serang Banten Banten d Keguruan dan Ilmu Pendidika, hakikifarid1@gmail. UNIBA. Kota Serang Banten e Keguruan dan Ilmu Pendidika, barnas01128@gmail. UNIBA. Kota Serang Banten f Keguruan dan Ilmu Pendidika, permatadini532@gmail. UNIBA. Kota Serang Banten ABSTRACT Mental health is very important in human life to carry out daily activities. The purpose of this study was to determine the benefits of exercise in improving mental health based on a systematic literature review. The study used the Systematic Literature Review (SLR) method. The database used to search for literature is data found on the Google Scholar website. The results of the study are presented by looking at the quality of the documents in detail and according to the scope of the study. There are 6 relevant articles from 25 related Based on the search results according to the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analyses (PRISMA) stages, exercise can improve mental health. The types of documents searched for in this study are documents with a time span of the last 10 years published in national journals indexed by Sinta and can be accessed openly. Based on the results and discussion, the conclusion of this study states that exercise can improve mental health. Keywords: Healt. Mentalty. And Sport Abstrak Kesehatan mental sangatlah penting dalam kehidupan manusia untuk menjalankan aktivitas sehari hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat olahraga dalam meningkatkan kesehatan mental berdasarkan sistematik litelatur review. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Rewiew (SLR). Database yang digunakan untuk mencari literatur merupakan data yang terdapat pada website Google Schoolar. Hasil penelitian disajikan dengan melihat kualitas dokumen secara detail dan sesuai ruang lingkup Terdapat 6 artikel relevan dari 25 artikel terkait. Berdasarkan hasil pencarian yang sesuai tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analyses (PRISMA) bahwa dengan berolahraga dapat meningkatkan kesehatan mental. Jenis dokumen yang di cari dalam penelitian ini merupakan dokumen dengan rentang waktu 10 tahun terakhir yang terbit pada jurnal nasional terindex sinta dan dapat diakses secara terbuka. Berdasarkan hasil dan pembahasan, kesimpulan penelitian ini mengemukakan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental. Kata Kunci: Kesehatan. Mental. Dan Olahraga. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi yang ditandai oleh perubahan cepat dalam berbagai aspek kehidupan, kesehatan mental menjadi salah satu fokus utama pembahasan di banyak negara bahkan dunia seperti pernyataan lembaga World Health Organization (WHO) pada tahun . memperlihatkan studi tentang penyebaran penyakit Received November 25, 2024. Revised Desember 1, 2024. Accepted Januari 20, 2025. Published Januari 25. Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 melalui penelitian oleh lembaga The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), menurut lembaga IHME dalam (Ridlo & Zein, 2. menyatakan dari 20 jenis gangguan yang ada, terdapat 6 yang paling bertanggung jawab sebagai faktor terjadinya disabilitas merupakan gangguan mental. Penelitian dan perhatian terhadap kesehatan mental telah meningkat secara signifikan karena beberapa kasus dalam kesehatan mental yang berdampak terhadap individu yang membuat permasalahan menjadi tantangan dalam kesehatan di dunia (Handayani. Ayubi, and Anshari 2. Dalam data yang di paparkan oleh WHO pada tahun 2016 dalam (Fuady et al. bahwa depresi dialami oleh hampir 35 juta orang didunia, bipolar dialami oleh 60 juta orang didunia, dan terdapat 21 juta orang lainnya yang mengalami skizofrenia. Pada tahun . WHO menyatakan meningkatnya kembali jumlah penderita gangguan kesehatan mental menjadi 450 juta jiwa, dan pada tahun . kenaikan kasus kesehatan mental hampir mencapai 1 miliar (Fitriani and Syaifullah 2. Sedangkan di Indonesia sendiri hasil dari survei yang di lakukan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa pada 2364 responden yang di ambil dari berbagai macam wilayah sebanyak 34 provinsi diketahui bahwasannya sebagian orang menderita sakit tanpa adanya penjelasan terkhusus tentang masalah psikologis sebanyak 31% dan 69% lainnya mengalami sakit yang di sertai oleh masalah psikologis. Selain itu, hasil National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) Indonesia pada di tahun 2022 menyatakan terdapat 2,45 juta remaja rentag usia 10 sampai 17 tahun mengidap gangguan mental pada satu tahun terakhir. (Kibtiyah. Gunadi, and Umam 2. Dari banyaknya kasus terkait kesehatan mental (Pedrelli et al. menjelaskan bahwa dari banyaknya kasus depresi, lebih dari banyak terjadi pada masa anak anak hingga permulaan dewasa. Selain depresi, gangguan kesehatan AostressAo tidak kalah sering terjadi dikalangan masyarakat. Stres merupakan sebuah gejala yang mengganggu pikiran yang terjadi disebabkan oleh tekanan karena adanya perubahan dari dalam diri Dampak dari stres dapat berpengaruh terhadap perubahan pola makan dan rasa yang kurang menyenangkan (Sari et al. Setelah melihat berbagai permasalahan dan dampak dari gangguan kesehatan mental, maka sangatlah diperlukan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan. Tidak dapat dipungkiri jika kesehatan fisik sangat berkaitan langsung dengan kesehatan mental. Mengelola dan meanajemen remaja dengan menjaga kesehatan mental mereka dan melakukan hal-hal bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental mereka. Untuk menjaga kesehatan kita tetap terjaga, kita harus tetap tenang hari ini dan membantu diri kita sendiri dengan melakukan hal-hal produktif (Fitriani and Syaifullah 2. Pemeliharaan kesehatan dalam konsep olahraga kesehatan seperti yang di jelaskan oleh (Giriwijoyo, 2. dalam (Priana 2. Olahraga kesehatan berkonsep. olahraga yang bebas dari stress, mudah, murah, bermanfaat dalam fisiologis dan aman, menjadi ajang dalam komunikasi sosial, dan mereduksi stress. Yang mana membuat sebuah olahraga menjadikan manusia menjadi sehat dalam jasmani dan rohaninya membuat manusia sehat seutuhnya sesuai dengan konsep sehat yang dijelaskan WHO. Konsep psikologi olahraga juga mendukung terkait pemanfaat olahraga sebagai pilar yang menopang Sebagaimana dalam konsep psikologi olahraga yang secara garis besar mempelajari bagaimana faktor psikologis akan mempengaruhi penamplilan fisik seseorang dan mengetahui perkembangan kesehatan, psikis, dan kesejahteraan jasmani dan rohaninya (Effendi 2. Beberapa aspek dalam psikologi olahraga dapat dikembangkan, menurut Ogilvie . Cooper . and Hardiman . dalam (Sukamti and Nurfadhila 2. aspek-aspek yang terlibat antara lain: . Kemantapan emosi, . Keuletan, . Semangat dan motivasi, . kedisiplinan, . Timbulnya rasa percaya diri, . Keterbukaan/Transparansi, dan . Kecerdasan atau Intelektual. Dalam penerapan olahraga sebagai alat untuk membuat tubuh menjadi sehat dalam jasmani dan rohaninya. Menurut Hindun dan Agustin . ada sebuah makna Autiada hidup tanpa gerak dan apa guna hidup bila tidak mampu bergerakAy makna ini menunjukan pentingnya sebuah kehidupan yang sehat dengan meningkatkan kualitas hidup dengan olahraga. Para ilmuwan juga telah meneliti terkait manfaat olahraga terhadap fungsi otak, hasilnya olahraga mampu: . Membuat lebih baik sistem pernafasan, . Membantu sistem pencernaan, . Menetralkan depresi, . Membantu permasalahan obesitas karena berlebihan lemak, . Meningkatkan kualitas otot, . Meningkatkan kualitas tidur. Sejalan dengan itu (Mahindru. Patil, and Agrawal 2. menjelaskan juga bahwa olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental seperti. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Januari 2025, pp. 89 - 97 Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 Mengurangi gejala depresi, . Menurunkan Tingkat kecemasan, hingga . Mengurangi gejala skizofrenia. Selain meningkatkan kesehatan mental dan menjaga kesehatan mental, olahraga juga menjadi peningkat dalam hormon endorphin atau yang biasa dikenal Auhormon kebahagiaanAy, hormon ini berperan sebagai pengatur suasana hati dan emosi (Mikkelsen et al. Oleh karenanya kesehatan sangatlah penting dalam kehidupan, karena kesehatan jasmani dan rohani yang kita miliki tidak bisa kita beli dengan apapun, salah satu cara dalam menjaga kesehatan hanya dengan kesadaran diri setiap individu untuk mengatur pola hidupnya secara positif dengan melakukan hal hal yang mendukung dalam meningkatkan dan menjaga kesehatan mental. Dengan demikiann artikel ini akan fokus membahas terkait manfaat dan urgensi olahraga dalam meningkatkan kesehatan mental. Selain itu artikel ini juga akan membahas beberapa cabang olahraga yang membantu dalam meningkatkan kesehatan mental. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan sistematis yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) . Metode SLR ini dilakukan dengan dua proses yakni proses review dan proses mengdentifikasi jurnal dengan sistematis menggunakan panduan yang telah ditentukan (Triandini et al. dengan di pandu oleh Preferred Reporting Items for Systematic Review and MetaAnalyses (PRISMA). PRISMA merupakan sebuah paduan yang berbasis diagram alur dan bukti yang di tujukan untuk membantu penulis tinjauan membuat literatur sistematis (Pati and Lorusso 2. Dalam menggunakan metode SLR sangatlah penting penulis membuat evaluasi yang kritis karena akan memberikan dampak yang baik kepada pembaca, karenanya penulis membuat evaluasian yang berkaitan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Dalam tinjauan pustaka berbasis PRISMA terdapat tiga manfaat, yaitu: . Mendefinisikan pertanyaan secara metodis dan eksplisit, . Menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi, . Menentukan basis data literatur ilmiah dalam waktu yang telah ditentukan (Azril et al. Basis data dalam penelitian literatur ini menggunakan Google Schoolar. Menurut (Will, 2. dalam (Putra. Resta. Carsiwan, and Rahmat 2. Website ini memudahkan peneliti dalam mencari publikasi jurnal yang dibutuhkan yang tentunya mudah dan cepat hanya dalam beberapa langkah. Pada tahap penyaringan, peneliti akan memilah literatur secara sistematis. Tahap ini akan menentukan ringkasan dan simpulan dokumen mana yang akan dikaji. Selanjutnya, pada tahap kelayakan, penulis menambahkan atau mengurangi dokumen berdasarkan kriteria stabilitas dan pemeriksaan keseuaian Disarankan agar artikel yang telah melalui tinjauan ekstensif untuk dikeluarkan dari prosedur tinjauan sistematik. Penelitian ini menggunakan empat kriteria. Empat kriteria tersebut adalah: . Menggunakan rentang waktu 10 tahun atau pada penelitian ini yaitu 2014 hingga 2024. Maka jika artikel yang dibuat diluar rentang waktu yang di tentukan tidak akan di masukan kedalam penelitian literatur review ini. Tipe dokumen. Dokumen yang diperlukan untuk penelitian ini adalah dokumen yang memiliki data empiris di dalamnya (Dokumen yang bersifat sekunder seperti review artikel, buku. Conference paper tidak akan dimasuka. Bahasa Indonesia. Artikel yang di ambil adalah artikel yang menggunakan bahasa Indonesia, apabila terdapat artikel yang menggunakan selain bahasa Indonesia maka tidak digunakan. Terindex Sinta, artikel yang terpublish di Google Schoolar perlu terindex sinta agar menjadi standar kuliats artikel yang ada (Putra. Resta. Carsiwan, and Rahmat 2. Berikut merupakan PRISMA Flowchart pada Gambar 1 yang akan memandu penelitian Peningkatan Kesehatan Mental Melalui Olahraga (Muhammad Rizki Firdau. Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 Gambar 1. PRISMA Flowchart Sumber: Penulis HASIL Setelah melalui PRISMA, maka didapatkan hasil penelitian yang relevan dengan peningkatan kesehatan mental melalui olahraga. Dari 25 artikel yang telah digunakan pada penelitian ini, terdapat 12 artikel yang berkaitan dengan peningkatan mkesehatan mental melalui olahraga. Dalam proses pemetaan artikel yang melalui penelusuran literatur sistematis, hasil pemetaan telah berdasarkan kriteria yang telah didefinisikan dari berbagai sumber publikasi jurnal yang relevan. Kriteria penelitian ini terdiri dari artikel yang dipublish oleh jurnal terindex sinta yang terbit antara tahun 2014 hingga 2024 yang terdapat pada Google schoolar dan berbahasa Indonesia. Jurnal terkait pembublishan artikel yang digunakan antara lain: Jurnal Olahraga & Kesehatan Indonesia. Jurnal Mahasiswa Pendidikan Olahraga. Jurnal Sporta Saintika. Jurnal Ilmu Kesehatan. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Adapun subtansi dari artikel dan jurnal penelitian termasuk judul, peneliti, tahun, matode dan hasil adalah, sebagai berikut: JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Januari 2025, pp. 89 - 97 Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 Tabel 2. Studi Terpilih No. Judul Penulis Hubungan Kesehatan Mental. Minat Belajar. Dan Kompetensi Mengajar Terhadap Hasil Belajar Olahraga Senam Pengaruh Olahraga Senam Tai Chi Terhadap Kesehatan Mental Emosional Lanjut Usia (Studi Kasus Pada Komunitas Senam Tai Chi Lanjut Usia Kota Tasikmalay. Aktivitas Fisik: Apakah Memberikan Dampak Bagi Kebugaran Jasmani dan Kesehatan Mental? Pentingnya Kesehatan Mental dalam Bidang Olahraga: Isu dan Implikasinya pada Mahasiswa FPOK. Universitas Pendidikan Indonesia Donny Setiawan. Ines Monica Soraya Ari Priana Tahun Metode Metode Korelasional Kuantitatif Metode Ex post facto static group Metode Eksperimen PrePost test Ahmad Chaeroni. Nurlan Kusmaedi. Amung MaAomun. Dian Budiana Putri Rinjani. Repani Rahmawati. Rangga AzZahra Setiawan. Muhamad Ramdan. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) Metode Deskriptif Kuantitatif Hasil Hasil analisis penelitian ini menunjukan rhitung < rtabel atau tidak adanya hubungan antara kesehatan mental dengan hasil belajar senam lantai. Kesimpulannya tidak dapat disimpulkan secara pasti bahwa hubungan antara kesehatan mental dan hasil belajar olahraga senam, karena secara teoritis peneliti mengungkapkan kesehatan mental diperkirakan dapat mempengaruhi proses belajar siswa. Penelitin lanjutan perlu diperhatikan sampel yang lebih besar untuk mengetahui hubungan yang lebih kuat. Dalam melakukan pengujian menggunakan instrument DASS (Depression Anxiety and Stress Scal. Hasil menunjukan rata rata skor dalam kelompok senam Tai Chi adalah 23,94 dengan standar deviasi 19,46. Skor terendah 0 dan tertinggi 80. Kesimpulannya kelompok yang rutin melakukan senam Tai Chi akan berpengaruh positif terhadap kesehatan Hanya 1 dari 16 orang total sample yang termasuk kategori sedang. Dalam program selama 8 minggu dengan program mandiri, istirahat dan ekstrakulikuler, serta adanya pengukuran melalui TKJI. Terjadi peningkatan antara Pre-test dan Post-test, dengan 10,06 hasil Pre-test dan 11,25 hasil Post-test yang berarti aktivitas fisik berpengaruh terhadap kebugaran jasmani. Dalam proses penelitian ditemukan juga peningkatan skor minimum 60. 00: 62. dan maksimum 72. 00: 76. 00 kesehatan mental antara sebelum dan sesudah Serta standar deviasi pretest 04 berbanding 4. 22 yang dapat diartikan dengan terjadinya penaikan positif kesehatan mental. Kesimpulannya kesehatan mental remaja dapat ditingkatkan, salah satunya dengan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini diambil melalui pengisian angket dengan menggunakan Google Form dengan total sample 50 Mahasiswa FPOK UPI orang. Menurut tabel diagram sebagain besar responden setuju bahwa aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kesehatan mental. 100% setuju bahwa olahraga bisa menjadi aktivitas positif untuk kesehatan Peningkatan Kesehatan Mental Melalui Olahraga (Muhammad Rizki Firdau. Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 Naura Zecca Permata. Whenda Dellina Audinni. Mochamad Whilky Rizkyanfi Aktivitas Fisik Dan Kesehatan Mental Siswa Sma Pada Adaptasi Kehidupan Baru Delvya Intan Kusumawa Indra Himawan Susanto. Pudjijuniart o. Yetty Septiani Mustar Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kesehatan Mental pada Remaja I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi. Desak Made Ari Dwi Jayanti Metode Deskriptif Kuantitatif Korelalional JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Januari 2025, pp. 89 - 97 mental dan setuju bahwa kondisi mental dakn mempengaruhi kualitas diri, 98% setuju bahwa olahraga bisa menjadi senuah alternatif mengobati kondisi Kesimpulannya Sebagian mahasiswa FPOK UPI seetuju bahwa olahraga dan aktivitas fisik akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan Instrumen menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Terdapat tiga kriteria: . Sebanyak 37 siswa laki-laki atau 48% sampel mendominasi aktivitas sedang, . Terdapat 32 siswa atau 48% sampel melakukan aktivitas tinggi, . Lalu, 8 siswa atau 20% dari seluruh total sample terbiasa melakukan aktivitas selama 3,84 jam per hari. Menurut penelitian GHQ12 12,86 rata-rata kesehatan mental siswa adalah kategori biasa. Tekanan kesehatan mental rata-rata siswa lakilaki 10,04 yang masuk kategori rendah dan siswa perempuan 13,83 yang masuk kategori biasa. Kesimpulannya bahwa siswa yang melakukan aktivitas gisik dapat memberikan pengaruh baik positif maupun negative pada kondisi kesehatan mentalnya di masa adaptasi kehidupan baru (Pandemi covid-. Dengan melakukan aktivitas fisik maka akan meminimalisir akan dampak kesehatan Pada hasil penelitian ini didapatkan: . sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi yaitu sebanyak 60 remaja . ,6%). sebagian besar responden termasuk dalam kategori kesehatan mental baik yaitu sebanyak 74 remaja . ,9%). Hasil uji hubungan antara aktivitas fisik dengan kesehatan mental menggunakan uji Spearman Ranks didapatkan nilai p sebesar 0,001 . <0,. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan . =0,. antara aktivitas fisik dengan kesehatan mental Jadi hasil utama penelitian ini adalah terbukti adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kesehatan mental pada remaja. Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 Sumber: Penulis Tabel 3. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria Inklusi Eksklusi Rentang waktu Antara 2014 hingga 2024 Kurang dari 2014 hingga 2024 Jenis dokumen Artikel Penelitian Review Artikel. Buku, & Website Bahasa Bahasa Indonesia Selain Bahasa Indonesia Pengindeksan SINTA Selain SINTA Sumber: Penulis Setelah melewati tahap screening, dokumen yang tersaring berjumlah 12 dokumen. Kemudian dalam tahap Eligibility, tersaring kembali menjadi 6 dokumen yang terindex sinta dan berbahasa Indonesia. Pada tahap Eligibility menyisakan 7 dokumen yang telah melalui tahap kualifikasi untuk menentukan kualitas Setelah menyelesaikan proses Eligibility, dokumen di periksa dan di evaluasi. Selanjutnya, hasil digunakan untuk menjawab pertenyaa-pertanyaan penelitian dan membahas analisa secara rinci dengan mengidentifikasi judul kemudian membaca ringkasan dan keseluruhan teks untuk memeriksa tema utama dokumen tersebut. PEMABAHASAN Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi yang dimana seseorang mampu dalam beradaptasi terhadap lingkungannya dengan rasa aman dan nyaman sehingga membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik dan tidak terganggu atau tertekan oleh keadaan dilingkungannya (Hadi 2. dalam (Setiawan and Soraya Undang-undang no. 18 tahun 2014 yang membahas kesehatan jiwa, dimana kesehatan jiwa merupakan kondisi seseorang yang dapat berkembang secara mental, sprititual, fisik dan sosial sehingga ia dapat mengetahui kemampuan dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan yang ada, bekerja secara produktif, dan berkontribusi terhadap komunitas di sekitar. Yang membuat kesehatan mental menjadi sangat penting dalam menjalankan produktivitas sehari-hari dan meningkatkan kualitas kesehatan fisik (Laksmi and Jayanti 2. Banyaknya temuan hubungan antara kesehatan mental dengan aktivitas fisik yang berpengaruh positif menjadikan pentingnya aktivitas fisik tidak luput menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mencegah dan menangani beberapa gangguan seperti halnya kualitas tidur, kesejahteraan dan tentunya kesehatan mental (WHO, 2. Dalam penelitian (James W. Elston D 2. terdapat 44 remaja laki-laki dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun diberikan program kativitas fisik selama 4 minggu seperti . aerobik, . Push up, sit up, dsb, . Ikut serta secara aktif dalam kegiatan pembelajaran olahraga di sekolah serta mengikuti ekstrakulikuler. Diketahui bahwa aktivitas fisik juga berpengaruh terhadap kebugaran jasmani secara signifikan dengan rata-rata pre test 10,06 dan post test 11,25. Oleh karena itu maka dapat disimpulkan meningkatkan kesehatan mental melalui olahraga yang rutin adalah sebuah fakta. Selain menjaga kesehatan mental, rutin berolahraga juga dapat meningkatkan kesehatan fisik seseorang (Laksmi and Jayanti 2. Dalam masa adaptasi kehidupan seseorang seperti contohnya masa pandemi COVID-19. Siswa dituntut unruk beradaptasi dengan lingkungan yang baru seperti belajar menggunakan media online dengan menatap layar Handphone maupun laptop yang membuat kurangnya bergerak atau kurangnya aktivitas fisik dan olahraga pada siswa, hal ini memungkinkan siswa memiliki gangguan secara fisik maupun kesehatan psikologisnya (Kusumawardhani 2. Sebelum pandemi Covid-19, aktivitas fisik sudah kita ketahui rutin dilakukan oleh masyarakat dan tetunya memberikan dampak yang baik bagi kesehatan mental (Mikkelsen et al. Namun, selama pandemi terjadi banyak sekali halangan dalam melakukan aktivitas fisik karena adanya peraturan psysical distancing dan peraturan lainnya yang membuatpenurunan terhadap aktivitas fisik, sehingga dapat berdampak terhadap peningkatakn gejalan stress, depresi dan kecemasan (Rogowska et al. Oleh karenanya, dalam masa adaptasi seseorang diharapkan melakukan aktivitas fisik secara rutin sehingga harapannya selain menjaga kesehatan mental melainkan menjaga daya tahan tubuh juga. Karena (Meyer et al. menjelaskan, bahwa orang yang sebelumnya aktif dan menjadi kurang aktif selama pandemi akan menyebabkan peningkatan terhadap gejala depresi dan kecemasan. Sejalan dengan penjelasan tersebut, menurut Knight . bahwa diperlukannya program aktivitas fisik diluar jam sekolah dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk lebih aktif dalam melakukan aktivitas fisik hingga Peningkatan Kesehatan Mental Melalui Olahraga (Muhammad Rizki Firdau. Muhammad Rizki Firdaus dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 89 Ae 97 menghabiskan sedikit waktu dalam perilaku menetap selama hari sekolah, dengan begitu anak sehat dalam fisik maupun mentalnya. Dari penjelasan ini maka seorang anak perlu meluangkan waktunya atau membuat program terhadap aktifitas fisiknya. Terlebih jika dalam masa adaptasi kehidupan baru seperti setelah pandemi covid-19 penting sekali seseorang untuk mengembalikan pola aktivitas fisiknya sehingga mengurangi resiko dampak negatif seperti stress, kecemasan dan depresi (Zhang et al. Dari penjelasan ini maka dapat disimpulkan bahwa seorang individu perlu meningkatkan kesehatannya dengan melakukan aktifitas fisik dan olahraga yang akan berdampak positif terhadap kesehatan mental maupun jasmaninya dan jika terjadi sebuah adaptasi pada lingkungan yang baru, sangat penting sekali untuk tetap menjaga kesehatan mental. Menurut (Welis and Rifki. Muhamad 2. individu dengan intelektual yang baik mengenai pola hidup sehat yakni motivasi dan kesukaan berolahraga cenderung akan memiliki keyakinan bahwa aktivitas fisik yang baik akan berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, mereka akan melakukan lebih banyak aktivitas fisik, dibandingkan dengan individu tanpa intelektual mengenai pola hidup sehat. Dalam (Rinjani et al. penelitiannya juga di jelaskan terkait isu aktifitas fisik dan olahraga terhadap kesehatan mental bahwa 100% dari 50 orang percaya dengan berolahraga bisa menjadi salah satu kegiatan positif bagi kesehatan mental dan akan berpengaruh terhadap kualitas diri. Senam Tai chi menjadi salah satu bentuk olahraga aerobik yang dapat bermanfaat meningkatkan kebugaran jasmani dan memelihara kesehatan jiwa. Senam Tai Chi dapat digunakan sebagai metode dalam menangani gangguan kesehatan mental emosional ringan seperti: stress, depresi dan anxiety. Dilakukannya senam Tai Chi secara rutin ini dapat berdampak positif terhadan emosional individu tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dengan sistematis maka dapat di simpulkan bahwa, melalui olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental dari mulai usia anak anak hingga lanjut usia. Kesehatan mental merupakan pondasi seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari hari. Untuk memelihara kesehatan mental, seseorang dapat melakukan aktifitas fisik atau berolahraga secara rutin. Olahraga menjadi salah satu alat yang dapat digunakan sebagai pembangun kebugaran jasmani dan kesehehatan mental, olahraga dan aktivitas fisik dapat dilakukan dimana dan kapan saja, sehingga sangatlah penting seseorang membuat program olahraganya secara mandiri demi memelihara kesehatan mental dan meningkatkan kebugaran jasmaninya. DAFTAR PUSTAKA