Volume 5 No 2 July 2024 EISSN 2722-2861 Progress in Social Development ELOC BESTARI Ae EMPOWERING LOCAL COMMUNITIES BASED ENVIROMENTAL STEWARDSHIP THROUGH SOCIAL FORESTRY MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT LOKAL BERBASIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN MELALUI PERHUTANAN SOSIAL Tuti RokmawatiA. Muhammad Ilham Adhi PrabowoA. Dadang Rachmat PudjaA 1,2,3 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Ulubelu Email Correspondance: Atutirokmawati2023@gmail. Ailhamadhip30@gmail. Adadang. rachmat@pertamina. ABSTRACT: Ulubelu District. Tanggamus Regency. Lampung Province is one of the largest robusta coffee producing areas in Indonesia. The majority of the community grows coffee in community forests . ocial forestr. However, knowledge related to sustainable forest management is still limited. Many encroachment and poaching practices were found in the Ulubelu forest, which is a source of life for the surrounding community. Therefore. PT PGE Tbk Ulubelu Area initiated to find alternative solutions in collaboration with its CSR fostered community groups, namely KUPS (Social Forestry Business Grou. Margo Rukun Bestari. ERMi (Emergency Response Group Millennial. and KUBERSERI (Ulubelu Lestari Joint Business Grou. Each group has an important role in the sustainability of social forestry in Ulubelu. Thus. Eloc Bestari shows how innovation and cooperation can help achieve common goals and create added value for all parties This study uses descriptive qualitative research methods to explain the implementation and impact of the Eloc Bestari program. The results of this study show that the company's CSR program in collaboration with the surrounding community is able to overcome problems and have a good impact by increasing welfare while still preserving the Keywords: Social Forestry. Local Community Empowerment. Innovation. Partnerships. ABSTRAK: Kecamatan Ulubelu. Kabupaten Tanggamus. Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Mayoritas masyarakatnya menanam kopi di hutan masyarakat . erhutanan sosia. Namun, pengetahuan terkait dengan pengelolaan hutan secara berkelanjutan masih terbatas. Banyak ditemukan praktik perambahan dan perburuan liar di hutan ulubelu yang mana hutan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu. PT PGE Tbk Area Ulubelu berinisiasi untuk menemukan alternatif solusi yang bekerja sama dengan kelompok masyarakat binaan CSR nya yakni KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosia. Margo Rukun Bestari. ERMi (Emergency Response Group Millenial. dan KUBERSERI (Kelompok Usaha Bersama Ulubelu Lestar. Masing-masing kelompok memiliki peran penting pada keberlanjutan perhutanan sosial di Ulubelu. Dengan demikian. Eloc Bestari menunjukkan bagaimana inovasi dan kerjasama dapat membantu mencapai tujuan bersama dan menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menjelaskan implementasi dan dampak program Eloc Bestari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program CSR perusahaan yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar mampu untuk mengatasi permasalahan dan memberikan dampak baik dengan adanya peningkatan kesejahteraan dengan tetap melestarikan lingkungan. Kata Kunci : Perhutanan Sosial. Pemberdayaan Masyarakat Lokal. Inovasi. Kerja sama Article Info Received Januari 2024 Accepted Published DOI July 2024 July 2024 Copyright and License Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. Journal homepage: psd. fisip-unmul. id/index. php/psd PENDAHULUAN Ulubelu merupakan satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Ulubelu merupakan surga bagi usaha pertanian kopi. Hal ini juga didukung oleh pemerintah melalui Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045. 2/2708. a/V. 20/2019 tentang Hari Jumat Sebagai Hari Minum Kopi. Sebagian besar masyarakat Ulubelu berprofesi sebagai petani kopi . ,3%) dan melakukan penanaman di hutan kemasyarakatan yang telah dilengkapi dengan Surat Izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (SIUPHK. Lokasi hutan kemasyarakatan milik petani kopi berada di dalam kawasan hutan lindung yang memiliki fungsi pokok sebagai penyangga kehidupan seperti mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, dan memelihara kesuburan tanah. Sementara, praktik perambahan dan pemburuan liar masih banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka lakukan adalah cara yang baik untuk bertahan hidup di tepi hutan. Perhutanan sosial telah menjadi topik yang penting dan relevan dalam diskusi tentang keberlanjutan lingkungan dan pembangunan sosial. Konsep ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan, dengan tujuan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan Perhutanan Sosial adalah pengelolaan hutan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat (Dongre, 2. Pemberdayaan masyarakat lokal dalam konteks perhutanan sosial bukan hanya tentang memberikan mereka akses dan kontrol atas sumber daya hutan, tetapi juga tentang membangun kapasitas mereka untuk mengelola sumber daya tersebut secara efektif dan berkelanjutan. Hal tersebut melibatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lokal tentang pengelolaan hutan. Namun, dalam praktiknya, implementasi program perhutanan sosial sering kali menemui berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kapasitas dan pengetahuan masyarakat lokal tentang pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Selain itu, permasalahan terkait keterbatasan dalam memunculkan inovasi usaha untuk melanggengkan usaha perhutanan sosial. Oleh karena itu. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk Area Ulubelu bersama dengan kelompok mitra binaan KUPS Margo Rukun Bestari. ERMi (Emergency Response Group Millenial. dan KUBERSERI (Kelompok Usaha Bersama Ulubelu Lestar. untuk menemukan solusi agar terciptanya konsep pertanian berkelanjutan di hutan kemasyarakatan yang berbasis pengendalian risiko dengan tetap memperhatikan kesejahteraan petani. Program Empowering Local Communities Based Enviromental Stewardship Through Social Forestry atau yang disebut dengan Eloc Bestari muncul sebagai jawaban dari permasalahan diatas sekaligus sebagai inovasi sosial yang dilaksanakan oleh CSR PT PGE Tbk Area Ulubelu. Keberhasilkan program Eloc Bestari memberi harapan baik untuk masa depan kelestarian hutan. Oleh karena itu, penambahan referensi best practice penting untuk melihat proses implementasi dan dampak yang telah terjadi pada program Eloc Bestari. Hal ini menjadi salah satu upaya yang diharapkan akan dapat direplikasi, modifikasi, maupun sebagai bahan belajar oleh perusahaan maupun wilayah lain. Penelitian ini menampilkan analisis implementasi program CSR dalam menjawab permasalahan yang ada melalui pemberdayaan masyarakat lokal. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah penelitian yang tujuannya untuk memahami fenomena yang dialami subjek kemudian dijelaskan dengan deskripsi dalam bentuk kata atau kalimat berdasarkan metode Metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif menyelaraskan pendapat peneliti dengan informan. Metode ini dipilih karena analisis penelitian akan lebih banyak menjelaskan fenomena yang terjadi. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena penelitian ini menjelaskan implementasi dan dampak program Eloc Bestari bagi masyarakat sekitar hutan ulubelu. Data dalam penelitian ini diambil dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan teknik tersebut disesuaikan dengan metode penelitian yang peneliti ambil yakni kualitatif deskriptif. Menggunakan data dari berbagai sumber akan mempermudah peneliti untuk memilih, menguatkan informasi, yang kemudian dideskripsikan dalam hasil penelitian. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. (Bogdan & Steven, 1. menjelaskan bahwa triangulasi sumber memastikan data yang diperoleh dari satu sumber sama dengan sumber lainnya. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ulubelu. Kabupaten Tanggamus. Provinsi Lampung. HASIL DAN PEMBAHASAN ELOC BESTARI (Empowering Local Communities Based Enviromental Stewardship Through Social Forestr. merupakan program CSR PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk Area Ulubelu yang berfokus pada penguatan kehutanan sosial. Garda terdepan pada program ELOC BESTARI adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun Bestari. KUPS Margo Rukun Bestari merupakan kelompok perhutanan sosial yang ada di Desa Ngarip. Kecamatan Ulubelu. Kabupaten Tanggamus. Provinsi Lampung Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 yang mayoritas anggotanya merupakan mantan pemburu hutan. Visi dari kelompok ini adalah meningkatkan kesejahteraan dengan tetap menjaga lingkungan. Kelompok ini muncul karena permasalahan kemiskinan, deforestasi, dan kurangnya pemahaman masyarakat terkait biodiversity. Degradasi lingkungan dalam bentuk pengrusakan hutan . yang bukan hanya menjadi masalah sosial dan lingkungan lokal Indonesia, tetapi sudah menjadi masalah serius nasional dan lingkup global (Arif, 2. Saat ini terdapat enam kegiatan utama di KUPS Margo Rukun Bestari lima diantaranya merupakan unit usaha untuk memunculkan perputaran ekonomi di kelompok dan satu lainnya adalah kegiatan untuk diskusi dan sharing knowledge. Unit usaha yang sedang dijalankan adalah usaha kopi, peternakan kambing, pertaganik Bestari yang merupakan pengolahan kulit ceri kopi menjadi pupuk, demplot madu, dan Sementara satu aktivitas lainnya yang menjadi ruang diskusi dan sharing knowledge adalah rumah alam lestari. Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Inovasi: Memunculkan usaha baru untuk keberlanjutan perhutanan sosial Mayoritas masyarakat Kecamatan Ulubelu berprofesi sebagai petani kopi sembari beternak Kedua komoditas tersebut menjadi yang utama dan menopang hidup masyarakat luas. KUPS Margo Rukun Bestari tidak menghilangkan kedua komoditas tersebut. Mereka mencoba mengembangan pertanian kopi dan peternakan kambing yang berkelanjutan. Tidak terhenti pada pengoptimalan dua komoditas tersebut. KUPS melalui program ELOC BESTARI memunculkan inovasi untuk mendukung keberlajutan kelompok. Inovasi perlu dilakukan karena cepatnya perubahan lingkungan usaha yang semakin dinamik sehingga sebuah organisasi harus bisa mengelola inovasi sebagai penentu keberhasilan organisasi untuk menjadi competitive (Samson dalam Ellitan dan Anatan, 2. KUPS didampingi dengan PT PGE Tbk Area Ulubelu melalui program CSR nya memanfaatkan limbah kulit kopi ceri sebagai pupuk merupakan hal yang baru dan mendukung proses pertanian yang berkelanjutan. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi limbah produksi kopi, sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat untuk pertanian. Pupuk kulit ceri ini kemudian diberi nama Pertaganik Bestari. Aktivitas ini berhasil mengolah 1,5 ton/ tahun kulit ceri kopi yang tidak termanfaatkan. Pupuk Pertaganik Bestari berhasil mengurangi pengeluaran pembelian pupuk sebesar 000/tahun/ Ha. Selain itu, pengembangan pupuk Bestari terus dilakukan untuk dapat dijual sehingga menambah pendapatan kelompok. Inovasi yang dihadirkan untuk menjaga keberlangsungan kelompok agar anggotanya tidak kembali menjadi pemburu hutan adalah usaha demplot madu. KUPS Margo Rukun Bestari bersama PT PGE Tbk Area Ulubelu membuat ekosistem alami yang mendukung perkembangan lebah sehingga madu yang dihasilkan semakin banyak dan berkualitas. Penjualan madu mencapai Rp 7. 000/ tahun. Lebah merupakan parameter alami untuk lingkungan yang sehat. Artinya, lebah tidak dapat hidup dan berkembang di lingkungan yang masih menggunakan pupuk kimia dan semacamnya. Sehingga ekosistem yang dibangun untuk tumbuh kembang lebah akan mendukung proses pertanian yang berkelanjutan . KUPS Margo Rukun Bestari juga mengembangkan pembibitan yang saat ini sudah berjalan cukup luas. Omset yang diperoleh dalam satu tahun untuk penjualan bibit MPTs dan tanaman kayu mencapai 1. 000/ tahun. Unit usaha pembibitan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, melainkan juga memberikan dampak lingkungan yang cukup besar. Kegiatan ini mampu merevegasi 5 hektar lahan terbuka, pembibitan sebanyak 000 tanaman inidigofera, dan 10. 000 tanaman MPTs (Multipurpose Tree Specie. Pelibatan Kelompok Usaha Bersama Ulubelu Lestari (KUBERSERI) dalam Peningkatan efektivitas KUPS Margo Rukun Bestari dan KUBERSERI telah membentuk kerja sama yang inovatif dan berkelanjutan dalam industri kopi. KUBERSERI beranggotakan keluarga fakir miskin yang dibentuk untuk melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Terdapat beberapa contoh KUBE yang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh Devina Melinawati . dan Novia Agustin . menunjukkan bahwa program KUBE mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang awalnya tidak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu. PT PGE Tbk Area Ulubelu mendukung program KUBE tersebut dengan pelatihan dan pendampingan terkait pengelolaan usaha KUBE dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat ulubelu pada khususnya. PT PGE Tbk Area Ulubelu juga memfasilitasi mesin pengering kopi dari brine sisa operasional perusahaan sehingga dapat mengatasi permasalahan terkait lamanya proses pengeringan kopi. KUPS yang memiliki usaha kopi, memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Biji kopi ini kemudian dikeringkan menggunakan mesin pengering kopi brine di KUBE. Mesin ini menggunakan panas bumi, sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, untuk menghasilkan suhu dan kelembaban yang optimal bagi proses Ini menghasilkan biji kopi yang kering secara merata dan mempertahankan kualitas rasa dan aroma aslinya. Mesin pengering kopi brine memberi dampak lingkungan karena berhasil menghemat 1. liter per tahun dan reduksi potensi emisi 2, 58ton CO2-eq. Setelah proses pengeringan, biji kopi ini kemudian dijual di KUBEMART, wadah penjualan hasil olahan dari kelompok CSR PT PGE Tbk Area Ulubelu yang dilengkapi dengan penjualan sembako. Omset penjualan kopi mencapai Rp 85. 000/ tahun. KUBEMART tidak hanya memberikan platform penjualan untuk produk, tetapi juga membantu dalam mempromosikan praktek perhutanan sosial dan penggunaan energi terbarukan dalam industri kopi. Kerjasama ini adalah contoh bagaimana teknologi, keberlanjutan, dan kerja sama dapat berkontribusi terhadap pengembangan industri yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini menunjukkan bagaimana inovasi dan kerjasama dapat membantu mencapai tujuan bersama dan menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat. Tanggap Bencana: Kerja sama dengan kelompok ERMi (Emergency Response Group Millenial. Kelompok perhutanan sosial, yang terdiri dari masyarakat setempat para mantan pemburu hutan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang hutan dan ekosistemnya, bekerja sama dengan ERMi dalam berbagai aktivitas. ERMi merupakan kelompok yang lahir karena adanya kepedulian antara PT PGE Tbk Area Ulubelu dan masyarakat sekitar terkait bencana yang kerap terjadi di Ulubelu. ERMi menjadi garda terdepan tanggap bencana dan memiliki visi menjaga kelestarian lingkungan termasuk hutan. Salah satu aktivitas utama dari kolaborasi KUPS dan ERMi adalah patroli hutan. Patroli ini dilakukan untuk memantau kondisi hutan, mengidentifikasi potensi ancaman seperti penebangan ilegal, dan memastikan kelestarian hutan tetap terjaga. Selain itu, mereka juga melakukan pemasangan landslide detector (LSD). Alat ini sangat penting untuk memberikan peringatan dini tentang potensi longsor, sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan dan evakuasi tepat waktu. Ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Pemasangan kamera pantau hutan juga menjadi bagian penting yang KUPS dan ERMi lakukan. Kamera ini membantu dalam memantau keanekaragaman hayati dan aktivitas satwa liar, serta mendeteksi aktivitas ilegal seperti perburuan liar. Terakhir, mereka melakukan reksa embung atau penanaman pohon di sekitar embung untuk konservasi air. Kegiatan Reksa Embung telah mampu menjaga kelestarian area resapan air seluas 30 hektar di sekitar area perkebunan masyarakat melalui penanaman pohon jenis Parkia Timoriana. Ficus Ribes Reinw. Sterculia Foetida, dan Ceiba Pentandra sebanyak 15. 000 batang. Hal tersebut telah mampu memberikan dampak perbaikan lingkungan, mulai dari pelestarian area resapan air, pencegahan bencana longsor, serta terutama mampu menghasilkan 18 ton O2 (Oksige. dan mampu menyerap 75 ton CO2 (Karbondioksid. pada tahun 2021. Ini adalah upaya penting untuk menjaga siklus air dan memastikan ketersediaan air bagi masyarakat dan ekosistem sekitar. Kolaborasi antara kelompok perhutanan sosial dan ERMi ini adalah contoh bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Melalui kerja sama ini, tidak hanya membantu menjaga kelestarian hutan, tetapi juga membangun komunitas yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana. Ini adalah langkah penting menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ELOC BESTARI dengan berbagai inovasi dan kerja sama yang dilakukan berhasil merekontruksi pola pikir 36 mantan pemburu hutan, 704 petani teredukasi dalam mengelola HKM, 68 penerima bantuan sosial jadi memiliki lapangan pekerjaan, dan sebanyak 3. 225 yang menjadi penerima manfaat baik petani, akademisi, dan masyarakat umum. Program ini akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dengan tetap menjaga kelestarian hutan. Program ini menjadi bukti bahwa sesungguhnya masyarakat dapat hidup berdampingan dengan hutan untuk saling memberi manfaat bukan sekadar mengeksploitasi alam. ELOC BESTARI menjadi salah satu best practice perhutanan sosial yang kemudian masyarakat luas dapat belajar atau diskusi melalui rumah alam lestari. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan cakupan kebermanfaatan sehingga semakin banyak masyarakat yang teredukasi dan meningkat kesejahteraannya tanpa harus merusak hutan lagi. KESIMPULAN Program CSR PT PGE Area Ulubelu yakni Eloc Bestari mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap melestarikan lingkungan. Program ini juga berhasil mengubah pola pikir masyarakat untuk berhenti menjadi pemburu dan perambah hutan serta mengelola hutannya secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan juga menjadi kunci keberhasilan program sehingga cakupan kebermanfaatannya lebih luas. Praktik baik ini diharapkan menjadi percontohan bagi perusahaan lainnya yang memiliki fokus perhutanan sosial sehingga semakin banyak masyarakat yang teredukasi untuk dapat hidup berdampingan dan harmonis dengan hutan. DAFTAR PUSTAKA