e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 05. : 49 - 56, 2024 Analisis Ancova pada Pembelajaran SMART dengan Scaffolding Terhadap Disposisi dan Pemahaman Konsep Matematis Dona Dinda Pratiwi1. Bambang Sri Anggoro2. Cahniyo Wijaya Kusuma3. Retno Puji Lestari4. Nadida Dzikrillah5 Program Studi Pendidikan Matematika. UIN Raden Intan Lampung. Indonesia E-mail: 1donadinda@radenintan. id, 2bambangsrianggoro@radenintan. 3cahniyowijaya@gradenintan. id, 4retnop595@gmail. com, 5dnadidadz@gmail. 1,2,3,4,5 Diterima 12 Mei 2024, disetujui untuk publikasi 3 Juni 2024 Abstrak. Hasil studi pendahuluan, diperoleh bahwa 84% siswa masih rendah dalam penguasaan konsep Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis bagaimana model pembelajaran yang berbeda, yang digunakan pada kelas eksperimen dan kontrol, dapat berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa, dengan mengeontrol disposisi matematika. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu pada populasi siswa Kelas Vi SMP Negeri 4 Mesuji. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep dan angket disposisi matematika. Analisis data menggunakan analisis varian satu arah dengan tingkat signifikansi 5%. Kesimpulannya adalah penggunaan model pembelajaran SMART lebih baik dibandingkan model ekspositori terhadap pemahaman konsep setelah mengontrol disposisi matematis siswa. [Analisis Ancova pada Pembelajaran SMART dengan Scaffolding Terhadap Disposisi dan Pemahaman Konsep Matemati. (Jurnal Fibonaci, 05. : 49 - 56, 2. Kata Kunci: SMART. Pemahaman Konsep. Disposisi Matematis Pendahuluan Kurangnya pemahaman konsep pada siswa merupakan salah satu faktor yang berhitung di Indonesia. Pemahamn konsep berperan penting untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, khususnya pada pelajaran matematika. Matematika menjadi bagian integral dari kehidupan manusia sehari-hari. Dalam konteks pendidikan formal, pembelajaran matematika terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi (Anggoro, 2. Kemampuan memahami konsep sangat penting dalam konteks pembelajaran saat ini untuk mempermudah Pemahaman memiliki akar kata dari "paham" yang menurut KBBI mengacu pada pengertian yang akurat. Sementara itu, pemahaman dijelaskan sebagai proses perilaku dalam memahami (Khoirunnisa & Soro, 2. Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan Kilpatrick et al. menyatakan bahwa . onceptual untuk memahami prosedur matematis, konsep-konsep matematika, serta relasi antar konsep tersebut (Diana et al. , 2. Pemahaman konsep menjadi tujuan utama pada proses belajar matematika (Astuti et al. , 2. Keterampilan siswa dalam memahami konsep matematis melibatkan kemampuan mereka untuk memahami, menggunakan bahasa sendiri, bukan hanya mengandalkan hafalan semata (Pratiwi. Kemampuan ini menjadi elemen penting dalam pembelajaran matematika. Seseorang dianggap memiliki pemahaman konsep secara mekanistik jika dia mampu mengingat dan mengaplikasikan konsep Sebaliknya, pemahaman induktif terjadi ketika seseorang Analisis Ancova pada Pembelajaran SMART dengan Scaffolding Terhadap Disposisi dan Pemahaman Konsep Matematis menggunakan konsep tersebut dalam situasi yang mudah dipahami dan memiliki keyakinan bahwa konsep tersebut juga berlaku untuk situasi yang serupa. Pemahaman siswa terhadap suatu konsep tercermin dari kemampuan seseorang untuk membuktikannya (Nurjanah et al, 2. Berdasarkan tes, siswa yang belum mencapai KKM adalah 84%, sedangkan yang mencapainya hanya 16%. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan, kemampuan pemahaman konsep matematika siswa masih belum mencapai tingkat yang optimal atau Rendahnya pemahaman konsep matematika juga dapat diperkuat dengan hasil penelitian Intan Triasuci Apriliani, yang menemukan bahwa 22 dari 201 siswa memperoleh nilai Ujian Tengah Semester (UTS) di bawah KKM. (Apriliani, 2. Pentingnya penggunaan bahan ajar yang menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran, yang pada gilirannya akan mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi. Hal ini menekankan pentingnya peran kreativitas pendidik dalam menyajikan materi biologi secara bermakna, menarik, dan disukai oleh siswa (Anggoro, 2. Keberhasilan siswa dalam pembelajaran sangat ditentukan oleh peran pendidik (Kusuma et al. , 2. Salah satu peran tersebut yaitu guru tepat dalam memilih model pembelajaran sehingga matematika (Dini et al. , 2. Berdasarkan sebelumnya, bahwa upaya peningkatan pemahaman konsep siswa dapat dilakukan melalui model pembelajaran, salah satunya yaitu model pembelajaran SMART. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan oleh Tia Audinar menunjukkan bahwa menerapkan SMART (Audinar, 2. Sriwulandari dkk juga melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa model pembelajaran SMART telah divalidasi oleh ahli dan layak digunakan dalam pembelajaran siswa (Duengoa et al. Salah satu cara untuk membangkitkan minat siswa dan meningkatkan kepercayaan diri dalam belajar matematika adalah melalui pengembangan konsep matematika dari pengalaman nyata siswa serta ide-ide yang telah mereka kuasai. Siswa akan lebih tertarik belajar matematika jika pembelajaran mereka menyenangkan (Putri et al, 2. Sehingga, guru perlu memberikan stimulasi yang sesuai bagi siswa dalam mengatasi masalah tersebut, dengan menerapkan teknik pembelajaran yang sesuai. Teknik pembelajaran yang dianggap sesuai untuk mendukung indikator dari model pembelajaran SMART adalah teknik Terbukti berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ni Ketut Erna Muliastrini dan rekan-rekannya, yang menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model inkuiri menggunakan teknik scaffolding secara bersamaan menunjukkan kemajuan yang jauh lebih signifikan dalam kemampuan literasi sains dan prestasi belajar IPA dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Muliastrini et al. , 2. Arimas dkk juga menyatakan bahwa kevalidan multimedia PBL penerapan teknik scaffolding, berdasarkan penilaian ahli media, memperoleh skor dengan kualifikasi sangat valid (Arima et al. Selain mempertimbangkan model dan teknik pembelajaran, dalam rangka mencapai kesuksesan dalam pembelajaran matematika, guru juga harus memperhatikan sikap siswa, matematika, yang memiliki dampak penting. Anita Febriyani dkk, yang menegaskan bahwa disposisi matematis memiliki dampak matematis dan dianggap sebagai kontributor utama dalam menilai pemahaman konsep matematis (Febriyani et al. , 2. Temuan dari penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa model pembelajaran SMART lebih berhasil dalam mempengaruhi pemahaman konsep matematis siswa. Kmeudian melalui Scaffolding memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa. Studi terkini matematika siswa melalui implementasi Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Dona Dinda Pratiwi. Bambang Sri Anggoro. Cahniyo Wijaya Kusuma. Retno Puji Lestari. Nadida Dzikrillah model pembelajaran SMART dengan teknik Scaffolding, dengan fokus khusus pada disposisi matematis siswa, terutama dalam konteks pemahaman konsep matematika. Tinjauan Teoritis Pembelajaran SMART Model pembelajaran SMART merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang mendukung individu dalam mencapai tujuan (Netriwati, 2. Metode pembelajaran SMART dimaksudkan untuk mempermudah pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap tujuan, dengan tujuan mencapai sasaran dan mengidentifikasi penerima Dengan pendekatan ini, akan seberapa jauh pencapaian tujuan telah tercapai (Mahfiah, 2. Metode SMART bisa dianggap sebuah gambaran yang jelas tentang program pembelajaran yang meliputi specific, measurable, achievable, realistic, timebond (Mahfiah, 2. Scaffolding dalam pembelajaran adalah keterampilan baru dengan menugaskan siswa menyelesaikan masalah yang sulit bagi Guru memberikan dukungan penuh dan terus-menerus, memungkinkan siswa mengolah informasi dan kegiatan baru dengan bantuan scaffolding. Saat siswa telah memahami dengan baik, dukungan tersebut secara bertahap dikurangi atau dihilangkan, sejalan dengan Herber dan Herber yang berpendapat bahwa saat siswa memiliki pemahaman yang kuat, scaffolding dapat dihilangkan secara progresif (Yunita, 2. Disposisi matematis adalah hubungan dan penghargaan terhadap matematika, yang mencerminkan kebiasaan untuk bertindak dan Pengembangan disposisi matematis dianggap penting untuk memberikan dukungan bagi matematika (Rafianti et al. , 2. Sumarmo dalam Zulhendri & Muhandaz . berpendapat yaitu disposisi matematis tertuju Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 pada motivasi, kesadaran, kecenderungan, dan komitmen yang kuat dari siswa untuk berpikir dan bertindak dalam konteks matematika. Disposisi matematis mencakup sikap yang konstruktif atau positif, serta kecenderungan untuk melihat matematika menjadi suatu yang rasional, berguna, dan memiliki nilai (Savitri et , 2. Pemahaman konsep menjadi keterampilan matematika yang penting untuk dimiliki dalam proses pembelajaran. Memahami konsep menginterpretasikan dan menerapkan materi yang diajarkan menjadi pemahaman yang lebih jelas, baik melalui ekspresi verbal maupun penerapan praktis (Wahyuni et al. , 2. Pemahaman konsep melibatkan kemampuan untuk mengungkapkan materi dengan cara yang interpretasi, dan menerapkannya (Fahrudin et , 2. Siswa dianggap memiliki pemahaman konsep matematika ketika mereka mampu mengkomunikasikan gagasan tersebut melalui berbagai cara, baik lisan, tulisan, maupun visual (Diana et al. , 2. Pemahaman konsep juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan yang baru (Arnidha, 2. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu. Cluster random sampling menjadi Teknik pemilihan sampel penelitian, dimana sampel diambil secara acak dan merupakan unit-unit sampling. Dalam penelitian ini, terdapat tiga kelas yang diambil menjadi sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peneliti menentukan rincian kelas sampel sebagai berikut: . kelas eksperimen . odel pembelajaran SMART Learning dengan teknik Scaffoldin. kelas eksperimen . odel pembelajaran SMART Learnin. odel Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup: tes kuesioner disposisi matematis. Analisis Ancova pada Pembelajaran SMART dengan Scaffolding Terhadap Disposisi dan Pemahaman Konsep Matematis Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Data yang terkumpul berdasarkan tes dengan instrumen yang digunakan kemudian dihitung uji Normalitas melalui uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Berikut ini adalah hasil dari uji prasyarat tersebut: Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Pemahaman Konsep Kelas P-Value Signifikasi Eks 1 0,200 0,05 Eks 2 0,143 0,05 Kontrol 0,126 0,05 Kesimpulan Mendistribusikan Normal Mendistribusikan Normal Mendistribusikan Normal Hasisl pada Tabel 1, disimpulkan bahwa data pemahaman konsep pada setiap kelas berdistribusi normal . Ou 0,. , yang berarti H0 diterima, sementara H1 ditolak. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Disposisi Matematis Kelas P-Value Signifikasi Eks 1 0,200 0,05 Eks 2 0,165 0,05 Kontrol 0,200 0,05 Kesimpulan Mendistribusikan Normal Mendistribusikan Normal Mendistribusikan Normal Berdasarkan Tabel 2, disimpulkan bahwa data disposisi matematis pada setiap kelas berdistribusi normal . Ou 0,. , yang berarti H0 diterima, sementara H1 ditolak. Uji menggunakan SPSS 25. Berikut adalah hasil dari uji homogenitas: Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Uji Levene's untuk Kesamaan Variansi Kesalahana Variabel Dependen: PEMAHAMAN KONSEP Sig. ,824 ,442 Tabel 3. menunjukkan hasil uji menunjukkan bahwa varians keduanya homogen, dengan nilai P-Value . > . , sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Uji linearitas regresi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Berdasarkan Tabel 4, nilai sig kovariat (X. adalah 0,028 O 0,05 (P-valueO 0,. , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, disimpulkan terdapat hubungan linear antara variabel kovariat . isposisi matemati. dan variabel . emampuan Berikut adalah hasil uji homogenitas koefisien regresi linier. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Koefisien Regresi Linier Uji Efek Antar Subjek Variabel Dependen: PEMAHAMAN KONSEP Sumber Sig. ELAS * ,906 ,408 DISPOSISI Seperti yang terlihat dalam Tabel 4, menunjukkan bahwa nilai sig = 0,408, yang lebih besar dari 0,05 (P-Value > 0,. , sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Disimpulkan data bersifat homogen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan linier antara variabel kovariat dan variabel bebas, sehingga asumsi uji terpenuhi. Setelah semua uji prasyarat terpenuhi, langkah berikutnya adalah melakukan uji hipotesis menggunakan One-Way Ancova. Pengujian pertama dilakukan dengan menguji pengaruh antar subjek (Tests of Between-Subjects Effect. Jika nilai probabilitas > 0,05, maka H 0 diterima dan H1 ditolak . idak ada pengaru. , dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS 25 untuk melihat pengaruh antar subjek. Tabel 5. Hasil Pengaruh Antar Subjek Uji Efek Antar Subjek Variabel Dependen: PEMAHAMAN KONSEP Sumber Sig. Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Dona Dinda Pratiwi. Bambang Sri Anggoro. Cahniyo Wijaya Kusuma. Retno Puji Lestari. Nadida Dzikrillah Corrected Model KELAS DISPOSISI 17,294 ,000 20,459 4,990 ,000 ,028 Tabel 5 mencatat bahwa untuk variabel kelas (X. Fcount atau F0 (X. adalah 20,459 dengan PValue = 0,000 (P-Value O 0. , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan model pembelajaran SMART berbantuan teknik scaffolding berpengaruh positif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis Berdasarkan tabel 6 untuk variabel disposisi (X. Fcount atau F0 (X. adalah 4,990 dengan P-Value = 0,028 (P-Value O 0,. , sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan variabel kovariat disposisi pemahaman konsep matematis siswa. Hasil ini juga didukung oleh grafik regresi. Berikut Gambar 1. Grafik regresi model pembelajaran dan disposisi matematika Dari gambar 1, terlihat bahwa garis menunjukkan arah positif atau naik. Nilai konstanta menunjukkan dampak positif dari variabel kovariat pada variabel dependen. Garis regresi Y = 53,21 0,34 menunjukkan koefisien regresi variabel kovariat terhadap variabel dependen, yang berarti jika variabel X2 naik. Y akan naik sebesar 0,34 atau 34%. Dengan kata lain, semakin besar skor disposisi matematis siswa, semakin besar pemahaman konsep matematis, atau terdapat pemahaman konsep matematis. Jurnal Fibonaci C Volume 05 C Nomor 1 C Januari - Juni 2024 Dari hasil Corrected Model pada tabel 6. Fcount atau F0 = 17,294 dengan P-Value = 0,000 (P-Value O 0,. , sehingga H0 ditolak dan H1 Artinya, terdapat pengaruh secara bersamaan dari model pembelajaran SMART berbantuan teknik Scaffolding dengan mengontrol Disposisi Matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis Selanjutnya, diperlukan uji lanjut untuk mengetahui model terbaik diantara model yang diterapkan, menggunakan uji estimasi parameter. Tabel 6. Hasil Pengujian Lanjutan Estimasi Parameter Variabel Dependen: PEMAHAMAN KONSEP Parameter B Sig. Corrected 17,294 ,000 Model Mencegat 55,881 6,305 ,000 [KELAS=. 12,141 6,338 ,000 [KELAS=. 7,490 3,949 ,000 [KELAS=. DISPOSISI ,230 2,234 ,028 Dari tabel 6, terlihat bahwa pada baris (Kelas=. , nilai t0 = 6,338 dengan P-Value = 0,000 pada signifikansi 0,05 (P-Value O 0,. , sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran SMART lebih baik dibandingkan model ekspositori terhadap pemahaman konsep setelah mengontrol disposisi matematis siswa. Pembahasan Berdasarkan evaluasi angket disposisi matematis, kelas eksperimen 1 menunjukkan skor rata-rata tertinggi, yakni 88,10. Dalam konteks mengembangkan kemampuan calon guru terkait berpikir matematis tingkat tinggi, penalaran, keterampilan berpikir matematis, dan pemecahan masalah saat mengajar . Nelik, 2. , kelas eksperimen 1 menunjukkan disposisi matematis yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen Tingkat disposisi matematis ini juga berdampak pada hasil posttest pemahaman konsep matematis, menunjukkan bahwa kelas Analisis Ancova pada Pembelajaran SMART dengan Scaffolding Terhadap Disposisi dan Pemahaman Konsep Matematis dengan disposisi matematis yang tinggi memperoleh nilai yang lebih tinggi. Temuan ini sesuai pandangan Anita Febriyani dkk yang menegaskan bahwa disposisi matematis memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman konsep matematis (Febriyani et , 2. Perbedaan antara kelas eksperimen 1 dan 2 dengan kelas kontrol terhadap hasil yang diperoleh disebabkan oleh variasi pendekatan pembelajaran yang diterapkan. Berbagai model pembelajaran yang digunakan memiliki dampak yang signifikan pada prestasi belajar siswa. Pemahaman konsep matematika memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, karena kemampuan ini memungkinkan siswa untuk menyelesaikan masalah matematika dengan baik dan memperoleh pemahaman yang mendalam (Radiusman, 2. Penutup Berdasarkan analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: . Penerapan model pembelajaran SMART yang didukung oleh teknik Scaffolding memengaruhi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan mengendalikan disposisi . Variabel kovariat Disposisi matematis memiliki dampak terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa, di mana semakin tinggi tingkat disposisi matematis, semakin tinggi pula pemahaman konsep siswa. Pengaruh bersama-sama pembelajaran SMART Scaffolding Disposisi Matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dapat diamati secara Ucapan Terimakasih Ucapan terima kasih kepada semua individu dan pihak yang berperan penting dalam keberhasilan penyelesaian penelitian Dukungan, bimbingan, dan kontribusi mereka yang tak tergoyahkan sangat penting menjadikannya sumber daya yang berharga untuk usaha-usaha di masa depan dan memberikan wawasan untuk penelitian Ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh para pembimbing, pengawas, kolega, dan partisipan yang telah dengan murah hati berbagi waktu. Kemudian. Ucapan terima kasih kepada lembaga, organisasi dan lembaga pendanaan yang telah menyediakan sumber daya dan fasilitas sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini tidak akan mungkin terjadi tanpa upaya kolektif dan kolaboratif dari individu dan entitas dan kontribusi mereka sangat dihargai. Daftar Pustaka