JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 2. Mei 2024 PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN LITERASI INFORMASI MASYARAKAT DI PERPUSTAKAAN DESA PADALARANG Novia Tirta Sari1. Nandang Rukanda2. Dewi Safitri Elshap3 1,2,3 IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia noviatsari211@gmail. com, 2nandangrukanda@ikipsiliwangi. id, 3elshapdewi@gmail. Received: Juli, 2023. Accepted: Mei, 2024 Abstract This research focuses on the role of the library in increasing the achievement of information literacy for the community at the Padalarang Village Library. The aims of the research were: . To find out the program at the Padalarang Village Library. To find out how the conditions of community information literacy were before and after the existence of the Padalarang Village Library. To find out how the government supports in increasing public information literacy in the Padalarang Village Library. The research method used is descriptive research method with a qualitative approach. The researcher conducted interviews with two research subjects who were determined based on the purposive sampling technique. Data collection techniques were carried out through observation and Meanwhile, data analysis techniques use a triangulation approach as a test of data validity. The results of the study show that the role of the library in increasing community information literacy in the Padalarang Village Library is as a helper and supporter of the community in developing quality of life so that they become independent individuals, literate in knowledge, communication and information, and have potential in the future. The achievements in increasing information literacy by the Padalarang Village Library have been effective enough so that the community becomes more active and motivated in finding factual and accurate reading, especially supported by literacy in terms of Keywords: Libraries. Information Literacy Abstrak Penelitian ini berfokus pada peran perpustakaan dalam meningkatkan pencapaian literasi informasi terhadap masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang. Tujuan dari penelitian adalah: . Untuk mengetahui program pada Perpusdes Padalarang. Untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi informasi masyarakat sebelum dan sesudah dengan adanya Perpusdes Padalarang. Untuk mengetahui bagaimana dukungan pemerintah dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di Perpusdes Padalarang. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian desktiptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara terhadap dua subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan Sedangkan, teknik analisis data menggunakan pendekatan triangulasi sebagai uji keabsahan Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang yaitu sebagai pembantu dan pendukung masyarakat dalam pengembangan kualitas hidup agar menjadi pribadi yang mandiri, melek terhadap ilmu pengetahuan, komunikasi dan informasi, serta berpotensi dimasa mendatang. Pencapaian dalam meningkatkan literasi informasi oleh Perpustakaan Desa Padalarang sudah cukup efektif agar masyakarat menjadi lebih giat dan termotivasi dalam mencari bacaan yang faktual dan akurat, apalagi didukung dengan adanya literasi dalam hal digitalisasi. Kata Kunci: Perpustakaan. Literasi Informasi Volume 7. No. Mei 2024 pp 258-265 How to Cite: Sari. Rukanda. & Elshap. Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat Di Perpustakaan Desa Padalarang. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 258-265 PENDAHULUAN Di era digitalisai ini perkembangan informasi sangatlah cepat untuk bisa diakses oleh siapa saja baik itu di rumah, di tempat sekolah, maupun di tempat lainnya. Menurut Pratiwi dan Asyrotin . , berpendapat bahwa teknologi serba canggih ini memberikan kebebasan kepada seseorang untuk menyampaikan informasi terkhusus kepada masyarakat lainnya. Namun, dari yang disampaikan oleh Fadhli . bahwa dengan keadaan itulah tidak semua masyarakat dapat memilih informasi sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dapat mengakibatkan informasi tersebut fatal dan tidak valid (Rizki and Ruwaida 2. Berbagai lembaga pendidikan membangun program literasi informasi, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan atas, maupun pendidikan perguruan tinggi. Adapun mayoritas masyarakat yang sedang dalam tahap memulai informasi, sedang mencari tahu informasi, dan bahkan ada yang sudah membangun program literasi informasi tersebut. Literasi informasi merupakan terjemahan dari information literacy memiliki makna kemelekan informasi. Dengan kata lain, literasi informasi adalah salah satu program untuk pemberdayaan masyarakat khususnya dalam hal informasi dan komunikasi (Hamidah and Lusiana 2. Berbagai hal dalam kehidupan dan pekerjaan telah dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang begitu pesat. Pengaruh ini dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif untuk negara. Seperti halnya dengan transformasi sistem dalam suatu lembaga pendidikan dan sistem perpustakaan. Contoh alat yang dapat membantu menyelesaikan profesi yang ada di perpustakaan dengan menggunakan internet sebagai jaringan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah komputer (Afrizal 2. Di era digital ini, pola yang berkaitan dengan perpustakaan yang istilahnya Auhanya sekedar tempat buku yang berjajarAy tersebut tidak aneh lagi di telinga masyarakat. Karena berkat hal tersebut, perpustakaan begitu pesat dalam perubahannya. Di era digital ini, media elektronik biasa dipilih oleh perpustakaan untuk mengoleksi berbagai versi buku bacaan (Tyas 2. Dari kutipan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, menyatakan bahwa pengelola sebuah perpustakaan haruslah seorang yang profesionalitas dalam bidang Dengan kreatifitas pustakawan, koleksi yang awalnya hanya berbentuk cetak, sekarang telah banyak yang didigitalisasikan dengan menggunakan teknologi informasi yang semakin maju (Afrizal 2. Layanan informasi dapat diberikan oleh perpustakaan bagi pemustaka/pengguna/pengunjung. Segala informasi berupa karya manusia baik dari karya cetak ataupun karya rekam disatukan dan diproses melalui berbagai sistem tertentu, agar dapat dengan mudah diakses oleh pemustaka. Dengan beriringnya perkembangan zaman, keberadaan teknologi informasi dapat dikatakan mengungguli dalam segala hal di kehidupan manusia. Tentu hal tersebut mempunyai dampak yang cukup relevan. Kegiatan manusia yang awalnya hanya dilakukan tanpa memakai alat teknologi informasi, tetapi sekarang keberadaan dan perubahan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendisrupsi (Winastwan and Fatwa 2. Dalam pola baru, pemberdayaan perpustakaan dan pustakawan haruslah ditingkatkan dan disesuaikan dengan transfigurasi permintaan penggunanya, seperti dengan pengaksesan informasi yang sangat luas, akurat dan faktual. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat dan semakin beragamnya teknologi yang canggih dapat terbawanya peralihan di 260 Sari. Rukanda & Elshap. Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang lingkungan masyarakat. Pada akhirnya perubahan itu dapat menguasai terhadap indikasi pada eksistensi perpustakaan. Di zaman dahulu, indeks perpustakaan yang sempurna dihitung dari total penyortiran koleksi buku bacaan dan bangunan yang luas. Tetapi, di zaman ini telah mengarungi metamorfosis perpustakaan yang dapat melengkapi harapan dari pembaca (SaAodiyah and Furqon Adli 2. Beberapa sebutan yang sering digunakan para pembaca di masa depan perpustakaan, seperti kita ketahui dengan perpustakaan tanpa dinding . ibrary without wal. , perpustakaan online . nline librar. , perpustakaan elektronik . lectronic librar. , perpustakaan digital . igital librar. , dan lainnya (Noprianto 2. Perpusdes Padalarang merupakan salah satu lembaga perpustakaan yang berada di kawasan Desa Padalarang, yang diharapkan bisa memudahkan dalam mengakses informasi bagi masyarakat melalui koleksi lektur pustaka yang dihimpunkan. Terutama, mampu menjadi petugas pustakawan/pengelola yang profesionalitas dalam memberikan pelayanan informasi. Apalagi, di era digitalitasi ini penduduk Indonesia amat bersangkut terhadap keberadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan adanya permasalahan tersebut, dapat dilihat bahwa masih banyaknya kendala dan tantangan dalam pendayagunaan perpustakan yang optimal bagi masyarakat sekitar. Sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji penelitian yang berjudul AuPeran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat di Perpustakaan Desa PadalarangAy. Tujuan dari penelitian adalah: . Untuk mengetahui program pada Perpusdes Padalarang. Untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi informasi masyarakat sebelum dan sesudah dengan adanya Perpusdes Padalarang. Untuk mengetahui bagaimana dukungan pemerintah dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di Perpusdes Padalarang. Perpustakaan Perpustakaan merupakan salah satu tempat bacaan yang familiar dikalangan masyarakat Namun, minoritas masyarakat menganggap perpustakaan hanya sebatas gudangnya simpanan sumber bacaan buku saja. Padahal di zaman sekarang pemahaman tentang perpustakaan seperti hal tersebut sudah tidak aneh lagi. Dalam perkembangan dari ilmu pengetahuan dan komunikasi (IT) ini, pelayanan dan koleksi yang disediakan oleh perpustakaan terus mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka tersendiri. Apalagi dalam pendidikan perguruan tinggi ini peran perpustakaan begitu penting dalam mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi. Seperti halnya pendapat para ahli dari Sugeng Wahyuntini . , yang mengatakan bahwa dorongan dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan dipengaruhi dengan level pemahaman mahasiswa, yang terlihat dari sering tidaknya saat mengimplementasikan informasi dari bacaan tersebut (Endarti 2. Diambil dari pernyaatan Undang-Undang No. 47 tahun 2007 tentang Perpustakaan, menjelaskan bahwa perpustakaan adalah sebuah wadah yang mengelola berbagai versi buku, baik dari karya tulis, karya cetak, dan lainnya. Hal tersebut berguna untuk melengkapi kebutuhan dalam bidang pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan komunikasi, serta rekreasi bagi pemustaka. Perpustakaan memiliki ciri-ciri umum, diantaranya memiliki ruangan/gedung, memiliki koleksi atau bahan pustaka/sumber informasi, memiliki pengelola yang melayani pemustaka, memiliki komunitas dari para pengunjung, dan memiliki sistem IT agar prosedur pelaksanaan di setiap program berjalan dengan optimal (Persia 2. Terdapat fungsi perpustakaan yang berguna untuk kemajuan masyarakat. Seperti pendapat dari Darmanto . , yang mengungkapkan bahwa fungsi perpustakaan diantaranya sebagai Volume 7. No. Mei 2024 pp 258-265 fungsi administratif, informatif, pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan rekreasi (Endarti Literasi Informasi Secara umum, literasi memiliki makna sebagai wadah kecakapan dalam hal membaca dan Sebagaimana yang tertulis dalam Kamus Oxford berbunyi AuLiteracy is ability to read and writeAy. Mengandung makna, bahwa literasi merupakan kemampuan membaca dan Selain itu. AuInformation is fact to talk, heart and discovered about somebody/somethingAy. Bermakna bahwa informasi adalah sebuah fakta untuk dibicarakan, didengar, dan ditemukan. Dari makna yang telah disampaikan, bahwa literasi informasi diartikan sebagai kemampuan individu dalam membaca dan menulis suatu hal yang sedang dibicarakan, didengarkan, dan dikemukakan serta didasarkan terhadap fakta yang akurat. Literasi dalam perkembangannya memiliki makna yang luas, diantaranya ada berbagai jenis literasi, seperti literasi informasi . nformation literac. , literasi moral . oral literac. , literasi media . edia literac. , literasi komputer . omputer literac. , literasi teknologi . echnology literac. , dan literasi ekonomi . conomy literac. (Septiyantono 2. Literasi informasi yaitu seperangkat keterampilan atau kecakapan seseorang untuk menyadari kebutuhan informasi, mengetahui sumber informasi, mampu memilah dan memilih informasi, serta mampu mengamalkan dengan moral yang baik. Apalagi, literasi informasi ini berkaitan langsung dengan kemampuan belajar sepanjang hayat atau sering dikenal dengan sebutan life long educatio (Himawan 2. Di era digitalisasi ini, literasi informasi begitu banyak manfaatnya terkhusus bagi semua lapisan masyarakat. Individu yang menguasai literasi informasi dapat menciptakan pengetahuan yang mumpuni dan disaat mengambil keputusan maka mereka akan menggabungkan langsung dengan ilmu yang dimiliki (Septiyantono 2. METODE Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian desktiptif dengan pendekatan Dimana metode penelitian deskriptif ini mengarahkan pada suatu objek dari gejala, fakta atau kejadian yang secara akurat dan faktual, yang berhubungan dengan populasi atau daerah tertentu (Ahyar et al. Sedangkan, menurut Pradoko . mengatakan bahwa pendekatan kualitatif merupakan metode yang dilaksanakan oleh peneliti yang mampu mengambil data dalam segala aspek (Sahir 2. Penulis melakukan wawancara mendalam terhadap dua subjek penelitian terdiri dari pengelola dan pengunjung Perpusdes Padalarang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Peneliti menemukan subjek dengan memperhatikan sifat dan penyebaran dalam setiap analisis Lokasi penelitian berada di Perpustakaan Desa Padalarang, dimana lokasi tersebut memiliki ciri khas tersendiri dalam pemanfaatan literasi bagi masyarakat. Peneliti melakukan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan pendekatan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Penggunan teknik tersebut untuk melengkapi dan mendapatkan data yang akurat dalam penelitian dihasilkan. 262 Sari. Rukanda & Elshap. Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Perpusdes Padalarang didirikan pada tahun 2020 dan terletak di Jl. Cipadang Manah. Desa Padalarang. Kec. Padalarang. Kab. Bandung Barat. Awal berdirinya Perpusdes Padalarang ini dilatarbelakangi dari Kantor Desa Padalarang, dan seiring berjalan waktu di tahun 2021 sekitar awal bulan Juli ini Perpusdes Padalarang pun dipindahkan ke bekas bangunan SMK Hamka yang sekarang telah berubah menjadi bangunan Sekre Perpustakaan Desa Padalarang. Perpusdes Padalarang saat ini memiliki 3 pengelola administrasi dan 7 kepengurusan. Tujuan berdirinya Perpusdes Padalarang ini sebagai pelayanan dalam aspek melengkapi kepentingan masyarakat terkait hal meningkatkan literasi informasi, ilmu pengetahuan, ilmu komunikasi dan ilmu pendidikan, yang berguna bagi elemen masyarakat agar menjadi pribadi yang gemar membaca, melek aksara, dan melek teknologi. Perpusdes Padalarang ini terdapat berbagai macam program yang telah berjalan sampai dengan sekarang, diantaranya: . Diskusi Buku. Nonton Bareng (Noba. Program Kelas Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Perpustakaan Keliling. Program Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI). Seminar bersama anak PAUD. Perpustakaan Jalanan. Mengaji bersama anak-anak SD. Program Kelas Ekologi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, peneliti mendapatkan hasil bahwa Perpusdes Padalarang memiliki peran dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat melalui berbagai program yang telah dilaksanakan. Berikut yang disampaikan oleh pengelola/pustakawan yang pertama di Perpusdes Padalarang mengenai peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat, bahwa AuKita sebagai petugas Perpusdes Padalarang untuk bisa mengajak anak muda agar mengetahui tentang manfaat literasi, manfaat membaca buku, serta kita memperkenalkan kepada masyarakat betapa pentingnya literasi bagi kehidupan sehari-hariAy. Selain itu, dapat terlihat dari tanggapan masyarakat sekitar dalam mengikuti berbagai program di Perpusdes Padalarang, terlihat juga dari begitu tertariknya pemustaka/pengunjung Perpusdes Padalarang dalam memilah dan memilih bacaan buku yang disediakan baik dari Perpustakaan offline maupun Perpustakaan digital yang bisa masyarakat akses melalui website atau media sosial Instagram dari Perpusdes Padalarang. Karena website tersebut menyediakan informasi berbagai tema artikel yang unik, berbagai buku digital, informasi berbagai program yang diadakan, dan berbagai poster yang unik di hari-hari peringatan istimewa. Berdasarakan hasil observasi dan wawancara, peneliti mendapatkan hasil bahwa literasi informasi masyarakat di sekitar Perpusdes Padalarang mengalami peningkatan dikarenakan setiap individu tersebut selalu membaca dan selalu mengikuti setiap program yang dilaksanakan apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kehadiran Perpusdes Padalarang. Seperti halnya yang dipaparkan oleh pengelola yang kedua di Perpusdes Padalarang, mengatakan bahwa AuApalagi kita juga menyesuaikan program dengan Visi Misi dan slogan dari pemerintah Desa Padalarang. Visi Misi dan slogan itu berfokus kepada anak-anak dan kebetulan dari program Peprusdes juga mengadakan hal yang berhubungan dengan anak-anak terutama dimulai dari anak usia dini, seperti mengadakan seminar di PAUD, dan kita juga berhasil mempersatukan dua Karang Taruna yang dulunya sering berselisih dengan diselingi kegiatan olahraga futsal bersama yang akhirnya merekapun dapat rukun kembaliAy. Volume 7. No. Mei 2024 pp 258-265 Berdasarkan hasil wawancara yang dijelaskan oleh pengelola/pustakawan di Perpusdes Padalarang bahwa dukungan dari pihak pemerintah baik dari pemerintah pusat atau Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat ini yang mayoritas mendapatkan respon positif dan selalu memberikan dukungan dengan terbukti memberikan berbagai koleksi buku bacaan, memberikan projektor untuk program Nobar, pendanaan dalam sarana dan prasarana seperti memberikan lemari buku, dan merenovasikan bangunan atap. Bahkan di dalam ruangan Perpusdes Padalarang terdapat mural dari tokoh filsuf sekaligus pahlawan Indonesia, beliau bernama Tan Malaka atau Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka dan tokoh penyair sekaligus aktivis HAM Indonesia, beliau bernama Widji Tukul yang bernama asli Widji Widodo. Ada juga kata-kata motivasi didinding perpustakaan yang bertuliskan AuTujuan Pendidikan Itu Untuk Mempertajam Kecerdasan Memperkukuh Kemauan Serta Memperhalus PerasaanAy. Pembahasan Dari hasil fakta akurat yang telah didapatkan, bahwa penelitian tentang peran Perpusdes Padalarang dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat adalah sebagai pendukung dan pembantu masyarakat agar menjadi pribadi yang giat dan gemar dalam membaca serta melek dalam beraksara agar tidak salah pilih dalam menyaring informasi yang akurat. Perpusdes Padalarang dalam perannya untuk meningkatkan literasi informasi masyarakat memiliki berbagai program yang dilaksanakan, terdiri dari: . Diskusi Buku yang dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2021. Berjudul AuKekerasan Budaya Pasca 65: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan FilmAy karya Wijaya Herlambang. Yang dihadiri oleh pemantik bernama Bapak Prayoga. Nonton Bareng (Noba. berbagai film genre yang mengandung kesan dan pesan plot wist tersendiri. Kita sebagai petugas Perpusdes Padalarang mengajak anak-anak Karang Taruna serta masyarakat lainnya dan selalu antusias dalam program tersebut. Program Kelas Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Yang mendatangkan pengajar dari mahasiswa lulusan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Pasundan Cimahi, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Semester 4 di UPI Bandung, dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Semester 6 di UIN Bandung. Perpustakaan Keliling yang disediakan di MI Al-Mujtahidin diselenggakan pada tanggal 23 April 2022 bertepatan dengan Hari Buku Internasional. Perpustakaan keliling ini bertema AuMenumbuhkan Semangat Literasi di Desa Padalarang Guna Meningkatkan Potensi Masyarakat Desa Yang BerintelektualAy. Program Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI). Yang mendatangkan pembimbing dari salah satu guru di MA Persis Padalarang. Seminar bersama anak PAUD di Kampung Cipadang Manah. Kita sebagai petugas Perpusdes Padalarang menyediakan buku-buku cerita dan kita juga story telling serta anak-anak PAUD juga menceritakan kembali apa yang mereka baca, apalagi kita juga memberikan reward kepada anak PAUD tersebut. Perpustakaan jalanan yang disediakan di sekitar daerah Padalarang seperti di depan Gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, di depan toko Donkin Donuts, dan tempat lainnya. Mengaji bersama anak-anak SD. Program Kelas Ekologi. Yang menghadirkan narasumber yaitu Yoga Zaya sebagai Aktivis Lingkungan. Meiki W. Paendong sebagai Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jawa Barat. Eggi Ginanjar. Sos. sebagai Ketua Bidang Lingkungan Hidup PP Pemuda Persis. Sosiolog UNPAD. Manager Sinergi Foundation. Irsan Muzaki Fadilah sebagai Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Bidang Lingkungan Hidup DPD KNPI Bandung Barat. Deden Syarif H. Ag. sebagai Ketua Forum Pemuda Peduli Karst Citatah (FP2KC). Penerima Award Kalpataru dari Kementerian LHK RI Tahun 2021. dan M. Anang Hadiat. IL. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Dosen Ilmu Lingkungan UNIPI. Sekretaris FP2KC. Pembina Sekretariat Mahasiswa Cinangsi. 264 Sari. Rukanda & Elshap. Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat di Perpustakaan Desa Padalarang Sebenarnya Perpusdes Padalarang ini baru dikenal disaat masa sekarang karena saat dahulu masyarakat sekitar bahkan dari pemerintah Desa Padalarang juga tidak mengetahui dengan kehadirannya perpustakaan tersebut. Padahal perpustakaan ini sudah lama didirikan sejak tahun Dari penuturan Ibu Kades Padalarang, beliau mengira bahwa perpustakaan tersebut tidak ada pengelola/staff nya ataupun dari fasilitas yang masih kurang memadai, padahal ada beberapa orang yang bertugas disana dan menjaga perpustakaan tersebut. Pada saat pengelola disana berkecimpung dan mengajukan proposal kepada pihak Desa Padalarang, lalu mengajukan kolaborasi juga kepada Ibu Kades Padalarang untuk mengadakan acara, barulah saat itu beliau mengetahui dengan kehadiran Perpusdes Padalarang. Apalagi sebagai pengelola perpustakaan menyesuaikan program dengan Visi Misi dan slogan dari Desa Padalarang. Slogan dari pemerintah Desa Padalarang berbunyi AuHUDANGAy yang memiliki arti AuHarmonis. Unggul. Demokratis. Agamis. Nyaman. GemilangAy. Dari berbagai fakta dan permasalahan yang ada di Perpusdes Padalarang diharapkan untuk kedepannya agar lebih meningkatkan lagi minat literasi yang bisa menarik perhatian masyarakat, dan lebih meningkatkan lagi dalam segi pengelolaan yang beroptimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan tentang peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di Perpusdes Padalarang, menunjukkan bahwa dari program yang telah diadakan dapat menarik minat masyarakat dalam berliterasi terutama hal itu bisa di akses melalui perpustakaan offline maupun perpustakaan digital yang disediakan di website atau media sosial Instagram Perpusdes Padalarang. Didalam website itu terdapat berbagai informasi mengenai tema artikel yang unik. buku digital yang dapat di unduh dengan mudah. program yang ada seperti Diskusi Buku. Nobar Film. Program Kelas Bahasa. Perpustakaan Keliling. Program Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI). Seminar bersama anak PAUD. Perpustakaan Jalanan. Mengaji bersama anak-anak SD, dan Program Kelas Ekologi. berbagai poster yang unik untuk memperingati hari peringatan nasional. Apalagi dengan kehadiran Perpusdes Padalarang mengalami perbedaan dan peningkatan dalam minat baca literasi masyarakat yang begitu antusiasnya mereka dalam memilah dan memilih informasi yang akurat agar berguna dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilatarbelakanginya dengan dukungan dari pemerintah Desa Padalarang maupun Perpustakan Kab. Bandung Barat dalam memberikan respon positif guna memfasilitasi perkembangan dalam pengelolaan yang berkualitas, aman, dan nyaman yang bisa digunakan oleh masyarakat sekitar Perpusdes Padalarang. DAFTAR PUSTAKA Afrizal. Peranan Pustakawan Dalam Mewujudkan Perpustakaan Digital. MAKTABATUNA : Jurnal Kajian Kepustakawanan 1. 185Ae94. https://ejournal. id/jurnal/index. php/maktabatuna/article/view/1872. Ahyar. Hardani et al. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta. Pustaka Ilmu Endarti. Sri. Perpustakaan Sebagai Tempat Rekreasi Informasi. ABDI PUSTAKA: Jurnal Perpustakaan dan Kearsipan 2. : 23Ae28. Volume 7. No. Mei 2024 pp 258-265 Hamidah. D T, and E Lusiana. Peran Pustakawan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat. Nautical: Jurnal Ilmiah 1. 497Ae504. https://jurnal. id/index. php/nautical/article/view/412. Himawan. Deden. Pengantar Literasi Informasi. http://w. Diakses tanggal 12 Mei 2023 [Onlin. Tersedia Noprianto. Eko. Tantangan Dalam Mewujudkan Perpustakaan Digital. Pustakaloka