Volume 4 Issue 1 . Pages 385-398 Edukasiana : Journal of Islamic Education pISSN 2964-6979, eISSN 2830-1625 https://ejournal. id/index. php/edukasiana Principal Leadership Model Based on Prophetic Values in Improving the Quality of Education at Mts Abu Bakar Al-Islamy Sumbawa Ibrahim Obet. Universitas PTIQ Jakarta. Indonesia Ahmad Shunhaji. Universitas PTIQ Jakarta. Indonesia E-mail: Ibrahimsuarez1988@gmail. Diterima : 24-01-2025 Direvisi : 2-02-2025 Disetujui : 05-03-2025 Diterbitkan : 05-03-2025 DOI: https://doi. org/10. 61159/edukasiana. Abstract Model of Principal Leadership Based on Prophetic Values in Improving the Quality of Education at Mts Abu Bakar Al-Islamy Sumbawa. This research aims to determine the redefinition of the prophetic-based leadership model in educational institutions, the application of prophetic-based leadership at MTs Abu Bakar Al-Islamy Sumbawa and the prophetic-based leadership model at MTs Abu Bakar Al Islmy Sumbawa in improving the quality of education. The method used in this research or study is qualitative and the approach used is descriptive naturalistic. The results of this research are: . The meaning of the prophetic leadership model in educational institutions cannot be separated from the main elements contained in the structure of prophetic values constructed in the Al-Qur'an Al-Imran verse 110, namely humanization, liberation and transcendence. Humanization as a derivation of amar ma'ruf implies humanity. Liberation taken from the verses of nahi mungkar implies liberation/freeing. And tu'minu billah which means transcendence is a factual dimension of human faith as a creature created by Allah SWT. Implementation and internalization of values and or norms so that they become awareness which is manifested in attitudes and daily behavior. Thus, the internalization of the values of prophetic leadership in Islamic educational institutions is intended to consciously manifest these leadership values in the attitudes and behavior of institutional leaders, which in turn can also be internalized within the entire academic community of Islamic educational institutions. prophetic leadership must depart from the starting point of a theological paradigm, namely from God, because of God and "for God". From God means that the leadership currently carried comes from God. The motive for leadership comes from God, and it is by God's grace that humans can become leaders. Keywords: Leadership Model. School Principal. Prophetic Value. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui redefenisi makna model kepemimpinan berbasis profetik dalam lembaga pendidikan, penerapan kepemimpinan berbasis profetik di MTs Abu Bakar Al-Islamy sumbawa dan model kepemimpinan berbasis profetik di MTs Abu Bakar Al Islmy Sumbawa dalam peningkatan mutu pendidikan. Metode yang digunakan dalam riset atau penelitian ini adalah kualitatif dan pendeketan yang digunakan adalah deksriptif naturalistik. Adapun hasil riset ini adalah: . Makna model kepemimpian profetik dalam lembaga pendidikan tidak bisa lepas dari unsur pokok yang terkandung 385 Edukasiana : Journal of Islamic Education Model Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam struktur nilai-nilai profetik yang dikonstruksi dalam Al-QurAoan surat Al-Imran ayat 110 yaitu humanisasi, liberasi dan transendensi. Humanisasi sebagai derivasi dari amar maAoruf mengandung pengertian kemanusiaan. Liberasi yang diambil dari potongan ayat nahi mungkar mengandung pengertian pembebasan/ membebaskan. Dan tuAominu billah yang berarti transendensi adalah dimensi faktual tentang keimanan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah Swt. Implementasi dan internalisasi nilai-nilai dan atau normanorma sehingga menjadi kesadaran yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku seharihari. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik di lembaga pendidikan Islam dimaksudkan untuk menjadikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut secara sadar dapat terwujud dalam sikap dan perilaku para pemimpin institusi, yang selanjutnya juga dapat terinternalisasi dalam seluruh civitas akademika lembaga pendidikan Islam. kepemimpinan profetik harus berangkat dari starting point sebuah paradigma teologis yaitu dari Allah, karena Allah dan Aiuntuk Allah. Dari Allah dimaksudkan bahwa kepemimpinan diemban saat ini berasal dari Allah. Motif kepemimpinan tersebut datangnya dari Allah, dan atas rahmat Allah-lah manusia dapat menjadi pemimpin. Kata kunci: Model kepemimpinan, kepala sekolah, nilai profetik Pendahuluan Kehidupan adalah bingkaian proses karena proses kehidupan berawal dari ketiadaan menuju kesesuatu yang ada dan kembali ketiadaan untuk memahami bingkaian proses kehidupan ini perlu pendidikan sebagai jalan penerang dan utama yang akan mengantarkan manusia kepada proses pendidikan yang baik sehingga manusia memerhatikan pendidikan dan menjadikannya sebagai tumpuan dalam dua hal yaitu: AuPertama, sarana untuk memecahkan persoalan-persoalan kehidupan manusia yang sedang dihadapinya. Kedua, sarana untuk membangun peradaban manusia, melampaui berbagai masalah yang dihadapinya. (Hasan Basari. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Pendidikan merupakan suatu dimensi pembangunan. Proses Pendidikan terkait dengan proses pembangunan sedangkan pembangunan diarahkan dan bertujuan uantuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan pembangunan dibidang ekonomi, yang saling menunjang satu dengan yang lainnya dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional. Proses Pendidikan berkenaan dengan semua upaya untuk 386 Edukasiana : Journal of Islamic Education Ibrahim Obet mengembangkan mutu sumber daya manusia, sedangkan manusia yang bermutu itu pada hakikatnya telah dijabarkan dan dirumuskan secara jelas dalam rumusan tujuan Pendidikan dan tujuan Pendidikan itu sendiri searah dengan tujuan pembangunan secara (Akhamd Sunhaji & Dodi Hartanto, 2020:. Keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola kantor, sarana prasarana, membina Apabila kepala sekolah mampu menggerakkan, membimbing, dan mengarahkan anggota secara tepat, segala kegiatan yang ada akan dapat terlaksana secara efektif (Ahmad Zain dkk, 2018:. Sebaliknya, bila tidak bisa menggerakkan anggota secara efektif, tidak akan bisa mencapai tujuan secara optimal. Dalam konteks ini, untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidik, ada banyak model kepemimpinan sekolah yang selama ini berbasis pada nilai-nilai tertentu seperti berbasis nilai pancasila, nilai budaya, nilai islam, berbasis media dan lain-lain. Walapun banyak model kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis pada nilai-nilai tertentu, tapi mungkin belum mampu mengurai benang kusut yang ada di lembaga tersebut apalagi lembaga pendidikan Islam. Dengan konsep kepemimpinan berbasis nilai profetik ini, sekiranya dapat menjadi problem solver dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang ada di institusi pendidikan Islam dewasa ini. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) sosok pendidik baik guru maupun dosen memiliki posisi penting. Maka dalam kajian ini pendidik dalam perspektif Al-QurAoan adalah mereka yang melakukan pekerjaan mendidik dan membina serta mengarahkan peserta didiknya, dengan mentransfer pengetahuan dan keterampilannya untuk kemajuan peserta didiknya ( Ahmad Zain Sarnoto, 2012: . Untuk memajukan sebuah institusi pendidikan, diperlukan seorang pemimpin yang visioner, berakhlak mulia, taat menalajankan perintah Allah Swt. Seorang pemimpin tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi spiritual dan emosional itu penting. Dalam konteks ini Nabi Muhmmad SAW mengungkapkan bahwa kepemimpinan seseorang diawali dari dirinya Hal ini terungkap dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Malik yang artinya: Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas Dan Amir . yang memimpin masyarakat, ia akan dimintai 387 Edukasiana : Journal of Islamic Education Model Kepemimpinan Kepala Sekolah pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Dan seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang perempuan pemimpin atas harta suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas Seorang hamba sahaya pemimpin atas harta tuannya dan ia pun akan dimintai pertnggungjawaban atas kepemimpinannya. Kemudian setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ( Deif Musthafa & Muhyidin , 2013:. Berbicara mengenai nilai profetik, tidak lepas dari bagaimana manusia berbicara tentang visi profetik yaitu sifat dan tingkah laku nabi Muhammad SAW dalam bertindak, berbicara, mengajar maupun belajar. Esensi substansi dari pendidikan profetik adalah dapat melihat dan mengaplikasikan bagaimana akhlak, dan karaketer yang dibangun nabi sebagai pilar dalam membentuk manusia-manusia beradab, berbudaya luhur, berkomunikasi santun, . alah satu ciri dari sifat dan karakter nabi adalah bertutur kata santu. yang akhirnya meneguhkan keimanannya kembali kepada Tuhan. Berdasarkan hasil obesrvasi yang peneliti lakukan pada akhir tahun 2021, ada berbagai masalah yang terjadi di MTs Abu Bakar Al-Islamy yaitu kurangnya mutu pendidikan, rendahnya mutu pendidikan di MTs Abu Bakar Al-Islamy serta kurangnya supervisi pendidikan Al-Islamy. Kurangnya disiplinnya Kepala Sekolah, komptensi Kepala Sekolah yang masih minim. SDM yang masih kurang akibat dari kurang perhatiannya kepala sekolah, sarana dan prasarana belum memadai, administarsi yang belum lengkap dan pola kepemimpinan kepala sekolah yang masih ekslusif dan Sehingga hal demikian dapat membuat situasi dan kondisi sekolah masih berada dibawah standar atau kuwalitas masih rendah. Konsekuensi dari masalah-masalah di atas adalah membuat sekolah tidak biasa bergerak maju. Kemajuan lembaga pendidikan khususnya pendidikan Islam seharusnya mencoba menggunakan model atau pola kepemimpinan baru. Model kepemimpinan yang diterapkan di sekolah itu, harus memiliki formulasi kebijakan yang inklusif dan bersifat Berangkat dari masalah tersebut, salah satu model kepemimpin yang menarik diterapkan adalah model kepemimpinan berbasis nilai profetik. Nilai profetik dalam sebuah kepemimpinan adalah nilai yang mengdepankan pada adanya integritas, 388 Edukasiana : Journal of Islamic Education Ibrahim Obet manajerial, kompetensi, dan transaparansi. Kepemimpinan yang berbasis pada nilai profetik ini dapat membuka peluang untuk meningkatkan mutu pada sebuah sekolah. Penting bagi kepemimpinan (Kepala Sekola. di suatu lembaga pendidikan Islam, harus memiliki kecakapan, integritas, visioner, amanah, cerdas, produktif, dan inovatif. Sehingga sekolah yang dimpimpin maju dan berdaya saing. MTs Abu Bakar Al-Islamy sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berbasis Islam, maka pola kepemimpinan harus berbasi nilai profetik. Nilai-nilai profetik ini harus menjadi ciri khas dan indikator dalam memajukan lembaga pendidikan tersebut. Mengingat pola kepemimipinan selama ini masih belum menyentuh pada nilai-nilai profetik. Dalam konteks ini peneliti tertarik untuk mengkaji tentang model kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai profetik dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Abu Bakar Al-Islamy. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah penelitian Maksudnya, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran utuh dan jelas tentang model kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai profetik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Penelitian didasarkan pada sisi alamiah suatu kasus yang menghasilkan data deskriptif dari responden atau perilaku dan situasi yang diamati. Objek penelitian adalah himpunan elemen yang dapat berupa orang, organisasi atau barang yang akan diteliti atau pokok persoalan yang hendak diteliti untuk mendapatkan data secara lebih terarah. Data dalam penelitian kualitatif yaitu data yang berupa infromasi kenyataan yang terjadi di lapangan. Data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dan rekaman yang telah dicatat. Data sekunder berupa hasil dokumentasi berupa foto, arsip lapoaran, dan peraturan-peraturan. Hasil dan Pembahasan Model Kepemimpinan Berbasis Nilai Profetik Dalam Lembaga Pendidikan Bicara masalah kepemimpinan profetik, tentu tidak bisa lepas dari sosok Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya figure paling sempurna yang pernah diutus oleh Allah Swt ke muka bumi ini yang bahkan digelar sebagai suri tauladan yang baik 389 Edukasiana : Journal of Islamic Education Model Kepemimpinan Kepala Sekolah . swatun hasana. Model kepemimpinan berbasis nilai profetik menjadi satu role model dalam lembaga pendidikan wabil khusus pendidikan Islam. Kepemimpinan berbasis nilai profetik memiliki makna yang sangat mulia dan starategis untuk diaplikasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Makna model kepemimpian profetik dalam lembaga pendidikan tidak bisa lepas dari unsur pokok yang terkandung dalam struktur nilai-nilai profetik yang dikonstruksi dalam Al-QurAoan surat Al-Imran ayat 110 yaitu humanisasi, liberasi dan Humanisasi sebagai derivasi dari amar maAoruf mengandung pengertian Liberasi yang diambil dari potongan ayat nahi mungkar mengandung pengertian pembebasan/ membebaskan. Dan tuAominu billah yang berarti transendensi adalah dimensi faktual tentang keimanan manusia sebagai mahluk ciptaan Allah Swt. Ketiga pilar utama dari nilai profetik ini, tentunya mempunyai implikasi positif dan konstruktif yang lebih humanitik dalam hidup dan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan sebagai lembaga yang akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang baik dan berkualitas, tentunya harus mampu menjadikan nilai profetik sebagai fondasi dalam mongkunstruksikan diri menjadi pemimpin ideal. Pemimpin yang kemimpinannya berbasis pada nilai-nilai dasar profetik, akan mampu melahirkan nuansa dan warna baru dalam institusi yang dipimpinya. Dalam konteks kepemimpina dalam Islam sebagaimana disampaikan terdahulu adalah model kepemimpinan yang disandarkan pada ajaran al- QurAoan, hadist, teladan dari Rasulullah Saw dan khulafa ar- rasyidin. Kepemimpinan Rasulullah Saw adalah sebaik-baiknya model kepmimpinan. Hal in didasarkan pada di dalam firman Allah Qs Al- Ahzab. AcEE aO eE aO eO aIA AcEE aEaO Ue A a AEaCa e aEIa Ea aE eI Aa eO aA A eO aE NA a AcEEa a aeO U aA a AeE a a aO aE aa NA a AIaU aE aI eI aEIa aO e aO NA AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut AllahAy ( Al- Ahzab ayat . Dalam kaitannya dengan kepemimpinan profetik, ada tiga nilai utama ini dapat menjadi landasan pemimpin dalam bersikap dan bertindak untuk mengarahkan 390 Edukasiana : Journal of Islamic Education Ibrahim Obet segenap sumber daya yang dimiliki upaya mencapai tujuan pada lemabag pendidikan. Pertama, humanisasi yang bermakna sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa Menurut Yuliharti dan Umiarso. nilai humanis sejatinya ingin membawa manusia pada fitrah kediriannya sebagai makhluk spiritual. Dalam kepemimpinan profetik, seorang pemimpin perlu menekankan nilai dan perilaku humanis yang mengedepankan entitas kemanusiaan dengan tetap berusaha berpijak nilai-nilai ilahiyah. Dalam sebuah kegiatan pengelolaan, pemimpin harus tetap berpegang teguh pada kepedulian terhadap sumber daya daya. Sumber daya manusia tidak boleh dieksploitasi tanpa batas. Kedua, liberasi bermakna membebaskan. Kepemimpinan profetik pada lembaga pendidikan harus memiliki sifat membebaskan atau mencegah segala tindakan yang bersifat destruktif. Pemimpin harus berupaya membebaskan manusia dari segala bentuk eksploitasi, kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan serta Meski bertumpu pada kalimat Aimencegah dari yang mungkarAn, tidak berarti pencegahan tersebut bermakna kekerasan. Pembebasan tersebut tetap harus bertumpu pada landasan nilai-nilai transedensi, yang mengedepankan kedamaian. Pengendalian emosi menjadi hal yang penting. Hal ini telah diajarkan Rasulullah Muhammad SAW, pada saat peristiwa fatu Makkah. Pada saat penaklukan kota Mekah. Muhammad berusaha membebaskan kaum muslimin dari tindak kemunkaran kafir Quraisy, dengan tanpa tindak kekerasan. Bahkan sepanjang hidup Rasulullah telah memberikan teladan kebaikan, kemanusiaan, keteguhan menepati janji, serta kebesaran jiwa yang belum pernah dicapai oleh siapapun. Ketiga, transedensi bermakna ketuhanan. mengakui adanya otoritas Tuhan, dan mengembalikan segala urusan kepada Tuhan. Nilai ini menjadi dasar dari nilai humanis dan liberasi, agar tindakan-tindakan yang dilakukan pemimpin tidak hanya dimaksudkan untuk tujuan dunia, tetapi juga tujuan akhirat. Kepemimpinan yang bernilai transedensi harus dapat membersihkan diri dari arus materialisme dan Sifat materialis dan hedonis seringkali membuat pemimpin melakukan tindakan-tindakan yang mengorbankan nilai-nilai kebajikan. Hal ini disebabkan karena terjauh dari nilai-nilai ketuhanan. Pola pikir materialistik menjadikan manusia 391 Edukasiana : Journal of Islamic Education Model Kepemimpinan Kepala Sekolah termotivasi untuk melakukan segala cara, yang berakibat pada hilangnya nilai-nilai keadilan, keterbukaan, kebersamaan, kejujuran, empati, simpati dan sebagainya. Internalisai dan Implementasi Kepemimpinan Berbasis Nilai Profetik di MTs Abu Bakar Al Islamy Sumbawa Internalisasi berasal dari kata . merupakan suatu proses memasukkan nilai atau memasukkan sikap ideal yang sebelumnya dianggap berada di luar, agar tergabung dalam pemikiran seseorang dalam pemikiran, keterampilan dan sikap pandang hidup seseorang. Untuk itu nila-nilai kepemimpinan profetik perlu diinternalisasi dalam pendidikan Islam. Hal ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Dalam hal ini, semua pengelola lembaga pendidikan Islam sebenarnya sudah memiliki contoh dan tauladan yang tepat bagi pengembangan pendidikan Islam. Rasulullah merupakan sosok tepat yang dapat di jadikan acuan oleh para pengelola dan pemimpin pendidikan Islam. Qomar . menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manajer yang andal dalam banyak hal diantaranya: manajer negara, manager militer, manajer dakwah dan tentunya manajer pendidikan. Dalam kapasitasnya sebagai manajer pendidikan misalnya, ternyata Nabi adalah model manajer yang paling ideal namun anehnya mengapa umat Islam termasuk kalangan intelektual muslim masih terpasung pada formulasi teori- teori manajemen pendidikan dari barat. Kepemimpinan merupakan faktor kunci keberhasilan lembaga pendidikan Islam untuk mencapai mutu yang di cita-citakan. Kepemimpinan dapat difahami dan dimaknai sebagai proses mempengaruhi orang lain untuk mau terlibat dan untuk membawa perubahan menuju masa depan yang diinginkan. Berbagai teori-teori dan model-model kepemimpinan telah ada selama ini dan menjadi rujukan utama dalam lembaga pendidikan Islam. Namun belum dapat menjadikan lembaga pendidikan Islam sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas. Masih banyak masyarakata yang beranggapan bahwa lembaga pendidikan Islam adalah lembaga pendidikan kelas dua. Kepemimpinan profetik adalah salah satu model kepemimpinan yang komprehensip karena diambil langsung dari gaya, cara, tipe yang dilakukan oleh para Nabi. Internalisasi nilai kepemimpinan profetik memungkinkan pemimpin pendidikan Islam 392 Edukasiana : Journal of Islamic Education Ibrahim Obet menjadi lebih baik karena dalam proses kepemimpinannya berpegang pada Alquran dan hadis. Sebagai sekolah atau madrasah yang bernafas Islam, tentu model kepemimpinan yang diterapkan harus berbasis nilai profetik. Nilai profetik ini menjadi indicator utama dalam melahirkan pemimpinan yang amanah, berintegritas, dan Dengan mengaplikasikan nilai profetik dalam proses kepemiminan yang dilakukan oleh pemimpin di MTs Abu Bakar Al-Islami maka akan lahir perubahan transpormatif dalam lingkungan lembaga yang dipimpin. Di tengah krisis moral dan kepemimpinan yang dalam dunia pendidikan saat ini, sudah selayaknya umat Islam berusaha melakukan transformasi dari sistem kepemimpinan kapitalis yang materialistis menuju sistem kepemimpinan profetik yang diajarkan Rasulullah SAW. Kepemimpinan kapitalis telah menjadikan manusia berorientasi pada materialistik semata, mengejar kehidupan dunia dan semakin menjauhkan manusia dari kodratnya sebagai hamba Allah yang terikat pada ketentuan Diperlukan sebuah upaya aplikasi dan internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik, utamanya dalam dunia pendidikan agar manusia dapat Implementasi dan internalisasi nilai-nilai dan atau norma-norma sehingga menjadi kesadaran yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik di lembaga pendidikan Islam dimaksudkan untuk menjadikan nilai-nilai kepemimpinan tersebut secara sadar dapat terwujud dalam sikap dan perilaku para pemimpin institusi, yang selanjutnya juga dapat terinternalisasi dalam seluruh civitas akademika lembaga pendidikan Islam. Untuk dapat terinternalisasi dalam diri manusia, paradigma kepemimpinan profetik harus berangkat dari starting point sebuah paradigma teologis yaitu dari Allah, karena Allah dan Aiuntuk Allah. Dari Allah dimaksudkan bahwa kepemimpinan diemban saat ini berasal dari Allah. Motif kepemimpinan tersebut datangnya dari Allah, dan atas rahmat Allah-lah manusia dapat menjadi pemimpin. Selanjutnya ,Ai karena Allah dimaksudkan bahwa bagi pemimpin, mereka harus melaksanakan kepemimpinan tersebut dengan niat karena Allah SWT, sehingga niat tersebut akan 393 Edukasiana : Journal of Islamic Education Model Kepemimpinan Kepala Sekolah mengantarkan individu pada perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT. Sedangkan Allah, dimaksudkan bahwa seluruh kegiatan kepemimpinan yang dijalankannya tidaklah sebatas karena memenuhi hasrat kekuasaan, atau kebutuhan hidup, tetapi sekaligus juga sebagai sarana ibadah yang ditujukan atas pengabdiannya kepada Allah Swt, sehingga mendapatkan pahala atau balasan sebagai bekal di akhirat kelak. Dengan kata lain, kepemimpinannya semata-mata ditujukan untuk sarana mengabdi sebagai hamba Allah Swt yang beriman. Model Kepemimpinan Profetik kepala madrasa Abu Bakar Al-Islamy Sumbawa dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Sebagaimana dalam pendahuluan telah dideskripsikan bahwa kepemimpinan kepala madrasah ini merupakan penggerak terhadap pencapaian mutu pendidikan. Sebab kepemimpinan kepala madrasah mempunyai posisi yang sangat strategis sebagai quality control, political power dan political will. Untuk itu, peran strategis tersebut harus laksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga tujuan pendidikan, yaitu mutu pendidikan dapat tercapai dengan maksimal. Kepemimpinan profetik merupakan solusi yang tepat dalam rangka mewujudkan pencapaian mutu pendidikan tersebut. Sebab kepemimpinan profetik merupakan gaya kepemimpinan yang mengadopsi kepemimpinan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, ketika beliau menjabat sebagai kepala negara. Selain itu, gaya kepemimpinan profetik ini merupakan kepemimpinan yang menggabungkan antara kepemimpinan transformasional, visioner, dan situasional Gaya kepemimpinan ini juga membawa misi kewahyuan. Asumsi penulis, jika kelima faktor tersebut diimplementasikan dengan baik oleh kepala madrasah, maka akan sangat menunjang terhadap pencapaian mutu pendidikan. Kenapa tidak? Sebab gaya kepemimpinan profetik ini, antara lain: . Menghargai dan mengapresiasi terhadap berbagai pemikiran, pendapat, dan perilaku yang dikeluarkan dan dikerjakan oleh seluruh sivitas akademika madrasah. Selama ketiga aspek tersebut bersifat rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Menghendaki kebebasan yang tidak membelenggu terhadap kreativitas seluruh sivitas akademika lembaga. Sangat menghargai dan menghormati segala bentuk perbedaan, kritikan, maupun masukan 394 Edukasiana : Journal of Islamic Education Ibrahim Obet dari para bawahannya, sehingga mengakibatkan tim yang sangat solid. Mengutamakan kepentingan bersama . , dibandingkan kepentingan diri sendiri maupun golongan. Sehingga sikap kewajaran dalam menyikapi segala bentuk perbedaan dengan bijak. Memiliki misi-misi kesadaran Illahiyyah, sehingga dalam berbuat penuh dengan sikap keikhlasan, merasakan kehadiran-Nya. Menurut mengimplementasikan kelima indikator di atas, sebagai bentuk dari gaya kepemimpinan profetik, maka mutu pendidikan akan tercapai. Kelima indikator di atas merupakan realisasi dalam memberikan pelayanan yang maksimal terhadap para pelanggan, baik internal maupun eksternal. Kepuasan pelanggan merupakan respon yang efektif terhadap pemenuhan kebutuhan pelanggan, sehingga memperoleh rasa senang, baik kebutuhan yang sesuai maupun melebihi harapan dan hal yang sama telah dilakukan oleh kepala madrasah di sekolah Mts Abu Bakar Al-Islamy sumbawa untuk meningkatkan mutu di sekolahnya. Langkah-langkah penerapan kepemimpinan kepala sekolah berbasis nilai bahwasanya Kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis profetik merupakan konsep kepemimpinan yang disusun atas dasar sudut pandang agama islam untuk dapat di implementasikan dalam kehidupan sekolah atau Mts abu bakar Al Fungsi kepala sekolah berbasis profetik dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs abu bakar al islamy Bahwa secara kelembagaan MTs Abu Bakar memiliki strategi dan cara yang cukup baik dalam meningkatkan kuwalitas pendidikannya. Sehingga seluruh instrument yang digunakan baik dari kurikulum, seleksi guru. TU, siswa, dan pelatihanpelatihan digunakan dengan kontinyu. Kontinyitas kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin lembaga sekolah adalah bentuk dari pola kepemimpinan yang dilakukan oleh Nabi, karena ada tanggungjawab, amanah, dan konsitensi untuk memajukan lembaga 395 Edukasiana : Journal of Islamic Education Model Kepemimpinan Kepala Sekolah mengajarkan kepada seluruh para gura untuk lebih betanggung jawab atas amanah yang di berikan sebagi pendidk dalam mendidik anakumat sehingga akan nampak koalitas mutu pendidikan peserta didik di pondok pesantren abu bakar Al islamy mengajarkan para guru untuk menyusun starategi yang baik dan tersusun untuk mengajarkan kepada peserta didik untuk meningkatkan koalitas mutu pendidikan santri abu bakar Al islamy Mengadakan kajia ilmiyah untuk memberikan pencerahan dan menjelaskan guru harus memberikan contoh yang baik dan suri tauladan yang baik pada peserta didik serta menjadi guru yang amanah,fatonah shiddig dan tabliq Kepala sekolah memiliki berbagai tugas dan tanggungjawab dalam mengelola Kepala sekolah bertugas dan bertanggungjawab mengembangkan mutu sekolah, melalui pembinaan siswa, guru, dan staf yang lain. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu menampung aspirasi dan keinginan-keinginan bawahannya. Sehingga apa yang diharapkan bersama dapat Kepala sekolah juga berkewajiban untuk selalu mengadakan pembinaan yang berarti berusaha agar pengelolaan, penilaian, bimbingan, pengawasan, dan pengembangan pendidikan dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Kesimpulan Bahwasannya Mutu pendidikan Mts abu bakar Al Islami saat ini merujuk pada spesifikasi pelayanan pendidikan yang sesuai dengan tujuan atau manfaat dari pendidikan itu sendiri. Makna mutu pendidikan is pihak pengguna jasa pendidikan, namun demikian bukan berarti bahwa mutu pendidikan ini tidak memiliki standar. Spesifikasi layanan pendidikan di sekolah senantiasa berpedoman pada standar pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah. Di dalam pasal 1 ayat 1 PP No. 32 tahun 2013 ditegaskan bahwa "Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia". Ruang lingkup standar pendidikan yang tertuang dalam peraturan pemerintah tersebut mencakup delapan standar yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan . asal 2 ayat . 396 Edukasiana : Journal of Islamic Education Ibrahim Obet (Republik Indonesia, 2. dapat disimpulkan bahwa secara kelembagaan MTs Abu Bakar memiliki strategi dan cara yang cukup baik dalam meningkatkan kuwalitas Sehingga seluruh instrument yang digunakan baik dari kurikulum, seleksi guru. TU, siswa, dan pelatihan-pelatihan digunakan dengan kontinyu. Kontinyitas kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin lembaga sekolah adalah bentun dari pola kepemimpinan yang dilakukan oleh Nabi, karena ada tanggungjawab, amanah, dan konsitensi untuk memajukan lembaga. Bahwasanya penerapan kepemimpinan berbasis profetik di Mtsa Abu bakar Al Islamy merupakan Model kepemimpinan bersasis pada nilai profetik yaitu salah satu model kepemimpinan yang dianut oleh kenabian Muhammad Saw. Model kepemimpinan ini sangat menarik untuk diaplikasikan atau diterapkan di sekolah yang berbasis Islam seperti pondok pesantren. Model Kepemimpinan profetik yang merupakan pengejawantahan dari sifat-sifat kenabian sebagaimana penjelasan di atas, perlu diterapkan dan menjadi prinsip kepemimpinan dalam pendidikan Islam. Daftar Pustaka