Kompetensi Universitas Balikpapan Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA SIMBOL DAN MAKNA JABU PARSAKTIAN DATU PARULAS PAULTOP Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA Universitas Sumatera Utara1,2,3 pos-el: reginasinaga36@gmail. comA, flansius@usu. idA, asni@usu. ABSTRAK Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop merupakan bangunan tradisional yang memiliki banyak ornamen gorga yang berhubungan dengan lambang yang memiliki makna sesuai hubungan dengan adat-istiadat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yaitu: . Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semiotika oleh Charles Sander Peirce dan teori makna dikemukakan oleh Ogden dan Ricard. Lokasi penelitian ini di Desa Harian. Kecamatan Onanrunggu. Kabupaten Samosir. Ditemukan hasil dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh bentuk simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop yaitu: . simbol ornamen ulu paung. simbol ornamen simanuk-manuk. simbol ornamen jaga dompak raja. simbol ornamen jenggar-jenggar tomboman gaung. simbol ornamen simeol-eol. simbol ornamen . simbol ornamen ombun marhehe. simbol ornamen dalian natolu. simbol ornamen sipiso-piso. simbol ornamen tumpak sala sionom-onom. Makna yang terdapat pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop yaitu makna denotatif dan konotatif yang masingmasing berdasarkan peletakan dari simbol ornamen. Kata kunci : Ornamen. Parsaktian. Simbol. Fungsi. Makna. ABSTRACT Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop is a traditional building that has many gorga ornaments related to symbols that have meaning according to the relationship with customs. The research method used is descriptive qualitative with data collection namely: . The theory used in this research is the theory of semiotics by Charles Sander Peirce and the theory of meaning put forward by Ogden and Ricard. The research location of this study was in Harian Village. Onanrunggu Subdistrict. Samosir Regency. The results of this study found that there are ten forms of symbols on Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop, namely: . ulu paung ornament symbol. simanuk-manuk ornament symbol. jaga dompak raja ornament symbol. jenggar-jenggar tomboman gaung ornament symbol. simeol-eol ornament symbol. marsirahutan ornament symbol. ombun marhehe ornament symbol. dalian natolu ornament symbol. sipiso-piso ornament symbol. tumpak sala sionomonom ornament symbol. The meanings contained in Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop are denotative and connotative meanings, each based on the placement of the ornament symbols. Keywords: Ornaments. Parsaktian. Symbols. Function. Meaning. PENDAHULUAN Kebudayaan merupakan suatu hal yang kompleks yang tidak hanya mencakup pengetahuan dan seni, tetapi juga kepercayaan, moral, adat istiadat, hukum, bahkan berbagai keterampilan dan adat istiadat yang kita peroleh sebagai anggota masyarakat (Kistanto. Vol. No. Desember 2024 2017:4-5. Sumarto, 2019:145. Syakhrani, 2022:. Dengan kata lain, segala sesuatu yang dimiliki seseorang Kehidupan manusia dikelilingi oleh simbol-simbol yang memungkinkan adanya komunikasi. Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA Pada dasarnya semua bangunan mempunyai dekorasi berupa dekorasi yang mempunyai kesan keagungan dan kesan keindahan pada bangunan Banyak bangunan tradisional berupa peninggalan masa lalu yang mempunyai tanda hias berupa gorga atau ukiran dan ukiran. Penggunaan tandatanda dekoratif sering kali memberikan makna khusus pada bangunan, sehingga bangunan dan dekorasinya menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga menjadikan bangunan tersebut megah. Kata ornamen berasal dari bahasa latin ornare, yang memiliki arti yaitu Ornamen adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau disengaja dibuat untuk tujuan sebagai Jadi berdasarkan pengertian ini ornamen merupakan penerapan hiasan pada suatu produk (Gustami, 2008:8. Agus Indram & Nuriarta, 2. Bentukbentuk hiasan yang menjadi ornamen tersebut fungsi utamanya adalah untuk memperindah benda produk atau barang yang dihias, sehingga lebih indah dan Sitepu . alam Surbakti, 2008:. merupakan Autanda sederhana untuk penangkal bahaya dan mengusir roh jahat serta untuk penyembuhanAy. Oleh karena itu, ornamen pada dinding Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop tidak hanya sebagai bentuk keindahan saja, namun semua bagian yang dihias dengan ornamen ini mempunyai makna, yaitu suatu kesaktian yang melindungi pemilik rumah dari kejahatan. Pada dasarnya semua bangunan mempunyai dekorasi berupa dekorasi yang memberikan kesan keagungan dan keindahan pada bangunan tersebut. Banyak bangunan tradisional berupa peninggalan masa lalu yang mempunyai tanda hias berupa ornamen atau ukiran. Penggunaan tanda-tanda dekoratif sering kali memberikan makna khusus pada bangunan, sehingga bangunan dan dekorasinya menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga menjadikan bangunan Vol. No. Desember 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan tersebut megah. Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop merupakan bangunan tradisional yang memiliki banyak ornamen gorga yang berhubungan dengan lambang yang bermakna adatistiadat. Datu Parulas merupakan seorang yang religius tinggi dan mengenal konsep Tuhan dengan dibuktikan terdapat mombang atau raga-raga nabolak yang terdapat di kediamannya. Raga-raga nabolak merupakan sebuah wadah tempat persembahan yang menjadi media doa atau sesajen yang dipersembahkan pada Debata Mulajadi Nabolon. Jabu Parsaktian Datu Parulas Ultop merupakan tempat bersejarah yang saat ini perlu adanya pemeliharaan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar secara khusus bagi keturunannya. Melalui tulisan ini, peneliti mengharapkan dapat bermanfaat dalam proses pelestarian yang dilakukan. Dalam penulisan artikel ini penulis dikarenakan semiotik dapat menjelaskan simbol dan makna dalam Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop. Semiotika sebagai ilmu tanda . dan segala yang berhubungan dengannya baik secara fungsi, hubungannya dengan kata lain, pengirimnya, dan penerimanya oleh mereka yang menggunakannya (Sobur, 2013:. Setiap simbol selalu mempunyai fungsi dan makna tersendiri. Oleh karena itu, dalam konsep Peirce, simbol diartikan sebagai suatu tanda yang menunjuk pada suatu objek tertentu di samping tanda itu sendiri. Hubungan antara tanda dengan penanda dan Berdasarkan konvensi ini, komunitas pengguna dapat menafsirkan karakteristik dan hubungan antara simbol dan objek yang dirujuknya. Dari berbagai pandangan yang menjelaskan pengertian semiotika di atas, penulis dapat menyimpukan jika Kompetensi Universitas Balikpapan Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA semiotika merupakan suatu ilmu yang mempertimbangkan makna yang ada pada suatu tanda dimana tanda tersebut dipandang menjadi gejala sosial serta umumnya terjadi lewat masyarakat dan Konvensi memungkinkan tanda-tanda ini memiliki makna. Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Dafrima, et al . yang membahas mengenai makna ornamen dan warna pada uma pitu ruang di Desa Kemili. Kabupaten Aceh Tengah. Didapatkan hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 11 motif ornamen pada umah pitu ruang dengan makna warna kuning melambangkan kekuasaan, kekuatan serta lambang pemimpin Negara. Warna hijau melambangkan rakyat dan Warna melambangkan ketangguhan, pertahanan diri dan keberanian. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Surbakti, et al . yang membahas makna simbol dan ornamen pada bangunan vihara Penelitian menggunakan teori semiotika Peirce dan didapatkan hasil bahwa terdapat simbol dewa dan dewi yang mencirikan peribadatan dan juga dijadikan tempat wisata religi bagi masyarakat. Berdasarkan tersebut maka setiap tanda yang terdapat Metode yang digunakan penulis dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji simbol dan makna ornamen Gorga yang ada di Jabu Parsaktian Datu Parulas Parultop. Lokasi penelitian adalah tempat dimana melakukan penelitian. Menurut Hamid Darmadi . bahwa lokasi penelitian adalah tempat dimana proses studi yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian berlangsung. Dan adapun Kecamatan Onanrunggu. Kabupaten Samosir. Vol. No. Desember 2024 dalam karya sastra baik mengenai penanda maupun petandanya selama komunikasi dapat disebut kajian Makna-makna kesepakatan sosial dibangun melalui kesepakatan sosial atau melalui beberapa tradisi historis (Danesi, 2004: 38,. Penelitian ini menjelaskan simbol dan makna dari tanda-tanda yang ada di Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop dikarenakan setiap simbol yang ada tentunya memiliki arti tersendiri yang menggambarkan orang yang menempati rumah tersebut, penulis juga ingin meningkatkan eksistensi serta menjaga kelestarian gorga serta menambah nilai jual serta pengetahuan masyarakat. METODE PENELITIAN Metode menurut Subagyo . adalah cara atau jalan, yang selanjutnya metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang dikehendaki dalam upaya mencapai sasaran atau tujuan pemecahan Ratna deskriptif analisis dirangkai dengan cara menggambarkan secara nyata yang kemudian di usul dengan analisis, dengan tidak sembarangan menguraikan, melainkan juga memberi pemahaman yang cukup jelas. Untuk menunjang hasil dari artikel ini penulis menggunakan metode pengumpulan yaitu: . wawancara dengan informan yang merupakan keturunan Datu Parulas Paultop sekaligus penjaga Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop dan . Dokumentasi berupa gambar simbol yang terdapat pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop. Teknik analisis data yang penulis gunakan dalam artikel ini: . pengumpulan data . ata informasi berdasarkan dokumentasi serta . reduksi kata . ata reductio. yakni perangkuman informasi Kompetensi Universitas Balikpapan Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA melalui pemilihan pada aspek-aspek yang utama. penyajian data . ata mengorganisasikan model korelasi supaya dapat dipahami secara mudah. verifikasi/simpulan HASIL DAN PEMBAHASAN Sepuluh bentuk simbol pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop Ulu paung Gambar 1. Ornamen Ulu Paung Ulu paung memiliki bentuk seperti makhluk setengah manusia dan setengah Ornamen ulu paung memiliki ukuran dengan panjang A 45 sentimeter. Ornamen ulu paung memiliki warna dasar yaitu warna hitam dan dibalut sedikit dengan warna putih di pinggirannya dan pagar yang ada diatasnya berwarna merah. Makna Denotasi : Kepala kerbau yang memiliki jambul di tengah Makna Konotasi : Ornamen Ulu Paung adalah lambang wibawa, kekuatan dan lambang keperkasaan yang Ulu paung biasanya terletak di bagian puncak atap rumah dan terbuat dari tanduk kerbau. Pada masa lampau ulu paung terbuat dari kepala kerbau, tetapi dengan berkembangnya teknik ukir masyarakat Batak Toba, bentuk kepala kerbau pun dikerjakan mirip dengan aslinya. Alasan menggunakan tanduk kerbau adalah dikarenakan kerbau adalah hewan terpilih dan peliharaan raja-raja dan dianggap suci Vol. No. Desember 2024 . erification/conclusio. yakni menarik simpulan pertama yang sifatnya tidak tetap serta akan selalu berganti jika didapatkan pembuktian yang kuat (Sugiyono, 2013: . oleh orang Batak pada zaman dahulu. Kepala kerbau menghadirkan rasa kewibawaan sekaligus membangkitkan kesan kuat pada kepala dan tanduk Sementara itu jambulnya disebut dengan sijagram yang menyimbolkan keturunan yang banyak. Posisi Ulu Paung di puncak atap rumah mempertegas fungsi simbol ini sebagai pelindung spiritual rumah sekaligus pengingat nilai-nilai kebesaran dan kemakmuran yang diharapkan. Keterkaitan simbol ini dengan budaya Batak Toba menunjukkan bagaimana nilai kekuatan dan kehormatan menjadi inti dalam membangun dan menjaga Simanuk-manuk Gambar 2. Ornamen Simanuk-manuk Simanuk manuk artinya adalah manuk yang artinya ayam. Ayam merupakan hewan ternak yang biasanya digunakan oleh masyarakat Batak Toba . bagi Debata Mulajadi Nabolon. Selain itu, ayam memiliki beberapa jenis yaitu ayam jantan atau betina yang memiliki warna merah atau putih. Ayam adalah peliharaan yang ditempatkan di bawah rumah oleh orang Batak pada Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA zaman dahulu. Ayam berkaki dua dan terletak di bawah Ornamen Tumpak Sala Sionom-onom. Ornamen ini juga melambangkan pemilik rumah yang mempunyai kemampuan meramal masa depan atau makanan kesukaannya adalah manuk mira ayam merah. Bagi masyarakat batak, ayam memiliki filosofi yaitu sebagai sarana untuk memberikan semangat dan berkat. Makna Denotasi : patung yang menyerupai manuk . Makna Konotasi : Ornamen Manukmanuk memiliki makna yaitu sebagai panungguli . bagi anaknya yang berada di tanah rantau agar selalu ingat bona pasogit . ampung halama. bertambah banyak. Dan pemilik rumah yang memiliki gorga manuk-manuk biasanya bisa meramal atau memiliki kemampuan tentang parmanuhon . alah satu ilmu Simanuk-manuk menegaskan peran ayam sebagai simbol semangat, berkah, dan penghubung spiritual antara keluarga dengan leluhur dan Tuhan. Kompetensi Universitas Balikpapan dengan gorga jenggar-jenggar dan hanya memiliki perbedaan dipenempatannya Gorga ini biasanya terletak pada dorpi jolo Makna Denotasi : Hampir mirip dengan jenggar dan memiliki sawan putih tetapi peletakanya yang berbeda Makna Konotasi : Ornamen Jaga Dompak Raja memiliki arti kebenaran bagi orang Batak, yakni hukum yang berasal dari Debata Mulajadi Nabolon. Ketetapan pada masyarakat Batak Toba sangat kuat peraturannya. Jika hukumannya di usir dari kampung itu. Dan juga Jaga Dompak Raja adalah simbol perlindungan pada orang yang tinggal di rumah itu dan harapan lahirnya keturunan pemimpin dari rumah Fungsi perlindungan dan otoritas yang diwakili oleh Jaga Dompak Raja menunjukkan pentingnya hukum masyarakat Batak Toba. Jenggar-jenggar tomboman gaung Jaga Dompak Raja Gambar 4. Ornamen Jenggar-Jenggar Tombonan Gaung Gambar 3. Ornamen Jaga Dompak Raja Jaga Dompak berukuran besar, hampir sama dengan bentuk jenggar, hanya penempatannya dari gorganyalah yang berbeda . Ornamen Jaga Dompak Raja mempunyai wajah seperti manusia raksasa, pinggol . dan memiliki cawan juga. Ornamen jaga dompak mirip Vol. No. Desember 2024 Jenggar-jenggar tomboman gaung ini mirip dengan hiasan yang ada Jenggar-jenggar ini berbentuk raksasa yang terdapat pada bagian atas rumah adat lengkap dengan pinggol . dan mempunyai cawan putih. Motif pada gorga ini ukurannya lebih besar dan dibuat pada bagian tengah rumah, di atas pintu, di atas loting-loting dan halang gordang. Ornamen Jenggarjenggar Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA panjangnya A 80 sentimeter dan ornamen Jenggar-jenggar tomboman gaung. Makna Denotasi : Berbentuk seperti wajah raksasa memiliki pinggol . Makna Konotasi : Maknanya adalah menjadi penjaga rumah dan penghuni di dalamnya, dari hantu halaman . egu alama. serta hantu yang bisa menyelinap di dalam rumah . egu Dan mengartikan pemilik dari rumah tersebut seseorang yang dapat menyembuhkan penyakit yaitu tanda dari cawan putih yang ada di jenggar Hubungan simbol ini dengan ornamen lain seperti Ulu Paung dan Simanuk-manuk menciptakan harmoni perlindungan spiritual, kekuatan, dan Simeol-eol Gambar 5. Ornamen Simeol-eol Simeol-eol mempunyai arti yaitu melenggak-lenggok. Ornamen simeoleol ini berbentuk sulur yang seperti tumbuhan yang mempunyai kesan melenggak-lenggok dan terletak disisi atap bagian depan rumah atau disebut salapsap/lais plang. Selain itu Ornamen ini juga berada dibagian dorpi jolo rumah . agian depa. Makna Konotasi : Ornamen Simeoleol menyimbolkan sukacita dan memiliki fungsi menambah keindahan rumah adat Batak Toba. Simeol-eol Memiliki bentuk seperti lengkungan ke dalam dan ke luar serta mengisi area yang tidak teri isi. eolVol. No. Desember 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan eol = melenggak-lenggo. Bentuk gorga simeol-eol berasal dari jalinan sulur-sulur tanaman, gorga ini banyak digunakan pada bagian yang tidak terisi dengan gorga lain. Andor Marsirahutan Gambar 6. Ornamen Andor Marsirahutan Andor marsirahutan yaitu memiliki gorga yang berasal dari tumbuhan yang berbentuk sulur dimana pada bagian tengah Ornamen dibuat saling terhubung antara satu dengan yang lain . Ornamen ini letaknya biasanya ada di tomboman adop-adop dan sibongbongari. Ornamen ini juga memiliki arti yang melambangkan orang Batak yang saling terikat sama seperti bentuk dari gorga ini yang tidak putus. Ornamen ini berbentuk memanjang dan panjangnya A 1 meter. Makna Denotasi : Bentuk seperti sulur tumbuhan yang saling menikat dan tidak putus Makna Konotasi : Ornamen Andor Marsirahutan adalah motif gorga yang berasal dari tumbuhan dan berbentuk sulur dimana pada bagian tengah bidang dibuat saling mengikat satu dengan yang lainnya dibuat saling terikat yang artinya pemilik rumah harus saling kerja sama . dan memelihara ikatan baik pada keluarga dan tetap terhubung satu sama lain. Gorga ini pada umumnya dibentuk adop-adop Ornamen menunjukkan filosofi hidup masyarakat Batak Toba pentingnya hubungan antar individu Kompetensi Universitas Balikpapan Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA yang tidak terputus, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Dalian Natolu Ombun Marhehe Gambar 7. Ombun Marhehe Gambar 8. Ornamen Dalian Natolu Ombun marhehe adalah gorga pelengkap yang ada di setiap rumah ada tanpa memandang status sosial pemilik dari rumah tersebut. Ornamen ini hampir menempati seluruh anatomi rumah, bentuknya seperti busur yang setengah melengkung selain dari bentuknya yang indah gorga ini memiliki makna yang mendalam juga yaitu lambang kemajuan, berpendidikan tinggi lebih dari orang Ombun Marhehe Makna Denotasi : Berbentuk seperti busur yang setengah melingkar Makna Konotasi Ornamen Ombun Marhehe memiliki arti yang sangat mendalam yaitu pengharapan pemilik rumah kepada anaknya agar memiliki keturunan yang berpendidikan tinggi melebihi dari orang tuanya dan juga melambangkan kemajuan pada waktu yang akan datang bagi keluarga yang menempati rumah tersebut. Secara budaya, ini mencerminkan nilai Batak Toba menghargai pendidikan sebagai sarana untuk mencapai keberhasilan dan martabat keluarga. Vol. No. Desember 2024 Dalian natolu ini memiliki bentuk kaitan sulur yang saling terikat Dalian atolu mencakup tiga arti yakni: somba Marhula-hula, manat Mardongan tubu dan elek marboru. Berasal dari filosofi Dalian Natolu, masyarakat Batak Toba mengamalkannya sebagai patokan atau kaidah pada kehidupan sehari-hari serta lebih lanjut, ikatan kekerabatan di masyarakat sangat erat. Makna Denotasi : Berbentuk persegi panjang diantara gorga satu dengan yang lain saling terhubung. Makna Konotasi : Gorga Dalian Natolu memiliki makna yaitu falsafah Dalian Natolu, sebagai falsafah hidup suku Batak untuk mempererat ikatan terhadap sesama, yaitu: somba Marhulahula, manat Mardongan tubu dan elek Berasal dari filosofi Dalian Natolu, masyarakat Batak Toba. Dalian Natolu berbentuk persegi panjang dengan sulur yang saling terhubung, mencerminkan falsafah hidup Batak Toba, yaitu somba marhulahula . ormat kepada pihak ib. , manat mardongan tubu . erhati-hati terhadap saudara sedara. , dan elek marboru . engayomi pihak perempua. Filosofi ini menjadi landasan kehidupan masyarakat Batak Toba dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis. Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA Sipiso-piso Gambar 9. Ornamen Sipiso-piso Piso-piso biasanya diletakkan di loting-loting pada sisi kiri rumah dan sisi kanan rumah, pada parhokom bagian bawah . ure-tur. motif serupa dibentuk berderet dari ujung satu ke ujung yang Daun gorganya berbentuk seperti pisau yang panjang dan tajam. Gorga ini sering dijumpai di rumah adat Batak dan dibuat disisi kanan dan kiri rumah untuk memperindah rumah adat Makna Denotasi : Piso yang artinya dalam bahasa Indonesia pisau. Makna Konotasi : Gorga Piso-piso hanya dilukis menggunakan satu warna yaitu warna hitam. Gorga ini dibuat hanya sebagai mempercantik rumah adat Batak Toba. Gorga ini biasanya terletak di loting-loting hambirang . dan siamun . rumah adat Batak Toba. Tumpak Sala Sionom-onom Gambar 10. Ornamen Tumpak Sala Sionom-onom Vol. No. Desember 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Tumpak sala sionon-onom adalah gorga yang berbentuk seperti bintang. Gorga ini hampir mirip dengan gorga simataniari bedanya hanya gorga Tumpak Sala Sionom-onom memiliki 6 jari-jari dan biasanya gorga ini terletak di bagian tengah rumah diluar, ukuran Gorga tumpak sala sionom-onom ini berdiameter A 25cm. Makna Denotasi : Berbentuk seperti bintang memiliki 6 jari-jari mengeliling Makna Konotasi : Gorga Tumpak Sala Sionom-onom mengartikan pemilik rumah mempunyai prajurit ulu balang . yang mempunyai kekuatan gaib dan si pemilik rumah adalah tuannya dan para prajurit ulu balang ini tidak dapat dilihat oleh mata manusia pada umumnya hanya orang-orang tertentulah yang dapat melihat prajurit ulu balang Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara kepercayaan spiritual dan fungsi sosial rumah adat Batak Toba. PEMBAHASAN Simbol-simbol ornamen Gorga pada rumah adat Batak Toba saling membentuk makna yang lebih luas yang mencerminkan nilai-nilai budaya Batak keluarga, masyarakat, dan hubungan manusia dengan alam. Ulu Paung, misalnya, melambangkan kekuatan dan perlindungan sebagai representasi kepala kerbau yang ditempatkan di puncak rumah adat. Simbol ini memberikan kesan kewibawaan dan keteguhan, yang sejalan dengan nilai kepemimpinan dalam budaya Batak. Hubungannya dengan ornamen Simanuk-manuk, yang melambangkan keberkahan dan harapan bagi keturunan di tanah rantau, menciptakan makna melindungi dan menjaga harmoni dalam Jenggar-Jenggar Tomboman Gaung, sebagai penjaga spiritual rumah, melengkapi fungsi perlindungan yang diwakili oleh Ulu Paung, menegaskan Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA bagaimana rumah adat Batak Toba tidak hanya menjadi tempat fisik tetapi juga ruang perlindungan spiritual. Makna simbol-simbol ini juga terhubung erat dengan nilai-nilai masyarakat Batak. Sebagai contoh. Andor Marsirahutan menggambarkan hubungan saling terikat dalam keluarga Ornamen mencerminkan nilai marsitumpa . erja sam. dan solidaritas antar anggota keluarga, yang menjadi landasan kehidupan komunitas Batak. Hal ini diperkuat oleh Dalian Natolu, yang menyimbolkan falsafah hidup Batak, yaitu somba marhula-hula, manat mardongan tubu, dan elek marboru. Falsafah ini menegaskan pentingnya hubungan sosial yang harmonis dan penghormatan terhadap norma adat dalam kehidupan sehari-hari. Ornamen seperti Simeol-eol dan Ombun Marhehe, manusia dengan alam, melengkapi simbol-simbol menambahkan dimensi estetika dan Keterkaitan antar simbol ini dapat dilihat dalam hubungan antara Ulu Paung. Simanuk-manuk, dan JenggarJenggar Tomboman Gaung, yang bersama-sama perlindungan holistik bagi rumah adat. Ulu Paung mewakili kekuatan fisik dan status sosial. Simanuk-manuk membawa keberkahan spiritual dan pengingat akan kampung halaman, sementara JenggarJenggar Tomboman Gaung menjadi perisai spiritual dari ancaman roh jahat. Kombinasi simbol-simbol menggambarkan bagaimana budaya Batak Toba mengintegrasikan kekuatan, keberkahan, dan perlindungan dalam satu kesatuan makna yang utuh. Gorga, ukiran hias tradisional masyarakat Batak Toba, lebih dari elemen estetika. Gorga nilai-nilai Vol. No. Desember 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan (Simanjuntak & Pardede, 2. Ornamen-ornamen ini berfungsi sebagai pedoman perilaku sosial dan kehidupan yang harmonis (Simanjuntak & Pardede. Gorga mengandung unsur mistik dan nilai filosofis, sering ditemukan pada eksterior rumah adat (Simanjuntak & Pardede, 2. Ornamen-ornamen tersebut juga menggabungkan prinsipprinsip transformasi geometris (Ditasona, 2. Ketika agama Kristen masuk ke dalam budaya Batak. Gorga mengalami akulturasi dan asimilasi, muncul di bangunan publik modern seperti gereja (Simanjuntak et al. , 2. Meskipun secara tradisional diterapkan pada rumah-rumah Batak. Gorga kini ditemukan pada berbagai aksesori, termasuk alat musik tradisional, pakaian, dan bahkan makam (Siburian, 2. Terlepas dari adaptasi ini, makna simbolis Gorga tetap signifikan, dengan seniman menciptakan bentuk visual baru simbolisnya (Siburian, 2. Dalam analisis semiotika sosial yang dilakukan oleh Harahap dan Sinulingga . , tradisi Saur Matua nilai-nilai masyarakat Batak, seperti kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, dan harmoni sosial. Nilai-nilai ini tidak hanya diwujudkan dalam praktik upacara adat, tetapi juga tergambar dalam simbol-simbol ornamen Gorga pada rumah adat Batak Toba. Fokus pada keberlanjutan dalam ornamen Gorga mencerminkan esensi yang sama dengan nilai-nilai yang dipraktikkan dalam tradisi Saur Matua, menunjukkan bahwa kedua aspek budaya ini saling keberlanjutan nilai-nilai Batak. Simbol-simbol ornamen Gorga, seperti Ulu Paung yang melambangkan perlindungan dan kekuatan, serta Simanuk-manuk yang mengingatkan akan keberkahan dan hubungan dengan Regina SinagaA. Flansius TampubolonA. Asni BarusA leluhur, berkontribusi pada makna yang lebih luas tentang kebersamaan dan Dengan demikian, ornamen Gorga tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga saling melengkapi untuk menciptakan kesatuan makna yang menggambarkan esensi budaya Batak Toba. Hubungan antara simbol-simbol ini menegaskan inti filosofi hidup masyarakat Batak, yaitu kekuatan, keberkahan, dan solidaritas, yang menjadi landasan kehidupan KESIMPULAN Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat 10 simbol yang terdapat pada Jabu Parsaktian Datu Parulas Parultop, yaitu: ulu paung, simanuk-manuk, jaga dompak raja, jenggar-jenggar tomboman gaung, simeol-eol, andor marsirahutan, ombun marhehe, dalian natolu, sipiso-piso, tumpak sala sionom-onom. Selain itu, terdapat 10 makna denotasi dan 10 makna konotasi dari gorga : ulu paung, simanuk-manuk, jaga dompak raja. Datu Parulas Paultop dan di Jabu Parsaktian Datu Parulas Paultop terdapat 10 simbol yaitu : ulu paung, simanuk-manuk, jaga dompak raja, jenggar- jenggar-jenggar tomboman gaung, simeol-eol, andor marsirahutan, ombun marhehe, dalian natolu, sipiso-piso, tumpak sala sionomonom. Masing-masing simbol memiliki simbol dan makna yang berbeda-beda menurut letaknya. Diharapkan melalui penelitian ini dapat menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dalam membahas mengenai topik ornamen pada rumah adat. Selain itu, diharapkan melalui penelitian ini menjadi bahan dalam peningkatan kesadaran bagi masyarakat sekitar khususnya generasi dari Datu Parulas untuk terus meningkatkan pariwisata berbasis kebudayaan. Vol. No. Desember 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan DAFTAR PUSTAKA .