Equlibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index E-ISSN : 2339 - 2401/P-ISSN : 2477-0221 Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. Sep-Des 2022 Prodi Pendidikan Sosiologi Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Nilai dan Kepercayaan Masyarakat Banjar Terhadap AuAir DoaAy Dari Tuan Guru Syahlan Mattiro1. Syihabuddin2. Aceng Kosasih3 lham4 Program Studi Pend. Sosiologi Universitas Lambung Mangkurat Email : lintangmattiro@ulm. Pendidikan Umum dan karakter Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia Email : syihabuddin@upi. Pendidikan Umum dan karakter Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia Email : acengkosasih@upi. Pendidikan Umum dan karakter Sekolah Pascasarjana. Universitas Pendidikan Indonesia Email : ilhamjan98@gmail. Abstract. The belief in the prayer water from Tuan Guru is a belief in the Banjar community to a Tuan Guru to ask for prayer when they are having a problem in their daily life. Prayer water is water that has been read a prayer by Tuan Guru with the source of prayer based on verses from the Holy Qur'an. The writing in this study aims to find out how the people of Banjar believe in the prayer water read by Tuan Guru and find out the values contained in the prayer water belief. The method used in this study is a qualitative research method, the data source is purposive sampling with an ethnographic approach through observation and interview The results of this study found: . Belief in prayer water in the Banjar community is divided into five namely knowledge about origins, reasons for asking for prayer water, motives for asking prayer water, how to pray for prayer water, taboos on prayer water, and the impact of prayer water . The values contained in the belief in the prayer water of Tuan Guru are three values: First, religious values in the form of Second, social values, namely the existence of friendship, the attitude of helping each other, the existence of affection, the existence of communication and the presence of courtesy towards the Master. Third, the material value is in the form of monetary gifts and gifts in the form of objects, which are given by the community to Tuan Guru after asking for prayer water. The belief in the water of prayer from Tuan Guru in the Banjar community in the village of Karya Jadi. Tabukan District. Barito Kuala Regency, has existed for a long time which was then passed down from generation to generation until now. Keywords : Faith. Prayer Water. Values Abstrak. Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru adalah sebuah kepercayaan di masyarakat Banjar kepada seorang Tuan Guru untuk meminta doa ketika sedang mendapatkan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Air doa ialah air yang telah dibacakan doa oleh Tuan Guru dengan sumber doAoa berdasarkan ayat-ayat dari kitab suci Al- QurAoan. Tulisan dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepercayaan masyarakat Banjar terhadap air doa yang dibacakan oleh Tuan Guru dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kepercayaan air doa tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, sumber data yang secara Purposive Sampling dengan pendekatan etnografi melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menemukan: . Kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar, terbagi menjadi lima yaitu pengetahuan tentang asal- usul, alasan meminta air doa, motif meminta air doa, cara mendoakan air doa, pantangan terhadap air doa, dan dampak dari air doa. Nilai yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru terdapat tiga nilai: Pertama, nilai religius yang berupa adanya doa-doa. Kedua, nilai sosial yaitu adanya silaturahim, adanya sikap saling tolong menolong, adanya kasih sayang, adanya kumunikasi dan adanya sopan santun terhadap Tuan Guru. Ketiga, nilai material berupa hadiah uang dan hadiah berupa benda, yang diberikan oleh masyarakat kepada Tuan Guru setelah meminta air doa. Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru pada masyarakat Banjar didesa Karya Jadi Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala, sudah ada sejak dahulu yang kemudian turun-temurun hingga sekarang. Kata Kunci : Kepercayaan. Air Doa. Nilai Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 PENDAHULUAN Indonesia memiliki berbagai macam kepercayaan baik itu kepercayaan yang bersumber dari ketuhanan maupun kepercayaan yang bersumber dari nenek moyang mereka terdahulu. Pada suatu masyarakat dimana di setiap orang-orang yang hidup bersama tentu menghasilkan yang namanya kebudayaan, kebudayaan juga didefinisikan sebagai keseluruhan sistem ide yang mencakup nilai-nilai, kepercayaan, pengetahuan, simbol-simbol, dan teknologi yang dimiliki bersama oleh bagian terbesar anggota suatu satuan sosial, yang dijadikan pedoman dalam berperilaku (Soekanto, 2. Pada masyarakat Banjar, kepercayaan terhadap air doa hanya ditujukan kepada Tuan Guru, artinya hanya meminta air doa tersebut kepada Tuan Guru saja. Tuan Guru ialah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupun dalam masalah sehari-hari yang diperlukan (Mujiburraman. Abidin, & Rahmadi, 2. Kemudian maksud dari meminta air kepada Tuan Guru ialah membawa sebotol air kepada Tuan Guru, lalu air yang dibawa tadi dibacakan oleh seorang Tuan Guru dengan bacaan berupa ayat-ayat Al-QurAoan dan doa-doa yang kemudian ditiupkan oleh Tuan Guru tersebut ke botol air tadi, hal ini tujuannya dengan harapan mendapat berkah dari Tuan Guru. Adapun air merupakan suatu kebutuhan pokok manusia, pada umumnya air digunakan untuk minum, memasak, mencuci, mandi, dan sebagainya. Namun air oleh sebagian masyarakat dipercaya memiliki suatu kesucian yang dianggap bisa mengabulkan keinginan seseorang jika air tersebut sudah dipersyarati dengan kepercayaan tertentu, bahwa air itu hidup dan dapat merespons apa yang disampaikan manusia padanya (Emoto, 2006. Masyarakat Banjar tepatnya di Desa Karya, dalam agama Islam mereka percaya terhadap air doa, yang mana doa dari seorang Tuan Guru yakin dikabulkan oleh Allah SWTdan Tuan Guru biasanya dianggap mampu untuk mengobati (Daud, 1. Dalam ilmu pengobatan masyarakat Banjar, terutama di kampung-kampung, biasanya termasuk di dalamnya meminta air doa kepada orang alim yang dianggap alim (Tuan Gur. Selain itu Tuan Guru di kalangan masyarakat Banjar juga cenderung dianggap sebagai mempunyai kekuatan gaib dalam dirinya atau ditopang oleh sahabat gaibnya dalam berbagai kegiatannya, lebih-lebih bila ia keturunan Tuan Guru yang terkemuka. (Daud. Setelah selesai meminta air doa, biasannya orang yang meminta air doa tersebut memberikan suatu hadiah kepada Tuan Guru seperti memberikan uang, namun pemberian tersebut tidak ada tarifnya, biasanya seikhlasnya orang-orang yang memberi saja. Dalam masyarakat Banjar seorang Tuan Guru memiliki rasa sebagai pelayan bagi masyarakatnya yang siap membantu kebutuhan masyarakat tanpa mengharap imbalan atau pamrih. Hal ini dilakukan karena Tuan Guru dipandang sebagai individu yang dekat kepada Tuhannya, sehingga perilakunya perlu mencerminkan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT (Azharghany, 2. Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru pada masyarakat Banjar tidak terlepas dari suatu nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Dalam hal ini, nilai itu objektif ada pada setiap Tidak ada yang diciptakan di dunia tanpa ada suatu nilai yang melekat di dalamnya (Herimanto & Winarto. , 2. Dengan demikian segala sesuatu ada nilainya dan bernilai bagi manusia, termasuk nilai yang terkandung pada kepercayaan masyarakat Banjar terhadap air doa dari Tuan Guru. Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru tersebut dilakukan pada saat mereka dalam masa-masa kesulitan. Dalam menghadapi dan mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut ada banyak cara yang dilakukan oleh manusia, salah satunya seperti yang dilakukan pada masyarakat Banjar yaitu meminta air doa kepada Tuan Guru. Meskipun manusia sudah berada di zaman yang serba maju dan canggih, namun kepercayaan terhadap air doa tidaklah ditinggalkan sepenuhnya oleh masyarakat Banjar. Ahir dari tulisan ini tidak lain untuk untuk mengetahui bagaimana kepercayaan masyarakat Banjar terhadap air doa yang dibacakan oleh Tuan Guru dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam kepercayaan air doa tersebut. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 METODE PENELITIAN Dalam penulisan ini, metode kualitatif dengan pendekatan ethnografi digunakan untuk menjaring data yang lebih lengkap, lebih mendalam, tepat dan bermakna. Sehingga tujuan penulisan ini mampu memberikan gambaran secara luas, menyeluruh, dan mendalam sehingga hal pokok utama kajian dapat teruraikan dengan jelas. Sumber data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data tentang kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru pada masyarakat Banjar khusunya masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala. Pemilihan sumber data secara purposive sampling di mana peneliti mengandalkan penilaiannya sendiri ketika memilih informan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, yang mana peneliti memilih orang dengan pertimbangan tertentu, yakni orang yang dianggap mempunyai pengetahuan terhadap objek yang diteliti tentang kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Adapun kriteria informan yang telah dipertimbangkan oleh peneliti yaitu informan tersebut merupakan Tuan Guru yang biasa memberikan air doa kepada masyarakat Banjar, pemilihan informan tersebut karena mampu untuk mendeskripsikan secara detail, menyeluruh, menguasai dan memahami tentang masalah yang diteliti yaitu tentang kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru. Observasi yang dilakukan adalah peneliti ke majelis taklim untuk melihat langsung kegiatan keagamaan masyarakat salah satunya adanya kegiatan meminta air doa kepada Tuan Guru, selain itu peneliti juga melakukan observasi dengan mengunjungi langsung rumah Tuan Guru untuk melihat masyarakat yang datang ke rumah Tuan Guru meminta air doa. Kemudian pada bagian wawancara, yaitu peneliti melakukan wawancara secara langsung dengan bertemu narasumber secara langsung untuk mendapatkan data atau jawaban dari masalah yang telah dirumuskan oleh peneliti. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru memang sering dilakukan oleh masyarakat Banjar yang ada di Desa Karya Jadi. Hal tersebut dilakukan karena kepercayaan terhadap air doa sudah dilakukan secara turun-temurun dari orang tua mereka dahulu. Kepercayaan masyarakat terhadap sesuatu tentunya tidak terlepas dari sebuah keyakinan yang ada pada diri orang masingmasing, kepercayaan tersebut akan didapatkan oleh seseorang seperti bisa melalui ajarannya, baik yang bersumber dari ajaran agama maupun ajaran yang bersumber dari nenek moyang mereka Kepercayaan terhadap air doa yang dilakukan pada masyarakat Banjar bersumber dari ajaran agama Islam. Hal ini seperti yang disampaikan oleh informan Tuan Guru Khairullah Azmi bahwa di zaman Rasulullah tidak ada orang meminta air doAoa tetapi yang ada ialah meminta doAoaAy, artinya kepercayaan meminta air belum ada di zaman dahulu, akan tetapi kalau orang yang meminta doa kepada Tuan Guru sudah ada di zaman Rasulullah dahulu, karena orang dahulu ketika meminta doa langsung saja datang kepada Tuan Guru. Kemudian seiring berkembangnya zaman maka timbulah dari orang-orang terdahulu terbentuk kepercayaan terhadap air doa, yang awalnya hanya meminta doa saja maka ditambahkan orang dahulu meminta doa dengan melalui atau wasilah air, hal tersebut beralasan bahwa ketika seseorang tidak bisa secara langsung datang untuk meminta doa kepada Tuan Guru maka bisa di mintakan lewat orang lain, misalnya orang yang ingin meminta doa tersebut seperti sudah sakit-sakitan atau tempat Tuan Gurunya jauh sekali maka doanya tersebut bisa dibacakan lewat air. Menurut penuturan Tuan Guru Khairullah Azmi, air diibaratkan sebagai media atau alat, artinya air hanya merupakan suatu wasilah atau bisa dikatakan sebagai perantara, namun tetap yang terpenting dalam kepercayaan ini ialah meminta doanya, karena doa itulah yang akan berfungsi terhadap orang yang meminta air doa kepada Tuan Guru. Akan tetapi kepercayaan terhadap air doa Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 dari Tuan Guru tentunya juga bersumber dari ajaran agama Islam didalamnya sebagai obat dari segala penyakit. Penyakit ada yang bisa disembuhkan secara medis dan tidak bisa disembuhkan secara medis, sehingga suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan cara medis maka bisa kita coba lakukan dengan cara kekuatan doa yang telah diajarkan oleh Nabi dahulu. Kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru di lakukan melalui media air hal tersebut tentu ada suatu alasan yang mendasarinya, mengapa harus dengan air. Doa bisa saja ditempatkan dimana saja selain di air, namun karena kebiasaannya sudah dengan air maka jadilah meminta air doa. Akan tetapi meminta air doa melalui media air tentunya juga ada hal-hal yang mendasarinya. Meminta air doa dilakukan melalui media air alasanya ialah yang terutama air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, sehingga air merupakan hal yang terpenting bagi manusia pada khususnya. Meminta air doa biasanya juga dilakukan hanya dengan air putih, hal tersebut ternyata juga mempunyai alasan yaitu untuk memberikan kemudahan kesemua orang yang meminta air doa, karena kalau air putih tidak ada pantangannya bagi semua orang yang misalnya ada mempunyai penyakit yang banyak memiliki pantangan terhadap minuman dan makanan, sedangkan air putih tidak ada punya pantangan. Air di sifatkan benda cair yang meresap keseluruh tubuh seseorang (Emoto, 2006. ), jadi apa yang kita niatkan di air doa tadi semoga hilang seperti air yang meresap tadi, misalnya lagi air tersebut di ibaratnya seperti orang demam yang kemudian airlah yang bisa mendinginkan demam tersebut. Oleh karena itu air cenderung digunakan sebagai media atau perantara untuk di doakan. Kepercayaan terhadap air doa bukan karena Tuan Gurunya yang hebat, namun tetap berkeyakinan bahwa Allah SWT yang menyembuhkan, karena Allah SWT sudah mengatakan lewat Al-QurAan bahwa ia diturunkan untuk penyembuh dari segala penyakit dan kemudian manusialah yang akan melakukannya. Mengenai orang yang memprotes menurut beliau tidak ada karena kepercayaan terhadap air doa ini hanya sebagai niat saja sedangkan yang menyembuhkan Allah SWT bukan Tuan Guru (Alfisyah. Kearifan Religi Masyarakat Banjar Pahuluan, 2. Pengetahuan Tuan Guru tentang kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi ada terdapat beberapa pengetahuan yakni, seperti pada tabel di bawah ini : Pengetahuan Tuan Guru Terhadap Air Doa Asal-usul terkait air doa C Al-Quran C Nabi SAW C Turun-temurun Alasan meminta air doa C Mengambil berkat Tuan Guru C Menjalankan syariat selain berobat ke dokter juga minta air doa Tuan Guru Motif meminta air doa C Untuk anak nakal C Pembuka Hati C Untuk orang sakit C Syarat rumah atau bangunan C Faktor rumah tangga C Pengusir jin Cara mendoakan air C Dibacakan ayat-ayat Al-QurAoan C Fatihah empat dan ayat Qursi C Surah Al-Fatihah C Minimal membaca Bismillah C Ditiupkan ke air hujan atau air biasa Pantangan terhadap air doa C Menghormati terhadap air doa karena mengandung ayat Al-QurAoan C Tidak melangkahi dan tidak dilempar Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 Khasiat pada air doa Air doa berbeda dari air sebelum dibacakan Kadang sembuh dan kadang tidak, hanya Tawakal kepada Allah SWT Sembuh dari pengalaman sendiri Kepercayaan terhadap air doa tentu memiliki nilai-nilai yang terkandung didalamnya, salah satunya ialah nilai religius. Berdasarkan pernyataan dari beberapa informan mengenai nilai religius yang terkandung didalam kepercayaan terhadap air doa. Nilai religius dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru bisa di lihat pada asal mulanya kepercayaan terhadap air doa yaitu yang berasal dari ajaran agama Islam yakni dari Al-QurAan. Sumber dari kepercayaan masyarakat terhadap air doAoa juga tidak sembarangan, yaitu memang berasal dari Al-QurAan yang kemudian dilakukan oleh Tuan-tuan Guru di daerah masing-masing. Nilai religius dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru bisa di lihat pada asal mulanya kepercayaan terhadap air doa yaitu yang berasal dari ajaran agama Islam yakni dari Al-QurAan. Beberapa nilai yang terkandung dari kepercayaan masyarakat Banjar terhadap air doAoa ini adalah : nilai religius, nilai sosial, dan nilai Pengetahuan Tuan Guru tentang kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala Kepercayaan terhadap air doa diyakini oleh masyarakat Banjar karena didalam kepercayaan terhadap air doa bersumber dari ayat-ayat Al-QurAoan, hal tersebut sejalan dengan yang dikatakan oleh (Alfisyah. Lumban , & Mariatul. Kearifan Religi Masyarakat Banjar Pahuluan. , 2. bagi pemeluk agama, ideologi dan seperangkat hukum ini biasanya mengacu pada dalil-dalil kitab suci maupun mitos yang diyakini kebenarannya sehingga ia menjadi sebuah keyakinan yang dipercayai dan menjadi pandangan hidup. Orang Banjar pada umumnya memang diketahui menganut ajaran agama Islam sehingga yang mengatur tingkah laku kepercayaan mereka memang bersumber dari ajaran-ajaran agama Islam, dari perilaku mereka yang terbentuk dari ajaran-ajaran Islam tersebut munculah kepercayaankepercayaan salah satunya ialah seperti kepercayaan masyarakat Banjar terhadap air doa dari Tuan Guru (Daud, 1. Pengetahuan Tuan Guru terhadap air doa pada masyarakat Banjar seperti disajikan pada uraian bawah ini: Pengetahuan Tuan Guru Terkait Asal-usul Air Doa Kepercayaan yang bersumber dari agama Islam yang harus diketahui ialah seperti meminta doa kepada Tuan Guru hal itu memang bersumber dari ajaran Islam, namun bukan kepercayaan terhadap airnya karena kepercayaan meminta air belum ada di zaman dahulu, yang ada hanya orang meminta doa kepada Tuan Guru ketika di zaman Rasulullah SAW dahulu. Namun, seiring berkembangnya zaman maka munculah kepercayaan terhadap air doa, yang awalnya hanya meminta doa saja kemudian ditambahkan meminta doa dengan melalui air maka disebutlah air doa. Hal tersebut dilakukan karena ada saja seseorang yang tidak bisa secara langsung datang untuk meminta doa kepada Tuan Guru maka bisa di mintakan lewat orang lain dengan menggunakan air sebagai media untuk di doakan. Kepercayaan terhadap air doa banyak dilakukan karena di zaman terdahulu belum ada dokter dan peralatan medis apalagi di zaman Nabi dulu, namun hal tersebut bukan diartikan tidak berlaku lagi karena sampai saat ini masih berlaku walaupun di zaman sekarang ini sudah mempunyai dokter dan teknologi yang canggih dalam hal pengobatan. Namun hal yang harus diketahui kenapa kepercayaan terhadap air doa masih dilakukan sampai saat ini, dikarenakan bahwa suatu penyakit ada yang bisa disembuhkan secara medis dan tidak bisa disembuhkan secara medis, sehingga suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan cara medis maka bisa kita coba lakukan dengan cara kekuatan doa yang telah diajarkan oleh Nabi dahulu. Hal tersebut sejalan yang dikatakan (Daud. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 1. bahwa mengharuskan bagi orang untuk berobat dengan berbagai cara untuk mencari kesembuhan, dalam rangka mencari kesembuhan ini doa orang saleh sangat bermanfaat, seperti meminta air doa pada wali atau orang alim. Pengetahuan Tuan Guru Terkait Alasan Meminta Air Doa Kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar dilakukan ketika mereka mengalami suatu permasalahan dikehidupannya, entah itu permasalahan mengenai dunia ataupun mengenai Hal tersebut sejalan dengan Van Gennep dalam (Syarif, 2008:. menyebut masa permasalahan itu sebagai masa krisis, sehingga dalam menghadapi masa krisis serupa itu manusia butuh melakukan suatu perbuatan untuk memperteguh imanya, salah satunya yaitu dengan meminta air doa kepada Tuan Guru (Moeis, 2. Masyarakat Banjar cenderung percaya terhadap air doa dari Tuan Guru, dikarenakan masyarakat disana memahami yang namanya AuberkatAy dari seorang Tuan Guru, ditambah lagi mayoritas pada masyarakat Banjar yang berpaham dengan Guru Sekumpul serta pondok-pondok pesantren Al Banjari yang mengajarkan hal demikian. Tuan Guru termasuk orang yang saleh, orang saleh digambarkan sebagai orang yang taat beribadat dan cara ibadahnya benar, sehingga dekat dengan Allah dan doadoanya cenderung dikabulkan oleh Allah (Daud, 1. Seorang Tuan Guru dapat dikatakan selalu taat dan banyak amalnya kepada Allah SWT, maka mereka disayang oleh Tuhannya, sehingga ketika Tuan Guru tersebut selalu disayang oleh Tuhannya maka otomatis doa mereka bisa terkabul dan disanalah kita sebagai orang awam yang tidak banyak memiliki amal mendekati kepada Tuan Guru. Begitu juga halnya meminta air doa kepada Tuan Guru dengan berkat doa dari Tuan Guru tadi hajat kita setidaknya ada kemungkinan bisa terkabul, namun kalau kita berdoa sendiri belum tentu bisa terkabul karena kita ini orang yang tidak dekat kepada Tuhan dan tidak banyak beramal, berbeda dengan Tuan Guru. Motif Meminta Air Doa Kepercayaan yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu tentu terdapat sebuah harapan atau keinginan yang menjadikan dirinya untuk berbuat hal demikian, keinginan tersebut dapat terwujud baik dengan cara berusaha, berdoa, meminta kepada Allah SWT, ataupun dengan cara lainnya termasuk dengan meminta air doa kepada Tuan Guru. Dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru banyak terdapat berbagai motif. Adapun motif atau tujuan masyarakat yang meminta air doa kepada Tuan Guru ialah seperti untuk anaknya yang nakal, anaknya yang cerewet, dan anak yang bermasalah dengan jin atau seperti anak yang mudah untuk diganggu oleh jin dan untuk berobat untuk mencari kesembuhan, dalam rangka mencari kesembuhan ini doa orang saleh sangat Tuan Guru sejalan dengan yang dikatakan (Daud, 1. termasuk orang yang saleh, dan dikalangan masyarakat Banjar cenderung dianggap sebagai mempunyai kekuatan ghaib dalam dirinya, sehingga para masyarakat banyak berkunjung kepada Tuan Guru untuk meminta air doa dengan tujuan atau motif yang beraneka ragam. Selain itu, motif atau tujuan masyarakat meminta air doa ada juga untuk pembuka hati, pembuka hati tersebut diartikan misalnya ada orang yang akan membangun sebuah warung kemudian sebelum membangun warung tersebut maka meminta air doa kepada Tuan Guru dengan tujuan agar warung yang akan di bangun akan ramai dari pembeli. Selain itu motifnya seperti masalah perihal pasangan atau faktor rumah tangga, ada juga untuk sebagai syarat-syarat rumah atau bangunan. Cara Mendoakan Air Banyak terdapat cara Tuan Guru mendoakan air doa sehingga air tersebut akan mendapatkan berkah dan bisa digunakan sebagaimana niat masing-masing orang yang meminta air doa tersebut. Dalam mendoakan air, kebanyakan orang yang meminta air doa pasti di dalam air tersebut dibacakan ayat-ayat Al-QurAan bukan dibacakan selain dari ayat-ayat Al-QurAan misalnya seperti mantra-mantra dan semacamnya yang tidak ada hubungannya dengan ayat-ayat Al-QurAan. Oleh sebab itu Nabi SAW sudah mengajarkan kepada kita ayat-ayat Al-QurAan seperti Fatihah empat. Fatihah empat ialah surah yang empat macam yakni surah Al-Fatihah, surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 dan surah An-Nas, ada lagi seperti ayat surah Al-Baqarah, termasuk ayat-ayat ruqiyah yang fungsinya untuk mengusir jin. Kemudian adalagi mengenai tata cara mendoakan air yakni yang pertama ialah air yang akan di doakan diambil dari air hujan menurut Tuan Guru Syarkawi air hujan lebih mujarrab untuk di doakan, air hujan yang dimaksud ialah yang lebih utama air hujan yang turunnya di malam JumAat atau di siang hari JumAat dan air tersebut harus murni air hujan tidak boleh tercampur dengan yang lainnya, mengambil airnya tidak boleh yang tersentuh oleh atap-atap rumah kalau bisa harus air yang langsung turun tidak tersentuh oleh apa-apa. Selanjutnya air hujan tersebut dibacakan ayatayat Al-Quran seperti surah AlFatihah, surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq. Surah An-Nas, dan ayat Qursi, kemudian dari ayat-ayat Al-QurAan tadi masingmasing dibacakan 70 kali dan ditiupkan pada air tadi, setelah itu kemudian diminumkan sehingga cukup untuk digunakan dalam tujuh hari. Setiap Tuan Guru memiliki caranya masing-masing dan sesuai dengan keimanan yang mereka Hal yang perlu diperhatikan ketika meminta air doa kepada Tuan Guru ialah yang pertama menggunakan Al-QurAan sebagai ayat-ayat yang akan di bacakan ke air bukan ayat-ayat yang selain AlQurAan. Kemudian yang kedua yaitu menggunakan keyakinannya, maksudnya ialah ketika seseorang yang mau minta air doa kepada Tuan Guru maka didalam hatinya harus dikuatkan keyakinannya, meminta air doa, dalam pandangannya ini terletak pada keyakinan orang yang meminta, kalau yang meminta itu yakin pada Tuan Guru siapapun maka akan bermanfaat (Azharghany, 2. Selain itu juga Tuan Guru yang memberikan air doanya pun juga harus yakin bisa mengobati dengan sebab dibacakannya ayat-ayat Allah di air doa tadi dan tentunya juga dengan izin Allah SWT. Bagi orang Banjar segala ibadah dan doa memang di tujukan kepada Allah dan tidak dapat ditujukan kepada makhlukNya, tidak ada yang dapat mengabulkan doa kecuali Allah. Tetapi doa yang diucapkan oleh orang saleh dianggap makbul. Pantangan Terhadap Air Doa Pantangan-pantangan di dalam suatu kepercayaan seharusnya merupakan hal yang perlu di perhatikan agar keutamaan dari kepercayaan tersebut dapat terjaga dan tidak hilang manfaatnya. Menurut Van Baal suatu kepercayaan yang diterima dengan benar, tetapi tidak dapat dibuktikan secara empiris, adalah kepercayaan religi (Daud, 1. Sejalan dengan teori tersebut bahwa di dalam kepercayaan terhadap air doa selalu diterima masyarakat beserta pantangan-pantangannya, namun hal tersebut juga tidak dapat dibuktikan apakah pantangan tersebut dapat menghilangkan manfaat dari air doa, karena di sini masyarakat hanya berlandaskan keyakinan. Pantangan terhadap air doa pada umumnya sebenarnya tidak ada, entah itu mau di langkahi tidak jadi masalah dan tidak ada kaitannya dengan fungsi dari air doa tersebut. Namun, ada Tuan Guru lainnya yang menyatakan bahwa pantangan terhadap air doa lebih di condongkan kepada adab kita untuk menghormati air doa, karena di dalam air doa tersebut sudah dibacakan ayat-ayat Allah yang ditiup di air itu, pada hakikatnya yang terdapat di dalam air doa itu mengandung ayat-ayat Allah yaitu dari Al-QurAan sehingga terasa tidak pantas untuk kita melangkahi bahkan membanting air doa tersebut. Khasiat Pada Air Doa Kepercayaan terhadap air doa khasiat yang terkandung menurut Tuan Guru Khairullah Azmi ada orang luar negeri yang pernah meneliti air yang telah dibacakan doa dari ayat-ayat Al-QurAoan yang hasilnya menunjukan ada hal-hal yang berbeda dari sebelum air tersebut dibacakan ayat AlQurAoan, seperti ada terlihat ion positif dan seperti jel-jel permata yang terkandung di air yang telah dibacakan Al-QurAoan. Hal tersebut merupakan suatu bukti didalam penelitian melului alat canggih bahwa air yang telah dibacakan doa dan ayat Al-QurAan tentu berbeda dengan air yang tidak dibacakan ayat Al-QurAan. Air sebagai media pengobatan ini juga diperkuat dari penelitian Masaru Emoto dalam bukunya The Mesage from Water, yang menyatakan bahwa air memiliki prinsip dasar dalam pengobatan karena air memiliki gelombang dan resonansi baik didalam maupun diluar tubuh (Emoto, 2006. Emoto menyatakan lagi ketika tubuh berpenyakit itu pertanda gelombangnya mengalami gangguan. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 dan cara menyembuhkannya yaitu dengan menyeimbangkan gelombang tersebut dengan air yang diberi frekuensi sama dengan tubuh (Wardiani & Gunawan, 2. Selain itu, air juga makhluk hidup ciptaan Allah SWT yang mampu menetralisir, kinerja air dalam membersihkan tubuh akan menjadi maksimal setelah mendapat sentuhan doa-doa (Novianti & Arif, 2. Kemudian lagi, khasiat yang didapatkan dari air doa menurut Tuan Guru Khairullah Azmi yang mana hampir 70% sepertinya mujarab doanya, artinya sembuh dari penyakit ataupun dari permasalahan yang lainnya. Begitu juga menurut Tuan Guru Syarkawi berdasarkan pengalaman pribadi beliau ketika terkena suatu penyakit yaitu penyakit kusta, namun yang akhirnya sembuh dengan waktu yang cepat dari ketentuan medis berkat dari kekuatan doa dari ayat-ayat Al-QurAan yang beliau bacakan di air. Berbeda dengan teman seangkatan beliau yang juga terkena penyakit yang sama, karena teman beliau hanya mengandalkan obat-obatan medis sehingga sembuhnya agak lama bahkan sembuhnya kurang total. Orang-orang yang meminta air doa kepada Tuan Guru tidak ada yang protes baik air doa tersebut mujarab atau tidak mujarab karena kepercayaan terhadap air doa adalah sebuah keyakinan, berbeda halnya dengan berobat ke dokter yang orang bisa ribut ketika obat dari dokter tersebut tidak berfungsi, sedangkan ketika meminta air doa kepada Tuan Guru tidak ada yang namanya keributan karena disini hanya bermodalkan keyakinan. Pembahasan Nilai Yang Terkandung Dalam Kepercayaan Air Doa Dari Tuan Guru Pada Masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi Kecamatan Tabukan Kabupeten Barito Kuala. Horton dan Hunt . nilai adalah gagasan mengenai apakah suatu pengalaman itu berarti atau tidak berarti. Nilai pada hakikatnya mengarahkan perilaku dan pertimbangan seseorang, tetapi ia tidak menghakimi apakah sebuah perilaku tertentu itu salah atau benar. Nilai adalah suatu bagian penting dari kebudayaan (Herabudin, 2. Suatu tindakan dianggap sah . rtinya secara moral dapat diterim. kalau harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung oleh masyarakat di mana tindakan itu dilakukan. Nilai adalah kualitas suatu hal yang menjadikan sesuatu disukai, dihargai, diinginkan, berguna, atau dapat dijadikan objek kepentingan. Nilai memberi makna bagi hidup, lebih dari sekadar keyakinan dan selalu menyangkut perbuatan atau tindakan. Nilai sosial merupakan konsep atau pandangan yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar individu warga masyarakat tentang halhal yang dianggap baik dan bernilai. Dengan demikian, nilai sebagai gambaran mengenai sesuatu yang diinginkan, yang pantas, berharga, yang memengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai (Dwi Narwoko & Suyanto, 2. Adapun beberapa nilai yang terkandung di dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru pada masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, diuraikan dibawah ini : Nilai Religius Kepercayaan terhadap air doa memiliki nilai-nilai yang terkandung didalamnya, salah satunya ialah nilai religius. Notonegoro dalam (Usman & Pornomo, 2. menyebutkan bahwa nilai keagamaan . ilai religiu. yang bersumber dari ajaran agama. Hal tersebut sejalan dengan nilai religius yang terkandung di dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru yang asal mula kepercayaan terhadap air doa tersebut berasal dari ajaran agama Islam yakni dari ayat-ayat AlQurAoan. Selain itu sumber dari kepercayaan masyarakat terhadap air doa juga tidak sembarangan, yaitu memang berasal dari Al-QurAan yang kemudian dilakukan oleh Tuan-tuan Guru di daerah masing-masing. Intinya didalam kepercayaan terhadap air doa mempunyai nilai religius karena di dalamnya terkandung ajaran dari agama Islam yaitu dari Al-QurAoan. Selain itu, termasuk juga nilai religius lainnya yang terkandung di dalam kepercayaan terhadap air doa yaitu doa, karena ketika meminta air kepada Tuan Guru maka air tersebut di doakan oleh Tuan Guru sehingga disebutlah air doa dari Tuan Guru. Doa adalah permintaan atau permohonan seseorang kepada Tuhannya terhadap sesuatu yang ingin di mintanya. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 Nilai Sosial Nilai sosial yang terkandung di dalam kepercayaan terhadap air doa. Nilai sosial merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi di antara para anggota masyarakat. Sejalan dengan teori tersebut terjadinya nilai sosial tentu karena adanya interaksi antara masyarakat dengan Tuan Guru (Syani, 2. Adapun nilai sosial yang terkandung di dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru yang utama adalah seperti adanya silaturrahim, silaturrahim dalam kepercayaan terhadap air doa terjadi pada saat majelis taklim antara masyarakat dan Tuan Guru. Kemudian silaturrahim sering di artikan sebagai menyambung tali kasih sayang atau tali Selain itu, nilai sosial yang terkandung lainnya ialah seperti sikap saling tolong menolong, adanya sikap saling tolong menolong terlihat pada saat masyarakat datang kepada Tuan Guru untuk meminta tolong agar membacakan air doa, seorang Tuan Guru tentunya tidak pernah untuk menolak para masyarakat yang datang selagi beliau bisa membantu karena Tuan Guru dianggap sebagai orang yang bisa memberikan ketenangan entah itu masalah dunia atau akhiratnya. Tuan Guru memiliki rasa sebagai pelayan bagi masyarakatnya untuk siap membantu (Azharghany. Nilai selanjutnya yaitu adanya kasih sayang, nilai kasih sayang antara masyarakat dan Tuan Guru terlihat ketika sang guru menasehati masyarakat agar selalu berbuat taat sehingga terhindar dari berbuat yang salah. Kemudian adalagi nilai lainnya yaitu adanya komunikasi antara masyarakat dengan Tuan Guru, dan adanya sikap sopan santun terhadap Tuan Guru karena nilai sopan santun merupakan adab yang utama antara seseorang terhadap Tuan Guru, hal tersebut terlihat ketika seseorang bersalaman, duduk, berbicaranya kepada seorang Tuan Guru, yang mana bersalaman dengan mencium tangan Tuan Guru, kemudian duduknya dengan sopan, begitu juga dengan cara berbicaranya dengan lemah lembut. Nilai sosial itu tergambar dari sikap saling tolong menolong, saling membantu, saling sikap jujur, saling mempelajari, saling pengertian, saling perhatian, saling menyayangi, saling peduli, saling menghargai, gotong royong, bersikap ramah, adil, menyenangkan orang lain, berbakti kepada orang tua dan saling memaafkan (Rosmaya, 2. Nilai Material Nilai material menurut Notonegoro dalam (Usman & Pornomo, 2. menyebutkan Nilai material, yaitu nilai yang memiliki segala benda yang berguna bagi manusia. Hal tersebut sejalan dengan nilai yang terkandung didalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru, yaitu seperti membawa air ketika meminta air doa kepada Tuan Guru, karena Tuan Guru tidak menyediakan air oleh kerena itu orang yang mau meminta air doalah yang harus membawa air masing-masing. Kemudian dalam kepercayaan terhadap air doa setelah selesai meminta air doa dari Tuan Guru biasanya masyarakat memberikan hadiah kepada Tuan Guru, seperti ada yang memberikan uang, akan tetapi pemberian hadiah tersebut tidak diwajibkan hanya seikhlasnya saja, seandainya tidak diberi hadiahpun tidak menjadi masalah. Adapun hadiah pemberian kepada Tuan Guru tersebut terbagai menjadi dua, yaitu hadiahhadiah berupa uang dan hadiah-hadiah berupa benda. Hadiah berupa uang yaitu seseorang hanya memberikan uang saja kepada Tuan Guru terserah berapa saja nominalnya, namun niatnya memberi hadiah kepada Tuan Guru karena kalau niatnya bersedekah kepada Tuan Guru hal itu dianggap tidak pantas karena Tuan Guru dianggap mulia dari orang awam atau orang biasa. Sedangkan hadiah berupa benda yang diberikan oleh orang yang minta air doa kepada Tuan Guru yang digunakan sebagai syarat sahnya untuk meminta air doa, hal tersebut di lakukan agar air doa tersebut lebih manjur karena telah disyarati dengan benda, benda yang dimaksud ialah seperti jarum atau perak atau logam sebagai syaratnya. Equilibrium : Jurnal Pendidikan Vol. Issu 3. September-Des 2022 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN : 2339 - 2401/E-ISSN : 2477-0221 KESIMPULAN Hasil penelitian tentang Air doAoa pada masyarakat Banjar disimpulkan sebagai berikut : Pengetahuan Tuan Guru tentang kepercayaan terhadap air doa pada masyarakat Banjar disimpulkan sebagai berikut : Asal-usul kepercayaan terhadap air doa bersumber dari Al-QurAoan yang disampaikan oleh Nabi SAW kemudian dilakukan secara turun-temurun. Alasan masyarakat meminta air doa, yakni masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi paham dengan berkat dari seorang Tuan Guru, dan masyarakat menjalankan syariat selain berobat ke dokter juga meminta air doa dari Tuan Guru. Motif masyarakat meminta air doa kepada Tuan Guru, yakni seperti untuk anak yang nakal, anak yang cerewet, dan anak yang bermasalah dengan jin atau seperti anak yang mudah untuk diganggu oleh jin, kemudian untuk pembuka hati, untuk orang sakit, untuk syarat rumah atau bangunan, untuk faktor rumah tangga, dan untuk pengusir jin. Cara-cara mendoakan air doa dari Tuan Guru, yakni dibacakan ayat-ayat Al-QurAoan kemudian ditiupkan ke air, lebih hebat lagi menggunakan air hujan. Pantangan terhadap air doa dari Tuan Guru sebenarnya tidak ada, akan tetapi lebih kepada menghormati pada air doa tersebut karena mengandung ayat-ayat Al-QurAoan. Khasiat pada air doa, menurut Tuan Guru Khairullah Azmi, pernah ada penelitian bahwa air yang telah dibacakan doa berbeda dengan air sebelum dibacakan doa seperti ada terdapat kandungan ion positif di air doa tersebut. Selain itu, khasiat air doa juga kadangkadang mujarab dan kadang-kadang tidak mujarrab, karena meminta air doa hanya Selain itu, menurut Tuan Guru Syarkawi berdasarkan pengalaman pribadi air doa tersebut mujarrab. Adapun Nilai yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru pada masyarakat Banjar di Desa Karya Jadi terbagi menjadi tiga yaitu: Nilai religius yang terkandung dalam kepercayaan terhadap air doa ialah seperti adanya ayat-ayat yang di bacakan ke air doa bersumber dari ayat-ayat Al-QurAan, kemudian membacakan doa-doa. Nilai sosial didalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru yakni adanya nilai silaturahim, kemudian adanya sikap saling tolong menolong, adanya saling kasih sayang, adanya kumunikasi antara masyarakat dengan Tuan Guru, dan adanya sikap sopan santun seseorang terhadap Tuan Guru. Nilai Material dalam kepercayaan terhadap air doa dari Tuan Guru yakni masyarakat yang memberikan hadiah kepada Tuan Guru, seperti ada yang memberikan uang maupun benda seperti logam dan jarum, akan tetapi pemberian hadiah tersebut tidak diwajibkan hanya seikhlasnya saja. DAFTAR PUSTAKA