PEMIKIRAN TASAWUF HAMKA DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN MODERN Salihin Program Studi Filsafat Agama Pascasarjana IAIN Bengkulu Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kota Bengkulu, 56144 Email: salihin2016@gmail. Abstract: One of the effects of modernization on religious life is a critical attitude toward religion. Religion, can only be accepted if. First, in accordance with the teachings sensible advancement of Science. Second, it could difunctional in answering the challenges of modernity. Hamka his popular book Modern Mysticism, which contains about how to build a happy life as desired by Islam. Thought Sufism Hamka not only meant the tarikat region alone but more than that, it is understood that Sufism in general can be interpreted according to its roots, which the teachings of Islam itself. The methodology used in this study were . the type of research. This type of research is the research library (Library Researc. of model approaches. Hermeneutic, use descriptive text or script interpretative against Sufism thought Hamka. While the main source is thought of Sufism Hamka as outlined in his books are: Modern Mysticism. Sufism development of Century Century and Mysticism development and purification. The thesis concludes that the essence of Sufism according to Hamka is aimed at improving the mind and cleanse the mind. Mysticism offered Hamka modern mysticism or Sufism is positive based on monotheism. Mystical path through the ascetic attitude carried on the official worship, ascetic attitude, which does not need to be away from normal life. So therefore, thought that dynamic Hamka Modern Mysticism extremely relevant to todayAos modern life for a balance between worldly life and ukhrowi. Keywords: Mysticism Hamka. Modern Life Abstrak: Salah satu dampak modernisasi terhadap kehidupan keagamaan adalah sikap kritis terhadap Agama, baru bisa diterima apabila. pertama, ajarannya masuk akal sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan. Kedua, bisa difungsional dalam menjawab tantangan kemodernan. Buku Hamka yang terkenal yaitu Tasawuf Modern, yang berisikan tentang bagaimana seharusnya membangun kehidupan yang bahagia sebagaimana yang diinginkan oleh Islam. Pemikiran tasawuf Hamka tidak hanya dimaknai pada wilayah tarikat saja tetapi lebih dari itu, dipahami bahwa tasawuf dapat dimaknai secara umum sesuai dengan akarnya yaitu ajaran Islam itu sendiri. Adapun metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah . jenis penelitian. jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library Researc. model pendekatan. Hermeneutik, menggunakan diskriptif interpretatif terhadap teks atau naskah pemikiran tasawuf Hamka. Sedangkan yang menjadi sumber utama adalah pemikiran tasawuf Hamka yang dituangkan dalam buku-bukunya yaitu: Tasawuf Modern,Perkembangan Tasawuf dari Abad Ke Abad danTasawuf Perkembangan dan Pemurniannya. Tesis ini menyimpulkan bahwa hakekat tasawuf menurut Hamka adalah yang bertujuan untuk memperbaiki budi dan membersihkan batin. Tasawuf yang ditawarkan Hamka adalah tasawuf modern atau tasawuf positif berdasarkan tauhid. Jalan tasawufnya melalui sikap zuhud yang di laksanakan dalam ibadah resmi, sikap zuhud, yang tidak perlu menjauhi kehidupan normal. Maka dengan demikian, pemikiran Tasawuf Modern Hamka yang dinamis sangat relevan sekali dengan kehidupan modern saat ini untuk menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi. Kata Kunci: Tasawuf Hamka. Kehidupan Modern. Manthiq Vol. No. November 2016 Pendahuluan Modern sebagai penunjuk waktu mengacu pada periode perkembangan peradaban Eropa abad 15Ae20 (XV-XX). Periode ini dipahami sebagai periode kebangkitan kembali (Renaissanc. dan pencerahan (Aufklaarun. bangsa-bangsa Eropa setelah terpuruk dalam zaman gelap . he dark er. abad pertengahan. Periode modern, dalam bidang agama ditandai dengan reformasi protestanisme dan calvinisme yang menentang hegemoni tirani Gereja Katolik di bawah imperium kepausan. Dalam bidang politik berkembang bentuk AuNation StateAy (Negara Bangs. yang kedaulatannya bersumber dari manusia . emokrasi, kontrak sosia. dan bukan dari Tuhan (Theokras. Dalam bidang filsafat dimulai dari munculnya aliran Rasionalisme yang didirikan oleh Rene Descartes dengan semboyannya Aucogito ergo sumAy . aya berfikir maka saya ad. Melalui rasionalisme, keberadan manusia dicirikan oleh kebebasan berpikirnya secara individual dengan meragukan apa saja yang tidak logis rasional, ajaran ini secara langsung atau tidak langsung bertolak belakang dengan ajaranajaran Gereja yang dogmatis doktrinal. 2 Sebagai periode keberadaban dan kebudayaan modern mengacu pada semangat zaman (Zeitgeis. yang mengandung muatan, ide-ide humanisme, rasionalime dan sekularlisme. Ketika bangsa-bangsa Eropa (Itali. Portugis. Prancis. Inggris. Jerman. Beland. , melaksanakan ekspansi ke negara-negara Afrika dan Asia, yang sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah Dunia Islam, ide-ide kemodernan tersebut mereka bawa ke negara-negara jajahan. Proses modernisasi lalu diperkenalkan secara langsung ke tengah peradaban muslim di berbagai penjuru-penjuru negeri. 4 Umat Islam di negeri-negeri jajahan, tidak bisa mengelak dari pengaruh peradaban modern yang menyebarkan pengaruhnya bahkan menjadi tradisi dalam peradaban mereka dan bahkan terhadap keberadaan agama Islam itu sendiri. Kaum muslimin, melalui tokoh-tokoh mereka, menyikapi proses modernisasi di negeri-negeri Harun Nasution. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. Ahmad Suhelmi. Pemikiran Politik Barat, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. , h. Ahmad Asmara. Filsafat Umum, (Jakarta: Rajawali, 2. , h. Harun Nasution. Pembaharuan . , h. masing-masing dengan cara yang berbeda bahkan bertolak belakang satu sama lainnya. Ada yang menerima secara antusias, ingin disebut modem, dengan kagum melakukan peniruan-peniruan. Ada yang menolak secara radikal dengan asumsi bahwa modernisasi identik dengan sekularisasi dan westernisasi, dan tentunya ada juga yang melakukan adaptasi-adaptasi selektif. Karena itu sekitar abad XIX bermunculanlah aliran-aliran modern dalam Islam. Di Indonesia menurut Deliar Noer, gerakan modernisasi Islam mulai berkembang penghujung abad ke XIX dan maju pesat abad ke XX. Pusat gerakan modernisasi Islam di Indonesia berkembang di Sumatra Barat. Jakarta, dan Jawa Tengah. Di antara gerakan Islam modernis yang terkenal adalah Jamiat Khair di Jakarta. Persis di Bandung, dan Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta lalu dengan cepat tersebar keseluruh wilayah Jawa. Sumatera dan Sulawesi. 5 Salah seorang tokoh Muhammadiyah yang berasal dari Sumatra Barat yang kemudian terkenal di Seluruh Nusantara adalah H. Abdul Malik Karim Amrullah yang lebih dikenal dengan sebutan sebagai Buya Hamka. Salah satu dampak modernisasi terhadap kehidupan keagamaan adalah sikap kritis terhadap agama. Agama baru bisa diterima apabila Pertama, ajarannya masuk akal sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan. Kedua, bisa difungsional dalam menjawab tantangan Operasonalisasinya adalah bentukbentuk paham keagamaan yang rasional dan puritan yang menginginkan agama itu bersifat murni tidak tercampur dengan tradisi-tradisi budaya lokal dan mudah dilaksanakan. Semboyannya adalah Aukembali kepada Al-Quran dan SunnahAy. Hamka sebagai seorang tokoh pembaharu Islam di Indonesia tentu mengikuti juga paradigma pemikiran modernis lainnya termasuk pemikiran dalam bidang tasawuf seperti tersebut di atas. Akan tetapi dalam hal ini ada satu fenomena yang agak kontroversial, menarik, yaitu bahwa Hamka mempelajari secara mendalam Ilmu Tasawuf mengajarkan Ilmu Tasawuf di perguruan tinggi Islam meninggalkan karyakarya penting dalam bidang Ilmu Tasawuf, yaitu Tasawuf Modern dan Tasawuf perkembangan dan pemurniannya. Deliar Noor. Gerakan Modernisme dalam Islam, (Jakarta: LP3ES, Salihin: Pemikiran Tasawuf Hamka dan Relevansinya Hamka di satu sisi dikenal sebagai ulama yang berhaluan reformis . embaharu atau moderni. yang tipologi pemikiran keagamaannya bersifat rasional dan puritan serta cenderung bersifat kritis terhadap tasawuf. Bagi kalangan modernis tasawuf dianggap merupakan suatu penyimpangan. Tasawuf, terutama tarikat dianggap sebagai praktek heterodoks apabila ditinjau dari aspek syariAoat. sisi lain, sebagaimana diakuinya sendiri dalam pendahuluan bukunya Tasawuf Modern, bahwa beliau Aujuga mencintai hidup di dalam TasawufAy. Pemikiran-pemikirannya tentang tasawuf antara lain terdapat dalam buku-buku . Tasawuf Modern . , . Perkembangan Tasawuf dari Abad ke Abad . , . Mengembalikan Tasawuf Ke Pangkalannya . Buku kedua dan ketiga ini kemudian digabungkan menjadi satu buku dengan judul Tasawuf perkembangan dan Pemurniannya. Mengenai hubungan Hamka dan tasawuf serta kedudukannya sebagai seorang pembaharu. Nurcholis Madjid dalam Tradisi Islam. Peran dan Fungsinya dalam pembangunan di Indonesia memberikan komentar sebagai berikut: dengan Posisi pemikiran Hamka sebagai pembaharu yang menganut aliran reformasi Islam, namun dengan minat intelektual yang besar sekali terhadap tasawuf mengantarkan pribadinya menjadi sosok yang sangat unik dan penuh pesona dalam jajaran tokoh pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia. tuangkan juga merujuk pada buku-buku tasawuf . , akan tetapi hal itu dimaksudkan untuk mengetengahkan ilmu tasawuf yang telah dipermodern. Di dalam catatan pendahuluan buku ini disebutkan bahwa meletakkan rubrik AoTasawuf ModernAo itu pun menjadi bukti bahwasanya ia juga mencintai hidup di dalam tasawuf, yaitu tasawuf yang diartikan dengan kehendak memperbaiki budi dan men-shifaAo-kan . Hal yang menurutnya sebagai Aoketerangan yang modernAo meskipun asalnya terdapat dari bukubuku tasawuf juga. Jadi Tasawuf Modern yang dimaksud ialah keterangan ilmu tasawuf yang dipermodern, serta relevan dengan kehidupan Buku Hamka ini berisikan tentang bagaimana seharusnya membangun kehidupan yang bahagia sebagaimana yang diinginkan oleh Islam. dalamnya banyak dikutip pikiran dan pendapatpendapat dari banyak sumber, baik tokoh-tokoh filsafat Timur maupun tokoh-tokoh tasawuf Barat yang kemudian isinya di bandingkan kembali dengan barometer al-Quran dan al-Sunnah. Dengan demikian pemikiran tasawuf Hamka dalam konteks ini tidak hanya dimaknai pada wilayah tarikat saja tetapi lebih dari itu dipahami bahwa tasawuf dapat dimaknai secara umum sesuai dengan akarnya yaitu Islam itu sendiri. Hamka merupakan salah satu tokoh ulama Islam yang berhasil mempengaruhi pemikiran keislaman Indonesia melalui konsep dan ide yang Ini terlihat dari tulisan-tulisan yang pernah dituangkannya di dalam salah satu rubrik pada majalah Pedoman Masyarakat dengan judul AuBahagiaAy, yang kemudian dibukukan dengan judul Tasawuf Modern, mendapat tempat di hati pembacanya. Tulisan-tulisan tersebut mulai disusun pada tahun 1937 dan berakhir pada nomor ke-43 tahun 1938, baru kemudian dibukukan atas permintaan sahabat Hamka yang bernama Oei Ceng Hein, salah seorang mubaligh yang terkenal di Bintuhan. Berdasarkan latar belakang pemikiran di atas dan sesuai dengan konteks tugas akhir studi dalam bidang pemikiran Islam pada Prodi Filsafat Agama di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu penulis mengajukan penelitian Tesis ini dengan judul AuPemikiran Tasawuf Hamka dan Relevansinya bagi Kehidupan ModernAy. Sebagaimana yang tertera dalam pengantar cetakan pertama. Hamka memberikan keterangan tentang mengapa rubrik yang dipakai di dalam menuangkan tulisannya itu bernama Tasawuf Modern. Menurutnya, meskipun tulisan yang ia Bagaimana karakteristik tasawuf dalam pemikiran Hamka? Rumusan Masalah Dari beberapa uraian di latar belakang di atas, maka rumusan dan batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana pemikiran Hamka tentang tasawuf? Bagaimana relevansi pemikiran tasawuf Hamka bagi kehidupan Modern? Tujuan Hamka. Tasawuf Modern, (Jakarta:Pustaka Panji Mas, 1. ,h. Hamka. Tasawuf . Untuk mendeskripsikan pemikiran Hamka tentang hakikat tasawuf Manthiq Vol. No. November 2016 Untuk menganalisis karakteristik tasawuf dalam pemikiran Hamka Untuk menganalisis relevansi pemikiran tasawuf Hamka bagi kehidupan modern. Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. yaitu penelitian yang berusaha mendapatkan dan mengolah data-data kepustakaan untuk dapat menjawab dari masalah-masalah pokok yang diajukan dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian sangat tergantung pada sumbersumber data yang dikumpulkan, baik sumber data primer maupun sumber data sekunder yang berkaitan dengan Tasawuf menurut Hamka. Penelitian ini pada dasarnya adalah penelitian Aplikasinya adalah menggunakan metode deskriptif, berupa kata-kata tertulis dari seseorang penulis,9 yang dalam hal ini tulisan-tulisan Hamka sendiri . aca: data prime. maupun pandangan atau hasil penelitian yang dilakukan berkaitan dengan pemikiran Hamka . aca: data sekunde. Landasan Teori Mengenali sejarah tasawuf sama saja dengan memahami potongan-potongan sejarah Islam dan para pemeluknya, terutama pada masa Nabi. Sebab, secara faktual, tasawuf mempunyai kaitan yang erat dengan prosesi ritual ibadah yang dilaksanakan oleh para Sahabat di bawah bimbingan Nabi. Kenapa gerakan tasawuf baru muncul pasca era Sahabat dan TabiAoin? Kenapa tidak muncul pada masa Nabi? Jawabnya, saat itu kondisinya tidak membutuhkan tasawuf. Perilaku umat masih sangat stabil. Sisi akal, jasmani dan ruha ni yang menjadi garapan Islam masih dijalankan secara seimbang. Cara pandang hidupnya jauh dari budaya pragmatisme, materialisme dan hedonisme. Tasawuf sebagai sebuah perlawanan terhadap budaya materialisme belum ada, bahkan tidak Karena Nabi, para Shahabat dan para TabiAoin pada hakikatnya sudah sufi: sebuah perilaku yang tidak pernah mengagungkan kehidupan dunia, tapi juga tidak meremehkannya. Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , h. Selalu ingat pada Allah Swt sebagai sang Khaliq. Ketika kekuasaan Islam makin meluas. Ketika kehidupan ekonomi dan sosial makin mapan, mulailah orang-orang lalai pada sisi ruhani. Budaya hedonisme pun menjadi fenomena umum. Saat itulah timbul gerakan tasawuf . ekitar pertengahan abad 2 Hijria. Gerakan yang bertujuan untuk mengingatkan tentang hakikat hidup. Mayoritas ahli sejarah berpendapat bahwa tema tasawuf dan sufi adalah sebuah tema yang muncul setelah abad II Hijriah. Sebuah tema yang sama sekali baru dalam agama Islam. Pakar sejarah juga sepakat bahwa yang mula-mula menggunakan istilah ini adalah orang-orang yang berada di kota Bagdad-Irak. Pendapat yang menyatakan bahwa tema tasawuf dan sufi adalah baru serta terlahir dari kalangan komunitas Bagdad merupakan satu pendapat yang disetujui oleh mayoritas penulis buku-buku tasawuf. Pembahasan Berikut karakteristik pemikiran Hamka tentang tasawuf modern yang menjadi ciri khas dari pemikirannya tersebut, yang meliputi konsep hawa nafsu dan akal, ikhlas, qonaAoah, tawakal, dan kesehatan jiwa, serta konsep malu. Konsep Hawa Nafsu dan Akal Hawa diartikan Hamka dengan AuanginAy atau AugeloraAy, yang terdapat disetiap manusia. 12 Dalam perjuangan melawan hawa nafsu, terdapat tiga tingkatan manusia. Tingkatan pertama ialah yang kalah dirinya oleh hawa nafsu, ditahan dan diperbudak oleh hawa nafsu tersebut, sampai dijadikannya menjadi Tuhan. Tingkatan kedua ialah apabila terjadi peperangan antara keduanya secara berganti-ganti, kalah dan menang, jatuh dan tegak. Seorang inilah yang menurut Hamka layak disebut sebagai AuMujahidAy. Apabila ia mati dalam perjuangan tersebut, maka matinya ialah syahid. Tingkatan ketiga ialah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya, sehingga ia yang memerintah hawa nafsu bukan hawa nafsu yang memerintahnya, serta tidak bisa mengutak-atikkannya, ia yang raja, ia yang kuasa, ia merdeka, serta tidak terpengaruh dan diperbudak oleh hawa nafsu. Lexi J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. Abu al-Wafa al-Ghanimi al-Taftazani. Sufi dari Zaman ke Zaman, (Bandung: Pustaka, 1. , h. Abd. Hakim Hasan. Al-Tasawuf Fi SyiAor al-Arabi. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Salihin: Pemikiran Tasawuf Hamka dan Relevansinya Hawa nafsu lebih condong membawa sesat dan tidak berpedoman, berbeda dengan akal yang dapat menjadi pedoman menuju keutamaan dan Perbedaan antara keduanya sangat Dengan akal, dapat berakibat mulia dan utama, tetapi jalannya sukar. Sebaliknya, dengan hawa nafsu dapat mengakibatkan bahaya tetapi jalannya sangat mudah. Jadi, apabila menghadapi dua perkara, hendaklah dipilih yang lebih sukar namun baik akibatnya. Selain itu, hawa nafsu juga mampu menyuruh orang untuk melamun atau berangan-angan, sedangkan akal mampu menyuruh orang untuk menimbang. 14 Hal ini dipertegas lagi dengan keterangan dari Imam al-Ghazali yang menyebutkan bahwa:15 AuApabila seseorang menganggap baik setiap keburukan nafsu dan tidak lagi dapat melihat aibnya, padahal sudah jelas bahwa nafsu adalah musuh yang berbahaya baginya, maka hampir tidak dipastikan, nafsu itu akan menjerumuskannya ke dalam kehinaan dan kebinasaan, sementara ia tidak merasa, kecuali jika Allah menjaga dan memperhatikannya dengan karunia dan rahmatNyaAy. Terlepas dari bahayanya hawa nafsu, tidak selamanya hawa nafsu itu tercela. Terdapat hawa nafsu yang terpuji, yaitu perbuatan Allah yang dianugerahkan kepada manusia, supaya ia dapat membangkitkan kehendak untuk mempertahankan diri, dan hidup menangkis bahaya, berikhtiar mencari makan dan minum serta kediaman. Tidak lain, hawa nafsulah yang mendorongnya. Hawa nafsu yang tercela ialah yang terbit dari kehendak nafsu jahat . afsu amara. , kehendak terhadap sesuatu yang berlebihan dari keperluan. Mengenai akal. Hamka mengartikannya dengan AuikatanAy. 17 Hal ini dimaksudkan bahwa akal lah yang mengikat manusia. Dengan akal, manusia mampu membedakan antara perkara yang terpuji dengan perkara yang tercela. Dengan akal, manusia mampu memahami makna hidup, dan memiliki pandangan yang luas terhadap sesuatu yang berakibat baik atau buruk kepada dirinya serta orang lain. Ia lebih cenderung memilih perkara yang sulit namun berakibat Hamka. Tasawuf Modern. , h. baik, dari pada memilih perkara yang mudah namun berakibat buruk. Orang yang berakal selalu menaksir harga dirinya, yakni dengan menilik hari-hari yang telah dilaluinya, apakah dipergunakan untuk perbuatan yang terpuji atau tercela, serta hari esok akan dilaluinya dipergunakan untuk apa. Selain itu, orang yang berakal pula tidak berdukacita yang diakibatkan karena adanya cita-cita yang tidak tercapai, atau karena adanya nikmat yang Ia menerima apa yang terjadi atas dirinya dengan tidak merasa kecewa dan tetap berusaha semaksimal mungkin. Oleh karena itu, agama Islam sangat menghormati akal. Hal ini dibuktikan dengan mulai diperintahkan umat Islam akan taklif perintah agama ketika orang tersebut telah berakal. alam arti bukan anak-anak ataupun orang gil. Konsep Ikhlas Ikhlas diartikan dengan bersih, tidak ada Ibarat emas murni yang tidak tercampur dengan perak berapa persen pun. Pekerjaan yang bersih terhadap sesuatu bernama Lawan dari ikhlas adalah isyrak yang berarti berserikat atau bercampur dengan yang Menurut Hamka, antara ikhlas dengan isyrak tidak dapat dipertemukan, seperti halnya gerak dengan diam. Apabila ikhlas telah bersarang dalam hati, maka isyrak tidak kuasa masuk, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, tidaklah salah apabila disebutkan bahwa tempat keduanya adalah di hati. Apabila seorang berniat mengerjakan sesuatu pekerjaan, ketika ia sudah mulai melangkah bersamaan dengan itu sudah dapat ditentukan pula kemana tujuan dan bagaimana dasarnya. Misalnya saja, ada seorang yang berniat hendak menolong fakir dan miskin. Pekerjaan memberi pertolongan tersebut adalah baik, tetapi belum tentu baik apabila dasarnya tidak subur. Pekerjaan tersebut dapat dikatakan baik apabila didasarkan kepada ikhlas, yakni menolong fakir dan miskin karena Allah, bukan karena semata mengharap pujian dan sanjungan dari sesama manusia. Oleh sebab itu, ikhlas terpakai hanya terhadap Allah Imam al-Ghazali. Minhaj al-AoAbidin, (Semarang: Maktabah al-AoAlawiyah, t. , h. Imam al-Ghazali. Minhaj al-AoAbidin. Terjemah. Moh. Syamsi Hasan, (Surabaya: Penerbit Amelia, 2. , h. Hamka. Falsafah Hidup. , h. Hamka. Falsafah Hidup. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Manthiq Vol. No. November 2016 Konsep QonaAoah Dalam pandangan Hamka, qanaAoah ialah menerima dengan cukup, dan didalamnya mengandung lima perkara pokok, yakni . menerima dengan rela akan apa yang ada, . memohon tambahan yang sepantasnya kepada Allah yang dibarengi dengan usaha, . menerima dengan sabar akan ketentuan Allah, . bertawakal kepada Allah, dan . tidak tertarik oleh tipu daya 20 Hal ini dimaksudkan karena inti sari dari ajaran Islam ialah qanaAoah, bukan qanaAoah dalam ikhtiar, melainkan qanaAoah dalam hati. Sebagai seorang Muslim, diharuskan untuk percaya adanya kekuasaan yang melebihi kekuasaan manusia, bersabar menerima ketentuan Ilahi yang tidak menyenangkan dan bersyukur terhadap nikmat yang diberi-Nya. Serta diiringi dengan bekerja dan berusaha sekuat tenaga. QanaAoah merupakan modal yang paling teguh untuk menghadapi kehidupan, yang dapat menimbulkan semangat untuk mencari rezeki, dengan tetap memantapkan pikiran, meneguhkan hati, bertawakal kepada Allah, mengharapkan pertolongan-Nya, serta tidak putus asa ketika ada keinginan yang tidak berhasil atau tidak dapat Apabila timbul keraguan dalam hidup, maka obat yang paling tepat ialah dengan tetap berikhtiar, dan percaya terhadap takdir. QanaAoah bukan hanya dengan pasrah dan berpangku tangan menerima suatu keadaan, namun qanaAoah dapat difungsikan untuk menjaga kesederhanaan agar hati tetap dalam ketenteraman, terhindar agar tidak tenggelam dalam gelombang dunia, dan berorientasi hanya kepada harta benda saja. Walaupun bergelimangan harta benda, ia dapat dikatakan sebagai zahid karena tidak dipengaruhi oleh kekayaan hartanya, melainkan dengan hartanya ia dapat mempergunakan dengan benar, diantaranya ialah untuk menyokong segala keperluan hidup dan ibadah serta dapat menolong sesamanya. Konsep Tawakal Hamka menjelaskan bahwa tawakal ialah menyerahkan keputusan segala perkara, ikhtiar, dan usaha kepada Allah. Apabila datang bahaya yang mengancam, terdapat tiga jalan dalam 21 Pertama hadapi dengan jalan sabar, apabila tidak berhasil maka hadapi dengan jalan kedua yaitu mengelakkan diri. Apabila tidak berhasil, maka hadapi dengan jalan ketiga yaitu Apabila jalan ketiga tidak berhasil juga, maka bukanlah dinamakan tawakal lagi, tetapi sia-sia. Ia memberi gambaran bahwa yang termasuk perilaku tawakal diantaranya ialah berusaha menghindarkan diri dari kemelaratan, baik yang menimpa diri harta benda, atau keturunannya. mengunci pintu rumah apabila hendak bepergian. mengobati penyakit yang dideritanya. Menderita sakit, kepedihan hidup dan kesukaran yang senantiasa datang bertubi-tubi dan dihadapinya dengan sabar dan tahan juga dapat disebut dengan tawakal. Apabila bertambah berat bahaya dan bencana yang diterimanya, tidak akan sanggup menggoyangkan iman dari seorang yang tawakal. Hal ini disebabkan karena rasa cintanya kepada Allah, serta segenap perhatian yang telah tercurahkan sepenuhnya kepada Allah. Konsep Kesehatan Jiwa Selain keempat konsep diatas, dalam menguraikan konsep tasawufnya. Hamka juga menyebutkan bahwa hal yang perlu diperhatikan ialah memelihara kesehatan jiwa. Dimana untuk mencapai kesehatan jiwa diperlukan empat sifat utama, yakni syajaAoah . erani pada kebenaran, takut pada kesalaha. AoIffah . andai menjaga kehormatan bati. Hikmah . ahu rahasia dari pengalaman kehidupa. , dan AoAdalah . dil walaupun kepada diri sendir. Keempat sifat ini merupakan pusat dari segala budi pekerti dan kemuliaan. Dari keempat sifat ini muncul beberapa sifat yang lain, keempat sifat ini disebut dengan sifat keutamaan. Masingmasing sifat tersebut mempunyai dua tepi. SyajaAoah mempunyai tepi Tahawwur . erani, neka. , dan Jubun . AoIffah mempunyai tepi Syarah . idak ada kunci, banyak bicar. , dan Khumud . idak peduli, acu. Hikmah mempunyai tepi Safah . elalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusa. , dan Balah (Dungu. Kosong Pikira. Adalah mempunyai tepi sadis atau zalim, dan Muhanah . ina hati, walaupun sudah berkali-kali teraniaya tidak bangun semangatny. 23 Masing-masing tepi berasal dari empat sifat utama. Dari keempat sifat Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Salihin: Pemikiran Tasawuf Hamka dan Relevansinya utama tersebut, apabila berlebihan maka akan menimbulkan sifat yang bahaya dan bisa menjadi penyakit zalim. Apabila kekurangan, maka dapat menimbulkan sifat hina. Namun, apabila tegak ditengah, itulah kesehatan jiwa sejati. Lebih lanjut. Hamka menjelaskan betapa pentingnya sifat syajaAoah. Dengannya, seorang muslim memiliki keberanian karena benar, dan takut karena salah. 24 Apabila keberanian tersebut berlebihan menurut pertimbangan akal sehat, hal tersebut tidak diperbolehkan, keberanian seperti ini sangat berbahaya, karena timbul akibat marah darah yang mendidih, yang timbul dari nafsu pembalasan. Keberanian ini disebut dengan tahawwur, dan untuk mengobatinya hendaklah orang yang terjangkit penyakit ini sadar akan akibat yang akan ditempuh apabila tahawwur-nya Menyadari bahayanya, dan memaksa diri untuk surut ke belakang. Apabila sifat keberaniannya terlalu rendah, maka akan mengakibatkan sifat jubun, yakni pengecut, mati hati, yang disebabkan oleh rendah gengsi, tidak ada martabat, serta kurang kemauan, sehingga menyebabkan sifat pemalas. Hal inilah yang menurut Hamka menjadi pangkal segala perangai yang tercela. Untuk mengobati penyakit ini ialah dengan jalan menimbulkan watak-watak yang terpendam di dalam diri, yang sejatinya belum hilang dari jiwanya. Apabila orang pengecut memberanikan diri melawan suatu hal walaupun dengan hati berdebar, maka dapat menimbulkan kebiasaan, dan hilanglah penyakit tersebut. Konsep Malu. Amanah dan Benar Malu. Amanah dan Jujur menurut Hamka sebagai modal dasar manusia dalam beragama. Berikut ini penjelasan tentang konsep tersebut25: Pertama, sifat malu, malu sangat besar pengaruhnya dalam mengatur pergaulan hidup. Malu itulah yang membuat orang berakal enggan mengerjakan perbuatan jahat. Sebelum orang mempergunakan undang-undang lebih dahulu orang telah dilindungi oleh hukum malu yang telah melekat di dalam budi pekerti. Ia merasa malu namanya akan menjadi buah mulut orang. Merasa malu kepercayaan orang akan hilang. Rasa malu tidak akan hidup di dalam budi pekerti seorang manusia, kalau dia tidak mem24 Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. punyai kehormatan diri. Rasa kehormatan adalah pusat kebahagiaan bersama dan tenteramnya Pokok teguh memegang janji, teguh memegang kepercayaan. Dari malu timbul perasaan mempertahankan diri, mempertahankan bangsa, negeri dan keyakinan. Menimbulkan kemajuan pesat, berkejar-kejar berebut mencari kehormatan dan kemuliaan dalam lapangan perjuangan hidup. Tidak mau kalah, malu tertinggal, malu tercicir, sehingga menghasilkan kebahagiaan bersamasama juga, malu menghasilkan kekayaan, ilmu dan fikiran baru. Malu menyebabkan orang tidak mau mundur dalam perjuangan. Sifat malu membawa orang mengarungi lautan besar, memasuki rimba belantara, ditimpa susah dan kepayahan untuk mencapai keutamaan. Sifat malu menyebabkan manusia sanggup menahan nafsu, mengekang dirinya dan menempuh halangan lantaran menghindarkan diri dari perangai durjana. Dia juga yang menyebabkan orang tidak redha menerima kebodohan dan kedunguan. Kedua. Amanah . Boleh dipercaya atau lurus adalah tiang kedua dari masyarakat yang utama. Sebab kalau bernama AohidupAo, tidaklah manusia boleh hidup sendiri. Dia mesti mempertalikan hidupnya dengan hidup orang lain. Hamka mengutip ungkapan Herbert Spencer yang menyatakan bahwa hidup itu ialah kelancaran hubungan manusia dengan manusia Nasi yang manusia makan memiliki peran orang banyak dan manusia yang berperan itu karena terjadi saling percaya satu sama lain. Supaya masyarakat teratur, perlu berdiri pemerintahan. Segala mazhab dan firqah dalam Islam mengakui perlunya pemerintahan, baik Ahli Sunnah Wal Jamaah, atau Syiah yang memastikan di tangan keturunan Ali. Demikian juga kaum Muktazilah, dan seterusnya. Hanya Khawarij yang mengatakan pemerintahan itu di tangan Allah Tetapi setelah pergaulan bertambah maju, terpaksa mereka mengangkat seorang AoImamAo untuk mengatur pemerintahan. Di zaman kemajuan ini pun demikian pula, pemerintahan berbentuk kerajaan, atau republik, atau raja yang diikat oleh undang-undang dasar, atau majelis perwakilan rakyat, namun pemerintahan mesti ada dan harus berlaku adil agar dapat dipercaya umatnya. Menurut Hamka apabila amanah telah runtuh, runtuhlah pemerintahan, artinya runtuhlah ma26 Hamka. Tasawuf Modern. , h. Manthiq Vol. No. November 2016 syarakat dan umat. Huru-hara terjadi setiap hari, pembunuhan, penggelapan terjadi tiap Sehingga akhir kelaknya pemerintah itu akan runtuh, digantikan oleh pemerintah lain yang lebih dapat memegang amanah. Tidaklah boleh satu pemerintahan berdiri jika tidak ada persatuan, dan persatuan itu tidak akan tercipta kalau tidak dengan amanah. Ketiga. Siddiq atau Benar. Hamka menyatakan bahwa manusia banyak hajatnya, orang miskin dan kaya sekalipun mulia atau hina, hajat dan keperluannya sama banyaknya. 28 Segala hajat itu tidak tercapai semuanya, hanya sebagian. Manusia diciptakan di muka bumi, datang dari alam ghaib yang tidak diketahuinya menuju ke alam yang belum difahaminya. Mula-mula dia tegak di dunia, laksana orang bingung, laksana ayam yang dikisarkan kandangnya di malam Tidak tahu sama sekali ke mana dia akan Mulai datang kedunia, harus berjuang menuntut kehidupan, berebut keperluan makan minum, pakaian dan tempat diam. Alat yang ada padanya hanya alat-alat yang lima yaitu penglihatan mata, pendengaran, penciuman hidung, perasaan lidah dan perasaan kulit, yang dinamai Aopancaindera yang limaAo. Maka bertambah lama hidupnya di dunia, bertambah perlu mendapat pertolongan dari manusia yang lain, baik pertolongan ilmu atau pertolongan akal, baru sempurna keperluan Semuanya tidak pula akan tercapai, kalau pertolongan itu tidak diterima dari sumber yang benar. Manusia akan sesat jika dia bertanya kepada temannya jalan ke kanan ditunjukkan ke kiri, jika dia meminta obat diberi penyakit. Sebab itu kebenaran inilah tiang ketiga dari masyarakat. Hamka mengutip salah satu kebijakan yang dilakukan oleh Solon, seorang ahli pemerintahan bangsa Yahudi memberikan hukuman bunuh kepada siapa yang berdusta walaupun kecil Hal ini mengingatkan pentingnya kebenaran dalam bermasyarakat. Dari beberapa konsep tasawuf yang ditawarkan Hamka di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik atau corak pemikiran Hamka mengacu kepada tasawuf falsafi. Karena konsepsi tentang tuhan merupakan perkembangan lebih lanjut dari pemikiran para ahli kalam dan filsuf. Hamka pun Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. mengaku sendiri dalam Tasawuf Modern-nya itu, bahwa itu bukan ciptaan otaknya karena beliau waktu itu masih muda dan sedikit pengetahuannya. Tetapi di lihat dari buku karangan ahli filsafat dan tasawuf Islam di bandingkan dengan al-Quran dan Corak pemikiran Hamka belum ada kepastian sebagaimana tasawufnya para sufi lain. Hamka tidak memiliki pengalaman kesufian. Hanya Hamka mereformulasikan konsep ilmu tasawuf dengan caranya sendiri karena tidak ingin melihat ekonomi Islam lemah, maka beliau merumuskan tasawuf modern yang sama sekali tidak meningalkan Tasawuf Hamka merupakan solusi agar umat Islam tidak menyalahartikan zuhud yang harus meninggalkan dunia. Relevansi Tasawuf Hamka bagi Kehidupan Modern Tasawuf dan masa modern dia sintesiskan menjadi pemikiran originalnya. Pada bagian pertama, tasawuf dia maknai terlebih dahulu. Adapun kaitannya dengan modern. Hamka berpandangan bahwa tasawuf dan perkembangan selayaknya berjalan beriringan. Bila tasawuf bertahan dengan karakter lamanya, maka manusia akan dipaksa untuk ditarik ke masa lalu, padahal kodratnya mereka menjalani kehidupan di Tasawuf menyesuaikan konteks zaman, dalam artian mengarahkan masyarakat agar tidak terjerumus dalam kesengsaraan dan celaka. Hamka mengutip 20 ungkapan al-Hallaj ketika dia telah disiksa karena dianggap orang yang sesat: Tasawuf ialah yang Engkau lihat dengan matamu ini, inilah dia tasawuf. Dilihat dari sisi silsilah keluarganya. Hamka merupakan keturunan keluarga yang menaruh perhatian lebih pada tasawuf, terutama tasawuf amali dan pengikut ajaran tarekat yang cukup serius. Ternyata Hamka menunjukkan perhatiannya pada tasawuf juga namun dengan cara yang berbeda. Dalam pandangannya tasawuf adalah suatu bidang ilmu tersendiri. Di dalamnya, manusia diberi tuntunan untuk membersihkan diri . azkiyah alnaf. Itulah tasawuf dari sisi globalnya. Ia bukan tentang suatu arahan khusus untuk mendekatkan diri seraya menyucikan diri yang tak bisa dirubah Lihat http://amir14. com/tasawuf-hamka/. November 2. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Salihin: Pemikiran Tasawuf Hamka dan Relevansinya sebagaimana yang ajarkan oleh tarekat-tarekat. Tasawuf tidak lepas dari konteks zaman. Sehingga, tasawuf juga memiliki nilai rasional yang filosofis Dia melihat bahwa tasawuf juga mengalami perkembangannya sendiri. Karyanya yang berjudul Tasawuf dari Abad ke Abad adalah salah satu Pada dasarnya sejak awal perkembangan Islam, gerakan tasawuf mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam. Bahkan penyebaran Islam di Indonesia lebih mudah berkat dakwah menggunakan pendekatan tasawuf. Penekanan pada sisi esoterik agama . al-hal yang bersifat batiniah dari agam. lebih mengundang daya tarik ketimbang eksoteriknya . ormalitas ritual agam. Salah satunya disebabkan oleh adanya persinggungan antara sisi esoterik dengan pergulatan eksistensi manusia. Kecenderungan animisme dan dinamisme . epercayaan terhadap bendabenda yang mengandung keramat dan ruh-ruh leluhur yang bisa menjadi perantara kepada Tuha. , misalnya, menyiratkan ketertarikan yang besar terhadap sisi esoterik itu. Faktor seperti inilah yang mendorong Hamka meneliti tasawuf, sebagaimana dia jelaskan dalam bukunya: AoAoTidaklah dapat diragukan lagi bahwasanya tasawuf adalah salah satu pusaka keagamaan terpenting yang mempengaruhi perasaan dan pikiran kaum MusliminAoAo. Luasnya pengaruh tasawuf dalam hampir seluruh episode peradaban Islam menandakan tasawuf relevan dengan kebutuhan umat Islam. Menurut Hamka, tasawuf ibarat jiwa yang menghidupkan tubuh dan merupakan jantung dari Dalam masyarakat modern, fenomena ketertarikan terhadap pengajian bernuansa tasawuf mencerminkan adanya kebutuhan untuk mengatasi problem alienasi yang diakibatkan modernitas. Modernitas memberikan kemudahan hidup, tetapi tidak selalu memberikan kebahagiaan. Dalam refleksinya. Hamka sering memperkenalkan konsep neo-zuhud, yaitu ajaran yang menyatakan kecintaan terhadap dunia yang tidak proporsional merupakan kenistaan. 32 Pendekatan tasawuf semacam ini sangat relevan dalam mengatasi krisis eksistensi masyarakat modern, agar dapat menormalkan cara pandangnya tentang relasi dirinya . dengan sesamanya, pekerjaannya, dan eksistensinya. Tidak heran buku beliau yang berjudul Tasawuf Modern begitu laris di pasaran. Dalam konteks merelevansikan pemikiran Hamka dengan kehidupan modern ada baiknya dijelaskan beberapa ciri masyarakat modern atau masyarakat saat ini yaitu: Secara garis besar ciri-ciri masyarakat modern antara lain. terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru dan penemuan-penemuan baru, sikap menerima perubahan setelah menilai kekurangan yang dihadapinya, peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di lingkungannya, berorientasi ke masa kini dan masa yang akan datang, menggunakan perencanaan dalam segala tindakannya, yakin akan manfaat IPTEK, menghormati hak, kewajiban dan kehormatan pihak lain (HAM), tidak mudah menyerah atau pasrah terhadap nasib. Di antara pemikiran Hamka tentang tasawuf yang relevan dalam konteks modern antara lain Hidup Bahagia dengan Zuhud Hamka memperingatkan agar cermat dalam mengelola kenikmatan dunia dan juga mengelola diri demi penyucian diri. Bila tidak adil melakukannya, malah cenderung pada dunia, maka bisa terjatuh menjadikan jiwa manusia kotor, nilai keislaman pun makin jauh. Atau, bisa juga terlalu fokus pada diri sendiri sendiri sehingga malah melemahkan Islam. Muslim yang kuat adalah yang memahami makna zuhud secara Dengan begitu. Islam mencapai puncak kebahagiaan dan kejayaannya. Sekian lamanya kaum muslimin membenci dunia dan tidak menggunakan kesempatan sebagaimana orang lain. Lantaran itu mereka menjadi lemah. Akan berkorban, tidak ada yang akan dikorbankan karena harta benda dunia telah Akan berzakat, tidak ada yang dizakatkan karena mencari harta dikutuki. Orang lain maju di dalam lapangan penghidupan, mereka mundur dan bila ada yang berusaha mencari harta benda, mereka dikatakan telah jadi orang dunia. Tasawuf yang seperti demikian tidaklah berasal dari ajaran Islam. Zuhud . eninggalkan keduniaa. yang melemahkan itu bukan33 Soejono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta. RajaGrafindo Persada, 2. , hal. Hamka. Tasawuf Modern, (Jakarta: Kencana, 2. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Manthiq Vol. No. November 2016 lah bawaan Islam. Islam mengajarkan untuk semangat berkorban dan bekerja, bukannya malas, lemah, dan melempem. 36 Kenikmatan duniawi bukanlah untuk ditolak mentah-mentah sehingga dengan begitu manusia bisa terlepas dari belenggu nafsu duniawi. Selama hati manusia tidak terpaut untuk menjadikannya kiblat tujuan hidup, maka kekayaan layak untuk manusia, karena manusia tidak dalam rangka meraih kekayaan untuk memenuhi dorongan nafsu. Mengenai hal ini. Hamka mengatakan: AoAoSetelah manusia menurutkan jalan kecepatan pengaruh hidup benda itu . , timbullah pada mereka satu perasaan yang ganjil sekali. Di manamana telah timbul perasaan tidak puas dengan kemajuan hidup kebendaan ini. Kapal terbang, radar, piring terbang, bom atom, bom hidrogen yang lebih dahsyat, radio, televisi, dan beratus macam alat pendapatan baru untuk kemewahan dan kesenangan hidup, semuanya sudah dapat dikuasai, tetapi diri masih terasa kurang. Hidup menurutkan perintah kebendaan belaka, sendirinya telah menimbulkan jemu atau bosan. Siang hari kerja keras mencari keuntungan dan kekayaan dengan semboyan time is money . aktu itu adalah uan. Tetapi, ternyata manusia sesamanya telah memperebutkan waktu untuk sebanyak-banyaknya uang bagi diri sendiri, biarpun merugikan orang lain. Siapa yang tidak sigap mengejar waktu, tersingkirlah dia ke tepi dan habislah umurnya untuk itu. Semata-mata hidup kebendaan ternyata hanya menimbulkan rasa kebencian dan kedengkian sesama manusia. Baik dengan orang seorang, apalagi di antara bangsa yang lebih banyak mendapat benda dengan bangsa yang mendapat sedikitAoAo. Dengan kata lain, kekayaan hanya alat untuk mencapai kebahagiaan hakiki, namun juga tidak boleh menjauhi dunia atau bahkan membenci Dengan kesederhaan dan memiliki sikap dan sifat malu manusia akan bahagia dunia dan kebahagiaan dunia akan mendorong manasia mencapai kebahagiaan akhirat. Kekayaan harus di manfaat sesuai dengan ajaran Allah dan rasulnya, melalui Al-Quran dan al-Hadits. Dalam konteks inilah menurut Hamka zuhud bekan berarti meninggalkan dunia dan membenci dunia, karena dengan meninggalkan dunia umat Islam akan mundur dan tidak akan mencapai kemakmuran dan kebahagiaan, serta manusia telah melanggar fungisnya sebagai khalifah di 39 Zuhud kepada dunia, untuk tetap menganggap dunia sebagai alat bukan tujuan. Zuhud dalam konteks masyarakat modern sangat penting, dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan manusia ditetap menguatkan tauhid kepada Allah dan menjalankan sunnah Rasulullah saw sesuai dengan al-Quran dan Hadits. Misalnya manusia tetap bekerja dengan ikhlas, sikap sederhana, membelanjakan harta untuk berzakat, bersedekah, infaq dan sedekah, bahkan manusia untuk memiliki sikap malu. Malu tidak ibadah, malu tidak ikhlas, malu tidak belajar, malu meminta-minta, malu korupsi, dan malu berbuat maksiat. Dengan demikian, masyarakat akan mencapai kejayaan dan kesuksesan bersama tidak terjebak pada kehidupan glamor, berpoya-poya, acuh tak acuh, pergaulan bebas, hidup tanpa nilai, tanpa agama dan tanpa tuhan. Jadi. Hamka mengajak masyarakat untuk memahami secara teoritis dan mengamalkannya secara praktis makna tasawuf yang substansial, yaitu membersihkan jiwa, memperhalus perasaan, menghidupkan hati, menyembah Tuhan, dan mempertinggi derajat menekan segala kelobaan dan kerakusan, memerangi syahwat yang berlebih dari keperluan untuk kesentosaan diri. Pendidikan Akhlak dan Rasa Malu Hamka membedakan makna pendidikan dan pengajaran. Menurutnya pendidikan adalah serangkaian upaya yang dilakukan pendidik untuk mendidik membantu membentuk watak budi akhlak dan kepribadian peserta didik, sedangkan pengajaran yaitu upaya untuk mengisi intelektual peserta didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan. Keduanya memuat makna yang integral dan saling melengkapi dalam rangka mencapai tujuan yang sama, sebab setiap proses pendidikan didalamnya terdapat proses pengajaran. Demikian sebaliknya proses pengajaran tidak akan banyak berarti apabila tidak dibarengi dengan proses pendidikan. Menurut Hamka ada tiga term yang digunakan Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Ramayulis & Syamsul Nizar. Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam (Ciputat: Quantum Teaching, 2. , h. Salihin: Pemikiran Tasawuf Hamka dan Relevansinya para ahli untuk menunjukkan istilah pendidikan Islam: pertama, taAolim: Aspek-aspek pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam hidupnya dan pedoman perilaku yang kedua, tarbiyah: Pengembangan ilmu dalam diri manusia dan pemupukan akhlak yakni pengalaman ilmu yang benar dalam mendidik ketiga, taAodib: Penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan tingkah laku yang baik. Dari ketiganya Hamka lebih condong dalam istilah Tarbiyah, karena menurutnya tarbiyah kelihatannya mengandung arti yang lebih komprehensif dalam memaknai pendidikan Islam, baik vertikal maupun horizontal . ubungan ketuhanan dan kemanusiaa. Adapun prosesnya adalah pemeliharaan dan pengembangan seluruh potensi . peserta didik, baik jasmaniah maupun rohaniah. Dengan demikian, menurut Hamka pendidikan adalah sarana untuk mendidik watak pribadi. Manusia tidak hanya untuk mengenal apa yang di maksud dengan baik dan buruk tapi juga beribadah kepada Allah dan berguna untuk sesama dan lingkungan. Karena itu sistem pendidikan modern harus di imbangi dengan pendidikan agama. 42 Tasawuf modern tersebut sangat membekas pada warga Muhammadiyah dan gerakan modernis lainnya. Misalnya dalam memahami konsep malu Hamka selalu mengingatkan bahwa malu adalah pondasi dalam beragama. Menurut Hamka jika suatu masyarakat tidak punya rasa malu, sebab kurangnya pendidikan terhadap anak bangsanya itu, maka bukanlah budi yang lebih kuat dan teguh menghubungkan mereka tetapi hukum atau hukuman kejam. Kaum atau masyarakat itu akan tertinggal dari masyarakat lain, namanya tidak tersebut di dalam Safhatul Wujud. Agama ditaklifkan . kepada orang yang berakal dan orang yang baligh . ampai umu. , sebab dia mengajarkan rasa malu. Orang tidak berakal, atau orang gila, tidak kena memerintah memegang agama. Bertelanjang bulat di hadapan orang ramai, tidak kena hukum, kerana dia tak Anak kecil, belum sanggup menahan diri dari kehendak darahnya masih muda itu. Hamka. Tasawuf Modern. , h. Harry Mohammad. Tokoh Tokoh Islam,(Jakarta:Gema Insani, 2. , h. Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Anda Utama,1. , h. Setelah dia besar dan sampai umur baru timbul dalam hatinya sifat malu. Waktu itulah terletak di atas bahunya seruan agama. Sebab itu dari kecil harus dipupuk rasa malu. Binatang tidak bermalu dijadikan pengangkut beban. Seribu ekor kambing tidak malu digembalakan oleh seorang anak gembala. Binatang-binatang tidak mendapat perintah dan larangan, tidak diikat oleh peraturan agama dan hukum. Malu menjadi sebab orang akan mencapai agama, dengan agama yang benar manusia akan mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan juga di dapat dengan mengetahui atau berilmu. Ilmu merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam mencapai kebahagiaan. Ilmu tidak hanya didapat melalui pendidikan formal saja tetapi belajar dan belajar merupakan kunci mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam kehiudpan modern Tasawuf harus menjadi alat untuk mencapai kebahagiaan antara salah satu substansi pokok dari tasawuf, yaitu penyucian jiwa. Tasawuf merupakan ilmu tersendiri yang mengajarkan manusia untuk mebersihkan diri . azkiyah al-naf. , sehingga manusia bisa selamat dari kesengsaraan dan celaka dunia yang hanya hidup untuk makan. Mungkin di antara manusia merasa bahwa pengasingan diri merupakan upaya terbaik untuk mencegah diri dari hawa nafsu sehingga jiwa pun tersucikan, karena dunia merupakan sumber dorongan jiwa pada keburukan seperti godaan harta, hura-hura, perselisihan, kekuasaan, dan martabat, dan lain-lain. Tapi bagaimanapun juga, manusia saat ini adalah anak zaman. Islam tidak mengajarkan manusia untuk mengupayakan kebahagiaan hakiki yang seperti itu. Manusia diharapkan mampu mengendalikan hawa nafsu dengan zuhud yang didukung oleh ilmu Kesimpulan Dari beberapa penjelasan pada bab sebelumnya tentang konsep tasawuf modern menurut Hamka, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Hamka mengartikan tasawuf sesuai dengan arti yang aslinya, yaitu keluar dari budi pekerti yang tercela dan masuk kepada budi pekerti yang terpuji. Menurut Hamka hakekat tasawuf adalah untuk memperbaiki budi dan Manthiq Vol. No. November 2016 membersihkan batin. Artinya tasawuf adalah alat untuk membentengi dari kemungkinan seseorang melakukan keburukan, intinya berzuhud sebagaimana teladan hidup yang dicontohkan Rasulullah lewat sunnah yang Tasawuf yang di tawarkan Hamka adalah tasawuf modern atau tasawuf positif berdasarkan tauhid. Jalan tasawufnya melalui sikap zuhud yang di laksanakan dalam ibadah resmi sikap zuhud, yang tidak perlu menjauhi kehidupan normal. Penghayatan tasawufnya berupa pengalaman takwa yang dinamis bukan ingin bersatu dengan tuhan dan refleksinya berupa kenampakan kepekaan sosial Karakteristik Tasawuf Hamka. Karakteristik atau corak pemikiran Hamka belum ada kepastian sebagaimana tasawufnya para sufi Hamka mereformulasikan konsep ilmu tasawuf dengan caranya sendiri karena tidak ingin melihat ekonomi Islam lemah, maka beliau merumuskan tasawuf modern yang sama sekali tidak meningalkan keduniaan. Dan tasawuf Hamka merupakan solusi agar umat Islam tidak menyalahartikan zuhud yang harus meninggalkan dunia. Relevansi Tasawuf Hamka bagi kehidupan Modern yaitu Hamka tidak mengharapkan masyarakat modern meninggalkan dunia, tetapi manusia harus mencapai bahagia melalui zuhud yang benar sesuai dengan al-Quran dan Hadits. Hidup dengan sederhana, ikhlas, malu, amanah, dan benar . Hamka juga mengingatkan juga tentang pentingnya pendidikan dalam mencapai kebahagiaan, karena ilmu manusia akan mulia dan bahagia. Daftar Pustaka