ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 E-ISSN 2987-9175 | P-ISSN 2987-9183 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/abdiunisap/index Email: ejurnal. abdiunisap@gmail. PENYULUHAN KESEHATAN PADA PEREMPUAN MASA MENOPAUSE DI MOTHER SCHOOL SUMBERSARI (MOSS) Asmuji1. Wahyudi Widada2 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember1,2 Email Korespondensi: asmuji@unmuhjember. Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 12 April 2025 Diterima: 24 Mei 2025 Diterbitkan: 02 Juni 2025 Kata Kunci: Penyuluhan. Kesehatan. Menopause. Mother School Sumbersari. ABSTRAK Menopause merupakan masa yang pasti dihadapi dalam perjalanan hidup seorang perempuan dan merupakan proses alamiah seiring bertambahnya usia. Meskipun hal tersebut menjadi tahapan yang umum dialami oleh setiap perempuan, banyak yang tetap merasakan kecemasan saat menghadapinya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang menopause dan permasalahan kesehatannya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan . erizinan, koordinasi, serta penyiapan bahan dan ala. , tahap pelaksanaan . emberian pendidikan kesehata. , dan tahap evaluasi . eliputi aspek struktur, proses, dan outpu. Mitra kegiatan adalah kelompok pengajian ibu-ibu yang tergabung dalam Mother School Sumbersari (MOSS), yang beranggotakan sekitar 35 orang perempuan, dengan 29 orang hadir dalam kegiatan. Sebagian besar atau hampir seluruh peserta . %) merupakan ibuibu yang telah mengalami menopause. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai pengetahuan sebelum kegiatan hanya mencapai rata-rata 54,6, namun meningkat menjadi 79,3 setelah kegiatan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan yang dilakukan di MOSS menghasilkan meningkatnya pengetahuan mitra tentang menopause dan masalah kesehatannya, baik dari segi pengertian, tanda, penyebab, cara pencegahan, maupun penatalaksanaannya. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Mitra merupakan kelompok pengajian ibu-ibu yang tergabung dalam AuMother School Sumbersari (MOSS)Ay. MOSS merupakan kelompok binaan bersama KUA Sumbersari yang dibentuk berdasarkan SK Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember No. 379 Tahun 2021. MOSS dibentuk dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat khususnya perempuan-perempuan yang sadar beragama, berbangsa dan bernegara guna terwujudnya ketahanan keluarga yang berkualitas. Kegiatan rutin yang dilakukan Mitra adalah melakukan kajian keagamaan, mengaji, outing class, konseling, dan kewirausahaan (UMKM). Kegiatan rutin yang dilakukan seminggu 2 kali, yaitu hari Senin dan Rabu. Berbagai topik bahasan yang menjadi agenda setiap pertemuannya. Selain di kelas, kegiatannya juga anjang sana atau kunjungan ke tempat-tempat yang dapat bermanfaat untuk menambah keilmuan. Mitra beranggotakan sekitar 35 orang perempuan yang sebagian besar atau hampir keseluruhan . %) adalah ibu-ibu yang sudah menopause. Sampai sejauh ini Mitra masih mempunyai permasalahan yang sering menjadi keluhan Mitra tentang kesehatan yang dialaminya selama menopause. Menopause merupakan masa yang pasti yang dihadapi dalam perjalanan hidup seorang perempuan dan suatu proses alamiah sejalan dengan bertambahnya usia (Setiarini et al. , 2. Walaupun hal tersebut menjadi tahapan setiap perempuan yang memasuki usia tersebut, namun masih banyak yang mengalami kecemasan (Guyansyah, 2020. Nasution & Pakpahan, 2. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Mitra, bahwa anggota MOSS pada saat memasuki tahapan menopause mengalami berbagai macam masalah yang berkaitan kesehatan. Gejala-gejala yang dirasakan seperti halnya yang disampaikan Nainggolan & Iliwandi . antara lain hot flushes, gangguan tidur, mudah marah dan ansietas, ketidaknyamanan persendian dan otot, perubahan suasana hati, kelelahan fisik maupun mental. Selain permasalahan di atas. Mitra juga banyak yang mengeluh masalah seksual, masalah kandung kemih dan kekeringan vagina, sehingga hilangnya minat seksual. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan kajian tentang menopause dan permasalahan kesehatannya. Kegiatan intinya adalah memberikan pendidikan kesehatan pada Mitra. Outputnya adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman Mitra tentang menopause dan permasalahan kesehatannya. Manfaat pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan informasi kepada Mitra terkait dengan menopause dan permasalahan kesehatannya, sehingga ke depannya mitra akan adaptif dalam menjalani masa menopause. METODE PELAKSANAAN Tahapan Pelaksanaan Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada Mitra yang terbagi menjadi 3 tahap, yaitu: . Persiapan. Pelaksanaan . endidikan kesehata. Evaluasi. Kegiatan persiapan pengabdian diawali dengan melakukan pengurusan surat ijin ke Bakesbangpol Kabupaten Jember. Setelah surat menyurat selesai, kegiatan berikutnya adalah koordinasi dengan Mitra dan KUA Kecamatan Sumbersari. Jember sebagai upaya untuk menyampaikan tujuan dan bagaimana teknis kegiatan pengabdian akan dilakukan. Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan. Tahap inti pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan pendidikan kesehatan kepada mitra. Tahap pelaksanaan diawali dengan melakukan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan Mitra. Kemudian dilanjutkan menyampaikan materi tentang menopause dan masalah kesehatannya yang dikombinasi dengan tanya jawab. Tahap akhir kegiatan pelaksanaan adalah melakukan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan mitra setelah diberikan pendidikan kesehatan. Tahap selanjutnya yang dilakukan oleh pelaksana pengabdian adalah melakukan Evaluasi dilakukan untuk kegiatan awal, proses pelaksanaan, dan output kegiatan pengabdian. Tahap penting lainnya yang dilakukan adalah melakukan tindak lanjut. Adapun prosedur pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dapat dilihat pada gambar 1 berikut. Gambar 1. Prosedur Pelaksanaan Kegiatan PKM Waktu dan Lokasi Pengabdian Pelaksanaan pengabdian dimulai dari persiapan sampai dengan evaluasi membutuhkan waktu pada rentang bulan Januari-Maret 2025. Tempat pelaksanaan di MOSS (Mother School Sumbersar. Jember. Jawa Timur. Sasaran Pengabdian Subjek atau Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kelompok pengajian ibuibu binaan KUA Sumbersari. Jember. Jawa Timur yang berjumlah 29 orang. Anggota mitra merupakan ibu-ibu usia masa menopause dan pra menopause yang tersebar di Wilayah Kecamatan Sumbersari. Indikator Keberhasilan Pengabdian Indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bersifat jangka pendek, yaitu meningkatnya pengetahuan dan pemahaman Mitra tentang menopause dan permasalahan ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 kesehatannya yang diukur tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab, cara mencegah, dampak dan HASIL DAN PEMBAHASAN Data Umum Mitra merupakan kelompok pengajian ibu-ibu binaan KUA Sumbersari. Jember. Jawa Timur yang beranggotakan 35 orang. Sedangkan yang mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan sebanyak 29 Pengajian rutin dilakukan setiap hari Senin dan Rabu pagi di MOSS (Mother School Sumbersar. yang beralamatkan di Jl. Letjen S. Parman Gg. Mahoni RT 04/ RW 26 Sadengan. Sumbersari. Jember. Jawa Timur. Data umum lainnya memuat usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan Mitra. Data-data tersebut disajikan pada tabel 1 berikut. Usia Mitra Kelompok Usia . Jumlah Tabel 1. Usia Mitra Frekuensi Persentase Melihat data tabel 1. Menunjukkan bahwa rentang usia terbanyak anggota Mitra adalah 51-55 tahun dengan jumlah 20 orang . %). Berdasarkan tabel 1, anggota mitra dalam kategori usia produktif. Menurut Lubis & Yusnaini . dan Sukmaningrum & Imron . usia produktif merupakan penduduk yang masuk pada rentang usia antara 15-64 tahun. Kategori produktif disini dinilai dari adanya kemampuan individu dalam menghasilkan barang dan jasa, sehingga mampu memenuhi kebutuhannya secara ekonomi. Tetapi apabila dikategorikan usia reproduktif, maka hampir secara keseluruhan anggota mitra sudah masuk dalam kategori bukan usia subur, kecuali yang tiga orang pada rentang usia 46-50 tahun. Karena menurut Jayanti & Pujiati . usia subur seorang wanita terjadi pada rentang usia antara 15-49 tahun. Rentang usia mitra sebagai usia produktif karena dalam kategori usia termasuk yang paling sering mencari informasi. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan kesehatan adalah usia Seseorang akan menjadi lebih matang dalam berpikir seiring bertambahnya usia mereka. Bertambahnya usia dapat meningkatkan pengalaman seseorang dalam menghadapi dan memahami masalah kesehatan, dan kematangan berfikir dapat membuat seseorang semakin sadar dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi (Asmuji & Handayani, 2. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Siregar . yang menyatakan jika individu bertambah usia, maka bertambah pula pengalaman dan pengetahuannya. Tetapi perlu diingat, bahwa semakin bertambahnya usia juga dapat mempengaruhi kemampuan dalam berfikir, utamanya adalah jika individu menginjak lansia. Sania & Yuriati . menyatakan kemampuan individu mengingat pengetahuan atau menerima informasi akan berkurang pada umur tertentu atau menjelang usia lanjut. Cahyaningrum & Siwi . karena lansia mengalami penurunan dalam berfikir. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Tingkat Pendidikan Mitra Tingkat Pendidikan SMA Jumlah Tabel 2. Tingkat Pendidikan Mitra Frekuensi Persentase Tabel 2. Menunjukkan 69% Mitra berpendidikan SMA yang dalam kategori pendidikan Tinggi rendahnya pendidikan mitra sangat menentukan mereka menerima informasi dengan Seperti halnya pendapat Bongga . yang menyatakan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka informasi yang didapat semakin mudah masuk dalam pikirannya, dan jika tingkat pendidikannya rendah, maka penerimaan informasi dapat mrngalami hambatan. Wulandini. Efni, & Marlita . menyatakan ibu berpendidikan tinggi akan lebih mudah dalam penerimaan informasi dibandingkan ibu berpendidikan lebih rendah. Pekerjaan Mitra Pekerjaan Mitra Ibu Rumah Tangga Berdagang Jumlah Tabel 3. Pekerjaan Mitra Frekuensi Persentase Tabel 3. Menunjukkan 79% mitra sebagai ibu rumah tangga. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga tidak menjadikan mitra hanya berkutat dengan pekerjaan rumah. Upaya untuk mengembangkan diri pada mitra terus diupayakan. Hal ini terlihat dari kegiatan ibu-ibu yang aktif dalam mengikuti MOSS yang dilaksanakan rutin setiap hari Senin dan Rabu. Dengan mengikuti kegiatan di MOSS ibu-ibu mendapatkan banyak manfaat, baik yang berupa ilmu agama maupun ilmu umum, termasuk ilmu Kegiatan ilmu keagamaan yang diperoleh ibu-ibu antara lain mengaji dan juga tausiah yang berisikan tentang kehidupan Islami. Sehingga walaupun tidak bekerja secara formal, ibu-ibu yang tergabung dalam MOSS mempunyai kegiatan yang mampu dijadikan pedoman dalam hidup Manfaat lain keikutsertaan dalam MOSS dapat digunakan untuk membangun relasi dengan orang-orang yang berpengetahuan baik tentang kesehatan, terutama yang berkaitan dengan masa Tukar informasi dan pengalaman menjadikan mereka akan saling membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan. Hal ini seperti yang disampaikan Mulyana & Maulida . bahwa pengetahuan dan pengalaman individu dapat diperoleh secara langsung atau tidak langsung dari lingkungan tempat beraktivitas. Data Khusus Data khusus ini memuat nilai pengetahuan mitra, sebelum dan setelah mengikuti pendidikan Hasil pengumpulan data menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan mitra tentang kesehatan masa menopause sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 54,6, sedangkan setelah dilakukan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 79,3. Peningkatan pengetahuan mitra tentang kesehatan masa menopause setelah pendidikan mengindikasikan adanya kebermanfaatan pendidikan kesehatan yang Kebermanfaatan pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan mitra terjadi karena pendidikan kesehatan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan (Cookson. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 2. Pendidikan kesehatan merupakan proses yang direncanakan secara sadar untuk menciptakan kesempatan bagi individu senantiasa belajar. Hal ini akan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan demi kesehatannya (Sianipar. Suryagustina, & Paska, 2. Namun, suatu proses pendidikan kesehatan agar memiliki kebermanfaatan yang nyata, dalam prosesnya harus memperhatikan berbagai macam faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan kesehatan yaitu faktor materi, faktor lingkungan, faktor sarana media, dan faktor individu. Pendidikan kesehatan dengan hasil yang baik perlu melakukan persiapan yang baik (Febriani & Handiyani, 2. , termasuk mengantisipasi hal-hal yang mempengaruhinya. Haratani . Pelaksanaan pendidikan kesehatan yang baik dan benar dapat meningkatkan kualitas hasil akhirnya. Termasuk terlihat dari meningkatnya pengetahuan peserta. Keberhasilan pendidikan kesehatan yang dilakukan pada mitra MOSS terlihat dari meningkat nilai pengetahuannya. Rata-rata nilai awal sebelum pendidikan kesehatan adalah sebesar 54,6, sedangkan setelah pendidikan kesehatan menjadi 79,3, yang berarti meningkat 24,7 poin. Peningkatan nilai pengetahuan yang signifikan ini tentu juga karena faktor persiapan yang dilakukan. Sebagai upaya untuk memberikan pendidikan kesehatan yang terbaik, pelaksana menyiapkan segala hal yang dibutuhkan selama kegiatan. Persiapan yang baik menjamin terlaksananya pendidikan kesehatan yang baik pula. Faktor lain yang memungkinkan juga membuat nilai pengetahuan mitra meningkat adalah Lingkungan tempat pendidikan kesehatan di MOSS sangat kondusif, sehingga pada waktu proses berlangsung kegiatan tidak terganggu oleh karena suara gaduh atau yang lainnya. Hal ini juga karena pemilihan waktu pelaksanaan yang tepat (Febriani & Handiyani, 2. , sehingga tidak terganggu aktivitas lingkungan sekitar. Selain faktor lingkungan, media dan sarana sangat penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan kesehatan. Media dan sarana yang digunakan untuk pendidikan kesehatan di mitra berupa LCD, laptop, leaflet, dan pengeras suara. Tersedianya media ini sangat membantu dalam menyampaikan materi. Tampilan materi yang menarik dan didukung dengan leaflet yang dapat dapat dibaca, serta pengeras suara memberikan efek terhadap ketertarikan dan kemudahan mitra dalam menerima informasi. Wulandari, et al . pemakaian media yang tepat dalam proses pendidikan kesehatan mampu membangkitkan keinginan dan minat baru, serta membangkitkan motivasi bagi Motivasi mitra dalam mengikuti pendidikan kesehatan juga karena faktor dorongan internal secara individu. Motivasi mitra akan membangkitkan niat mendapatkan informasi kesehatan yang dibutuhkan selama masa menopause. Karena menurut Izro. Listiyawati, & Kambaya . motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai tujuannya. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pendidikan kesehatan yang menghasilkan meningkatnya nilai pengetahuan mitra menjadi lebih baik. PENUTUP Pendidikan kesehatan yang dilakukan di MOSS menghasilkan meningkatnya pengetahuan mitra tentang menopause dan masalah kesehatannya baik dari segi pengertian, tanda, penyebab, cara pencegahan, dan penatalaksaannya. Saran bagi mitra untuk senantiasa terus belajar dan berpikir positif terhadap tahapan kehidupan yang dihadapinya. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada 1. Universitas Muhammadiyah Jember yang telah memberikan support dana kegiatan. Mitra yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dan tim dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi. DAFTAR PUSTAKA