Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8 Nomor 1 Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. SOSIALISASI LANDSKAP LINGUISTIK DALAM MENINGKATKAN SOFT SKILLS MAHASISWA Dewi Nurmala1. Diana Sopha2. Zuindra3. Wais Al Qorni4 1,2,4 Fakultas Sastra (Prodi Sastra Inggris. Univesitas Muslim Nusantara Al Washliyah,Medan. Indonesi. Fakultas Bahasa dan Komunikasi (Prodi Sastra Inggris. Univesitas Harapan. Medan. Indonesi. *Korespondensi : . ewinurmala@umnaw. Abstrak Artikel ini merupakan hasil pengabdian tim dosen dan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah dari prodi sastra Inggris dan Universitas Harapan Medan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencari solusi dalam upaya peningkatan soft skills mahasiswa melalui pengenalan lanskap linguistik. Lanskap linguistik merupakan kajian mengenai penggunaan bahasa pada ruang publik. Tanda pada jalan maupun pemberitahuan mengenai aturan atau larangan pada tempat atau area tertentu menjadi kajian pada lanskap linguistik. Pemilihan lokasi pengabdian ini berdasarkan hasil analisis pada mahasiswa Universitas Harapan Medan pada Fakultas Bahasa dan Komunikasi melalui data wawancara terhadap salah satu dosen. Berdasarkan hasil wawancara tersebut dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat pada Universitas Harapan Medan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan sosialisasi mengenai lanskap linguistik dalam meningkatkan soft skills mahasiswa. Manfaat penyuluhan ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dalam memahami bahwa lanskap linguistik mampu menciptakan sebuah sikap dan tintak tutur yang baik dalam interaksi sosial terutama di kampus. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah survey lokasi, pengurusan perizinan, penyusunan materi dan pelatihan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan Medan. Kata kunci: Landskap Linguistik. Soft Skills. Universitas Harapan Medan. Abstract This article is the result of the hard work of a group of lecturers and students from the English literature study program at Al Washliyah Muslim Nusantara University and Harapan University in Medan. The goal of this community service is to find solutions to improve students' soft skills by introducing them to the linguistic landscape. The study of language use in public spaces is known as linguistic landscape. Signs on the road or notices about rules or prohibitions in specific places or areas become a linguistic landscape study. This service location was chosen based on the findings of an analysis of students at Harapan University. Medan's Faculty of Language and Communication via interview data with one of the Based on the interview results, community service was performed at Harapan University in Medan. This activity improves students' soft skills by utilizing counseling and outreach methods regarding the linguistic landscape. The benefit of this counseling is that it helps students understand how the linguistic landscape can influence their attitudes and speech in social interactions, particularly on Location surveys, obtaining permits, preparing materials, and community service training are all stages of activity. It is hoped that by participating in this activity, students at Harapan University's Faculty of Language and Communication in Medan will gain more knowledge and insight. Keywords: Linguistics Landscape. Soft Skills. Universitas Harapan Medan. Submit: Desember 2023 Diterima: Januari 2024 Publish: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol 8 No 1 Mei 2024 pengaruh pada sikap maupun karakter Lanskap bahasa yang muncul pada ruang atau daerah yang menjadi pusat interaksi masyarakat dalam sebuah komunitas. Lanskap linguistik dipelopori oleh Landry dan Bourhis . yang menyatakan bahwa lanskap linguitik bahasa pada tanda publik, papan reklame, nama jalan, nama tempat, tanda pada gedung pemerintahan, maupun poster yang menggunakan bahasa membentuk lanskap linguistik suatu wilayah. Lanskap linguistik berhubungan dengan bahasa yang digunakan pada ruang publik. Teks atau tanda bahasa pada ruang publik memiliki informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami mengenai informasi yang dibutuhkan. Teks yang tampil pada masyarakat dapat memberikan pengaruh pada sikap maupun karakter Gambar 1. Contoh Lanskap Linguistik Pada contoh lanskap linguistik di atas, terdapat instruksi No Littering dalam bahasa Inggris bermakna jangan memberikan instruksi kepada orang yang melihat tulisan tersebut untuk tidak membuang sampah sembarangan. Begitu juga dengan peringatan No Smoking in this Area yang bermakna dilarang merokok pada area ini memberikan instruksi pada orang yang melihat, terutama seseorang yang mungkin seorang perokok untuk tidak merokok pada area yang dipasang tanda lanskap linguistik tersbut. Kemudian terdapat tanda lanskap linguistik Notice Do Not Park Here yang bermakna untuk tidak parkir di area yang dipasang tanda Dari ketiga contoh lanskap linguistik tersebut menjelaskan bahwa tanda-tanda publik tersebut memiliki kekuatan untuk mengontrol sikap seseorang dalam berperilaku. Perilaku tersebut muncul dari keahlian seseorang yang ada dalam diri seseorang yang disebut soft skill. Kemampuan soft skill mengarahkan seseorang untuk dapat berbuat sesuai dengan aturan dengan tujuan agar orang tersebut menjadi manusia yang memiliki etika dan berperilaku baik. Beberapa keterangan mengenai soft skill yang dipaparkan oleh beberapa ahli juga dapat menjadi Lanskap bahasa yang muncul pada ruang atau daerah yang menjadi pusat interaksi masyarakat dalam sebuah komunitas. Lanskap linguistik dipelopori oleh Landry dan Bourhis . yang menyatakan bahwa lanskap linguitik bahasa pada tanda publik, papan reklame, nama jalan, nama tempat, tanda pada gedung pemerintahan, maupun poster yang menggunakan bahasa membentuk lanskap linguistik suatu wilayah. Lanskap linguistik berhubungan dengan bahasa yang digunakan pada ruang publik. Teks atau tanda bahasa pada ruang publik memiliki informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami mengenai informasi yang dibutuhkan. Teks yang tampil pada masyarakat dapat memberikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) acuan bagi seseorang untuk mengetahui bagaimana sebenarnya soft skill Vol 8 No 1 Mei 2024 mahasiswa lain. Menurut Elfindri dalam Wijaya dan Hariani . 5: 3-. soft skill merupakan keterampilan dalam berkomunikasi, spiritual, dan memiliki keterampilan emosional, berbahasa serta memiliki etika, moral, dan sopan Arifuddin . dalam Wijaya dan Hariani . membagi soft skill menjadi 2 bagian yaitu inter-personal skill dan intrapersonal skill. Interpersonal skill adalah kemampuan untuk memahami dan peka terhadap perasaan, maksud, motivasi, karakter, ekspresi kemampuan untuk menjalin hubungan atau komunikasi dengan berbagai orang. Adapun bagian dari inter-personal skill adalah sebagai berikut: . Kemampuan Membangun hubungan baik atau bekerjasama . Kemampuan Kemampuan menunjukan keahlian Intra-personal skill adalah kemampuan untuk mengenal diri sendiri, bereCeksi, bersikap seimbang, mengendalikan perasaan dan emosi. Adapun bagian dari intra-personal skill sebagai berikut: . Membentuk karakter . Membentuk Manajemen perubahan . Manajemen stres . Manajemen waktu . Proses berfkir kreatif. Dari hasil penelitian Achmadi dkk menunjukkan bahwa 10 . Soft skills teratas yang dibutuhkan mahasiswa pada abad 21 meliputi . Social responsibility and accountability (Tanggung jawab sosial Literate communication (Literasi komunikas. Professional (Etika Adaptability (Beradaptas. Collaboration (Kerja . Complex problem solving (Pemecahan masala. Creativity and innovation (Kreativitas dan inovas. Self-awareness (Kesadaran dir. Critical and logical thinking (Berpikir kritis dan logi. Understanding (Tolerans. Social responsibility and accountability atau dapat diartikan sebagai keterampilan tanggung jawab sosial dan akuntabilitas merupakan soft skills teratas yang paling dibutuhkan oleh mahasiswa. Keterampilan merupakan bagian dari adab maupun Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat yang akan menjadi pondasi dalam memberikan solusi yang akan dihadapi oleh masyarakat. Dalam berinteraksi kepada masyarakat yang heterogen dibutuhkan kemampuan soft skill dalam menjaga kedamaian dan Sebagai salah satu contoh terdapat fenomena yang muncul dalam masyarakat maupun dalam lingkungan kampus yang sering ditemui yaitu Mahasiswa yang menjadi salah satu penggerak dalam kemajuan sebuah bangsa tentu harus memiliki skill . yang dibutuhkan dalam Skill tersebut dapat berupa hard skill maupun soft skill. Untuk hard skill, mahasiswa dapat memperoleh keterampilan tersebut dalam bentuk pembelajaran pada saat kuliah dan bentuk hard skill berupa kemampuan diperoleh dari hasil proses mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) beberapa mahasiswa yang kurang memiliki kesantunan dalam berbahasa Hilangnya penggunaan honorifik seperti penyebutan AoPakAo. AoBuAo atau dalam bahasa Inggris seperti AoMamAo atau AoSirAo dapat dijumpai pada mahasiswa Sastra Inggris di Universitas Harapan Medan. Fakta ini didapat dari hasil diskusi dengan salah satu dosen yang bernama Bapak Muhammad Kiki Wardana yang mengampuh salah satu mata kuliah seperti English for Entreprenuer. Beliau mahasiswa kurang sopan ketika berbicara dengan dosen sebab tidak honorifik ketika berkomunikasi dengan dosen yang Vol 8 No 1 Mei 2024 ruang publik yang sering dilihat masyarakat pada area tertentu juga dapat diaplikasikan pada ruang belajar seperti kampus. Keberadaan kampus yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa dalam berinteraksi dengan sesama mahasiswa, pegawai maupun dengan para dosen memberikan peluang bagi lanskap linguistik untuk hadir untuk dalam memberikan tanda dalam berbagai Tanda mahasiswa dalam berinteraksi juga penggunaan bahasa di ruang publik. Pernyataan yang terdapat pada ruang publik di kampus seperti AoSalam. Sapa. SenyumAo yang diletakkan pada pintu masuk ruang dosen atau kelas belajar juga dapat kata-kata yang membuat perilaku seseorang menjadi sopan sebab kata-kata tersebut membuat orang yang melihatnnya menjadi malu jika tidak bersikap seperti yang ditampilkan pada bahasa yang dimaksud. Kata-kata AoSalam. Sapa. SenyumAo mengindikasikan kepada mahasiswa agar memberi salam serta menyapa dan memberi senyum kepada siapapun yang mereka jumpai di area kampus. Sikap seperti ini memberikan kedamaian dan kesenangan pada orang yang dijumpai sebab orang tersebut akan merasa dihargai dan keharmonisan antar pihak kampus dapat terlihat dari interaksi Bentuk bahasa pada ruang publik seperti inilah yang akan dapat menjadi salah satu cara dalam membentuk karakter serta membentuk sikap mahasiswa memiliki soft skill dalam berinteraksi dengan dosen ataupun dengan mahasiswa serta dengan pegawai di lingkungan kampus. Selain masalah sopan santun, mahasiswa yaitu masalah integritas dan masalah skill character building. Beberapa masalah ini dapat diselesaikan dengan memberikan arahan serta contoh yang baik kepada mahasiswa yang bersangkutan sehingga mahasiswa tersebut paham dengan masalah soft skill yang mereka hadapi. Selain dengan memberikan arahan ataupun contoh, terdapat cara lain yang dapat memperbaiki soft skill mahasiswa menjadi baik yaitu dengan cara memberikan tugas kepada mahasiswa dalam membentuk karakter dan Tugas tersebut melibatkan mahasiswa dalam membuat sebuah karya dimana mahasiswa yang menjadi aktor dalam tugas tersebut. Tugas tersebut adalah dengan meminta mahasiswa dalam membuat label lanskap linguistik pada kelas ataupun tempat-tempat yang menjadi perhatian banyak orang. Penggunaan bahasa pada Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) METODE PELAKSANAAN Vol 8 No 1 Mei 2024 Diskusi dengan pelaksana pengabdian beserta mitra Paparan linguistik yang berkenaan dengan peningkatan soft skill Metode gambaran IPTEkS yang diberikan kepada peserta pengabdian dilakukan dengan beberapa tahap. Pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu sebagai berikut: Pelaksanaan dilakukan oleh tim Program Kemitraan Masyarakat ke lokasi pengabdian yaitu ke Universitas Harapan Medan. Pihak dalam menyediakan tempat, peralatan dan meyediakan peserta Program Kemitraan Masyarakat dalam hal ini Materi disampaikan yaitu meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan penggunaan Bahasa pada lanskap linguistik yang dapat meningkatkan soft skill Pelaksanaan kegiatan dan setelah kegiatan Kemitraan Masyarakat. Dari penjelasan mengenai gambaran iptek yang digambarkan pada peserta pengabdian yang telah dilakukan, mahasiswa Universitas Harapan Medan berpeluang mengembangkan lanskap linguistik yang ada di kampus. Dari sisi memahami konsep lanskap linguistik di dalam kampus. Selain menambah wawasan mahasiswa dalam ilmu bahasa, lanskap linguistik juga dapat menciptakan kondisi yang kondusif di mahasiswa ataupun para staff dan dosen dapat terkontrol melalui lanskap linguistik yang ada di kampus. Perilaku yang dimaksud adalah keahlian dalam bidang soft skills yang tentu harus memfokuskan metode pembelajarannya pada mahasiswa. Muhmin . pembelajaran yang cocok untuk digunakan untuk pembelajaran berbasis soft skills yaitu dengan memfokuskan pada peran aktif mahasiswa sebab soft skills merupakan keterampilan yang bersifat abstrak dan soft skills terletak pada ranah afektif . lah ras. dan psikomotor . lah lak. Berikut chart gambaran iptek pada mahasiswa UnHar. Kegiatan Kemitraan Masyarakat di Universitas Harapan Medan adalah sebagai berikut: Melakukan Mitra paparan materi mengenai lanskap linguistik yang mampu meningkatkan soft skill mahasiswa. Memberikan kepada mahasiswa dalam berkreasi dalam menciptakan AonoticeAo yang berkenaan dengan pengembangan soft skill mahasiswa. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Sosialisasi lanskap Memberikan contoh lanskap linguistik Melatih mahasiswa dalam membuat lanskap linguistik Mahasiswa memahami lanskap linguistik yang meningkatkan soft skill mahasiswa maka orang tersebut berada satu langkah lebih dekat dengan hasil yang diinginkan (Stone & Bailey, 2. Rosana. Jumadi dan Pujianto . Hubungan lanskap linguistik dengan soft skill Indikator konsep diri tersebut pengembangan soft skills mahasiswa dalam berkreativitas. Lanskap linguistik yang menjadi sarana dalam membentuk soft skills tersebut dapat menjadi fasilitator dan juga menjadi edukasi bagi mahasiswa dan juga dosen serta staff yang ada di kampus. Edukasi yang dimaksud dalam lanskap linguistik adalah pentransferan ilmu mengenai lanskap linguistik kepada peserta Cara ini dianggap solutif sebab dapat memberi dampak positif terhadap orang yang melihatnya. Pernyataan ini dapat dibuktikan dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Ardhian dkk . dalam kegiatan PkM dengan judul Penataan Lanskap Bahasa Upaya Peningkatan Potensi Desa Wisata di Desa Toyomarto. Kecamatan Singosari. Kabupaten Malang. Dalam PkM tersebut, tim pengabdian membuat memperhitungkan jenis teks, bahasa apa saja yang digunakan . ahasa Indonesia. Inggris. Jawa. Sansekert. , informasi yang dituliskan dalam papan, model papan yang mendukung ikon objek, dan Satu spot bisa memiliki lebih dari satu papan nama bergantung pada karakteristik arah, lokasi, dan jenis objek wisata. Penggunaan bahasa dan teks juga mengakomodasi pasar wisata milenial dengan bahasa-bahasa kaum milenial, tetapi ikon dan sejarah tetap Gambar 1. Chart Gambaran Iptek Vol 8 No 1 Mei 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan Medan adalah kurangnya pemahaman mengenai soft skills. Melalui lanskap linguistik, peningkatan soft skills mahasiswa dapat dibentuk dengan pelaku pembuat lanskap linguistik. Oleh karena itu tim pengabdian dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah memberikan sosialisasi mengenai lanskap linguistik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa soft skills mengarah peran individu seseorang, dalam hal ini adalah mahasiswa. Dalam konsep soft skills terdapat beberapa indikator yang Rosana. Jumadi dan Pujianto . memberikan gambaran mengenai indikator penting dari soft skills yang dikembangkan. Indikator tersebut merupakan konsep diri . elf efficac. yang memiliki tiga ciri: . self-ascribed epistemic authority yaitu persepsi seseorang yang berasal dari pengetahuannya dalam topik tertentu, . self-efficacy merupakan ukuran persepsi diri dengan keyakinan bahwa seseorang dan/atau keterampilan untuk menyelesaikan tugas (Erikson, 2. dalam Rosana. Jumadi dan Pujianto . , . outcome seseorang menyelesaikan suatu masalah Selain itu terdapat juga kegiatan PkM yang dilakukan oleh Syafroni . Pelatihan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Penggunaan Pelabelan Lanskap Linguistik Pariwisata bagi Pemandu Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon. Pelaksanaan pelatihan materi lanskap linguistik pariwisata kepada pemandu wisata di Keraton Kasepuhan Cirebon. Materi yang dilatihkan adalah hasil analisis terhadap enam buah labelisasi papan petunjuk yang ada di keraton. Tim menjelaskan perlunya pemandu wisata dilatih tentang labelisasi lanskap lingusitik pariwisata. Alasannya adalah karena Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan aset objek wisata yang sudah cukup terkenal di dalam dan luar Tidak menutup kemungkinan wisatawan nusantara dan mancanegara akan berkunjung ke keraton. Pemandu wisata harus cakap berbahasa asing mancanegara dan perlu menjelaskan labelisasi papan patunjuk menggunakan bahasa asing. Hal ini bertujuan agar penjelasan bahasa dan makna yang ada di papan petunjuk tersebut lebih mudah Vol 8 No 1 Mei 2024 Dari hasil beberapa karya mahasiswa yang ditampilkan, dapat disimpulkan bahwa peserta pengabdian yaitu mahasiswa telah memahami tentang lanskap linguistik serta telah paham mengenai soft skills apa yang Selain penggunaan bahasa yang digunakan oleh mahasiwa juga terlihat lebih santun dan sanjungan kepada seseorang yang melihat lanskap linguistik tersebut. Hal ini terlihat pada salah satu lanskap linguistik yang dibuat oleh mahasiswa yang bernama Cinta dengan lanskap linguistik Kebersihan Membuatmu Terlihat Cantik dan Ganteng. Jangan Lupa Buang Tempatnya. Pemberitahuan membuang sampah pada tempatnya, namun kata-kata yang digunakan memberikan motivasi kepada seseorang yang melihatnya. Dari hasil pengabdian ini terlihat bahwa hasil penulisan mahasiswa mampu untuk mengontrol perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain di sekitar kampus. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh Ardhian dkk dan Syafroni, konsep penerapan lanskap linguistik yang sama juga dapat dilakukan di UnHar dengan konsep lanskap linguistik di kampus. Dari hasil pemaparan materi mengenai lanskap linguistik dalam meningkatkan soft skills mahasiswa UnHar, dihasilkan beberapa contoh lanskap linguistik hasil karya mahasiswa dalam bentuk tulisan di atas kertas karton. Berikut beberapa contoh gambar lanskap linguistik hasil karya mahasiswa. Untuk pengabdian yang telah dilaksanakan, terdapat kuesioner yang dibagikan peserta pengabdian dan menemukan hasil sebagai berikut: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) ANGKET PENGABDIAN Pernyataan S S T S S T Pelatihan yang oleh Tim PKM sulit diikuti Materi dengan baik. Peserta ikut serta . mpan bali. Peserta kesulitan memahami katakata linguistik untuk ditempatkan di Materi Pemateri saat pengabdian. Peserta mampu membuat contoh linguistik yang Vol 8 No 1 Mei 2024 ditempatkan di kampus dengan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia Inggris. Pengetahuan ruang kampus Peserta kurang linguistik yang 1 Peserta merasa senang dengan Pengabdian ini Total Keterangan = sangat setuju . STS = Setuju . = tidak setuju . =sangat tidak setuju . Dari hasil angket diatas dapat dilihat bahwa minat peserta pengabdian yaitu mahasiswa Universitas Harapan Medan untuk mempraktekkan kegiatan pengabdian ini telah berhasil. Sekitar 76 % mahasiswa mengikuti dan merasa senang mengikuti pelatihan ini karena dapat menambah wawasan mengenai lanskap linguistik. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) KESIMPULAN Vol 8 No 1 Mei 2024 Language Psychology. Setelah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Universitas Harapan Medan kesimpulan bahwa para mahasiswa sangat senang dan mengapresiasi dan mendukung program pengabdian yang dilaksanakan oleh Tim dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah terutama pada bidang lanskap linguistik dalam meningkatkan soft mahasiswa Universitas Harapan Medan Social Muhmin. Andi Hidayat. Pentingnya Pengembangan Soft Skills Mahasiswa Di Perguruan Tinggi. Forum Ilmiah, 15. Oktavianus. Multimode dan Multirole of Languages in Public Spaces. Arbitrer, 9. Rosana. Jumadi. , dan Pujianto. Pengembangan Soft Skills Mahasiswa Program Kelas Internasional Melalui Pembelajaran Berbasis Konteks Untuk Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Mekanika. Jurnal Pendidikan IPA Bahasa Indonesia, 3. UCAPAN TERIMA KASIH Selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, penulis telah banyak dibantu oleh berbagai pihak. Dalam mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Dr. Firmansyah. selaku Rektor Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Bapak Dr. Alistraja Dison Silalahi. Si selaku ketua Lembaga Pengabdian dan Inovasi Masyarakat Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan, kepada bapak Zuindra. S selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Komunikasi Universitas Harapan Medan dan kepada Staf LPIM yang turut serta membantu pogram pengabdian kepada masyarakat Wijaya,Ponkie Arie dan Hariani. Baiq Sefti. Upaya Peningkatan Soft Skill Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja (Studi Kasus di Jurusan Pendidikan Ips. Ekonomi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan lain Mataram. Society. Jurnal Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi. Ardhian dkk. Penataan Lanskap Bahasa Upaya Peningkatan Potensi Desa Wisata di Desa Toyomarto. Kecamatan Singosari. Kabupaten Malang. Jurnal Gramaswara, 3. REFERENSI