ABDIRA Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026 Halaman 178-189 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Research & Learning in Faculty of Education ISSN: 2798-0847 (Printe. 2798-4591 (Onlin. Program Edukasi Karakter. Kesehatan, dan Kebencanaan di Desa Purwabakti Prasasti Nuraeni1. Syaiful Anwar2. Muhlis3. Novita Anggaraeni4. Darin Hanifah Khoirunnisa5 Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba1 Program Studi Manajemen. Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara2,3,4 Program Studi Bisnis Digital. ITB Dewantara 5 e-mail: prasastinuraeni@gmail. com1, syaifulanwar101@yahoo. mmuhlis2013@gmail. com3, anggibsh@gmail. com4, rin. hk@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif untuk membentuk karakter yang berkualitas, peduli lingkungan, sehat, dan tanggap bencana. Program meliputi pengajaran budi pekerti luhur, edukasi pemilahan sampah organik dan nonorganik, pengecekan kesehatan dasar . ekanan darah, gula darah, berat badan, tinggi bada. , edukasi kebencanaan, serta pembuatan prakarya untuk mengembangkan kreativitas. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan, praktik langsung, dan Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai budi pekerti, pengelolaan sampah, kesadaran kesehatan, serta kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini penting untuk berkontribusi positif dalam membentuk masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat. Budi Kesehatan. Kebencanaan. Pekerti. Edukasi Lingkungan. Abstract This community service activity aims to enhance the knowledge, awareness, and skills of the community through educational and participatory approaches to foster quality character, environmental care, health, and disaster preparedness. The program includes teaching noble character values, education on sorting organic and non-organic waste, basic health checks . lood pressure, blood sugar, weight, and heigh. , disaster education, and craft-making activities to develop Implementation methods involve counseling, direct practice, and The results show increased community understanding of noble character values, waste management, health awareness, and disaster This activity is important for contributing positively to building a better and more sustainable society. Kata Kunci: Community Service. Noble Character. Environmental Education. Health. Disaster. PENDAHULUAN Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berperan strategis sebagai penghubung antara dunia akademik dan realitas sosial. Melalui kegiatan Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 pengabdian, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat menjadi wujud tanggung jawab sosial perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan manusia dan sosial. Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor dipilih sebagai lokasi kegiatan pengabdian berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang menunjukkan perlunya pendampingan terpadu dalam berbagai aspek Masyarakat membutuhkan penguatan nilai-nilai karakter, peningkatan kesadaran kesehatan, pembiasaan perilaku hidup yang bertanggung jawab, serta peningkatan kapasitas dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Kebutuhan tersebut menuntut adanya pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi mengintegrasikan berbagai aspek secara simultan dan saling mendukung. Dalam konteks perubahan sosial yang semakin dinamis, penguatan budi pekerti menjadi fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang berintegritas dan beretika. Penguatan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, kerja sama, merupakan nilai-nilai yang harus ditanamkan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Pendidikan karakter yang dikemas dalam kegiatan pengabdian diharapkan dapat memperkuat kesadaran individu dan kolektif dalam kehidupan bermasyarakat (Lickona, 2. Selain penguatan karakter, kegiatan pengabdian ini juga mengintegrasikan edukasi pemilahan sampah rumah tangga sebagai bagian dari pembiasaan perilaku bertanggung jawab. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik dimanfaatkan melalui kegiatan pembuatan prakarya yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan masyarakat, sedangkan sampah nonorganik diolah menjadi pupuk sebagai bentuk pemanfaatan ulang yang bernilai guna. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menekankan partisipasi aktif warga sebagai kunci keberhasilan pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan (KLHK,2. Aspek kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan pengabdian ini. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dasar sebagai langkah deteksi dini masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan tinggi badan. Kegiatan ini disertai dengan edukasi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana juga menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian ini. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Edukasi kebencanaan dan simulasi mitigasi dilakukan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman dasar mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kesiapan mental dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Untuk menjawab kebutuhan yang bersifat multidimensi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sinergi strategis empat institusi pendidikan tinggi, yaitu ITB Dewantara. ITB Vinus. Poltekkes, dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA). Kolaborasi lintas institusi ini memungkinkan integrasi berbagai disiplin ilmu dan keahlian, sehingga program yang dirancang menjadi lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap institusi berkontribusi sesuai dengan kompetensi intinya dalam mendukung keberhasilan kegiatan. Program pengabdian yang dilaksanakan meliputi pembelajaran budi pekerti, edukasi pemilahan dan pemanfaatan sampah, pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi dan simulasi kebencanaan, serta pelatihan keterampilan prakarya. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat berperan aktif sebagai subjek kegiatan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam membentuk masyarakat Desa Purwabakti yang berkarakter, sehat secara jasmani dan rohani, memiliki kesadaran dalam mengelola sumber daya, serta tanggap dan resilien dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sekaligus merefleksikan peran nyata perguruan tinggi dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. METODE Pelaksanaan Program Edukasi Karakter. Kesehatan dan Kebencanaan di Desa Purwabakti menggunakan pendekatan penelitian partisipatif berorientasi aksi (Participatory Action Research/PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat sebagai subject perubahan sosial (Sugiyono, 2. Melalui pendekatan partisipatif masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi turut serta menjadi pelaku utama perubahan sosial yang terlibat aktif mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan sehingga program yang dijalankan menjadi lebih relevan dengan kebutuhan lokal masyarakat. (Chambers. Tahap pertama, pelaksanaan intervensi yang merupakan inti dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dirancang dalam kerangka Participatory Action Research (PAR), di mana masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai aktor utama dalam proses perubahan sosial. Seluruh program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 sehingga setiap kegiatan mendorong keterlibatan aktif warga dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Intervensi diawali dengan pelaksanaan edukasi karakter melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi sederhana yang bertujuan menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kerja sama. Pendekatan ini menekankan proses internalisasi nilai agar peserta tidak hanya memahami secara kognitif, tetapi juga mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Selanjutnya, program edukasi kebencanaan dilaksanakan melalui penyuluhan berbasis pengalaman dan praktik langsung. Materi disusun mengacu pada modul edukasi kebencanaan yang relevan dengan kondisi lokal, disertai dengan kegiatan simulasi mitigasi bencana untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi risiko bencana. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkahlangkah preventif, tanggap darurat, serta upaya pemulihan pascabencana. Pada aspek lingkungan, dilakukan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik yang dipadukan dengan kegiatan berbasis prakarya. Masyarakat diberikan pendampingan langsung dalam memilah sampah di tingkat rumah tangga serta memanfaatkan sampah organik dan anorganik menjadi produk bernilai guna. Pendekatan praktik langsung ini bertujuan membangun kesadaran ekologis sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas, sehingga tercipta pola perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, intervensi juga mencakup pelayanan dan pemeriksaan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan profesional dari Poltekkes. Pemeriksaan kesehatan dasar merupakan strategi utama dalam pelayanan kesehatan primer untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tidak menular (World Health Orgazation, 2. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan tinggi badan sebagai bentuk deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat. Layanan ini dilengkapi dengan konseling kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh informasi tentang status kesehatannya, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat. Untuk memastikan keberlanjutan dampak program, seluruh rangkaian intervensi didukung oleh pendampingan partisipatif yang dilakukan secara intensif selama dan setelah kegiatan utama. Pendampingan ini bertujuan membantu masyarakat dalam mengadaptasi pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, proses intervensi tidak berhenti pada tataran kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang mendorong kemandirian dan keberlanjutan program di Desa Purwabakti. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Pelaksanaan kegiatan di lapangan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam setiap rangkaian program. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan praktis serta kesadaran kolektif masyarakat terhadap berbagai isu strategis yang Kegiatan diawali dengan edukasi kebencanaan yang dilakukan melalui penyuluhan dan ceramah interaktif. Materi yang disampaikan mengacu pada modul edukasi kebencanaan yang disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) . , sehingga substansi yang diberikan memiliki dasar konseptual dan praktis yang kuat. Selain penyampaian materi, masyarakat juga dilibatkan secara aktif dalam simulasi mitigasi bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, membangun respons cepat, serta melatih keterampilan praktis masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana. Selanjutnya, program edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik berbasis prakarya dilaksanakan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dari tingkat rumah tangga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sampah organik dimanfaatkan melalui kegiatan pembuatan prakarya yang mendorong kreativitas dan keterampilan masyarakat, sementara sampah anorganik diolah menjadi pupuk sebagai bentuk pemanfaatan ulang yang memiliki nilai guna. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui praktik langsung dengan pendampingan intensif, sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah berbasis komunitas yang menekankan partisipasi aktif warga (Fatimah. Dalam rangka membentuk karakter masyarakat, kegiatan juga mencakup edukasi budi pekerti luhur yang disampaikan melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Materi difokuskan pada penanaman nilai-nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kerja sama. Pendekatan yang digunakan mengacu pada konsep pendidikan karakter yang menekankan proses internalisasi nilai agar dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan seharihari, bukan sekadar dipahami secara kognitif (Abdullah, 2. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi penguatan karakter individu sekaligus kohesi sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Aspek kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian melalui pelayanan dan pemeriksaan kesehatan dasar yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dari Politeknik Kesehatan (Poltekke. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, dan tinggi badan sebagai langkah awal deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan. Kegiatan ini dilengkapi dengan konseling kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memperoleh arahan untuk menerapkan pola hidup sehat. Pelaksanaan layanan ini Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 mengacu pada panduan pelayanan kesehatan dasar masyarakat yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI . Untuk menjamin keberlanjutan hasil kegiatan, dilakukan pendampingan partisipatif baik selama maupun setelah pelaksanaan program utama. Pendampingan ini bertujuan memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada tataran kegiatan, tetapi dapat diadopsi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diarahkan pada pembentukan kemandirian masyarakat sehingga program yang dijalankan tidak bersifat sementara, melainkan mampu memberikan dampak jangka panjang. Sebagai tahap akhir, dilaksanakan evaluasi dan refleksi program yang mencakup evaluasi proses, evaluasi hasil, serta evaluasi dampak awal. Evaluasi proses dilakukan untuk menilai efektivitas metode pelaksanaan kegiatan, sedangkan evaluasi hasil difokuskan pada ketercapaian output yang telah Selain itu, dilakukan pemantauan singkat pasca-kegiatan untuk melihat dampak awal program terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat. Seluruh rangkaian evaluasi diakhiri dengan kegiatan refleksi bersama antara masyarakat dan tim pengabdi, yang berfungsi sebagai sarana umpan balik sekaligus dasar perbaikan program di masa mendatang. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip penelitian tindakan yang menekankan siklus perbaikan berkelanjutan melalui refleksi kritis terhadap praktik yang telah dilakukan (Purwanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Panitia Pengabdian Masyarakat Desa Purwabakti Program pengabdian masyarakat di Desa Purwabakti dilaksanakan dengan menggunakan metodologi Participatory Action Research (PAR). Metode ini dipilih karena tidak memandang masyarakat sebagai penerima bantuan pasif, melainkan sebagai mitra aktif dan pelaku utama perubahan. Penerapannya dilakukan melalui beberapa tahap yang saling berkelindan. Proses dimulai dengan dialog mendalam bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk mengidentifikasi kebutuhan serta masalah yang paling mendesak Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Dari dialog tersebut, program dirancang secara kolaboratif dengan menyelaraskan gagasan tim pengabdi dan pengetahuan lokal serta kapasitas Selama pelaksanaan, intervensi dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan kondisi lapangan. Tahap evaluasi dan refleksi pun melibatkan seluruh pihak sehingga keseluruhan proses benar-benar partisipatif, kontekstual, dan diarahkan untuk menciptakan keberlanjutan program setelah tim pengabdi meninggalkan lokasi. Edukasi kebencanaan berbasis komunitas terbukti lebih efektif dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat karena mendorong kesiapsiagaan bersama dan pemahaman risiko yang sesuai dengan masyarakat (UNDRR, 2. Pelaksanaan program menghasilkan berbagai capaian nyata yang saling terkait dalam empat bidang utama, yaitu kebencanaan, kesehatan, pengelolaan sampah, dan pendidikan karakter. Gambar 2. Edukasi Kebencanaan oleh ITB VINUS Pada bidang kebencanaan yang merupakan hasil kolaborasi antara ITB Vinus dan masyarakat, kegiatan difokuskan pada peningkatan ketahanan terhadap banjir dan longsor yang keerap mengancam wilayah desa. Edukasi disampaikan secara interaktif dengan menekankan tiga pilar utama, yaitu mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini. Dalam aspek mitigasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai upaya struktural seperti pembuatan sumur resapan untuk menampung air hujan, penanaman pohon keras di lereng untuk mencegah longsor, serta pemeliharaan saluran drainase. Selain itu, disampaikan pula upaya non-struktural berupa penyusunan aturan bersama mengenai larangan membuang sampah ke sungai dan pentingnya tidak mendirikan bangunan di wilayah rawan bencana. Pada aspek kesiapsiagaan, masyarakat diajak menyusun rencana darurat keluarga dan komunitas, menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting seperti makanan, air, obat-obatan, dan dokumen, serta menentukan titik kumpul dan jalur evakuasi yang aman. Sementara itu, pada aspek sistem peringatan dini, warga diperkenalkan pada cara mengenali tanda-tanda alam seperti perubahan warna air sungai atau munculnya retakan tanah, serta pentingnya menyebarkan informasi secara cepat dan tepat. Untuk memudahkan pemahaman, digunakan media video visual yang menampilkan lokasi-lokasi rawan di lingkungan mereka sendiri, sehingga materi menjadi lebih relevan dan kontekstual. Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan simulasi evakuasi secara langsung, di mana warga berlatih menyelamatkan diri menuju titik kumpul dengan tertib. Simulasi ini Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 berhasil mengubah pemahaman teoritis menjadi keterampilan praktis dan menjadi fondasi awal tumbuhnya budaya siaga bencana di tingkat akar rumput. Gambar 3. Pemeriksaan Kesehatan oleh Poltekkes Pada bidang pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh Poltekkes, kegiatan berhasil menjangkau warga melalui pemeriksaan kesehatan sederhana namun penting. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah untuk deteksi dini hipertensi, pemeriksaan kadar gula darah untuk mengantisipasi risiko diabetes, serta pengukuran antropometri berupa berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut guna menilai status gizi dan risiko penyakit. Seluruh hasil pemeriksaan dicatat secara sistematis dalam formulir khusus sehingga dapat dianalisis untuk memperoleh gambaran awal kondisi kesehatan masyarakat desa. Selain pemeriksaan, petugas kesehatan juga memberikan konseling secara individual kepada peserta. Konseling lebih menekankan pada upaya pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan, seperti pentingnya mengurangi konsumsi makanan asin dan berminyak, anjuran untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah lokal yang mudah diperoleh, serta ajakan untuk lebih aktif bergerak dan berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini menjadi pintu masuk yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Data yang terkumpul juga menjadi basis informasi yang berharga bagi perencanaan program kesehatan lanjutan di Desa Purwabakti. Gambar 4. Pendidikan Karakter dan Pengelolaan Sampah oleh ITB DEWANTARA dan UIKA Pada bidang pengelolaan lingkungan dan pendidikan karakter yang merupakan sinergi antara ITB Dewantara. Universitas Ibn Khaldun, dan Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 masyarakat, pendekatan yang digunakan bersifat integratif dengan menyatukan upaya pelestarian lingkungan dan penanaman nilai-nilai luhur. Edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga langsung dipraktikkan. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun diolah menjadi kompos untuk pupuk tanaman atau dimanfaatkan sebagai bahan prakarya kreatif seperti eco-print dari daun. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kemasan dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijadikan ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik lain dan dapat disusun menjadi furnitur sederhana. Proses praktik ini menjadi media pembelajaran karakter yang sangat efektif, karena secara langsung menanamkan nilai kejujuran ketika peserta tidak mencampur jenis sampah, menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk tidak membuang sampah sembarangan karena menyadari bahwa sampah dapat diolah kembali, serta menguatkan kepedulian dan kerja sama yang terlihat dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Dengan demikian, nilai-nilai luhur diinternalisasi secara alami melalui kebiasaan sehari-hari. Pendekatan berbasis komunitas ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga serta membuka peluang ekonomi kreatif dari kompos, kerajinan, dan ecobrick yang memberikan nilai tambah terhadap barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Dilanjutkan pada hari kedua kegiatan, anak-anak berkumpul terlebih dahulu di posko sebagai titik awal. Setelah semua siap, anak-anak bersama panitia berjalan menuju bukit. Perjalanan menuju bukit dilalui melalui tiga pos kegiatan, di mana setiap pos memiliki permainan edukatif yang berbeda. Gambar 5. Kegiatan Games di Pos 1 Di Pos 1, permainan yang dilakukan adalah Letter Hunt. Panitia menyembunyikan kartu-kartu huruf di sekitar area pos. Anak-anak diminta untuk mencari kartu huruf yang tersembunyi tersebut. Setelah berhasil menemukannya, anak-anak menyebutkan huruf yang mereka dapatkan sebagai bentuk pengenalan dan penguatan kemampuan membaca. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Gambar 6. Kegiatan Outdoor di Pos 2 Selanjutnya, anak-anak melanjutkan perjalanan ke Pos 2. Di pos ini, anakanak dan panitia bernyanyi bersama dengan penuh semangat. Kegiatan bernyanyi dilakukan sebanyak lima lagu anak-anak yang bertujuan untuk menciptakan suasana ceria serta meningkatkan kebersamaan. Gambar 7. Kegiatan Jalan sehat di Pos 3 Setelah itu, anak-anak menuju Pos 3. Permainan di pos ini berfokus pada kemampuan berhitung. Anak-anak diberikan tebak-tebakan hitungan sederhana, seperti 5 3, 8 Oe 4, dan soal hitungan lainnya, untuk melatih kemampuan numerasi mereka. Setelah seluruh rangkaian permainan di setiap pos selesai, anak-anak turun kembali dari bukit dan berkumpul lagi di posko. Kegiatan hari kedua ditutup dengan sesi story telling sebagai penutup yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak. Keberhasilan program ini didukung oleh beberapa faktor kunci, di antaranya kolaborasi interdisipliner dari empat institusi dengan keahlian berbeda di bidang teknik, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang menjadikan program bersifat holistik dan mampu menjawab persoalan dari berbagai sisi secara simultan. Keterlibatan pihak lokal melalui forum diskusi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat juga memastikan bahwa program Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 yang dijalankan relevan dengan kebutuhan serta mendapat dukungan dari struktur sosial yang ada. Selain itu, pendampingan partisipatif yang dilakukan selama dan setelah kegiatan utama membantu masyarakat mengadopsi pengetahuan dan keterampilan menjadi kebiasaan baru, sehingga program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Meskipun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga keberlanjutan inisiatif secara mandiri oleh masyarakat setelah program selesai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, telah dibentuk kader-kader desa di setiap bidang, yaitu kebencanaan, kesehatan, dan lingkungan. Kader ini merupakan warga yang paling aktif dan memiliki minat tinggi, yang selanjutnya akan didampingi secara berkala oleh tim pengabdi melalui komunikasi daring maupun kunjungan lanjutan. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang terus memotivasi masyarakat sekitar agar program tidak berhenti, melainkan berkembang sesuai dengan kebutuhan Desa Purwabakti di masa mendatang. Evaluasi yang dilakukan di akhir program menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk merancang langkah-langkah konkret dalam menjamin keberlanjutan SIMPULAN Program Edukasi Karakter. Kesehatan, dan Kebencanaan di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor telah berhasil dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses perubahan sosial. Melalui keterlibatan aktif warga sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, kegiatan pengabdian ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara kontekstual dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam empat aspek utama, yaitu pendidikan karakter, kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan kesiapsiagaan Edukasi budi pekerti yang terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari berhasil menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kerja sama secara aplikatif. Pada aspek kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar dan konseling promotifAepreventif meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat. Sementara itu, edukasi kebencanaan yang dilengkapi dengan simulasi evakuasi mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun budaya siaga bencana di tingkat komunitas. Integrasi pengelolaan sampah dengan kegiatan prakarya kreatif juga memberikan dampak positif tidak hanya terhadap kebersihan lingkungan, tetapi sekaligus memperkuat karakter, kohesi sosial, dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis komunitas. Kegiatan edukatif bagi anak-anak melalui permainan dan storytelling turut memperkuat aspek literasi, numerasi, dan pembentukan karakter sejak usia dini. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi lintas institusi yang bersifat interdisipliner serta pendampingan partisipatif yang intensif. Meskipun tantangan utama terletak pada keberlanjutan program pascakegiatan, pembentukan kader desa di bidang kebencanaan, kesehatan, dan lingkungan menjadi langkah strategis untuk menjaga kesinambungan dampak program. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan sosial yang nyata, berkelanjutan, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat desa yang berkarakter, sehat, peduli lingkungan, serta tangguh menghadapi bencana. DAFTAR PUSTAKA