AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENGARUH LITERASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN TERHADAP PENDAPATAN PADA UMKM DI LANGOWAN Isaura Mamesah1. Robert R. Winerungan2. Adventinus K. Lambut 3 Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Manado1. 21304175@unima. ABSTRAK Riset ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan finansial dan pengelolaan keuangan terhadap pendapatan UMKM di Langowan. Riset ini menerapkan pendekatan berbasis data numerik dengan metode deskriptif. Populasi yang menjadi fokus riset adalah 2. 100 pelaku UMKM di Langowan. Sampel diambil menerapkan teknik convenience sampling dengan perhitungan Dilihat dari rumus Hair et al. , sehingga diperoleh 120 responden. Informasidikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur literasi dan pengelolaan keuangan menerapkan skala Likert, yang disebarkan melalui tautan Google Form. Analisis informasi dilakukan menerapkan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa . kemampuan finansial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, . pengelolaan keuangan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dan . kemampuan finansial serta pengelolaan keuangan secara bersama-sama memengaruhi pendapatan UMKM. Kata kunci: Kemampuan finansial. Pengelolaan Keuangan. Pendapatan UMKM ABSTRACT This research aims to examine the impact of financial literacy and financial management on the income of MSMEs in Langowan. The study employs a descriptive design with a quantitative approach. The population comprises 2,100 MSME participants in Langowan. Convenience sampling was used as the sampling method, applying Hair et al. 's formula, which yielded a sample size of 120 respondents. Informasiwere collected through a questionnaire developed to assess financial literacy and financial management using a Likert scale, distributed via a Google Form link. Multiple linear regression analysis was performed using SPSS version The partial analysis findings reveal that . financial literacy significantly influences income, . financial management significantly affects income, and . both financial literacy and financial management jointly have a significant impact on income. Keywords: Financial Literacy. Financial Management. MSME Income PENDAHULUAN Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah adalah kegiatan bisnis yang dijalankan oleh perseorangan atau badan usaha kepunyaan pribadi, kelompok keluarga dan badan usaha ukuran kecil (Sumual & Miran, 2. UMKM adalah salah satu kegiatan ekonomi strategis yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi negara industri dan negara berkembang (Darea et al. , 2. Bermunculan banyaknya UMKM di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Langowan, hal ini yang membuat pemandangan yang biasa saja bagi kehidupan masyarakat disekitarnya (Tangkau et al. , 2. Mereka sering kali menjadi penyedia lapangan kerja dan berkontribusi pada pengurangan angka pengangguran. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal. UMKM juga membantu mempertahankan budaya lokal melalui produk yang di tawarkan. Pasar tradisional Langowan merupakan pusat ekonomi, sosial dan budaya di Minahasa, setiap selasa, kamis, terutama setiap di hari sabtu dan menjelang hari besar seperti natal atau AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 pengucapan syukur jumlah pengunjung dan pedagang meningkat derastis. Rutinitas mingguan ini bukan hanya menjadi ajang transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga menampilkan kekhasan lokal Minahasa. Dinas koperasi. Usaha kecil, dan Menengah Kabupaten Minahasa mekepunyaani informasimengenai Jumlah Unit yang terdaftar di setiap Kecamatan, termasuk Langowan. Dilihat dari informasi terakhir dan terbaru hanya ada di tahun 2019, yaitu hanya 30 unit saja UMKM di Langowan yang terdaftar di Dinas Koperasi. Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Minahasa. Banyak UMKM yang mungkin tidak terdaftar di Dinas koperasi dan UKM karena kurangnya pemahaman atau kesadaran tentang pentingnya pendaftaran usaha, juga tidak adanya kewajiban pendaftaran bagi usaha mikro yang lebih kecil atau mungkin proses administrasi yang dirasa rumit sehingga sebagian besar UMKM tidak terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM (Ananda et al. , 2. Dilihat dari survey lapangan yang dilakukan pengkaji, belum tersedia informasibenar untuk UMKM di Langowan. Namun dari hasil wawancara awal . reliminary intervie. bersama Camat Langowan diperkirakan terdapat A 50 UMKM di setiap desa. Di Langowan Raya terdapat 42 desa dan 4 kecamatan sehingga estimasi jumlah UMKM dalam riset ini adalah A 2. 100 pelaku UMKM di Langowan. Di era sekarang ini UMKM di Indonesia termasuk di Langowan terus meningkat, dimana sebagian pelaku UMKM semakin menunjukkan kreativitas dalam membangun dan memulai usaha secara mandiri, mencakup sektor kuliner, fashion, kosmetik, teknologi, otomotif, dan lain-lain (Mangare et al. , 2. Namun banyak UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala baik eksternal ataupun internal yang menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan usahanya salah satunya seperti masalah pendapatan yang tidak stabil dan cenderung rendah (Yolanda & Hasanah, 2. Permasalahan ini sering kali dipicu oleh penjualan yang fluktuatif, daya saing produk yang lemah, keterbatasan akses ke pasar, dan ketergantungan pada satu jenis produk atau segmen pelanggan saja (Ilham & Kulsaputro, 2. Namun, lebih dari sekadar persoalan eksternal seperti persaingan pasar atau keterbatasan modal, menurut Tangkau et al. , . akar dari permasalahan pendapatan UMKM juga dapat ditemukan dalam aspek internal, terutama dalam hal literasi finansial dan pengelolaan finansial usaha. Rendahnya tingkat literasi finansial di kalangan pelaku UMKM menyebabkan mereka kurang memahami prinsip dasar dalam mengelola finansial usaha secara profesional. Pemahaman tentang literasi finansial mekepunyaani peran krusial dalam proses pengambilan keputusan finansial (Tangkau et al. , 2. Banyak pelaku UMKM tidak melakukan pencatatan finansial secara rutin dan sistematis, sehingga tidak mekepunyaani gambaran yang jelas mengenai kondisi finansial usaha mereka, hal ini sejalan dengan pandangan Sitepu et al. yang menyatakan bahwa usaha kecil cenderung lebih berfokus pada produksi dan operasional usaha saja. Akibatnya, mereka sulit untuk menganalisis pergerakan kas, menentukan laba dengan tepat, atau menentukan pilihan finansial yang tepat. Menurut Bangun & Lisanto . , masih banyak pelaku UMKM yang mencampuradukkan finansial pribadi dengan finansial usaha. Hal ini menyebabkan kebingungan dalam menentukan modal, laba, dan biaya operasional yang sebenarnya. Tanpa adanya pemisahan yang jelas, pelaku usaha cenderung menerapkan dana usaha untuk keperluan pribadi atau sebaliknya, yang pada akhirnya mengacaukan stabilitas finansial bisnis. Rendahnya kemampuan dalam membuat perencanaan anggaran, mengelola utang piutang, serta kurangnya pemahaman terhadap pentingnya dana darurat dan cadangan usaha juga berkontribusi terhadap kerentanan UMKM terhadap gangguan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 ekonomi, seperti saat terjadi penurunan permintaan atau krisis finansial (Bangun & Lisanto, 2. Kurangnya pengelolaan finansial yang baik juga berdampak pada kemampuan UMKM dalam mengakses pembiayaan eksternal (Bangun & Lisanto, 2. Lembaga finansial, seperti bank atau koperasi, umumnya mensyaratkan laporan finansial yang jelas sebagai dasar untuk memberikan pinjaman. Ketika UMKM tidak mampu menyediakan informasitersebut, mereka kehilangan peluang untuk mendapatkan tambahan modal yang dapat diterapkan untuk memperluas usaha atau meningkatkan kualitas produk dan Dengan demikian, rendahnya literasi finansial tidak hanya memengaruhi efisiensi operasional, tetapi juga menghambat pertumbuhan usaha dalam jangka panjang. Oleh karena itu, peningkatan literasi finansial dan kapasitas pengelolaan finansial menjadi sangat penting bagi pelaku UMKM. Pelatihan finansial dasar, pembinaan manajemen usaha, serta penggunaan teknologi digital seperti aplikasi pencatatan finansial dapat menjadi solusi strategis untuk memperbaiki kondisi ini. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana mengatur, mencatat, dan mengelola finansial secara benar, pelaku UMKM tidak hanya mampu menjaga kestabilan pergerakan kas dan meningkatkan pendapatan, tetapi juga lebih siap menghadapi risiko usaha dan berkembang secara berkelanjutan. TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Literasi Finansial Menurut Arianti . , literasi keuangan atau melek keuangan mengacu pada kemampuan atau tingkat pemahaman/pengetahuan seseorang atau masyarakat tentang bagaimana uang bekerja. Lusardi & Mitchell . menekankan bahwa rendahnya literasi finansial dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam mengelola finansial, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan finansialnya di masa depan Pengelolaan Finansial Menurut Kasmir dalam Dahrani et al. , pengelolaan keuangan merupakan segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh . Pengelolaan ini melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari penganggaran, investasi, manajemen pergerakan kas, hingga pengendalian risiko (Horne & Wachowicz, 2. Pengelolaan finansial yang baik sangat penting untuk memastikan stabilitas finansial, meningkatkan profitabilitas, dan mencapai tujuan jangka Pendapatan Dalam Financial Management for Decision Makers. Atrill . menjelaskan bahwa pendapatan adalah Auuang yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa serta aliran kas lainnya yang dapat diidentifikasi. Ay Mereka menekankan pentingnya analisis pendapatan dalam konteks proses penentuan keputusan. Pendapatan yang baik menunjukkan kinerja yang sehat, sedangkan penurunan pendapatan bisa menjadi sinyal peringatan bagi manajemen. Mereka juga membahas bagaimana pengelolaan pendapatan yang baik dapat membantu perusahaan dalam merencanakan strategi bisnis ke depan. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir adalah hubungan logis antara Faktor bebas dan dependen. Berikut gambarannya: AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 UMKM Langowan Pengelolaan Keuangan(X. Literasi Keuangan (X. Pendapatan (Y) Gambar 1. Kerangka Berpikir Hipotesis H1: Terdapat hubungan literasi finansial terhadap pendapatan UMKM di Langowan. H2: Terdapat hubungan pengelolaan finansial terhadap pendapatan UMKM di Langowan. H3: Terdapat hubungan antara tingkat literasi finansial dan cara pengelolaan finansial dengan pendapatan UMKM di wilayah Langowan. METODE PENELITIAN Metode Riset Riset ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan metode berbasis data numerik. Menurut Sugiyono . , pendekatan berbasis data numerik adalah metode yang memanfaatkan informasiberbentuk angka atau yang dapat dikuantifikasi. Pemilihan pendekatan ini didasarkan pada Faktor-Faktor yang dapat diamati secara objektif, di mana analisis statistik diterapkan untuk mengPengujianhipotesis guna memperoleh temuan yang dapat digeneralisasikan. Populasi dan Sampel Jumlah populasi dalam riset ini belum tersedia informasibenar untuk UMKM di Langowan. Namun, dari hasil wawancara awal . reliminary intervie. bersama Camat Langowan diperkirakan terdapat A 50 UMKM di setiap desa. Di Langowan Raya terdapat 42 desa dan 4 kecamatan sehingga estimasi jumlah populasi UMKM dalam riset ini adalah A 2. 100 pelaku UMKM di Langowan. Dalam riset ini, pengkaji menerapkan pengambilan sampel non-probabilitasyaitu convenience sampling. Menurut Sugiyono . , convenience sampling didasarkan pada kesediaan responden untuk mengisi kuesioner. Pendekatan sampel ini diterapkan untuk mempermudah dalam pelaksanaan tesis karena Langowan mekepunyaani jumlah populasi pelaku UMKM yang besar. Menurut Hair et al. , jika ukuran sampel terlalu besar, kecil kemungkinan untuk memperoleh estimasi goodness of fit yang layak. Oleh karena itu, 5-10 observasi direkomendasikan sebagai ukuran sampel minimal untuk setiap parameter yang diestimasikan. Riset ini menerapkan skala 10 dikarenakan riset ini adalah bersifat sosial berskala besar, jumlah indikator . dikali 10 sehingga menghasilkan ukuran sampel sebanyak 120 Teknik Pengumpulan Data Pengkaji akan menerapkan riset Kuesioner. Kuesioner yang akan dirancang untuk mengukur literasi dan pengelolaan finansial menerapkan skala Likert dengan membagikan link google form. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Teknik Analisis Informasi Tujuan analisis ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang informasidan menerapkan informasi yang ditemukan untuk membuat keputusan. Perangkat lunak Statistical Package for Social Sciences (SPSS) akan diterapkan untuk menangani dan menganalisis informasiyang dikumpulkan dari hasil kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Validitas Menurut Ghozali . , sebuah pertanyaan dianggap benar jika nilai korelasi item dengan total yang sudah dikoreksi lebih tinggi dari nilai r-Tabel. Dalam riset ini, terdapat 120 responden dengan tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, derajat kebebasan (DF) untuk Pengujianr adalah N-2, yaitu 118, sehingga nilai r-Tabel sebesar 0,179. Dengan demikian, pertanyaan dinyatakan valid jika nilai CITC melebihi 0,179. Tabel 1. Hasil Pengujian Benaritas Faktor (X. Literasi Finansial Pertanyaan r hitung r Table Penjelasan 0,323 0,179 Benar 0,464 0,179 Benar 0,207 0,179 Benar 0,335 0,179 Benar 0,627 0,179 Benar 0,723 0,179 Benar 0,215 0,179 Benar 0,749 0,179 Benar 0,651 0,179 Benar Sumber : Informasiolahan SPSS. Tabel 2. Hasil Pengujian Benaritas Faktor (X. Pengelolaan Finansial Pertanyaan r hitung r Table Penjelasan P10 0,383 0,179 Benar P11 0,341 0,179 Benar P12 0,216 0,179 Benar P13 0,370 0,179 Benar P14 0,616 0,179 Benar P15 0,494 0,179 Benar P16 0,607 0,179 Benar P17 0,483 0,179 Benar P18 0,518 0,179 Benar Sumber : Informasiolahan SPSS . Tabel 3. Hasil PengujianBenaritas Faktor (Y) Pendapatan Pertanyaan r hitung r Table Penjelasan P19 0,425 0,179 Benar P20 0,538 0,179 Benar P21 0,511 0,179 Benar P22 0,522 0,179 Benar P23 0,603 0,179 Benar P24 0,539 0,179 Benar P25 0,573 0,179 Benar P26 0,612 0,179 Benar AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 P27 0,594 0,179 Benar Sumber : Informasiolahan SPSS . Pengujian Keandalan Dilihat dari hasil Pengujiankeandalan, semua Faktor dalam kuesioner Hasil riset ini memperlihatkan besaran nilai CronbachAos alpha di atas 0,5, yang menandakan bahwa instrumen riset ini dapat diandalkan (Hair et al. , 2. Nilai CronbachAos alpha tertinggi sebesar 0,703 terdapat pada Faktor pendapatan, sedangkan nilai terendah sebesar 0,512 ditemukan pada Faktor manajemen keuangan. Tabel 4. Hasil PengujianReabilitas Reliability Statistic Faktor Koefisien Reliabilitas N of Item Penjelasan Literasi Finansial (X. 0,615 Dapat Dipercaya Pengelolaan Finansial (X. 0,512 Dapat Dipercaya Pendapatan (Y) 0,703 Dapat Dipercaya Sumber : Informasiolahan SPSS . Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif diterapkan dengan mengacu pada karakteristik informasiseperti nilai terendah, nilai tertinggi, nilai rata-rata, serta standar deviasi. Jumlah informasi(N) dalam riset ini berasal dari 120 responden. Unit analisis dibentuk Dilihat dari seluruh Faktor yang diterapkan dalam studi ini. Tabel 5. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Faktor Literasi Finansial Pengelolaan finansial Pendapatan Min Max Rata - rata Simpangan baku Sumber : Informasiolahan SPSS . Dilihat dari hasil informasianalisis deskripsif dapat digambarkan distribusi informasiyang didapat oleh pengkaji yaitu: Faktor literasi finansial (X. , dari informasitersebut bisa di deskripsikan bahwa nilai minimum literasi finansial adalah 17 sedangkan nilai maksimum sebesar 34, rata-rata literasi finansial dibulatkan menjadi 26,11 dan standar deviasi 3. Faktor pengelolaan finansial (X. , dari informasitersebut bisa di deskripsikan bahwa nilai minimum pengelolaan finansial adalah 25 sedangkan nilai maksimum sebesar 40, rata-rata pengelolaan finansial dibulatkan menjadi 31,15 dan standar deviasi 2. Faktor pendapatan (Y), dari informasitersebut bisa di deskripsikan bahwa nilai minimum pendapatan adalah 23 sedangkan nilai maksimum pendapatan adalah 39, ratarata pendapatan dibulatkan menjadi 30,1 dan standar deviasi 3. Pengujian distribusi normal Pengujian normalitas dalam riset ini menerapkan aplikasi SPSS 25 dengan metode one sample Kolmogorov-simirnov test, dimana suatu informasidinyatakan lulus Pengujian distribusi normal jika nilai tingkat keberartian lebih besar dari 0,05 dan jika suatu informasibernilai lebih kecil dari 0,05 maka dinyatakan tidak tersebar secara normal (Ghozali, 2. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Sumber : Informasiolahan SPSS . Gambar 2. Hasil Pengujian distribusi normal Menerapkan P-Plot Tampilan grafis P-Plot di atas memperlihatkan bahwa sebaran informasikonsisten mengikuti dan mendekati garis diagonal, yang menandakan bahwa informasidalam riset ini terdistribusi secara normal. Sebagai langkah konfirmasi atas Pengujian distribusi normal, pengkaji juga melaksanakan PengujianKolmogorov-Smirnov. Tabel 6. Hasil Pengujian distribusi normal Menerapkan Kolmogrov-Smirnov Penjelasan Asymp. -taile. Nilai Sumber : Informasiolahan SPSS . Pengujian Multikolinieritas Pengujianmultikolinieritas dilakukan untuk mengidentifikasi adanya masalah multikolinearitas dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan tolerance. Apabila nilai VIF lebih dari 10, hal ini menunjukkan adanya korelasi antar Faktor bebas, sedangkan jika nilai VIF kurang dari 10, maka tidak terdapat korelasi antar Faktor bebas. Tabel 7. Hasil PengujianMultikolinieritas Faktor Tolerance VIF Literasi Finansial Pengelolaan Finansial Sumber : Informasiolahan SPSS . Pengujian Heteroskedastisitas Pengujianini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan heteroskedastisitas dalam riset dengan memeriksa apakah terdapat model khusus pada tampilan grafis penyebaran antara ZRESID dan ZPRED. Sumber : Informasiolahan SPSS . Gambar 3. Hasil PengujianHeteroskedastisitas AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Tampilan grafis scatterplot memperlihatkan bahwa informasitersebar secara acak di atas dan di bawah garis nol pada sumbu Y, tanpa menunjukkan pola yang spesifik. Hal ini mengindikasikan tidak adanya heteroskedastisitas dalam model regresi, sehingga model tersebut layak diterapkan untuk memprediksi pendapatan Dilihat dari Faktor yang berpengaruh, yaitu kemampuan finansial dan manajemen keuangan. Selain itu. PengujianSpearman juga dapat diterapkan untuk mendeteksi keberadaan heteroskedastisitas, sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut: Tabel 8. Hasil PengujianHeteroskedastisitas (Pengujian spearma. Faktor Signifikansi Literasi Finansial Pengelolaan Finansial Sumber : Informasiolahan SPSS . Pengujian Hipotesis Metode regresi ganda Berikut ini adalah hasil Pengujianmetode regresi ganda yang diterapkan untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana Faktor bebas memengaruhi Faktor terikat. Tabel 9. Hasil Metode regresi ganda Model Unstandardizerd coefficients Std. Eror . Literasi Finansial Pengelolaan Finansial Sumber : Informasiolahahan SPSS . Dilihat dari tabel di atas dapat dilihat nilai konstan . ilai ) sebesar 5. kemudian nilai literasi finansial . ilai b. 290 dan nilai dari pengelolaan finansial . ilai b. Sehingga dapat disimpulkan persamaan linier berganda sebagai Y = 5. 290 X1 0. 549 X2 e Penjelasan : Y = Pendapatan X1 = Literasi Finansial X2 = Pengelolaan Finansial Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagi berikut: Apabila konstanta bernilai 5,392 maka berarti jika nilai literasi finansial (X. dan pengelolaan finansial (X. sama-sama nol maka nilai kinerja UMKM (Y) adalah 5,392. Nilai parameter regresiFaktor literasi finansial (X. adalah 0,290, yang berarti jika Faktor bebas lainnya tetap konstan dan literasi finansial meningkat sebesar satu persen, pendapatan akan meningkat sebesar 0,290. Besaran numerik positif menunjukkan hubungan positif antara literasi finansial dan pendapatan, dengan literasi finansial yang lebih baik menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Nilai parameter regresiFaktor pengelolaan finansial (X. adalah 0,549, yang berarti jika Faktor bebas lainnya tetap konstan dan pengelolaan finansial tumbuh sebesar satu persen, pendapatan akan naik sebesar 0,549. Besaran numerik positif menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara pengelolaan finansial dan pendapatan, pengelolaan finansial yang lebih tinggi berarti lebih banyak pendapatan. Hasil Pengujian t Pengujiant menentukan seberapa besar pengaruh satu Faktor bebas dalam menjelaskan Faktor terikat (Ghozali, 2. Jika nilai probabilitas kurang dari 0,05. Ha AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 diterima dan H0 ditolak. jika nilai probabilitas t melebihi 0,05. H0 diterima dan Ha ditolak (Ghozali, 2. Tabel 10. Hasil Pengujian t Faktor Literasi Finansial Pengelolaan Finansial t Hitung Signifikansi Sumber : Informasiolahan SPSS . Nilai t hitung untuk Faktor literasi finansial adalah 3,762 dengan tingkat signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung yang dihasilkan adalah 3,762 yang lebih besar dari t tabel sebesar 1,980. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti Faktor literasi finansial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, karena tingkat tingkat keberartian lebih kecil dari 0,05. Nilai t hitung untuk Faktor pengelolaan finansial adalah 6,308 dengan tingkat signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil riset menunjukkan bahwa nilai t hitung 6,308 lebih besar dari t tabel 1,980. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti Faktor pengelolaan finansial mekepunyaani pengaruh yang cukup besar terhadap pendapatan, karena tingkat tingkat keberartian lebih kecil dari 0,05. Hasil PengujianStatistik F Pengujian PengujianF dilakukan untuk menilai sejauh mana Faktor bebas secara bersama-sama . mekepunyaani pengaruh yang signifikan terhadap Faktor terikat (Ghozali, 2. Tabel 11. Hasil Pengujian F Sig. Sumber : Informasiolahan SPSS . Dilihat dari informasidi atas. H0 ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi finansial dan pengelolaan finansial mekepunyaani pengaruh yang signifikan dan simultan terhadap pendapatan UMKM. Hasil PengujianBesaran numerik Determinasi R Besaran numerik determinasi (RA) pada dasarnya mengukur seberapa baik model mampu menjelaskan variasi pada Faktor dependen. Nilai RA yang rendah mengindikasikan bahwa kemampuan Faktor independen dalam menerangkan Faktor terikat masih terbatas (Ghozali, 2. Tabel 12. Hasil Pengujian Besaran numerik Determinasi R R Square Ajusted R Square Sumber : Informasiolahan SPSS . Dilihat dari model ringkasan, riset ini memperoleh nilai Koefisien determinasi teradjustsebesar 0,406 atau 40,6%. Angka ini menunjukkan bahwa Faktor pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh Faktor kemampuan finansial dan pengelolaan keuangan sebesar 40,6%. Sementara itu, sebesar 0,594 atau 59,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam riset ini. Uraian Hasil Riset Hasil riset ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi finansial dan pengelolaan finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Langowan. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 Dilihat dari hasil Pengujianparsial, literasi finansial terbukti memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Pelaku UMKM yang mekepunyaani pemahaman finansial yang baik mampu menghitung harga pokok penjualan dengan akurat, menentukan harga jual yang kompetitif, mengatur pergerakan kas secara terencana, memanfaatkan peluang pembiayaan, serta mengelola risiko usaha secara lebih bijak sehingga pendapatan yang diperoleh menjadi lebih optimal. Ini sesuai dengan riset Lusardi & Mitchell . yang mengemukakan bahwa kemampuan literasi finansial menjadi faktor penting dalam proses penentuan keputusan ekonomi yang efektif dan berdampak pada peningkatan kinerja finansial. Sementara itu, hasil Pengujianparsial terhadap pengelolaan finansial juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Pengelolaan yang baik seperti pencatatan transaksi secara teratur, pemisahan finansial usaha dan pribadi, penyusunan anggaran, serta pengendalian biaya mampu menjaga kestabilan modal kerja, mencegah kebocoran finansial, dan memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan peluang usaha dengan lebih cepat. Hasil ini sejalan dengan temuan Mulyani . yang menyebutkan bahwa disiplin dalam pengelolaan finansial dapat meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas UMKM. Pengujiansimultan juga memperlihatkan bahwa kemampuan literasi finansial dan pengelolaan finansial secara bersama-sama mekepunyaani kontribusi terhadap peningkatan pendapatan UMKM di Langowan. Dengan kata lain, pemahaman finansial yang baik akan lebih efektif apabila didukung oleh praktik pengelolaan yang tertib dan Dalam konteks UMKM di Langowan, yang sebagian besar masih menghadapi keterbatasan pencatatan dan fluktuasi pendapatan akibat faktor musiman, kombinasi antara pengetahuan dan pengelolaan finansial menjadi strategi penting tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga untuk menjaga stabilitasnya dalam jangka panjang. PENUTUP Simpulan Literasi finansial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM karena kian tinggii tingkat literasi finansial yang dikepunyaani oleh pelaku UMKM, maka semakin baik mereka dalam menentukan pilihan finansial yang berdampak pada peningkatan pendapatan usaha. Literasi finansial membantu pelaku usaha memahami pentingnya perencanaan finansial, pencatatan transaksi, dan pengelolaan utang. Pengelolaan finansial juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM, karena pelaku UMKM yang mekepunyaani kebiasaan dalam menyusun anggaran, mencatat pergerakan kas, serta melakukan evaluasi finansial secara rutin, cenderung mekepunyaani pendapatan usaha yang lebih stabil dan cenderung meningkat dibandingkan pelaku yang tidak melakukan pengelolaan finansial secara optimal. Secara simultan, literasi finansial dan pengelolaan finansial berpengaruh terhadap pendapatan UMKM di Langowan. Kedua Faktor ini saling mendukung dalam menciptakan pengelolaan usaha yang sehat dan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan hasil usaha. Dilihat dari hasil riset, besaran numerik determinasi R sebesar 40,6%. Hal ini menunjukkan bahwa Faktor pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh Faktor literasi finansial dan pengelolaan finansial sebesar 40,6%. Sisanya sebesar 59,4% dipengaruhi oleh Faktor lain seperti permodalan perusahaan, ketersediaan pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, tingkat pendidikan, atau metode AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 pemasaran yang semuanya dapat berpotensi memberikan pengaruh terhadap pendapatan UMKM. Saran Pelaku UMKM disarankan untuk mulai menerapkan pencatatan finansial secara sederhana namun teratur, seperti mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran, memisahkan finansial pribadi dan usaha, serta membuat rencana finansial jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, pelaku UMKM juga disarankan untuk terus belajar dari berbagai sumber, seperti mengikuti pelatihan finansial, memanfaatkan platform digital edukatif, atau bergabung dalam komunitas bisnis yang aktif berbagi informasi. Kemudian bagi pemerintah daerah dan pembuat kebijakan khususnya di tingkat kecamatan dan kabupaten, diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan UMKM yang berfokus pada peningkatan literasi dan pengelolaan finansial. Keterbatasan Dilihat dari hasil penelitian dan simpulan, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu variabel yang digunakan masih terbatas hanya pada literasi keuangan dan pengelolaan keuangan, sehingga belum mampu menggambarkan faktor lain yang berpotensi memengaruhi pendapatan UMKM, seperti akses permodalan, inovasi produk, atau strategi pemasaran. Kemudian lingkup wilayah penelitian hanya berfokus pada Kecamatan Langowan, sehingga hasilnya belum terlalu kuat untuk dapat digeneralisasikan pada UMKM di wilayah lain dengan kondisi sosial ekonomi yang Oleh karena itu, penulis menyarankan agar riset selanjutnya dapat menambahkan Faktor lain dan juga memperluas cakupan wilayah penelitian agar hasil yang diperoleh bisa digeneralisasikan secara lebih menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA