IKHLAS Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. No. April 2025 ISSN: 2985-5187 Pelatihan LLS (Language Learning Strategie. Untuk Pelajar Sekolah Menengah Nagari Tanjung Balik. Solok-SUMBAR Syaifullah1. Budianto Hamudiin2. Arif Ahmad 3 1,2,3 Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Riau syaifullah@unilak. id1, budihamuddin@gmail. com2 , arifahmad75327@gmail. Abstract Kata Kunci: Pelajar Menengah LLS Tanjung Balik Based on the results of an interview via WA with one of the vice principals there, he said that our students have not achieved any achievements from English activities or competitions. Likewise, when viewed in daily life or in Teaching and Learning Activities (KBM), their English skills are still very Related to the initial data above, the FADIKSI-UNILAK PKM Team chose the Tanjung Balik village as a partner to be a target in the Tridarma of higher education, especially community service with the title "LLS (Language Learning Strategie. Training for High School Students in the Tanjung Balik Village Solok-SUMBAR). This activity was carried out on December 17-19, 2025 which was attended by 40 students and 4 teachers. After the PKM Team shared English learning strategies, according to a report from one of the teachers, this activity was very positive because after observing it, the students began to have motivation and enthusiasm to learn English. Abstrak Berdasarkan hasil wawancara melalui WA dengan salah seorang wakil kepala sekolah di sana, beliau mengatakan bahwa pelajar kami belum meraih prestasi apapun dari kegiatan atau perlombaan Bahasa Inggris. Begitu juga kalua dilihat dalam keseharian atau dalam Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM), kemampuan Bahasa Inggris mereka masih sangat standar sekali. Terkait dengan data awal di atas. Tim PKM FADIKSI-UNILAK memilih nagari Tanjung Balik sebagai mitra untuk menjadi target dalam Tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian dengan judul AuPelatihan LLS (Language Learning Strategie. untuk Pelajar Sekolah Menengah di Nagari Tanjung Balik Solok-SUMBAR). Kegiatan ini telah dilakukan pada tanggal 17-19 Desember 2025 yang telah dihadiri oleh 40 orang siswa dan 4 orang Setelah Tim PKM berbagi strategi belajar Bahasa Inggris, menurut laporan dari salah seorang guru, kegiatan ini sangat posistif karena setekah diamatinya siswa/I mulai memiliki motivasi dan semangat untuk belajar Bahasa Inggris Corresponding Author: Syaifullah Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning syaifullah@unilak. PENDAHULUAN Tanjung Balik adalah sebuah nagari setingkat pemerintahan desa dibawah Kecamatan X Koto Diatas. Kabupaten Solok. Sumatera Barat. Indonesia. Pada tahun 1950 - 1960, nagari Tanjung Balik terkenal sebagai pusat pemerintahan atas 10 nagari, pusat ekonomi, pusat agama dan pusat kebudayaan. Tanjung Balik mempunyai organisasi perantauan bernama KWARTAB (Kerukunan Warga Tanjung Bali. yang Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/ikhlas/index IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 berdiri sejak tahun 1980. Nagari ini memiliki enam suku yaitu limo singkek, limopanjang. Simabua. Bendang. Piliang, dan Payoboda. Ditinjau secara geografisnya, nagari ini berbatasan dengan beberapa nagari. di sebelah timiur berbatas dengan Sawah laweh, kehilirnya data perumahan. Lurah Batu HIlir. Lurah Seipinang (Nagari Kolo. , sebelah barat berbatas dengan Batu Hidung. Guguk Sibintangan. Liang Ribut. Puncak Batu Galeh (Nagari Tanjung Ala. , sebelah Utara berbatas dengan (Gunung Merap. berbatas dengan batu babalah. Gunung Merah. Parik Batu Batagak. Malayung . agari Sulit Ai. , dan sebelah Selatan berbatas dengan (Gunung Selasi. berbatas dengan Lurah Kampeh. Sikumuh. Kubang Cik Anjing. Sawah Doliek (Nagari Paninjaua. Nagari Tanjung Balik terdiri dari 22 Kampung dan 8 Taratak. Kampung Kapalo Koto. Payoboda. Bendang. Limo Singkek. Balai Lamo. Bukik Balai. Guguk. Sadurian. Ikua Koto (Sembilan Ruma. Piliang. Kolam Duo. Tampilin. Rumah Data. Rumah Baanjung. Kolam Godang. Rambai. Pitopang. Tingkahan. Koto Kaciek. Tapi Air. Parak Sopan batulirik, kandang kudo, uba, dang loweh, guak macang, kubang tigo, rumah baru, talago, parambahan, cambai,gupin, ganting sopan, tulipay, dan surau tampa. Taratak Batu Galeh. Pintu Air. Kubang Kayu. Batu Laweh. Kubang Tigo,guak macang. Batu Balirik. Sawah Banyak. Katialo. Selanjutnya, ditinjau dari segi agama, penduduk dikenagarian tanjung balik seluruhnya beragama Kebanyakan dari mereka taat dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Walaupun sebagian dari masyarakat masih ada yang menjalankan agama sebagai rutinitas saja tanpa mengetahui apakah yang diamalkan sudah sesuai dengan syariat Islam atau belum. Di masjid selalu diadakan shalat berjamaah setiap hari, meskipun sholat berjamaah yang paling rame biasanya ketika shalat maghrib, isya dan subuh. Hal ini dikarenakan pada siang harinya masyarakat Nagari Tanjung Balik sibuk dengan bekerja kesawah maupun Kegiatan keagamaan di Nagari Tanjung Balik terlihat cukup baik. Seperti aktifnya setiap mushalla yang ada untuk anak Ae anak di sana belajar mengaji. Biasanya Ketika bulan Ramadhan untuk memperingati nuzul quran, diadakan lomba MTQ antar mushalla di nagari, dengan tujuan untuk memicu semangat belajar anak - anak disana dalam hal baca tulis al-QurAoan. Selain itu pemerintah nagari juga mengadakan pelatihan bagi masyarakat untuk belajar tajwid dan irama dalam baca al-QurAoan, hal ini disebut dengan AuPondok AlQurAoanAy. Pondok al-QurAoan ini biasanya diadakan setiap hari minggu pagi, namun yang banyak belajar hanyalah siswa SMP dan SD. Sebab siswa SMA keatas sudah banyak yang sekolah keluar dan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Pada bulan Ramadhan setiap masjid dan mushalla selalu aktif untuk melaksanakan shalat tarwih setiap malamnya. Meskipun tidak semua mushalla yang terisi penuh ketika melaksanakan shalat tarwih, namun masyarakat sudah berusaha untuk mengaktifkan kembali mushala yang Karena banyak mushala yang hanya dipergunakan pada bulan ramadhan saja. Sebagian mushalla ada yang melaksanakan tarwih dua puluh dan ada yang melaksanakan hanya sampai tarwih delapan saja. Perekonomian masyarakat Nagari Tanjung Balik yang sebagian daerahnya terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi. Daerah persawahan yang luas sehingga mata pencarian yang utama dari masyarakatnya adalah bertani. Pada umumnya pekerjaan masyarakatnya adalah bertani, baik bertani mengerjakan sawah sendiri maupun menjadi buruh ke sawah orang lain. Masyarakat yang menjadi buruh ke sawah orang lain akan di beri upah oleh orang yang mempunyai sawah tersebut. Dalam bidang pertanian terutama sekali pertanian dengan lahan sawah, masyarakatnya masih banyak mengandalkan tenaga manusia dibandingkan tenaga mesin. Misalnya dalam pengolahan lahan pertanian masyarakat masih menggunakan cangkul, sekap, sabit dan parang. Mereka masih bertahan dengan nilai-nilai tradisinonal yang mereka miliki. Dalam bertani, masyarakat Nagari Tanjung Balik menanam padi, namun tak selamanya padi mereka tumbuh subur dan panen dengan hasil yang memuaskan. Ada ketika waktu padi mereka terserang hama dan penyakit. Hal itu sering menyebabkan masyarakat di Nagari Tanjung Balik gagal panen. Masyarakat Nagari Tanjung Balik juga menggunakan obat-obatan apabila tanaman mereka diserang Para petani juga menggunakan pupuk untuk kesuburan dari tanaman mereka. Ketika panen masyarakat saling bekerjasama mengerjakanya. Mereka akan bergantian menolong masyarakat yang panen padi, sampai nanti pada giliran masyarakat yang pernah menolong mereka juga akan ditolong ketika panen oleh masyarakat lainnya. Persoalan ekonomi adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Karena perekonomian yang akan menunjang kehidupan masyarakat serta melangsungkan kehidupan mereka. Sekalipun masyarakakat Nagari Tanjung Balik hidup dengan mata pencarian bertani, bukan berati pekerjaan lain tidak diminati. Tingkat kepedulian sosial masyarakat Nagarai Tanjung Balik masih tinggi, karena belum terlalu terpengaruhi oleh sosial kemasyarakatan warga kota. Di zaman yang moderen dan serba canggih ini, masyarakat Nagari Tanjung Balik masih memegang teguh semangat gontong royong, serta bantu membantu satu sama lainnya. Ada beberapa kebiasaan masyarakat nagari Tanjung Balik yang sangat membantu satu sama lain seperti Turun Kasawah. Apabila hujan telah mulai merata maka para petani mulai merencanakan turun kesawah. Hal ini dilakukan untuk mengolah sawah mulai dari mambajak sawah, menabur benih, menanam, menyiangi, sampai memanen padi. Pekerjaan sawah dilaksanakan secara balelong . tidak ada yang diupah hanya diberi makan dan minum oleh orang yang punya sawah. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Tujuannya adalah untuk meringankan beban petani untuk mengeluarkan upah pekerja sawah, karena dilakukan secara bergantian oleh setiap pekerja. Selanjutnya penyelenggaraan jenazah, sebagaimana pepatah minang mengatakan niniak urang kamati, niniak awak kamati, kok dak diliek urang awak dak ka diliek urang Artinya baik orang lain ataupun kita akan menemui yang namanya kematian, kalau kita tidak menjenguk orang yang sedang kemalangan nanti kita tidak akan dilihat orang juga. Di kenagarian tanjung balik apabila ada salah seorang masyarakat yang meninggal dunia, diumumkanlah di masjid agar masyarakat mengetahui siapa yang meninggal lalu berbondong-bondonglah datang kerumah duka. Bagi kaum ibu biasanya membawa beras sekedarnya dan kaum laki-laki menggali Penyelenggaraan jenazah biasanya dilakukan oleh pihak keluarga dengan dibimbing oleh pemuka agama dan malin suku masing-masing. Pada malam harinya diadakanlah Takziah setelah shalat Magrib di rumah duka, hal ini dilakukan tiga malam berturut-turut. Di nagari Tanjung Balik masih melekat dengan tradisi mambilang hari atau melaksanakan doAoa bersama untuk simayit dalam bilangan manujuah hari, duo kali tujuah, malimo puluah dan manyaratuih hari. Kegian bahu membahu berikutnya adalah Kenduri (BadoAo. Ada beberapa tradisi kenduri atau yang disebut mendoAoa yang sangat melekat di masyarakat Nagari Tanjung Balik yang sampai sekarang masih dilakukan, seperti BadoAoa Sasudah Manuai (Pane. BadoAoa Akikah dan Nazar. BadoAoa Mambilang Hari. BadoAoa Naiak Rumah Dilihat dari hal di atas kebersamaan masyarakat Nagari Tanjung Balik sangatlah kuat, tetapi itu semua tergantung pada setiap masyarakat yang ingin berpartisipasi ketika ada acara-acara tertentu. Dari sektor pendidikan, nagari Tanjung Balik tidak kalah dari nagari lainnya. Bermacam jenjang pendidikan tersedia di sana mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah Atas setaraf. Maju mundurnya suatu masyarakat tergantung pada pendidikan karena pendidikan dan pengajaran sangat besar manfaatnya dalam mencapai kemajuan pembangunan. Pendidikan yang baik dan bermutu akan dapat meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas yang dimiliki masyarakat demi terwujudnya manusia-manusia pembangun yang berkualitas serta dapat mendatangkan pengaruh positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia sehingga orang yang berpendidikan akan sangat dihormati dan dihargai oleh orang lain. Pendidikan itu tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri saja tetapi juga bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan. Berdasarkan info secara sekilas melalui Wali Nagari via telpon bahwa sarana pendidikan di Kenagarian Tanjung Balik sudah memadai, tetapi untuk sarana pendidikan tingkat perguruan tinggi belum ada sehingga bagi masyarakat yang anaknya ingin melanjutkan ke perguruan tinggi mereka harus pergi ke luar daerah seperti Padang. Bukittingi. Solok. Batusangkar dan ada juga yang diluar Sumatera Barat. Salah satu faktor utama penyebab lajunya pendidikan terhadap anak yaitu adanya dorongan serta motivasi dari orang tua anak minimal menamatkan SLTA, namun di samping itu untuk melanjutkan keperguruan tinggi orang tua mulai terbentur dengan masalah biaya atau dana. Sebagian orang tua lebih cenderung memikirkan untuk pertumbuhan dan kelanjutan perekonomian dari pada menghabiskan uang untuk yang kurang jelas Sebagian anak-anak ada yang berhenti pendidikannya di tingkat SD yang kemudian tinggal di rumah membantu orang tua bekerja, dan ada juga yang pergi merantau. Di samping itu ada juga sebagian anak yang melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi dan memperoleh gelar sarjana namun dalam jumlah yang tidak banya. Merujuk kepada analisis situasi yang telah diuraikan di atas, dapat diidentifikasi bahwa kondisi dan situasi nagari Tanjung Balik tidak jauh beda dari Nagari lainnya yang berada di Kecamatan X koto di atas. Dari segi beragama, masyarakat disana semuanya beragama Islam. Mereka sangat taat beribadah dan melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam di Masjid dan Musholla. Setiap hari anak-anak disuruh mengaji ke surau. Hubungan mereka dengan sang pencipta bagus dan hubungan dengan sesama baik. Ada beberapa kegiatan yang membuktikan bahwa mereka memiliki hubungan yang baik diantara sesama makhluk tuhan. Pertama, ada istilahnya turun ke sawah. Masyarakat nagari Tanjung Balik bersama-sama secara bergantian untuk kesawah atau keladang. Saling membantu menanam hingga memanen hasil pertanian dari sawah ladang yang satu ke sawah dan ladang lainnya. Kedua, ada kegiatan bernama kenduri atau mendoa. Pada saat salah seorang warga memiliki hajatan seperti kenduri, maka para perempuan bersama-sama membantu pihak yang puja hajat mengerjakan hal-hal yang terkait dengan dapur sedangkan bapak-bapak menyiapkan bahan mentah seperti memotong kambing atau sejenisnya. Seanjutnya, apabila ada salah satu warga yang meninggal dunia,mereka juga bersama-sama menyelenggarakannya, pada saat mereka mendengarkan info atau pengumuman dari Masjid atau dari orang yang berpapasan dijalan tentang ada yang meninggal, mereka langsung meninggalkan pekerjaannya dan menuju kerumah duka. Secara ekonomi, masyarakat nagari Tanjung Balik memiliki kondisi ekonomi menengah kebawah karena mereka umumnya petani ke sawah dan keladang, petani padi dan sayur-sayuran, tidak ada lahan sawit atau karet di sana. Selanjutnya, pendidikan di nagari Tanjung Balit sudah bagus. Pemerintah nagari Tanjung Balit beserta masyarakatnya sudah memiliki pola pikir lebih maju kedepan dari segi pendidikan. Hal ini ditunjukkan dengan lengkapnya fasilitas pendidikan yang ada disana, mulai dari PAUD hingga sekolah IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 menengah atas. Sekolah yang ada memiliki fasilitas yang sudah memenuhi kebutuhan standar dunia pendidikan, begitu juga dengan guru-guru yang sudah mempuni dengan kualifikasinya masing-masing, mestipun banyak yang mesti dilengkapi atau dibenahi dibeberapa bagian, terutama fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran bahasa Inggris. Berdasarkan info yang didapatkan oleh Tim PKM dari salah seorang guru SMKN 1 Tanjung Balik melalui jaring selulernya bahwa di nagari Tanjung Balik jenjang pendidikan formal tersedia mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah atas. Sekolah TK ada 1. Sekolah Dasar (SD) ada 3. Sekolah Menengah Pertama Setaraf ada 1, dan Sekolah Menengah Atas ada 1. Terkait dengan topik PKM. Language Learning Strategies (LLS), terkhusus bahasa Inggris hanya di ajarkan di Sekolah Menengah. Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 adalah sekolah menengah pertama satu-satunya yang ada di nagari Tanjung balik. Sekolah ini memiliki 177 orang siswa/i. Sekolah ini merupakan sekolah yang patut diperhitungkan di Kabupaten Solok, karena siswa/i sekolah ini memiliki prestasi yang gemilang dalam beberapa turnamen, salah satunya pada turnamen OSAKA (Olah raga. Sain. Agama, dan Keparmukaa. Namun ketika Tim menanyakan prestasi siswa disana terkait dengan bahasa Inggris, guru tersebut mengatakan bahwa kemampuan bahasa Inggris mereka masih jauh dari apa yg diharapkan. Selanjunya. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 nagari Tanjung Balik adalah satu-satunya sekolah menengah atas negeri yang memiliki dua Teknik Informatika (TKJ) dan Otomotif dan memiliki jumlah siswa 100 orang. Disekolah ini kemampuan bahasa Inggris siswa juga jauh dari apa yang diharapkan. Umumnya mereka tidak bisa berbahasa Inggris dan kurang suka dengan pelajaran itu. Hal tersebut didasari oleh dua faktor. internal dan external. Secara internal, mereka merasa bahwa bahasa inggris itu susah karena harus menghafal banyak kosakata dan pengucapannya juga susah, sedangkan secara external kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya bahasa Inggris sehingga tidak ada dorongan kepada anaknya untuk belajar bahasa Inggris (Aulya et al. , 2. Faktor internal berikutnya, rasa cemas yang selalu menghantui para pelajar karena susahnya menghafal kosaka, pengucapannya, dan penuisannya, membuat mereka merasa cemas kalau melakukan kesalahan (Hartienah et , 2. Selain dari faktor internal sebelumnya, ada juga faktor external lain yang mempengaruhi minat belajar bahasa Inggris siswa di nagari Tanjung Balik yaitu minimnya media pendukung yang berdampak kepada kurang menariknya proses pembelajaran atau penyajian materi oleh guru (Hidayat & Devi, 2. Faktor-faktor internal dan internal tersebut mengakibatkan siswa-siswi sulit untuk mengusai keterampilan berbahasa Inggris seperti, berbicara, mendengar, membaca, dan menulis (Husni & Saputri, 2. Terkait dengan beberapa keterampilan berbahasa, masalah atau kesulitan yang dihadapi siswa pada keterampilan membaca diakibatkan oleh beberapa hal, seperti latar belakang siswa terkait teks, pemahaman siswa terhadap kalimat yang ada, kurangnya kosakata, motivasi untuk membaca kurang, dan pemahaman siswa terhadap teks (Farhan Rafi & Farih, 2. Selain dari masalah, kendala, tantangan yang telah dituliskan sebelumnya ada juga masalah lain yang dihadapi siswa, seperti pemahaman tata bahasa. Tata bahasa merupakan komponen itama bahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki tata bahasa yang berbeda, jadi dianggap perlu adanya pembahasan tentang tatabahasa di dalam kelas(Tambunsaribu & Galingging, 2. Terkait dengan persoalan yang ada, khususnya pelajaran bahasa Inggris yang ada disekolah menengah yang ada di nagari Tanjung Balik, tim PKM termotivasi untuk memberikan pengabdian kepada pelajar disana khususnya terkait dengan strategi belajar bahasa (LLS). Berdasarkan pertimbangan tersebut, tim dosen pengusul program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menawarkan sebuah solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pelajar menengah di nagari Tanjung Balik melalui kegiatan pelatihan LLS. Language learning strategies adalah serangkaian kegiatan yang berisikan kiat-kiat dalam belajar bahasa Inggris. Pertama. Stern . mengemukakan ada 10 strategi dalam belajar bahasa Inggris, seperti rencana, aktif, empatik, formal, eksperimental, semantik, latihan, komunikatif, pantau dan pengahayatan (Fentari, 2. Kedua, (Budiarti, 2. mengatakan bahwa strategy yang paling bagus dalam keterampilan berbicara adalah strategi sosial, sedangkan (Mufidah, 2. mengatakan bahwa strategi yang baik untuk keterampilan berbicara adalah strategi kognitif, memori, dan Ketiga, (Parlindungan, 2. mengatakan bahwa dari hasil penelitiannya di SMAN 2 Padang sidempuan, strategi yang lebih dominan digunakan siswa disana dalam belajar bahasa Inggris adalah strategi Metacognitif. Selanjutnya (Rohayati, 2. dalam penelitiannya menemukan bahwa strategi belajar bahasa yang lebih sering digunakan oleh siswanya adalah strategi Affective. Ada bermacam strategi belajar bahasa yang akan bermanfaat bagi pelajar menengah di Nagari Tanjung Balik yang akan membantu mereka dalam belajar bahasa. Kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan pada kegiatan PKM ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih positif dan memberikan pengetahuan atau meningkatkan atau membangkitkan minat belajar bahasa Inggris mereka. Target dari program PKM ini adalah membangun dan membangkitkan motivasi pelajar sekolah memengah di nagari Tanjung Balik untuk belajar bahasa Inggris yang termasuk didalamnya adalah: IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Pelajar Sekolah Menengah di Nagari Tanjung Balik memperoleh pengetahuan yang memadai mengenai LLS. Pelajar Sekolah Menengah lebih percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pelajar Sekolah Menengah terlatih dan termotivasi dalam melakukan belajar dan mempraktekan Bahasa Inggris. Berdasarkan target yang telah ditetapkan tersebut, maka luaran yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi jasa, metode, dan teknologi tepat guna. Luaran dalam bentuk jasa yaitu berupa pertukaran wawasan dan pengalaman dari pengusul program kepada mitra, pertukaran pengetahuan terkait LLS. Kemampuan Pelajar Sekolah Menengah di nagari Tanjung Balik yang meningkat dalam mengaplikasikan atau mempraktekkan Bahasa Inggris. LLS tepat guna yang akan menjadi luaran yaitu dalam bentuk Jurnal, buku, atau modul yang bisa mejadi pedoman dan panduan bagi para pelajar sekolah menengah di nagari Tanjung Balik . METODE PENELITIAN Berdasarkan penggalian informasi awal terhadap mitra kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), terdapat beberapa permasalahan prioritas, mitra yang mengalami permasalahan, serta tawaran solusi penyelesaiannya disajikan pada tabel berikut: Tabel 1. Gambaran Metode Pelaksanaan Kegiatan PKM Metode/ Pendekatan No. Permasalahan Prioritas Mitra Yang Mengalami Penyelesaian Belum program. Pelajar Sekolah Menengah Pelatihan dan pendampingan kegiatan, atau pelatihan yang nagari Tanjung Balik intensif tentang LLS Rendahnya motivasi untuk Pelajar Sekolah Menengah Pelatihan dan pendampingan berbahasa Inggris nagari Tanjung Balik Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini seperti yang tersebut dibawah ini: Penggalian informasi awal melalui komunikasi mengenai kebutuhan mitra terhadap pengembangan dan peningkatan minat serta kemampuan pelajar sekolah menengah nagari Tanjung Balik yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan survey lapangan dan penandatanganan kerjasama kegiatan PKM. Persiapan materi pelatihan berupa modul tentang LLS. Memberikan pengetahuan tentang LLS di nagari Tanjung Balik kepada Pelajar Sekolah Menengah. Pendampingan dalam mengaplikasikan atau praktek LLS . Monitoring penguasaan materi LLS. Universitas Lancang Kuning (UNILAK) memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) yang sudah masuk dalam kategori Madya, sehingga telah mengelola dana penelitian dan pengabdian lebih dari 1 milyar pertahun. LPPM UNILAK menangani beberapa program renstra seperti pelatihan pembuatan proposal penelitian bagi dosen baru, seleksi penelitian dosen dan kegiatan pengabdian Dalam satu tahun terakhir. LPPM telah menyeleksi paling sedikit dua skema proposal. Skema pertama adalah program penelitian dan pengabdian masyarakat dengan sumber dana dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Lancang Kuning dan RKAT Fakultas. Pada skim ini terdapat puluhan proposal pengabdian yang telah diseleksi dan direview oleh reviewer internal bersertifikat. Hasil review terhadap seluruh proposal di peringkat berdasarkan tingginya nilai Proposal yang telah disetujui dieksekusi oleh tim kegiatan pengabdian dan akan diberikan penalty kepada tim yang tidak menuntaskan kegiatan berupa pemotongan gaji sejumlah dana yang Skema kedua adalah Penelitian kompetitif nasional dan program pengabdian masyarakat dengan sumber dana dikti. Pemberian rekomendasi proposal yang dibiayai ditentukan berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa dosen pengusul, prosedur seleksi dan pengumuman telah berlangsung secara transparan, sehingga direkomendasikan ataupun tidak proposal yang dibuat oleh pengusul memberikan rasa puas. Pelaksanaan seleksi dan pengumuman pemenang hibah dengan cara seperti tersebut diatas menunjukkan bahwa kinerja LPPM UNILAK sudah sangat bagus dan layak untuk bersaing dalam memperebutkan dan melaksanakan kuota program penelitian dan pengabdian yang ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikt. melalui Sistem Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Sim-Litabma. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Disamping kelayakan UNILAK sebagai perguruan tinggi pengayom proses pengabdian, kepakaran tim pengusul dalam menyelesaiakan solusi yang dihadapi Mitra perlu dideskripsikan. Memperhatikan permasalahan prioritas yang akan dicarikan solusinya, berikut ini bidang keahlian dan pengalaman pengabdian masing-masing anggota tim: Syaifullah. Adalah seorang dosen senior di lingkungan FADIKSI Universitas Lancang Kuning dan pernah menjabat sebagai Wakil Dekan i dan Ka. Prodi Pendidikan bahasa Inggris di FADIKSI Universitas Lancang Kuning mulai dari tahun 2007-2019. Saat ini beliau berpangkat Lektor 3C dan merupakan salah satu anggota tim pendiri FADIKSI Unilak. Beliau telah memiliki banyak pengalaman dalam hal penelitian. Diantaranya adalah beberapa penelitian yang didanai oleh RKAT Universitas dan RKAT Fakultas. Selain itu. Beliau juga memiliki beberapa pengalaman terkait dengan Pengabdian kepada Masyarakat dan Seminar Ilmiah Internasional, seperti TEFLIN 2010 di UPI Bandung. International Seminar in Education, 2011 di UNM, dan yang terbaru internasional seminar ICoE di UNP Padang, 2018, dan memberikan pelatihan English for Guiding di HPI DPC Pekanbaru, 2020. Dr. Budianto Hamuddin. Esl Adalah seorang dosen tetap di Program studi Pendidikan bahasa Inggris Fakultas Pendidikan dan Vokasi (FADIKSI) Universitas Lancang Kuning. Beliau merupakan dosen yang sudah menyandang gelas akademis Strata 3 (S. alumni dari universitas Negeri Hasanuddin Makasar. Selain sebagai seorang dosen. Pada saat ini beliau menjabat sebagai kepala devisis penelitian LPPM Universitas Lancang Kuning. Beliau juga sering memberikan pelatihan terkait penulisan jurnal bereputasi, menhadiri seminar mulai dari tingkat lokal hingga ke tingkat international sebagai pembicara dan juga sebagai peserta. Arif Ahmad Adalah seorang mahasiswa pendidikan bahasa Inggris yang masih aktif pada tahun akademis 20242025 di Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning yang sudah berada di semester V. Selain sebagai seorang mahasiswa yang aktif berbahasa Inggris dalam proses perkuliahan. Arif juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti di EDSA dan BEM. Arif juga terlibat aktif dalam beberapa kegiatan besar di Fakultas, seperti sebagai MC apada acara Yudisium dan ketua pada program magang mandiri di SMPN Madani kota Pekanbaru. PEMBAHASAN Ada beberapa tahapan yang telah tim PKM lakukan dalam melakukan kegiatan pengabdian ini, pelatihan Language Learning Strategies (LLS) untuk siswa/I SMKN 1 nagari Tanjung Balik Kecamatan X Koto diatas kabupaten Solok. Sumatera Barat, seperti komunikasi awal dengan Mitra, menyiapkan materi, mengaplikasikan atau menyampaikan materi LLS dalam bentuk diskusi atau, dan monitoring. Pertama. Tim PKM melakukan komunikasi dengan Mitra, yaitu waka kurikulum SMKN 1 nagari Tanjung Balik Kecamatan X Koto diatas kabupaten Solok. Sumatera Barat, ibuk Yeni Harnita. Pd, tentang program yang akan diberikan kepada siswa/I yang ada di sekolah tersebut. Hasil dari komunikasi tersebut bahwa Mitra menyambut dengan positif rencana yang akan ditaja Tim PKM. Sebagai bentuk persetujuan dari Mitra, yang bersangkutan memberikan surat persetujuan Mitra yang ditanda tangani pada tanggal 29 Oktober Kedua, bersadarkan surat pernyataan kesedian bekerjasama dari Mitra. Tim PKM melakukan langkah berikutnya yaitu penyusunan materi yang berkaitan dengan LLS dan mencari native speaker sebagai salah satu bagian dari strategi memotivasi siswa/I dalam belajar Bahasa Inggris. Adapun materi yang telah disusun berdasarkan teori-teori yang berkaitan dengan LLS: Kegiatan sebelum Pelatihan Tim PKM melakukan wawancara kepada siswa/I terkait dengan dua hal. Pertama, apakah mereka sudah belajar Bahasa Inggris, dan yang kedua, apa saja faktor atau kendala yang mereka hadapi dalam belajar Bahasa Inggris. Adapun hasil wawancaraTim dengan 40 orang siswa/I terkait dengan dua pertanyaan tersebut sebagai berikut: Murid 1: AuYa. Sudah 4 tahun. Faktor atau kendala dalam belajar tidak tauAy. Murid 2: AuSudah, 5tahun. Kendala/faktor. Sulit dalam menghafal dan mengucapkan kosakatanya. Ay Murid 3: AuSudah, selama 4 tahun. Faktor/Kenadala: agak susah memahaminya, dan susah membaca dan Ay Murid 4: AuSudah, 4 tahun. Faktor/Kendala: Agak Susah memahaminya dan susah mebacanyaAy. Murid 5: IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 AuSudah, 4 tahun. Faktor/kendala: Bembaca dialog terbata-bataAy. Murid 6: AuSudah, 5 tahun. Faktor/kendala: saya paling nggak suka Bahasa Inggris karena sulit mengucapkannya dan tidak tau artinyaAy. Murid 7: AuYa sudah 5 tahun. Faktor/kendala: membacanya sangat sulit dan terbata-bata, tidak minat Bahasa Inggris, tidak ada dalam kehidupan sehari-hariAy. Murid 8: AuSudah, 5 tahun, faktor/kendala: tidak bisaAy. Murid 9: AuSudah 5 tahun, faktor/kendala: tidak bisa, susahAy. Murid 10: AuSudah 5 tahun, faktor/kendala: tidak bisa Bahasa InggrisAy. Murid 11: AuSudah 9 tahun, faktor/kendala: Tidak tau, tidak paham, susah di pikir, dak ngarati Bahasa InggrisAy. Murid 12: AuSudah 9 tahun, faktor/kendala: dak bisa Bahasa Inggris. Payah BonaAy. Murid 13: AuSudah, 9 tahun, faktor/kendala: kurang mengerti, tidak bisa, tidak pahamAy. Murid 14: AuSudah, 4 tahun, faktor/kendala: susah dipahamiAy. Murid 15: AuSudah, 5 tahun, faktor/kendala: susah di PahamiAy. Murid 16: AuSudah, 4 tahun, faktor/kendala: Susah dipahami, dan tidak bisa membacanyaAy. Murid 17: AuSudah, 4 tahun, faktor/kendala: susah dipahami dan tidak bisa membacanyaAy. Murid 18: AuSudah, 5 tahun, faktor/kendala: Sulit dalam menghafal, dan mengucapkan kosakatanyaAy. Murid 19: AuSudah, 4 tahun, faktor/kendala: Sangat Susah. Membuat Kepala Saya pusing, sangat susah memahaminyaAy. Murid 20: AuSudah, 4 tahun, faktor/kendala: Sangat Susah, membuat Kepala Saya Pusing, sangat Susah dipahamiAy. Murid 21: AuSudah, 5 tahun, faktor/kendala: sulit dalam pengucapannyaAy. Murid 22: AuSudah, 5 tahun, faktor/kendala: Sulit dimengertiAy. Murid 23: AuSudah, 4 tahun, factor/kendala: tidak tauAy. Murid 24: AuSudah, 8 tahun, kendala: Susah membacanyaAy. Murid 25: AuSudah, 4 tahun, kendala: sulit menghafal dan mengartikannyaAy. Murid 26: AuSudah, 4 tahun, kendala: membacanya sangat sulit, tidak bisa Bahasa InggrisAy. Murid 27: AuSudah, 4 tahun, kendala: membacanya sangat sulit, tidak bisa Bahasa InggrisAy. Murid 28: AuSudah, 4 tahun, penghalang: Pembacaannya sangat sulit, susah menghafalAy. Murid 29: AuSudah, 4 tahun, faktor penghalang: cara penyampaiannya, waktu belajar yang sedikitAy. Murid 30: AuSudah, 6 tahun, kendala: waktu belajar yang sedikitAy. Murid 31: AuSudah, 6 tahun, kendala: Kurang mengerti artinyaAy. Murid 32: AuSudah, 4 tahun, kendala: saya kurang mengerti Bahasa Inggris. Bahasa Inggris susah dipahamiAy. Murid 33: AuSudah, 4 tahun, kendala: cara pengucapan kalimatnyaAy. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Murid 34: AuSudah, 4 tahun, kendala: tidak suka, dan sulit bangetAy. Murid 35: AuSudah, 4 tahun, kendala: Sangat sulit dipahami, susah dimengerti, tidak mengerti dalam bahasanyaAy. Murid 36: AuSudah, 4 tahun, kendala: penyebutan bahasa yang sulit berbeda dengan tulisannyaAy. Murid 37: AuSudah, 4 tahun, kendala: sulit dimengertiAy. Murid 38: AuSudah, 10 tahun, kendala: lumayan susah untuk dipahamiAy. Murid 39: AuSudah, 6 tahun, kendala: tidak ada pemakaiannya dalam kehidupan sehari-hariAy. Murid 40: AuSudah, 4 tahun, kendala: susah untuk diingatAy. Kegiatan Pengajaran Terkait dengan permasalahan yang dihadapi di atas. Tim PKM menyusun materi pelatihan yang akan disampaikan bersama dengan native speaker. Adapun materi pelatihan yang telah diberikan yaitu terkait dengan LLS, sebagai berikut: Good Learner (Respect teacher. Stay Motivated. Keep Studying and Practicing. DonAot be shy, no thinking a mistake, no thinking a translation, say what you know, donAot thinking too much about grammar, select your own strateg. Semua mayteri ini disajikan dalam bentuk power poin Kegiatan setelah Pelatihan Setelah pelatihan secara tatap muka dilakukan. Tim melakukan monitoring hingga sampai sekarang dengan cara berkomunikasi dengan wakil kurikulum SMKN 1 nagari Tanjung Balik terkait dengan pelatihan yang telah diberikan. Pada awalnya diperoleh informasi melalui wawancara ada beberapa kendala yang dihadapi siswa/I dalam belajar Bahasa Inggris, seperti. Susah memahami apa yang telah disampaikan, tidak sama antara penulisan dengan pengucapannya, tidak digunakan atau ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, dan waktu belajar yang sangat singkat. Kendala belajar Bahasa Inggris yang mereka alami ini juga sama dengan siswa/I di sekolah lainnya sebagai mana hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu ((Hidayat & Devi, 2024. Husna, 2024. Rachmah, 2023. Susanthi, 2. Dari proses monitoring tersebut dapat disimpulkan bahwa anak-anak mulai gemar atau suka berbahasa Inggris meskipun pelatihan yang telah diberikan waktunya singkat sekali. Ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan terkait dengan strategi belajar Bahasa Inggris memberikan dampak posistif kepada siswa/I dalam belajar Bahasa Inggris, khususnya dapat menstimulasi motivasi dan semangat mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Hasil kegiatan dan monitoring ini telah di expose di media social (FB) dan berita online, sebagai berikut: https://halloriau. com/read-pendidikan-14604258-2025-02-05-level-up-smkn-1-tanjung-balik-tingkatkanskill-bahasa-inggris-siswa-dengan-pelatihan-interaktif. Berdasarkan hasil dari kegiatan di atas, luaran yang sedang dikerjakan adalah artikel terkait Pelatihan Language Learning Strategies untuk siswa/I di SMKN 1 nagari Tanjung Balit. Solok-Sumbar. Harapannya, artikel ini dapat diterbitkan dijurnal pengabdian masyarakat yang sudah bereputasi sehingga dapat menambah atau dijadikan sebagai refensi dan bahan bacaan untuk peneliti berikutnya. KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah diuraikan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pelatihan Language Learning Strategies (LLS) dapat memberikan perubahan terhadap cara pandang siswa/I terkait fungsi dan manfaat belajar Bahasa Inggris serta meningkatkan minat dan motivasi mereka untuk belajar Bahasa Inggris. Pada studi awal melalui wawancara diketahui bahwa pada umumnya mereka memiliki kendala dalam belajar Bahasa Inggris, sebagai berikut: Susah memahami apa yang telah disampaikan. Tidak sama antara penulisan dengan pengucapannya. Tidak digunakan atau ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Waktu belajar yang sangat singkat. 2 Saran/Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa saran yang akan diberikan kepada pihak pihak terkait: Mitra: diharapkan kepada pihak sekolah dan guru untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dengan fasilitas yang memadai dan Teknik pengajaran yang bervariasi. Fakultas: diharapkan dapat meningkatkan besaran dana pengabdian karena kebutuhan sarana pendukung pengabdian yang semakin meningkat. REFERENSI