Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR DI DESA TONGKE-TONGKE KECAMATAN SINJAI TIMUR Oleh: Jusniaty1 & Susanalindra2 Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur dan untuk mengetahui faktor yang menghambat dalam pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pemberdayaan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur sudah terlaksana dengan baik. Upaya dalam mengembangkannya adalah dengan melakukan pembinaan, mengikutkan perempuan dalam organisasi, memberikan dana untuk berusaha dan memberikan pelatihan untuk membuka daya dan bakatnya. Sedangkan dalam hal melindungi perempuan pesisir agar sejajar dengan kaum laki-laki di Desa Tongke-Tongke dalam hal ekonomi, belum sempurna karena masih minimnya wawasan dan sumber daya manusia yang dimiliki perempuan. Upaya yang harus dilakukan pemerintah agar lebih memberdayakan perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke, yaitu: . Membuka lapangan kerja baru, berupa usaha-usaha yang melibatkan perempuan pesisir serta meningkatkan pelatihan-pelatihan berupa cara pengolahan ikan, pembuatan abon, pembuatan bakso ikan dan atau pembuatan ikan kaleng. Menambah besarnya modal untuk kelompok usaha perempuan pesisir. Menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang usaha perempuan pesisir agar lebih maju dan sukses. Kata Kunci: Pemberdayaan. Perempuan Pesisir nelayan perlu dititikberatkan pada kemampuan PENDAHULUAN Wilayah pesisir adalah wilayah yang dihuni wanita yang ada di Desa Tongke-Tongke. oleh masyarakat dengan karakteristik keluarga Perempuan merupakan tiang Negara telah yang khas. Dominasi penduduk atau penghuni sangat familiar di telinga kita bahkan sejak usia setiap harinya adalah wanita dan anak-anak. Seba- dini, tidak jarang tunas bangsa banyak yang sudah gian lelaki yang terdiri dari suami maupun remaja, fasih mengucapkannya. Sayangnya, pengenalan banyak mempergunakan waktunya untuk melaut. konsepsi itu belum diimbangi dengan kebijakan Pada umumnya kaum perempuan ditinggal melaut dan spirit memadai untuk memposisikan kaum antara 1-2 minggu, sedangkan sisanya adalah nela- hawa itu pada tempat yang terhormat sesuai yan biasa . elaut malam har. dan sebagian lagi dengan fitrahnya (Susanto, 2011: . Sebagai- berlayar sampai sebulan atau lebih . kut kapal mana kita ketahui bahwa dalam perempuan memi- besa. , sehingga dapat dikatakan sebagian besar liki peranan yang sangat besar dalam pembangu- tanggungjawab kelangsungan hidup sehari-hari Perempuan memiliki kemampuan untuk pada keluarga tersebut ada di tangan wanita seba- menyusun rencana dan menjalankan tugas dengan gai ibu sekaligus ayah. Hal-hal seperti ini menja- kwalitas yang tidak kalah dari kaum pria. Dalam dikan upaya-upaya pemberdayaan atau intervensi berbagai bidang perempuan telah berpartisipasi yang dilakukan untuk mensejahterakan keluarga misalnya di bidang kesehatan, bidang pemerinta- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 han dan sebagainya. Perempuan yang mendapat kemajuan bangsa umumnya dan kemajuan daerah bimbingan dan arahan yang tepat, khususnya pesisir pada khususnya. perempuan yang terdapat di pesisir pantai akan Berdasarkan latar belakang tersebut maka menjadi tenaga kerja yang berkualitas tinggi. alasan penulis mengambil judul ini dan berlokasi Misalnya memberikan pelatihan dalam pengolahan di Kecamatan Sinjai Timur adalah khususnya di berbagai hasil tang-kapn dari laut. Dengan berpe- Desa Tongke-Tongke yang jumlah penduduknya rannya perempuan, selain menjadi tiang dalam saat ini 3. 848 jiwa, jumlah penduduk perempuan rumah tangga, sebagai insan pendidik anak- 003 jiwa, dan jumlah penduduk laki-laki 1. anaknya, perempuan juga dapat menopang pereko- jiwa (BPD. Kab. Sinjai, 2012: . Sebagai salah nomian keluarga. Dari seorang perempuan yang satu dari anggota keluarga, seorang perempuan memiliki kwalitas penge-tahuan yang baik, akan yang telah menikah dituntut ikut berperan aktif terlahir generasi daerah yang berkualitas pula. Ini dalam mencapai tujuan tersebut, sehingga tidak berarti perempuan memiliki peranan yang cukup hanya tergantung dari apa yang dilakukan dan besar dalam pembangunan khususnya di Desa diperoleh suami. Hal ini pun berlaku juga pada Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur. keluarga yang berada di Desa Tongke-Tongke Namun dalam aplikasinya kesempatan bagi yang mana penduduknya sebagian besar berpro- perempuan untuk mendapatkan pendidikan, ban- fesi sebagai nelayan yang sangat menggantungkan tuan kredit sampai dalam pengenalan teknologi, hidupnya pada alam, jadi dalam mencari penghi- masih sangat jauh dibandingkan dengan kesempa- dupan nelayan dipaksa bisa membaca setiap kon- tan yang diperoleh kaum pria. Sejalan dengan per- disi dan situasi alam. Musim ikan tidak berlang- kembangan teknologi dan informasi yang tidak sung setiap tahun, namun hanya beberapa bulan terbatas, perempuan diperkotaan mulai menyadari Hal inilah yang membuat para nelayan harus Kesadaran ini mendorong kaum selalu bepikir keras mendapatkan hasil yang lebih perempuan untuk memperjuangkan haknya dalam untuk digunakan di waktu tidak melaut. mengaktulisasikan dirinya agar lebih berperan dan Dalam hal ini peran perempuan merupakan mendapat akses yang seimbang di segala bidang salah satu komponen yang penting dalam pemba- Sebaliknya perkembangan tersebut ngunan pesisir, hal ini disebabkan karena posisi relatif lambat untuk perempuan yang tinggal di perempuan sangat strategis dalam kegiatan perika- pedesaan terutama di daerah pesisir, karena keter- nan sebagai contoh, perempuan sangat berperan batasan fasilitas umum yang tersedia, seperti infor- sebagai pedagang, pengecer, pengumpul ikan, masi dan sentuhan teknologi, sehingga aktualisasi- pedagang besar, buruh upahan, maupun tenaga nya dalam pembangunan masih jauh dari harapan. pengolah hasil perikanan. Jadi kehidupan kesehi- Tentunya dibutuhkan perhatian dan tindakan yang rian, perempuan memiliki peran yang lebih besar nyata dari pihak yang bersangkutan untuk mengha- ketimbang kaum pria, di mana di satu sisi mereka dapi masalah ini. Sehingga segala potensi perem- di tempatkan pada posisi domestik, pada sisi yang puan daerah pesisir dapat dikembangkan demi lain memegang peranan sosial-ekonomi juga. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 Keterlibatan perempuan pada kegiatan ekonomi keluarga di Desa Tongke-Tongke, memberi- perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur? kan pandangan tersendiri bahwa antara kaum pria maupun kaum perempuan tidak ada pembakuan peran bahwa perempuan hanya mampu berperan dalam rumah tangga saja sedangkan kaum laki-laki TINJAUAN PUSTAKA Konsep Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Baharuddin . 5: . , mengemukakan bahwa pemberdayan merupakan gerakan kultural keluarga yang ada di Desa Tongke-Tongke memi- . melalui penyadaran akan kesejahteraan- liki semangat kerjasama yang baik di mana antara Sulistiyani . 4: . , menjelaskan lebih rinci suami maupun istri turut serta dalam berpartisipasi bahwa secara etimologis pemberdayaan berasal langsung dalam hal mencari nafkah. Walaupun dari kata dasar "daya" yang berarti kekuatan atau terkadang istri merasakan bahwa bekerja mencu- Bertolak dari pengertian tersebut, kupi kebutuhan rumah tangga merupakan kewaji- maka pemberdayaan dimaknai sebagai proses ban, meskipun mereka kadang merasakan ada yang untuk memperoleh daya, kekuatan atau kemam- tidak adil dalam hidup ini. Namun mereka juga puan, dan atau proses pemberian daya, kekuatan tidak mampu berbuat apa-apa untuk melawan. atau kemampuan dari pihak yang memiliki daya Sebab mereka sudah terbiasa di sosialisasi bagai- kepada pihak yang kurang atau belum berdaya. mana menjadi istri yang baik, jika mujur mereka Kartasasmita . 7: . , menyatakan bahwa menikah mempunyai anak dan kaya. Sebaliknya proses pemberdayaan dapat dilakukan melalui tiga jika mereka tidak mujur, maka hal itu merupakan proses yaitu: . Menciptakan suasana atau iklim nasib mereka. yang memungkinkan potensi masyarakat berkem- Melihat keadaan tersebut, kondisi perekono- Titik tolaknya adalah bahwa setiap manusia mian masyarakat pesisir yang semakin sulit sehi- memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Arti- ngga perempuan pesisir perlu di berdayakan dan nya tidak ada sumberdaya manusia atau masyara- diberikan peran kat tanpa daya. Dalam konteks ini, pemberdayaan meningkatkan kondisi keluarganya. Dalam meni- adalah membangun daya, kekuatan atau kemam- ngkatkan peran perempuan pesisir Kecamatan puan, dengan mendorong dan membangkitkan Sinjai Timur, di perlukan strategi dalam pemberda- kesadaran akan potensi yang dimiliki serta ber- yaan peran perempuan sesuai denga kondisi sosial, upaya mengembangkan. memperkuat potensi ekonomi dan budaya setempat atau spesifik lokasi. atau daya yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga Salah satu strategi akselerasi peran perempuan diperlukan langkah yang lebih positif, selain dari dalam rangka pemberdayaan perempuan adalah iklim atau suasana. memberdayakan mengan- dengan memperhitungkan dan bekerjasama dengan dung arti melindungi. Dalam proses pemberda- kaum laki-laki. Berdasarkan latar belakang masa- yaan, harus dicegah yang lemah menjadi bertam- lah maka penulis menentukan rumusan masalah bah lemah, oleh karena kekurang berdayaannya pada penelitian yaitu Bagaimana pemberdayaan dalam menghadapi yang kuat. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Menurut Moenir . , masyarakat adalah sama yang menimbulkan kebudayaan serta keter- orang yang terikat oleh kesamaan cita-cita, tujuan kaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat. dan bekerja sama dalam pencapaian tujuan. Ter- Menurut Satria . 9: . , secara sosio- bentuknya masyarakat kepentingan berawal dari logis masyarakat pesisir memiliki ciri yang khas kelompok sosial yang anggotanya tidak atas dasar dalam hal struktur sosial yaitu kuatnya hubungan keturunan dan atau ikatan perkawinan melainkan antara patron dan klien dalam hubungan pasar pada atas dasar kepentingan bersama. usaha perikanan. AuBiasanya patron memberikan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor bantuan berupa modal kepada klien. Hal tersebut 7 Tahun 2007 tentang Kader Pemberdayaan merupakan taktik bagi patron untuk mengikat klien Masyarakat, dinyatakan bahwa pemberdayaan dengan utangnya sehingga bisnis tetap berjalan. masyarakat adalah suatu strategi yang digunakan Dari masalah utang piutang tersebut sering terjadi dalam pembangunan masyarakat sebagai upaya konflik, namun konflik yang mendominasi adalah untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian persaingan antar nelayan dalam memperebutkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan sumberdaya ikan yang jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, sangatlah penting adanya pihak yang Proses pemberdayaan warga masyarakat diharapkan dapat menjadikan masyarakat menjadi dapat mengembangkan sumberdaya laut dan mengatur pengelolaannya. lebih berdaya berkekuatan dan berkemampuan. Slamet . 3: . , menjelaskan lebih rinci Kaitannya dengan indikator masyarakat berdaya, bahwa yang dimaksud dengan masyarakat berdaya Sumardjo . , menyebutkan ciri-ciri warga adalah masyarakat yang tahu, mengerti, faham, masyarakat berdaya yaitu: . Mampu memahami termotivasi, kesempatan, memanfaatkan peluang, diri dan potensinya, mampu merencanakan . eng- berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai antisipasi kondisi perubahan ke depa. , . Mampu alternatif, mampu mengambil keputusan, berani mengarahkan dirinya sendiri, . Memiliki kekua- mengambil resiko, mampu mencari dan menang- tan untuk berunding, . Memiliki bargaining kap informasi dan mampu bertindak sesuai dengan power yang memadai dalam melakukan kerjasama Proses pemberdayaan yang melahirkan yang saling menguntungkan, dan . Bertanggung masyarakat yang memiliki sifat seperti yang diha- jawab atas tindakannya. rapkan harus dilakukan secara berkesinambungan Menurut Soekanto . 4: . dalam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini: dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat secara bertanggungjawab. Beranggotakan minimal dua orang, . Anggo- Adi . 3: . , menyatakan bahwa meskipun tanya sadar sebagai satu kesatuan, . Berhubu- proses pemberdayaan suatu masyarakat merupakan ngan dalam waktu yang cukup lama yang meng- suatu proses yang berkesinambungan, namun hasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi implementasinya tidak semua yang direncanakan dan membuat aturan-aturan hubungan antar ang- dapat berjalan dengan mulus dalam pelaksanaan- gota masyarakat, . Menjadi sistem hidup ber- Tak jarang ada kelompok-kelompok dalam Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 komunitas yang melakukan penolakan terhadap kan apa yang mereka lakukan. Proses belajar pembaharuan ataupun inovasi yang muncul. dalam rangka pemberdayaan masyarakat berlang- Watson . alam Adi, 2. , menyatakan sung secara bertahap, yaitu: . tahap penyadaran beberapa kendala dalam pembangunan masyarakat, dan pembentukan perilaku menuju perilaku sadar baik yang berasal dari kepribadian individu mau- dan peduli, sehingga yang bersangkutan merasa pun berasal dari sistem sosial: . Berasal dari membutuhkan peningkatan kapasitas diri, . tahap kepribadian individu. kestabilan, kebiasaan, seleksi transformasi kemampuan berupa wawasan berpikir ingatan dan persepsi, ketergantungan yang terlalu atau pengetahuan, kecakapan-keterampilan agar kuat, cenderung membuat seseorang tidak mau dapat mengambil peran di dalam pembangunan, menerima pembaharuan, dan rasa tak percaya diri, dan . tahap peningkatan kemampuan intelektual, . Berasal dari sistem sosial. kesepakatan terha- kecakapan-keterampilan sehingga terbentuk inisia- dap norma tertentu, yang AymengikatAy sebagian tif, kreatif dan kemampuan inovatif untuk mengan- anggota masyarakat pada suatu komunitas tertentu, tarkan pada kemandirian (Sulistiyani, 2004: . kesatuan dan kepaduan sistem dan budaya, kelom- Tahap pertama atau tahap penyadaran dan pok kepentingan, hal yang bersifat sakral, dan pembentukan perilaku merupakan tahap persiapan penolakan terhadap "Orang Luar". dalam proses pemberdayaan. Pada tahap ini pelaku Jamasy . 4: 5-. , mengemukakan bahwa pemberdayaan berusaha menciptakan prakondisi, konsekuensi dan tanggungjawab utama dalam supaya dapat memfasilitasi berlangsungnya proses program pembangunan melalui pendekatan pem- pemberdayaan yang efektif. Apa yang diintervensi berdayaan adalah masyarakat berdaya atau memi- liki daya, kekuatan atau kemampuan. Kekuatan kemampuan afektifnya untuk mencapai kesadaran yang dimaksud dapat dilihat dari aspek fisik dan konatif yang diharapkan agar masyarakat semakin terbuka dan merasa membutuhkan pengetahuan kekuatan intelektual dan komitmen bersama dalam prinsip-prinsip dan keterampilan untuk memperbaiki kondisinya. Pada tahap kedua yaitu proses transformasi Kemampuan berdaya mempunyai arti yang sama pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dapat dengan kemandirian masyarakat. Salah satu cara berlangsung baik, demokratis, efektif dan efisien, untuk meraihnya adalah dengan membuka kesem- jika tahap pertama telah terkondisi. Masyarakat patan bagi seluruh komponen masyarakat dalam akan menjalani proses belajar tentang pengetahuan tahapan program pembangunan. dan kecakapan-keterampilan yang memiliki rele- Terkait tujuan pemberdayaan. Sulistiyani vansi dengan apa yang menjadi tuntutan kebutuhan . 4: . , menjelaskan bahwa tujuan yang ingin jika telah menyadari akan pentingnya pening katan dicapai dari pemberdayaan masyarakat adalah Keadaan ini akan menstimulasi terjadi- untuk membentuk individu dan masyarakat men- keterampilan dasar yang mereka butuhkan. Pada kemandirian berpikir, bertindak dan mengendali- tahap ini masyarakat hanya dapat berpartisipasi Kemandirian Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 pada tingkat yang rendah, yaitu sekedar menjadi memecahkan masalahmasalah yang dihadapinya. pengikut/obyek pembangunan saja, belum menjadi Juga lingkup bantuan menjadi terlalu luas jika subyek pembangunan. penanganannya dilakukan secara individu. Pende- Tahap ketiga adalah merupakan tahap katan kelompok ini paling efektif dan dilihat dari pengayaan atau peningkatan intelektualitas dan penggunaan sumber daya juga lebih efisien kecakapan-keterampilan yang diperlukan, supaya (Sumodiningrat & Gunawan, 2. mereka dapat membentuk kemampuan kemandi- Pemberdayaan Ekonomi Kemandirian tersebut ditandai oleh kemam- Dalam puan masyarakat di dalam membentuk inisiatif, upaya yang amat pokok adalah peningkatan taraf melahirkan kreasi-kreasi, dan melakukan inovasi- pendididkan, dan derajat kesehatan, serta akses inovasi di dalam lingkungannya. Apabila masyara- kedalam sumber-sumbr kemajuan ekonomi seperti kat telah mencapai tahap ketiga ini maka masyara- modal, teknologi, informasi, lapangan kerja, dan kat dapat secara mandiri melakukan pembangunan. Masukan berupa pemberdayaan ini menya- Dalam konsep pembangunan masyarakat pada ngkut pembangunan prasarana dan sarana dasar kondisi seperti ini seringkali didudukkan sebagai fisik seperti irigasi, jalan, listrik, maupun sosial subyek pembangunan. seperti sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan Pendekatan utama dalam konsep pemberda- yang dapat dijangkau oleh masyarakat lapisan yaan adalah bahwa masyarakat tidak dijadikan bawah, serta ketersediaan lembaga pendanaan, objek dari berbagai proyek pembangunan, tetapi pelatihan, dan pemasaran di pedesaan yang kon- merupakan subjek dari upaya pembangunannya sentrasi penduduk yang keberdayaannya kurang. Berdasarkan konsep demikian, maka Untuk itu, perlu ada program khusus bagi masyara- kat yang kurang berdaya, karena program-program pendekatan sebagai berikut: . Upaya itu harus umum yang berlaku tidak selalu dapat menyentuh Ini yang secara populer disebut pemiha- lapisan masyarakat ini. (Cholisin, 2011: . Upaya ini ditujukan langsung kepada yang Lebih lanjut cholisin, . 1: . , mengung- memerlukan, dengan program yang dirancang kapkan bahwa Pemberdayaan bukan hanya meli- untuk mengatasi masalahnya dan sesuai kebutu- puti penguatan individu anggota masyarakat, tetapi . Program ini harus langsung mengikut- juga pranata-pranatanya. Menanamkan nilai-nilai sertakan atau bahkan dilaksanakan oleh masyara- budaya modern, seperti kerja keras, hemat, keter- kat yang menjadi sasaran. Mengikutsertakan bukaan, dan kebertanggungjawaban adalah bagian masyarakat yang akan dibantu mempunyai bebe- pokok dari upaya pemberdayaan. rapa tujuan, yakni agar bantuan tersebut efektif Pemberdayaan Sumber Daya Manusia karena sesuai dengan kehendakdan mengenali Menurut Sedarmayanti . : . , meng- kemampuan serta kebutuhan mereka. menggu- ungkapkan bahwa pemberdayaan sumber daya manusia merupaka salah satu upaya yang wajib sendiri-sendiri masyarakat miskin sulit dapat dilakukan bagi terciptanya sumber daya manusia Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 yang berkualitas, memiliki kemampuan meman- semua lembaga yang memperjuangkan kesetaraan faatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu dan keadilan gender. Mengembangkan usaha pengetahuan dan teknologi serta kemampuan pemberdayaan Perempuan. Kesejahteraan keluarga manajemenAy. Dari defenisi diatas dapat diambil dan masyarakat serta Perlindungan Anak. beberapa hal penting dari pengertian pembrdayaan. Ketidakadilan gender dalam masyarakat yaitu: dapat meningkatkan mutu sumber daya pedesaan secara faktual secara menonjol. Untuk manusia yang berkualitas dan produktif serta dapat pekerjaan yang sama misalnya di bidang pertanian, mengisi lapangan kerja dan mampu menciptakan perempuan sering memperoleh upah yang lebih dan memprluas kesempatan kerja. renda di bandingkan upah yang diterima laki-laki. Menurut Atmosoeprapto . 2: . , menje- Selain itu laki-laki sering mendominasikan sektor laskan tentang pemberdayaan sumber daya manu- publik, sedangkan perempuan hanya berada di sia sebagai berikut: AuPrmberdayaan Sumber Daya sektor Domestik yang secara ekonomis dianggap Manusia melalui kegiatan pembelajaran harus kurang strategis. Bahkan untuk berbagai pekerjaan bermuara pada terwujudnya manusia yang mampu yang secara tradisional merupakan pekerjaan mengaktualisasikan dirinya. perempuan, jika teknologi mekanis sudah masuk Pemberdayaan Perempuan Pesisir Menurut Novian . 0: . , pemberdayaan menguntungkan, maka biasanya laki-laki akan perempuan adalah upaya kemampun perempuan mengambil peran tersebut atau menggantikan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap peran perempuan. sumber daya ekonomi, politik, sosial, budaya, agar Erat kaitannya dngan keterampilan tersebut perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan adalah kegiatan pengolahan ikan di desa pesisir rasa percaya diri untuk mampu berperan dan Kegiatan penngolahan ikan pasca tangkap berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah, bertujuan untuk mempertahankan kualitas ikan sehingga mampu membangun kemampuan dan agar dapat dikonsumsi dalam waktu lebih lama. konsep diri. selain itu, pengolahan juga bertujuan untuk meng- Lebih lanjut (Novian, 2010: . , mengung- hasilkan produk baru yang karakeristiknya jauh kapkan bahwa tujuan pemberdayaan perempuan berbeda dari ikan segar. Jenis penglolaan ini ada adalah: . Meningkatkan kedudukan dan peran yang sifatnya masih tradisional, adalah pengeri- perempuan di berbagai bidang kehidupan berke- ngan dengan sinar matahari, pengasinan, fermen- luarga bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. tasi dan pemindangan. Meningkatkan peranan perempuan sebagai Faktor pendukung peningkatan peranan pengambil keputusan dalam mewujudkan keseta- perempuan adalah kemapuan kerjanya tinggi, raan dan keadilan gender. Meningkatkan kuali- dorongan keluarga cukup kuat,dan lokasi kegiatan tas peran kemandirian organisasi perempuan merupakan objek wisata potensial yang membu- dengan mempertahankan nilai persatuan dan kesa- tuhkan aktivitas perempuan dalam perdagangan. Meningkatkan komitmen dan kemampuan Kendala yang dihadapi rendahnya akses perem- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 puan terhadap sumber daya modal, transportasi dan gai berikut: Pemerintah Desa Tongke-Tongke. Tantangan terhadap kemajuan dan masyarakat perempuan pesisir dari 5 dusun, tokoh keberadaan perempuan dalam perdagangan di perempuan desa Tongke-tongke, pengurus PKK di daerah tersebut masuknya bakul pria dengan modal Desa Tongke-tongke, informan lain yang menge- yang lebih kuat yang mampu memberikan pena- tahui terkait pemberdayaan perempuan waran yang lebih tinggi. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Yang perlu dilakukan adalah pendekatan Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabu- melalui peninghkatan kwalitas hidup perempuan paten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 agar tidak dianggap sebagai beban dengan mene- bulan yaitu awal bulan November sampai dengan rapkan strategi pemberdayaan perempuan. Dalam akhir bulan Desember 2013. Dengan menggunakan konsep pemberdayaan diperlukan 3 pensyaratan, teknik pengumpulan data sebagai berikut: . yaitu pemberian kemampuan, memberi peran dan Observasi, dilakukan untuk mengecek data yang peluang dan memberikan fasilitas dan dana. diperoleh dari hasil wawancara, sehingga metode Strategi yang dipilih perempuan untuk mem- pertahankan eksistensi dan posisinya dalam perda- masyarakat pesisir di Desa Tongke-Tongke Keca- gangan adalah dengan membentuk kelompok matan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Wawan- Hal ini untuk meminimalkan persaingan cara, mengadakan wawancara langsung kepada diantara perempaun dan memperkuat modal dalam pihak-pihak yang dianggap mengetahui pember- Strategi perempuan untuk meningkat- dayaan masyarakat pesisir Desa Tongke-Tongke. kan pendapatannya adalah dengan memperluas . Dokumentasi, digunakan untuk melengkapi jangkauan pemasaran, memasuki desa-desa dan data-data yang diperoleh. membawa dagangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analiais interkatif yang ini dijalankan METODE PENELITIAN dengan cara sebagai berikut: . Reduksi data yang Metode kualitatif digunakan karena penye- meliputi proses merangkum dan memilah data lesaian masalah akan lebih mudah apabila berha- yang berkaitan dengan hal-hal pokok serta mem- dapan dengan kenyataan ganda, metode ini meng- fokusan pada hal-hal yang penting. Penyajian gunakan secara langsung hakekat hubungan antara data yang dapat diartikan sebagai pengorganisasian peneliti dan responden, metode ini lebih peka dan data yang telah direduksi. Dalam penyajian data ini lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak peneliti melakukan upaya untuk menyusun pola prajaman pengaruh bersama dan terhadap pola- hubungan dari seluruh data yang ada sehingga data pola yang dihadapi (Moeleong, 2. lebih mudah dipahami. Informan dalam penelitian kualitatif ini adalah seluruh masyarakat perempuan pesisir dan HASIL DAN PEMBAHASAN pihak-pihak yang terkait dalam pemberdayaan Keterlibatan perempuan pada kegiatan eko- perempuan pesisir, adapun rincian informan seba- nomi keluarga di Desa Tongke-Tongke memberi- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 kan pandangan tersendiri bahwa antara kaum pria serta beruapaya mengembangkannya. Berikut hasil maupun kaum perempuan tidak ada pembakuan wawancara tentang perlunya menciptkan suasana peran bahwa perempuan hanya mampu berperan di atau iklim yang memugkinkan potensi perempuan dalam rumah tangga saja sedangkan kaum laki-laki pesisir untuk berkembang. bertugas di luar rumah, kenyataannya mayoritas Hasil wawancara dengan Hasni Murni, salah keluarga yang ada di Desa Tongke-Tongke memi- seorang pengurus PKK Desa Tongke-Tongke, liki semangat kerjasama yang baik di mana antara menyatakan bahwa: suami maupun istri turut serta atau ikut berpartisipasi langsung dalam hal mencari nafkah walaupun terkadang istri juga merasakan bahwa bekerja kewajiban, meskipun mereka kadang merasakan ada yang tidak adil dalam hidup ini. Namun mereka juga tidak mampu berbuat apa-apa untuk Sebab mereka telah terbiasa disosialisasi bagaiaman menjadi istri yang baik, jika mujur, mereka menikah, mempunyai anak dan kaya. Sebaliknya jika mereka tidak mujur, maka hal itu merupakan nasib mereka. AuMenciptakan suasana atau iklim yang memungkinan potensi perempuan pesisir untuk berkembang. Yaitu perempuan melakukan investasi sesuai dengan iklim yang terjadi misalnya investasi modal saat di musim ikan, modal yang diinvstasikan diberikan kepada para penjual ikan. samping itu membangun daya bagi perempuan dengan memberikan pelatihan agar mereka mampu mandiri misalnya dalam pembuatan ikan abon, bakso ikan, kripik ikan dan lain sebagainya. Dengan adanya penegembangan pengetahuan tentunya perempuan tidak tergantung lagi pada penghasilan suami semata-mata karena perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke masih ada yang belum sejahteraAy . awancara: Rabu, 11 Desember 2. Dalam rangka meningkatkan peran perempuan pesisir di Kecamatan Sinjai Timur, diperlukan strtegi dalam pemberdayaan peran perempuan sesuai kondisi sosial, ekonomi dan budaya setem- Diungkapkan oleh Nurlaela. Ag. , selaku Kaur Pemerintah Desa Tongke-Tongke, menyatakan bahwa: AuMenciptakan suasana atau iklim yang dapat mengembangkan potensi perempuan pesisir sangat perlu. Dengan melakukan pengelolaan ikan, misalnya membuat ikan abon, kripik ikan atau pembuatan bakso ikanAy . awancara: Rabu, 18 Desember pat atau yang spesifik lokasi. Salah satu strategi akselerasi peran perempuan dalam rangka pemberdayaan perempuan adalah dengan memperhitungkan dan bekerja sama dengan kaum lelaki. Menciptakan suasana atau memungkinkan potensi masyarakat berkembang. Diungkapkan oleh Rafika, salah seorang Titik tolaknya adalah bahwa setiap manusia masyarakat Desa Tongke-Tongke, menyatakan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Artinya tidak ada sumber daya manusia atau masyarakat tanpa daya. Dalam konteks ini, pemberdayaan adalah membangun daya, kekuatan atau kemampuan, dengan mendorong dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki AuSangat perlu menciptakan suasana atau iklim yang dapat mengembangkan potensi perempuan pesisir, karena setiap manusia khususnya kaum perempuan pesisir memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan upaya melakukan pembinaan, mengikutkan perempuan dalam sebuah Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 saha dan memberikan pelatihan untuk membuka daya dan bakatnya misalnya membuat kripik ikan atau membuat bakso yang bahan dasarnya ikanAy . Kamis, 19 Desember 2. kan kepada para penjual ikan. Di samping itu Perlunya menciptkan suasana atau iklim kripik dari ikan, bakso dari ikan, ikan abon dan yang memugkinkan potensi perempuan pesisir membangun daya bagi perempuan dengan memberikan pelatihan agar mereka mampu mandiri dalam mengelola usahanya misalnya membuat lain sebagainya. untuk berkembang. Yaitu perempuan melakukan Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki investasi sesuai dengan iklim yang terjadi misalnya oleh masyarakat, sehingga diperlukan langkah investasi di musim banyaknya ikan, modal yang yang lebih positif, selain dari iklim atau suasana. diinvstasikan diberikan kepada para penjual ikan. Perlunya memperkuat potensi atau daya yang Di samping itu membangun daya bagi perempuan dimiliki oleh perempuan pesisir Desa Tongke- dengan memberikan pelatihan agar mereka mampu Tongke. Suasana atau iklim yang dimaksud di sini mandiri dalam mengelola usahanya misalnya misalnya apabila di musim ikan kaum perempuan membuat kripik dari ikan, bakso dari ikan, ikan bisa melakukan pengolahan ikan menjadi sesuatu abon dan lain sebagainya. yang bisa menjadi penghasilan sendiri misalnya Diperkuat oleh Usri Al Usra, selaku Sekretaris Desa Tongke-Tongke, buatan ikan menjadi bakso ikan, pembuatan ikan abon dan lain sebagainya. Potensi hasil laut yaitu AuMenciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi perempuan pesisir untuk berkembang sangat perlu dan harus diberdayakan sesuai dengan potensi masing-masing perempuan. Menurut saya membangun daya kekuatan atau kemampuan perempuan pesisir, dengan memberikan latihan agar dapat membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Upaya yang perlu dilakukan agar perempuan pesisir lebih berdaya yaitu dengan membuka usaha-usaha baru sesuai dengan kemampuan perempuan pesisir itu sendiri dan perlunya bantuan pemerintah kabupaten dalam hal akses modal dan pelatihan yang bermanfaatAy . awancara: Selasa, 10 Desember 2. musim di mana hasil laut seperti ikan melimpah. Dapat disimpulkan bahwa perlunya mencipt- AuMemperkuat daya dan potensi yang dimiliki perempuan pesisir sangat perlu, dengan memperkuat potensi daya yang dimiliki dalam diri perempuan pesisir akan memungkinkan dirinya untuk bisa membangkitkan motivasinya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinyaAy. awancara: Selasa, 10 Desember 2. kan suasana atau iklim yang memugkinkan potensi perempuan pesisir untuk berkembang. Yaitu perempuan melakukan investasi sesuai dengan iklim yang terjadi misalnya investasi di musim banyaknya ikan, modal yang diinvstasikan diberi- investasi membuat usaha pengeringan ikan, pem- tentunya musim tersebut bisa dimanfaatkan kaum untuk betusaha tersebut untuk dijadikan penghasilan. Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa perlunya memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh perempuan pesisir. Dengan memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh perempuan pesisir dapat memungkinkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Diperkuat oleh Usri Al Usra, selaku Sekretaris Desa Tongke-Tongke, menyatakan bahwa: Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 bangkan potensi yang dimilikinyaAy. awancara: Selasa, 10 Desember 2. kabupaten memberikan tempat usaha bagi masya- Dengan memperkuat potensi atau daya yang kung usaha dari kegiatan perempuan pesisir dan dimiliki oleh perempuan pesisir dapat memungkin- selain itu perlu adanya pendampingan agar modal kan dirinya untuk mengembangkan potensi yang yang diberikan bisa dipergunakan sehingga bisa Memperkuat daya dan potensi yang dimiliki perempuan pesisir sangat perlu, dengan Tongke-Tongke. rakat khususnya perempuan pesisir dalam mendu- memperkuat potensi daya yang dimiliki dalam diri Memberdayakan Desa perempuan pesisir akan memungkinan dirinya Dalam proses pemberdayaan harus untuk bisa membangkitkan motivasinya untuk dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah, oleh karena kekurangberdayaannya dalam mengha- tersimpan dalam diri perempuan pesisir. dapi yang kuat. Kesempatan yang diberikan kepada perem- Perlunya pemerintah melindungi . ember- puan pesisir Desa Tongke-Tongke, dengan mem- dayaka. peremuan pesisir agar sejajar dengan buka akses pada modal, teknologi dan berbagai kaum laki-laki di Desa Tongke-Tongke. Pemerin- peluang lainnya dalam mengembangkan potensi tah perlu melakukan pemberdayaan perempuan yang dimiliki dalam dirinya, adapun kelompok pesisir agar sejajar dengan kaum laki-laki sesuai perempuan yang ada di Desa Tongke-Tongke yaitu dengan peraturan daerah tentang pemberdayaan kelompok AuKube FlamboyanAy dan kelompok perempuan agar perempuan dapat mengerjakan apa pengasapan ikan yang dananya tersebut dikelola langsung oleh kaum perempuan yang diperguna- kemampuan laki-laki seperti mengikutkan perem- kan secara bersama serta adanya program PNPM puan dalam sebuah proyek. Mandiri dalam pengentasan kemiskinan dengan Pemerintah perlu melindungi . emberdaya- memberikan beberapa pinjaman kepada masyara- ka. peremuan pesisir agar sejajar dengan kaum kat yang membutuhkan. laki-laki di Desa Tongke-Tongke baik dalam hal kesempatan yang diberikan kepada perem- ekonomi, teknologi maupun agama, memberikan modal usaha untuk meningkatkan perekonomian, membuka akses pada modal, teknologi dan pemberian informasi dan pelatihan teknologi serta berbagai peluang lainnya dalam mengembangkan memberikan pemahaman agama agar tercipta potensi yang dimiliki dalam dirinya dengan cara kerukunan antara sesama khususnya dalam men- lebih aktif dalam kegiatan kelompok yang ada jaga hubungan kerjasama antara kaum perempuan yaitu kelompok AuKube FlamboyanAy dan kelompok dan kaum laki-laki. Desa Tongke-Tongke, pengasapan ikan. Pemerintah telah memberikan Pemerintah telah memandirikan . ember- bantuan berupa modal usaha kepada perempuan dayaka. kaum perempuan pesisir agar sejajar pesisir untuk dipergunakan dengan baik namun dengan kaum laki-laki khususnya perempuan yang masih perlu disini adalah pemerintah pesisir Desa Tongke-Tongke namun pelaksanaan- Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 hal sumber daya manusia perempuan pesisir. perempuan pesisir Desa Tongke-TongkeAy . awancara: Kamis, 19 Desember 2. Selain sumber daya juga yang menjadi penghambat adalah modal yang diberikan kepada kelompok Kemampuan perempuan pesisir berdaya- usaha pembagiannya belum merata. Semua dise- guna, mampu bersaing dengan kaum laki-laki dan babkan karena adanya hal-hal yang tidak sesuai mampu mengembangkan potensi yang dimiliki di oleh pembuat kebijakan dengan modal tersebut. Desa Tongke-Tongke sudah cukup baik. Hal ini Maksudnya molda hnya diberikan kepada orang- dapat dilihat dari adanya pembentukan kelompok orang terdekat dari pembuat kebijakan yang menyebabkan kelompok usaha yang lain tidak perempuan pesisir di Kecamatan Sinjai Timur diberikan begitupun kepada perempuan pesisir khususnya perempuan pesisir Desa Tongke- lainnya tidak diberikan. Jadi harapan saya agar Tongke. Selain itu perempuan pesisir sudah diberi- modal yang diberikan dan dibagian merata kepada kan kesempatan untuk mendapatkan modal atau kelompok usaha serta modal tersebut lebih diting- dana untuk dikembangkan dan diadakan evaluasi katkan nominalnya atau ada penambahan modal sampai di mana kemampuan perempuan dalam agar usaha yang dimiliki lebih maju. pengembangan modal tersebut. Meskipun upaya Pemerintah telah memandirikan . ember- pemberdayaan telah dilakukan namun masih ada dayaka. kaum perempuan pesisir agar sejajar kendala yang perlu dibenahi dalam mendukung dengan kaum laki-laki khususnya perempuan pemberdayaan perempuan pesisir yaitu masalah pesisir Desa Tongke-Tongke namun pelaksanaan- kurangnya partisipasi perempuan pesisir dalam hal nya belum maksimal sehingga masih perlu diting- pelatihan pemberdayaan perempuan, baik dalam katkan utamanya dalam hal sumber daya manusia hal pembinaan, pelatihan teknologi dan modal perempuan pesisir. sehingga perlu penyadaran terlebih dahulu. Berikut hasil wawancara tentang kemam- Kemampuan perempuan pesisir berdaya- puan perempuan pesisir berdayaguna, mampu guna, mampu bersaing dengan kaum laki-laki dan bersaing dengan kaum laki-laki dan mampu mampu mengembangkan potensi yang dimiliki di mengembangkan potensi yang dimiliki di Desa Desa Tongke-Tongke sudah cukup baik. Upaya Tongke-Tongke. yang harus dilakukan pemerintah agar lebih Diungkapkan oleh Rafika, salah seorang memberdayakan masyarakat khususnya perempuan masyarakat Desa Tongke-Tongke, menyatakan pesisir di Desa Tongke-Tongke. Hasil wawancara dengan Hasni Murni, salah seorang pengurus PKK AuKemampuan perempuan pesisir berdayaguna, mampu bersaing dengan kaum lakilaki dan mengembangkan potensi yang dimiliki perempuan pesisir di Desa TongkeTongke, hal ini dapat dilihat dari adanya pembentukan kelompok usaha yang diperuntukkan oleh perempuan-perempuan pesisir di Kecamatan Sinjai Timur khususnya Desa Tongke-Tongke, menyatakan bahwa: AuUpaya yang harus dilakukan pemerintah agar perempuan pesisir lebih berdaya yaitu membuka lapangan kerja atau membuka suatu usaha di bidang pemberdayaan ekonomi yang melibatkan perempuan pesisir, selain itu pemerintah juga perlu meningkatkan pelatihan-pelatihan di bagian modal Program Studi Ilmu Administrasi Negara Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur (The Application Of Process Standard Based Teaching And Learning At SMP One Pinran. Oleh: Jusniaty & Susanalindra2 selain itu pemerintah juga perlu meningkatkan pelatihan-pelatihan di bagian modal atau bisa diartikan pendampingan serta pemberian pemahaman tentang teknologiAy . awancara: Rabu, 11 Desember 2. masuk desa yang tujuannya agar perempuan pesisir Diungkapkan oleh Rafika, salah seorang pemerintah kabupaten agar menambah bantuan masyarakat Desa Tongke-Tongke, menyatakan dana kepada masyarakat/perempuan pesisir agar masyarakat pesisir bisa meningkatkan usahanya. AuUpaya yang harus dilakukan pemerintah yaitu: Membuka lapangan kerja bagi perempuan pesisir, menambah besarnya modal untuk kelompok usaha kube flamboyan dan kelompok pengasapan ikan, menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang usaha perempuan pesisir agar lebih maju dan suksesAy . awancara: Kamis, 19 Desember 2. Upaya yang harus dilakukan pemerintah agar lebih memberdayakan masyarakat khususnya perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke yaitu: Membuka lapangan kerja baru, berupa usahausaha yang melibatkan perempuan pesisir serta meningkatkan pelatihan-pelatihan yang bukan hanya di bagian modal atau ekonomi akan tetapi di bidang teknologi, kesehatan dan peningkatan pengetahuan serta perlu diadakan pelatihan berupa cara pengelolaan ikan, pembuatan abon, pembuatan bakso ikan dan pembuatan ikan kaleng. Menambah besarnya modal untuk kelompok usaha perempuan pesisir. Menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang usaha perempuan pesisir agar lebih maju dan sukses dalam kehidupan khusunya dalam peningkatan perekonomian lebih cepat mendapat informasi dan berguna untuk memasarkan penghasilannya. Dan sekarang ini pemerintah desa telah berupaya berdialog dengan KESIMPULAN DAN SARAN Dalam hak akses modal pemerintah sudah melakukan program pemberdayaan bagi perempuan pesisir yang ada di Desa Tongke-Tongke. Modal yang diberikan kepada kelompok-kelompok usaha tersebut pembagiannya belum merata ke semua perempuan pesisir di Desa Tongke-Tongke. Semua disebabkan karena modal yang diberikan yang berupa modal simpan pinjam kepada perempuan pesisir adanya hal-hal yang tidak sesuai didalamnya oleh pembuat kebijakan itu sendiri. Dalam penelitian ini saya menemukan salah satu kelompok perempuan di Desa Tongke-Tongke masih menggunakan modal sendiri, padahal di mana kita ketahui pemerintah telah memberikan bantuan modal untuk kelompok usaha, tapi lagilagi terdapat hal-hal yang tidak diinginkan. Modal usaha yang diberikan hanya disalurkan kepada usaha yang modalnya besar dan orang-orang terdekat dari pembuat kebijakan tersebut. Hal ini membuat kelompok usaha lainnya tidak berjalan dengan baik karena modal yang menghambatnya. Selain itu pemerintah desa telah berupaya memberdayakan perempuan pesisir dengan memberikan pelatihan dan pemahaman teknologi khususnya di segala bidang, misalnya di bidang teknologi informasi sekarang ini telah ada internet Bukan hanya pelatihan-pelatihan kepada kelompok usaha yang ada tapi semua perempuan pesisir yang ada di Desa Tongke-Tongke harus diberikan pelatihan dan membuka lapangan kerja berupa usaha-usaha kecil agar dapat menopang penghasilan suami pada saat suami turun ke laut Program Studi Ilmu Administrasi Negara Jurnal Ilmiah AdministrasitaAo ISSN 2301-7058 Vol 8. No. Juni 2017 Disarankan agar pemerintah membuka suatu usaha atau membentuk sebuah kelompok simpan pinjam yang ditangani langsung oleh perempuan pesisir dan dana tersebut dikhususkan bagi perempuan pesisir yang ingin membuka usaha serta harapkan agar perempuan pesisir lebih meningkatkan bakatnya dengan berupaya dan berusaha membuat suatu kegiatan usaha misalnya usaha pembuatan kripik ikan dan semacamnya. DAFTAR PUSTAKA