ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. Management Of Umbilical Cord Bleeding In Neonates Fitriyani Bahriyah1. Novy Ramini Harahap2. R Eriani3 Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri, 2Institut Kesehatan Helvetia, 3Puskesmas Sipayung Email: firiyani. bahriyah93@gmail. ABSTRACT Umbilical cord bleeding is the presence of fluid . that comes out around the baby's umbilical cord and if not treated immediately can be fatal to cause death. Neonatal mortality is a measure of the success of health services for children. The aim of the study was to analyze midwifery care for the management of umbilical cord bleeding in neonates. In this study, researchers used a qualitative method with a case study The subjects studied were 2 infants aged 4 and 5 days who had umbilical cord bleeding. Collecting data using interviews, physical examination, observation and documentation. The results of the examination showed that participants 1 and 2 had umbilical cord bleeding with a wound width of no more than a coin. prevent potential problems for both participants, midwifery care was carried out according to the problem in the form of keeping the body and equipment clean, washing hands, and not giving anything around the base of the umbilical cord. The results showed that the cause of umbilical cord bleeding was due to incorrect umbilical cord care, namely the use of inappropriate diapers, causing the umbilical cord to be pulled and causing bleeding. After the implementation was given to both participants, the problem was resolved on the second day. One of the needs of newborns is proper umbilical cord care education Keywords : Bleeding. Neonates. Umbilical cord PENDAHULUAN Masa tiga tahun masa balita merupakan masa emas bagi pertumbuhan fisik, intelektual, mental, dan emosional anak. Gizi yang baik, kebersihan, imunisasi, vitamin A dan pelayanan yang berkualitas, serta kasih sayang dan stimulasi yang cukup pada usia balita akan meningkatkan kelangsungan hidup dan mengoptimalkan kualitas hidup anak. Kematian neonatal merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pelayanan kesehatan pada anak. Kematian neonatal merupakan salah satu indikator dalam menilai kesejahteraan masyarakat (Kemenkes RI, 2. Tali pusat dalam istilah medis disebut dengan umbilical cord. Merupakan penyambung hidup bagi janin selama bayi berada di dalam kandungan karena selama dalam kandungan, tali pusat inilah yang menyalurkan oksigen dan makanan dari plasenta ke janin yang ada di dalamnya. Setelah janin lahir, bayi tidak lagi membutuhkan makanan dan oksigen dari ibunya karena bayi sudah bisa bernapas sendiri melalui Karena sudah tidak diperlukan lagi maka saluran ini harus dipotong dan dijepit atau diikat. Bayi baru lahir memiliki risiko tinggi untuk terpapar infeksi, terutama pada bagian tali pusat yang merupakan luka basah dan dapat menjadi pintu masuk kuman tetanus yang sangat sering menjadi penyebab sepsis dan kematian bayi baru lahir. Salah satu indikator derajat kesehatan di Indonesia adalah angka kematian bayi. Tingginya angka kematian bayi di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor penyakit, infeksi, dan gizi buruk (Putri, 2. Pada tahun 2020 di Provinsi Riau angka kematian neonatal meningkat dari 388 menjadi 494 kematian. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh wabah Covid-19 yang sedang melanda dunia. Sedangkan kasus kematian tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru. Kabupaten Siak, dan Kota Dumai. Dan jumlah kematian paling sedikit adalah Kabupaten Pelalawan. Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Rokan Hilir. Penyebab kematian neonatal terbanyak adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Selain BBLR, penyebab kematian neonatal lainnya adalah asfiksia, kelainan bawaan, sepsis, dan lain-lain. Dari seluruh bayi diperkirakan 15% akan http://journal. id/index. php/jnhe ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. mengalami komplikasi neonatal dan harus dideteksi. Dari jumlah sasaran kelahiran hidup di Provinsi Riau pada tahun 2020 . , diperkirakan terdapat 23. 298 bayi yang mengalami komplikasi. Penanganan komplikasi neonatal sangat penting untuk menurunkan angka kematian bayi. Cakupan kunjungan bayi baru lahir usia 0-28 hari yang mendapat pelayanan sesuai standar minimal 3 kali adalah sebesar 82,37% (Dinkes Riau, 2. Salah satu ancaman terhadap bayi adalah terjadinya infeksi tali pusat akibat perawatan tali pusat yang tidak tepat dan benar serta tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi adalah perlunya perawatan bayi yang baik dan benar khususnya perawatan tali pusat agar terhindar dari resiko terjadinya infeksi yaitu dengan berbagai cara antara lain perawatan tali pusat dengan menggunakan ASI topikal dan kain kasa kering steril (Damanik, 2. Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis asuhan kebidanan dalam penatalaksanaan perdarahan tali pusat pada neonatus METODE Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah 2 bayi usia 4 dan 5 hari yang mengalami perdarahan tali pusat. Penelitian dilakukan di Praktik Mandiri Bidan (PMB). Pengumpulan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil anamnesis pada informan 1 adalah refleks menghisap bayi kuat dan bayi tidak rewel. Namun ibu bayi mengeluh terjadi perdarahan tali pusat pada malam sebelumnya. Hasil pemeriksaan tanda vital dalam batas normal yaitu denyut nadi 100 kali per menit, pernapasan 50 kali per menit, dan suhu 36 derajat Celcius. Hasil pemeriksaan fisik lainnya adalah tidak terdapat retraksi dinding dada, tidak terdapat benjolan pada perut, tidak ada nyeri tekan, tali pusat hampir lepas dan kering, tidak terdapat tanda-tanda infeksi, terdapat bekas luka dan pendarahan namun ukurannya tidak lebih dari uang logam dan kulit berwarna kemerahan. Pemeriksaan ini dilakukan pada hari keempat setelah bayi lahir. Dari data subyektif dan obyektif di atas maka ditegakkan diagnosa pada informan 1 yaitu bayi baru lahir cukup bulan, sesuai masa kehamilan empat hari post natal dengan perdarahan tali pusat, keadaan umum baik. Begitu pula hasil anamnesis pada informan 2, bayi dalam keadaan sehat dengan keluhan orang tua bayi mengalami pendarahan pada malam sebelumnya. Namun pada partisipan 2 terjadi perdarahan pada hari kelima setelah lahir. Hasil pemeriksaan tanda vital pada informan 2 juga dalam batas normal yaitu denyut nadi 100 kali per menit, pernapasan 46 kali per menit, dan suhu 36,2 derajat Celcius. Hasil pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal dengan adanya bekas perdarahan pada tali pusat. Berdasarkan data diatas maka ditegakkan diagnosa pada informan 2 yaitu bayi baru lahir cukup bulan, sesuai masa kehamilan lima hari post natal dengan perdarahan tali pusat, keadaan umum baik (Handayani, 2. Berdasarkan hasil anamnesis pada kedua bayi disimpulkan bahwa bayi dalam keadaan sehat yaitu aktif bergerak, kulit kemerahan dan menghisap ASI dengan baik (Kemenkes RI, 2. Begitu pula dengan hasil pemeriksaan fisik yang ditemukan sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa perdarahan tali pusat adalah cairan atau darah yang keluar di sekitar tali pusat bayi. Namun wajar jika terjadi pendarahan dalam jumlah kecil, yaitu pendarahan tidak melebihi luas koin dan akan berhenti dengan tekanan yang lembut (Hidayati. Diduga penyebab perdarahan ini adalah penggunaan popok yang tidak tepat (Hartini, 2. Perawatan yang diberikan adalah memberitahukan hasil pemeriksaan. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan tali pusat berupa menjaga kebersihan bayi dan peralatan yang digunakan, mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi, tidak menggunakan bedak dan lotion pada pangkal tali pusat, melipat popok di bawah tali pusat. Merawat tali puasat menggunakan kain kasa kering yang steril (Hartini. Pastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup. Memberitahu tentang tanda bahaya bayi baru lahir. Asuhan yang diberikan sudah sesuai dengan teori pada kunjungan neonatal kedua (Saifudin, 2. KESIMPULAN Perdarahan pada tali pusat dapat terjadi jika tali pusat tidak dirawat dengan baik, seperti penggunaan pakaian bayi yang tidak tepat. Penatalaksanaan yang dapat diberikan pada bayi dengan masalah perdarahan tali pusat adalah dengan memberikan edukasi tentang perawatan tali pusat. http://journal. id/index. php/jnhe ISSN : 2808-0084 Vol. 3 No. 1 (Oktober, 2. DAFTAR PUSTAKA