https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Vol. 22 Nomor 1 April 2022 Terakreditasi Sinta 4 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Otoritas Perempuan dan Religiusitas Gayatri Rajapatni HIPERREALITAS DI MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SIMULAKRA JEAN BAUDRILLARD (Studi Fenomenologi pada Trend Foto Prewedding di Bal. Wujud Akulturasi Budaya Pada Arsitektur Menara Kudus di Jawa Tengah CHARACTER BUILDING MELALUI AJARAN AGAMA BUDDHA Pluralisme Umat Beragama di Desa Ekasari. Kecamatan Melaya. Kabupaten Jembrana NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH KOMODIFIKASI BARONG NGLAWANG DI DESA PAKRAMAN UBUD. KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR POSISI PEREMPUAN BALI DALAM PERKAWINAN BEDA KASTA MUSIK SEMAR PEGULINGAN MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI SILOAM HOSPITALS BALI YOGA INNER BEAUTY SEBAGAI GAYA HIDUP PEREMPUAN DI ASRAM GHANTA YOGA DESA KERTALANGU. DENPASAR TIMUR Vol. No. 1 Hal. 1 - 101 Dharmika Pranidhi Widjajanti M Santoso Mia Siscawati Achmad Habibullah Muqima Adinda Siti Aisyah Lusi Nur Azizah Hoerunnisa Ni Made Sukrawati Desak Nyoman Seniwati I Gusti Ayu Ngurah Satria Adhitama Gede Agus Siswadi 28 Arif Muzayin Shofwan 61 A A Anom Putra Ni Putu Ganis Pradnyawati Widjajanti Mulyono Santoso Mia Siscawati I Wayan Artana Ni Putu Dian Yuniantari Ni Nengah Karuniati 93 A A Putu Sugiantiningsih Denpasar April 2022 ISSN 1693 - 0304 . 2620 - 827X ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Volume 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Page 47-60 NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Oleh: Satria Adhitama Politeknik Keuangan Negara STAN Jalan Bintaro Utama Sektor V. Tangerang Selatan, 15222 Email: satria. bc@pknstan. Proses Review 15-25 April. Dinyatakan Lolos 26 April Abstract Indonesia has a wide-range of diversity of races, ethnicities, cultures, and religions. This diversity has the potential to cause conflict if it is not managed properly. To minimize conflicts that may occur. Indonesian values are needed that are in accordance with Pancasila. This Indonesian value must be owned by every entity, including religious groups in Indonesia, one of which is the Sikh religion. This study aims to explore in-depth the value of Indonesianness in the Sikh religion. To achieve this goal, the author uses a qualitative approach with in-depth interview data collection methods. The results of this study indicate that in the teachings of the Sikh religion there are five points of Indonesian values that are in line with Pancasila in the form of the value of divinity, the value of justice, the value of unity, the value of deliberation and the value of social justice. By understanding this, it is hoped that the attitude of intolerance that can cause divisions between religious communities in Indonesia can be prevented by interpreting Indonesian values in every religion. Keywords: Indonesian Values. Pancasila. Religion. Sikh Religion. Tolerance. Abstrak Indonesia memiliki keragaman ras, suku, budaya, dan agama. Keberagaman ini berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola dengan baik. Untuk meminimalisir konflik yang mungkin terjadi, diperlukan nilai-nilai keindonesiaan yang sesuai dengan Pancasila. Nilai keindonesiaan ini harus dimiliki oleh setiap entitas, termasuk kelompok agama di Indonesia, salah satunya agama Sikh. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam nilai keindonesiaan dalam agama Sikh. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam ajaran agama Sikh terdapat lima butir nilai keindonesiaan yang sejalan dengan pancasila berupa nilai ketuhanan, nilai keadilan, nilai persatuan, nilai musyawarah, dan nilai keadilan sosial. Dengan memahami hal tersebut, diharapkan sikap intoleransi yang dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama di Indonesia dapat dicegah dengan memaknai nilai-nilai keindonesiaan dalam setiap agama. Kata Kunci: Agama. Nilai Keindonesiaan. Pancasila. Sikh. Toleransi Vol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 PENDAHULUAN Berdasarkan data tahun 2020 Kementerian Kelautan dan Perikanan. Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terdiri dari 771 pulau dengan berbagai macam ras, suku, budaya, dan agama di dalamnya. Jika hal ini dimaknai secara positif, keberagaman ini bisa menjadi modal kuat untuk pengembangan dan pembangunan bangsa. Sebaliknya, bila dipandang secara negatif, keberagaman ini bisa berpotensi menjadi penyebab terjadinya perpecahan bangsa. Keberagaman agama di Indonesia merupakan salah satu kebanggaan bangsa di mana bangsa Indonesia dapat bersatu dan hidup berdampingan meskipun memiliki iman dan kepercayaan berbeda. Letak geografis yang strategis di antara dua benua dan dua samudra menjadi salah satu faktor keberagaman agama di Indonesia. Maka tidak heran, negara ini setidaknya mengalami beberapa konflik seputar agama. Agama yang seharusnya menjadi pedoman hidup, di Indonesia agama dijadikan sebagai alat atau senjata untuk memperoleh kekuasaan atau Wacana pluralisme agama di Indonesia merupakan perbincangan yang cukup penting mengingat banyak konflik yang muncul atas nama Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda khususnya di kalangan cendekiawan Muslim Indonesia, baik secara sosiologis, teologis, maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agama adalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbeda-beda, beragam, dan plural dalam hal beragama (Hanik, 2. Hal ini merupakan sebuah kenyataan sosial yang tidak mungkin dipungkiri atau dihindari. Faktanya bahwa dalam kehidupan sosial di Indonesia, setiap pemeluk agama memiliki pemahaman yang berbeda-beda mengenai pluralisme. Oleh karena itu pengakuan terhadap adanya pluralisme agama secara sosiologis ini yang merupakan pluralisme paling sederhana harus dimiliki oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Karena, pluralisme ini sejatinya bukan merupakan pengakuan terhadap teologi atau bahkan etika dari agama dan kepercayaan lain, melainkan sebuah bentuk toleransi untuk mengizinkan orang dengan agama dan kepercayaan Vol. 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X lain untuk hidup berdampingan. Dalam kehidupan beragama yang berdampingan tentunya masyarakat Indonesia memiliki penguatan terhadap nilai-nilai keindonesiaan agar tidak timbul perpecahan antar umat beragama. Adapun nilaiAanilai keindonesiaan ialah nilaiAanilai luhur bangsa Indonesia yang bersumber dari sistem filsafat bangsa Indonesia yaitu Pancasila. NilaiAanilai ini memiliki peranan yang strategis dan penting dalam membangun persatuan umat. Persatuan ini menumbuhkan keyakinan akan diri sendiri sebagai bangsa. Oleh karenanya pertumbuhan keyakinan tersebut harus berjalan secara berdampingan dengan nilaiAanilai keindonesiaan. Keyakinan tersebut berdampak pada adanya kebebasan dari rasa takut terhadap keberagaman atau pluralitas. Sehingga keyakinan akan nilai - nilai keindonesiaan ini menjadi awal dari pertumbuhan dan perkembangan tahap keterbukaan atau inklusivitas bangsa Indonesia. Inklusivitas dalam kehidupan beragama merupakan salah satu aspek paling penting dalam sebuah bangsa yang majemuk atau plural. Untuk itu Nurcholis Madjid atau akrab disapa Cak Nur . alam Hasanah, 2. mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu bangsa yang paling pluralis di dunia, atau dengan kata lain bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling kaya akan keanekaragaman agama dan Hal penting yang perlu dilakukan dalam menghadapi kemajemukan tersebut adalah mengarahkan agar setiap orang Indonesia memiliki nilai keindonesiaan yang sesuai sistem falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila agar tidak menimbulkan perpecahan. Sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia memiliki kekayaan yang perlu dirawat dan dipertahankan yaitu persatuan bangsa, keutuhan wilayah negara, bahasa kesatuan, konstitusi, dan falsafah negara, serta sistem pemerintahan yang meliputi seluruh tanah air, dan pembangunan ekonomi. Selain itu, terdapat kekayaan yang paling berharga yang dapat dijadikan bekal untuk melangkah ke masa depan yaitu pengalaman bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan kemasyarakatan yang plural atau majemuk. Berdasarkan hal tersebut, bangsa Indonesia harus menunjukkan tujuan bersama ke arah terwujudnya suatu kesepakatan yaitu suatu sikap NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X saling pengertian yang berakar dalam semangat untuk memberi dan menerima. Sikap ini bermuara pada keyakinan setiap kelompok, golongan, dan agama serta hilangnya kekhawatiran antar mereka. Hilangnya kekhawatiran ini ditumbuhkan salah satunya dengan menghilangkan prasangka buruk terhadap agama atau kepercayaan lain. Prasangka buruk ini sangat mungkin terjadi di Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara yang majemuk. Kemajemukan tersebut dibuktikan salah satunya dengan beragamnya agama yang dianut oleh penduduk Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia memeluk salah satu dari enam agama besar yaitu Islam. Kristen. Katolik. Hindu. Buddha, dan Konghucu. Di sisi lain terdapat juga penduduk Indonesia yang memeluk agama-agama Nusantara atau kepercayaan lokal seperti Kejawen. Sunda Wiwitan. Kaharingan. Malesung, dan lain-lain. samping itu, terdapat komunitas-komunitas agama dunia yang hidup berkembang di Indonesia seperti komunitas BahaAoi. Sikh. Yahudi. Gereja Ortodoks. Sai Baba, dan lain-lain. Komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia dan hidup di tengah-tengah agama besar. Walaupun jumlah pemeluknya tidak terlalu signifikan, namun komunitas-komunitas ini eksis dan memiliki kontribusi untuk masyarakat salah satunya adalah komunitas agama Sikh. Berdasarkan Laporan Kebabasan Beragama Internasional 2019, diketahui populasi pemeluk agama Sikh di Indonesia diperkirakan antara 10. 000 hingga 000, di mana 5. 000 orang berada di Sumatra Utara khususnya Medan dan sisanya di Jakarta. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya tentang Eksistensi Agama Sikh di Jabodetabek tahun 2015 yang dilakukan oleh Zainal Abidin, sebagian besar penganut Sikh di Indonesia merupakan keturunan India (Punjab. dan 98% sudah terlahir di Indonesia. Umat Sikh di Indonesia sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dan bertempat tinggal di sekitar Tanjung Priok. Pasar Baru. Sunter. Ciputat, dan Bintaro. Selain itu, terdapat juga komunitas agama Sikh yang tinggal di sekitara Kota Medan. Binjai, dan Pematang Siantar Sumatera Utara. Walaupun umat Sikh memiliki kontribusi kepada masyarakat, para pemeluk agama ini sering kali mendapat perlakuan diskriminatif NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 baik oleh aparat pemerintah maupun masyarakat umum. Bahkan anggapan sebagai aliran sesat sering kali disematkan kepada mereka. Salah satu contoh diskriminasi terhadap umat Sikh adalah sulitnya pendirian gurdwara di Indonesia khususnya wilayah Jabodetabek. Gurdwara Guru Nanak Sikh Temple yang awalnya berada di daerah Tanah Kusir harus dipindah ke Kampung Sawah karena gurdwara ini tidak mendapat izin dari warga setempat. Begitu juga Gurdwara Dharma Khalsa di daerah Cileduk yang pada akhirnya ditutup karena sulitnya memperoleh perizinan. Diskriminasi ini terjadi ketika masyarakat tidak mengerti apa itu agama Sikh, bagaimana ajarannya, dan bagaimana hak dan kewajiban umat Sikh, sehingga terjadi stigma negatif yang akhirnya muncul sikap diskriminatif dari masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam apakah terdapat nilai-nilai keindonesiaan dalam agama Sikh. Dengan begitu, diharapkan penelitian ini akan menambah pengetahuan masyarakat tentang agama Sikh dan meminimalisasi tindakan diskriminatif terhadap agama Sikh yang akhirnya menimbulkan sikap toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang plural atau majemuk. Bangsa Indonesia memiliki Pancasila yang merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia yang berperan sebagai dasar negara, ideologi negara, sistem filsafat bangsa Indonesia . hilosofische grondsla. , pandangan hidup bangsa . , norma dasar . , cita hukum . , cita negara . , dan juga sistem etika bangsa Indonesia. Sebagai sistem etika. Pancasila memberikan panduan way of life bagi bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan struktur pemikiran yang disusun untuk memberikan tuntunan atau panduan kepada setiap warga negara Indonesia dalam bersikap dan berperilaku. Pancasila sebagai sistem etika memberikan moral guidance bagi warga negara Indonesia yang dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Sikh adalah agama yang terbilang paling muda di antara agama-agama di dunia. Berdasarkan Sikh Rahit Maryad atau Kode Etik Sikh, seorang Sikh adalah orang yang mempercayai keberadaan Tuhan Yang Esa, mengikuti ajaran Guru Granth Sahib, dan 10 Guru, serta memperVol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 cayai pembaptisan Amrit yang dimulai oleh Guru kesepuluh. Sikh adalah agama yang lahir di India . i daerah yang sekarang disebut Pakista. dan saat ini penganut Sikh tersebar di seluruh penjuru dunia. Populasi penganut agama Sikh terbanyak adalah India. Amerika Serikat. Kanada. Inggris, dan Malaysia. Penganut agama Sikh di Indonesia pada tahun 2019 antara 000 jiwa yang tersebar di beberapa kota yaitu Jakarta. Tangerang Selatan. Medan. Pematang Siantar, dan Binjai. Peraturan kedisiplinan umat Sikh dibuat oleh Guru Gobind Singh. Peraturan ini sangat ketat dan mengikat, serta harus dipatuhi oleh setiap khalsa . eorang Sikh yang telah memperoleh pembatisan Amrit Sancha. sampai dengan saat Umat Sikh melakukan nitnem . oa haria. sebanyak tiga kali setiap hari, tidak minum alkohol atau obat-obatan terlarang, tidak boleh mencuri, berzina atau berjudi, harus memperlakukan semua anggota masyarakat secara manusiawi, khususnya orang-orang miskin. dan harus siap melayani Tuhan atau Guru Sejati dalam setiap kesempatan. Selain itu umat Sikh harus menggunakan lima K: Kesh adalah rambut yang tidak dicukur dan jenggot yang tidak dipotong, sebagai wujud mensyukuri semua pemberian Tuhan dan mengikuti kehendak-Nya. Kangha adalah sisir, penting untuk kebersihan, salah satu asas agama Sikh. Kara adalah gelang baja, yang dipakai di pergelangan tangan kanan sebagai peringatan bahwa Tuhan adalah satu dan para pemujanya tidak dapat dihancurkan. Kachera adalah celana pendek tradisional, yang dipakai untuk mengingatkan seorang Sikh untuk menjaga kesopanan dan selalu cekatan. Kirpan adalah belati yang menyimbolkan bahwa seorang Sikh harus selalu membela kebenaran dan sebagai alat untuk mempertahankan diri. Bagi orang-orang Sikh, tujuan akhir keberadaan manusia adalah kembalinya jiwa manusia dan bersatunya dengan Tuhan. Hal ini dapat dicapai dengan pencerahan spiritual dan disiplin diri, tetapi pada akhirnya tujuan itu hanya dapat diperoleh karena anugerah Tuhan. Sep50 Vol. 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X erti agama pada umumnya, konsep utama dalam suatu agama adalah konsep ketuhanan. Ayat pertama yang dikenal sebagai Mool Mantar dalam Sri Guru Granth Sahib merupakan dasar dalam agama Sikh. Dalam agama Sikh mendeskrpsikan Tuhan sebagai AuIk oangkar sat nam karta purakh nirbhao nirvair akal mura ajuni saibhang gur parsadAy yang berarti Tuhan itu Esa, tiada yang menyerupai-Nya dan Dia bersemayam dalam semua ciptaan-Nya. Dia tidak akan berubah . kan selamanya sam. Dia adalah kebenaran tertinggi. Dia adalah Sang Pencipta. Dia tidak memiliki rasa takut. Dia tidak memiliki musuh. Dia abadi. Dia terbebas dari siklus reinkarnasi. Dia ada dengan sendirinya, dan Dia dapat ditemui dengan rahmat Guru. Agama Sikh menekankan hubungan pribadi antara manusia dan Tuhan melalui kekuatan batin di mana Tuhan berada dalam jiwa setiap manusia. Umat Sikh harus berusaha menemukan Tuhan dalam diri mereka sendiri. Guru Nanak mengajarkan kepada para pengikutnya supaya mencari kebenaran yang berada dalam suatu agama dan umat Sikh mengenal kebenaran ini di dalam Tuhan. Guru Nanak mengajarkan bahwa umat Sikh harus selalu menempatkan ajaran Tuhan di dalam hati dan pikiran. Guru Nanak menyebut Tuhan dengan Nam atau Sat Guru (Guru Sejat. Jika umat Sikh terus-menerus melakukan meditasi Nam, umat Sikh telah mengadirkan Tuhan ke dalam kehidupan. Selain itu agama Sikh juga menekankan hubungan yang harmonis antara sesama manusia. Hal ini digambarkan dalam konsep langar di mana semua orang menyantap makanan yang sama secara bersama-sama. Konsep langgar ini merupakan ajaran Sri Guru Granth Sahib yang mengajarkan bahwa semua manusia, baik lakilaki maupun perempuan, adalah sederajat. Kitab Suci Sikh menyatakan kebenaran yang sama, dengan memasukkan puji-pujian dari orangorang suci Hindu dan Islam. Kitab Suci Kitab suci agama Sikh dikenal dengan nama Sri Guru Granth Sahib. Ruangan untuk meletakkan Sri Guru Granth Sahib disebut darbar yang terdapat di dalam Kuil Sikh (Sikh Templ. Kitab Suci diperlakukan dengan penuh perhatian dan NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X penghormatan seperti layaknya perhatian dan penghormatan kepada Sepuluh Guru yang semuanya adalah manusia. Sri Guru Granth Sahib. AuKitab GuruAy, menjadi pusat ibadah dan kepercayaan umat Sikh. Kitab ini diletakkan pada sebuah takhta . khusus yang tinggi dilindungi oleh suatu tirai di gurdwara. Terdapat pendeta atau petugas gurdwara yang diberi kepercayaan untuk menjaga Sri Guru Granth Sahib dan memastikan bahwa Sri Guru Granth Sahib mendapatkan penghormatan dengan cara mengibas-ngibaskan chaur . uatu kipas dari rambut ekor sap. di atasnya, ketika Sri Guru Granth Sahib dibuka untuk dibaca atau dinyanyikan. Jika Sri Guru Granth Sahib sudah terlalu tua untuk digunakan, kitab itu dikremasi dan abunya ditaburkan di sungai setempat dengan prosesi upacara yang sama seperti kremasi kesepuluh Guru yang merupakan manusia. Japji Sahib Japji Sahib adalah inti dari Guru Granth Sahib dan inti dari ajaran Sikh. Japji Sahib merupakan bagian pertama dari Guru Granth Sahib dan ditulis oleh Guru Nanak menjelang akhir hidupnya. Itulah satu-satunya puji-pujian yag tidak dinyanyikan, tetapi hanya diucapkan. Pujian ini diucapkan setiap pagi oleh umat Sikh dan juga pada waktu persiapan amrit untuk upacara penerimaan seseorang menjadi anggota Khalsa. Japji sahib, yang dimulai dengan Mool Mantar, menekankan kepercayaan Sikh yang paling fundamental yaitu: Hanya ada satu Tuhan yang merupakan kebenaran kekal. Hukum karma yaitu apa yang dituai melalui perbuatan akan dipanen hasilnya sebagai akibat dari perbuatan tersebut. Keselamatan hanya dapat dicapai manusia dengan mengikuti perintah dan ajaran-Nya. Kuil Kuil, atau gurdwara, merupakan tempat ibadah utama umat Sikh. Sebuah Sri Guru Granth Sahib harus diletakkan di dalam sebuah kuil jika bangunan tersebut ingin diakui sebagai gurdwara. Umat Sikh dianjurkan untuk melakukan ibadah secara bersama-sama karena cara ini menciptakan persatuan dalam umat Sikh. Guru NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 Nanak mengajarkan nilai persatuan, dengan mengatakan bahwa hanya dengan cara bergabung bersama atau berkumpul dengan orangorang yang baik maka seseorang akan menjadi Suatu gurdwara dapat dengan mudah dikenali karena bendera kuningnya yang dikenal dengan nama Nishan Sahib yang berkibar di luar Pada bendera itu tergambar pedang bermata dua atau khanda yang melambangkan perjuangan melawan musuh-musuh iman baik secara alami maupun secara gaib, dua pedang atau kirpan yang melambangkan Miri dan Piri, serta lingkaran yang melambangkan kesatuan dengan Tuhan. II. METODE PENELITIAN Paradigma dalam penelitian ini adalah konstruktivis di mana paradigma ini menggambarkan cara pandang peneliti untuk menjelaskan kerangka sosial yang terbentuk dalam pola pikir seseorang maupun kelompok berdasarkan akal sehat tentang bagaimana subjek penelitian memberi makna pada suatu peristiwa atau kejadian dalam hidupnya (Poerwandari, 2. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan maksud untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh seseorang atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Pendekatan ini dipilih mengingat peneliti ingin melihat secara mendalam bagaimana nilai ke-Indonesia-an dalam agama Sikh. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menyajikan gambaran atau penjelasan seteliti mungkin mengenai suatu fenomena/gejala berdasarkan data yang diperoleh. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara secara mendalam. Wawancara dilakukan kepada salah seorang pendeta di Gurdwara Guru Nanak Sikh Tempel. Ciputat. Tangerang Selatan. Proses analisis data dilakukan dengan proses hermeneutik dengan melakukan perbandingan antara data yang diperoleh dengan kerangka pemikiran atau acuan konsep dan digambarkan kembali sesuai data i. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil wawancara dengan informan penelitian, dapat diklasifikasikan nilai Vol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 keindonesiaan dalam agama Sikh sebagai berikut: 1 Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan adalah nilai yang paling mendasar dalam sistem etika bangsa Indonesia. Nilai ketuhanan berasal dari Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ketuhanan tidak hanya berbicara terkait hubungan manusia dengan Tuhannya, namun nilai ketuhanan juga berbicara mengenai toleransi antar umat beragama. Selayaknya sebuah agama, konsep Tuhan adalah konsep yang terpenting dan terutama dalam sebuah agama tak terkecuali agama Sikh. Hal ini dijawab oleh Guru Nanak Dev Ji sebagai pendiri agama Sikh. Pada halaman pertama pada pembukaan kitab suci agama Sikh. Sri Guru Granth Sahib. Guru Nanak Dev Ji mengatakan AuIk oangkar sat nam karta purakh nirbhao nirvair akal mura ajuni saibhang gur parsadAy. Ik oangkar yang terdiri dari tiga kata yaitu ik, oang, dan Ik berarti Tuhan itu satu. Dia Esa. Oang berarti tidak ada yang menyerupai-Nya dan Ia bersemayam dalam semua ciptaan-Nya. Kar berarti berarti tidak akan berubah atau selamanya sama. Selain itu, agama Sikh juga mengenal sifat Tuhan yang lain yaitu Satnam yang berarti Ia adalah Kebenaran yang tertinggi. Karta Purakh berarti Dia adalah Sang pencipta. Nirbhau yang berarti Dia tidak memiliki rasa takut. Nirvair berarti Dia yang tidak memiliki musuh. Akal Murat berarti abadi. Ajooni yang berarti bebas dari siklus hidup dan mati atau reinkarnasi. Saibhang berarti ada dengan sendirinya, dan Gur Parsad yang berarti dapat ditemui dengan rahmat Guru. Hal tersebut adalah konsep ketuhanan yang diajarkan oleh Guru Nanak Dev Ji. Guru Nanak Dev Ji juga mengatakan bahwa Tuhan sedemikian luasnya dan sedemikian luar biasa, sehingga tidak mungkin digambarkan secara utuh menyeluruh. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk mendeskripsikan Tuhan secara keseluruhan karena Tuhan tidak memiliki batasan. Tidak ada manusia yang bisa mengetahui seberapa besarnya Dia secara detail. Guru Nanak Dev Ji mengibaratkan layaknya seekor ikan di dalam laut di mana ikan yang sedemikian kecil tidak akan mampu mendeskripsikan seluruh lautan samudra yang begitu luas, maka demikian pula manu52 Vol. 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X sia sebagai makhluk yang kecil dibandingkan dengan Tuhan tidak akan mampu mendeskripsikan Tuhan. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 25 yang ditulis oleh Guru Nanak Dev Ji yang mengatakan AuTu dariao dana bina mai machuli kaise ant lahaAy yang berarti AuWahai Tuhan Yang Maha Tahu dan Bijaksana. Engkau adalah ibarat sungai yang luas dan hamba adalah ikan yang tinggal di dalamnya. Bagaimana makhluk kecil seperti hamba ini dapat mengetahui batasan/limit-Mu?Ay Namun dapat disampaikan mengenai sifat-sifat ketuhanan dalam agama Sikh bahwa Tuhan itu tidak berwujud dan bersemayam dalam ciptaan-Nya. Dalam ajaran Sikh di ajarkan untuk menemukan Tuhan di dalam diri, bersatu dengan Tuhan yang ada di dalam diri manusia. Tuhan yang disampaikan dalam kitab suci Guru Granth Sahib tidak berada di tempat-tempat tertentu saja seperti tempat ibadah atau hanya ada di langit, melainkan Tuhan ada dalam diri manusia. Manusia dapat menemui Tuhan dan bersatu dengan-Nya di dalam diri. Hal ini tercantum dalam Sri Guru Granth Sahib halaman 695 yang ditulis oleh Baghat Pipat Ji AuJo brahmande soi pinde jo khoje so paweAy yang berarti AuTuhan yang telah menciptakan alam semesta juga bersemayam dalam tubuh ini. Barangsiapa mencarinya . e dalam dir. maka ia akan menemukan-Nya. Ay Dalam konteks keindonesiaan, nilai ketuhanan tidak hanya terkait dengan konsep ketuhanan, namun nilai ketuhanan juga berbicara mengenai toleransi. Toleransi merupakan salah satu ajaran yang penting dalam agama Sikh. Terdapat banyak contoh, kisah, dan juga ajaran dari pada para Guru mengenai toleransi, salah satunya adalah Guru Nanak Dev Ji yang merupakan guru pertama sekaligus pendiri agama Sikh memiliki teman terdekat adalah seorang Muslim yang bernama Bhai Mardana. Guru Nanak Dev Ji dan Bhai Mardana selama 30 tahun pergi menjelajahi banyak negara dan banyak tempat di seluruh penjuru dunia untuk mengampanyekan dan menyebarkan ajaran ketuhanan, kebaikan, dan Guru Nanak Dev Ji dan Bhai Mardana menunjukkan tidak ada konflik mengenai kepercayaan meskipun guru Nanak Dev Ji bukan Islam dan Bhai Mardana bukan Sikh, tapi keduanya dapat berteman sangat baik. Hal tersebut NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X adalah ajaran dasar agama Sikh tentang toleransi walaupun berbeda keyakinan akan tetapi dapat tetap bersahabat atau berdampingan. Ajaran toleransi juga diajarkan oleh Guru kelima Arjan Dev Ji. Guru Arjan Dev Ji meminta seorang Muslim yang taat bernama Sain Mian Mir untuk meletakkan batu pertama sebagai fondasi Golden Temple atau Hamandir Sahib di Amritsar Punjab India di mana batu pertamanya diletakkan oleh seorang Muslim. Selain batu pertama tersebut. Golden Temple atau Hamandir Sahib memiliki empat pintu dari semua arah mata angin yang menandakan bahwa Golden Temple atau Hamandir Sahib terbuka untuk semua orang. Contoh toleransi lainnya diberikan oleh guru ke-6 Guru Har Gobind. Walaupun di tempat sang guru berada mayoritasnya adalah non muslim tapi Guru Har Gobind tetap membangun masjid untuk para umat Muslim agar dapat menjalankan shalat. Agama Sikh mengajarkan bahwa setiap agama memiliki sebutan macam-macam untuk Tuhan dan sebenarnya hal itu hanya sebutan, namun Tuhan tetap lah satu dengan berbagai macam sebutan atau panggilan. Semua agama bagus, semua agama benar, semua agama baik tidak perlu saling membenci orang-orang yang Guru Arjan Dev selalu mengajarkan kepada orang-orang waktu zaman itu yang bertengkar menentukan mana agama yang lebih baik, mana umat agama yang lebih baik. Guru Arjan Dev mengatakan umat agama paling baik itu adalah mereka yang menjalankan ajaran agamanya, itulah agama yang paling bagus di mana umatnya menjalankan apa yang telah diajarkan kepadanya yang lebih utama adalah melakukan perbuatan yang mulia dan baik. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 265 yang ditulis oleh Guru Arjan Dev Ji Ausagal dharam meh srisat dharam hark o nam jap nirmal karamAy yang berarti AuPemeluk agama terbaik di antara semua agama lainnya adalah yang memahami ajaran-Nya dan melaksanakan perbuatan muliaAy. Toleransi juga diperlihatkan pada ayat-ayat suci dalam Sri Guru Granth Sahib yang tidak hanya ditulis oleh para Guru dan beberapa tokoh Sikh terkemuka tetapi juga merupakan ayatayat yang ditulis oleh para pendeta dari agama Hindu dan ulama dari agama Islam yang bermaNILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 cam-macam alirannya. Melalui hal ini secara tak langsung Sri Guru Granth Sahib juga mengajarkan esensi toleransi, yaitu tidak ada kebenaran absolut yang tunggal selain dari Tuhan sendiri. Sehingga tidak diperkenankan adanya klaim bahwa suatu agama paling baik atau paling Setiap agama memiliki kebenaran masing-masing dan oleh sebab itu diharapkan setiap orang dapat menghormati setiap agama. 2 Nilai Keadilan dan Kemanusiaan Nilai keindonesiaan yang kedua adalah nilai kemanusiaan dan keadilan yang bersumber dari Sila ke 2 dalam Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Prinsip keadilan merupakan prinsip yang penting dalam agama Sikh yang selalu ditekankan oleh para Guru. Prinsip keadilan didasarkan pada prinsip utama yaitu kehadiran Tuhan di setiap ciptaan-Nya. Tuhan bersikap adil tidak membeda-bedakan ciptaanNya, sehingga manusia harus juga berlaku adil terhadap semuanya tidak membeda-bedakan, tidak pilih kasih, tidak tebang pilih termasuk dalam hal penegakan hukum, tidak diperkenankan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Berikut adalah contoh nilai keadilan dalam mengajar seorang guru tidak boleh memberikan perlakuan khusus kepada satu siswa dan kemudian tidak memberikannya untuk siswa lainnya dengan kata lain guru tersebut mengistimewakan satu siswa saja dan mengesampingkan siswa Seorang guru harus bersikap adil karena di dalam seorang siswa terdapat cahaya Tuhan, begitu juga Tuhan bersemayam di dalamnya siswa lainnya. Jadi dari situ prinsip utama agama Sikh bahwa Tuhan bersemayam di dalam setiap ciptaan-Nya sehingga manusia harus berlaku adil apalagi bagi seorang penguasa. Salah satu contoh nilai keadilan dalam agama Sikh dicontohkan oleh Maharaja Ranjit Singh yang dikenal dengan Sher-e-Punjab atau Singa dari Punjab. Maharaja Ranjit Singh adalah maharaja pertama dari Kekaisaran Sikh yang pernah berkuasa di India selama 30 tahun . 1 Ae Wilayah kekuasaannya cukup luas dari selatan sampai Utara India dan dari timur sampai dengan barat hingga daerah Afganistan. Nilai keadilan diwujudkan di dalam kerajaannya di mana setiap orang mendambakan keadilan, raja tidak dibeda-bedakan rakyatnya dalam memVol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 peroleh hak dan kewajiban. Contohnya adalah maharaja yang beragama Sikh, mengangkat menteri dan penasihat dari berbagai macam latar belakang agama seperti Sikh. Hindu, dan Islam karena konsep utama dalam agama Sikh adalah Satu Tuhan bersemayam dalam setiap ciptaan-Nya termasuk dalam umat agama lain selain Sikh. Selain nilai keadilan, agama Sikh juga menekankan nilai kemanusiaan. Para Guru mengajarkan jika seseorang di dalam dirinya tidak terdapat kemanusiaan berarti orang tersebut bukanlah manusia yang utuh. Begitu kemanusiaan mati dari dalam diri orang maka hidup orang tersebut tidak akan bermanfaat dan sifatsifat hewani akan lahir dalam dirinya. Tetapi ketika sifat-sifat hewani di dalam diri manusia binasa dan kemudian manusia memiliki rasa kemanusiaan di dalam diri, maka hidup manusia akan menjadi berlipat-lipat manfaatnya. Hal ini dituliskan dalam Sri Guru Granth Sahib halaman 870 yang ditulis oleh Bhagat Kabjir Ji AuNaru marai nar kam na awai, pasu marai das kaj sawaraiAy yang berarti AuKetika kemanusiaan sirna dalam diri seseorang, maka hidup manusia tersebut tidak akan ada manfaatnya. Ketika sifat hewani sirna dari dalam diri, maka kehidupan seseorang akan menjadi sangat bermanfaatAy. Kemanusiaan dalam agama Sikh tidak terlepas dari konsep reinkarnasi yang dipercaya dalam agama Sikh. Konsep reinkarnasi dalam Sikh memiliki konsep yang berbeda dengan konsep reinkarnasi dalam agama Hindu. Reinkarnasi dalam Sikh didefinisikan sedikit berbeda dimana reinkarnasi terjadi bukan setelah kematian, melainkan di saat manusia masih hidup. Reinkarnasi sangat berkaitan dengan pikiran Pikiran manusia akan bereinkarnasi sesuai dengan apa yang dipikirkan dalam dirinya dan termasuk perbuatannya. Sebagai contoh, jika manusia memikirkan berulang-ulang kali mengenai harta. Guru Granth Sahib Ji berkata bahwa pikiran tersebut sudah bereinkarnasi seperti ular yang melilit harta. Jika pikiran seseorang berpikir terus menerus mengenai anaknya saja berarti pikirannya sudah bereinkarnasi menjadi babi. Jika pikiran seseorang dipenuhi dengan kesombongan dan kebodohan berarti pikiran tersebut sudah bereinkarnasi sebagai keledai. Begitu juga orang yang susah dia54 Vol. 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X tur dan dinasihati akan bereinkarnasi sebagai banteng, orang yang tamak dan serakah akan bereinkarnasi sebagai anjing, dan orang yang suka akan keburukan akan bereinkarnasi sebagai gagak. Kemanusiaan dalam agama Sikh terjadi apabila sifat-sifat kebinatangan . ifat-sifat yang tidak bai. sudah binasa di dalam diri manusia, maka sudah terlahir kemanusiaan pada diri manusia. Hal ini seperti yang dikatakan Guru Nanak Dev Ji bahwa manusia seperti ini lah yang disebut manusia yang sebenarnya. Jika manusia hidup tanpa kemanusiaan, maka hidupnya tidak bermanfaat, hidupnya akan sia-sia, berbadan manusia, namun berisi sifat-sifat kebinatangan. Hal ini tercantum dalam Sri Guru Granth Sahib halaman 266 yang ditulis oleh Guru Arjan Dev Ji AuKartut pasu ki manas jatAy yang berarti AuTubuh berwujud manusia tetapi sifat dan tingkah lakunya seperti hewanAy. Nilai kemanusiaan juga mengajarkan bagaimana saling menghormati dan menghargai sesama manusia. Hubungan antar sesama manusia ini juga merupakan ajaran yang penting di dalam agama Sikh. Manusia harus bisa menghargai dan mencintai sesama manusia dan melihat kehadiran Tuhan di sesama ciptaan Tuhan. Hal ini sesuai dengan salah pepatah dalam agama Sikh yaitu AuIf You cannot see God in all you cannot see God at allAy, kalau kita tidak bisa melihat kehadiran Tuhan di dalam semuanya, maka kita tidak akan pernah sama sekali berjumpa dengan Tuhan atau tidak akan pernah bisa merasakan kehadiran-Nya. Agama Sikh mengajarkan menjalin hubungan dengan manusia seperti layaknya menjalin hubungan dengan Tuhan. Jadi bagi umat Sikh selain menghormati dan menyayangi Tuhan, melakukan pelayanan terhadap-Nya, umat Sikh harus juga menjalankan hal tersebut kepada sesama manusia. Menjadi sebuah hal yang sia-sia apabila seseorang menjalin koneksi atau hubungan vertikal dengan baik dengan melakukan berbagai macam ritual keagamaan, akan tetapi orang tersebut tidak peduli dengan sesama manusia. Dalam Sikh hal itu disebut haume atau egois yaitu orang yang mementingkan kehidupan pribadinya saja. Hal ini akan membuat segala macam perbuatan religius keagamaan yang dilakukan seseorang tidak akan membawa atau membuahkan hasil. Sehingga umat Sikh harus bisa melayani, mengNILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X hormati, menghargai, menyayangi, berbuat baik untuk sesama manusia. Inti ajaran Sikh terkait hubungan antar sesama manusia adalah hidup manusia ini harus bermanfaat bagi sesama manusia. Membina hubungan baik dengan sesama manusia merupakan syarat utama agar orang tersebut bisa memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 1383 yang ditulis oleh Sheikh Farid Ji bahwa AuSabhna man manak, thahan mul macanggawaAy yang berarti AuSetiap hati adalah bagaikan permata berharga, menyakiti hati ciptaan Tuhan tidaklah baik. Jikalau engkau ingin bertemu Tuhan, janganlah sakiti hati ciptaan Ay Nilai kemanusiaan juga digambarkan dalam kisah Guru Gobind Singh Ji ketika Guru Gobind Singh Ji dalam keadaan membutuhkan bantuan. Guru Gobind Singh Ji dibantu oleh seorang pemuka agama Islam bernama Pir Budhu Shah bersama 700 umat yang dipimpinnya. Atas dasar kemanusiaan, umat Sikh melakukan kerja sama dengan umat agama lain terutama di saat genting misalnya beberapa tahun lalu terjadi kerusuhan di India terdapat persekusi terhadap umat Islam di India oleh kelompok radikal yang mengatasnamakan agama tertentu, gurdwaragurdwara di India membuka pintu untuk menampung dan memberikan perlindungan kepada umat Muslim India agar tidak disakiti oleh kelompok-kelompok tersebut. Contoh lain yang dilakukan umat Sikh adalah konsep langgar atau dapur umum. Langgar dihadirkan di tempattempat yang memang membutuhkan seperti di daerah yang tertimpa bencana alam atau kerusuhan. Langgar dihadirkan untuk melayani siapa pun, tidak hanya umat Sikh. kerja sama dengan umat lain juga dilakukan dalam kehidupan umat Sikh misalnya umat Sikh selalu berpartisipasi dalam doa lintas agama. Umat Sikh selalu terbuka untuk kerjasama untuk kebaikan, kemakmuran, dan kemajuan bersama. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 1383 yang ditulis oleh Sheikh Farid Ji bahwa AuNa ko bairi nahi begana sagal sang ham ko ban aiAy yang berarti AuDaku tidak bermusuhan dengan siapa pun dan tidak menganggap siapa pun sebagai orang asing. Daku berteman dan bersahabat dengan semuanyaAy. NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 3 Nilai Persatuan dan Nasionalisme Nilai keindonesiaan berikutnya adalah nilai persatuan sesuai dengan Sila ke tiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Guru Nanak Dev Ji mengibaratkan Tuhan seperti orang tua yang melahirkan manusia-manusia, semua ciptaanNya ibarat anaknya. Jadi Tuhan digambarkan seperti orang tua, sedangkan ciptaan-Nya digambarkan seperti anak-anaknya, dengan demikian semua umat manusia adalah satu keluarga yang merupakan sama-sama anak Tuhan. Satu keluarga harus menjaga keutuhan keluarga. Keluarga yang dimaksud dalam konteks seluruh umat manusia yang berbeda agama, suku, dan ras. Tuhan memang menghendaki perbedaan tersebut sehingga perbedaan itu tidak bisa Sikh memandang perbedaan bukanlah sumber perpecahan, mengingat semua umat manusia adalah keluarga. Oleh karena itu umat manusia harus menjaga persatuan. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 611 yang ditulis oleh Guru Arjan Dev AuEk pita ekas ke ham barakAy yang berarti AuTuhan yang Esa adalah ayahku dan kita semua adalah anak-anakNyaAy. Nilai persatuan ini juga dicontohkan oleh para Guru yang selalu menghindari terjadinya konflik yang dapat menimbulkan perpecahan seperti Guru Angad Dev Ji berpindah dari Kartarpur Sahib ke Khadur Sahib untuk menghindari pecahnya konflik internal. Demikian pula Guru Amar Das Ji pindah dari Khadur Sahib ke Goindwal Sahib dan Guru Ram Das Ji berpindah dari Goindwal Sahib ke Amritsar Sahib. Kepindahan para Guru tersebut semata-mata demi menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Nilai persatuan juga diajarkan oleh Guru Gobind Singh yang mengatakan manas ki jat sabhe ekai pehencanbo, kenalilah semua manusia sebagai satu terlepas dari berbagai macam perbedaan yang ada itu hanya berupa identitas saja. Nilai keindonesiaan berikutnya adalah nilai nasionalisme yang diambil dari Sila 3 Pancasila Persatuan Indonesia. Dalam ajaran Sikh tidak secara tersurat atau eksplisit disebutkan nasionalisme, akan tetapi Sikh mengajarkan pelayanan terhadap keluarga, seorang Sikh harus memberikan pelayanan terbaik kepada anakanak, suami atau istri, dan juga orang tua. Kemudian umat Sikh harus memberikan pelayanan kepada lingkup yang lebih luas lagi yaitu terhaVol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 dap komunitas, dan kepada lingkup yang paling luas yaitu pelayanan terhadap negara. Hal ini disebut nasionalisme dalam persepsi agama Sikh. Nasionalisme dalam agama Sikh berarti berperan maksimal sesuai dengan kapabilitas dan kemampuan masing-masing untuk berkontribusi dalam kemajuan negara. Hal ini selalu diajarkan kepada seluruh umat Sikh di dunia. Umat Sikh diajarkan untuk mengabdi kepada negara di mana umat Sikh tinggal. Walaupun umat Sikh tinggal di luar India, umat Sikh tetap memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi misalnya Harjit Singh Sajjan yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan Kanada pada tahun 2015. Begitu juga di Indonesia, meskipun tidak terlalu diekspos, banyak umat Sikh yang gugur saat pertempuran memperebutkan kemerdekaan tahun 1945 di daerah-daerah Sumatera Utara khususnya daerah sekitar Sumatera Utara. Nasionalisme ditunjukkan umat Sikh tidak hanya saat memperjuangkan kemerdekaan, namun umat Sikh juga turut serta dalam membangun Indonesia saat ini. Salah satu tokoh nasional dari umat Sikh adalah Almarhum H. Dillon. Nilai nasionalisme juga diwujudkan dalam kerelaan berkorban demi bangsa dan negara. Para Guru dan tokoh agama Sikh memberikan contoh sikap rela berkorban yang harus diikuti oleh umat Sikh saat ini. Guru ke sembilan dalam agama Sikh yaitu Guru Tegh Bahadur mengorbankan kepalanya demi kebebasan beragama umat Hindu yang pada waktu dilarang oleh Kekaisaran Mughal dan juga Guru Har Krishan Sahib Ji membantu para penduduk Delhi yang saat itu terserang wabah kolera. Guru Har Krishan sendiri akhirnya wafat karena terserang penyakit tersebut. Dewasa ini, salah umat Sikh di Amerika Serikat memberikan contoh keteladanan rela berkorban yaitu Manjeet Singh dengan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan tiga orang anak yang tenggelam di Sungai California Amerika Serikat pada Agustus 2020. 4 Nilai Musyawarah Nilai keindonesiaan berikutnya adalah nilai musyawarah yang bersumber dari sila ke empat Pancasila yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dalam ajaran Sikh, dianjurkan untuk menggunakan cara musyawarah dalam me56 Vol. 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X nyelesaikan permasalahan. Guru Nanak Dev Ji mengajarkan AuBersatulah wahai saudara-saudaraku, kalau ada keraguan, kalau ada asumsi asumsi tidak bagus ada keraguan-keraguan, ada prasangka-prasangka tidak bagus, jauhkanlah dengan cara duduk dan gelar lah tikar bicarakan lahAy. Maksud dari Guru Nanak Dev Ji adalah ketika umat Sikh menghadapi perselisihan atau permasalahan agar diarahkan untuk bermusyawarah, bicarakan dengan baik-baik, dan temukan jalan keluarnya melalui musyawarah. Musyawarah juga dicontohkan oleh para Guru dalam agama Sikh di mana para Guru saat mengambil keputusan itu selalu menanyakan kepada umatnya. Para Guru selalu bermusyawarah dengan tidak mengambil suatu keputusan secara sepihak dan ini berlaku hingga saat ini di dalam komunitas Sikh di seluruh dunia. Terkait dalam hal musyawarah. Sri Guru Granth Sahib halaman 958 yang ditulis oleh Guru Arjan Dev menyebutkan AuHoe ekatar milho mere bhai dubidha dur karo liv lai. Har name ke howho jori gurmukh baiso vachaeAy yang berarti AuWahai para saudarasaudaraku, berkumpullah dan bersatulah. Jauhkan segala keraguan dan kesalahpahaman. Selesaikan segala masalah tersebut dengan bermusyawarahAy. 5 Nilai Keadilan Sosial Nilai keindonesiaan berikutnya adalah nilai keadilan sosial yang berakar dari Sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Salah satu aspek nilai keadilan sosial adalah gotong royong. Secara eksplisit, kata gotong royong tidak tertulis dalam Sri Guru Granth Sahib, namun gotong royong diajarkan oleh para Guru yang dicontohkan dalam praktik kerja sama untuk menyelesaikan suatu masalah. Pada zaman Guru ke tiga yaitu Guru Amar Das, pada saat itu terjadi bencana kekeringan dan Guru Amar Das mengajak semua masyarakat yang tinggal di daerah itu untuk bersama-sama membuat sumur-sumur untuk sumber air minum dan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini bisa dikatakan sebagai salah satu contoh gotong royong yang dilakukan oleh umat Sikh dengan umat agama lainnya. Di berbagai negara gurduwara-gurdwara dibangun dengan gotong-royong oleh umatnya. Gotong royong ini bisa dalam bentuk tenaga NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X dengan bekerja sama atau dalam bentuk lainnya seperti bahan material atau pendanaan. Gotong royong tidak hanya dilakukan untuk mendirikan tempat ibadah umat Sikh . , namun umat Sikh juga bergotong-royong untuk membangun rumah ibadah umat agama lain terutama umat Muslim yang sering sekali tidak terekspos. Jadi kata gotong-royong secara eksplisit tidak disebutkan dalam Sri Guru Granth Sahib tapi para Guru sudah memberikan teladan akan eksistensi prinsip gotong royong dalam agama Sikh. Prinsip gotong royong diwujudkan dalam bentuk kerja sama untuk meringankan beban Wujud nyata konsep gotong royong yang sudah dilakukan oleh umat Sikh adalah langgar atau dapur umum. Kegiatan di langgar dilakukan menggunakan prinsip gotong royong dari umat yang kerja secara bersama, mulai dari menyediakan bahan makanan secara bersama, memasak makanan bersama, menghidangkan makanan untuk sesama di daerah-daerah yang Contoh nyata prinsip gotong royong yang dilakukan umat Sikh di Indonesia ketika terjadi bencana alam di Palu. Sulawesi Tengah. Perwakilan dari organisasi Sikh hadir di lokasi bencana untuk membantu meringankan beban para korban bencana dengan mendirikan posko dan membuat langgar atau dapur umum. Hal ini dilakukan secara sukarela oleh umat Sikh dengan bergotong-royong bersama-sama dan bekerja sama membuat makanan, menyajikan, membagikan, dan menikmati makanan secara Nilai keadilan sosial lainnya adalah menyisihkan pendapatan untuk diberikan kepada yang membutuhkan dalam wujud donasi dan diberikan kepada penguasa yang sering kali disebut sebagai pajak. Uang tersebut ditujukan untuk mewujudkan keadilan sosial. Jadi prinsip gotong-royong, tidak pilih kasih, tidak diskriminatif, dan selalu menolong, saling menghormati dan menghargai merupakan prinsip-prinsip utama yang diajarkan dalam agama Sikh. Aspek nilai keadilan sosial adalah kerja keras. Guru Nanak Dev Ji selalu menekankan kepada umat Sikh untuk selalu bekerja keras dan bekerja jujur, jangan mengharapkan hasil yang bagus tanpa kerja keras. Bekerja keras akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan dan mewujudkan apa yang dicita-citakan dan diimpikan NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 kemudian membawa kebahagiaan. Dalam ajaran Sikh, kerja keras termasuk satu aspek untuk memperoleh kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 815 yang ditulis oleh Guru Arjan Dev AuUdam karat anand bhaya simrat sukh sarAy yang berarti AuBerusahalah dan ingatlah selalu Tuhan, maka engkau akan merasakan kebahagian yang tertinggiAy. Umat Sikh diwajibkan untuk bekerja keras dan selalu berusaha dengan jujur serta selalu mengingat Tuhan di dalam setiap aktivitas yang dilakukan dengan sebaik-baiknya maka akan tercipta kebahagiaan Guru Nanak Dev Ji mencontohkan sendiri kerja keras dalam hidupnya, setelah Guru Nanak Dev Ji berkeliling dunia untuk mengajarkan halhal ketuhanan pada usia sekitar lima puluh tahun. Setelah misinya terselesaikan. Guru Nanak Dev Ji kembali ke India. Guru Nanak Dev Ji tidak pernah bermalas-malasan walaupun Guru Nanak Dev Ji adalah pemilik ribuan hektar tanah, ratusan ekor sapi, dan memperoleh uang dari umatnya, namun Guru Nanak Dev Ji tetap menggunakan pakaian petani untuk pergi bertani di usianya yang sudah mencapai setengah Berdasarkan kisah Guru Nanak Dev Ji tersebut, umat Sikh diajarkan untuk bekerja Kerja keras dan kerja jujur adalah kunci untuk memperoleh kebahagiaan dan kepuasan dalam kehidupan, bahkan Guru Nanak Dev Ji berkata bahwa doa-doa tidak akan cukup tanpa adanya usaha dan kerja keras. Permintaan tidak akan pernah terwujud, apabila umat hanya berdoa tanpa diikuti oleh kerja keras. Umat Sikh berdoa dengan cara menyatukan kedua belah telapak tangan seperti orang memberikan salam di depan dada. Hal ini memiliki banyak makna, namun salah satu maknanya adalah untuk mengingatkan bahwa ketika kita berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa, harus diingat bahwa manusia dianugerahi dua tangan yang digunakan untuk bekerja. Dengan kata lain doa harus diseimbangkan dengan kerja keras. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 1375 yang ditulis oleh Bhagat Kabir Ji AuHath pao kar kam sabh, cit niranjan nalAy yang berarti AuKerjakanlah semua pekerjaanmu dengan kedua tangan dan kaki sembari selalu menyatukan kesadaran dengan TuhanAy. Begitu juga dengan Guru Nanak Dev Ji dalam Sri Guru Granth Sahib halVol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 aman 473 AuApan hathi apna ape hi kaj swariyeAy yang berarti AuBekerjalah dan selesaikan semua tanggung jawab dengan kedua tanganAy. Agama Sikh tidak mengenal konsep bertapa atau mengasingkan diri ke pedalaman-pedalaman atau menarik diri dari masyarakat, umat Sikh diajarkan untuk selalu bekerja keras dan benar-benar berkontribusi serta berpartisipasi ikut serta dalam kehidupan masyarakat, memenuhi kebutuhan sendiri, dan berusaha untuk berbuat baik bagi sesama. Hal tersebut berarti penekanannya terletak kepada masalah kehidupan dan kemanusiaan, yang tentu saja sangat sesuai dengan etika universal yang telah berlaku secara global. IV. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai keindonesiaan dalam agama Sikh, walaupun agama Sikh bukan agama yang diakui secara resmi di Indonesia. Berikut adalah nilai keindonesiaan dalam agama Sikh: Nilai ketuhanan dalam agama Sikh tercantum pada halaman pertama Sri Guru Granth Sahib yaitu AuIk oangkar sat nam karta purakh nirbhao nirvair akal mura ajuni saibhang gur parsadAyyang berarti Tuhan itu Esa, tiada yang menyerupaiNya dan Dia bersemayam dalam semua ciptaan-Nya. Dia tidak akan berubah . kan selamanya sam. Dia adalah kebenaran tertinggi. Dia adalah Sang Pencipta. Dia tidak memiliki rasa takut. Dia tidak memiliki musuh. Dia abadi. Dia terbebas dari siklus reinkarnasi. Dia ada dengan sendirinya, dan Dia dapat ditemui dengan rahmat Guru. Nilai keadilan dalam agama Sikh didasarkan pada prinsip utama yaitu kehadiran Tuhan di setiap ciptaan-Nya. Tuhan bersikap adil tidak membeda-bedakan ciptaan-Nya, sehingga manusia harus juga berlaku adil terhadap semuanya tidak membeda-bedakan, tidak pilih kasih, tidak tebang pilih termasuk dalam hal penegakan hukum, tidak diperkenankan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Sedangkan nilai kemanusiaan dalam agama Vol. 22 Nomor 1 April 2022 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Sikh terjadi apabila sifat-sifat kebinatangan . ifat-sifat yang tidak bai. sudah bisa di dalam diri manusia, maka sudah terlahir kemanusiaan pada diri manusia. Nilai persatuan dalam agama Sikh digambarkan bahwa semua umat manusia adalah satu keluarga yang merupakan sama-sama anak Tuhan. Umat manusia yang satu keluarga ini harus menjaga Sedangkan nilai nasionalisme diwujudkan pengabdian dan pelayanan kepada keluarga, komunitas, dan negara. Nilai musyawarah sangat ditekankan dalam agama Sikh untuk menyelesaikan permasalahan atau perselisihan. Hal ini sesuai dengan Sri Guru Granth Sahib halaman 958 yang ditulis oleh Guru Arjan Dev menyebutkan AuHoe ekatar milho mere bhai dubidha dur karo liv lai. name ke howho jori gurmukh baiso vachaeAy yang berarti AuWahai para saudara-saudaraku, berkumpullah dan bersatulah. Jauhkan segala keraguan dan kesalahpahaman. Selesaikan segala masalah tersebut dengan bermusyawarahAy. Nilai keadilan sosial digambarkan dari konsep gotong royong yang dilakukan oleh umat Sikh. Walaupun kata gotong royong tidak tercantum dalam kitab suci agama Sikh, para Guru sudah memberikan contoh pelaksanaan prinsip gotong royong, seperti pendirian gurdwara yang dilakukan bersama oleh umat Sikh dan konsep langgar bagi kesejahteraan bersama. Nilai keadilan sosial lainnya adalah menyisihkan pendapatan untuk diberikan kepada yang membutuhkan dan diberikan kepada penguasa yang sering kali disebut sebagai pajak untuk mewujudkan keadilan sosial. Nilai kerja keras juga merupakan bagian dari keadilan sosial di mana untuk mendapatkan kebahagiaan tertinggi harus dicapai melalui kerja Hal ini berarti bahwa segala nilai yang terdapat dalam Agama Sikh sangat sesuai dengan prinsip atau dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila. Akan tetapi, jikalau di kemudian hari agama dimaksud membutuhkan pengakuan Negara, secara teoretis prinsip kesNILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 esuaian terhadap Pancasila dapat menjadi penguat landasan pengajuan selain beragam syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Yang terpenting, diskriminasi terhadap penganutnya apalagi yang berbau SARA penting untuk ditangani secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku. DAFTAR Pustaka Abidin. Zainal. Eksistensi Agama Sikh di Jabodetabek. Dialog: Jurnal Penelitian dan Kajian Keagamaan. Volume 38 Nomor 1. Hlm. 29 - 40. https://doi. org/10. 47655/dialog. Archer. Peter. Religion 101. Massachusetts: Adamsmedia. Aminah. Wiwin Siti et al. Sejarah. Teologi, dan Etika Agama-Agama. Yogyakarta: Interfidei. Aziz. Munawir. Merawat Kebinekaan: Pancasila. Agama, dan Renungan Perdamaian. Jakarta: Elex Media Komputindo. Bahaf. Muhamad Afif. Ilmu Perbandingan Agama. Serang: Penerbit Al Empat. BBCNews. AuMengapa komunitas Sikh melayani masyarakat dan berikan bantuan kemanusiaan?Ay https://w. com/indonesia/majalah-57860516 (Diunduh pada tanggal 3 Juli 2. Besar. Abdulkadir. Pancasila: Refleksi Filsafati. Transformasi Ideologik. Niscayaan Metoda Berfikir. Jakarta: Pustaka Azhary. County. Fresno. AuGood Samaritan Manjeet Singh Dies While Trying To Save 3 Children From Central California RiverAy. https://sacramento. com/2020/08/07/fresno-cogood-samaritan-dies-trying-to-save-children-river/ (Diunduh pada tanggal 25 Juli Esposito. John L. et al. World Relgions Today. Jakarta: Elex Media Komputindo. Febryani. Ayu. Nilai - Nilai Multikulturalisme dan Identitas Legal dalam Kehidupan Umat Sikh Punjabi di Kota Medan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Antropologi (SENASPA). Volume 1 Tahun 2020. Hlm. 200 Ae 211. Firmanulla. Muhamad. Kedudukan Perempuan dalam Upacara Keagamaan Menurut Agama Sikh. Skripsi. Jakarta: Program Sarjana UIN Syarif Hidayatullah. Gaer. Joseph. The Great Religions Believe. New York: Signet Books. Hali. Intisari Agama-Agama Sedunia. Bandung: Visi Anugerah Indonesia. Hanik. Pluralisme Agama di Indonesia. Tribakti: Jurnal Pemikiran Islam. Vol 25 Nomor 1. Hlm. Hasanah. Aan. Spirit Pluralisme Dalam Konstruksi Karakter Bangsa Indonesia (Sebuah Pendekatan SosioAaHistoris Pada Konsep Nation Stat. Al Risalah: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Sosial Kemasyarakatan. Vol 1 Nomor 1. Hlm. Jones. Gareth & Georgina Palffy . The Religions Book. London: Darling Kindersley. Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia. AuLaporan Kebebasan Beragama Internasional 2019Ay https://id. gov/id/our-relationship-id/official-reports-id/laporan-kebebasan-beragama-internasional-2019/ (Diunduh pada tanggal 1 Juli 2. Kementerian Kelautan dan Perikanan. AuJumlah PulauAy. https://kkp. id/djprl/p4k/ page/4270-jumlah-pulau (Diunduh pada tanggal 30 Juni 2. Keena. Michael. Agama-Agama Dunia. Yogyakarta: Kanisius. Kumparan. AuOrang-orang Sikh di IndonesiaAy. https://kumparan. com/kumparannews/orangorang-sikh-di-indonesia (Diunduh pada tanggal 24 Juli 2. Macauliffe. Max Arthur. The Sikh Religion Volume 1. Global Greey. Makin. Al. Keberagaman dan Perbedaan. Yogyakarta: Suka Press. Mangesti. Yovita Arie. Konstruksi Kode Etik Profesi Dalam Bingkai Nilai Keindonesiaan. Cocatio: Jurnal Ilmiah Administrasi dan Sekretari. Vol 1 Nomor 1. Hlm. 11 Ae 22. NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Satria Adhitama Vol. 22 Nomor 1 April 2022 https://ejournal. id/index. php/dharmasmrti/issue/view/23 ISSN: . 1693 - 0304 . 2620 - 827X Mayaratu. Thari. Ajaran Ketuhanan dalam Agama Sikh. Skripsi. Jakarta: Program Sarjana UIN Syarif Hidayatullah. Muhammad. Afif. Agama dan Konflik Sosial. Bandung: Marja. Muhammad. Wahid. Pengaruh Perayaan Vaisakhi terhadap Keberagaman Kaum Sikh (Studi Kasus Gurdwara Pasar Baru Jakart. Skripsi. Jakarta: Program Sarjana UIN Syarif Hidayatullah. Murphy. Anne. The Materiality of The Past: History and Representation of Sikh Tradition. New York: Oxford University Press. Nuh. Nuhrison M. BahaAoi. Sikh. Tao: Penguatan Identitas dan Perjuangan Hak-Hak Sipil. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Beragama. Kemenag RI. Nurwardani. Paristiyanti. Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Poerwandari. Kristi. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: LPSP3. Rahman. Vanny El. Au5 Fakta Agama Sikh. Kerap Disangka Perpaduan Islam dan HinduAy. https:// com/news/indonesia/vanny-rahman/sering-dikira-gabungan-islamdengan-hindu-ini-5-fakta-agama-sikh-regional-jogja (Diunduh pada tanggal 3 Juli 2. Rambe. Yasir Maulana. Perkembangan Agama Sikh di Kota Medan. Skripsi. Medan: Program Sarjana Universitas Negeri Medan. Risdianto. Danang. Perlindungan Terhadap Kelompok Minoritas di Indonesia dalam Mewujudkan Keadilan dan Persamaan di Hadapan Hukum. Jurnal Recht Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional. Vol 6 Nomor 1. Hlm. 125 Ae 142. Riyanto. Armada et al. Kearifan Lokal Ae Pancasila Buti-Butir Filsafat Keindonesiaan. Jakarta: Kanisius. Saut. Ada 187 Organisasi dan 12 Juta Penghayat Kepercayaan di Indonesia. Jakarta: detikNews. Schumann. Olaf Herbert. Filsafat dan Agama. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. Setiawan. Andri. AuJejak Sikh di IndonesiaAy. https://historia. id/agama/articles/jejak-sikh-diindonesia-Db27m/page/1 (Diunduh pada tanggal 1 Juli 2. Setyandari. Lani (Ed. Ensiklopedia Agama. Yogyakarta: Kanisius. Shackle. Christopher & Alvind Mandair . Teachings of the Sikh Gurus: Selections from the Sikh Scriptures. London: Routledge. Shackle. Christopher et al. Sikh. Religion, and Etnicity. New York: Routledge. Shani. Giorgio. Sikh Nationalism and Identity in a Global Age. London: Routledge. Singh. Baldev. Gurmat: Guru NanakAos Path of Enlightenment. California: Hardev Singh Shergill. Singh. Gurdev. Respective on The Sikh Tradition. Amritsar: Singh Brothers. Singh. IJ. AuLearn About SikhsAy. http://saldef. org/archive/learn-about-sikhs/#. VmexWriDGko (Diunduh pada tanggal 5 Juli 2. Singh. Pashaura & Louis E. Fenech. The Oxford Handbook of Sikh Studies. London: Oxford University Press. Singh. Prithi Pal. The History of Sikh Gurus. New Delhi: Lotus Press. Situmorang. Jonar. Mengenal Agama Manusia. Yogyakarta: Andi. Smith. Huston. Agama-Agama Manusia. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. Sularto. St & Amalia Paramita. Nilai Keindonesiaan: Tiada Bangsa yang Besar Tanpa Budaya Kokoh. Jakarta: Kompas. Takhar. Opinderjit Kaur. Sikh Identity. New York: Routledge. Tatla. Darshan Singh. The Sikh Diaspora: The Search for Statehood. London: UCL Press. Viva. AuKomunitas Agama Sikh Paling Getol Bantu Orang Kesusahan. MengapaAy https://w. id/berita/dunia/1388126-di-ktt-apec-jokowi-singgung-kesenjangan-vaksin-eropa-amerika-dan-asean?medium=autonext (Diunduh pada tanggal 30 Juli 2. Zazuli. Mohammad. Sejarah Agama Manusia. Yogyakarta: Narasi. NILAI-NILAI KEINDONESIAAN DALAM AGAMA SIKH Vol. 22 Nomor 1 April 2022 Satria Adhitama