Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Identifikasi Pemanfaatan Media Pembelajaran Biologi Dan Korelasinya Dengan Disposisi Berpikir Kritis Siswa Di Sma Negeri 2 Labuapi Muhamad Ikhsan Dosen FPOK IKIP Mataram muhamadikhsan@ikipmataram. Abstrak. Tujuan Penelitian ini adalah: . Untuk mengetahui bagaimanakah pemanfaatan media pembelajaran biologi di SMA Negeri 2 Labuapi. Untuk mengetahui bagaimanakah disposisi berpikir kritis siswa dengan pemanfaatan media pembelajaran biologi di SMA Negeri 2 Labuapi. Untuk mengetahui bagaimanakah korelasi pemanfaatan media pembelajaran biologi dengan disposisi berpikir kritis siswa di SMA Negeri 2 Labuapi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas 1 dan Siswa kelas 2 SMA Negeri 2 Labuapi melalui teknik Sampling Jenuh atau satu rated sampling karena jumlah anggota populasi kurang dari 100 siswa. Angket identifikasi pemanfaatan media pembelajaran biologi dan disposisi berpikir kritis diberikan kepada siswa dan guru untuk mendatkan data penelitian. Analisis statistic dengan bantuan software SPSS 12 dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran biologi dan korelasinya dengan disposisi berpikir Teknik pengumpulan data untuk menentukan pemanfaatan media pembelajaran biologi dan korelasinya dengan disposisi berpikir kritis melalui pemberian angket pemanfaatan media pembelajaran biologi dan disposisi berpikir kritis siswa yang terdiri dari 7 indikator disposisi berpikir kritis yang dikembangkan oleh facione dan facione . Rasa ingin tahu, 2. Percaya diri, 3. Mencari kebenaran, 4. Berpikir terbuka, 5. Analitis, 6. Sistematik, dan 7. Kedewasaan. Hasil penelitian Dari tabel diatas diperoleh hasil data bahwa persentase hasil angket persepsi siswa terhadap pemanfaatan media yang dilakukan oleh guru sangat baik pada 3 kelas dan 1 kelas mendapatkan kategori baik. Dari hasil menunjukkan bahwa guru sudah memanfaatkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan baik Selain itu guru juga sudah terampil dalam mengelola pembelajaran sehingga anak menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Hal itu tidak luput dari penggunaan media yang menarik Dari tabel diatas diperoleh hasil data bahwa persentase hasil angket disposisi berpikir kritis siswa di SMA Negeri 2 Labuapi sangat baik pada 4 Dari hasil sudah memanfaatkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan baik Selain itu guru juga sudah terampil dalam mengelola pembelajaran sehingga anak menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Hal itu tidak luput dari penggunaan media yang menarik. Kata kunci: Media Pembelajaran. Korelasi Berpikir Kritis. PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses yang melibatkan berbagai komponen yang saling Komponen di dalamnya antara lain berupa tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran. Disekolah Proses pembelajaran tidak boleh terlepas dari 5 komponen komunikasi guru, siswa, bahan ajar, media pembelajaran, serta tujuan pembelajaran. Komponen tersebut merupakan sistem dalam proses pembelajaran yang tidak bisa dipisahkan. Karena dalam pembelajaran tidak dapat terlepas dari proses Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan komunikasi, maka seorang guru harus dapat menyenangkan melalui proses komunikasi. Dalam hal ini media pembelajaran menempati posisi penting dalam sistem pembelajaran. Tanpa media proses pembelajaran tidak akan berlangsung dengan optimal. Untuk itu teknologi pembelajaran perlu mendapat perhatian dari para guru yang berimplikasi pada penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif, serta materi pelajaran dapat tersampaikan dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Media pembelajaran didefinisikan sebagai alat bantu yang digunakan untuk menyalurkan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 pesan dalam proses pembelajaran sehingga perhatian, dan minat belajar siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai (Basri , 2013 : 38. Naz dkk. , 2012:. Pemanfaatan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bertujuan agar indikator-indikator dalam pembelajaran dapat tercapai. Ketercapaian proses pembelajaran ini dapat dilihat dari adanya perubahan prilaku peserta didik yang baik terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Guru juga harus memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat mengaktualisasikan dirinya secara penuh dalam hal pembentukan perilaku yang Menguraikan manfaat dari media pembelajaran antara lain: . memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil belajar, . meningkatkan perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, . mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu, . memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa berkaitan dengan peristiwa yang ada di lingkungan (Kustandi dan Sutjipto. 2011: . Berdasarkan pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi media pembelajaran tradisional dan media teknologi muthakir. Media pembelajaran tradisional terdiri atas media cetak, media visual, media audiovisual, media real, media permainandan media berbasis computer. Sedangkan media teknologi muthakir terdiri telekomunikasi dan berbasis microprosessor (Kustandi dan Sutjipto, 2013:29. Arsyad, 2002:. Sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan siswa, inovasi berbagai media mendukung proses pembelajaran. Hal ini berlaku pada semua bidang mata pelajaran, termasuk biologi. Biologi merupakan bagian dari ilmu sains yang mempelajari makhluk hidup berdasarkan tingkat organisasi termasuk interaksinya dengan lingkungan. Produk keilmuan biologi berwujud kumpulan fakta dan konsep (Sudjoko, 2001: . Tidak semua konsep dalam biologi bersifat konkret dan mudah Sebaliknya terdapat konsep yang bersifat abstrak dan tidak mudah diamati. Pada proses pembelajaran biologi sangat Karena pada mata pelajaran biologi hal yang paling diutamakan adalah pengalaman dalam belajar. Peserta didik menyaksikan secara langsung dan bahkan pesrta didik dapat memperagakan secara langsung hal-hal mengenai pelajaran yang dilaksanakan tersebut. Oleh karena itu, sekolah dan lembaga pendidikan perlu pembelajaran dan juga perlu memperhatikan pembelajaran tersebut. Dalam proses pembelajaran, media merupakan suatu alat bantu yang seharusnya dimanfaatkan oleh guru namun seringkali terabaikan karena kesadaran guru akan pentingnya media pembelajaran masih memanfaatkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajarnya secara optimal, khususnya dalam pembelajaran biologi, sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi minat belajar siswa serta hasil belajar siswa. Adapun alasan guru kurang berkenan dalam menggunakan media pembelajaran diantaranya bahwa penggunaan media pembelajaran dirasa sulit beranggapan bahwa pembuatan media pembelajaran membutuhkan waktu dan persiapan yang matang, beberapa guru juga beranggapan bahwa pembuatan media pembelajaran menge- luarkan banyak uang, selain itu adanya pemikiran bahwa proses pembelajaran harus serius, penggunaan media pembelajaran hanya akan membuang waktu karena hanya sebatas hiburan semata. Padahal guru yang hanya menjelaskan materi secara verbalisme menyebabkan perbedaan persepsi bagi siswa, maka media dibutuhkan untuk menyamakan persepsi siswa yang memiliki perbedaan latar Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index belakang, pengalaman, dan pengetahuan. Selain itu guru masih banyak mengalami hambatan-hambatan dalam implementasi pemanfaatan media pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran biologi. Kurangnya yang disediakan disekolah juga menjadi alasan guru tidak menggunakan media pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut, sangat mengindentifikasi pemanfaatan media pada pembelajaran biologi di SMA Negeri 2 Labuapi. Hambatan-hambatan apasaja yang dialami guru dalam memanfaatkan media pembelajaran, mengingat penggunaan media seringkali terabaikan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pemanfaatan media oleh guru dan siswa dalam pembelajaran biologi dan korelasinya dengan disposisi berpikir kritis siswa di SMA Negeri 2 Labuapi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas 1 dan Siswa kelas 2 SMA Negeri 2 Labuapi melalui teknik Sampling Jenuh atau satu rated sampling karena jumlah anggota populasi kurang dari 100 siswa (Sugiyono 2012. Godwin, 2. Prosedur Penelitian Angket identifikasi pemanfaatan media pembelajaran biologi dan disposisi berpikir kritis diberikan kepada siswa dan guru untuk mendatkan data penelitian. Analisis statistik dengan bantuan software SPSS 12 dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran biologi dan korelasinya dengan disposisi berpikir kritis. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data untuk menentukan pemanfaatan media pembelajaran biologi dan korelasinya dengan disposisi berpikir kritis melalui pemberian angket pemanfaatan media pembelajaran biologi dan disposisi berpikir kritis siswa yang terdiri dari 7 indikator disposisi berpikir kritis yang dikembangkan oleh facione dan facione Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 . Rasa ingin tahu, 2. Percaya diri, 3. Mencari kebenaran, 4. Berpikir terbuka, 5. Analitis, 6. Sistematik, dan 7. Kedewasaan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini peneliti menguraikan data dan hasil penelitian tentang permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, yaitu mengenai Identifikasi pemanfataan media pembelajaran biologi dan korelasinya dengan disposisi berpikir kritis siswa di SMA Negeri 2 Labuapi. Hasil penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara secara mendalam dengan informan sebagai bentuk pencarian data dan dokumentasi langsung di lapangan atau observasi yang kemudian peneliti analisis, serta mengunakan angket untuk mengetahui persepsi peserta didik ketika melakukan pembelajaran dengan pemanfaatan media Analisis ini sendiri terfokus bagaimana implementasi pemanfaatan media yang dilakukan guru dalam pembelajran bilogi di SMA Negeri 2 Labuapi. Untuk tahap analisis, yang dilakukan oleh peneliti adalah membuat daftar pertanyaan untuk wawancara, pengumpulan data, dan analisis data yang dilakukan sendiri oleh Untuk mengetahui sejauh mana informasi yang diberikan oleh informan penelitian, peneliti menggunakan beberapa pertama menyusun draf pertanyaan wawancara berdasarkan dari unsur-unsur kredibilitas yang akan ditanyakan pada narasumber atau informan. kedua, melakukan wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengenai pemanfaatan media pembelajaran. menyebar angket kepada peserta didik untuk mengetahui persepsi peserta didik mengenai pemanfaatan media yang dilakukan oleh guru, serta tanggapan mereka mengenai pemanfaatan media kelima, memindahkan data penelitian yang berbentuk daftar dari semua Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index pertanyaan yang diajukan kepada narasumber atau informan. penyebaran angket yang telah dilakukan. Agar pembahasan lebih sistematis dan terarah maka peneliti membagi ke dalam hasil penelitian dan pembahasan. Tabel 1. 1 Persentase Hasil Angket Persepsi Peserta Didik Tentang Pemanfaatan Media Pembelajaran Yang Dilakukan Oleh Guru Di Sma Negeri 2 Labuapi No Kela Rata-rata korelasi Kategori Sangat Baik Sangat Baik XIa Baik XIb 72 Sangat Baik Dari tabel diatas diperoleh hasil data bahwa persentase hasil angket persepsi siswa terhadap pemanfaatan media yang dilakukan oleh guru sangat baik pada 3 kelas dan 1 kelas mendapatkan kategori baik. Dari hasil di atas memanfaatkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan baik Selain itu guru juga sudah terampil dalam mengelola pembelajaran sehingga anak menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Hal itu tidak luput dari penggunaan media yang menarik. Tabel 1. 2 persentase hasil angket disposisi berpikir kritis siswa di sma negeri 2 labuapi. No. Kelas Ratakorelasi Kategori Sangat Baik Sangat Baik XIa Sangat Baik XIb Sangat Baik Dari tabel diatas diperoleh hasil data persentase hasil angket disposisi berpikir kritis siswa di SMA Negeri 2 Labuapi sangat baik pada 4 kelas. Dari hasil Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 di atas menunjukkan bahwa guru sudah memanfaatkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dengan baik Selain itu guru juga sudah terampil dalam mengelola pembelajaran sehingga anak menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Hal itu tidak luput dari penggunaan media yang menarik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan pemanfatan media pembelajaran Biologi di Sekolah SMA NEGERI 2 LABUAPI sudah sangat baik, guru sudah memanfaatkan media pembelajaran biologi guna menunjang proses pembelajaran. Dampak adalah peseta didik memiliki pemahaman nyata, siswa bisa melakukan percobaan sendiri sehingga lebih kreatif untuk mencari dilingkungan sendiri, hasil evaluasi siswa meningkat, siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, selain itu anak tidak mudah dampak negatif dari pemanfaatan media pembelajran adalah, penggunaan media IT apabila tidak mendapat pengawasan dari guru maupun orang tua, anak akan terjerumus ke hal-hal negatif. Selain itu penggunaan media pembelajaran yang berbahaya misalnya air panas, gelas, bahan-bahan kimia apabila tidak hati-hati dalam pemanfaatannya akan sangat berbahaya bagi siswa. DAFTAR PUSTAKA