JPMIM Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol. No. Desember, 2025, hal. Perubahan Sikap Remaja Putri Setelah Diberikan Edukasi Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Pasundan Jatinangor (Changes in Attitudes of Adolescent Girls After Education on Personal Hygiene During Menstruation at SMK Pasundan Jatinango. Alyxia Gita Stellata*, . Ina Sugiharti, . Ecih Winengsih, . Dyah Ayu Fitriani Poltekkes Kemenkes Padang. Bukittinggi. Sumatera Barat. Indonesia Universitas Bhakti Kencana Bandung. Jawa Barat. Indonesia Article Info Abstract Corresponding Author: Alyxia Gita Stellata A alyxiastell@gmail. Teenagers' poor personal hygiene practices during menstruation can cause various problems in the reproductive organs, one of which is vaginal discharge. Based on initial observations and informal interviews with guidance counselors at the vocational school on August 24, 2020, it was found that there were no health and school health unit (UKS) classes, so health services and educational materials on personal hygiene during menstruation had not been provided comprehensively and systematically to the students. The purpose of this community service activity was to provide education on personal hygiene during menstruation to improve adolescents' attitudes towards maintaining genital hygiene during A participatory counseling method was used in this community service activity. This activity was carried out on September 1, 2023, and was attended by 42 female students. This activity used educational counseling media in the form of interactive audiovisual media and attitude evaluation with preand post-tests. The presentation of material on personal hygiene during menstruation was carried out using interactive PowerPoint media and videos accompanied by quizzes. The results of the activity showed that participants were very enthusiastic about listening to the educational material, as evidenced by the many participants who asked questions during the question and answer session and the increase in the AufairAy attitude change score from 66. 7% to 80%. Therefore, there is a need for more regular educational activities and the inclusion of health curriculum in specific subjects related to reproductive health, both in extracurricular activities and the provision of school health facilities. History: Submitted: 11-10-2025 Review: 15-10-2025 Accepted: 30-11-2025 Published: 30-12-2025 Keyword: audio-visual adolescent girls, attitudes Kata Kunci: media edukasi audio visual, menstruasi, kebersihan diri, remaja putri, sikap Copyright A 2025 by Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa Internasional. https://doi. org/10. 33221/jpmim. Abstrak Sikap remaja yang kurang dalam tatalaksana personal hygiene saat menstruasi dapat menimbulkan berbagai masalah pada organ reproduksi salah satunya keputihan. Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal dengan guru Bimbingan Konseling di SMK tersebut pada tanggal 24 Agustus 202 diketahui bahwa belum ada mata pelajaran kesehatan dan UKS sehingga layanan kesehatan beserta materi edukasi personal hygiene saat menstruasi belum diberikan secara komprehensif dan terstruktur kepada mereka. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang personal hygiene saat menstruasi untuk meningkatkan perubahan sikap remaja dalam menjaga kebersihan organ EISSN: 2722-4341 (Onlin. | 71 JPMIM Ae Perubahan Sikap Remaja Putri Setelah Diberikan Edukasi Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Pasundan Jatinangor genitalia saat menstruasi. Metode penyuluhan partisipatif digunakan pada kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 September 2023 yang diikuti oleh 42 siswa putri. Kegiatan ini menggunakan media penyuluhan edukatif berupa media audiovisual interaktif dan evaluasi sikap dengan preAe post-test. Pemaparan materi personal hygiene saat menstruasi dilakukan dengan media power point interaktif dan video disertai kuis. Hasil kegiatan menunjukkan peserta sangat antusias menyimak materi edukasi, terbukti dari banyak peserta yang bertanya dalam sesi tanya jawab dan peningkatan skor perubahan sikap kategori AucukupAy dari 66,7% menjadi 80%. Maka, perlu adanya kegiatan pemberian edukasi lebih rutin dan sisipan kurikulum kesehatan pada mata pelajaran khusus terkait kesehatan reproduksi baik pada ekskul maupun penyediaan fasilitas UKS. Pendahuluan Masa remaja merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, yaitu masa peralihan dari anak menuju dewasa. Pada tahap ini, anak mengalami percepatan pertumbuhan, perubahan-perubahan biologis, psikologis, dan social. 1 Salah satu perubahan biologis terpenting adalah dimulainya Menstruasi adalah keadaan keluarnya darah dari rahim melalui vagina yang normalnya terjadi secara berkala setiap bulan. Dikatakan teratur pada siklus menstruasi apabila dapat berjalan tiga kali siklus dengan lama siklus menstruasi pada perempuan normalnya berkisar antara 21-35 hari. Menstruasi adalah proses fisiologis yang normal, namun sering kali disertai dengan tantangan dalam menjaga kebersihan diri atau personal hygiene. Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan seseorang untuk kesejahteraan, baik fisik maupun psikisnya. 3 Praktik personal hygiene saat menstruasi yang tidak benar, seperti pemakaian pembalut yang terlalu lama, cara membersihkan alat kelamin yang kurang tepat, dan kurang menjaga kebersihan tangan, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi hingga ginekologi lain, seperti keputihan patologis, iritasi kulit, dan bahkan infeksi saluran kemih. Risiko kesehatan ini diperparah oleh masih rendahnya pengetahuan dan sikap yang positif terhadap manajemen kebersihan menstruasi di kalangan remaja putri. Suatu studi menyatakan ada hubungan antara pengetahuan . -value= 0,. dan sikap . -value=0,. dengan personal hygiene remaja puteri pada saat menstruasi. 5 Hasil studi lain pada sekolah MTS menyatakan bahwa hubungan antara sikap dengan personal hygiene saat menstruasi menunjukkan siswa yang memiliki sikap negatif sebanyak 78,3% dibandingkan dengan sikap positif sebanyak 25,4% . -value= 0,. Dari hasil analisis juga didapatkan nilai odds ratio=10. CI= 5. 114 Ae21. 972 artinya responden yang mempunyai sikap negatif mempunyai peluang 10. 600 kali untuk melakukan personal hygiene saat menstruasi dibandingkan dengan sikap positif. Padahal, sikap merupakan domain kritikal yang menjadi prediktor kuat terhadap terbentuknya suatu tindakan atau perilaku sehingga penelitian terkait perubahan sikap menjadi positif harus selalu dikembangkan. SMK Pasundan Jatinangor merupakan sebuah sekolah menengah kejuruan swasta yang berada di wilayah Kecamatan Jatinangor. SMK ini merupakan salah satu sekolah yang mayoritas siswanya pada tahun 2023 adalah perempuan yang sangat membutuhkan pemahaman terkait personal hygiene saat menstruasi. Berdasarkan observasi awal dan wawancara informal dengan guru Bimbingan Konseling di SMK tersebut. SMK ini telah memiliki kegiatan rutin setiap hari jumat seperti kegiatan Keputrian khusus remaja putri. Namun, teridentifikasi bahwa belum ada mata pelajaran kesehatan dan UKS sehingga layanan kesehatan beserta materi edukasi personal hygiene saat menstruasi belum diberikan secara komprehensif dan terstruktur kepada mereka. Akibatnya, banyak remaja putri yang masih mengandalkan informasi dari teman sebaya atau sumber daring yang tidak terpercaya, yang berpotensi menyebabkan kesalahan informasi. Ada banyak cara untuk memperoleh penjelasan tentang EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 3, 2025 | 72 JPMIM Ae Perubahan Sikap Remaja Putri Setelah Diberikan Edukasi Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Pasundan Jatinangor personal hygiene saat menstruasi salah satunya dengan media edukasi. Edukasi kepada remaja sangat di perlukan, melalui edukasi remaja akan mengetahui perilaku yang sesuai untuk menjaga kesehatan mereka. Kondisi ini terlihat dari perbedaan skor remaja, setelah diberikan edukasi skor pengetahuan remaja tentang personal hygiene semakin meningkat. 8 Edukasi ini dapat dilaksanakan secara langsung oleh individu atau kelompok dengan menggunakan media audiovisual, media cetak seperti poster, leaflet, booklet, ceramah, dan media massa yang dapat berupa media cetak seperti surat kabar, majalah, atau media elektronik seperti televisi dan radio. 7 Edukasi media audiovisual umumnya lebih efektif dibandingkan media cetak karena lebih menarik secara visual dan memiliki audio yang lebih baik. 9 Penelitian lain juga menyatakan bahwa penyuluhan dengan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Oleh karena itu, artikel pengabdian masyarakat ini disusun untuk mengkaji lebih dalam tentang "Edukasi Personal Hygiene saat Menstruasi Terhadap Sikap Remaja Putri di SMK Jatinangor" dengan menggunakan media audiovisual interaktif berupa power point dan video. Interaktif karena melibatkan keaktifan responden dalam berdiskusi, menjawab kuis, dan mengisi kuesioner pre-post yang harapannya dapat diformulasikan rekomendasi model edukasi yang lebih optimal. Media edukasi ini pun dapat diakses dimanapun dan bisa dibaca berulang kali tanpa harus dilakukan pengulangan Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi sikap, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membangun kesadaran dan mempersiapkan remaja putri agar dapat melewati masa menstruasi dengan sehat, nyaman, dan percaya diri, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan derajat kesehatan reproduksi mereka di masa depan. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan desain penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 1 September 2023 di ruang kelas SMK Pasundan Jatinangor dengan jumlah peserta sebanyak 42 orang. Peserta pengabdian ini adalah remaja putri dengan rentang usia 10-19 tahun dari jurusan Akutansi dan OTKP (Perkantora. Berdasarkan data yang diperoleh dari mitra masalah yang ditemukan adalah . mayoritas siswa SMK Pasundan Jatinangor tahun 2023 adalah perempuan. SMK Pasundan Jatinangor tidak terdapat mata pelajaran tentang Kesehatan dan ruang UKS, sehingga menjadi penghambat dalam memberikan informasi dan pelayanan Kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah: Tahap pertama mengumpulkan siswa perempuan kelas XII jurusan Akutansi dan OTKP (Perkantora. di Ruang kelas XII, pemaparan tentang pentingnya personal hygiene saat menstruasi dan penatalaksanaannya. Sebelum dimulai, kegiatan dibuku dulu oleh ketua pengabdian masyarakat, mengisi daftar hadir, ice breaking, membagikan kuesioner pretest kepada siswa untuk mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum diberikan edukasi. Tahap kedua yaitu pelaksanaan. Pemberian materi pada siswa. Pemberian materi dilaksanakan tatap muka dengan waktu kurang lebih 1 jam dengan ada sesi diskusi. Materi dipaparkan selama 15 menit dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab . Materi yang disampaikan menggunakan media power point dan video. Materi yang disampaikan berisikan tentang fisiologis menstruasi, mitos selama menstruasi, masalah dan cara mengatasi nyeri menstruasi, jenis-jenis pembalut, waktu mengganti pembalut, cara membuang pembalut dan membersihkan pembalut kain. Tahap ketiga adalah evaluasi pelaksanaan membagian kuesioner post-test untuk mengukur pemahaman siswi setelah diberikan edukasi tentang personal hygiene saat. Tujuan yang akan dihasilkan adalah peningkatan sikap tentang personal hygiene saat menstruasi dan Seluruh kegiatan dilaksanakan secara partisipatif sehingga peserta dapat lebih aktif terlibat dan memahami materi yang disampaikan. Analisis data secara univariat disertai gambaran pelaksanaan EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 3, 2025 | 73 JPMIM Ae Perubahan Sikap Remaja Putri Setelah Diberikan Edukasi Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Pasundan Jatinangor Kegiatan ini dilakukan oleh 4 dosen dan 1 mahasiswa perwakilan program studi Kebidanan Universitas Bhakti Kencana. Dosen berperan dalam kegiatan survei masalah awal, perizinan, pembuatan materi dan media, menjadi pemateri, meninjau kembali kuesioner, dan mengolah data. Mahasiswa berperan dalam penyusunan kuesioner, tabulasi data mentah, dokumentasi, dan menjadi pengurus administratif ketika kegiatan berlangsung. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pengabmas . ice breaking. pemaparan materi. pre-post test. proses tanya jawab/kui. Hasil dan Pembahasan Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 1 September 2023 di ruang kelas SMK Pasundan Jatinangor. Sebelum memasuki kegiatan utama peserta diarahkan untuk mengerjakan pre-test terlebih dahulu untuk mengukur sikap awal peserta mengenai pelaksanaan personal hygiene saat Hasil dari pre-test ini nantinya akan dibandingkan dengan post-test guna mengetahui sejauh mana peningkatan perubahan sikap peserta setelah mengikuti kegiatan. Setelah itu kegiatan dimulai dengan penyampaian materi terkait personal hygiene. Peserta juga diberi pemahaman terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mitos-mitos saat menstruasi, fisiologis terjadinya menstruasi, dan strategi praktis untuk mencegah masalah pada organ reproduksi agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta diajak untuk melihat video terkait personal hygiene dan kuis tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan post-test yang diberikan kepada seluruh Post-test ini berfungsi untuk mengevaluasi perubahan sikap yang lebih baik setelah mengikuti penyuluhan, sekaligus menjadi indikator keberhasilan kegiatan dalam memberikan edukasi mengenai personal hygiene saat menstruasi. Adapun dari 42 siswa hanya 30 orang yang memenuhi kriteri inklusi karena mengisi kuesioner pre dan post, sedangkan 12 orang lain tereksklusi karena hanya mengisi salah satu kuesioner dan tidak mengikuti kegiatan hingga akhir karena ada keperluan pribadi. Hal ini tentu menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. Tabel 1. Hasil pre-test dan post-test sikap remaja putri terkait personal hygiene saat menstruasi Sikap Frekuensi Persentase Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Baik Cukup Kurang Total EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 3, 2025 | 74 JPMIM Ae Perubahan Sikap Remaja Putri Setelah Diberikan Edukasi Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Pasundan Jatinangor Dari tabel tersebut menerangkan jika sebagian besar responden memiliki sikap cukup tentang melaksanakan personal hygiene saat menstruasi, yaitu sebanyak 20 responden . ,7%), yang memiliki sikap kurang hanya 10 responden . %) dan tidak ada yang memiliki sikap baik dalam melakukan personal hygiene saat menstruasi. Dari tabel tersebut menerangkan jika sebagian besar responden memiliki sikap cukup tentang melaksanakan personal hygiene saat menstruasi, yaitu sebanyak 24 responden . %), yang memiliki sikap kurang hanya 6 responden . %) dan tidak ada yang memiliki sikap baik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan sikap peserta setelah mengikuti Sikap tentang personal hygiene kategori AucukupAy meningkat dari 66,7% menjadi 80%. Hal ini dikarenakan sikap kategori AukurangAy berkurang dari 33,3% menjadi 20%, sedangkan sikap kategori AubaikAy tetap tidak ada penambahan. Hal ini bisa disebabkan minimnya keterpaparan materi kesehatan pada siswa karena tidak adanya mata pelajaran kesehatan di sekolah sehingga berpengaruh pada keterampilan mahasiswa dalam menjaga kebersihan diri. Terkait kategori AucukupAy dapat diasumsikan bahwa sikap ini turut dipengaruhi oleh adanya kegiatan Keputrian setiap hari jumat yang turut membahas terkait menjaga kebersihan diri. Maka, secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan dan mempertahankan sikap kategori AucukupAy peserta terkait pemahaman tatalaksana personal hygiene yang tepat. Berdasarkan hasil tersebut, temuan dari kegiatan ini sejalan dengan beberapa studi yang menyatakan bahwa ada hubungan antara sikap dengan personal hygiene remaja puteri pada saat 5,6,11 Adapun, salah satu faktor yang mempengaruhi sikap seseorang adalah tingkat pengetahuan seseorang itu sendiri. Semakin baik tingkat pengetahuan seseorang maka diharapkan sikap seseorang juga semakin baik pula. Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan aktivitas seseorang, sehingga seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang akan sangat mempengaruhi sikap atau tingkah lakunya. Seiring dengan proses interaksi yang berlangsung dinamis akan menjadikan pengetahuan yang didapat menjadi sesuatu yang akhirnya menyatu dengan individu tersebut dan sedikit banyaknya akan mempengaruhui sikap remaja putri tersebut. 13 Jika seseorang memiliki sikap personal hygiene yang rendah akan berakibat pada kesehatannya sendiri sehingga dapat memicu keluhan keluhan yang akan muncul setelah menstruasi, begitu pula dengan pruritus vulva. Pruritus vulva disebabkan oleh perawatan vulva yang tidak tepat. Efek samping yang muncul antara lain gatal pada kemaluan, keputihan, sensasi terbakar pada kulit. Oleh karena itu, kebersihan diri merupakan salah satu sudut pandang yang erat kaitannya dengan pruritus vulva, karena remaja yang mengalami pruritus vulva adalah remaja yang memiliki mentalitas atau perilaku kurang baik terhadap kebersihan dirinya. Maka, pada kegiatan ini untuk merubah sikap remaja putri terkait personal hygiene saat menstruasi diberikan media audio visual berupa power point interaktif dan video. Sesuai dengan suatu studi literatur review menyatakan bahwa pemberian edukasi terhadap personal hygiene menstruasi pada remaja dapat diberikan dengan beberapa media, diantaranya audiovisual, leaflet dan booklet. 7 Suatu studi pemberian pendidikan kesehatan tentang personal hygiene saat menstruasi juga menunjukkan adanya perbedaan sikap pada remaja putri sebelum dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan menggunakan media leaflet. 13 Media video dan leaflet juga akan berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap menstrual hygiene. 14 Namun, berdasarkan kegiatan pemberian pendidikan kesehatan reproduksi dengan media video lebih efektif dalam skor sikap (P=0,. dibandingkan dengan media booklet. Edukasi ini dapat dilaksanakan secara langsung oleh individu atau kelompok dengan menggunakan media audiovisual, media cetak seperti poster, leaflet, booklet, dan media massa yang dapat berupa media cetak seperti surat kabar, majalah, atau media elektronik seperti televisi dan radio. Edukasi media audiovisual umumnya lebih efektif dibandingkan media cetak karena lebih menarik secara visual dan memiliki audio yang lebih baik. 7 Edukasi siswi SMP tentang kebersihan kemaluan bagian luar menggunakan media video lebih efektif dibandingkan dengan edukasi siswi SMP tentang kebersihan kemaluan bagian luar menggunakan media cetak dalam meningkatkan sikap. 16 Dikarenakan EISSN: 2722-4341 (Onlin. | JPMIM Ae Vol. 6 No. 3, 2025 | 75 JPMIM Ae Perubahan Sikap Remaja Putri Setelah Diberikan Edukasi Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMK Pasundan Jatinangor saat remaja putri mengetahui seberapa pentingnya personal hygiene saat menstruasi bagi mereka, secara tidak langsung pikirannya merespon untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka ketahui, karena dengan memberikan informasi yang baik itu sangat penting, setidaknya mereka tahu sikap yang akan dilakukannya dikemudian hari apabila dihadapkan pada kondisi yang serupa. 13 Maka, hal ini mendukung pernyataan bahwa edukasi dengan media audio visual yang berisikan informasi yang valid dan sesuai evidence based dapat meningkatkan perubahan sikap personal hygiene yang lebih baik dari remaja putri saat menghadapi menstruasi dalam aspek medis dan kesiapannya secara psikologis. Simpulan Berdasarkan kegiatan edukasi kesehatan yang telah dilakukan di SMK Pasundan diperoleh hasil bahwa sikap tentang personal hygiene kategori AucukupAy meningkat dari 66,7% menjadi 80%. Hal ini dikarenakan sikap kategori AukurangAy berkurang dari 33,3% menjadi 20%, sedangkan sikap kategori AubaikAy tetap tidak ada penambahan. Edukasi dengan media power point interaktif dan video sangat bermanfaat karena mampu menimbulkan perubahan sikap pada remaja putri terkait personal hygiene saat menstruasi. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya masalah pada organ reproduksi perempuan seperti keputihan abnormal. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan pemberian edukasi lebih rutin dan sisipan kurikulum kesehatan pada mata pelajaran khusus terkait kesehatan reproduksi baik pada ekskul maupun penyediaan fasilitas UKS. Daftar Pustaka