JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI, Vol. No. 1 ,Juli 2024 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : Assign the DOI 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Determinan Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Consumer Non-Cyclicals Periode 2019-2022 Meisyalinda Syalsabila Eka Putri1. Rachmawati Meita Oktaviani2 Universitas Stikubank Semarang meisyalindasyalsabilaekaputri@mhs. Universitas Stikubank Semarang meitarachma@edu. ARTICLE INFO Article history: Received 30 Mei 2023 Received in revised form 2 Juni 2023 Accepted 10 Juni 2023 Available online 1 Juli 2023 ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of tax planning, deferred tax expense, and deferred tax assets on earnings management. This research is quantitative research, with secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange (IDX) as the data source. The population in this study comes from manufacturing companies in the Consumer NonCyclicals sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the period 2019 - 2022. In this study using purposive sampling method which was selected with certain considerations. There were 13 companies taken as research samples. Based on the results of this study, it shows that tax planning has no significant effect on earnings management, deferred tax expense has no significant effect on earnings management, and deferred tax assets have a significant effect on earnings management. Keywords: Earnings Management. Tax Planning. Deffered Tax Expense. Current Deffered Tax Asset. Pendahuluan Laporan keuangan berperan penting bagi perusahaan karena untuk mengevaluasi keadaan dan kinerja suatu perusahaan. Penyajian posisi dan kinerka suatu perusahaan biasanya dilakukan melalui laporan keuangan terstruktur. Evaluasi kinerja perusahaan dipengaruhi oleh kebijakan dan keputusannya dalam menyusun laporan keuangannya. Bagi manajemen, laporan keuangan merupakan sarana untuk melaporkan kepada pihak luar atas keikutsertaan mereka dalam melakukan investasi ke perusahaan . Pihak eksternal mengharapkan keuntungan dalam bentuk keuntungan dan kerugian yang memperhitungkan operasional bisnis. Dari situlah manajemen bertujuan untuk mencapai target laba untuk mencapai laba yang diinginkan oleh manajer dan pemilik . Laba seringkali dijadikan sebagai dasar pengambilan Keputusan oleh berbagai pemangku kepentingan, misalnya sebagai dasar pemberian bonus kepada manajer, sebagai dasar penghitungan penghasilan kena pajak dan juga sebagai penilaian terhadap kinerja suatu perusahaan. Received Mei 23, 2023. Revised Juni 2, 2023. Accepted Juni 22, 2023 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Beberapa kasus pernah terjadi di perusahaan terkait praktik manajemen laba yang mengurangi kepercayaan pengguna laporan keuangan terhadap keakuratan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Seperti kasus PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, dua mantan direksi telah melakukan manipulasi laporan keuangan 2017 untuk mengerek harga saham perseroan sehingga mempengaruhi harga efek di Bursa Efek Indonesia. Manipulasi ini berupa enam perusahaan distributor afiliasi yang tergolong pihak ketiga sehingga mengakibatkan penggelembungan piutang ke enam perusahaan tersebut yang mencapai Rp 1,4 Hakim juga menyinggung dugaan aliran dana dari perseroan senilai Rp 1,78 triliun kepada manajemen melalui deposito, transfer bank, dan lainnya (Kontan. Manajemen laba adalah suatu kondisi dimana manajemen melakukan intervensi dalam proses penyusunan laporan keuangan bagi pihak eksternal sehingga meratakan, menaikkan, dan menurunkan pelaporan laba . Manajemen laba mempertimbangkan keterbatasan dalam menyajikan informasi keuangan menurut SAK dan menggunakan teknik akuntansi tertentu untuk . mencapai tujuan dan keuntungan yang diinginkan. Dalam penelitian ini, manajemen laba menggunakan konsep pendekatan teori keagenan . gency theor. yang menjelaskan hubungan antara manajemen dan pemegang saham terikat pada perjanjian dimana klien secara kontrak mendelegasikan kepada agen, dan manajer memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan sesuai dengan keinginan klien . Variabel manajemen laba merupakan variable dummy, yaitu variabel yang bersifat kategorikal atau dikotomi . Variabel ini terdapat 2 kategori, kodenya adalah 1 jika perusahaan tersebut berada dalam range small profit firm pada range antara 0 hingga 0. Jika perusahaan berada dalam range small loss firm pada range antara 0. 09 hingga 0, maka perausahaan tersebut diberi kode 0. Perencanaan pajak merupakan faktor yang mempengaruhi manajemen laba. Perencanaan pajak bertujuan untuk meminimalkan kewajiban pajak dan merancang beban pajak sehingga dapat ditekan serendah mungkin dengan menggunakan peraturan yang berlaku. Perencanaan pajak diperlukan bagi bisnis untuk membenarkan pengeluaran mereka. Jika biaya terlalu tinggi dan tidak efektif, operasional perusahaan dapat terganggu dan jika situasi ini berlanjut, perusahaan mungkin terpaksa tutup dikemudian hari. Hasil peneliti terdahulu menurut Kusumaningtyas . Bete et al. , . , dan Jeradu . berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Faktor lain yang mempengaruhi manajemen laba yaitu beban pajak tangguhan. Beban pajak tangguhan adalah beban yang timbul karena perbedaan temporer antara laba akuntansi . aba eksternal yang disajikan dalam laporan keuanga. dan laba pajak . aba yang menjadi dasar penghitungan paja. Semakin banyak praktik manajemen laba yang dilakukan maka semakin banyak kewajiban pajak tangguhan yang dicatat perusahaan sebagai bahan pajak tangguhan . Hasil peneliti terdahulu menurut Hilmy . menunjukkan bahwa beban pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Faktor ketiga yang dapat mempengaruhi manajemen laba yaitu aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan adalah aset yang timbul ketika perbedaan waktu mengakibatkan penyesuaian positif yang mengakibatkan kewajiban perpajakan menurut akuntansi komersial lebih rendah dibandingkan dengan kewajiban perpajakan berdasarkan peraturan perpajakan . Menurut pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no. 46 revisi 2017 menyatakan aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode mendatang melalui perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan sisa kompensasi kerugian . Hasil peneliti terdahulu menurut Husni . dan Simanjuntak . mengatakan bahwa aset pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Berdasarkan pembahasan diatas, dapat diambil hipotesis pada penelitian ini yaitu: H1: Perencanaan pajak tidak berpengaruh terhadap manajemen laba H2: Beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba H3: Aset pajak tangguhan berpengaruh terhadap manajemen laba Metode Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2022 yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sumber data JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 13 Ae 21 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n yang digunakan yaitu data sekunder sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Populasi perusahaan manufaktur sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berjumlah 13 perusahaan yang dapat dijadikan sebagai sampel penelitian. Sampel objek yang diambil adalah purposive sampling yang dipilih dengan pertimbangan tertentu disesuaikan dengan tujuan penelitian atau masalah penelitian yang dikembangkan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi dengan menggunakan EViews 12. Kriteria yang diambil dalam penelitian ini yaitu: Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dengan lengkap . Perusahaan yang mendapatkan laba positif selama periode 2019-2022. Hasil dan Pembahasan Statistik Deskriptif Analisis deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik data variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data, yang terdiri dari nilai rata-rata . , nilai maksimum, nilai minimum, dan standar deviasi pada tiap variabel penelitian . Hasil uji statistik dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Manajemen Laba 52E-05 72E-08 Jarque-Bera Probability Dummy Perencanaan Pajak Beban Pajak Tangguhan Aset Pajak Tangguhan Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber: Data diolah, 2023 Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai mean manajemen laba sebesar 0. nilai median sebesar 1. 52E-05, nilai maximum sebesar 2. 283201, nilai minimum sebesar 8. 72E08, dan nilai standar deviasi sebesar 0. Nilai mean perencanaan pajak sebesar 0. nilai median sebesar 0. 113559, nilai maximum sebesar 0. 457411, nilai minimum sebesar 000793, dan nilai standar deviasi sebesar 0. Beban pajak tangguhan memiliki nilai mean sebesar 0. 039660, nilai median sebesar 046682, nilai maximum sebesar 0. 145545, nilai minimum sebesar 0. 000579, dan nilai standar deviasi sebesar 0. Nilai mean dari aset pajak tangguhan sebesar 0. 271714, nilai median 204858, nilai maximum sebesar 0. 944423, nilai minimum sebesar 0. 002809, dan nilai standar deviasi sebesar 0. Uji Normalitas Tujuan dari pengujian normalitas yaitu untuk mengetahui apakah data memiliki distribusi normal atau tidak normal. Jika nilai signifikasinya <0. 05, maka data yang digunakan berdistribusi Namun jika nilai signifikasinya >0. 05, maka data tidak berdistribusi normal. Determinan Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Consumer Non- Cyclicals Periode 2019-2022 (Meisyalinda Syalsabila Eka Putr. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Series: Residuals Sample 1 52 Observations 52 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan gambar di atas setelah di outlier, dapat diliat dari nilai probability yang 143638 < 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah hubungan antara satu variabel atau semua variabel independent saling berhubungan linier, bisa disebut juga hubungan yang sempurna atau tepat . Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi adanya korelasi yang tinggi antara variabel independent dalam penelitian. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF Dummy Perencanaan Pajak Beban Pajak Tangguhan Aset Pajak Tangguhan Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas di atas, menunjukkan bahwa nilai VIF Variabel Independen <10. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi asumsi uji Uji Heterokesdasitas Uji heterokesdasitas adalah pengujian penyebaran data dari berbagai variasi variabel tidak sama dengan data lainnya . Apabila hasil pengolahan data signifikasi antara semua variabel >0. 05, maka data telah lolos uji heteroskedasitas. Tabel 3. Hasil Uji Heterokesdasitas Heteroskedasticity Test: Glejser Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber: Data diolah, 2023 Dari hasil di atas, nilai Probability Obs*R-squared sebesar 0. 0015 > 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi uji heterokesdasitas. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 13 Ae 21 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n Uji Autokorelasi Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likehood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter Durbin-Watson stat Sumber: Data diolah, 2023 Diketahui dalam tabel diatas, nilai Durbin Watson sebesar 1. 240170, n = 52 dan K = 3. Tabel acuan Durbin Watson dengan a = 5% mendapatkan hasil nilai DL 1. 4339, nilai DU 2. Hasil Uji Autokorelasi Durbin Watson yaitu 1. 6769 > 1. 2401 < 2. Berdasarkan hasil perhitungan, data terjadi gejala autokorelasi karena nilai Durbin Watson Statistic lebih besar dibandingkan dengan nilai DU. Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan data panel. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan: Common Effect Model. Fixed Effect Model, dan Random Effect Model. Pemilihan model kemudian dilakukan melakui tiga uji perbandingan, yang pertama adalah Uji Chow untuk mengetahui apakah model Common Effect Model atau Fixed Effect Model lebih baik. Kemudian, gunakan Uji Hausman untuk memilih antara Fixed Effect Model atau Random Effect Model. Selanjutnya dilakukan uji model dan uji hipotesis yang meliputi uji koefisien determinasi, uji pengaruh variabel, dan uji pengaruh gabungan . Dalam penelitian ini, uji regresi linier berganda menggunakan Common Effect Model. Karena setelah dilakukan pengujian, uji chow lah yang memenuhi syarat yaitu lebih besar dari 0. sedangkan uji hausman dan uji LM nilai probabilitas nya dibawah 0. Tabel 5. Hasil Signifikasi Common Effect Model Dependent Variable: ML Method: Least Squares Date: 12/16/23 Time: 15:22 Sample: 1 52 Included observations: 52 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. DUMMY BPT APT Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah, 2023 Determinan Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Consumer Non- Cyclicals Periode 2019-2022 (Meisyalinda Syalsabila Eka Putr. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel diatas, diperoleh coefficient perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, dan aset pajak tangguhan. Berikut adalah persamaan regresi setelah diperoleh dari hasil pada tabel tersebut: Manajemen Laba = 0. 819694 Perencanaan Pajak - 9. 416566 Beban Pajak Tangguhan 0. 780063 Aset Pajak Tangguhan e Berdasarkan persamaan regresi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan pajak memiliki nilai t-statistic sebesar 1. 379888 dengan nilai Prob. 1742 > 0. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel perencanaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel manajemen laba. Beban pajak tangguhan memiliki nilai t-statistic sebesar -1. dengan nilai Prob. 1530 > 0. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel beban pajak tangguhan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel manajemen laba. Aset pajak tangguhan memiliki nilai t-statistic sebesar 3. 078737 dengan nilai Prob. Jadi dapat disimpulkan bahwa, variabel aset pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap variabel manajemen laba. Uji F Berdasarkan tabel 5, diketahui nilai F-Statistic sebesar 3. 014654 dengan nilai Prob. (FStatisti. 027067 < 0. Jadi mendapat kesimpulan bahwa variabel perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, dan aset pajak tangguhan berpengaruh signifikan secara bersamaan . terhadap manajemen laba. Uji Koefisien Determinasi Jika dilihat pada tabel 5, nilai Adjusted R Square sebesar 0. 136451 atau 14%. Nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa variabel independen meliputi perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, aset pajak tangguhan mampu menjelaskan variabel dependen manajemen laba sebesar 14%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 86% dipengaruhi oleh variabel Uji t Berdasarkan tabel 5, maka hasil uji penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Perencanaan Pajak tidak Berpengaruh Signifikan terhadap Manajemen Laba Nilai Probability pada variabel perencanaan pajak yaitu 0. 1742 > 0. 05 dengan koefisien Maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba dengan demikian hipotesis pertama (H . Beban Pajak Tangguhan tidak Berpengaruh terhadap Manajemen Laba Nilai Probability pada variabel beban pajak tangguhan yaitu 0. 1530 > 0. 05 dengan Maka dapat dikatakan bahwa hipotesis variabel beban pajak tangguhan tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba dengan demikian hipotesis kedua (H . Aset Pajak Tangguhan Berpengaruh terhadap Manajemen Laba Nilai Probability pada variabel aset pajak tangguhan yaitu 0. 0035 < 0. 05 dengan nilai Maka dapat dikatakan bahwa hipotesis aset pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap manajemen dengan demikian hipotesis ketiga (H . Pembahasan Pengaruh Perencanaan Pajak terhadap Manajemen Laba Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa H1 ditolak yang artinya perencanaan pajak tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. Perusahaan tidak mau membayar pajak yang terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkannya. Maka dari itu perusahaan mengelola keuntungannya melakui perencanaan pajak. Oleh karena JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 13 Ae 21 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 n itu, jika perusahaan mempunyai perencanaan pajak yang baik, maka kemingkinan besar perusahaan akan melakukan manajemen laba. Pengaruh Beban Pajak terhadap Manajemen Laba Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa H 2 ditolak yang artinya beban pajak tangguhan tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Semakin tinggi beban pajak tangguhan perusahaan maka semakin tinggi pula beban perusahaan pada periode Hal ini tentu tidak menguntungkan perusahaan, karena beban yang bertambah akan mempengaruhi pendapatan . Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak ingin jumlah kewajiban pajak tangguhan yang diakuinya bertambah. Apalagi kewajiban pajak tangguhan yang diakui perusahaan tidak mempengaruhi pihak manajemen dalam melakukan praktik manajemen laba, namun beban pajak tangguhan hanya menambah besarnya biaya bagi perusahaan karena mempunyai efek pengurang laba. Pengaruh Aset Pajak Tangguhan terhadap Manajemen Laba Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa H3 diterima yang artinya aset pajak tangguhan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen laba merupakan suatu ukuran yang mengasumsikan bahwa laba akuntansi lebih tinggi dibandingkan laba pajak karena adanya perbedaan temporer yang positif. Dalam hal ini, pemilik usaha mempunyai peluang untuk melakukan praktik manajemen laba dengan menunda pembayaran pajak saat ini dan mengalihkannya ke masa depan. Sehingga keuntungan perusahaan stabil. Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh perencanaan pajak, beban pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sektor consumer non-cyclicals pada tahun 2019-2022. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, dan aset pajak tangguhan hanya mampu menjelaskan manajemen laba sebesar 14%, sisanya dipengaruhi variabel lain sebesar . Jika dilihat pada uji t, variabel perencanaan pajak dan beban pajak tangguhan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Sedangkan variabel Aset pajak tangguhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba. Setelah dilakukan penelitian, ternyata hanya 13 perusahaan manufaktur pada sektor consumer non-cyclicals yang memiliki perusahaan yang mendapatkan laba positif, dan juga memiliki laporan keuangan lengkap pada tahun 2019-2022. Keterbatasan Penelitian ini masih terdapat keterbatasan terkait beberapa hal, diantaranya yaitu: Periode pengamatan pada penelitian ini relatif pendek, yaitu selama 4 tahun dari tahun . Jumlah perusahaan yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini relatif sedikit yaitu hanya 13 perusahaan. Dalam penelitian ini hanya berfokus pada perusahaan manufaktur. Saran Saran dari peneliti untuk penelitian berikutnya yaitu agar bisa menambahkan variabel independen lainnya yang dapat mempengaruhi manajemen laba, agar dapat menambah jangka waktu yang lebih lama dan menambah jumlah perusahaan untuk dijadikan sampel peneitian. Selain itu, bisa menguji jenis perusahaan lain selain manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Determinan Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Consumer Non- Cyclicals Periode 2019-2022 (Meisyalinda Syalsabila Eka Putr. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Referensi