EKONOMI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. Desember 2025 Hal. 106 - 110 e-ISSN: 2774-6755 Panen dan Distribusi Jeruk Sunkist Sebagai Pengenalan Produk Pra Pemasaran di Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan Kepulauan Riau Muhammad Rahman. Siti Nurjanah. Siti Nur Aini Dwi Rahmawati. Khaoirunnisa Azzahra Sagala. Khairunnisa Azzahra. Bella Saphira. Tira Lufiya. Muhammad Rianto. Roles Janeri. Ari Susandi. Nur Muharram. Asrizal Saiin* STIAN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau * Email: asrizal@stainkepri. ABSTRACT This flagship economic work program was implemented with a focus on the harvest and distribution of Sunkist oranges as an effort to introduce pre-marketing products. This activity was motivated by the potential of Sunkist oranges as a commodity with high economic value that has not been optimally marketed in the community. The main objective of the program is to introduce product quality directly to consumers while providing practical experience for the community in the pre-marketing stage. The activity methods include harvesting, simple packaging, and distribution of Sunkist oranges to a number of target The results obtained showed a positive response from the community to the quality of oranges, and provided an overview of the initial marketing strategy for locally based horticultural products. The implementation of this work program used a community service approach, namely Asset Based Community Development (ABCD), successfully encouraging community participation in the development of local horticultural products. Thus, this activity is the first step in building market awareness and supporting the development of an agricultural-based economy. Keywords: Sunkist Oranges. Product Introduction. Pre-Marketing. ABSTRAK Program kerja unggulan bidang ekonomi ini dilaksanakan dengan fokus pada panen dan distribusi jeruk sunkist sebagai upaya pengenalan produk pra pemasaran. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi jeruk sunkist sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang belum optimal dalam strategi pemasaran di Tujuan utama program adalah memperkenalkan kualitas produk secara langsung kepada konsumen sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi masyarakat dalam tahapan pra pemasaran. Metode kegiatan meliputi pemanenan, pengemasan sederhana, hingga distribusi jeruk sunkist ke sejumlah titik sasaran. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya respon positif dari masyarakat terhadap kualitas jeruk, serta memberikan gambaran strategi awal pemasaran produk hortikultura berbasis lokal. Pelaksanaan program kerja ini menggunakan pendekatan pengabdian masyarakat yaitu Asset Based Community Development (ABCD), berhasil mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan produk hortikultura lokal. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran pasar dan mendukung pengembangan ekonomi berbasis hasil pertanian. Kata Kunci: Jeruk Sunkist. Pengenalan Produk. Pra Pemasaran PENDAHULUAN Pertanian merupakan sektor penting dalam menunjang ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi adalah jeruk sunkist. Namun demikian, potensi ekonomi jeruk sunkist di masyarakat sering kali belum termanfaatkan secara optimal karena keterbatasan strategi pemasaran dan minimnya pengetahuan terkait distribusi produk. Kondisi ini mengakibatkan jeruk sunkist hanya dipasarkan secara sederhana tanpa adanya upaya untuk memperluas jangkauan konsumen (Lestari, 2. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Tabel 1. Potensi Perkebunan Desa Sebong Pereh No. Jenis Tanaman Kelapa Karet Lada Jeruk Luas (H. Desa Sebong Pereh merupakan desa yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik bagi Terletak di Kecamatan Teluk Sebong. Kabupaten Bintan. Kepulauan Riau, desa ini memiliki potensi bidang perkebunan yang aktif serta menghasilkan produk hortikultura lokal yang berkualitas tinggi. Salah satu perkebunan yang menjadi sorotan adalah jeruk sunkist dengan luas sekitar 9 hektar, terletak di Kampung Rambutan. Kondisi geografis strategis dengan medan berbukit dan tanah lempung berpasir, menjadikan Kampung Rambutan penuh dengan kebun-kebun masyarakat. Kampung Rambutan sendiri, hanya dihuni sekitar 100 Kartu Keluarga dengan luas area 2-4 km2 yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan nelayan . arena dekat dengan pesisir panta. Hal ini tentu menjadi poin penting bagi pemberdayaan sumber daya alam yang berfokus pada hasil bumi, namun petani-petani belum bisa memaksimalkan hasil kedepannya (Profil Desa, 2. Pengabdian ini dilakukan dengan turun ke perkebunan jeruk sunkist milik salah satu warga lokal bernama Faisal untuk mengatasi problema yang mengakar pada kegiatan perkebunan dan ekonomi. Dalam wawancara kepada pemilik kebun pada 16 Juli 2025, diperoleh informasi awal mengenai jadwal panen jeruk sunkist sebanyak 2000 pohon telah hampir tiba. Menanggapi hal tersebut, kelompok mengusulkan untuk membantu pemilik kebun pada wacana panen perdana dan pendistribusian hasil panen sebagai pengenalan produk pra pemasaran sebagai langkah awal untuk mengenalkan produk kepada masyarakat Dari hasil wawancara tersebut, permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pemahaman mengenai pentingnya tahapan pra pemasaran sebelum produk benar-benar dipasarkan secara Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini berupaya memberikan pengalaman langsung yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mengelola hasil pertanian mereka. Tujuan program ini adalah untuk memperkenalkan jeruk sunkist sebagai produk unggulan lokal, melatih masyarakat dalam proses distribusi dan pra pemasaran, serta membangun kesadaran pasar terhadap potensi ekonomi hortikultura. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat berupa peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan hasil pertanian serta membuka peluang pengembangan strategi pemasaran yang lebih inovatif di masa depan. METODE Perencanaan program pengabdian melibatkan pemilik kebun sebagai penyedia sumber daya hortikultura lokal yaitu jeruk sunkist, masyarakat Kampung Rambutan sebanyak 100 Kartu Keluarga sebagai calon konsumen, dan ketua RW 001 Kampung Rambutan sebagai jembatan antara pemilik kebun, pengabdian dan masyarakat. Kegiatan terfokus pada Kampung Rambutan. Desa Sebong Pereh. Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan yang memiliki potensi sumber daya hortikultura lokal berupa jeruk sunkist. Kegiatan pengabdian terhadap masyarakat menggunakan metode Asset Bases Community Development (ABCD), yaitu merupakan metode pemberdayaan berkelanjutan yang di landaskan pada aset, kekuatan, dan potensi Akibatnya, dalam hal ini masyarakatlah yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut. Masyarakat yang oleh pembangunan kapasitas, basis asosiasi, dan kelembagaan sosial, dan tidak didasarkan pada aset yang ada atau tidak dimulai dari masalah atau kebutuhan masyarakat (Wawan Henry Setyawan. Pendekatan ABCD menggunakan semua sumber daya, keterampilan, dan pengalaman masyarakat sebagai pijakan utama untuk meningkatkan kualitas hidup dalam berbagai aspek. Metode ABCD didasarkan pada prinsip bahwa pengakuan berdasarkan potensi, kekuatan, bakat, dan aset individu, serta aset masyarakat umum, dapat menginspirasi perubahan positif dengan berfokus pada kebutuhan dan Cara pandang memandang gelas setengah penuh bukan berarti menafikan permasalahan yang dihadapi masyarakat, tetapi menyatukan energi setiap individu untuk terus berpartisipasi dalam cara yang lebih berarti bagi pembangunan aset (Suwendi, 2. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang difokuskan pada panen dan distribusi jeruk sunkist sebagai upaya pengenalan produk pra pemasaran telah berhasil dilaksanakan. Desa Sebong Pereh. Kecamatan Teluk Sebong yang memiliki potensi sumber daya hortikultura lokal berupa jeruk Sunkist sudah merasakan manfaat dari kegiatan pengabdian. Program yang ditawarkan untuk pendistribusian hasil panen sebagai pengenalan produk pra pemasaran adalah: . memperkenalkan jeruk sunkist sebagai produk unggulan lokal, . melatih masyarakat dalam proses distribusi dan pra pemasaran, . membangun dan meningkatkan pemasaran lokal terhadap potensi ekonomi hortikultura. Pengenalan Jeruk Sunkist Sebagai Produk Unggulan Lokal Eksekusi program kerja pengabdian masyarakat dimulai pada tanggal 8 Agustus 2025 dengan panen perdana jeruk sunkist. Informasi awal dari wawancara terhadap pemilik kebun, penanaman dilakukan pada tahun 2022 setelah pandemi Covid-19 dengan jumlah sekitar 2000 pohon. Jeruk sunkist sendiri memerlukan waktu untuk berbuah sekitar 3-4 tahun pasa penanaman. Pupuk yang digunakan pemilik kebun adalah NPK Plus bertahap . minggu satu kal. juga didukung oleh pupuk organik berupa kotoran ayam serta proses penyiraman dilakukan satu minggu sekali apabila kondisi cuaca panas. Sebagai sampel awal pengenalan produk pra pemasaran, kelompok dan pemilik kebun hanya memanen sekitar 30 pohon dengan bobot hasil panen mencapai 200 kilogram. Untuk satu pohon berdasarkan pengamatan lapangan, menghasilkan sekitar 20-30 buah jeruk sunkist dalam kondisi setengah matang dan matang sempurna. Kelompok dan pemilik kebun hanya mengambil buah yang memiliki warna hijau berpori-pori yang menandakan sudah siap panen dan memiliki ciri khas rasa yang segar dan sedikit asam. Sehingga hasil akhir panen perdana diperoleh lima keranjang buah berkapasitas 40 kilogram. Tujuan awal program kerja ini adalah memperoleh hasil panen sebagai sampel, sehingga 200 kilogram saja sudah cukup untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai pengenalan produk pra pemasaran. Gambar 1. Proses Panen Jeruk Sunkist Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Gambar 2. Hasil Panen Jeruk Sunkist Dari hasil panen perdana jeruk sunkist, terbukti bahwa Desa Sebong Pereh terutama Kampung Rambutan menyimpan potensi besar bidang perkebunan hortikultura lokal berupa jeruk sunkist yang Potensi sumber daya alam ini apabila tidak dikelola dengan baik maka akan sangat disayangkan menimbang peluang pasar yang menjanjikan. Sebagai program kerja pengabdian yang terfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, kelompok pengabdian berupaya memaksimalkan hasil bumi desa lewat program kerja ini. Pelatihan Proses Distribusi dan Pra Pemasaran Tidak berakhir sampai disitu, progres program kerja pengabdian berlanjut pada keesokan harinya, 9 Agustus 2025. Pengkiloan dan pengemasan dilakukan di kediaman RW 001 sebagai bentuk partisipasi ketua RW dalam mendukung kegiatan pengabdian masyarakat dengan target untuk satu Kartu Keluarga adalah 2 kilogram jeruk sunkist. Gambar 3. Proses Pengkiloan dan Pengemasan Hasil Panen Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Peningkatan Pemasaran Lokal Melalui Pengenalan Potensi Ekonomi Hortikultura Setelah melakukan pengkiloan dan pengemasan, selanjutnya kelompok pengabdian dan ketua RW turun ke rumah-rumah masyarakat Kampung Rambutan untuk membagikan hasil panen. Mengetuk pintu demi pintu, membagikan 2 kilogram jeruk sunkist, sekaligus mengenalkan produk kepada masyarakat serta menjabarkan secara ringkas keunggulan dari produk. Harapannya adalah masyarakat sekitar kenal dan tertarik untuk membelinya pada panen selanjutnya. Alasan kelompok pengabdian menargetkan masyarakat Kampung Rambutan sebagai mencicip pertama hasil panen jeruk sunkist ini adalah menjembatani pemilik kebun sebagai penyedia produk dengan masyarakat sebagai calon konsumen terdekat agar terciptanya lingkungan ekonomi positif dan interaksi sosial yang sehat. Karena pemilik kebun sendiri kesulitan secara pribadi untuk langsung turun ke masyarakat karena faktor kesibukan diluar kebun. Selain itu kelompok pengabdian masyarakat ingin mewujudkan pemberdayaan inovatif dan pengelolaan tingkat lanjut pasca panen agar pemilik kebun tidak hanya menguatkan produktivitas perkebunan melainkan aktif memasarkan hasil panen secara luas. SIMPULAN Pelaksanaan pengadian masyarakat melalui program panen dan pendistribusian produk lokal berupa jeruk sunkist sebagai pengenalan produk pra pemasaran di Desa Sebong Pereh Kabupaten Bintan Kepulauan Riau menunjukkan adanya potensi besar dalam pengembangan perkebunan hortikultura lokal. Hasil panen sebanyak 200 kilogram dari sekitar 30 pohon menjadi bukti bahwa jeruk sunkist memiliki peluang pasar yang menjanjikan jika dikelola dan dipasarkan dengan baik. Upaya pengkiloan, pengemasan, dan distribusi langsung kepada masyarakat bukan hanya memperkenalkan produk pra pemasaran, tetapi juga membangun interaksi sosial dan jembatan ekonomi antara pemilik kebun dan warga sekitar. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada produktivitas pertanian, melainkan juga pada pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta membuka peluang keberlanjutan pengelolaan pasca panen yang lebih inovatif. DAFTAR RUJUKAN Bahari. Profil Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong Kab. Bintan Tahun 2024,38 Lestari. Erwina Yanuari. Strategi Pemasaran Buah Jeruk Lokal Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Kasus Di Pasar Daerah Kota Blita. Undergraduate (S. IAIN Kediri. Suwendi, dkk, . Metodologi Pengabdian Masyarakat. Jakarta: Pustaka Media Setyawan. Wawan Henry, dkk. Asset Based Community Development (ABCD). Jakarta: Gaptek Media Pustaka