E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Persepsi Penyuluh Terhadap Strategi Komunikasi dalam Pemanfaatan Media Informasi di Era Digital di Kabupaten Kebumen Larasati Puspita Saridewi1. Rila Bekti Wiguna2 Universitas Putra Bangsa Abstrak Penyampaian informasi dalam penyuluhan pertanian memerlukan strategi khusus dengan mempertimbangkan berbagai unsur dalam penyuluhan pertanian. Salah satu strategi komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian di era digital ini ialah dengan memanfaatkan media sosial, dimana penyuluh menyampaikan materi komunikasinya melalui berbagai media baik secara tradisional maupun modern. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan persepsi penyuluh dalam pemanfaatan teknologi digital dalam penyampaian Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik penarikan sampel menggunakan simple random sampling yang terdiri atas 60 orang penyuluh. Analisis data untuk mengukur persepsi penyuluh terhadap strategi komunikasi penyuluh dalam pemanfaatan media digital dilakukan dengan perhitungan skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan penyuluh dalam penyampaian penyuluhan kepada petani dapat diterapkan sehingga petani dapat melakukan kegiatan komunikasi secara intern menggunakan media digital lebih efisien dan efektif dalam penyampaian rekomendasi yang disarankan dalam Penyuluh memiliki persepsi positif terhadap strategi komunikasi dalam pemanfaatan informasi yang ditunjukkan melalui teknik komunikasi, saluran komunikasi, pesan komunikasi dan penggunaan internet. Persepsi penyuluh berada pada kriteria sedang dimana penyuluh cukup baik dalam melakukan aktivitas komunikasinya. Kata Kunci: persepsi. Abstract Delivering information in agricultural extension requires a special strategy by considering various elements in agricultural extension. One of the communication strategies used by agricultural instructors in this digital era is by utilizing social media, where instructors convey their communication material through various media, both traditional and modern. The aim of this research is to describe the perceptions of instructors in the use of digital technology in delivering extension services. The research used a survey method with a sampling technique using simplified random sampling consisting of 60 extension workers. Data analysis to measure instructors' perceptions of instructors' communication strategies in using digital media was carried out by calculating scores. The results of the research show that the communication strategies used by extension workers in delivering education to farmers can be applied so that farmers can carry out internal communication activities using digital media more efficiently and effectively in conveying recommended recommendations in farming. E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Extension workers have a positive perception of communication strategies in the use of information which is demonstrated through communication techniques, communication channels, communication messages and use of the internet. The instructor's perception is in the medium criteria where the instructor is quite good in carrying out his communication Keywords: perception. extension agent. Pendahuluan Pertanian merupakan sektor penting di Indonesia mengingat bahwa Indonesia sebagai negara agraris dimana Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian. Kemajuan pembangunan di sektor pertanian tidak lepas dari peran serta pemerintah, melalui berbagai macam program guna mewujudkan ketahanan pangan. Berdasarkan hal tersebut maka peran penyuluh sangatlah dibutuhkan dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas petani supaya petani tetap konsisten dalam meningkatkan produksi padinya. Sejalan dengan pernyataan di atas penyuluhan pertanian diartikan sebagai suatu Pendidikan yang bersifat nonformal . uar sekola. yang dilakukan dengan tujuan untuk merubah perilaku petani, supaya petani dapat memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan sehingga dapat menjadi bekal ilmu bagi petani dalam memecahkan masalahnya sendiri terutama mengenai kegiatan usaha peningkatan pendapatan dan perbaikan kesejahteraan keluarganya (Anang & Dwiki. Lebih lanjut Anang dan Dwiki . menjelaskan bahwa penyuluhan pertanian merupakan ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu serta masyarakat agar dapat mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka penyuluhan pertanian mengandung harapan mengenai munculnya individu atau masyarakat yang lebih berkembang dalam hal kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Penyuluhan pertanian pada hakikatnya merupakan upaya pengembangan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berkaitan erat dengan pembelajaran. Pengambilan keputusan yang dilakukan petani saat ini sanglah bergantung pada ketersediaan informasi-informasi pertanian guna mengetahui kondisi permintaan pasar terhadap produk yang dihasilkan petani. Ketersediaan informasi seperti informasi mengenai inovasi pertanian E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 sangatlah penting dalam pembangunan pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh sebab itu dalam menyukseskan penyuluhan, materi yang disampaikan kepada petani haruslah tersampaikan dengan baik (Wibowo et al. Sejalan dengan pernyataan di atas maka kegiatan penyuluhan diharapkan mampu menyelenggarakan penyuluhan melalui metode, waktu, tempat, objek . , dan subjek . sesuai dengan sasaran sehingga kegiatan penyuluhan pertanian dapat terlaksana secara efektif. Penyampaian materi yang sesuai dengan kebutuhan informasi perlu disampaikan kepada petani sebelum pelaksanaan penyuluhan (Umbara et al. , 2. Penyampaian informasi dalam penyuluhan pertanian memerlukan strategi khusus dengan mempertimbangkan berbagai unsur dalam penyuluhan pertanian. Perencanaan yang matang atau strategi komunikasi yang tepat sangatlah dibutuhkan supaya suatu penyuluhan pertanian dapat terlaksana dengan baik terutama dalam menghadapi hambatan-hambatan komunikasi yang ada di lapangan. Salah satu strategi komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian di era digital ini ialah dengan memanfaatkan media sosial, dimana penyuluh menyampaikan materi komunikasinya melalui berbagai media baik secara tradisional maupun modern (Oktarina et al. Sesuai dengan pernyataan di atas lebih lanjut Asdar et al. menyatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era digital ini dapat dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian sebagai strategi komunikasi untuk memperoleh berbagai macam informasi dengan mudah melalui berbagai media komunikasi baik offline maupun media Penyuluh selalu membutuhkan inovasi melalui berbagai instansi, salah satunya adalah internet melalui cyber extention (Oktarina et al. Cyber extention diimplementasikan di berbagai negara untuk mempercepat proses pembelajaran masyarakat dengan aplikasi teknologi informasi melalui sarana komputer maupun telepon seluler . andphone-h. (Umbara et al. , 2. Lebih lanjut Annisa . menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui telepon seluler, jaringan, jasa, dan aplikasi di bidang pertanian bertujuan untuk membantu para pelaku sektor pertanian dalam memanfaatkan sumberdaya. Berdasarkan pernyataan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi penyuluh dalam pemanfaatan teknologi digital dalam penyampaian materi penyuluhan. E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Metode Penelitian yang digunakan untuk jurnal ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif dimana data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif. Metode penelitian deskriptif meneliti status kelompok manusia, objek, kondisi, sistem pemikiran ataupun peristiwa masa sekarang dengan tujuan untuk membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta yang diteliti (Nazir, 2. Metode deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena Ae fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan (Sukmadinata, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh pertanian yang bertugas di Kabupaten Kebumen. Sampel diambil secara random sampling menggunakan teknik sampling dengan menggunakan rumus slovin . dari populasi 154 orang dengan tingkat kesalahan 10% dan sampel berjumlah 60 Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi dengan perhitungan skor dan diinterpretasikan secara deskriptif. Rumus yang digunakan untuk membuat interval kelas adalah sebagai berikut: = NST Ae NSR = NR : JIK Dimana: = Nilai Range NST = Nilai Skor Tertinggi NSR = Nilai Skor Terendah JIK = Jumlah Interval Kelas = Panjang Interval Berdasarkan perhitungan, interval kelas untuk mengukur persepsi penyuluh terhadap strategi komunikasi dalam media informasi di era digital dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Nilai Interval Persepsi Petani Terhadap Strategi Komunikasi Penyuluh Nilai Interval Nilai Interval Nilai Interval Kriteria . kor tota. er indikato. er pertanyaa. Rendah 9,00 O y O 18,00 3,00 O y O 5,00 1,00 O y O 1,67 Sedang 8,00 < y O 27,00 5,00 < y O 7,00 1,67 < y O 2,34 Tinggi 27,00 < y O 36,00 7,00 < y O 9,00 2,34 < y O 3,00 E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Hasil dan Pembahasan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan penyuluh pertanian di Kabupaten Kebumen Sebagian besar penyuluh telah memanfaatkan media teknologi informasi dan komunikasi seperti media internet maupun media cetak. Penyuluh pertanian di Kabupaten Kebumen masih banyak yang menggunakan telepon genggam dan laptop pribadi, hal ini disebabkan media ini mudah digunakan secara optimal untuk memperoleh informasi yang lebih jelas. Penggunaan telepon genggam oleh penyuluh juga dilakukan Ketika sedang berada di lapangan, sebab mereka memiliki tuntutan untuk memperoleh informasi penting terkait permasalahan ataupun pertanyaan seputar pertanian dengan cepat dan tepat. Sejalan dengan hal tersebut Umbara et al. menyatakan bahwa pola penggunaan telepon genggam sesuai dengan latar belakang, dan status responden, dimana penggunaan telepon genggam dilakukan di rumah dan di tempat kerja. Selanjutnya, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada kegiatan penyuluhan pertanian dijelaskan sebagai berikut: Teknik Komunikasi Teknik komunikasi ialah cara yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada petani secara efektif sehingga tepat sasaran (Umbara et al. , 2. Hal ini sejalan dengan pernyataan Kamaruzzaman . yang menjelaskan bahwa teknik komunikasi dalam penyuluhan pertanian dilakukan oleh petugas penyuluh pertanian dengan kombinasi berbagai metode penyuluhan yang efektif untuk mencapai tujuan penyuluhan pertanian. Teknik komunikasi merupakan bentuk dari strategi komunikasi yang digunakan penyuluh dengan cara penyampaian pesan, teknik penyampaian pesan dan penggunaan Bahasa yang secara terperinci dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Skor rata-rata teknik komunikasi penyuluh di Kabupaten Kebumen Komponen Indikator Skor Kriteria Cara Penyampaian Pesan 2,55 Tinggi Teknik Penyampaian Pesan 2,67 Tinggi Penggunaan Bahasa 2,61 Tinggi Jumlah 7,83 Tinggi Sumber: Perhitungan Statistik E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Berdasarkan data komponen strategi komunikasi penyuluh pada teknik komunikasi yang dilihat dari cara penyampaian pesan dengan skor rata-rata 2,55 berada pada kriteria tinggi. Hal ini dapat diartikan bahwa penyuluh memiliki peranan dalam penyampaian pesan kepada kelompok tani maupun individu dengan cara tatap muka, yaitu Ketika sosialisasi yang diberikan oleh penyuluh kepada kelompok tani maupun Masyarakat disampaikan secara formal dan non formal. Cara penyampaian pesan yang digunakan oleh penyuluh pertanian merupakan bentuk komunikasi yang bersifat informatif dan persuasif yaitu dengan cara mengajak, mengarahkan, serta membangun motivasi kelompok tani. Selain itu bentuk pesan yang disampaikan juga harus didasarkan dan disesuaikan dengan permintaan atau pertanyaan dari petani, sehingga pesan yang disampaikan oleh penyuluh harus sesuai dengan kondisi keadaan di lapangan. Materi penyuluhan pertanian yang diberikan oleh seorang penyuluh haruslah sesuai dengan kondisi dan keadaan lapang (Abdullah, 2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Puspitasari . yang menjelaskan bahwa materi harus sesuai dengan kebutuhan petani dan hal tersebut dilakukan untuk memudahkan petani dalam mempelajari materi yang disampaikan. Lebih lanjut Rintjap . dalam penelitiannya menyatakan materi penyuluhan yang disampaikan harus sesuai dengan kebutuhan sasarannya. Skor rata-rata teknik penyampaian pesan yang disajikan pada Tabel 2. adalah sebesar 2,67 dengan kriteria tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluh diwajibkan memiliki kemampuan dalam pengemasan pesan yang berkaitan erat dengan metode penyuluhan yang dipilih. Komunikasi dan metode penyuluhan merupakan hal yang sangat penting dalam suatu kegiatan penyuluhan agar tercipta kondisi yang diharapkan dari kegiatan penyuluhan tersebut. Namun, dalam proses penyuluhan dibutuhkan keahlian dan keterampilan berkomunikasi bagi seorang penyuluh dalam mensosialisasikan program yang ingin dijalankan (Rasyid, 2. Umbara et . menjelaskan bahwa penyampaian pesan penyuluhan pertanian yang sering dilakukan oleh penyuluh pertanian di lapangan, dimana dalam penyampaiannya penyuluh sering menggunakan satu atau dua metode penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi sehingga pesan dapat tersampaikan. Selain itu, dalam penyampaian materinya penyuluh menggunakan teknik penyampaian penyuluhan melalui ceramah dan terkadang dilakukan praktek langsung yang berupa peragaan. E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Komponen penggunaan bahasa memiliki kriteria tinggi dengan skor rata-rata 2,61, hal ini berarti bahwa petani mengerti dan memahami bahasa yang digunakan penyuluh dalam menyampaikan pesan. Berdasarkan hal tersebut berarti bahwa penyuluh dapat menyampaikan materi menggunakan dan mengerti bahasa lokal sehingga petani mudah dalam menerima Oleh karena itu, penggunaan bahasa juga dapat mempengaruhi jalannya komunikasi agar lebih efektif (Umbara et al. Hal ini sejalan dengan Wibowo et al. yang menjelaskan bahwa supaya petani dan anggota gapoktan mudah mengerti terhadap pesan yang disampaikan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) maka hendaknya lebih dominan menggunakan bahasa daerah setempat. Saluran Komunikasi Media komunikasi merupakan saluran komunikasi yang dapat menyampaikan pesan berupa informasi yang diperlukan. Media komunikasi merupakan bagian penting dari komunikasi yang berlangsung, karena berhubungan erat dengan pesan-pesan yang disampaikan. Hasil penelitian yang dilakukan berkaitan dengan saluran komunikasi diantaranya ialah melalui saluran atau media antar pribadi . Penilaian skor petani dalam saluran yang terdapat pada strategi komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Skor rata-rata saluran komunikasi di Kabupaten Kebumen Komponen Indikator Skor Kriteria Bentuk Media Komunikasi 2,06 Sedang Pemanfaatan Media Komunikasi 2,67 Tinggi Pemanfaatan Sumber Informasi Lainnya 2,11 Sedang Jumlah Sedang Sumber:Perhitungan Statistik Komponen strategi komunikasi penyuluh pertanian lapangan dalam saluran komunikasi dilihat dari bentuk media komunikasi berada pada skor rata-rata 2,06 dengan kriteria sedang. Hal ini berarti bentuk media komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh sebagian besar masih dilakukan dengan tatap muka secara langsung. Petani memperoleh informasi seputar pertanian kapan saja dan dimana saja saat bertemu dengan penyuluh, baik di sawah, balai penyuluhan pertanian, maupun di rumah petani secara langsung. Sejalan dengan hal tersebut Indah . menyatakan, pemanfaatan teknologi informasi oleh penyuluh masih tergolong rendah, lebih E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 dari dua per tiga penyuluh jarang memanfaatkan teknologi informasi. Lebih lanjut Far-far . menyatakan bahwa Sebagian besar petani lebih banyak memanfaatkan komunikasi interpersonal dibandingkan media masa dalam mencari informasi, sebab umumnya petani memiliki tingkat pengetahuan yang relatif rendah. Umbara et al. menjelaskan, penyampaian materi secara langsung dapat diterima dan diaplikasikan oleh anggota kelompok tani dengan efektif dan efisien. Selain itu penyampaian materi secara langsung dilakukan supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Skor rata-rata untuk komponen pemanfaatan media informasi sebesar 2,67 dengan kriteria Hal ini berarti penyuluh dalam merancang dan Menyusun pesan yang akan disampaikan kepada petani memanfaatkan berbagai media mulai dari video pelatihan, praktek, dan Selain itu untuk mempermudah komunikasinya penyuluh juga membuat grup yang memanfaatkan media whatsapp. Pemanfaatan media ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang dihadapi petani dengan terhubung secara langsung dengan penyuluh dan anggota kelompok tani lainnya. Lebih lanjut penyuluh pertanian juga memberi kesempatan bagi petani yang ingin bertanya secara langsung mengenai permasalahan yang dihadapi dengan menelepon penyuluh. Oleh sebab itu, maka whatsapp merupakan media komunikasi yang berguna dan lebih efektif dalam melakukan kegiatan penyuluhan, selain itu whatsapp juga merupakan media komunikasi dalam pertukaran informasi dari petani ke penyuluh ataupun Berdasarkan pernyataan tersebut, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar penyuluh telah dapat memanfaatkan jaringan internet untuk keperluan menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai penyuluh. Kemudian untuk komponen pemanfaatan sumber informasi lainnya berada pada kriteria sedang dengan skor rata-rata 2,11. Hal ini berarti bahwa petani memiliki persepsi bahwa penyuluh juga berbagi informasi bertukar pikiran tentang cara berusahatani dengan teman sesame penyuluh dan orang dari berbagai instansi. Sesuai dengan pernyataan tersebut Sirajuddin . dalam penelitiannya menyatakan bahwa Internet mampu menyediakan informasi yang lebih luas sebab tanpa perlu kontak fisik, juga dapat menyalurkan informasi lebih jauh lebih cepat dibandingkan media konvensional. E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Pesan Komunikasi Pengukuran strategi komunikasi dalam pesan komunikasi dapat dilihat dari komponen indikator kesesuaian pesan dengan kebutuhan petani dan jenis pesan, sehingga informasi yang diberikan oleh penyuluh kepada kelompok tani mudah diterima dengan jelas. Komunikasi yang dibangun oleh penyuluh memiliki tujuan supaya terjadi umpan balik antara penyuluh dan kelompok tani sehingga penyuluh dapat menilai atau mengetahui apakah sudah saling terjadi pengertian tentang pesan komunikasi yang diberikan oleh penyuluh kepada kelompok tani. Umpan balik bertujuan untuk melakukan Upaya perbaikan dalam proses komunikasi dapat tercapai secara efektif. Skor persepsi petani terhadap pesan komunikasi dalam aktivitas komunikasi dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Skor rata-rata pesan komunikasi di Kabupaten Kebumen Komponen Indikator Skor Kriteria Kesesuaian pesan dengan kebutuhan Sedang Jenis Pesan 2,28 Sedang Jumlah 4,22 Sedang Sumber:Perhitungan Statistik Komponen pesan komunikasi yang dilihat dari kesesuaian pesan yang disampaikan dengan kebutuhan petani memiliki skor rata-rata sebesar 1,94 dengan kriteria sedang. Hal ini berarti bahwa pesan yang disampaikan oleh penyuluh kepada petani belum begitu sesuai dengan yang diinginkan petani. Persoalan ini disebabkan penyuluh juga membawa pesan sesuai dengan program yang harus ditransfer kepada petani. Skor rata-rata komponen jenis pesan sebesar 2,28 dengan kriteria sedang yang berarti bahwa penyuluh menyampaikan jenis pesan kepada petani hanya bersifat informasi tentang budidaya saja yaitu mulai dari persiapan lahan sampai dengan panen. Sedangkan dari segi teknik budidaya, petani menganggap mereka lebih pintar karena hal tersebut merupakan kegiatan yang sudah digeluti setiap harinya. Penggunaan Media Internet Teknologi juga memegang peranan penting dalam pengembangan pertanian. sebagai contoh teknologi informasi komunikasi berupa internet. Internet mampu menyajikan informasi tanpa E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 Melalui internet diharapkan dapat digunakan untuk memperoleh segala informasi yang dibutuhkan dan dapat pula digunakan oleh petani guna meningkatkan kesejahteraan perekonomian melalui korespondensi dengan berbagai orang lain atau perusahaan di seluruh Informasi terkini dapat diperoleh dan dikirimkan dengan cepat. Selama ini masalah yang dihadapi oleh petani disebabkan kurangnya informasi baru yang tepat. Komponen penggunaan media internet dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Skor rata-rata pesan komunikasi di Kabupaten Kebumen Komponen Indikator Skor Kriteria Waktu untuk Mengakses Internet 2,38 Tinggi Media Akses Internet 2,38 Tinggi Jumlah 4,78 Sedang Sumber:Perhitungan Statistik Waktu untuk mengakses internet memiliki skor rata-rata 2,38 dengan kriteria tinggi, hal ini menunjukkan bahwa mayoritas penyuluh memiliki ketertarikan terhadap penggunaan internet secara rutin dalam menyiapkan program ataupun informasi-informasi yang dibutuhkan oleh Penyuluh menilai internet merupakan media digital yang menampilkan informasi pertanian yang terbaru. Berdasarkan hal tersebut, maka penyuluh memanfaatkan layanan internet seperti akses terhadap layanan youtube dan google untuk mencari informasi berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi petani. Ketersediaan media internet dapat dijadikan sarana untuk penyuluhan dan diskusi mengenai masalah yang dihadapi oleh kelompok tani atau petani melalui pemanfaatan media sosial seperti whatsapp, facebook, dan Instagram. Media akses internet memiliki skor rata-rata sebesar 2,38 dengan kategori tinggi, dimana hal ini dapat diartikan bahwa Sebagian besar penyuluh memiliki persepsi bahwa dengan penggunaan media internet memberikan kemudahan untuk mengakses informasi. Penyuluh berpendapat bahwa informasi yang diperoleh pada layanan internet telah sesuai dengan kebutuhan dan kualitas informasi yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Keuntungan yang diperoleh dari internet yang dirasakan penyuluh antara lain kegiatan penyuluhan dapat tersampaikan kapan saja dan di mana saja, pemanfaatan teknologi informasi dapat menggunakan sumber yang telah ada di internet untuk kemudian dibuat materi penyuluhan dapat berhubungan secara real time menggunakan video yang memiliki E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 | 8-19 kemampuan mengintegrasikan berbagai macam unsur media teks, grafik, audio, dan video dalam pemberian penyuluhan kepada petani. Kesimpulan Penyuluh memiliki persepsi positif terhadap strategi komunikasi dalam pemanfaatan informasi yang ditunjukkan melalui teknik komunikasi, saluran komunikasi, pesan komunikasi dan penggunaan internet. Persepsi penyuluh berada pada kriteria sedang dimana penyuluh cukup baik dalam melakukan aktivitas komunikasinya. Sebagian besar penyuluh memiliki ketertarikan terhadap penggunaan internet dan telah mengakses internet secara rutin dalam menyiapkan program ataupun informasi yang dibutuhkan petani. Penyuluh perlu meningkatkan aktivitas komunikasi terhadap petani baik itu secara langsung maupun melalui media komunikasi. Penggunaan internet dalam aktivitas komunikasi di tingkat penyuluh juga perlu ditingkatkan guna memperoleh informasi terkini mengenai dunia Daftar Pustaka